Strategi Trading Dengan Indikator EMA 200 Untuk Trader Harian

SAM 3 Jun 2020Dibaca Normal 3 Menit
forex>indikator>   #ema   #indikator   #strategi-trading
Strategi ini menggunakan indikator EMA periode 200. Trader akan membuka posisi menggunakan tiga time frame, yaitu daily, 4 jam, dan 1 jam.

Indikator exponential moving average (EMA) digunakan untuk memperbaiki tampilan simple moving average (SMA) yang lagging atau cenderung bereaksi lambat. EMA dihitung dengan memberi bobot lebih pada harga akhir sehingga akan bereaksi lebih cepat. Indikator ini bisa bekerja dengan baik pada semua time frame dan sering digunakan oleh para trader harian. Semakin pendek periode yang digunakan akan semakin cepat EMA bereaksi terhadap perubahan harga.

Itulah mengapa, EMA banyak digunakan oleh trader jangka pendek seperti scalper dan day trader. Untuk scalping contohnya, EMA 34 bisa digunakan dengan kombinasi trendline dan Price Action. Namun dalam artikel ini, strategi yang akan dibahas adalah EMA 200 untuk day trading pada time frame 1 jam (1-hour).

Dengan strategi ini, trader akan membuka posisi sesuai arah trend, dengan metode buy the dip atau sell the rally. Kunci strategi ini adalah menentukan arah trend dengan indikator ema 200.

Trading EMA-200

 

Kenapa Menggunakan EMA-200?

Mengapa periode 200, bukan yang lain semisal EMA 100, EMA 50 atau EMA 20? Karena EMA 200 sangat populer dan digunakan oleh banyak trader forex. Menentukan trend dengan EMA 200 sangat mudah. Ketika berada di bawah kurva indikator EMA 200, maka diasumsikan harga sedang bergerak downtrend, dan ketika berada di atas EMA 200 diasumsikan harga sedang uptrend.

Baca juga: Strategi Trading Simple dengan EMA 50 dan EMA 200

Strategi ini menggunakan time frame daily dan 4 jam (4-hour) untuk menentukan arah trend, dan time frame 1 jam untuk membuka posisi trading:

  1. Pada chart daily, tentukan arah trend dengan mengamati posisi pergerakan harga terhadap kurva indikator ema 200. Trend pada chart daily adalah trend utama.
  2. Pada chart 4 jam, amati arah trend untuk konfirmasi trend utama.
  3. Amati juga arah trend pada chart 1 jam. Jika searah dengan trend utama dan trend pada chart 4 jam, maka buka posisi dengan metode buy the dip atau sell the rally, yaitu buy pada saat pull back atau sell pada saat bouncing.

 

Contoh Penggunaan EMA-200

Berikut contoh trading pada AUD/USD antara tanggal 26 hingga 27 Juni 2013:

Strategi Trading Dengan Indikator EMA 200 Untuk

Dari chart daily dan 4 jam di atas, tampak AUD/USD sedang bergerak downtrend karena pada kedua chart tersebut harga bergerak di bawah kurva indikator EMA 200.

Strategi Trading Dengan Indikator EMA 200 Untuk

Pada chart 1 jam, tampak harga juga bergerak di bawah kurva indikator EMA 200, atau sedang downtrend, maka kita akan menunggu peluang untuk membuka posisi sell. Kita akan entry sell ketika harga bouncing (bergerak berbalik arah) setelah memotong kurva EMA 200.

Sebagai konfirmator, bisa digunakan indikator stochastic. Entry sell ketika kurva %K indikator stochastic memotong kurva %D dari atas ke bawah. Level stop (stop loss) ditentukan di sekitar level tertinggi sebelum bouncing, dan target profit ditentukan pada level swing low atau level support terdekat.

 

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan

  1. Jika trend pada chart 1 jam berbeda dengan chart daily dan chart 4 jam, maka tunggu hingga trend searah.
  2. Jika trend pada chart 1 jam searah dengan trend 4 jam tetapi berbeda dengan trend daily, maka untuk sementara hindari trading pada pasangan mata uang tersebut, karena bisa memakan waktu berhari-hari untuk menunggu trend pada ke 3 chart tersebut searah.

