Sempat Terkoreksi, GBP/USD Kini Sinyalkan Buy

Jujun Kurniawan 30 Oct 2020 223
Dibaca Normal 1 Menit

Poundsterling sempat melemah menuju Support 1. Namun, Sterling kini berpeluang menguat dan sinyalkan buy menuju level 1.312.



Analisis Teknikal

Selama beberapa pekan terakhir, pasangan mata uang GBP/USD bergerak bullish. Harga bergerak dari level Support 2 (1.26854), hingga menembus Support 1 (1.28434) dan Resisten 1 (1.30276). Akan tetapi, penguatan harga di time frame H4 tertahan di level Resisten 2 (1.31791).

Meski sempat melemah, Sterling kini berpotensi menguat menuju level 1.312, sehingga bisa dimanfaatkan untuk entry Buy. Peluang ini akan semakin kuat apabila harga berhasil menembus dan close di atas level 1.298. Selain itu, peluang ini didukung oleh indikator Commodity Channel Index.

GBP/USD Kini Sinyalkan Buy

 

Rekomendasi

Peluang trading pada pair GBP/USD kali ini adalah Buy, dengan level entry di harga 1.29884. Take Profit dapat diletakkan di level 1.31257, sementara Stop Loss diletakkan di level 1.28803. Untuk memaksimalkan peluang dan meminimalisir risiko trading, trader harus menggunakan Money Management secara bijak.



Forum

Muhammad Yusuf (20 Feb 2018)

Izin bertanya coach, berikut saya lampirkan screenshot kondisi pasar GBPUSD Weekly dan Daily saat ini.Di TF Weekly jelas terlihat UPTREND ditandai serangkaian pola HH dan HL-nyaNamun, di TF Daily-nya terlihat indikasi awal perubahan arah trend yaitu LH dan LL dalam UPTREND sebelumnya. Daily juga merupakan TF besar yang dijadikan rujukan...

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru
Pound Tergelincir, S1 Jadi Batas Penentu
Pound Tergelincir, S1 Jadi Batas Penentu
Kazuki   8 Apr 2021   76  
Management Modal Untuk Trading Forex

trading yang bagai mana yang master gunakan hingga dapat menghasilkan profit secara kontinu dalam jangka panjang. trimkasih atas jawabannya akan sangat berguna bagi saya yang telah 3x MC

Supriono 6 Apr 2012

Reply:

Basir (06 Apr 2012 22:26)

Loss atau MC bisa mengincar siapa saja jika tidak hati hati. Letak dan Kunci trading sebetulnya bukan dari kehebatan menganalisa dengan menggunakan indikator tertentu. Tetapi kunci trading adalah pada kemampuan dalam mengatur keuangan. maka mulailah untuk terampil dalam mengatur modal anda. yang perlu jadi catatan, ketika anda melakukan BUY / SELL sebetulnya anda telah melakukan pinjaman kepada broker. uang yang masuk pasar adalah uang broker. Sedang dana anda adalah menjadi jaminannya dari setiap Open BUY/SELL anda. maka disanalah anda akan melihat berapa margin yang di kunci oleh beroker. Ketika ketika margin anda tidak mencukupi,  free margin dan margin level anda berkurang dan menipis dan floating minus sangat besar, maka anda akan terkena margin call. jadikalh pengalaman dari MC yang pernah anda alami.
Mulailah pandai pandai mengatur dana anda. Ingat lah, Trading adalah ilmu dan seni mengatur uang untuk mendapatkan uang.

thanks

Eris (02 Oct 2015 08:50)

Cara mengatur dana yg bagaimana yg bapak sarankan? Seingat saya cara mengatur dana di forex trading ada banyak. Nah yang bisa memungkinkan profit berkelanjutan dalam jangka panjang yang bagaimana pak?

