Sebelum Ambil Kredit, Pahami Penyebab Naik Turun Bunga KPR

Febrian Surya 26 May 2020 670
Dibaca Normal 4 Menit

Jangan buru-buru mengajukan KPR, karena kamu perlu tahu dulu apa saja yang menyebabkan naik turun bunga KPR berikut ini.



Ketika kamu membeli rumah lewat KPR, kamu akan dikenakan dua  jenis suku bunga KPR, yakni suku bunga flat dan suku bunga mengambang. Hal ini patut kamu ketahui sebelum kamu mengajukan KPR di sebuah lembaga keuangan.

Suku bunga flat merupakan suku bunga yang ditetapkan oleh pihak bank kepada nasabah dengan bunga cicilan tetap setiap bulannya selama jangka waktu kredit. Contohnya, kamu dikenakan tingkat suku bunga flat sebesar 6% selama 2 tahun (24 bulan) berjalan masa kredit KPR-mu. Sementara itu, suku bunga mengambang adalah perhitungan bunga KPR yang nilainya bisa berubah sewaktu-waktu jika suku bunga acuan (BI rate) mengalami perubahan.

Bagi nasabah, perhitungan suku bunga flat mungkin lebih mudah dipahami dibanding suku bunga mengambang, dimana pada periode tertentu kamu bisa dikenakan tingkat suku bunga yang lebih tinggi ataupun lebih rendah. Bagi kamu yang ingin membeli rumah lewat KPR dengan bunga mengambang, maka faktor naik turunnya bunga KPR tentu wajib kamu ketahui agar bisa mengantisipasi dan memperhitungkan besarnya cicilan yang kamu bayarkan setiap bulannya dengan lebih baik. Berikut faktor-faktor pemicu naik turunnya suku bungan KPR:

Sebelum Kredit Pahami Dulu Penyebab Naik Turun Bunga KPR(Baca juga: Sebelum Ajukan KPR, Pahami Jenis-Jenis Bunganya)

 

1. Kebutuhan Dana Dari Pihak Bank

Ketika pinjaman yang diajukan oleh nasabah semakin tinggi, sedangkan dana yang dimiliki oleh pihak bank belum mencukupi, maka pihak bank akan meningkatkan suku bunga simpanan untuk deposito. Hal ini dilakukan untuk menarik minat nasabah yang berkeinginan menaruh uangnya dalam bentuk deposito. Sehingga, diharapkan dana lebih cepat terkumpul dan bisa digunakan kembali untuk pemberian kredit kepada nasabah. Ini tak pelak memicu naiknya tingkat suku bunga KPR. Hal sebaliknya pun demikian, bila suatu bank memiliki dana deposito yang banyak sementara pengajuan pinjaman sedikit, maka suku bunga KPR akan cenderung menurun.

 

2. Jaminan Kualitas

Naik turunnya suku bunga KPR juga bisa disebabkan oleh adanya jaminan. Semakin banyak jaminan, semakin rendah suku bunga KPR-nya. Sebaliknya, jaminan yang semakin sedikit akan mengakibatkan semakin tingginya suku bunga KPR. Jaminan ini bisa berasal dari pihak ketiga sebagai pemberi jaminan yang menanggung seluruh risiko kredit.

 

3. Kebijakan Pemerintah

Tugas Bank Indonesia adalah menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dengan mengatur peredaran uang  di masyarakat. Oleh sebab itu, Bank Indonesia memiliki wewenang dalam menentukan bunga deposito dan bunga pinjaman. Bank Indonesia berhak menaikkan dan menurunkan tingkat suku bunga melalui kebijakan diskonto sebagai tugas Bank Indonesia dalam mengatur peredaran uang dengan menaikkan suku bunga acuan. Sehingga, hal ini juga akan berpengaruh pada suku bunga KPR yang termasuk ke dalam jenis bunga pinjaman.

Suku bunga kredit dan pinjaman(Baca Juga: Suku Bunga Kredit Dan Pinjaman)

 

4. Masa Kredit KPR

Semakin lama pilihan tenor yang kamu pilih, hal ini berimbas terhadap rendahnya suku bunga KPR yang dibebankan. Namun, bila kamu memilih jangka waktu cicilan yang lebih singkat, kamu akan dibebankan bunga dan cicilan KPR yang lebih besar.



 

5. Persaingan

Pihak bank yang memberikan pinjaman KPR bukan hanya satu bank saja. Terdapat banyak bank yang berfokus pada lini usaha pemberian KPR kepada masyarakat. Sehingga, perang harga tidak dapat dibendung lagi dari satu bank dengan kompetitor bank lainnya yang menyebabkan adanya perbedaan suku bunga KPR dari masing-masing bank. Persaingan ini umumnya menyebabkan penawaran bunga yang rendah untuk menarik minat konsumen. Namun demikian, perhatikan juga bahwa pemberian bunga yang rendah biasanya mengakibatkan biaya cicilan dan uang muka yang lebih tinggi. Terkait hal ini, sebaiknya pertimbangkan juga apakah harga jual rumah yang ditetapkan sudah ideal.

