Strategi Trading Jangka Pendek

SAM 21 Nov 2011
Dibaca Normal 5 Menit
forex > belajar >   #strategi-trading   #jangka-pendek
Salah satu alasan mengapa banyak trader menggemari strategi trading jangka pendek adalah karena potensi profit dan loss bisa diketahui sesegera mungkin. Tertarik untuk mencobanya?

Menjadi seorang trader artinya Anda telah memutuskan untuk memperoleh income tambahan dari selisih mata uang yang sedang ditradingkan. Namun, sudahkah Anda memilih strategi trading manakah yang paling ideal untuk "berburu"?

Dalam dunia trading forex, strategi trading bisa ditentukan berdasarkan banyak aspek, mulai dari pemilihan time frame, jenis analisa yang digunakan, hingga cara membaca chart. Namun jika dilihat secara umum, kebanyakan trader lebih menyukai strategi trading jangka pendek alias short-term. Tipe trader yang demikian biasanya ingin memperoleh kepastian profit dan loss sesegera mungkin. Dengan demikian, para short-term trader cenderung "rajin" untuk entry posisi dalam waktu sehari, karena prinsip tradingnya ialah "sedikit asal sering".

Nah, jika Anda tertarik untuk mencoba strategi trading jangka pendek ini, maka strategi yang bisa Anda gunakan adalah dengan memanfaatkan momentum jangka pendek. Ada tiga jenis indikator teknikal yang perlu Anda gunakan untuk melancarkan strategi ini. Apa saja ya?

 

Indikator Pendukung Strategi Trading Jangka Pendek

Meski ada banyak jenis indikator teknikal, tetapi sebaiknya Anda memasang tiga indikator penting ini untuk kesuksesan trading di time frame rendah:

 

1. Simple Moving Average (SMA)

Indikator SMA juga dikenal sebagai Moving Average yang umum digunakan saat ini. Indikator ini menjadi salah satu tool andalan para newbie, karena penggunaannya yang sederhana tapi multifungsi. Biasanya, SMA digunakan dengan setting periode 200-Day (SMA-200) sebagai acuan tren jangka panjang. Namun dalam strategi trading jangka pendek, SMA yang disarankan adalah SMA-100 untuk memastikan akurasi open posisi sesuai arah trend.

Jenis Moving Average

(Baca Juga: Menggunakan Moving Average Sebagai Dasar Menentukan Open Position)

 

2. Exponential Moving Average (EMA)

Indikator EMA adalah varian kedua terpopuler setelah SMA. Umumnya, trader menggunakan indikator ini untuk mengantisipasi volatilitas pada time frame rendah, terutama saat rilis berita berdampak tinggi. Berbeda dengan indikator SMA, EMA menggunakan formulasi di mana harga pada candlestick terakhir lebih berpengaruh. Dalam kaitannya untuk trading jangka pendek, periode EMA yang digunakan adalah 20-Day (EMA-20) dan 10-Day EMA (EMA-10). EMA-20 bermanfaat untuk mengetahui pergerakan dari momentum chart yang baru terjadi, sementara EMA-10 bisa digunakan untuk day trading.

 

3. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Kemunculan sinyal trading yang ditunjuk oleh indikator tren seringkali menimbulkan keraguan bagi trader. Untuk itu, dibutuhkan satu tool yang bisa mengkonfirmasi sinyal tersebut secara lebih akurat, misalnya indikator MACD. Pada dasarnya, indikator MACD bisa Anda tambahkan dalam setup trading jangka pendek sebagai penunjuk arah tren serta momentum pasar. Pun, MACD juga digunakan untuk menyaring fake signal, sehingga risiko salah entry juga semakin kecil.

Jika ketiga jenis indikator di atas digabung, maka tampilannya akan tampak sebagaimana dalam chart EUR/USD berikut ini:

Indikator Untuk Trading Jangka Pendek

 

Setup Entry Untuk Trading Jangka Pendek

Dalam menggunakan strategi trading jangka pendek, Anda bisa mengambil posisi entry (BUY/SELL) dengan berpedoman pada setup berikut ini:

  1. Atur time frame menggunakan M5 hingga M30.
  2. Tambahkan indikator EMA-20, SMA-100, dan MACD dalam chart pair yang sedang Anda tradingkan.
  3. Entry BUY bisa diambil apabila terjadi crossing antara EMA-20 terhadap SMA-100 dari bawah ke atas, serta MACD berada di area positif.
  4. Sebaliknya, apabila crossing antara EMA-20 dan SMA-100 terjadi dari atas ke bawah serta histogram MACD berada di area negatif, maka Anda bisa entry SELL.
  5. Tentukan level Stop Loss dan Take Profit sesuai dengan pengaturan manajemen risiko Anda.

Jika diaplikasikan dalam chart, maka skenario entry BUY/SELL bisa Anda lihat dalam chart AUD/USD berikut ini:

Setup Entry Untuk Trading Jangka Pendek

 

Tertarik Dengan Strategi Trading Jangka Pendek? Perhatikan Poin Berikut!

Trading jangka pendek menawarkan kepastian profit dan loss dengan cepat. Kalau Anda lagi mujur, bisa jadi 10 OP Anda hari ini semuanya profit, hati pun senang. Namun, apa jadinya bila dari 10 entry, 8 di antaranya loss?

Kondisi yang demikian bisa terjadi karena kurangnya manajemen emosi dalam diri trader. Saat ia memperoleh profit beruntun, bukan tidak mungkin ia berencana entry lagi dengan lot yang lebih besar. Sayangnya, ia mengesampingkan manajemen risiko, sehingga level-level batasan profit dan loss tak diperhatikan. Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa Anda perhatikan sebelum memulai trading jangka pendek:

1. Tentukan level Stop Loss melalui perhitungan yang matang. Tujuannya adalah agar Anda bisa memperkirakan besarnya batas toleransi risiko, sebelum memperhitungkan besarnya nominal profit. Intinya, bukan profit yang paling diutamakan, tapi pengukuran risiko-lah yang perlu didahulukan. Alih-alih memburu profit, sebaiknya amankan dana trading Anda dengan setup Stop Loss yang tepat. Anda bisa menggunakan perhitungan Risk Reward Ratio untuk menentukan rasio profit dan loss-nya.

Menentukan Risk Reward Ratio

 

2. Bersabarlah dalam menunggu momentum di pasar. Tahukah Anda apa bedanya pemenang dengan pecundang? Seorang pecundang biasanya akan exit dari pasar saat tabel profitnya bertanda positif. Padahal, bisa jadi harga masih melanjutkan floating profitnya, sehingga ada kemungkinan perolehan profit pun lebih besar.