Basir (02 Oct 2015 10:03)

Untuk Eris

Trading forex termasuk trading margin, dimana saat seorang trader melakukan BUY/ SELL ia menggunakan uang pinjaman dari broker dan dana yang ia depositkan menjadi margin atas transaksi yang dilakukan, dimana besarnya tergantung dari contract size (jenis account).

Ada banyak cara mengelola keuangan / money managment dalam mempertahankan atau meningkatkan balance. Tiap trader mempunyai cara tersendiri dalam hal ini, diantarannya:

1. Memakai persentase

Trader yang menggunakan cara ini,  membuat resiko sebesar yang direncanakan. Jika ia membuat resiko sebesar 5% dari modal $100 yang ia miliki, artinya ia menyisihkan resiko sebesar $5 dari open trade yang ia buka.

2. Resiko berdasarkan margin

Dalam hal ini seorang trader akan membuat resiko atau memasang stop loss berdasarkan margin. Jika ia membuka posisi BUY/ SELL dan marginnya sebesar $ 5, maka ia akan menempatkan stop loss berdasarkan besarnya margin dari kenaikan dan penurunan harga (hitungan pips/point)

3 Resiko berdasarkan satuan lot

Ada trader yang menggunakan resko berdasarkan satuan lot yang ia buka. Misalkan ia trade dengan lot 1 yang nilainya sebesar 10.000 kontak size,  atau lot 0.10 yang nilainya sebesar 1.000 kontrak size ataulot 0.01 yang nilainya sebesar 100 kontak size

Maka saat ia membuka open trade dengan lot 0.01, ia floating sebesar 100 pips, atau hanya minus sebesar $1.

Dari resiko tersebut cara mengambil keuntungnya pun berbeda-beda. Ada yang:

  • 1 : 1 ( keuntungan sebanding dengan resiko)
  • 2 : 1 ( keuntungan lebih besar dari resiko )


Namun demikian, cara pengelolan resiko tersebut bisa berbeda hal berdasarkan cara trade yang di gunakan.

Mungkin cara trade diatas berlaku bagi trader Daily atau Long-term namun tidak berlaku bagi para scalper dan para m singgihgale yang trading di hari tersebut.

Berdasarkan pengalaman secara pribadi saya menggunakan no 3,  karena disamping daily saya menggunakan pola long-term/swinger yang kadang menerapkan juga pola averaging. Saya menggunakan satuan lot yang terukur sekalipun harus floating dalam beberapa hari.

Thanks.

Zulkifli Hasan (01 Aug 2018 09:00)

Kalau menggunakan Risiko berdasarkan prosentase modal yang dibuka bagaimana dengan akun yang sedang dalam fase drawdown pak? Bukankah akan semakin susah mengembalikan modal yang sudah hilang? Mohon pencerahannya.

Admin (02 Aug 2018 09:04)

Betul sekali, dengan menggunakan risiko berdasarkan %modal, maka saat strategi trading sedang tidak manjur maka untuk mencapai nilai modal yang telah hilang juga dibutuhkan waktu yang sedikit lama. Namun, coba pertimbangkan kembali. Meski membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan modal, namun dengan metode money management seperti ini, maka tingkat drawdown pun atau terkurasnya akun hingga habis juga menjadi lebih lama.

Mari mencoba menghitung. Misalkan modal awal dengan 1,000 USD, dengan 5% modal sebagai risiko. Coba kita hitung jika sistem trading mengalami loss sebanyak 5x secara beruntun.

Trade 1: 5% x 1000 USD = 50 USD. Modal berkurang 50 USD menjadi 950 USD.

Trade 2: 5% x 950 USD = 47.5 USD. Modal berkurang 47.5 USD menjadi 902.5 USD.

Trade 3: 5% x 902.5 USD = 45.1 USD. Modal berkurang 45.1 USD menjadi 857.375 USD.

Trade 4: 5% x 857.375 USD = 42.8 USD. Modal berkurang 42.8 USD menjadi 814.575 USD.

Trade 5: 5% x 814.575 USD = 40.7 USD. Modal berkurang 40.7 USD menjadi 773.8 USD.

Total kerugian = 1000-773.8 = 226.2 USD atau hanya sekitar 22.6% dari total modal Anda.

Hasilnya akan sangat berbeda jika Anda menggunakan Fixed Equity sebagai jenis management modal Anda. Kerugian 5x secara beruntun dapat menyebabkan kerugian total sebesar 250 USD atau 25% dari modal.

Jauh lebih enak menggunakan prosentase bukan? Apalagi jika saat Anda memasuki periode keuntungan yang beruntun. Keuntungan yang Anda dapatkan juga akan berlipat dengan sendirinya.

 

Anda bisa membaca beberapa artikel tentang management modal berikut ini:

  • Metode Management Modal Trading
  • Tips Management Modal Trading

Zulkifli Hasan (03 Aug 2018 09:20)

Jadi dengan menggunakan metode ini jauh lebih baik pak ya intinya? Terima kasih pak.

Lalu bagaimana dengan perhitungan lotnya pak? apakah lebih baik dibagikan dengan Stop Loss yang fixed atau dengan Stop Loss yang berubah-ubah sesuai sistem tradingnya?

Admin (05 Aug 2018 09:28)

Betul sekali pak. Metode managament dengan %modal ini lebih baik karena sifatnya yang dapat berfungsi sebagai boost saat dalam fase keuntungan beruntun, dan menjadi rem saat fase kekalahan beruntun.

Menengai perhitungan Lot dengan menggunakan SL fixed maupun berubah-ubah itu tergantung sistem tradingnya pak. Beberapa sistem trading bekerja dengan Fixed SL, beberapa lagi memang mengamati perubahan dan struktur market untuk menentukan SL-nya. Keduanya juga memiliki kelenihan dan kekurangan masing-masing. Lebih baik Anda mencoba untuk backtest terlebih dahulu dengan akun demo selama satu bulan untuk melihat mana yang lebih baik.

Abu Al-Maida (08 Nov 2019 13:01)

@Supriono
berlatih lagi mas di akun demo, kalau kena MC artinya tidak pakai stop loss? wajib pakai stop loss karena sekalipun Don Juan disamping kita tetap aja harus ada stop loss untuk jaga-jaga. Mau profit? kuncinya ikuti trend, pintar baca berita fundamental, pintar baca indikator. Belajar juga gunakan multi time frame minimal 3 time frame. gunanya itu untuk melihat trend. buat pemula hindari pair XAUUSD terlalu ganas. berlatih adalah kuncinya, sabar dan terus belajar. Salam profit.
Sterling Melaju Naik, Akankah R1 Terpenetrasi?
Sterling Melaju Naik, Akankah R1 Terpenetrasi?
Kazuki   5 Apr 2021   61  
GBP/USD Masih Bertenaga, Targetkan 1.39
GBP/USD Masih Bertenaga, Targetkan 1.39
Kazuki   15 Feb 2021   117  
GBP Melesat, Antisipasi Penembusan R1
GBP Melesat, Antisipasi Penembusan R1
Kazuki   10 Feb 2021   127  
GBP/CAD Berpeluang Lanjutkan Reli Ke R2
GBP/CAD Berpeluang Lanjutkan Reli Ke R2
Kazuki   9 Feb 2021   159  
Menguat Menuju R1, GBP/JPY Sinyalkan Sell
Menguat Menuju R1, GBP/JPY Sinyalkan Sell
Jujun Kurniawan   4 Jan 2021   226  
Tertahan Di R2, GBP/CAD Berpotensi Terkoreksi
Tertahan Di R2, GBP/CAD Berpotensi Terkoreksi
Jujun Kurniawan   28 Dec 2020   196  
GBP/JPY Terindikasi Sell Pasca Membentur R1
GBP/JPY Terindikasi Sell Pasca Membentur R1
Kazuki   27 Nov 2020   323