Strategi Turtle Trading Ala Richard Dennis

Febrian Surya 28 Jun 2020 268

Bagi para trader kawakan, Richard Dennis dikenal sebagai salah satu trader komoditas tersohor di dunia. Selain karena kesuksesannya meraih keuntungan, Richard juga dikenal berkat strategi trading yang dikembangkannya bersama William Eckhardt, yaitu Turtle Trading.

Aturan Turtle Trading yang Dikembangkan oleh Richard Dennis

Strategi Turtle Trading dikembangkan oleh Richard Dennis dan William Eckhardt pada awal 1980-an. Strategi yang berpedoman pada metode trend-following ini menjadi salah satu yang paling banyak digunakan oleh para trader sejak 1980-an.

Sebenarnya, Turtle Trading merupakan sistem trading yang diadopsi dari prinsip-prinsip Richard Donchian. Karena itu, penerapan metode ini sedikit banyak mengacu pada indikator Donchian Channel dengan sinyal breakout pada harga tertinggi dan terendah 20 hari. Richard Dennis kemudian menambahkannya dengan acuan harga tertinggi dan terendah 50 hari.

Nama Turtle Trading itu sendiri didasarkan pada pemahaman yang diperoleh saat ia berkunjung di sebuah perternakan kura-kura di Singapura; bila hidup di alam, kura-kura memiliki pertumbuhan yang terbilang lambat, sedangkan kura-kura yang ada di peternakan mengalami pertumbuhan lebih cepat karena dibantu oleh suplai makanan dan perawatan dari tenaga kerja di peternakan tersebut. Dalam hal ini, Richard Dennis menginginkan Turtle Trading menjadi strategi yang dapat menumbuhkan nilai aset penggunanya secepat dan seefisien pertumbuhan kura-kura di peternakan.

 

Aturan Turtle Trading Ala Richard Dennis

Dalam menerapkan ilmu Turtle Trading, beberapa aturan yang harus diikuti di antaranya:

 

Uji Coba Turtle Trading Berbuah Manis

Menggunakan strategi Turtle Trading, Richard Dennis sukses menghasilkan profit lebih dari $100 juta dari modal $5,000 di pasar komoditas. Tak ingin tinggal diam, Richard kemudian berkeinginan untuk menularkan kesuksesan ini kepada orang lain. Uniknya, ia secara khusus mencari pengikut yang tidak memiliki latar belakang sebagai trader, dan mengajari mereka tentang Turtle Trading sedari awal. Setelah memasang iklan di The Wall Street Journal, penawaran Richard Dennis ternyata mampu menarik minat ribuan orang. Namun, ia hanya memilih 14 orang yang berhasil lolos berdasarkan kriteria tertentu.

Selanjutnya, Richard membagi mereka menjadi dua kelompok untuk membuktikan bahwa strategi yang dikembangkannya mampu menghasilkan profit. Ia rela merogoh koceknya sendiri untuk mendanai para pengikutnya agar bisa bertransaksi dan menerapkan strategi Turtle Trading di pasar.

Strategi turtle trading ala RIchard Dennis

Russel Sands, salah satu murid yang dilatih Richard Dennis, sukses menghasilkan lebih dari $175 juta hanya dalam waktu lima tahun. Menurutnya, strategi Turtle Trading bisa membantu mengembangkan modal $10,000 menjadi $25,000 jika diterapkan secara disiplin pada kondisi perdagangan awal 2007 hingga akhir tahun tersebut.

Hal tersebut membuktikan bahwa strategi Turtle Trading tetap relevan bagi trader masa kini, meski pengembangannya telah dilakukan pada beberapa dekade sebelumnya. Tak heran, pengguna strategi ini terus bermunculan dari waktu ke waktu.

Apabila kamu terinspirasi mengikuti strategi ala Richard Dennis ini, ada baiknya untuk belajar dulu segala hal yang penting kamu ketahui tentang trend harga. Akan sia-sia jika kamu menerapkan metode trend-following jika kamu sendiri tidak benar-benar paham dengan apa yang kamu ikuti. Penjelasannya bisa kamu dapatkan di "Teknik Trading Forex Sesuai Arah Trend".

Kirim Komentar/Reply Baru
Advertisement


Seperti apa kondisi breakout itu?

Salam master..mo numpang tanya baru belajar ni master, yang di maksud kondisi breakout yg gimana master sama ada kata2 sudah terbentuk triangle apa maksudnya.? beri contoh ya master..terima kasih master..

Gunawan 2 Jun 2012

Reply:

Basir (02 Jun 2012 21:15)

Kalau diartikan Break Out itu = Diam dan keluar
Tringale = Segitiga

width=235

width=204

Symetrical Triangle

Sebuah segitiga simetris adalah formasi grafik dimana kemiringan harga tertinggi dan kemiringan harga terendah berkumpul bersama-sama ke titik di mana terlihat seperti segitiga.

Apa yang terjadi selama pembentukan ini adalah bahwa pasar sedang membuat Lower high dan higher low . Ini berarti bahwa baik pembeli maupun penjual mendorong harga cukup jauh untuk membuat tren yang jelas.

Jika ini pertempuran antara pembeli dan penjual, maka ini akan menjadi seri.

Ini juga merupakan jenis konsolidasi.

width=418

Dalam chart di atas, kita dapat melihat bahwa baik pembeli maupun penjual bisa mendorong harga ke arah mereka. Ketika ini terjadi, kita mendapatkan lower high dan higher low.

ketika semakin runcing, itu berarti bahwa breakout semakin dekat. Kita tidak tahu kemana harga akan berlari, tetapi kita tahu bahwa pasar sebentar lagi akan breakout. Akhirnya, satu sisi pasar akan menyerah

Jadi bagaimana kita bisa mengambil keuntungan dari hal ini?

Sederhana.

Kita dapat melakukan order diatas atau dibawah kemiringan dengan buy stop atau sell stop. Karena kita sudah tahu bahwa harga akan breakout, kita bisa mencari tumpangan kemanapun harga akan bergerak.

width=406

Dalam contoh ini, jika kita menempatkan entry order di atas kemiringan.

Jika Anda telah menempatkan pending sell order di bawah kemiringan maka kita bisa menutupnya.


Ascending Triangle

Jenis pembentukan terjadi ketika ada tingkat resistensi dan kemiringan lebih rendah.

Apa yang terjadi selama ini adalah bahwa ada suatu tingkat tertentu yang pembeli tidak bisa melebihinya. Namun, mereka secara bertahap mulai untuk mendorong harga ke atas dengan membentuk higher low.

width=395

Dalam tabel di atas, Anda dapat melihat bahwa pembeli mulai mendapatkan kekuatan karena mereka membuat higher low. Mereka terus memberi tekanan pada tingkat resistensi dan sebagai hasilnya, breakout pasti terjadi.

Sekarang pertanyaannya adalah, “Kemana harga akan pergi? Apakah pembeli dapat memecahkannya atau resistensi terlalu kuat?”

Banyak buku charting akan memberitahu Anda bahwa dalam banyak kasus, pembeli akan memenangkan pertempuran ini dan harga akan keluar melewati resistance.

Namun, dari pengalaman kami bahwa hal ini tidak selalu terjadi. Kadang-kadang level resistance terlalu kuat, dan daya beli tidak cukup untuk menembus resistance.

Dalam hal ini, kami akan menetapkan pending buy stop order di atas garis resistensi dan pending sell stop order di bawah kemiringan.

width=396

Dalam skenario ini, para pembeli kalah dan harga mulai menyelam! Anda dapat melihat bahwa harga drop sekitar jarak yang sama dengan ketinggian formasi segitiga.

Descending Triangle

Seperti yang Anda duga, Descending triangle adalah kebalikan dari ascending triangle (kami tahu anda pintar!).

width=312

Dalam chart di atas, Anda dapat melihat bahwa harga secara bertahap membuat higher low.

MUNGKIN, harga akhirnya akan menembus support dan terus turun.

Namun, dalam beberapa kasus support yang terlalu kuat, dan harga akan memantul dan membuat gerakan kuat keatas.

Kabar baiknya adalah bahwa kita tidak peduli kemana harga akan pergi. Kita hanya tahu bahwa itu akan pergi ke suatu tempat. Dalam hal ini, kita akan menempatkan pending order di atas garis atas dan di bawah garis support.

width=345

Dalam hal ini, harga akhirnya breakout ke atas puncak segitiga.

 

Kiki R (21 Sep 2019 16:25)

@Gunawan: Breakout adalah suatu kondisi dimana harga berhasil menutup diatas/dibawah suatu batasan harga. Sebagai contoh terdapat resisten Daily di harga 1.2000. Maka kondisi breakout resisten adalah ketika harga berhasil menembus 1.2000 dan ada minimal 1 candlestick Daily yang tutup diatas harga 1.2000.

Sedangkan triangle adalah pola grafik (chart pattern) yang terjadi di market. Ada 3 jenis pola triangle yaitu symmetrical triangle, ascending triangle, dan descending triangle.

1. Symmetrical Triangle

Pola segitiga simetris terjadi di pasar yang arah harganya tidak jelas. Karenanya, garis tren atas dan bawah kelihatan sama saja, tidak ada yang flat.

pola

2. Ascending Triangle

Ascending triangle yang terjadi saat harga meniti uptrend (bergerak naik) merupakan pola chart yang bullish yang sangat mudah diidentifikasi dan bisa dipakai sebagai sinyal entri ataupun exit. Namun, perlu diperhatikan disini bahwa pola ascending triangle hanya bisa dianggap sebagai sinyal kelanjutan tren lama, jika ada suatu trend yang sedang berlangsung.

pola

3. Descending Triangle

Descending Triangle biasanya terjadi saat tren menurun (downtrend) dan sering dianggap sebagai sinyal bearish. Sebagaimana bisa Anda lihat di gambar dibawah ini, pola Descending Triangle persis kebalikan dari Ascending Triangle.

pola


Jujun Kurniawan 47