Simulasi Penghitungan Gadai Emas Di Bank Syariah Mandiri

SAM 23 Mar 2013 47337

Cara menghitung gadai emas di bank syariah tidak sesulit yang dibayangkan. Artikel ini akan membahas tentang simulasi perhitungan gadai emas dengan jelas dan mudah dipahami.

Bisnis gadai saat ini tidak bisa dipungkiri sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Begitu pula dengan bisnis gadai emas yang semakin hari sepertinya semakin cemerlang. PT Bank Syariah Mandiri (BSM) jeli dalam melihat akan potensi yang memiliki pasar yang besar ini.

Simulasi perhitungan gadai emas (Baca juga: Yuk, Ketahui Persyaratan Ambil Pinjaman Di Pegadaian)

 

Perhitungan Gadai Emas Syariah

Dalam gran simulasi Penghitungan Gadai Emas di Bank Syariah Mandiri launching Sinergi layanan Gadai Emas BSM dengan PT Pos Indonesia di Bogor, Direktur Utama PT BSM, Yuslam Fauzi menyatakan bahwa bisnis gadai akan sangat bertumbuh dan untuk BSM sendiri diperkirakan bisa meraup keuntungan Rp 100 triliun bahkan bisa tiga kali lipatnya. Untuk meningkatkan keuntungannya, BSM melakukan kerjasama dengan PT Pos Indonesia. Dengan kerjasama ini diharapkan potensi bisnis ini dapat berkembang dengan cepat. Selain itu BSM juga akan mengoptimalkan pelayanannya dengan menambahkan akan jumlah outletnya menjadi 50 outlet tahun 2013. Saat ini BSM hanya memiliki 6 outlet, 10 outlet akan menyusul sehingga total 16 outlet.

Untuk pembukaan enam outlet saja, BSM dalam sebulan sudah dapat meraih dana masyarakat sebesar Rp11 miliar lebih, maka bila makin banyak jumlah outlet yang dibuka maka dapat dipastikan makin banyak dana masyarakat yang akan diraih. Bersama PT Pos Indonesiam BSM akan lebih lagi dapat mengoptimalkan akan potensi bisnis baik untuk BSM sendiri maupun untuk PT Pos Indonesia sendiri. Karena PT Pos Indonesia sendiri memiliki 3.729 unit kantor online dan 24.675 unit point of sales. Dan itu sangat menguntungkan akan BSM.

 

Simulasi Penghitungan Gadai Emas di Bank Syariah Mandiri

Di bawah ini adalah contoh gadai emas. Dengan kepemilikan sebesar 30 gram emas Emas digadai = 30 gram

= 1.25% x Rp 13.500.000
= Rp 168.750/bulan = Rp 675.000 /4 bulan

Bisa dipahami? emas yang mau digadai kan 30 gram. Asumsi harga emas saat ini Rp 500.000/gram. Jadi nilai emas yang digadaikan senilai Rp15.000.000. Kalau  kita mau gadaikan itu harus ditaksir dulu dan nilai taksir BSM itu 90% dari nilai emas yang mau digadai. Dalam artian kita cuma bisa "pinjam uang" dari hasil gadai kita maksimal senilai Rp13.500.000.

Dan di bank syariah tidak ada bunga, tetapi ada biaya penitipan. Nah, di BSM tuh biaya penitipannya 1.25% /bulan dari nilai taksir. Jadi, kita harus bayar biaya penitipan Rp168.750 per bulan. Tapi, kalau digadaikan, biasanya kita bayar per 4 bulan jadi kita bayar pada saat jatuh tempo pada bulan ke empat, jadi biaya titipnya Rp 675.000 per empat bulan di luar utang pokok kita yang senilai Rp 13.500.000.

Jadi, kalau kamu sudah punya uang pada saat jatuh tempo atau 4 bulan kemudian itu berarti kamu harus bayar Rp 675.000 (biaya titip 4 bln) + Rp 13.500.000 (utang pokok) = Rp 14.175.000 untuk menebus 30 gram emas yang kita gadai. Kalau saja belum punya duit, kamu bisa bayar biaya titipnya saja dan perpanjang empat bulan lagi.

Kalau nggak mau susah di kemudian hari dan sesuai dengan prinsip gadai emas menurut pakar kebun emas, SEBAIKNYA tiap bulan itu disisihkan dari penghasilan itu sebesar 2 KALI biaya penitipan. Jadi, tiap bulan itu kita sisihkan 2 x Rp 168.750 = Rp 337.500 per bulan. Jadi, pada saat jatuh tempo 4 bulan kemudian kita punya uang sejumlah Rp 337.500 x 4 = Rp 1.350.000.