Tahukah Anda? EMA merupakan salah satu indikator trend paling ampuh dan banyak diandalkan oleh para trader. Tidak hanya pemula, para trader kelas kakap pun menggunakan EMA. Jika Anda ingin memaksimalkan penggunaannya, maka sebaiknya jangan ragu untuk mencoba strategi trading dengan EMA periode lain. Salah satu yang bisa Anda praktekkan dengan mudah adalah teknik trading EMA 3 Bar.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Eko Setiawan |  19 Apr 2016
Dear para senior,

Saya ingin menjadi seorang day trader forex dimana saya dapat mendapatkan profit disetiap harinya, permasalahan saya saat ini adalah saya belum bisa menemukan setup indikator yang pas untuk saya.
Pertanyaan saya,
1. kira kira indikator apa yang dapat saya gunakan ?
2. pada time frame berapa seharusnya yang digunakan
atas bantuannya saya ucapkan terima kasih banyak

Lihat Reply [1]

 Best |  3 Oct 2018

Bagaimana mengaplikasikan indicator kijun sen H1, H4 Dan kijun sen Daily dalam 1 layar..

Lihat Reply [1]

 Hani |  12 Mar 2019

Saya tahu strategi hedging dan locking. Adakah strategi yg lain yg efektif di pasar forex?

Lihat Reply [1]

 Alfanura |  20 Jan 2022

Selamat malam, saya mulai mengenal Supply And Demand beberapa bulan belakangan dari ebooknya Samibegod dan mulai mendalami sejak saat itu. Tapi semakin belajar, kenapa banyak sekali versi SND ya? Dan berbeda-beda jatuhnya. Terlebih lagi ketika mulai masuk banyak jenis-jenis Setup. Ada yg namanya sama tapi berbeda, ada yg jenisnya sama tp justru namanya berbeda. Sebenarnya versi mana yang benar dan menguntungkan? thx

Lihat Reply [1]

 Nia Fitriani |  25 Feb 2022

mas, untuk trading dan bisa profit di kripto apakah jg bisa pake indikator seperti di valas? indikator apa yang bagus? thx b4

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

@ Surodjo:

Berakhirnya trend bisa diketahui setelah koreksi atau retracement mencapai lebih dari 100%. Perkiraan kemungkinan akan terjadi trend reversal jika Fibo Retracement telah melewati 61.8%.

Keadaan reversal tidak menunjukkan berakhirnya trend, tetapi menunjukkan terjadinya koreksi. Keadaan koreksi sendiri bisa berakhir ketika telah mencapai level tertentu misalnya 38.2% Fibo atau 50% Fibo, dan kemudian berbalik meneruskan arah trend. Jika koreksi melebihi Fibo retracement 100%, baru bisa diasumsikan terjadi trend reversal.

Keadaan reversal bisa diamati dari bar candlestick yang membentuk formasi price action tertentu, seperti pin bar, doji, engulfing, morning star atau evening star. Baca juga: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action
Meski demikian, untuk validitasnya price action tsb harus dikonfirmasi oleh indikator trend misalnya ADX, parabolic SAR, MACD, atau Bollinger Bands.

Konfirmasi dengan Bollinger Bands untuk keadaan reversal adalah jika penutupan bar candlestick berada di bawah middle band (untuk yang sebelumnya uptrend), atau di atas middle band (untuk yang sebelumnya downtrend). Untuk akurasi, sebaiknya dikonfirmasi lagi dengan indikator trend yang lain.

Mengenai tanda bahwa trend masih akan berlanjut adalah jika koreksi atau retracement telah berakhir, dan harga mulai bergerak searah dengan trend semula. Dalam hal penunjukan indikator Bollinger Bands, bar candlestick tidak menembus middle band.

