Anda pasti sudah sering mendengar tentang instrumen investasi reksadana. Bahkan mungkin Anda sudah pernah investasi di instrumen ini. Investasi reksadana bisa dibilang aman dan mudah. Jadi, tak heran banyak investor milenial yang berminat investasi di aset ini.

Reksadana adalah jenis investasi di pasar modal yang dari uang yang dikumpulkan dari banyak investor untuk dikelola dalam saham, obligasi, instrumen pasar uang, dan aset lainnya. Investasi di reksadana tidak butuh keahlian khusus karena ada perusahaan manajer investasi yang akan mengelola dana Anda. Mereka yang akan memutuskan bagaimana mengelola dananya dan bertanggung jawab atas portofolio Anda. Untuk mengelola dana ini mereka mendapatkan komisi.

menghitung reksadana

Hal yang sering ditanyakan investor adalah bagaimana cara menghitung untung rugi berinvestasi di reksadana. Berikut ini cara perhitungannya:

 

Mengenal NAB/NAV dan Unit Penyertaan

Nilai investasi Anda tergantung pada NAB/NAV. Saat Anda membeli reksadana, artinya Anda membeli unit penyertaan yaitu satuan yang menunjukkan kepemilikan di reksadana tersebut. Unit penyertaan ini dihargai dengan NAB (Nilai Aktiva Bersih) atau NAV (Net Asset Value).

Teknisnya seperti apa? Saat Anda akan berinvestasi di reksadana, langkah pertama adalah pilih produk dan manajer investasi. Untuk mencari referensi, Anda bisa menanyakan di galeri investasi yang ada di kota Anda, beli di bank sebagai agen penjual reksadana. Setelah membeli reksadana Anda akan mendapatkan informasi tentang berapa NAB dari produk investasi reksadana yang Anda beli. Prinsip jual beli di sini berlaku, artinya saat NAB Anda naik silahkan jual, Anda dapat untung. Begitupun sebaliknya.

Ilustrasi Transaksi Dalam Reksadana

Anda melakukan transaksi jual beli reksadana dengan detail sebagai berikut:

Transaksi Beli

Maka unit penyertaan yang Anda miliki adalah 5.000.000/2.000 = 2.500 unit penyertaan.

 

Transaksi Jual:

Maka total investasi yang saya dapatkan adalah 3.000 x 2.500 = Rp 7.500.000

Kesimpulan:

Investasi untung Rp 7.500.000-Rp.5.000.000 = Rp.2.000.000 atau return on investment-nya adalah 50 persen.

 

Bagaimana mengetahui investasi reksadana kita menguntungkan? Apa saja yang harus diperhatikan? Dalam melakukan investasi reksadana, Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor berikut ini:

1. NAB Per Unit

NAB per unit ini ibarat ‘harga’ dari reksadana yang Anda miliki. Nilainya berubah setiap hari sesuai dengan kinerja Reksadana. Transaksi jual atau beli reksadana perlu mempertimbangkan ini karena merupakan indikator utama untung atau rugi dari investasi reksadana Anda

 

2. Unit Penyertaan

Saat transaksi beli reksadana, otomatis Anda akan mendapatkan info berapa unit penyertaan yang diperoleh yang terkait dengan NAB di atas. Informasi unit penyertaan ini juga akan diinformasikan oleh Manajer Investasi Anda secara berkala, bisa melalui email atau metode lainnya. Jumlah unit penyertaan yang naik artinya nilai investasi Anda bertambah, begitu pun sebaliknya.

 

Cara Mudah Cek Untung Rugi Investasi Reksadana

Pada era digital seperti saat ini, cara perhitungan untung rugi reksadana paling mudah menggunakan fasilitas platform reksadana online. Melalui reksadana online semua data yang Anda butuhkan termasuk NAB dan Unit Penyertaan tersedia secara cepat dan online dan bisa diakses dari mana saja.

Bagi investor pemula, ikuti langkah-langkah sederhana berikut ini untuk membuat keputusan cerdas tentang berinvestasi dalam reksa dana.

Dalam berinvestasi, ada pepatah bijak yang mengungkapkan bahwa investasi bukan tentang seberapa besar imbal balik yang akan Anda terima, tapi pastikan Anda bisa menerima kondisi seberapa besar uang Anda akan hilang (rugi). Dengan demikian Anda akan bijak dalam berinvestasi.