Strategi Candlestick Doji dengan Bollinger Bands

Kiki R 15 Aug 2022
Dibaca Normal 8 Menit
forex > candlestick >   #bollinger-bands   #candle   #candlestick   #doji
Strategi trading candlestick Doji dan Bollinger Bands bisa membantu Anda mendapatkan analisa yang akurat. Apa saja yang perlu diperhatikan?
DI

Salah satu strategi trading yang sering digunakan oleh para trader dalam mengambil keputusan sell atau buy di market adalah menggunakan candlestick. Strategi ini cukup sederhana dan mudah dipahami, bahkan jika Anda adalah seorang trader pemula. Jika Anda seorang trader berpengalaman, tak ada salahnya membaca artikel ini untuk menambah wawasan.

Pola yang digunakan dalam strategi ini adalah candlestick Doji. Akurasinya yang bagus serta potensi rasio Risk/Reward (RR) besar menjadi alasan utama kenapa candlestick Doji sering dimanfaatkan sebagai sinyal entry.

Lalu seperti apakah bentuk candlestick Doji?

Bagaimana cara trading candlestick Doji dengan Bollinger Bands?

Tanpa basa-basi, kami akan bahas secara detail untuk Anda.

 

Apa Itu Candlestick Doji?

Candlestick Doji adalah pola yang terdiri dari satu buah candlestick dengan harga pembukaan (open price) dan harga penutupan (close price) hampir sama. Bentuknya seperti tanda tambah atau plus.

Dalam bahasa Jepang, Doji berarti "hal yang sama". Pola candlestick ini termasuk pola candlestick netral dan menunjukkan adanya kekuatan seller-buyer yang seimbang di market.

Candlestick Doji

Saat market sedang berkonsolidasi atau ada ketidakpastian mengenai arah harga selanjutnya, biasanya candlestick Doji akan terbentuk. Candlestick Doji yang muncul belum bisa dijadikan patokan apakah harga akan berlanjut atau malah berbalik arah. Karena alasan inilah, candlestick Doji biasa juga disebut sebagai sinyal konsolidasi.

 

Indikator Bollinger Bands

Elemen kedua yang digunakan dalam strategi ini adalah indikator Bollinger Bands. Oleh karenanya, tak lengkap jika kita belum mengupas informasi dasar mengenai indikator teknikal ini.

Bollinger Bands merupakan indikator teknikal berjenis trend. Indikator ini dikembangkan oleh John Bollinger dan dirancang untuk memberikan petunjuk arah harga. Bollinger Bands juga bisa mengindikasikan harga yang jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

Tampilan Bollinger Bands terdiri dari tiga buah garis yang diukur dari pergerakan harga rata-rata (garis tengah) dan standar deviasi (positif dan negatif). Garis tengah dari Bollinger Bands merupakan Simple Moving Average periode 20, sedangkan garis atas (upper band) dan bawah (lower band) adalah dua kali standar deviasi dari garis tengah (middle band).

Bollinger Bands

Bollinger Bands mempunyai tiga fungsi yaitu mengukur volatilitas pasar, melihat arah trend, dan sebagai support/resisten dinamis:

  1. Volatilitas pasar dapat diukur dengan melihat lebar jarak antara garis band dan garis band bawah. Pada saat volatilitas pasar tinggi, maka jarak kedua band akan menjadi makin lebar, sedangkan pada pasar dengan volatilitas rendah, jarak kedua band menjadi sempit.
  2. Cara melihat arah trend dari indikator Bollinger Bands adalah berdasarkan kecenderungan harga bergerak di atas atau di bawah garis tengah Bollinger Bands. Saat trend naik, harga akan cenderung bergerak di atas garis tengah, sedangkan pada saat tren turun, harga cenderung bergerak di bawah garis tengah.
  3. Support/resisten dinamis dapat dilihat dari pantulan harga di tiga garis band. Dalam kondisi trend turun, resisten dinamis menggunakan garis tengah (middle band) dan garis atas (upper band). Sebaliknya dalam tren naik, support dinamis menggunakan garis tengah dan garis bawah (lower band).

 

Trading Memadukan Candlestick Doji dan Bollinger Bands

Strategi trading menggunakan kombinasi candlestick Doji dan Bollinger Bands menggunakan tiga langkah, yaitu arah, level dan sinyal.

 

1. Arah

Hal pertama yang Anda lakukan adalah melihat kemana arah harga saat ini. Identifikasi terlebih dahulu apakah market sedang trending atau sideways.

Seperti yang telah disinggung di atas, cara melihat arah trend dari Bollinger Bands adalah dengan melihat kecenderungan harga yang selalu berada di atas atau di bawah garis tengah Bollinger Bands. Pada tren naik, harga akan cenderung berada di atas garis tengah Bollinger Bands. Sedangkan pada trend turun, harga cenderung berada di bawah garis tengah Bollinger Bands.

Baca juga: Teknik Bollinger Bands untuk Swing Trading

 

2. Level

Level ditentukan berdasarkan arah harga yang sedang terjadi. Penentuan level saat market dalam kondisi sideways berbeda dengan kondisi trending.

Dalam kondisi sideways, level tidak menggunakan garis tengah, melainkan menggunakan garis atas dan bawah. Garis atas menjadi resisten dan garis bawah menjadi support.

Berbeda halnya dengan kondisi trending, level menggunakan dua garis antara garis tengah dan atas atau garis tengah dan garis bawah. Level pada trend naik menggunakan garis tengah dan garis bawah sebagai support. Level pada tren turun menggunakan garis tengah dan garis atas sebagai resisten.

 

3. Sinyal

Jika dua langkah sebelumnya sudah terpenuhi, langkah terakhir tinggal menunggu entry saat harga menguji level yang sudah ditentukan. Sinyal entry inilah yang menggunakan pola candlestick Doji.

