Sistem Pembayaran Online Terbaik Bagi Trader Indonesia

Wiji Purnama 15 Mar 2017 2916
Dibaca Normal 5 Menit

Untuk memastikan kelancaran deposit dan withdrawal dari akun broker forex, sistem pembayaran online mana yang sebaiknya dipilih oleh trader Indonesia?



Bagi trader Indonesia, kehadiran sistem pembayaran online memiliki arti yang sangat penting. Bagaimana tidak, fasilitas tersebut merupakan penunjang kemudahan deposit dan withdrawal dari akun broker forex. Tanpa adanya sistem pembayaran online, trader Indonesia tak akan punya pilihan kecuali menggunakan cara transaksi konvensional, yang pastinya lebih rumit dan memakan waktu lama.

Namun tahukah Anda? Kemudahan sistem pembayaran online kini sudah berkembang pesat. Saking pesatnya, ada beberapa jenis sistem pembayaran online yang siap mempermudah kelancaran deposit dan withdrawal Anda. Nah, karena masing-masing sistem pembayaran online tersebut memiliki ciri dan keuntungan yang berbeda-beda, ada tips dan trik yang bisa dijadikan panduan untuk memilih solusi terbaik.

Sistem Pembayaran Online Terbaik Di Indonesia

Kiat utamanya adalah: pahami setiap kelebihan dan kekurangan sistem pembayaran online, lalu pilih yang paling sesuai dengan kondisi dan kenyamanan Anda. Untuk mempermudah pencarian Anda, berikut ini kami paparkan informasi dari masing-masing sistem pembayaran online yang biasa ditawarkan di broker forex.

 

Kartu Kredit

Di Indonesia, pemegang kartu kredit dikenal memiliki prestise yang tinggi. Tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran di toko offline, kartu kredit juga mudah digunakan untuk transaksi online. Trader Indonesia yang memiliki kartu kredit hanya perlu mengisi data kartunya, lalu proses pembayaran pun selesai dilakukan. Selain itu, hampir semua broker forex menerima pembayaran via kartu kredit.

Sistem Pembayaran Online Dengan Kartu Kredit

Hanya saja, tidak semua trader Indonesia memiliki kartu kredit. Mereka yang sudah lama menjadi pengguna sistem pembayaran online ini memang tak akan kesulitan menjatuhkan pilihan. Akan tetapi, bagaimana dengan trader Indonesia yang belum mempunyai kartu kredit? Mereka harus mengurus kepemilikan kartu kredit sedari awal, juga dibebani risiko penggunaan kartu kredit yang bisa jadi terlalu berat (seperti tingginya bunga kredit dan biaya kartu, serta bahaya pembobolan) bagi mereka.

Jadi apabila Anda belum memiliki kartu kredit dan tidak siap menerima risiko penggunaan kartu kredit, sebaiknya jangan memaksakan diri. Masih ada sistem pembayaran online lain yang tidak mengharuskan Anda untuk mengajukan aplikasi kartu kredit.



 

E-Currency

E-currency adalah mata uang online yang beredar secara virtual. Meski tidak ada bentuk fisiknya, e-currency sudah digunakan untuk keperluan transaksi online secara global. Proses deposit dan withdrawal dengan sistem pembayaran online e-currency pun terbilang paling cepat dan mudah, terutama jika dibandingkan dengan transfer bank atau bahkan pembayaran via kartu kredit. Analogi ini bisa dilihat langsung di daftar deposit dan withdrawal broker-broker forex, yang secara umum menyimpulkan keterangan serupa.

Sistem Pembayaran Online Dengan E-Currency

Akan tetapi, e-currency punya kelemahan yang tak bisa ditampik, yaitu dari segi keamanannya. Beberapa kasus di masa lalu (kolaps-nya Liberty Reserve dan E-gold, serta hacking EgoPay) telah terbukti merugikan banyak pengguna e-currency. Di samping itu, ada banyak jenis e-currency yang perlu ditelusuri jika Anda ingin menggunakan sistem pembayaran online ini.

Sebagaimana dijelaskan pada artikel tentang deposit bank lokal, e-currency juga tak bisa memfasilitasi transaksi langsung antar rekening trader Indonesia ke akun broker forex. Hal ini karena, untuk bisa mempunyai e-currency, Anda harus mendaftar akun terlebih dulu di situs penyedia e-currency dan mengisi dana di akun tersebut. Jika melakukan proses deposit, maka rangkaian prosedurnya adalah rekening bank Anda -> akun e-currency -> akun broker forex. Begitupun saat melakukan withdrawal, maka alurnya adalah akun broker forex -> akun e-currency -> rekening bank Anda.

 

Transfer Bank

Transaksi antar rekening bank bisa dilakukan melalui metode wire transfer. Cara ini adalah metode paling konvensional di antara sistem pembayaran online, sehingga jangan heran bila prosedurnya terkesan lebih merepotkan dan membutuhkan waktu proses yang lama. Belum lagi, ada fee transaksi relatif besar yang perlu diperhitungkan serta kode SWIFT (Society for World-wide Interbank Financial) yang berbeda tiap bank.

Daftar Swift Code Bank(Baca Juga: Daftar Swift Code Bank Indonesia)

Namun kelebihannya, sistem pembayaran online ini diakui sebagai metode paling aman, dan bisa menyalurkan dana secara langsung dari rekening bank Anda ke akun broker forex.



 

Deposit Bank Lokal

Sistem pembayaran online ini serupa dengan metode transfer bank, tapi memiliki lebih banyak kelebihan karena dapat memproses transfer antar rekening bank lokal. Karena transaksi tidak terjadi dalam lingkup internasional, maka wajar saja bila cara deposit ini mampu menyediakan kemudahan, kecepatan, dan keringanan biaya transaksi yang tidak tersedia di wire transfer.

Melihat spesifikasi deposit bank lokal, bisa disimpulkan bahwa sistem pembayaran online ini menggabungkan keuntungan transfer bank dan e-currency, sekaligus menanggalkan kekurangan dari kedua metode tersebut. Lantas apakah deposit bank lokal tidak memiliki kelemahan?

Jawabannya belum tentu, karena setiap sistem pembayaran online pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk deposit bank lokal, kelemahannya terletak pada keberadaan yang masih jarang. Kenyataannya, memang tidak banyak broker forex asing yang sudah menyuguhkan kemudahan deposit bank lokal.

 

Prinsip Memilih Sistem Pembayaran Online Terbaik

Dalam menentukan sistem pembayaran online terbaik, tak ada jawaban pasti untuk semua trader Indonesia, karena itu semua kembali pada preferensi masing-masing. Jadi yang perlu dilakukan di sini adalah, cermati baik-baik setiap kelebihan dan kekurangan dari semua jenis sistem pembayaran online di atas, lalu sesuaikan dengan kondisi Anda.

Jika tidak dipilih baik-baik, keragaman sistem pembayaran online justru akan menjadi bumerang. Hal itu karena, kondisi yang tak sesuai dengan kenyamanan Anda justru dapat mempersulit kemudahan deposit dan penarikan. Jadi, sistem pembayaran online manakah yang menurut Anda paling ideal?





Forum

Husain (30 Apr 2012)

Salam Master, apa yg di maksud dgn pola divergence? dan kapan pola tsb terjadinya dan karena apa? Terima Kasih ats jwbannya Master!!!

Selengkapnya...

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 7    

Nino
4 JUN 2020

min kenapa paypal g termasuk pembayaran online terbaik di indonesia ? padahal kan sudah umum juga

Jafar
28 JAN 2021

Kalau Fasapay itu gimana?

Azzam
28 JAN 2021

Fasapay itu e-payment lokal. Bisa dibaca lebih lengkap di sini

Petrus
28 JAN 2021

Broker-broker mana ya yang bisa transfer bank?

Pangalila
28 JAN 2021

FBS, OctaFX, JustForex.... banyak sih. Kebanyakan broker luar yang sudah punya "cabang"-nya di Indonesia bisa transfer dari bank lokal

Andre
28 JAN 2021

Kira-kira butuh waktu proses berapa lama ya? Apa tiap alat pembayaran beda-beda?

Elvira
28 JAN 2021

Kalau lewat bank lokal, rata-rata satu hari sudah selesai. Ada yang instan, ada juga yang butuh seminggu.

Kirim Komentar/Reply Baru
Cara Beli Bitcoin Praktis Dan Mudah Untuk Pemula
Cara Beli Bitcoin Praktis Dan Mudah Untuk Pemula
Linlindua   27 Apr 2021   161  
Sistem Margin Call

Mau tanya pak, sistem margin call itu prosedurnya seperti apa ya? Saya baru2 ini trading, dan mengalami floating loss, lalu tiba-tiba dana yang floating loss itu hilang dengan sendirinya. Apakah saya kena Margin Call? Kenapa dana saya bisa hilang sendiri. 


Di akun trading saya ada tulisah Margin Bebas, Margin Level dan Margin, bedanya apa ya?