 

6. Produk Kompetitif

Produk atau barang yang memiliki tingkat persaingan tinggi memberikan suku bunga kredit yang lebih rendah dibanding produk yang tidak kompetitif. Hal ini disebabkan oleh life cycle dari produk kompetitif lebih cepat berganti dari waktu ke waktu.

Masa Kredit KPR

Contohnya, kredit smartphone membebankan suku bunga lebih rendah dibanding kredit rumah, lantaran smartphone digunakan dalam jangka waktu pendek dan berbeda dengan rumah yang dapat dihuni hingga berpuluh-puluh tahun lamanya.

Untuk menghilangkan rasa ragu dan kebingungan bagi nasabah saat ingin membeli rumah lewat KPR, saat ini banyak bank yang telah meluncurkan pembiayaan KPR dengan beban suku bunga mengambang sejak awal masa pinjaman dengan rumus perhitungan suku bunga acuan (BI rate) + margin %. Selain itu, guna mengatasi tingginya suku bunga KPR saat masa cicilan berjalan, kamu bisa mempertimbangkan untuk memilih opsi take over ke KPR bank lain.

 

Buat kamu yang sudah mengambil KPR, sebaiknya rencanakan keuangan dengan baik agar tak kewalahan dalam menanggung beban kredit disamping mengatur pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari. Tipsnya bisa kamu simak di "Trik Mengatur Keuangan Saat Punya Cicilan Rumah".



Forum

Andre (22 Mar 2012)

master, kapan sih market mulai reversal? terus bedain antara hanya sekedar reversal dengan pembalikan trend bagaimana?

Selengkapnya...

BANK KPR Ritel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1    

Yudhi R.a
8 JUN 2020

Di masa pendemi saat ini memang sangat perlu banyak pertimbangan untuk membeli rumah, apalagi harus KPR. Banyak yang harus dipertimbangkan karena kondisi ekonomi kita yang kurang baik



Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   91  
Apa Yang Dimaksud Dengan Ketahanan Dana?

Apa yang dimaksud dengan ketahanan dana dalam trading?

Ocah 4 Jan 2019

Reply:

M Singgih (08 Jan 2019 01:49)

@ Ocah:

Ketahanan modal artinya kemampuan dana Anda untuk menahan semua posisi terbuka yang mengalami kerugian (floating loss) sebelum Anda terkena margin call. Tujuan Anda mengetahui ketahanan modal adalah untuk menentukan besarnya resiko sesuai dengan modal.

Ketika ada satu atau beberapa posisi terbuka, yang perlu diperhatikan adalah besarnya equity.
Balance : jumlah dana (modal) dalam account Anda.
Equity = balance + floating profit / loss
Floating profit : posisi terbuka yang sedang profit, dan floating loss : posisi terbuka yang sedang loss.

Ketahanan modal sangat tergantung dari besarnya leverage yang Anda pilih, semakin tinggi leverage akan semakin besar kemampuan dana Anda untuk menahan posisi terbuka yang mengalami kerugian karena margin yang Anda butuhkan semakin kecil.
Baca juga: Margin Dalam Trading Forex

Misal: modal Anda USD 5000, dan Anda trading dengan akun standard (regular). Leverage 1:500 atau 0.2% dari nilai kontrak. Jika Anda buy 2 lot EUR/USD pada harga 1.1400, maka margin yang dibutuhkan =  (USD 100.000)  x 2 x 0.2% x 1.1400 = USD 456.
Dana Anda untuk menahan posisi tersebut sampai terkena margin call adalah: (USD 5000 - USD 456) / USD 20 = 227 pip. (Keterangan: USD 20 adalah nilai per pip untuk 2 lot EUR/USD).

Kalau Anda trading dengan leverage 1:100 atau 1% dari nilai kontrak, maka margin yang dibutuhkan =  (USD 100.000)  x 2 x 1% x 1.1400 = USD 2280. Dana untuk menahan posisi tersebut sampai kena margin call adalah: (USD 5000 - USD 2280) / USD 20 = 136 pip.

Catatan: pada contoh diatas diasumsikan broker Anda menetapkan margin level = 100% untuk mengenakan margin call, dan tidak mengenakan swap ketika posisi Anda menginap (swap free).

Jadi jika Anda membuka satu posisi seperti contoh diatas, ketahanan modal diukur dalam satuan pip. Dalam hal ini ketahanan modal Anda untuk 2 lot EUR/USD dengan leverage 1:500 adalah 227 pip, dan dengan leverage 1:100 ketahanannya adalah 136 pip.

Leverage, margin, risiko dan ketahanan modal adalah pengetahuan dasar dalam trading. Anda akan cepat paham dengan langsung praktek, mungkin bisa di akun demo dulu.

Semoga bisa membantu.

Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   54  
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Linlindua   31 Mar 2021   384  
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Wahyudi   31 Mar 2021   125  
Panduan Lengkap Cara Membaca Candlestick Cryptocurrency
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   175  
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
Nandini   30 Mar 2021   108  
Apa Yang Terjadi Jika Saham ARA?
Apa Yang Terjadi Jika Saham ARA?
Anna   30 Mar 2021   102  
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Linlindua   29 Mar 2021   339