Reksadana Sedang Profit Atau Loss? Begini Cara Menghitungnya

Wahyudi 23 Dec 2019 317

Anda pasti sudah sering mendengar tentang instrumen investasi reksadana. Bahkan mungkin Anda sudah pernah investasi di instrumen ini. Investasi reksadana bisa dibilang aman dan mudah. Jadi, tak heran banyak investor milenial yang berminat investasi di aset ini.

Reksadana adalah jenis investasi di pasar modal yang dari uang yang dikumpulkan dari banyak investor untuk dikelola dalam saham, obligasi, instrumen pasar uang, dan aset lainnya. Investasi di reksadana tidak butuh keahlian khusus karena ada perusahaan manajer investasi yang akan mengelola dana Anda. Mereka yang akan memutuskan bagaimana mengelola dananya dan bertanggung jawab atas portofolio Anda. Untuk mengelola dana ini mereka mendapatkan komisi.

menghitung reksadana

Hal yang sering ditanyakan investor adalah bagaimana cara menghitung untung rugi berinvestasi di reksadana. Berikut ini cara perhitungannya:

 

Mengenal NAB/NAV dan Unit Penyertaan

Nilai investasi Anda tergantung pada NAB/NAV. Saat Anda membeli reksadana, artinya Anda membeli unit penyertaan yaitu satuan yang menunjukkan kepemilikan di reksadana tersebut. Unit penyertaan ini dihargai dengan NAB (Nilai Aktiva Bersih) atau NAV (Net Asset Value).

Teknisnya seperti apa? Saat Anda akan berinvestasi di reksadana, langkah pertama adalah pilih produk dan manajer investasi. Untuk mencari referensi, Anda bisa menanyakan di galeri investasi yang ada di kota Anda, beli di bank sebagai agen penjual reksadana. Setelah membeli reksadana Anda akan mendapatkan informasi tentang berapa NAB dari produk investasi reksadana yang Anda beli. Prinsip jual beli di sini berlaku, artinya saat NAB Anda naik silahkan jual, Anda dapat untung. Begitupun sebaliknya.

 

Ilustrasi Transaksi Dalam Reksadana

Anda melakukan transaksi jual beli reksadana dengan detail sebagai berikut:

Transaksi Beli

Maka unit penyertaan yang Anda miliki adalah 5,000,000/2,000 = 2,500 unit penyertaan.

Transaksi Jual:

Maka total investasi yang saya dapatkan adalah 3,000 x 2,500 = Rp7,500,000

Kesimpulan:

Investasi untung Rp7,500,000-Rp5,000,000 = Rp2,000,000 atau return on investment-nya adalah 50 persen.

Bagaimana mengetahui investasi reksadana kita menguntungkan? Apa saja yang harus diperhatikan? Dalam melakukan investasi reksadana, Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor berikut ini:

 

1. NAB Per Unit

NAB per unit ini ibarat ‘harga’ dari reksadana yang Anda miliki. Nilainya berubah setiap hari sesuai dengan kinerja Reksadana. Transaksi jual atau beli reksadana perlu mempertimbangkan ini karena merupakan indikator utama untung atau rugi dari investasi reksadana Anda.

 

2. Unit Penyertaan

Saat transaksi beli reksadana, otomatis Anda akan mendapatkan info berapa unit penyertaan yang diperoleh yang terkait dengan NAB di atas. Informasi unit penyertaan ini juga akan diinformasikan oleh Manajer Investasi Anda secara berkala, bisa melalui email atau metode lainnya. Jumlah unit penyertaan yang naik artinya nilai investasi Anda bertambah, begitu pun sebaliknya.

 

Cara Mudah Cek Untung Rugi Investasi Reksadana

Pada era digital seperti saat ini, cara perhitungan untung rugi reksadana paling mudah menggunakan fasilitas platform reksadana online. Melalui reksadana online semua data yang Anda butuhkan termasuk NAB dan Unit Penyertaan tersedia secara cepat dan online dan bisa diakses dari mana saja.

Bagi investor pemula, ikuti langkah-langkah sederhana berikut ini untuk membuat keputusan cerdas tentang berinvestasi dalam reksadana.

Dalam berinvestasi, ada pepatah bijak yang mengungkapkan bahwa investasi bukan tentang seberapa besar imbal balik yang akan Anda terima, tapi pastikan Anda bisa menerima kondisi seberapa besar uang Anda akan hilang (rugi). Dengan demikian Anda akan bijak dalam berinvestasi.

 

Tertarik berinvestasi dan mengeksplor instrumen lain? Trading forex bisa menjadi pilihan menarik. Selain karena peluang keuntungannya yang tak terbatas dan bisa dimulai dengan modal kecil, cara menghitung untung ruginya pun tidak ribet. Anda bisa mendapatkan infonya bahkan secara real-time di platform trading. Pelajari informasi dasarnya di Panduan Trading Forex Untuk Pemula.

Kirim Komentar/Reply Baru
Lebih Baik Trading Volatilitas Tinggi Atau Rendah?
Lebih baik mana trading dengan volatilitas tinggi atau volatilitas rendah ?

Ardi Hanif 24 Nov 2015

Reply:

Basir (25 Nov 2015 13:39)

Untuk Ardi hanif..

Keduanya bisa menguntungkan dan bisa memiliki resiko. Volatilitas tinggi biasa terjadi pada sesi Eropa, karena sesi ini adalah waktu paling sibuk dan ramai.

Bagi Anda dengan tipe agresif, pasar Asia menjadi kurang mengasikkan karena volatilitas dan likuiditas yang rendah.

Menurut saya hal ini tergantung sistem trading yang anda gunakan. Sebagai contoh, scalping kurang cocok diterapkan disesi Eropa.

Thanks.

M Singgih (02 Dec 2015 00:19)

@ Ardi Hanif:
Lebih baik trading pada volatilitas sedang, tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Biasanya trader menghindari keadaan dimana volatilitas sangat tinggi atau rendah sekali. Volatilitas bisa sangat tinggi ketika ada rilis data fundamental penting atau reaksi atas pernyataan pejabat bank sentral, sedang volatilitas sangat rendah biasanya terjadi ketika sebagian besar pasar uang Eropa, AS Australia dan Selandia Baru tutup misalnya ketika liburan Natal dan tahun baru.

Pada umumnya trader mengharapkan volatilitas pasar yang tinggi, tetapi tidak terlalu tinggi, karena:
- Lebih banyak kesempatan entry dibandingkan ketika volatilitas rendah. Pada volatilitas rendah atau kondisi choppy kita sulit menemukan peluang entry.
- Dengan volatilitas tinggi kita bisa menentukan risk/reward ratio yang lebih besar karena range trading yang makin besar, dengan demikian profit yang diperoleh akan lebih besar juga.
Jadi kami sarankan agar trading ketika volatilitas sedang tinggi, tetapi tidak terlalu tinggi, dan hindari ketika pasar sedang slow (choppy) atau volatilitas sedang rendah sekali.
Untuk keterangan lebih lanjut bisa menyimak:
Dampak Volatilitas Pasar Forex Bagi Trader
Ketika Pasar Sedang Slow

Febrian Surya 199
Wahyudi 882
Wahyudi 261