Sebagai masukan, untuk analisa trend jangka menengah panjang biasanya trader menggunakan analisa dengan gelombang Elliot (Elliot wave). Baca juga: 3 Hal Pokok Dalam Trading Dengan Gelombang Elliot
 M Singgih ... |  29 May 2020
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
Halo Agung. Entry Sell/Buy dapat dilakukan bila ada konfirmasi pada indikator Stochasitic. - Entry Buy, dapat dilakukan jika candle bergerak di atas garis EMA, dan terjadi oversold di indikator Stochastic. - Entry Sell, dapat dilakukan jika candle bergerak di bawah garis EMA, dan terjadi Overbought pada indikator Stochastic. Disarankan sebelum menggunakan strategi ini, pastikan trader sudah menguji di akun demo terlebih dahulu. Terima kasih.
 Damar Putra |  21 Mar 2022
Halaman: Cara Scalping Menit Dengan Ema Dan Stochastic
Kombinasikan indikator RSI dengan Bollinger Bands untuk memperoleh sinyal trading terkonfirmasi
indikator RSI menunjukkan impuls pergerakan harga
Bollinger Bands mengindikasikan arah pergerakan pasar
 Erik Ihza ... |  11 Apr 2022
Halaman: Cara Trading Candlestick Jitu Dengan Rsi
"Anton memiliki saldo 3 BTC yang dibeli di harga Rp4,300,000. Namun, saat ini harganya menjadi Rp4,200,000. Jika Anton memaksa menjualnya, maka akan rugi Rp300,000. Namun, Anton memprediksi harga akan cenderung turun sampai Rp3,900,000. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menjualnya di harga Rp4,200,000 dan mendapatkan cash sebesar Rp12,600,000. Uang tersebut lantas digunakan untuk membeli Bitcoin di harga Rp4,000,000, sehingga Anton memiliki 3.15 BTC sekarang. Esoknya, harga kembali naik mencapai Rp4,200,000, dimana harga penjualan 3.15 BTC bernilai Rp13,230,000. Artinya, Anton mendapatkan profit senilai Rp630,000."

Andai semudah itu memprediksikan naik turunnya harga.
 Adhi |  20 Apr 2022
Halaman: Strategi Trading Bitcoin Dari Perintis Indodax
@Indra: Seperti yang tertampil pada artikel di atas, pada pada dasarnya, indikator MACD kurang bagus apabila digunakan untuk melihat kondisi overbought dan oversold. Jenis indikator ini penggunaannya untuk trend (struktur market) dan momentum. Cara mengetahui overbought dan oversold dengan menggunakan indikator MACD adalah dengan melihat akselarasi naik/turun dari garis MACD. Jika garis MACD naik/turun secara cepat, hal ini menunjukkan (memberikan signal) harga sudah overbought/oversold dan akan kembali ke normal. Cara ini kurang akurat karena akan banyak false signal. Untuk lebih akurat, pasangkan dengan indikator oscillator seperti RSI.
 Kiki R |  21 Apr 2022
Halaman: Cara Menggunakan Indikator Macd Untuk Day Trading
Kalau berdasarkan artikel, indikator Ichimoku sudah bagus tanpa perlu ada tambahan indi lainnya, pak. Karena selain sudah cukup lengkap, tampilan Ichimoku sendiri sudah cukup memenuhi layar Anda, sehingga kalau ada tambahan indikator, bisa-bisa Anda jadi susah dan pusing sendiri.
 Sandy Pratama |  26 Apr 2022
Halaman: Indikator Pilihan Untuk Analisa Cryptocurrency

Kamus Forex

Indikator Teknikal

Alat yang dibuat berdasarkan perhitungan matematis atas histori harga, volume, atau minat pasar terhadap sebuah instrumen investasi atau kontrak keuangan. Penggunaan indikator teknikal bertujuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.

Indikator Ekonomi

Data statistik yang digunakan oleh analis dan pelaku pasar untuk mengetahui kondisi ekonomi terkini maupun memproyeksikan peluang ekonomi di masa depan. Indikator ekonomi juga dapat digunakan untuk menentukan sehat-tidaknya perekonomian suatu negara.

Emas Hitam

Sebutan untuk komoditas minyak mentah. Emas hitam juga disebut sebagai minyak bumi, dalam bahasa Inggris diistilahkan dengan Crude Oil.

