Dunia investasi saat ini sudah banyak jenisnya, jadi Anda dapat dengan leluasa memilih jenis investasi apa yang paling cocok untuk memperoleh keuntungan. Namun, Anda juga harus memperhatikan daya finansial pribadi sebelum menentukan jenis investasi. Kira-kira mampu atau tidak membayar biaya dari investasi yang akan Anda gunakan? Jika Anda mempunyai dana yang kecil, reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang menarik.

biaya tambahan reksadana

Reksadana merupakan alternatif untuk investor kecil dan para pemula yang tidak punya banyak waktu atau keahlian untuk menghitung risiko investasi mereka. Selain itu, Reksadana juga diharapkan dapat meningkatkan peran investor lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Umumnya, Reksa Dana didefinisikan sebagai wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari komunitas investor lalu diinvestasikan lebih lanjut dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika memilih Reksadana sebagai investasi:

  1. Anda dapat melakukan diversifikasi investasi dalam bursa efek, sehingga akan memperkecil resiko.
  2. Reksadana akan membuat Anda semakin mudah dalam melakukan investasi pada pasar modal.
  3. Efisiensi waktu, Reksadana yang dikelola oleh manajer akan membuat Anda tidak perlu repot untuk memantau kinerja investasi yang telah dipilih.

Akan tetapi setiap ada keuntungan dalam investasi, pasti ada resiko yang akan menanti. Adapun resiko dari Reksadana antara lain:

  1. Resiko turunnya nilai unit yang bisa disebabkan oleh harga efek.
  2. Resiko Likuiditas, resiko ini bisa terjadi jika terdapat banyak investor yang ingin menjual kembali unit yang sudah dipegang, sehingga manajer akan kesulitan dalam menyediakan uang tunainya.
  3. Resiko Wanprestasi, resiko ini adalah resiko yang paling buruk, dimana ada permasalahan ketika perusahaan asuransi aset Reksadana tidak segera membayar ganti rugi.

 

Biaya-Biaya dalam Investasi Reksadana

Setelah Anda melihat berbagai keuntungan dan juga menimbang resiko yang ada dari investasi Reksadana. Ada hal lain lagi yang harus Anda ketahui sebelum melakukan investasi pada Reksadana. Yaitu, permasalahan biaya-biaya yang terdapat dalam Reksadana itu sendiri. Secara umum terdapat tiga jenis biaya yang ada dalam Reksadana yang diklasifikasikan oleh siapa yang membayarnya. Biaya yang dibayar oleh Investor, Reksadana dan juga Perusahaan Aset Manajemen. Berikut ini penjabaran dari masing-masing biaya dalam Reksadana tersebut.

biaya dalam investasi reksadana

(Baca Juga: Waspada Jebakan Bodong, Ini Cara Memilih Manajer Investasi)

 

  1. Biaya Yang Harus Dibayar Oleh Investor

Biaya yang pertama adalah biaya yang wajib dibayar oleh Anda selaku investor dalam reksadana. Biaya tersebut dibebankan kepada masing-masing investor. Biaya yang ditanggung oleh investor ini sangat penting untuk dipahami sebelum berinvestasi, dikarenakan dapat mengurangi nilai investasi. Biaya-biaya yang sering muncul antara lain: Subscription Fee (Biaya pembelian unit penyertaan), Redemption Fee (Biaya penjualan kembali unit penyertaan), Switching Fee (Biaya transfer unit penyertaan) serta biaya transfer bank yang mempunyai keterkaitan dengan transaksi.

 

  1. Biaya Yang Harus Dibayar Oleh Reksadana

Maksudnya dari biaya yang dibayar oleh Reksadana adalah biaya dibebankan ke reksa dana. Nilai aset bersih (NAB) per unit investasi yang biasa disebut oleh investor sebagai harga reksa dana adalah harga yang dikurangi oleh biaya-biaya ini. Jadi investor secara tidak langsung telah membayar biaya ini karena sudah termasuk dalam harga reksa dana. Karena pada dasarnya Reksadana adalah perusahaan yang dimiliki oleh investor yang memiliki dua divisi utama. Divisi manajemen investasi dan juga divisi bank kustodian. Sehingga dalam pekerjaannya juga memerlukan biaya. Oleh sebab itulah kebanyakan investor tidak mengetahui kalau biaya yang dikeluarkan juga termasuk untuk mendanai aktivitas kedua divisi utama tersebut.

 

  1. Biaya yang harus dibayar oleh Manajer Investasi

Pada biaya ini, ditujukan dalam pembentukan awal Reksadana dan juga untuk keperluan promosi. Pada saatakan membentuk Reksadana, manajer investasi akan membuat kontrak dengan bank kustodian dengan tujuan untuk menyelenggarakan jasa pengelolaan dana secara kolektif. Oleh karena itu, kontrak pada Reksadana bersifat kolektif (KIK). Selain itu juga menggunakan jasa konsultan hukum dan notaris pada proses pembuatan Reksadana. Setelah Reksadana terbentuk, untuk kebutuhan operasional, pastinya memerlukan SDM dan juga promosi. Dana yang digunakan pada proses tersebut semuanya ditanggung oleh manajemen investasi.

Setelah Anda mengetahui semua jenis biaya-biaya pada Reksadana dan memahaminya, apakah Anda akan semakin yakin untuk menggunakan Reksadana sebagai bentuk investasi? Jika masih pemula, sebaiknya memulai saja dengan reksadana pasar uang yang risikonya paling kecil.