Berbeda dengan seorang pemenang, ia biasanya akan sabar menunggu pergerakan harga sesuai dengan rencana trading yang telah dibuat -meski saat itu harga sedang floating loss. Dengan demikian, ia pun tahu letak kesalahannya di mana, sehingga bisa mengevaluasi rencana tradingnya menjadi lebih baik. Jadi, di antara pecundang dan pemenang, yang manakah karakter Anda?

 

3. Perhitungkan Money Management dengan teliti dan hati-hati. Pergerakan harga di time frame pendek bisa sangat cepat dan di luar kendali Anda. Adanya pelebaran spread juga menjadi "momok" tersendiri bagi para trader jangka pendek. Untuk itu, Anda harus selalu mawas kalau-kalau spread mendadak melebar saat kondisi pasar cenderung volatile. Kunci untuk mengatasinya: terapkan setup Money Management yang baik.

 

Tahukah Anda? Strategi trading jangka pendek dengan menggunakan time frame rendah semacam ini juga dikenal dengan istilah Scalping. Para trader penggemarnya pun dijuluki sebagai Scalper Mania. Biasanya, trader scalper akan menggunakan beberapa kombinasi indikator, salah satunya adalah scalping dengan Moving Average dan MACD.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Asmila |  20 Feb 2019

Saya sudah menemukan strategi trading dengan MA dan Oscilator. Sudah saya coba di Demo Account dan berkali-kali profit. Adakah hal lain yang harus saya persiapkan untuk menyempurnakan strategi trading saya?

Lihat Reply [32]

Untuk Asmila,

Kalau Anda sudah yakin dengan akurasi dari strategi dan analisa yang digunakan, dan bisa menghasilkan profit yang konsisten dari strategi trading dan money management tersebut, maka Anda boleh mencoba bertrading dengan akun real.

Namun perlu diingat bahwa terdapat perbedaan suasana dan aura psikologis antara trading di akun demo dengan akun real. Jika Anda belum mampu menguasai emosi dan psikologis dengan baik, bukan berarti Anda tidak boleh membuka akun real. Hanya saja, demi melatih emosi dan psikologi terlebih dahulu, sebaiknya Anda menggunakan dana yang kecil sebagai permulaan Anda bertrading dengan uang sungguhan. Jika Anda mampu mengatasi emosi & psikologis dan tetap bisa menghasilkan profit yang konsisten seperti bertrading pada akun demo, maka barulah Anda boleh menambah jumlah deposit menjadi lebih besar.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   20 Feb 2019

Untuk Hani,

Strategi hedging atau locking adalah strategi yang biasanya digunakan untuk mengantisipasi kerugian. Mengenai strategi apa yang efektif digunakan pada pasar forex, itu tergantung dengan tipe dan gaya Anda bertrading. Apakah Anda condong ke seorang scalper? Atau ada lebih nyaman bertrading dengan santai ala intraday? Atau justru Anda cenderung ke sosok long-term investor? Semua itu mempunyai cara dan strateginya masing-masing.

Baik scalper, intraday ataupun long-term, hal utama yang perlu diperhatikan oleh mereka semua adalah menentukan tren yang sedang berlangsung sebelum memutuskan untuk memasuki pasar. Teknik yang umumnya digunakan adalah teknik buy on dips dan sell on rallies. Namun pada saat kondisi trending, entry dengan mencari momentum breakout dinilai lebih agresif dan profitable.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   12 Mar 2019

Untuk Khobiburahman,

Saya sejujurnya hanya menggunakan indikator teknikal moving average dan Stochastic sebagai momentum entry atau exit. Selain itu, saya juga mengkombinasikan indikator tersebut dengan penerapan zona support dan resisten. Strategi setup yang saya gunakan adalah breakout dan bounce.

Ketika harga sedang berada disekitar zona support atau resisten, saya mengamati price action untuk mencari petunjuk apakah harga akan menembus level tersebut (break) atau hanya sekedar re-test yang berujung pada rejection (bounce). Kemudian saya padukan dengan indikator moving average dan Stochastic sebagai indikator konfirmator dan untuk mencari momentum entry dan exit.

Berikut tampilan chart pada Meta Trader yang saya gunakan.

chart

Indikator yang saya gunakan adalah:

  • Simple Moving Averages. Periode 20, close.
  • Stochastic. Periode %K14, %D3 dan slowing 3.
  • Preferred time frame H1 dan H4.


Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   20 Mar 2019

@ Fregian:

- …. sudah 2 th belajar forex, tetapi loss terus mungkin saya depositnya terlalu rendah kali ya?

Profit atau loss dalam trading forex tidak ditentukan oleh besar kecilnya dana untuk trading, tetapi ditentukan oleh sistem trading yang Anda gunakan.

Sistem trading terdiri dari metode, strategi entry dan exit dan strategi money management. Metode meliputi indikator teknikal yang digunakan, dan biasanya disesuaikan dengan type trading Anda, apakah ingin trading dalam jangka pendek (scalping atau trading harian), jangka menengah atau jangka panjang. Money management meliputi besarnya resiko per trade dan risk/reward ratio. Agar dalam jangka panjang bisa profitable sebaiknya risk/reward ratio lebih besar dari 1:1.

Sebelum digunakan, sistem harus dijui dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam account demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentase profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.

- … supaya bisa menahan floating bila saya memasang di 0.01 x 5 x entry ( saya pakai teknik m singgihgale )

Ketahanan modal tergantung dari margin (leverage yang Anda gunakan), dan pair yang Anda tradingkan. Untuk contoh cara menghitung ketahanan modal, silahkan baca pada rubrik tanya jawab ini.

Sebagai catatan, dalam menggunakan teknik m singgihgale, modal yang diperlukan bisa relatif besar kalau salah posisi, karena kita tidak tahu pasti kapan pergerakan harga akan berbalik arah. Jadi risikonya cukup besar.

- …. yang saya pakai fibonacci retracement, level support n resistance,…

Fibonacci retracement sebenarnya juga menentukan level-level support dan resistance, kalau tidak bisa diamati dengan jelas mana support / resistance yang dominan. Kalau support dan resistance sudah jelas dari pengamatan, tidak harus dengan Fibo retracement, kecuali Anda ingin tahu batas-batas level koreksi yang sedang terjadi.

- ….. TF 4H , dan tidak lupa saya menerapkan money management juga, dan cenderung saya lebih tertarik menjadi scalper ….

Scalper biasanya tidak trading pada time frame H4, tetapi pada time frame H1 kebawah (M30, M15 atau M5), karena dalam scalping yang diharapkan adalah kecepatan pergerakan harga, untuk mendapatkan profit kecil (dalam pip) tetapi sering.