Achmad Kusuma P. 15 Jan 2019

Reply:

M Singgih (16 Jan 2019 06:40)

@ Achmad Kusuma P.:

Dalam hal ini kemungkinan trading telah dihentikan. Kalau trading Anda dihentikan, berarti Anda terkena Stop Out (SO).
Istilah Margin Call (MC) dan Stop Out (SO) menunjukkan batas-batas besarnya equity yang ditentukan, ketika Anda sedang mengalami kerugian, atau floating loss.

Balance / saldo : jumlah dana dalam akun Anda.
Equity = Balance + Floating Profit / Loss
Floating profit : posisi terbuka yang sedang profit
Floating loss : posisi terbuka yang sedang loss

Ketika Anda kena Margin Call (MC), berarti Anda dianjurkan untuk menambah dana supaya equity Anda mencukupi untuk menahan kerugian yang sedang terjadi (floating loss).
Tetapi ketika Anda kena Stop Out (SO), trading Anda akan dihentikan secara otomatris oleh broker, karena equity Anda dianggap sudah tidak bisa menahan kerugian.

MC dan SO ditentukan dari Margin Level.
Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%

Biasanya broker menetapkan Margin Level = 100% untuk mengenakan Margin Call (tiap broker bisa berbeda).
Misal Anda trading pada broker yang menerapkan aturan Margin Level 100% untuk Margin Call, dan Anda masih punya USD 5,000 dengan beberapa posisi trading yang masih terbuka dan totalnya rugi (diluar margin), dengan margin total USD 500.
Jika total kerugian Anda telah mencapai USD 4,500 maka Anda akan terkena Margin Call, karena Margin Level Anda = ((USD 5,000-USD 4,500) / USD 500 ) x 100% = 100%.

Contoh lain, jika broker Anda menetapkan Margin Cal Level = 100%, dan Stop Out level = 30%, maka:
- Jika Margin Level = 100%, maka Anda akan terkena MC. Dalam hal ini Anda akan terkena MC ketika Equity = Margin total.
- Jika Margin Level = 30%, maka Anda akan terkena SO,dan trading Anda akan dihentikan. Dalam hal ini Anda akan terkena SO ketika Equity = 30% dari Margin total.

Contoh:
Balance dalam akun Anda = USD 5,000, dengan beberapa posisi trading yang masih terbuka dan totalnya rugi (diluar margin), dengan margin total = USD 500.
Jika total kerugian Anda telah mencapai USD 4,500 maka Anda akan terkena Margin Call, karena Margin Level Anda = ((USD 5,000-USD 4,500) / USD 500 ) x 100% = 100%.
Jika Anda diamkan (tidak menambah dana), dan total kerugian Anda telah mencapai USD 4,850 maka Anda akan terkena Stop Out, karena Margin Level Anda = ((USD 5,000-USD 4,850) / USD 500 ) x 100% = 30%.

Margin berhubungan dengan Leverage.
Jika Anda memilih leverage 1:100 maka dana jaminan Anda adalah 1% dari nilai kontrak. Jika leverage 1:200 maka dana jaminannya adalah 0.5% dari nilai kontrak.
Jika Anda membuka akun standard dan trading EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD atau NZD/USD, maka nilai kontrak untuk 1 lot adalah USD 100,000.
Dalam hal ini, perhitungan untuk Margin adalah:

Margin = (USD 100.000)  x (jumlah lot atau volume) x (persentasi margin) x harga pasar saat itu

Misal: Anda membuka account standard dengan leverage 1:200, Anda buy 2 lot EUR/USD pada harga 1.0885, maka margin =  (USD 100.000)  x 2 x 0.5% x 1.0885 = USD 1,088.50.

Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Margin Dalam Trading Forex

Free Margin atauMargin bebas adalah selisih antara Equity dengan Margin total Anda untuk membuka posisi (kalau ada beberapa posisi yang masih terbuka). Kalau tidak ada posisi berarti seluruh dana dalam account Anda adalah Free.

Free Margin = Equity - Margin total

Misal total dana Anda USD 5,000, dan Anda punya beberapa posisi yang masih terbuka dengan total margin USD 1,750 dan posisi Anda yang profit USD 870, yang loss USD 240, maka:
Equity = USD 5,000 + USD 870 - USD 240 = USD 5,630.
Free Margin = USD 5,630 - USD 1,750 = USD 3,880.

Semoga bisa membantu.

Fasapay, E-Payment Lokal Andalan Trader Indonesia
Fasapay, E-Payment Lokal Andalan Trader Indonesia
Novita   26 Mar 2019   3581  
Cara Deposit WebMoney Melalui Bank Lokal
Cara Deposit WebMoney Melalui Bank Lokal
Novita   19 Feb 2019   12106