Komentar[26]    
  Hafiz   |   20 Feb 2015
apa cukup kita trading dengan indikator tertentu hanya karna populer digunakan banyak trader lain? memang apa keuntungan lebih dari indikator yang populer? apa dengan begitu bisa lebih besar peluang untungnya?
  M Singgih   |   11 Dec 2015
@ Hafiz:
Yang populer strateginya, bukan indikatornya. Keuntungan kita ngikut strategi populer adalah kemungkinan untuk berhasil tinggi karena banyak trader yang menggunakan strategi tsb. Misal strategi simple moving average (sma) 200 day untuk menentukan arah trend jangka panjang dan level support dan resistance digunakan oleh banyak trader sebagai acuan.
  Yohan4343   |   1 Mar 2015
@Hafiz: Ada yg bilang pakai indi populer artinya bisa ngikut aliran trader yg ordernya lebih dominan. Logikanya si banyak yg pake ema 200 berarti entar hasil analisanya sama. Misal hasil pegamatan dari ema 200 ada sinyal buy, berarti banyak juga trader yg dapet sinyal itu. Kemungkinan ikut arus pasar yg lagi buy itupun juga makin kuat. Kalo pake prinsipnya trader follower si ini masuk akal. Tapi menurut ane kenyataannya ga sesimpel itu. Masi lebih bagus pake indikator favorit sendiri daripada ngikut yg paling populer. Kaya ema 200 ini buat ane masi terlalu lag jadi apa ane juga mesti pake indikator ini karna ini populer banget meski ga cocok sama ane? Jelas lebih baik ga dipake daripada malah bikin sulit analisa
  Bambang Joe   |   8 Mar 2015
gmn kl trnyt tren d 3 tf searah, tp g ada yg mnunjukkan hrg baru bounce dr level ema? atau jg hrg udh brgrk jauh dr posisi pemotongan kurva hkn di tf terkecilnya. apa bs tetep entry ato nunggu ada sinyal pemotongan kurva ema lg di tf terkecil baru bs entry?
  M Singgih   |   11 Dec 2015
@ Bambang Joe:
Maaf Pak, pertanyaannya kurang jelas, apa maksudnya : kurva hkn di tf terkecilnya? hkn itu singkatan apa ?
Mungkin maksudnya kalau harga sudah bergerak jauh dari kurva ema 200 pada tf terkecilnya apa kita harus menunggu sampai ada pemotongan? Kalau menurut strategi tersebut memang harus menunggu. Selain itu Anda juga bisa mengamati pasangan mata uang lainnya, jadi tidak harus menunggu satu pasangan mata uang.
  Eko Winarso   |   20 Mar 2015
Jika memperhatikan prinsip entry dengan sinyal terbaik maka pastinya perlu menunggu hingga ada bounce atau pull back dari kondisi harga yang baru memotong garis EMA. Ini karena untuk menyesuaikan prinsip entry dari strategi ini, yaitu buy the dip atau sell the rally, yang artinya baru memanfaatkan bounce atau pull back supaya peluangnya bisa lebih maksimal. Pada penerapannya sinyal yang benar-benar valid dan bagus memang tidak sering muncul, oleh karena itu jika benar-benar ingin entry dengan sinyal yang paling potensial harusnya menunggu hingga syarat-syarat entry yang disebutkan di atas terpenuhi semua. Memang tidak sering, namun jika bisa dimanfaatkan secara maksimal saat sinyal seperti ini muncul maka perolehan profitnya juga akan sepadan.
  Bambang Joe   |   16 Jun 2015
phm2. tp drmn y ntar kt tau klo sinyalnya udah oke? apa prlu kita mantau chart trus sampe ada momen yg pas, ato sinyal2 smcm ini bs di reminder? kn mustahil jg klo kta ngecekin chart tnp putus2. tp syng jg klo smpe kelewatan. biar kta bs selalu entry dimomen yg bnr tipsnyagmn nih? oya kl ane cr sl sesuai rasio n trnyt dptnya g pas d posisi hrg tertinggi / terendah apa msh boleh?
  M Singgih   |   11 Dec 2015
@ Bambang Joe:
Seharusnya dipantau, tetapi tidak harus terus-menerus karena pergerakan harga yang akan memotong atau mendekati kurva ema 200 bisa diantisipasi, misal kalau masih jauh jaraknya maka tidak harus dipantau terus, kalau sudah dekat atau akan memotong baru dipantau. Atau mungkin Anda bisa membuat EA-nya.
  Fahd Fuadi   |   13 May 2015
bagus....
  Toni Irawan   |   27 Sep 2016
Untuk  Apply to nya pakai yg mana pak , untuk indi EMA 200 dan Stochastic ?
  M Singgih   |   28 Sep 2016
@ Toni Irawan:
Mungkin maksud pertanyaannya untuk apply tf nya…
Kalau mengacu pada strategi ini maka tf untuk membuka posisi adalah H1 (1 jam), tetapi untuk konfirmasi arah trend harus melihat tf H4 atau daily. Jika harga bergerak diatas kurva ema 200 maka trend sedang bullish dan siap-siap open buy di tf H1, sebaliknya jika harga bergerak dibawah kurva ema 200 maka trend sedang bearish dan siap-siap open sell. Untuk periode indikator stochastic adalah (14,3,3).
  Thatik   |   21 Oct 2016
Yang jadi patokan OP tf yang 1h ya ? misal kedua tf yang lain sudah sama berarti saya harus menunggu sampai yang tf1h memotong ema dan akhirnya ketiga tf posisix sama, apa begitu mksud keterangan anda ?? baru setelah itu saya langsung bisa OP ?
  M Singgih   |   25 Oct 2016
@Thatik:
Ya, benar, asal trend di tf  H4 dan daily sudah sama, Anda bisa menunggu pergerakan harga di tf H1 sampai searah dengan yang di tf H4 dan daily, baru membuka posisi dengan cara buy the dip (buy saat harga pull back) atau sell the rally (sell pada saat harga bouncing). Tetapi seperti pada keterangan diatas jika arah trend di tf H4 dan tf daily tidak sama, misalnya di tf H1 searah dengan yang di tf H4 tetapi berbeda dengan yang di tf daily maka hindari trading di pasangan mata uang tersebut, dan Anda bisa cari pasangan mata uang lain yang memenuhi syarat tersebut.
  Budi   |   12 Feb 2019