M Singgih   30 Jun 2019

terjawab sudah, trimakasih banyak Master, ilmunya sangat bermanfaat bagi kami trader yang baru ingin memulai investasi. saya senang dengan jawaban yang di berikan master, sudah lengkap semua . trimakasih. semoga tuhan membalas kebaikan anda semua. :)

Fregian   9 Jul 2019

@ Adi Santoso:

Agar pede dan tidak dipermainkan emosi, Anda harus trading berdasarkan sistem trading yang telah dipersiapkan dan telah diuji, serta terbukti menghasilkan keuntungan dalam periode waktu tertentu.

Sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management. Metode entry dan exit menggunakan analisa teknikal, strategi entry bisa berdasarkan analisa teknikal atau analisa fundamental, sementara money management terdiri dari risk management dan risk/reward ratio setiap kali entry. Metode entry dan exit yang umum adalah sinyal yang dihasilkan dari price action yang telah terkonfirmasi oleh indikator teknikal.

Strategi entry adalah cara yang Anda gunakan untuk entry, bisa berdasarkan analisa teknikal (misalnya entry ketika pasar trending / strategi breakout, atau ketika terjadi bouncing / strategi buy the dip / sell the rally. Strategi entry yang berdasarkan analisa fundamental adalah entry beberapa saat setelah rilis news data berdampak tinggi.

Yang perlu diketahui agar sistem trading bisa digunakan dengan baik:

1. Uji sistem tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam akun demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentase profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.
2. Buat rencana trading yang jelas, lengkap dengan kriteria untuk entry dan exit, resiko per trade dan risk/reward ratio.
3. Jalankan rencana trading tersebut dengan disiplin, dan kendalikan emosi sewaktu trading. Rencana dan proses dalam trading seharusnya tidak dipengaruhi oleh emosi.
4. Buat jurnal trading untuk evaluasi. Benahi mana yang kurang dan tingkatkan persentase keuntungannya.

Dalam hal money management, agar dalam jangka panjang hasil trading profitable, Anda harus menentukan risk/reward ratio pada setiap trade lebih tinggi dari 1:1.
Jika sistem trading Anda profitable, maka angka harapan profitnya tinggi, yaitu kemungkinan besar hasil trading Anda secara keseluruhan akan profit.

M Singgih   28 Nov 2020

@ Yudhayana:

Setahu saya broker tidak melarang trader menjual program (EA) yang berisi sistem trading ataupun strategi trading.

 

M Singgih   14 Dec 2020

Mungkin yang dimaksud itu risikonya untuk tradernya pak setelah menjual sistem trading. Saya juga kepikiran seperti itu, misalnya sudah punya strategi ya ciamik, nah dibuatin ebooknya..terus dijual di forum, atau komunitas..

Apakah yang saya lakukan ini berpotensi melanggar hukum? Kan forex di Indo kek dipandang negatif gitu. makasih

Agus   14 Dec 2020

@ Agus:

Menurut kami tidak melanggar hukum selama tidak melakukan penipuan, atau ebook yang Anda jual bukan merupakan contekan. Di komunitas trading setahu kami banyak yang menjual EA, indikator dan juga jasa pembuatan EA.
Mungkin ada yang menganggap trading forex negatif, tetapi banyak broker lokal (yang dianggap legal) yang juga banyak tradernya. Mereka juga ada yang butuh EA, indikator atau mungkin juga buku pengetahuan tentang trading.

 

M Singgih   14 Dec 2020

@ Bimbim:

Anda bisa saja mengcopy strategi trader lain dalam jangka panjang, tetapi pastikan bahwa master yang strateginya Anda copy kinerja (performance)-nya bagus. Artinya master tersebut bisa menghasilkan profit yang konsisten dalam periode waktu tertentu, misal bisa profit sekian persen dalam sebulan.

 

M Singgih   11 Jan 2021

Berarti untuk melakukan semua proses tersebut membutuhkan waktu yang lama ya pak?

Dan untuk menguji tahap 1-4, itu lebih baik diuji menggunakan akun rill dengan modal kecil atau cukup dengan akun demo saja pak?

Adi Santoso   12 Jan 2021

@ Adi Santoso:

- Mengenai waktu yang dibutuhkan untuk proses pengujian ituy relatif, untuk proses backtest tidak membutuhkan waktu lama karena hasilnya bisa langsung diketahui, tetapi untuk forward test memang lebih lama.
- Untuk menguji secara forward test, biasanya dengan akun demo, tetapi jika ingin dengan akun riil juga tidak masalah.

 

M Singgih   13 Jan 2021

Apakah strategi trading itu, terus relevan untuk jangka panjang, maksud saya untuk jangka waktu 10 tahun misalnya. Apakah startegi tsb masih bisa dipakai pak?

Jabrix   19 Feb 2021

@ Jabrix:

Tidak. Sistem trading yang terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management seharusnya dievaluasi dari waktu ke waktu. Jika persentase profitnya sudah kurang dari 50%, maka harus dibenahi lagi sistem tersebut.

Caranya adalah dengan menguji sistem tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam account demo), dan lihat persentase profitnya.

 

M Singgih   20 Feb 2021

Waow...mantul banget responnya....

Tapi saya mau tanya untuk yg nomer 4, apakah bapak bisa membagikan format jurnal tradingya dan gimana cara evaluasinya pak? 

William   11 Aug 2021

@ William:

Silahkan Anda baca di thread ini. Ada contoh jurnal dari para trader.

 

M Singgih   11 Aug 2021

@Lydia Dewi:

Pertama, untuk pernyataan kakak mengenai banyak trader yang loss karena strategi yang dipakai itu-itu saja bisa dibilang benar. Namun untuk sedikit meluruskan, bahwa jika ada dua orang trader sama-sama menggunakan strategi yang sudah teruji Profitable maka belum tentu dua-duanya juga akan mendapatkan keuntungan. Banyak sekali faktor yang berpengaruh di sana seperti, tingkat disiplin orang tersebut, Money Management yang digunakan, serta faktor-faktor teknis ataupun non-teknis lainnya. Jadi tidak bisa benar-benar disalahkan strategi yang digunakan.

Mengenai proses pembuatan sebuah strategi baru sebenarnya prosesnya simple. Kakak tinggal mengamati pergerakan market hingga menemukan sebuah pola yang terus menerus berulang dari waktu ke waktu. Pola-pola ini sendiri bisa muncul dari baik dari sisi visual harga, perhitungan matematis, bahkan hal-hal diluar market seperti kondisi market, gejala alam, dan lain sebagainya. Beberapa contoh di luar market itu bisa coba kakak baca di artikel kami tentang strategi paling aneh berikut.

Jika sudah menemukan pola berulang tersebut, kakak tinggal melakukan pengujian secara bertahap untuk melihat performa yang dihasilkan strategi pada market masa lampau dan masa kini. Contoh yang paling Simple yang sering digunakan saat ini adalah Breakout harga baik itu dari Ranging Price ataupun Moving Average.

breakout-1

Namun untuk bisa sampai ke tahap tersebut, tentu kakak harus belajar dari dasar terlebih dahulu mengenai pola pergerakan market itu. Ini juga termasuk belajar strategi-strategi yang sudah ada saat ini dari yang paling Simple hingga Advance. Sambil belajar dan mencari ini, kakak juga bisa coba menggunakan dan mempraktekkan hal yang sudah dipelajari tersebut. Seringnya, strategi-strategi yang kakak temukan saat ini bisa tercipta dari interaksi dan pengembangan strategi-strategi yang sudah ada sejak dulu. Jadi mungkin kakak bisa coba menemukan pola atau interaksi baru antara indikator-indikator yang bisa menghasilkan keuntungan daripada harus mencoba menemukan cara baru. Contohnya pada strategi yang memanfaatkan MA dan ADX berikut.

Nur Salim   23 Jan 2022

@Berry Putra: Ada beberapa strategi trading yang akuran dan menguntungkan yang bisa Anda gunakan dalam trading.

1. Price action trading

2. BBMA

3. Divergence trading

Untuk lebih detail mengenai ketiga strategi di atas, Anda bisa search pada website ini atau pada mesin pencarian. Sudah banyak artikel yang membahas ketiga strategi tersebut.

Kiki R   13 May 2022

strategi trading apa saja yang memiliki akurasi tinggi dan menguntungkan?

Berry Putra   12 May 2022

Saya pekerja kantoran full time, baru pulang ke rumah sekitar jam 6 sore. Ingin trading forex untuk pemasukan tambahan. Kira2 gaya trading yang paling sesuai buat saya bagaimana ya? Mohon tipsnya tq.

Anwar Badrus   6 May 2022

Jika anda cuma punya waktu saat pulang kerja, maka bisa mencoba swing trading. Metode ini tidak menuntut Anda untuk terus terpaku di depan layar.

Swing trading bisa dilakukan untuk trader jangka menengah. Kunci dari swing trading terletak pada analisa trend, agar Anda tahu kapan masuk dan keluar pasar yang tepat.

Untuk menjadi swing trader, bisa memanfaatkan indikator Fibonacci retracement, garis trend, dan pivot point.

Jika tidak suka memakai indikator, bisa menentukan titik entry dan exit dengan melihat level Support dan Resistance. Silakan baca artikel berikut untuk referensi:

Swing Trading, Strategi Forex Ideal Untuk Profit Maksimal

Ananta   1 Jun 2022

Halo para master, saya masih pemula, dan sudah 2 th belajar forex, tetapi loss terus mungkin saya depositnya terlalu rendah kali ya? hanya 10$ , kira kira berapa dana yang dibutuhkan untuk bermain forex dan supaya bisa menahan floating bila saya memasang di 0.01 x 5 x entry ( saya pakai teknik martingale ).

Saya sekarang sedang menguji teknik gabungan yang saya pakai di akun demo, yang saya pakai fibonacci retracement, level support n resistance, dan martingale, TF 4H , dan tidak lupa saya menerapkan money management juga, dan cenderung saya lebih tertarik menjadi scalper, mohon saran dari para master , salam sukses.

Fregian   27 Jun 2019

Saya tahu strategi hedging dan locking. Adakah strategi yg lain yg efektif di pasar forex?

Hani   12 Mar 2019

Para suhu, mohon inspirasinya untuk menampilkan strategi trading yg dipakai suhu. Mungkin bisa di screen shoot tampilan layar MT4/MT5 yg suhu pakai. 


Saya mau lihat indikator dan tools apa saja yang anda pakai. Makasih banyak suhu sudah berbagi.

Khobiburahman   20 Mar 2019

gw baru belajar forex 3 bulan belakangan ini setelah habis dana di invest robot. Sekarang masih baca-baca artikel dan ikut analisa dari strategi orang. Untuk bisa buat strategi sendiri bagaimana caranya? Apa emang harus pake strategi-strategi yang sudah ada? Logika gw, kalau trader banyak yg loss karena strategi yg dipake itu2 aja, kenapa ga bikin strategi atau indikator baru aja?

Lydia Dewi   23 Jan 2022

Mencopy strategi orang apakah tidak baik untuk jangka panjang? Soalnya saya punya mastah, kalau trading ngikutin dia rata2 profit..tapi kalau saya buat sendiri strateginya, malah loss...

Bimbim   8 Jan 2021

Saya dihadapkan pada dilema, saya ingin menjadi full time trader namun di lain sisi saat ini saya masih sangat bergantung pada signal dari analis lain. Jujur jika sang analisa tidak memposting analisanya, saya merasa tidak pede. Sudah pernah membuat analisa sendiri, namun masih belum pede memakainya. Bagaimana cara meningkatkan kepercayaan terhadap analisa / strategi trading yang kita buat sendiri.

Adi Santoso   25 Nov 2020

Apakah menjual strategi trading buatan kita sendiri diperbolehkan oleh broker?

Yudhayana   11 Dec 2020

Bagaimana cara mengetahui strategi trading kita sudah siap pakai uang real?

Sekarang masih uji coba di akun demo selama seminggu profit2 aja sih, ngk tahu di akun real gimana nanti.

Efraim   22 Jun 2022

@Efraim: Bagaimana cara mengetahui strategi trading kita sudah siap pakai uang real?

Cara mengetahuinya adalah dengan menguji performa trading Anda selama 3 bulan pada akun demo. Gunakan cara yang sama selama ini ANda gunakan saat trading akun demo.

Kalau selama 3 bulan ini performa trading Anda profitable dan konsisten, maka silakan Anda masuk ke akun real.

Kuncinya trading Anda harus profitable dan konsisten.

Kiki R   23 Jun 2022

Master setelah saya belajar forex dan mencoba trading. Saya menemukan sistem trading yg kadang profit,kadang loss. Sudah berputar-putar dengan bermacam-macam indikator tetap saja profit loss juga. Ajarin dong Master sistem trading yg punya winrate 60% ke atas,biar ga loss loss aja?

Tidak perlu sistem trading level dewa yg sudah Master miliki,Master kan punya sistem trading cadangan yg hanya berhasil 60% ajarin dong Master?

Akbar   29 Jun 2022

@Akbar: Pertama, pada dasarnya profit dan loss dalam trading adalah hal yang wajar. Banyak trader yang punya winrate 50% tetapi masih profitable karena risk/reward (RR)-nya 1:2 atau lebih.

Kedua, saya tidak punya sistem trading level dewa, sistem trading saya punya kelebihan dan kekurangan. Dengan winrate 65% dan RR 1:2, bagi saya itu sudah lebih dari cukup.

Performa trading ini saya dapatkan setelah meriset dengan jurnal selama berbulan-bulan. Setiap kesalahan dievaluasi dan mencari solusinya akhirnya semakin lama eksekusi semakin bagus.

Saya trading menggunakan metode supply and demand. Timing entry adalah yang paling sulit, saya meriset lebih dari 6 bulan. Banyak sekali kesalahan yang saya buat dan mencari jawaban dari kesalahan tersebut.

Timing ini tidak bisa diajarkan seperti template chart pattern atau pola candlestick, karena bukan pola melainkan mengikuti gelombang market. Saya pribadi juga sedang tidak ingin mengajar karena mengajar hal ini membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Oleh karena itu, saya menyarankan lebih baik Anda mengikuti course intensif yang mengajarkan Anda sampai ke timing entry.

Kiki R   30 Jun 2022
 Idha Kusbiyanto |  11 Apr 2022

Apakah strategi di trading forex bisa digunakan untuk trading kripto?

Lihat Reply [9]

@Idha Kusbiyanto:

Selamat pagi bu, untuk jawaban dari pertanyaan ibu sebenarnya bergantung pada jenis strategi trading forex yang digunakan. Jika menggunakan Fundamental analisis atau gabungan antara Fundamental dan Teknikal analisis, maka besar kemungkinan strategi tersebut tidak akan dapat digunakan pada kripto karena memang dasar fundamentalnya yang hanya memiliki sedikit kesamaan. Namun jika strategi yang digunakan murni menggunakan teknikal, maka besar kemungkinan bahwa strategi tersebut dapat digunakan juga pada pasar kripto. Contoh yang paling sederhana adalah dengan menggunakan indikator MACD pada trading forex. Indikator teknikal ini juga dapat digunakan dengan sangat baik pada mata uang kripto seperti BTC/USD.

btc-macd

Hanya saja perlu diingat, biasanya diperlukan sedikit optimasi atau penyesuaian agar strategi tersebut dapat berjalan dengan baik pada kripto. Selalu ingat untuk melakukan Backtest dan Forward Test terlebih dahulu sebelum menjalankannya dengan uang sungguhan.

Terima kasih, semoga membantu.

Nur Salim   13 Apr 2022

Selamat malam, Money Management untuk trading kripto sendiri sebenarnya hampir sama dengan Money Management lainnya. Prinsipnya adalah segitiga risiko yang terdiri dari batas toleransi kerugian yang ditetapkan, besaran Stop Loss yang digunakan, serta Lot/Share/Jumlah koin yang akan digunakan. Contohnya sebagai berikut:

mm-kripto

Harga yang naik pasca terbentuknya pola Candlestick Bullish Engulfing, kembali turun ke sekitaran pola tersebut. Karena pola ini juga berfungsi sebagai batas zona Support pada harga, maka besaran Entry dilakukan saat proses Retest tersebut dengan ketentuan sebagai berikut:

Modal = 100,000 USD.

Risiko yang siap ditanggung = 10%.

Stop Loss = 35,000 point.

maka Lot yang yang akan digunakan adalah = (10/100 * 100,000) / 35,000 = 0.28 Lot.

Sehingga jika harga turun dan mengenai Stop Loss sebesar 35,000 point, maka total kerugian yang akan ditanggung hanya sebesar 10% dari modal atau 10,000 USD.

Selain membatasi jumlah kerugian per transaksi seperti di atas, masih banyak cara lain yang dapat digunakan. Namun sebelum itu mohon di sadari, tujuan dari Money/Risk Management sebenarnya adalah untuk membatasi tingkat risiko saat trading kripto. Keuntungan yang lebih itu hanyalah sebuah bonus.

Terima kasih, semoga membantu.

Nur Salim   15 Apr 2022

@Amelia Nuryanti:

Secara garis besar baik itu di kripto, saham ataupun instrumen lain semua cara yang digunakan untuk menentukan trend juga bisa digunakan kok bu. Ibu bisa menggunakan indikator Moving Average untuk menentukan trend.

ma-trend

Atau ibu juga bisa menarik trend line pada harga atau juga menentukan titik-titik Higher High, Lower Low, Higher Low, Lower High agar bisa menerapkan Dow Theory untuk menentukan trend juga bisa dilakukan.

trend-dow-kripto

Selain itu banyak juga cara lain ataupun indikator lain yang bisa ibu gunakan sebagai alat untuk membantu menentukan trend dalam kripto seperti Bollinger Bands, Trend Channel, Parabolic Sar, Dll. Semuanya bisa dan memiliki caranya masing-masing dalam menentukan trend. Tidak ada cara yang benar dan salah dalam penentuannya karena biasanya menentukan trend itu hanyalah langkah awal untuk menganalisa pergerakan market.

Terima kasih, semoga bisa sedikit membantu.

Nur Salim   28 Apr 2022

Bagaimana cara menentukan trend pada mata uang kripto pak? apakah caranya sama seperti di forex? thanks

Amelia Nuryanti   28 Apr 2022

mohon bantuannya, bagaimana manajemen modal yang baik untuk memaksimalkan hasil trading kripto?

Yuni Aulia   15 Apr 2022

Bagaimana cara mengenalisa candlestick kripto dan forex? Apakah ada perbedaan mendasar?

Suwandi   15 Sep 2022

Tidak ada perbedaan secara candlestick.

Yang berbeda adalah karakter pergerakan harga antara kripto dan forex.

1. Kripto jauh lebih volatil dibandingkan dengan forex.

2. Kripto lebih trending daripada forex karena dapat dijadikan sebagai investasi sedangkan forex tidak.

Oleh karena itu, karakter pergerakan pair forex cenderung lebih banyak sideways karena tujuannya diperdagangkan, bukan untuk investasi.

Kiki R   15 Sep 2022

Kalau trading kripto di broker forex, ya strateginya bisa sama saja lah ya dengan trading forex. Tapi, bagaimana kalau kita mau trading kripto di broker lokal seperti Ajaib dan Pluang? Nggak ada metatrader-nya, nggak bisa langsung sell tanpa buy juga... Adakah strategi trading yang sudah terbukti ampuh?

Indah   29 Sep 2022

@indah:

Pada dasarnya kakak tetap bisa mengamati pergerakan harga dan indikator pada Platform Third Party seperti TradingView yang menyediakan layanan lengkap.Jadi analisa dilakukan pada Platform tersebut, dan sinyal dieksekusi pada platform trading yang digunakan. Hanya saja jika memang sulit, kakak mungkin bisa menerapkan strategi seperti pola Candlestick ataupun Chart Pattern.

Pada pola Candlestick misalkan pola Morning Star, tidak diperlukan bantuan indikator apapun kecuali bentuk Candlestick itu sendiri untuk menganalisa. Contoh:

morning-star

Nur Salim   4 Oct 2022
 Abi Jubair |  11 May 2022

cara mengetahui strategi trading yang sesuai dengan kepribadian trader?

Lihat Reply [19]

@Yeni Anita:

Intraday trading dan swing trading bisa cocok untuk karyawan. Kalau intraday, artinya Anda trading setelah pulang dari kantor (malam hari) disaat sesi New York (Amerika). Sedangkan kalau swing trading artinya Anda trading di TF besar (H4 keatas) sehingga memantau grafik tidak terlalu intens seperti intraday.

Mengenai strategi trading, saya menyarankan strategi yang simple dan kalau bisa sudah Anda pelajari. Anda juga bisa menggunakan strategi price action.

Kiki R   25 Mar 2022

Cara mengetahui strategi trading yang paling cocok dengan kita adalah melalui proses belajar, kemudian berlatih simulasi trading (akun demo).

Mungkin ada banyak artikel di internet yang membahas cara trading ini dan itu, tetapi semua itu cuma terbukti berfungsi bagi orang lain dan belum tentu berfungsi untukmu. Jadi meskipun kamu sudah mempelajari banyak hal tentang trading, kamu tetap membutuhkan latihan pada akun demo agar dapat menyusun strategi atau sistem trading yang benar-benar dapat menghasilkan profit konsisten buat kamu sendiri.

Aisha   11 May 2022

berapa lama ya kak perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk latihan trading di akun demo?

Adif Samantha   12 May 2022

Apakah semua broker lokal yang sudah teregulasi BAPPEPTI menyediakan demo?

Sigit Purnomo   12 May 2022

tidak ada batasan waktu, namun apabila sudah bisa menghasilkan profit yg konsisten maka bisa beralih ke akun live

Samuel Christ   13 May 2022

sebagian besar sudah menyediakan akun demo, bisa baca2 reviewnya dulu

Fahrias Fahrezi   13 May 2022

Ya, semua broker bappebti menyediakan akun demo. Tapi cara menyediakannya berbeda-beda. Ada yang menyediakan akun demo secara bebas melalui formulir singkat saja. Ada pula yang mengharuskan kamu menjalani proses pendaftaran akun lengkap sampai setor modal agar bisa mengakses akun demo.

Kamu bisa memerika review broker yang ingin dipilih terlebih dahulu, jika ingin tahu bagaimana cara sang broker menyediakan akun demo.

Aisha   16 May 2022

setuju. kamu perlu berlatih pada akun demo sampai benar-benar mahir. waktu yang dibutuhkan mungkin berbeda-beda untuk tiap orang. ada yang sebulan, dua bulan, setahun...bahkan ada yang sampai 2 tahun masih demo terus. kita bisa berlatih selama yang kita suka.

Aisha   16 May 2022

Jenis dan strategi trading apa yang cocok untuk seorang karyawan modal minim?

Yeni Anita   23 Mar 2022

Min bisa kasih bocoran untuk membangun sistem trading menggunakan Bollinger Bands? 

Pamolango   26 May 2022

@Pamolango:

Bocoran seperti apa pak yang diinginkan? Saya kasih sedikit tips saja ya. 

Pertama, tentukan terlebih dahulu jenis sistem trading yang diinginkan. Apakah Trend Following, Countertrend, atau Pattern Recognition.

Kedua, tentukan juga jenis tradingnya, apakah itu Scalping di tf kecil, intraday, ataupun Swing dan Position trading di tf besar.

Ketiga, Bollinger Bands sendiri sebenarnya sudah cukup lengkap dan bisa mewakilkan komponen-komponen penting dalam analisa seperti Trend, Key Level dan Signal. Tapi jika tidak ingin berpatokan secara penuh di BB, bapak juga bisa menambahkan indikator-indikator lain yang dapat membantu kinerja Bollinger Bands. Contohnya dalam strategi BBMA OA, ditambahkan berbagai macam MA sebagai konfirmasi Trend, Sinyal, serta Key Level.

contoh-penambahan-indi-bb

Keempat, amati perilaku market terhadap Bollinger Bands dan indikator-indikator tambahan lain. Catat perilaku-perilaku spesial yang sejalan dengan basis sistem (poin 1) yang dapat menghasilkan keuntungan dan terjadi berulang-ulang. Contohnya jika berbasis Trend Following, maka Breakout harga pada Top/Low BB dapat menjadi perilaku spesial yang terjadi berulang-ulang dan dapat menghasilkan keuntungan.

Kelima, susun sebuah aturan yang detail dari hasil pengamatan di atas, menjadi aturan Entry, Stop, dan Exit di market.

Keenam, Backtest aturan-aturan tersebut pada market. Kalau hasilnya memuaskan bisa dilanjutkan percobaan ke akun Demo. Kalau tidak memuaskan bisa kembali ke poin nomor 4 untuk melakukan pengamatan dan penyusunan ulang aturan sistem trading.

Selamat mencoba, dan terima kasih.

Nur Salim   3 Jun 2022

Berapa lama mengetahui strategi trading cocok atau tidak cocok dengan saya?

Amir   21 Jun 2022

@Amir: 1-2 bulan cukup.

Bagaimana caranya? Sederhana, perhatikan 2 hal.

1. Nilai ekspektasi

Rumus nilai ekspektasi = (winrate x average profit) - (lossrate x average loss)

Tujuan nilai ekspektasi adalah mengetahui bahwa strategi trading ini profitable. Tidak ada gunanya Anda cocok dengan strategi trading yang tidak profitable karena hanya akan merugi dalam jangka panjang.

2. Keadaan psikologi Anda saat trading

Saat Anda trading dengan strategi trading tersebut, apa yang Anda rasakan dan pikirkan?

Kalau Anda merasa cemas berlebihan dan terlalu takut, bisa jadi Anda tidak cocok dengan strategi trading tersebut.

Usahakan saat trading Anda harus rileks dan tenang karena cara inilah yang paling optimal.

Kiki R   22 Jun 2022

Platform akun demo dari broker dengan MT4 yang didownload di situs resminya apakah sama kak?

Mamat   24 Jun 2022

@Mamat: Platform akun demo yang diunduh dari website Metatrader punya fungsional yang sama dengan akun demo dari broker. Akan tetapi, biasanya ada perbedaan dalam hal-hal seperti: jumlah dana virtual minimal, cara top up dana virtual, opsi leverage dan lot size, lama waktu diizinkannya penggunaan akun demo, dll.

Aisha   26 Jun 2022

Halo kak, jika kita berada di posisi pakai strategi trading tapi sebenrnya tidak yakin dengan strategi trading dtersebut. Namun, secara historis, startegi tersebut sering profit. Bagaimana cara menyikapi hal tersebut? Makasih

Ridwan   4 Jul 2022

@Ridwan: Caranya adalah dengan menguatkan keyakinan Anda terhadap strategi trading tersebut.

Bagaimana cara menguatkan keyakinan?

UJI strategi tersebut sampai Anda benar-benar yakin. Pengujian yang bisa Anda gunakan ada 2.

1. Backtest

Uji strategi trading tersebut pada pair tertentu di beberapa 1-3 tahun terakhir (2019-2022). 

2. Forward-test

 Uji strategi trading tersebut pada pair tertentu sampai 2-6 bulan kedepan.

Dengan melakukan pengujian, maka Anda akan melihat seberapa bagus hasilnya kalau Anda trading.

Tanpa pengujian, proses yakin Anda terhadap strategi trading akan memakan waktu lebih lama.

Kiki R   5 Jul 2022

Menggunakan akun demo itu lama,saya pernah lihat ytber melakukan backtest menggunakan tool software tapi berbayar. Adakah tool yang free untuk melakukan backtest agar lebih cepat dengan MT4/MT5? 

Supriadi   5 Jul 2022

@supriadi:

MT4/MT5 itu sendiri punya kapabilitas untuk backtest, nggak perlu nambah tool lain. 

Tapi backtesting dengan MT4/MT5 atau software lain (apapun itu), lebih sesuai untuk robot/expert advisor/sistem autotrade. Backtesting nggak bisa menggantikan akun demo untuk strategi trading manual.

Kalau kita ingin trading secara manual, maka satu-satunya cara membuat strategi trading adalah dengan praktek pada akun demo. Kenapa begitu? Ada 2 alasan utama:

  • Dalam trading, ada faktor psikologis seperti ketakutan dan keserakahan yang akan bermain. Backtesting nggak bisa mensimulasikan faktor psikologis ini. Akun demo bisa mensimulasikan, meskipun nggak 100%.
  • Trading merupakan proses panjang yang nggak semua orang punya cukup kesabaran untuk menjalaninya. Kalau buat akun demo aja tuh kamu nggak sabar, maka kamu bakal lebih nggak mampu lagi buat trading akun riil.
Aisha   11 Jul 2022
 

Komentar @inbizia

@ Kiki Riana:
Saya kira maksud pertanyaan Anda: kenapa kemarin saat suku bunga The Fed naik, XAU/USD juga ikut naik? Seharusnya USD menguat dan XAU/USD turun...

Yang Anda lihat adalah jangka pendek. Untuk jangka menengah panjang banyak analis memprediksi emas (XAU/USD) masih akan melemah (XAU/USD bearish), baik secara teknikal maupun fundamental.
Secara teknikal tampak pada chart XAU/USD weekly:



Dari indikator MACD, RSI dan Bollinger Bands tampak XAU/USD masih cenderung bearish.

Secara fundamental, tahun depan The Fed merencanakan kenaikan suku bunga sebanyak 3 kali, dan itu akan cenderung menekan emas. Kalau UU pajak jadi disahkan dan berdampak pada naiknya pertumbuhan, maka laju inflasi AS juga akan ikut naik dan bisa menyebabkan The Fed menambah frekuensi kenaikan suku bunganya. Tentu saja ini murni dari faktor fundamental ekonomi. Kalau misalnya terjadi perang nuklir dengan Korea Utara atau konflik di Timur Tengah ceritanya tentu akan lain.

Nah, untuk jangka pendek kenaikan suku bunga The Fed yang kemarin itu memang tidak menyebabkan USD menguat, malah melemah, karena:

1. Kenaikan tersebut sudah diperkirakan beberapa bulan sebelumnya, bahkan Janet Yellen dan beberapa pejabat The Fed menyatakan akan ada sekali lagi kenaikan suku bunga dalam tahun ini. Jadi pelaku pasar sudah mendiscount kenaikan suku bunga tersebut.

2. Yang diharapkan pasar dari FOMC meeting kemarin adalah proyeksi kenaikan (dot plot) suku bunga untuk tahun depan lebih dari 3 kali, tetapi ternyata tetap 3 kali (tidak berubah dari proyeksi sebelumnya).

3. Dalam meeting kemarin, kenaikan suku bunga tidak diambil dengan aklamasi, tetapi ada 2 anggota FOMC yang tidak setuju. Ini diluar dugaan pelaku pasar sehingga berdampak negatif pada USD.

4. Kenaikan suku bunga ini hampir bersamaan dengan penentuan UU reformasi pajak yang sedang diperdebatkan sehingga cenderung menekan USD.
Jika Anda trading jangka pendek (scalping atau day trading) yang paling penting perhatikan sentimen pasar dengan mengamati price action, dan konfirmasikan dengan indikator sebelum entry.
 M Singgih |  19 Dec 2017
Halaman: Harga Emas Hari Ini
- Tipe Konservatif
investor pemula yang baru saja tertarik untuk melakukan investasi. Investor tipe ini cenderung memilih jenis investasi yang stabil, berisiko rendah atau bahkan tidak ada risiko sama sekali.
Untuk memaksimalkan keuntungan, investor jenis ini harus memiliki tujuan investasi jangka panjang karena nilai yang didapat dalam jangka pendek tidaklah banyak. Jenis instrumen investasi yang sesuai dengan investor tipe konservatif adalah tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang. - Tipe Moderat
investor yang termasuk dalam profil risiko moderat atau sedang memiliki karakteristik yang siap menerima fluktuasi jangka pendek dengan potensi keuntungan lebih tinggi dari tingkat inflasi dan deposito. Biasanya, para investor sudah mengetahui tentang pola dari investasi yang digunakan. Instrumen investasi yang cocok untuk investor tipe moderat adalah reksadana campuran. - Tipe Agresif
investor yang siap untuk kaya dan menanggung risiko yang besar. Investor jenis ini siap kehilangan sebagian besar atau seluruh dana investasinya demi mendapatkan keuntungan investasi yang besar.
Jenis instrumen yang cocok untuk investor tipe agresif adalah reksadana saham di mana di dalamnya termasuk trading saham, forex, index, juga komoditas. Investor tipe agresif juga berani untuk menginvestasikan dananya ke dunia bisnis dan properti.
 Arman |  30 Jun 2021
Halaman: Apa Yang Dimaksud Volatilitas Harga Valas
ini saya udah ada pegangan klo cari broker liat batasan deposit ama lot kan ya..
cuma yang gaya trading ini koq jadi rada galau yaa..
"Gaya trading membutuhkan penyesuaian tersendiri dalam tahap mencari broker ideal, karena setiap strategi bisa memerlukan spesifikasi broker yang berbeda-beda" masa kita klo mau ganti strategi trading mesti ganti broker .. ??
padahal kan strategi itu dipengaruhi kondisi pasar juga setau saya.. gimantu
 Emil |  20 Nov 2022
Halaman: Panduan Memilih Broker Ideal Menurut Kondisi Trading
kelebihan dan kekurangan masing-masing broker, nggak dijabarkan ya? Ada simulasinya nggak gan, misalnya kita deposit 100 dollar, dalam berapa lama (dengan strategi trading yang aman), bisa dapat sepuluh kali lipatnya itu dalam jangka waktu berapa lama?
 Vito |  26 Oct 2022
Halaman: Daftar Broker Lokal Untuk Trading Di Bawah Juta
@vian: Tidak harus pak. Miring seperti itu juga benar kok. Kalau ingin belajar lebih lanjut bisa dibaca artikel Strategi Trading Dengan Head And Shoulder berikut ya pak.
 Nur Salim |  31 Oct 2022
Halaman: Teknik Analisa Chart Pattern Dalam Strategi Trading Forex
Kalau menurut gw, analisa fundamental dan teknikal dipelajari satu persatu dan memang terpisah, dengan kata lain tidak memiliki satu kesatuan yang mutlak. Analisa teknikal bersifat matematis dengan ilmu statistik sedangkan Analisa Fundamental adalah ilmu ekonomi khususnya ekonomi makro. Nah apa perbedaannya? Analisis Fundamental digunakan dalam perdagangan Forex jangka panjang which mean digunakan dalam memprediksi pergerakan (trend) pasar sebelum terjadi atau istilahnya leading. Contoh, ketika harga EUR/USD masih dalam keadaan bearish, trader langsung membuka posisi Long/Buy karena didorong indikator EUR bakal bullish kedepannya dengan mendengar berita, kebijakan eropa, tingkat perdagangan meningkat dsb. Sedangkan analisa teknikal memiliki price action lagging dimana ketika trend pasar sedang terjadi, trader baru membuka posisi. Hal ini karena biasanya analisa teknikal ini melihat chart dan konfirmasinya dengan begitu dia dapat memperhitungkan posisi yang aman untuk membuka posisi untuk take profit sehingga cocok sekali untuk trading jangka pendek karena berdasarkan perhitungan sehingga kedepannya pasar bakal seperti apa belum dapat diketahui dengan perhitungan. Jadi belajar analisa teknikal tidak akan mendapatkan ilmu fundamental begitu juga sebaliknya tetapi ilmu keduanya dapat digabung untuk memperkuat argumen strategi Forex kamu.
 Yerger |  7 Nov 2022
Halaman: Pengertian Analisa Teknikal

Komentar[5]    
  Praditya Putra   |   24 Mar 2012
Sebenernya trading jangka pendek kayak gini bener nggak sih? Kok dikata cuman pengen masuk karena tangannya gatel lihat chart atau udah puas dapet profit yang dikit aja? Ini kesannya jadi trading jangka pendek ini kayak kurang bener ....
  Iwan Syarifudin   |   8 Apr 2012
metode-metode trading saya rasa tidak ada yang benar ataupun salah. yang bisa dikatakan benar atau salah adalah cara melakukan tradingnya. apakah trader bisa disiplin dengan aturan pada metode itu, atau apakah metode itu sudah sesuai dengan kepribadiannya.

contohnya seperti ini, seorang scalper yang merasa sudah sangat cocok dengan gaya trading scalping, bisa meraih profit secara konsisten dan selalu menerapkan aturan-aturan tradingnya dengan disiplin, ini adalah cara trading yang benar.

sebaliknya, seorang scalper kadang masih suka menahan posisi tradingnya dalam waktu yang lama, dan kurang yakin apakah ini sebenarnya cocok dengan gaya tradingnya, tapi masih memilih trading dengan cara seperti ini, ini adalah cara trading yang tidak benar.

pada akhirnya ini akan terlihat di profit rata-rata yang dihasilkan dalam jangka waktu tertentu. jadi jangkan khawatirkan apakah trading jangka pendek, menengah, atau jangka panjang itu benar atau salah, tapi cukup ambil yang sekiranya sesuai dengan gaya dan kemampuan, lalu uji apakah itu bisa mendatangkan profit yang diharapkan.
  Bang Munip   |   1 Jul 2012
kita disaranin buat hold posisi yg lagi profit selama mungkin, tapi apa gg ditekanin kalo kondisi kayak gitu itu juga mesti didasarin sama analisa?

lalu bagaimana kalo sebelumnya kita udah set sesuai rasio laba rugi dan posisi kita kena tp di tengah2 tren, apa kita mesi masuk pasar lagi buat ambil keuntungan dari situ, atau itu tandanya next time kita mesti pasangin tp yang levelnya lebih jauh lagi?

tolong dalam penjelasannya, disertai juga saran-saran close posisi dan alasan serta kapan waktu maksimal kita bisa mempertahankan floating. jangan asal kasih masukan untuk terus bertahan di posisi untung hanya karena ingin memaksimalkan profit, karena buat trader yang masih baru mereka tidak akan memiliki persiapan jika sewaktu-waktu harga mengalami reversal.
  Agus Gokiel   |   8 Jul 2012
Ane stuju2 aja seh sm artikelx. kn mang syg bgt kl posisi yg lg propit lngsung diclose. sering nyesel juga seh wkt hbs close trnyt trennx msh berlanjut. ..
  Bang Munip   |   9 Jul 2012
Ya dari itulah perlu penjelasan lebih lanjut lagi soal close posisi. karena aturan nggak cuma waktu di open aja, tapi juga waktu close itu ada strateginya.

trader selama ini nggak asal exit setelah dapet profit yang dikira layak, atau dengan entengnya nahan posisi terus karena profit lagi banyak-banyaknya.

yang paling banyak disaranin, ya close diset pake stop loss & take profit. pengaturannya diset dari rasio laba rugi, dimana trader udah merencakan sendiri target profit yang pengen didapet dan kerugian yang masih bisa ditanggung dari rasio itu. kemudian ada lagi yang untuk close manual, yaitu menunggu sinyak dari indikator.

ketika dilihat bahwa kira-kira tren yang menguntungkan disinyalkan akan berakhir, maka trdaer bisa mulai berpikir untuk menutup posisinya. atau ada lagi dengan trailing stop, ini masih tergolong otomatis close, tapi bisa berguna untuk membatasi kerugian dari posisi floating yang dibiarkan terbuka pada saat tren harga menguat.