Apabila market sedang tren turun atau tren naik, tunggu sinyal dari candlestick Doji yang terbentuk di garis tengah. Namun pada market sideways, Anda tidak menunggu sinyal di garis tengah melainkan pada garis atas atau garis bawah dari Bollinger Bands.

 

Hal Penting

Ada dua hal penting yang perlu Anda ketahui saat trading menggunakan strategi ini, yaitu:

 

1. Hindari Market Sideways

Walaupun strategi ini pada dasarnya bisa digunakan dalam kondisi market sideways dan trending, namun sebaiknya hindari market sideways dan hanya trading di market trending.

Kenapa?

Karena pada market sideways, akurasi strategi ini lebih rendah dan rasio risk/reward menjadi lebih kecil. Pada market trending, akurasinya jauh lebih tinggi dan rasio risk/reward jauh lebih besar.

 

2. Prioritaskan Garis Atas/Bawah dalam Market Trending

Saat market dalam keadaan trending, biasanya market akan melakukan pullback yang cukup dalam sampai ke garis atas/bawah. Oleh karena itu, entry dengan menggunakan garis tengah akan menjadi kurang efektif.

Anda perlu mengetahui kekuatan tren d yang sedang terjadi. Bagi trader price action, kekuatan tren bisa dibaca melalui harga tertinggi dan terendah yang terbentuk.

Anda juga bisa gunakan indikator ADX untuk identifikasi trend. Pada kondisi trend yang sangat kuat, harga cenderung di bawah garis tengah dan memantul saat menyentuh garis tengah. Inilah saat Anda bisa menggunakan level dari garis tengah.

Sementara itu, market yang kurang trending akan sering melakukan pullback signifikan sehingga entry pada garis tengah akan berisiko terkena SL lebih sering. Oleh karena itu, prioritaskan garis atas atau garis bawah sebagai level support/resisten.

 

Contoh Trading di Market

Sekarang, kita masuk ke contoh trading di market. Kita masuk ke penerapan tiga langkah di atas agar Anda lebih paham mengenai strategi trading ini.

 

1. Contoh Transaksi Sell

Hal pertama yang harus Anda tentukan terlebih dahulu adalah arah market yang sedang terjadi. Pada grafik AUD/USD di bawah ini, arah market sedang dalam trend turun.

Strategi Candlestick Doji dengan Bollinger Bands - 1

Hal ini terlihat dari kondisi harga yang cenderung berada di bawah garis tengah Bollinger Bands. Karena arah sedang turun, maka posisi entry yang menjadi incaran adalah sell.

Baca juga: 3 Cara Menghindari Kesalahan Entry Trading

Selanjutnya, langkah kedua adalah menentukan level. Level dalam tren turun menggunakan dua garis yaitu garis tengah atau garis atas sebagai resisten. Di sini, ternyata harga sedang menguji garis atas sehingga Anda tinggal menunggu terbentuknya candlestick Doji sebagai sinyal valid untuk entry sell.

Strategi Candlestick Doji dengan Bollinger Bands - 2

Terakhir, yang Anda tunggu adalah terbentuknya Doji di garis atas Bollinger Bands. Harga akhirnya membentuk Doji saat menguji garis atas untuk memicu posisi sell.

Strategi Candlestick Doji dengan Bollinger Bands - 3

Setelah masuk open sell, harga terus turun hingga membentuk Lower Low dan mencapai Take Profit.

Strategi Candlestick Doji dengan Bollinger Bands - 4

 

2. Contoh Transaksi Buy

Grafik harga EUR/JPY di bawah ini menunjukkan harga sedang dalam tren naik. Jadi, langkah pertama mengenai arah harga sudah terjawab.

Strategi Candlestick Doji dengan Bollinger Bands - Buy 1

Baca juga: Hammer vs Doji Candlestick, Mana Lebih Akurat?

Karena market sedang tren naik, maka acuan level adalah garis tengah atau garis bawah. Pada pergerakan selanjutnya, Anda tinggal menunggu candlestick Doji terbentuk saat menguji level tersebut.

Strategi Candlestick Doji dengan Bollinger Bands - Buy 2

Harga berhasil membentuk Doji saat menguji batas bawah yang menjadi level support dinamis. Sinyal menjadi valid sehingga posisi buy masuk.

Setelah entry, harga terus menguat hingga membentuk Higher High dan mencapai Take Profit.

Strategi Candlestick Doji dengan Bollinger Bands - Buy 3

 

Penutup

Untuk keberhasilan menggunakan strategi trading ini, Anda perlu sabar dalam mengidentifikasi arah, level, dan menunggu sinyal yang valid.

Agar Anda lebih jeli melihat peluang menggunakan strategi ini, sebaiknya backtest dan forward test terlebih dahulu di akun demo atau akun cent. Tujuannya agar Anda menjadi terlatih dalam menerapkan strategi candlestick Doji dan Bollinger Bands. Dan kalaupun Anda loss, kerugiannya masih dalam nominal yang kecil.

 

Selain dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi sinyal dari pengujian di garis-garis Bollinger Bands, candlestick Doji ternyata juga bisa berkontribusi dalam strategi breakout. Seperti apa penjelasannya? Pelajari lebih lanjut di Trik Menggunakan Dua Candle Doji untuk Strategi Breakout.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Sis |  15 Mar 2012

pagi master,apakah benar lebih mudah memprediksi dengan renko chart daripada dengan candle stick.di mana saya bisa mendapatkan free renko chart?trims.

Lihat Reply [8]

Dalam cara kerjanya Renko chart menampilkan bentuk candle yang secara teori teratur karena ada set up Box size per candle nya selalu sama. Misalnya, kita set up box size 10, maka kita harapkan akan muncul candle dengan range 10 pips.

renko chart juga termasuk scrip scrip yang di buat kemudian di seting diMeta Trader. banyak trader yang kemudian membuatnya menjadi semacam EA. namun tetap saja dalam penggunaannya tak jauh berbeda dengan indikator / EA  yang mengharuskan kita tetap perlu melakukan analisa untuk melakukan Open. dan dalam  pergerakan harga  tak jauh berbeda sama  candle,

Basir   15 Mar 2012

@ Sisr:

Menurut saya indikator Renko chart kurang reliable karena tidak mencerminkan pergerakan harga real time yang sebenarnya, hanya mengindikasikan perubahan arah trend berdasarkan perubahan level high atau low harga sebelumnya. Indikator ini juga termasuk lagging karena box dibentuk setelah terjadi perubahan harga.