Pak @M Singgih...Kalo boleh tau, pak @M Singgih pribadi  mengunakan indicator apa saja ya untuk Frame Berikut:
~ 4 Hours
~ Daily
~ Weekly

Maaf ya pak saya penasaran saja...

  M Singgih   |   14 Feb 2019

@Budi:

Secara teknikal, saya pribadi menggunakan analisa trend dan momentum, biasanya antara tf H1, H4 dan daily. Tf yang lebih rendah untuk cari momentum entry.
Kalau di tf tinggi sedang uptrend, antisipasinya buy, kalau sedang downtrend sell. Kapan saat untuk entry (buy atau sell) disesuaikan dengan momentum yang tepat.

Analisa trend menggunakan indikator trend, seperti moving average (sma, ema), MACD, ADX, Bollinger Bands, parabolic SAR. Analisa momentum menggunakan indikator oscillator seperti RSI atau stochastic.
Momentum entry bisa salah kalau misalnya saat harga bergerak uptrend, tetapi indikator oscillator menunjukkan divergensi bearish. Yang seperti ini harus dihindari.

Meski demikian, analisa teknikal hanya sebagai konfirmator dari kondisi pasar yang sedang terjadi, karena hampir semua indikator teknikal bersifat lagging atau terlambat dalam merespon pergerakan harga. Yang bersifat leading atau mendahului pergerakan harga adalah analisa sentimen pasar berdasarkan price action.

Intinya sbb:
1. Tentukan terlebih dahulu level-level resistance dan support. Kalau tidak jelas gunakan Fibonacci, baik retracement atau expansion.
2. Amati price action yang terbentuk, baik single candle maupun beberapa candle (chart pattern).
3. Amati indikator trend, apakah mengkonfirmasi price action yang terjadi.
4. Amati indikator oscillator, terjadi divergensi atat tidak. Kalau tidak, tentukan momentum entry yang tepat.
5. Kalau indikator trend tidak menunjukkan sedang trending, berarti harga sedang bergerak sideways. Ketika sideways, amati area overbought / oversold indikator oscillator, kalau overbought maka sell, dan kalau oversold buy.