Nah, uang sejumlah Rp 1.350.000 ini kita bagi dua yakni Rp 675.000 kita bayar buat biaya penitipan 4 bulan dan Rp 675.000 untuk mengurangi utang pokok dan selanjutnya kita perpanjang lagi 4 bulan kemudian. Jadi, pada saat jatuh tempo yang pertama itu UTANG POKOK kita bukan lagi Rp 1.350.000 tapi menjadi Rp 1.350.000 - Rp 675.000 = Rp 12.825.000.

Kirim Komentar/Reply Baru
Cara Mengetahui Koreksi Atau Pembalikan Trend
Bagaimana cara mengetahui harga hanya koreksi atau benar-benar terjadi pembalikan trend?

Agung 25 Apr 2016

Reply:

Basir (28 Apr 2016 07:20)

Untuk Agung..

Contoh dari koreksi adalah ketika harga  mengalami trend naik. mundur sebentar. terus lanjut naik. begitupun sebaliknya. Sebuah mata uang terkoreksi bisa dilihat ketika sedang naik naiknya kemudian berhenti, melemah sebentar dan lalu melanjutkan trennya kembali. Secara teknikal bisa dilihat  dengan pola stochastic oscillator. namun tentunya dalam hal ini harus selaras dengan TF yang di gunakan.

Untuk mengetahui pembalikan trend, bisa digolongkan sebagai pola pembalikan arah (reversal pattern), ditandai dengan adanya pola  yang mulai melemah dan kesulitan untuk melanjutkan trend. Pola bullish reversal contohnya, atau pembalikan arah naik, memerlukan adanya trend turun yang terjadi sebelumnya. Sebaliknya untuk bearish reversal, atau pembalikan arah turun, memerlukan adanya trend naik sebelumnya.

Thanks.

Helmi (28 Apr 2016 08:30)

Pagi master..

bagaimana cara baca pola stochastic oscillator untk mengenali koreksi?

Basir (28 Apr 2016 09:00)

Untuk Helmi..

Untuk hal ini perlu mengetahui cara kerja dari indikator tersebut. Sebagaimana diketahui, Stochastic memiliki skala antara 0 sampai 100 dan memiliki dua baris, yaitu: %K untuk fast line dan %D untuk slow line. Ada beberapa cara membaca pergerakan stochastic dari mulai melihat garis yang saling melintang, membandingkan pergerakan stochastic dengan pergerakan harga, dan dengan melihat garis overbought/oversold.

Level overbought dan oversold pada stochastic oscillator dapat diterapkan dengan angka yang berbeda sesuai dengan preferensi masing-masing trader. Namun yang banyak digunakan secara luas adalah level 80 keatas untuk overbought dan level 20 kebawah untuk oversold.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa stochastic berfungsi untuk melihat adanya perubahan momentum pada pergerakan harga, yang biasanya menjadi awal dari peralihan sebuah trend.

• Apabila garis-garis stochastic %K dan %D saling menyilang (cross), maka ini menunjukan bahwa sedang terjadi perubahan momentum arah trend. (Posisi "crossing" ini bisa juga digunakan sebagai indikasi entry dan exit transaksi.)

• Apabila stochastic melewati batas level 80, itu menunjukan bahwa harga sedang berada di overbought. Begitu juga sebaliknya apabila stochastic melewati batas level 20, berarti harga sedang berada di oversold.

• Apabila stochastic tetap berada diatas level 80, maka itu menunjukan sedang terjadi uptrend. Begitu juga sebaliknya, jika stochastic tetap di bawah level 20, berarti sedang terjadi downtrend.

Jika stochastic keluar dari level 80 dan menuju ke bawah, hal itu menunjukan bahwa sedang terjadi koreksi dan terjadi perubahan momentum dan mungkin bisa membentuk downtrend. Begitu pula sebaliknya.

Dengan membaca sinyal yang diberikan dari indikator stochastic, setidaknya anda dapat melihat harga yang sedang berada di high atau low. Pergerakan yang diperlihatkan didalam stochastic dapat anda pergunakan ketika memasuki pasar ataupun keluar pasar.

Thanks.

Helmi (28 Apr 2016 15:19)

Makasih master atas jawabannya..

satu lagi nih, itu garis stochastic yang dipakai acuan keluar level 80 dan menandakan koreksi, garis yang manakah? %k atau %d? thanks

Basir (01 May 2016 21:54)

Untuk Helmi..

Antara %k dan %d, hampir berdekatan. Keduanya bisa di jadikan acuan dengan tetap berhati-hati.

Thanks.

Sistem 55
Artikel  
Jujun Kurniawan 159