Seperti pada contoh EUR/USD daily berikut ini, jika dikombinasikan dengan Fibonacci retracement tampak kurang akurat dibandingkan harga real time-nya (chart yang atas). Selain itu dari indikator ADX (real time) juga lebih akurat menunjukkan perubahan trend dari harga yang real time. Juga untuk level support dan resistance, kalau untuk trading real time kurang akurat.


width=767
Menurut saya Renko chart bisa untuk perbandingan dalam menentukan arah trend, tetapi tidak untuk trading yang real time. Namun demikian ada trader yang lebih nyaman menggunakan Renko chart dibandingkan pergerakan harga yang real time.

Untuk indikator Renko chart pada Metatrader 4, silahkan download di sini.

M Singgih   20 Jun 2019

@ Aji:
- Menurut saya indikator Renko chart kurang reliable karena tidak mencerminkan pergerakan harga yang real time, dan hanya mengindikasikan perubahan arah trend berdasarkan perubahan level high atau low harga sebelumnya. Indikator ini juga termasuk lagging karena box dibentuk setelah terjadi perubahan harga.

Seperti pada contoh EUR/USD daily berikut ini, jika dikombinasikan dengan Fibonacci retracement tampak kurang akurat dibandingkan harga real time-nya (chart yang atas). Selain itu dari indikator ADX (real time) juga lebih akurat menunjukkan perubahan trend dari harga yang real time.

Juga untuk level support dan resistance, kalau untuk trading real time kurang akurat.
Menurut saya Renko chart bisa untuk perbandingan dalam menentukan arah trend, tetapi tidak untuk trading yang real time. Namun demikian ada trader yang lebih nyaman menggunakan Renko chart dibandingkan pergerakan harga yang real time.


- Untuk ukuran box tergantung dari time frame trading, tidak ada acuan yang baku. Makin rendah time frame trading maka digunakan ukuran box yang semakin kecil karena perubahan harga high dan low yang dimonitor akan terjadi pada jumlah pip yang semakin kecil. Untuk scalping bisa mengacu pada perubahan pip yang paling kecil misal 2 atau 3 pip.
- Karena lebih mengindikasikan perubahan trend maka bisa dikombinasikan dengan indikator trend terutama moving average. Seperti pada contoh gambar diatas, harga pullback setelah gagal menembus indikator sma 200.
Catatan: Renko chart diatas dibuat dari indikator Renko chart yang diunduh dari sini.

M Singgih   1 Sep 2016

Selamat sore, saya ingin bertanya perihal chart rengko. Bisakah chart rengko digabungkan dengan indikator bawaan MT4 seperti MA,BB, stoch atau MACD? 
Terima kasih

Yusron Setiawan   5 Mar 2018

@ Yusron Setiawan:

Bisa Pak. Renko chart adalah salah satu indikator yang bisa diterapkan pada platform Metatrader 4 sehingga bisa digabungkan dengan indikator Metatrader 4 lainnya.

Sebenarnya saya ingin memberikan contoh dari pergerakan pair terkini, tetapi indikator Renko chart untuk Metatrader 4 yang saya dapatkan dari berbagai sumber tidak bisa diterapkan di Metatrader 4 versi yang terbaru. Dari sumber di MQL5 ini bisa, tetapi harus pada time frame M2 (2 menit) dan diamati dengan Open Offline.

Kalau Anda punya sumber Renko chart yang bisa dipasang di Metatrader 4 versi terbaru mohon diberikan infonya juga. Terima kasih.

M Singgih   5 Mar 2018

Min saya mncoba mendalami sistem indikator renko chart. Gimana pendapat anda tentang sistem ini.
Dan renko chart itu bagusnya pakai brapa box pips dan di kombinasikan dengan indikator apa.
Terimakasih.

Aji   29 Aug 2016

Pak, pakai Aplikasi trading apa ya???

Epso   26 Sep 2022

@ Epso:

Saya pribadi menggunakan platform trading Metatrader 4 dan trading di PC. Saya tidak trading di smartphone jadi tidak menggunakan aplikasi yang ada di PlayStore maupun AppStore.

 

M Singgih   28 Sep 2022
 Gunawan |  14 Apr 2012

Salam Master..klw indikator Heiken Ashi sama ga dengan Candlesticks dan cara ngebacanya gimana...Terima Kasih..

Lihat Reply [5]

sebetulnya Heiken Ashi termasuk pola pergerakan candle juga, dan keduanya di temukan oleh orang jepang. Untuk dasarnya anda bisa mempelajari pola pola candle tersebut. 

untuk day trader biasanya mengambil TF H1 karena hal ini dianggap standar. pola h1 mengggambarkan pergerakan candle dalam 24 jam sebanyak 24 candle.

kalaupun ada nama nama lain sebetulnya itu hanya pengembangan dari candlesticknya saja .

Thanks

Basir   18 Apr 2012

Untuk Ari Nugroho,

Silahkan baca panduan lengkap di situs ini. Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   4 Jul 2019

Hampir sama. karena pola polanya adalah pola pergerakan candle. Dasarnya adalah si bos harus paham bahwa jika menggunakan

TF D1 = 1 candle mewakili pergerakan 1 hari
TF H4 = 1 Candle mewakili pergerakan selama 4 jam
TF H1 = 1 Candle mewakili pergerakan selama 1 jam
TF M30 = 1 Candle mewakili pergerakan selama 30  menit
TF M15 = 1 candle mewakili pergerakan selama 15 menit

Maka jika menggunakan TF H1, maka dalam satu hari ada 24 candle.  ( 24 / 1 = 24 )dan seterusnya tinggal si bos kalkulasikan saja.

dalam Ilmu candle memang ada kode kode tertentu. Akan di kenal istilah Pin Bar, harami Bulish, bearish dan yang lainnya. Tentu perlu kesabaran dalam mempelajari pola pola candle ini. 

Basir   14 Apr 2012

@ Gunawan:

Arah pergerakannya sama, tetapi besaran-besarannya tidak sama (open, high, low, close). Pada candle Heikin Ashi, setiap candle dihitung berdasarkan besaran-besaran dari candle sebelumnya. 

M Singgih   10 Jul 2019

br belajar trading,.. mau bertanya ttg heiken ashi,.. seberapa pentingkah heiken ashi diperlukan dalam mengamati pergerakan market,.. kegunaannya sebagai apa?apakah dengan heiken ashi kita dapat menyimpulkan kekuatan arah kemana market dgn melihat TF yg lbh besar,dan heiken ashi itu ada berapa macam,...

Ari Nugroho   18 Apr 2012
 Lalu Dadank |  13 Jun 2012

salam master mau tanya timeframe berapa yang paling bagus dalam menganalisa satu candlestick dan grafik candlestick. mohon pencerahannya.thanks

Lihat Reply [26]

@ nur hidayat:

Arah pergerakan harga atau trend tidak dilihat dari formasi candlestick, tetapi dari indikator teknikal. Contoh indikator untuk melihat arah pergerakan harga (trend) adalah simple moving average (sma).  Pada time frame berapapun Anda trading, untuk menentukan arah trend Anda harus melihat ke time frame yang lebih tinggi.

Misal Anda trading pada tf H1 (1jam), maka untuk menentukan entry buy atau sell Anda harus melihat arah trend di tf daily atau H4. Kalau di tf daily uptrend (bullish) maka Anda bisa open buy dan kalau downtrend (bearish) Anda bisa open sell. Berikut ini contoh melihat arah trend dengan indikator sma 200 pada time frame daily:


Ketika harga berada diatas kurva sma 200 maka trend cenderung bullish (Anda bisa open buy) dan ketika berada dibawah kurva sma 200 trend cenderung bearish (Anda bisa open sell).

Formasi candlestick menunjukkan sentimen pasar. Anda bisa gunakan formasi candlestick untuk menentukan momentum entry yang tepat setelah Anda tahu ingin open buy atau open sell. Berbagai formasi candlestick disebut dengan price action. 

Saya kira Anda harus punya metode trading yang terdiri dari minimal 2 indikator yaitu indikator untuk melihat arah trend dan indikator untuk menentukan momentum entry. Indikator arah trend bisa dengan sma (bisa dikombinasi dengan MACD), dan indikator untuk momentum entry bisa dengan RSI atau stochastics. Semoga bisa membantu.

M Singgih   26 May 2013

Yang perlu di ketahui 1 candle mewakili TF yang di gunakan. Jika Menggunakan H1 bearti 1 candle adalah mewakili pergerakan selama 1 jam.  berrarti selama 24 jam ada 24 candle. TF manapun bisa di gunakan. dan hal ini tergantung dari sistem yang digunakan. perhatikan saat open. gunakan awal awal awal time.  Salah satu sistem candle yang disajikan oleh seputar forea adalah Trade With Pin Bar.

Anda bisa mempelajari pola-pola lainnya di Grafik Candlestick dan Pola Candlestick.

width=546

width=542

Thanks

Basir   13 Jun 2012

@lalu dadank: Perlu diketahui bahwa dalam buku tentang analisa pola candlestick time frame Daily digunakan sebagai time frame utamanya. Namun dalam penggunaanya, kita tentu bisa gunakan di time frame lainnya. Semakin besar time framenya, semakin bagus akurasi pola candlesticknya, sedangkan semakin kecil time frame maka semakin berkurang akurasi pola candlestick.

Saya menyarankan memakai pola candlestick paling minimal di time frame H4, karena penggunaan pola candlestick dibawah H4 mempunyai akurasi yang kecil karena banyak fake signal.

Terima Kasih.

Kiki R   25 Sep 2019

Bisa, hanya saja tingkat keakuratannya bisa berbeda beda. pada Umumnya sebagain besar trader menggunakan di H1-D1.

Namun demikian yang perlu di perhatikan time server dari tiap broker bisa berbeda. Hal ini bisa disebut wajar, karena pembukaan dan penutupan tiap broker berbeda. Seperti halnya perbedaan waktu Indonesia dengan negara tetangga.

Anda bisa melakukan pengamatan dengan beberapa broker, dengan TF yang sama namun dengan time server yang berbeda.

Thanks.

Basir   7 Nov 2014

@ Fadli:

Formasi candle hammer yang mengisyaratkan pergerakan bullish setelah downtrend, dan shooting star (kebalikan dari hammer) yang mengisyaratkan pergerakan bearish setelah uptrend bisa berlaku untuk semua time frame karena formasi tersebut menunjukkan sentimen pelaku pasar pada saat tertentu, bisa dalam jangka pendek (time frame rendah) maupun jangka menengah panjang (pada time frame tinggi).

Berikut contoh formasi hammer pada AUD/USD daily dan 15 menit (M15) :


Baik di time frame daily maupun time frame M15 formasi hammer menunjukkan perubahan arah (reversal ataupun koreksi) dari downtrend ke uptrend.

M Singgih   8 Dec 2016

@ Edwin widianto:

- Pada time frame berapa yah pak untuk menentukan titik entri yg ideal?

Semua time frame bisa untuk entry, asalkan ada sinyal dari price action yang dikonfirmasi oleh indikator teknikal.


- Dan jenis candlestick apa yg harus di cari untuk kita entry??

Mengenai hal ini Anda bisa mempelajari price action. Single candle bisa pin bar atau doji, double candle bisa engulfing, tweezer, double top / bottom dsb, lebih dari 2 candle akan membentuk pola seperti morning star, evening star dsb.

M Singgih   17 Sep 2019

Baik pak. Terima kasih atas jawabanya...

Edwin Widianto   17 Sep 2019

Baik pak. Terima kasih yah pak atas kebaikan bapak yang selama ini sudah membantu saya. 

Edwin Widianto   17 Sep 2019

Mau tanya, apakah time frame besar akan menghasilkan candlestick yang lebih besar-besar (Bukan doji)?

Wahyu Chris   2 Jun 2022

@Wahyu Chris: Kalau Anda membandingkan antara time frame M1 dengan time frame H4 ke atas maka jawabannya ya.

Time frame M1 biasanya candlenya terlihat kecil dan kurang padat (berisi) terutama pada sesi yang sepi seperti Asia. Pada sesi yang padat/ramai seperti Eropa dan Amerika, candlenya mulai padat (berisi).

Kiki R   3 Jun 2022

Jika menggunakan strategi swing trading, candlestick pada timeframe berapa yang perlu digunakan?

Ganapatih   6 Jun 2022

Permisi pak. Pada time frame berapa yah pak untuk menentukan titik entri yg ideal? Dan jenis candlestick apa yg harus di cari untuk kita entry?? Terimakasih.

Edwin Widianto   13 Sep 2019

Apa semua jenis-jenis formasi candlestick dan hubungannya dengan pergerakan harga dapat diaplikasikan pada semua time frame?

Monika   7 Nov 2014

apakah candle hammer berlaku buat time frame H4 keatas atau berlaku juga buat time frame H4 kebawah?

Fadli   5 Dec 2016

master, sudah 2imggu ini aku semakin bingung dan rugi, tolong ajari saya tentang candlestick saya selalu salah arah master, trs untuk candlestick ini biar aku gak salah arah harus lihat TF brapa ya????tolong ya master

Nur Hidayat   21 May 2013

@Ganapatih: Weeky-Daily-H4.

Time frame Weekly-Daily untuk melihat struktur harga dan level penting. Sedangkan H4 sebagai time frame entry.

Kiki R   8 Jun 2022

Pada timeframe dan pair apa trader dapat dengan mudah menemukan pola pin bar dan engulfing?

Yahya Bin Slamet   8 Jun 2022

@Yahya Bin Slamet: Pola engulfing ada pada semua pair, dari major, cross sampai exotic pairs.

Untuk time frame, semakin rendah time frame, semakin banyak pola candlestick yang akan Anda temui namun kualitas akurasinya juga kecil.

Jadi, cara terbaik menggunakan pola candlestick adalah menguji akurasinya terlebih dahulu agar mengetahui ekspektasi yang benar apabila trading menggunakan pola candlestick.

Kiki R   8 Jun 2022

adakah hubungan tertentu suatu pola candlestick dengan instrumen atau pair yang digunakan pak? atau memang setiap pola akan selalu memiliki tingkat keuntungan yang sama dimanapun pola tersebut digunakan? trims pencerahannya.

Nino Araf   6 Jul 2022

Adakah trader forex yang menggunakan timeframe weekly hingga monthly? Kalau ada, mengapa menggunakan timeframe sebesar itu?

Mandra   6 Jul 2022

@Nino Araf: adakah hubungan tertentu suatu pola candlestick dengan instrumen atau pair yang digunakan pak?

Ada hubungan, karena masing-masing pair memiliki karakter tertentu. 

atau memang setiap pola akan selalu memiliki tingkat keuntungan yang sama dimanapun pola tersebut digunakan?

Tidak, suatu pola candlestick mempunyai akurasi yang bervariasi jika diuji pada beberapa pair. Oleh karena itu, kita sebaiknya menguji akurasinya terlebih dahulu.

Kiki R   6 Jul 2022

@Mandra: Adakah trader forex yang menggunakan timeframe weekly hingga monthly?

Ada, trader ini biasa disebut position trader dan lama posisinya bisa ditahan berminggu-mingu hingga beberapa bulan.

Kalau ada, mengapa menggunakan timeframe sebesar itu?

Alasannya, karena mereka trading dengan dana yang sangat besar sehingga memanfaatkan pergerakan harga di time frame besar.

Diatasnya position trader adalah investing yang menahan posisi hingga bertahun-tahun.

Kiki R   6 Jul 2022

Jika trader dengan modal minim, apakah perlu menggunakan timeframe besar weekly untuk menganalisa trend?

Romli   12 Jul 2022

@Romli: Menggunakan time frame Weekly atau tidak kembali ke tipe si trader, bukan modalnya.

Kalau dia adalah swing trader, tentu bisa menggunakan time frame Weekly. Sedangkan kalau intraday trader tidak perlu melihat trend di time frame Weekly.

Lalu bagaimana dengan modal?

Gunakan saja akun cent. Deposit $10 yang terlihat di akun $1,000 (dikali 100).

Nanti tinggal sesuaikan jarak pips SL-nya dengan money management.

Jadi, tidak ada alasan trader modal minim tidak bisa trading jangka panjang. Sudah ada akun cent, bisa untuk modal kecil bagi yang ingin trading jangka panjang dengan modal kecil.

Yang paling susah buat trader jangka panjang atau menengah bukan modalnya, tapi psikologinya.

Bisa enggak berhari-hari sampai seminggu tidak entry dan pas sudah entry nahan sampai lebih seminggu?

Yang seperti ini susah bagi trader kebanyakan yang mau langsung profit dalam waktu cepat.

Kiki R   13 Jul 2022

Bagaimana cara melakukan analisa multi timeframe untuk mendapatkan sinyal entry? Konsepnya seperti apa?

Felicia   11 Aug 2022

@Felicia: Konsep analisa multi timeframe pada dasarnya menggunakan 3 poin penting, yaitu:

  • Struktur >> arah harga
  • Level >> level entry
  • Signal >> trigger entry

Struktur harga adalah proses menentukan apakah harga sedang trending atau sideways. Trading pada kondisi market sideways tentu berbeda dengan trading pada kondisi market trending.

Proses ini bisa menggunakan price action dengan melihat harga tertinggi dan harga terendah atau bisa juga menggunakan indikator berjenis tren seperti moving average, MACD, dst.

Setelah menentukan struktur harga yang sedang terjadi, selanjutnya menentukan di level mana area entry yang akan Anda gunakan.

Proses menentukan level bisa menggunakan banyak tools seperti fibonacci retracement, pivot point, support/resisten, supply/demand, atau indikator overbought/oversold seperti RSI.

Terakhir, barulah Anda masuk ke sinyal entry.

Jadi, mencari sinyal entry adalah langkah paling akhir, bukan langsung mencari sinyal entry di market tanpa melihat arah dan levelnya terlebih dahulu.

Banyak cara yang bisa Anda gunakan untuk melihat sinyal entry, bisa menggunakan pola candlestick, indikator stochastic, persilangan garis MA, divergence, dst.

Kiki R   12 Aug 2022
 Romy Mc |  22 Feb 2013

kk, sy punya contoh permasalahan buy nih, kan sy ada patokan analisa buy kalo saat grafik candle menurun namun body candle semakin mengecil dan menggunakan MA jika indikator di bawah grafik, maka trend yg terjadi adalah bullish (trend naik). trus gimana kalo ternyata grafik candle naik dan indikator MA ada dibawah grafik? kira2 pilih yg mana? buy atau sell?
balasannya email saja yaa thx
romyphoenyxxx@gmail.com

Lihat Reply [2]

Yang perlu di ketahui adalah :

1. Indikator apapun, termasuk candle adalah Alat bantu untuk menganalisa harga.

Ada kalanya indikator false. Candle Akurat
Adakalanya Candle false, fundament akurat
Adakalanya fundament akurat, candle dan Indikator False

dan seterusnya.
Ada jargon Jargon yang sering saya temukan

TRADE NO INDIKATOR NO NEWS, NO EA
TRADE WITH  NEWS
TRADE WITH FUNDAMENT
TRADE WITH CANDLE, safe and profitable
TRADE WITH EA, safe and profitable

dan lain lainnya..

Tapi Ujung Ujungnya,

Gunakanlah SL untuk antisipasi .Dan Money Managment dengan Ketat. Jangan lebih dari .... %

Ternyata para Trader yang menggunakan Jargon Jargon tersebut diatas, sadar betul Bahwa Market bukan Miliki Nenek Moyangnya.

Bagaimana menyikapi ini semua ?

sekali lagi, semua sistem yang digunakan adalah hanya alat bantu saja. Alat bantu tersebut kadang menguntungkan pada satu saat, dan dilain saat kadang kurang menguntungkan.

permasalah yang sedang anda hadapi  solusinya ada di anda sendiri. pengalaman pengalaman yang selama ini anda hadapi itulah solusinya. anda bisa menarik kesimpulan dengan sistem yang anda gunakan selama ini.

Bagi yang menggunakan candle, yang pelu di ketahui Pola candle tiap broker kadang berbeda beda. Hal ini disebabkan oleh Time Open, atau jam server dari broker yang bersangkutan.

Silahkan di cek. lakukan penelitian. cari teman yang Trade di broker yang berbeda. atau download MT4 tiap broker  5 -10 . Perhatikan Timenya. maka Timenya akan berbeda beda.

Thanks

Basir   22 Feb 2013

@ Romy Mc:

- … sy ada patokan analisa buy kalo saat grafik candle menurun namun body candle semakin mengecil…

Komentar:
bukannya seharusnya sell? Kalau harga makin turun tentu body candle akan mengecil kalau harganya masih diatas harga open (biasanya berwarna putih), berarti harga sedang bergerak turun. Kalau harga bergerak dibawah harga open maka body candle akan membesar (biasanya berwarna hitam).

-… dan menggunakan MA jika indikator di bawah grafik, maka trend yg terjadi adalah bullish (trend naik)…

Komentar: betul kalau arah kurva indikator MA-nya naik (membentuk sudut positif), tetapi kalau kurva MA-nya lurus berarti sedang bergerak sideways, jadi pergerakan harganya bisa naik atau turun.

-….. trus gimana kalo ternyata grafik candle naik dan indikator MA ada dibawah grafik? kira2 pilih yg mana? buy atau sell?

Jawaban:
kalau kondisinya seperti itu maka Anda bisa buy, tetapi sebaiknya dikonfirmasikan dengan indikator lain misal MACD atau RSI, dan juga price action yang terjadi.

Sebagai contoh berikut EUR/USD H1 yang terjadi pada tanggal 11-14 April 2017 lalu:


Anda bisa buy ketika candle naik (berwarna putih), harga bergerak diatas kurva SMA 55 yang membentuk sudut positif, dan kurva indikator RSI berada diatas level 50. Sinyal untuk buy juga ditunjukkan oleh pin bar yang telah terkonfirmasi. Perhatikan juga level-level support dan resistance-nya (garis warna merah) sebagai batas-batas breakout / bouncing, menentukan level stop loss dan take profit.

M Singgih   21 Apr 2017
 Farid Dwiyo |  10 Feb 2016
masta sy lagi belajar candlestick. sy ingin tanya bagaimana y cara membedakan candle inside bar sm harami? krn sy lihat kok keduanya mirip sekali. apa yg membedakan & mana yg lebih sering muncul di chart juga sinyalnya lbh oke? thks

Lihat Reply [8]

Formasi atau pola harami menggambarkan sentimen real time harga yang ada di pasar. Setelah anda melihat pola yang ada dengan menutupi candle, anda dapat melihat ke candle berikutnya untuk mengidentifikasi bias dan titik resiko yang jelas.

Thanks

Basir   10 Nov 2014

Untuk Farid Dwiyo

Inside bar adalah sebuah bar dengan level-level high dan low sepenuhnya berada dalam range bar sebelumnya. Sementara Harami bisa juga dikatakan sebagai turunan dari inside bar.

Harami merupakan salah satu pola pembalikan yang bermanfaat ketika sentimen pasar yang menggerakkan tren berpotensi berhenti sebelum akhirnya berbalik arah.

Konfirmasi harami umumya juga dibantu oleh pola candle ketiga yang semakin memperkuat sinyal pembalikan. Sebagai contoh, bila di akhir downtrend terbentuk bullish harami, maka tanda-tanda reversal uptrend akan semakin terkonfirmasi. Sebaliknya, jika candle ketiga dalam bearish harami adalah candle bearish, maka sinyal pembalikan downtrend akan semakin tervalidasi.

Dalam kondisi ini, tampaknya harus banyak berlatih dan mengasah keterampilan untuk memahami pola candlestick.

Anda bisa menyimak mengenai ulasan harami dan inside bar.

Thanks.

Basir   11 Feb 2016
makasih masta. dari jawaban diatas sy pahamnya kl harami ada konfirmasi candle ke3 sdngkan inside bar tdk ada candle ke3nya?
Farid Dwiyo   11 Feb 2016

Untuk Farid Dwiyo

Itulah yang membedakan antara Harami dan Inside Bar. Dua alasan Inside bar terbentuk adalah:

1. Inside bar terbentuk karena adanya konsolidasi yang terjadi pada pasar saat itu. Secara kasarnya pasar sedang menimbang-nimbang apakah harga sudah oversold apa belum dan sebaliknya.

2. harga tidak bergerak semestinya. yang umumnya cenderung terjadi adalah setelah harga bergerak bervolume besar naik atau turun, pasar mulai konsolidasi dan membentuk inside bar.

Inside bar bisanya terbentuk di sekitar:
1. Zona support & resistance.
2. Pivots.
3. Daily high atau low  candlestick jika Anda trade dalam 1 jam atau jangka waktu 4 jam.
4. Tingkat level  fibonaccie.

Ketika sebuah inside bar terbentuk di sekitar lokasi tersebut, itu dianggap signifikan. Dalam arti signitifikan adalah harus memberikan perhatian lebih untuk menganalisa area tersebut.

Thanks

Basir   12 Feb 2016

@ Muhammad Yusuf:

- …. bagaimana melihat sifat inside bar apa harus menunggu candle selanjutnya….

Jawaban:

Sebaiknya memang begitu karena inside bar menunjukkan keadaan konsolidasi. Bar setelah inside bar pun kadang bisa salah (false) yang biasanya disebut dengan sinyal palsu (fakey).

Oleh karena itu untuk menghindari jebakan sinyal palsu, price action termasuk inside bar harus selalu dikonfirmasikan dengan level-level support atau resistance, dan juga indikator teknikal.

-…. atau melihat sifat inside bar yang berada di range sebelumnya saja (bullish/bearish?

Jawaban:

Inside bar memang selalu berada dalam range dari bar sebelumnya. Dalam istilah price action, bar atau candle yang berada tepat sebelum inside bar disebut dengan outside bar, tetapi istilah ini tidak lazim digunakan. Yang harus Anda perhatikan bukan bar sebelumnya tetapi bar sesudahnya, break atau tidak.

Saat terbentuk inside bar, pasar sedang konsolidasi, kalau break level tertinggi bar (candle) sebelumnya maka akan cenderung bullish, dan sebaliknya jika break level terendah bar sebelumnya maka akan cenderung bearish.

- …. lalu jika kita melakukan price action cocokkah jika dibarengi dengan stochastic 5,3,3 sebagai konfirmasi?

Jawaban:

Untuk time frame H1 (1 jam) dan dibawahnya (M30, M15 dsb) bisa, tetapi untuk time frame diatas H1 (H4, daily) gunakan stochastic 14,3,3. Semakin rendah time frrame trading biasanya digunakan parameter yang lebih rendah agar responnya lebih cepat.

M Singgih   16 Nov 2017

Tambahan penjelasan yg sgt baik. thanks

Rindu   20 Oct 2021
Izin bertanya coach, bagaimana melihat sifat inside bar apa harus menunggu candle selanjutnya atau melihat sifat inside bar yang berada di range sebelumnya saja (bullish/bearish? lalu jika kita melakukan price action cocokkah jika dibarengi dengan stochastic 5,3,3 sebagai konfirmasi?
Muhammad Yusuf   12 Nov 2017

Pola harami pada candle yang tepat itu sebenarnya seperti apa?

Anjar Lukito   10 Nov 2014
 

Komentar @inbizia

@ Surodjo:

Berakhirnya trend bisa diketahui setelah koreksi atau retracement mencapai lebih dari 100%. Perkiraan kemungkinan akan terjadi trend reversal jika Fibo Retracement telah melewati 61.8%.

Keadaan reversal tidak menunjukkan berakhirnya trend, tetapi menunjukkan terjadinya koreksi. Keadaan koreksi sendiri bisa berakhir ketika telah mencapai level tertentu misalnya 38.2% Fibo atau 50% Fibo, dan kemudian berbalik meneruskan arah trend. Jika koreksi melebihi Fibo retracement 100%, baru bisa diasumsikan terjadi trend reversal.

Keadaan reversal bisa diamati dari bar candlestick yang membentuk formasi price action tertentu, seperti pin bar, doji, engulfing, morning star atau evening star. Baca juga: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action
Meski demikian, untuk validitasnya price action tsb harus dikonfirmasi oleh indikator trend misalnya ADX, parabolic SAR, MACD, atau Bollinger Bands.

Konfirmasi dengan Bollinger Bands untuk keadaan reversal adalah jika penutupan bar candlestick berada di bawah middle band (untuk yang sebelumnya uptrend), atau di atas middle band (untuk yang sebelumnya downtrend). Untuk akurasi, sebaiknya dikonfirmasi lagi dengan indikator trend yang lain.

Mengenai tanda bahwa trend masih akan berlanjut adalah jika koreksi atau retracement telah berakhir, dan harga mulai bergerak searah dengan trend semula. Dalam hal penunjukan indikator Bollinger Bands, bar candlestick tidak menembus middle band.

Sebagai masukan, untuk analisa trend jangka menengah panjang biasanya trader menggunakan analisa dengan gelombang Elliot (Elliot wave).
 M Singgih ... |  29 May 2020
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
Kombinasikan indikator RSI dengan Bollinger Bands untuk memperoleh sinyal trading terkonfirmasi
indikator RSI menunjukkan impuls pergerakan harga
Bollinger Bands mengindikasikan arah pergerakan pasar
 Erik Ihza ... |  11 Apr 2022
Halaman: Cara Trading Candlestick Jitu Dengan Rsi
saya sempet nemu grafik kayak gitu, terus itu yang kotak biru apakah termasuk candlestick? artinya apaan ya? kok gak punya badan sm sumbu, jejer 4 lagi?
 Roland |  2 Aug 2022
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
@Yohana: Dari kelimat pola candlestick doji di atas, ada 3 pola candlestick yang mengindikasikan keadaan pasar yang tidak pasti, yaitu doji star, long legged doji, dan 4 price doji. Tiga pola candlestick ini menggambarkan keadaan seller dan buyer yang sama-sama kuat. Ketika pola candlestick ini terjadi di market, kita belum bisa menentukan arah karena peluangnya sama besar antara buyer dan seller. Namun, untuk dua pola yaitu dragonfly doji dan gravestone doji mempunyai arti yang lebih spesifik. Kedua pola candlestick ini punya arti reversal jika terbentuk pada level yang penting seperti di support/resisten atau supply/demand. Pola dragonfly doji yang terbentuk di support atau demand menandakan adanya buyer yang menguat sehingga bisa menjadi sinyal untuk buy. Sedangkan pola gravestone doji yang terbentuk di resisten atau supply menandakan adanya seller yang menguat sehingga bisa menjadi sinyal sell.
 Kiki R |  9 Aug 2022
Halaman: Formasi Doji Candlestick Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading
di grafik yield obligasi gw sering liat ada 4 price doji. terus caranya kalo mau trading yield gimana kalo candlenya sering kayak gitu? wkwkwkw
 Ciro |  15 Aug 2022
Halaman: Formasi Doji Candlestick Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading
@Pyro: Kelebihan menggunakan candlestick sebagai konfirmasi terlihat dari segi tampilan chart yang lebih bersih karena tidak perlu tambah indikator atau tools lain Selain itu, Anda juga akan menjadi lebih lihai dari membaca market karena secara tidak langsung Anda melihat dinamika grafik langsung ke candlesticknya. Kekurangan menggunakan candlestick sebagai konfirmasi adalah sangat subyektif. Untuk bisa eksekusi dengan bagus perlu latihan dan pendalaman agar mengetahui detail-detailnya.
 Kiki R |  18 Aug 2022
Halaman: Memahami Cara Konfirmasi Candlestick Dalam Strategi Price Action

Kamus Forex

Bollinger Bands

Salah satu indikator teknikal yang bersifat overlay pada platform trading. Bollinger Bands merupakan hasil pengembangan Moving Average. Garis tengah BB (middle band) adalah SMA-20, sedangkan garis atas dan garis bawah (Upper dan Lower Band) adalah deviasi Middle Band.

Candlestick

Salah satu jenis grafik harga (chart) untuk memetakan dan membaca pergerakan harga di pasar finansial secara teknikal. Candlestick utamanya dibentuk oleh level-level OHLC (Open, High, Low, Close).

Kamus Candlestick

Inverted Hammer
Inverted Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang dibuka lebih rendah dari candlestick sebelumnya. Setelah bergerak menguat, candlestick kemudian ditutup di dekat atau pada harga pembukaannya (Open). Semakin panjang sumbu atas dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Hanging Man
Hanging Man
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang membentuk gap naik dari candlestick sebelumnya. Terjadi di akhir uptrend, Hanging Man memiliki sumbu bawah yang lebih panjang dari body-nya. Sinyal bearish reversal dari pola ini terkonfirmasi apabila candlestick selanjutnya bersifat bearish atau membentuk gap turun, dan ditutup melemah dari harga pembukaannya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Morning Star
Morning Star
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama merupakan candlestick bearish panjang, diikuti oleh candlestick kedua yang membentuk gap turun dan ber-body kecil (harga pembukaan dan penutupan nyaris sejajar). Candlestick ketiga merupakan konfirmator karena bersifat bullish. Semakin besar body candle ketiga, semakin tinggi akurasi sinyal bullish reversal Morning Star.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three White Soldiers
Three White Soldiers
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bullish panjang. Harga penutupan candlestick kedua harus lebih tinggi dari candlestick pertama, begitu pula dengan harga penutupan candlestick ketiga dan kedua. Ini menandakan momentum uptrend yang masih kuat untuk membawa harga melanjutkan kenaikan.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.

Komentar[2]    
  Pandu   |   18 Aug 2022

Ini berarti tingkat akurasi reversalnya tinggi kalau doji muncul di sekitar area lower ataupun upper band?

  Kiki R   |   18 Aug 2022

@Pandu: Kalau marketnya sedang trending, maka jawabannya ya. Entry di lower band (saat tren naik) atau upper band (saat tren turun) mempunyai akurasi yang tinggi.

Oleh karena itu, sebelum masuk ke candlestick dan upper/lower band, pastikan terlebih dahulu arah dan kekuatan tren yang sedang terjadi.