  Budi   |   14 Feb 2019

Terima Kasih, Pak @M Singgih
pak @M Singgih.. kalo untuk ukur Target Profit-ny bedasarkan apa?
Makasih...

  M Singgih   |   15 Feb 2019

@Budi:

Pada umumnya trader (termasuk trader profesional) menentukan level Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP) denganmengacu pada level-level resistance dan support, dengan risk/reward ratio minimal 1:1.

Pertama kali tentukan berapa persen risiko yang diinginkan dari balance / equity, kemudian tentukan SL dalam satuan pip. Dari position sizing ini akan ketahuan ukuran lot untuk entry. Setelah itu tentukan risk/reward ratio (sebaiknya minimal 1:1), misal 1:2, maka besarnya TP dalam satuan pip adalah 2 kali dari SL, dan disesuaikan dengan level support atau resistance yang dekat dengan perhitungan tsb.

Tetapi kalau pergerakan harga sedang trending dengan kuat (bisa diamati dari indikator ADX), maka sebaiknya menggunakan fasilitas trailing stop, supaya profitnya bisa maksimal.

  Andri   |   18 Jul 2019

jika konfirmator open posisi di ganti dgn indikator MACD bagaimana?

  M Singgih   |   22 Jul 2019

@ Andri:
Bisa saja. MACD banyak digunakan sebagai konfirmasi arah trend, sementara stochastic atau RSI adalah konfirmasi momentum untuk membuka posisi. Saran kami, disamping konfirmasi trend, sebaiknya juga menggunakan indikator yang menampilkan momentum seperti pada indikator jenis oscillator (RSI, stochastic, CCI).

  Alfian Hidayat   |   19 Aug 2019

Pada trading daily, kapan waktu yang tepat untuk menentukan open posisi?

  M Singgih   |   28 Jul 2020

@ Alfian Hidayat:
Bisa dikonfirmasikan dengan indikator teknikal, seperti misalnya dikonfirmasi dengan indikator stochastic seperti pada contoh di atas.

  Yogi   |   21 Jun 2020

Terima kasih dan sangat membantu

  Trader   |   27 Jul 2020

Saat Price melewati garis EMA 200 dari atas ke bawah, kemudian bounce ke atas lagi, apakah bisa dikatakan uptrend jika belum melewati garis EMA 200 dari bawah ke atas sedangkan bentuk pricenya sudah membentuk 2x Higher High dan 3x Higher low tapi masih di bawah garis EMA 200?

  M Singgih   |   28 Jul 2020

@Trader:

Dalam hal ini yang dilihat adalah harga penutupan dari bar candlestick terakhir. Jika harga penutupannya telah berada di atas kurva EMA 200, maka bisa diasumsikan pergerakan harga sedang uptrend.

 

  Trader   |   28 Jul 2020

Yang di maksud diatas garis EMA 200 apakah baru saja melewati garis EMA 200 dari bawah ke atas sehingga price nya tidak jauh diatas EMA 200 atau bagaimana?

dan misalnya di TF Daily Pricenya jauh diatas EMA 200 dan stocasitc menunjukkan overbought, dan di TF 4H seperti itu juga, namun di TF 1H baru saja menyentuh garis EMA 200 dari bawah ke atas, apakah bisa membuka posisi buy?

  M Singgih   |   29 Jul 2020

@Trader:

- Yang di maksud diatas garis EMA 200 apakah baru saja melewati garis EMA 200 dari bawah ke atas sehingga price nya tidak jauh diatas EMA 200….

Jawaban: Ya.

- … dan misalnya di TF Daily Pricenya jauh diatas EMA 200 dan stocasitc menunjukkan overbought, dan di TF 4H seperti itu juga, namun di TF 1H baru saja menyentuh garis EMA 200 dari bawah ke atas, apakah bisa membuka posisi buy?...

Jawaban: Kalau Anda trading pada time frame daily atau H4, maka bisa masuk buy, tetapi kalau trading pada time frame H1, maka harus menunggu hingga harga penutupan di atas kurva EMA 200. Mengenai indikator stochastic, yang dilihat adalah perpotongan kurva %K dan %D untuk konfirmasi, bukan overbought atau oversold-nya.

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip