Syarat Kelayakan Untuk Mendapatkan Kredit Bank

Anna 11 Mar 2015Dibaca Normal 5 Menit
bisnis>kredit>   #bank   #kredit
Apabila kini Anda sedang bingung karena sudah berkali-kali aplikasi kredit tidak diterima bank, barangkali Anda perlu memeriksa beberapa syarat kelayakan berikut ini.

Apakah Anda sedang membutuhkan pinjaman berupa kredit dari bank? Ataukah Anda telah mengajukan aplikasi kredit, tetapi berulang kali ditolak? Realitanya, setiap bank memiliki kebijakan berbeda dalam menyetujui atau menolak permohonan pinjaman, tetapi artikel ini akan mengupas seputar syarat - syarat umum untuk mendapatkan kredit bank yang bisa menentukan apakah aplikasi kredit individual Anda diterima atau ditolak.

Aplikasi Kredit

 

Kriteria 5C

Pada prinsipnya, bank hanya akan memberikan pinjaman kepada orang yang mereka percaya akan bisa menjaga komitmen yang telah dibuat, termasuk mengembalikan pinjaman tersebut plus besar suku bunga pinjamannya. Oleh karena itu, setelah Anda mengajukan aplikasi kredit, maka bank akan mengevaluasi kelayakan Anda. Evaluasi ini lebih dari sekedar BI checking.

Banyak orang salah paham dan mengira bahwa apabila aplikasi kredit mereka ditolak, maka itu adalah karena tidak lolos BI checking, padahal itu belum tentu benar. Secara umum, dikenal kriteria 5C yang menjadi basis penilaian kriteria yang harus dipenuhi oleh calon debitur. 5C ini terdiri atas character (karakter calon debitur), capacity (kemampuan calon debitur untuk mengembalikan), capital (kondisi finansial calon debitur), collateral (barang jaminan), dan condition (kondisi ekonomi).

 

1. Character

Terkait karakter calon penerima kredit (debitur), umumnya yang diharapkan adalah penerima kredit yang pernah menerima kredit dan terbukti telah mampu menyelesaikan cicilan dengan lancar. Pengetahuan tentang ini utamanya bisa diketahui oleh bank dari BI Checking; yaitu proses dimana bank mengakses Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia. Dalam SID tersimpan riwayat kredit individual dari hampir semua orang yang pernah mengambil kredit di bank/lembaga keuangan, baik itu kredit yang sudah diselesaikan maupun kredit yang masih berlangsung.

Karakter calon penerima kredit (debitur) merupakan salah satu pertimbangan utama bank, sehingga apabila dari BI checking diketahui calon debitur ternyata masih memiliki tanggungan kredit bermasalah maka bank akan ragu untuk memberikan pinjaman. Di sisi lain, orang yang belum pernah mengambil kredit maka karakternya lebih sulit ditebak, dan karena itu bank mungkin berpikir dua kali.

 

2. Capacity

Meskipun karakter seseorang terkait kredit di masa lalunya bagus, tetapi kemampuannya untuk mengembalikan pinjaman di masa kini ditentukan oleh situasi finansialnya saat ini. Oleh karena itu, kriteria capacity ditujukan untuk mengukur kemampuan calon debitur dalam membayar cicilan bulanan secara tepat waktu. Anda dapat mengukur ini sendiri dengan membandingkan pendapatan bulanan dengan pengeluaran rutin. Yang terbaik adalah apabila kombinasi seluruh cicilan kredit Anda tidak memakan lebih dari 30% penghasilan per bulan.

30 persen

 

3. Capital

Disamping kemampuan membayar cicilan dilihat dari pendapatan rutin, bank juga akan menilik kondisi finansial calon debitur terkait dengan aset yang dimiliki. Katakanlah Anda memiliki aset-aset berupa tanah warisan, saham, atau deposito dalam jumlah besar di bank yang sama, maka ada kemungkinan bagus aplikasi kredit Anda akan disetujui. Perhatikan bahwa persyaratan ini berbeda dengan faktor Collateral yang akan dibahas di poin empat.

 

4. Collateral

Collateral, atau barang jaminan, atau yang dikenal juga dengan istilah 'agunan', merupakan aset yang digunakan sebagai jaminan suatu pinjaman. Barang jaminan ini bisa berupa tanah, bangunan, kendaraan bermotor, emas, maupun deposito. Jika kelak Anda gagal melunasi pinjaman, maka agunan akan dilelang oleh bank untuk memenuhi tanggungan Anda. Karenanya, semakin tinggi nilai agunan dibanding pinjaman yang diminta, maka akan semakin besar peluang aplikasi kredit Anda diterima.

Bank juga biasanya memiliki kriteria mengenai berapa besar pinjaman maksimum yang bisa diberikan sesuai dengan nilai agunan. Misalnya dalam pinjaman dengan jaminan deposito dimana pihak bank menetapkan pinjaman maksimum 80% dari deposito, maka seseorang yang memiliki deposito sebesar 100 juta Rupiah hanya akan bisa meminta kredit 80 juta Rupiah saja.

 

5. Conditions

Persyaratan terakhir berhubungan dengan kondisi ekonomi secara umum. Berdasarkan kondisi ekonomi terkini dan proyeksi kondisi ekonomi kedepan, maka bank akan menentukan penilaian mengenai jenis kredit apa dan bagi kalangan mana yang akan mendapatkan prioritas penyaluran. Dalam kondisi ekonomi tertentu, suatu bank mungkin menginginkan lebih banyak pengguna kartu kredit sehingga mempermudah persyaratannya, sedangkan di kondisi berbeda mungkin bank yang sama akan mempersulit aplikasi kartu kredit dan mempermudah kredit kendaraan bermotor atau kredit rumah. Bagi kita sebagai calon penerima kredit, yang terpenting adalah mampu memenuhi persyaratan yang diminta bank saat kita mengajukan aplikasi kredit tersebut.

 

Syarat - Syarat Aplikasi Kredit

Sebagaimana telah disampaikan di awal artikel, setiap bank bisa menetapkan persyaratan berbeda-beda bagi aplikasi kredit. Syarat - syarat yang harus kita penuhi dalam pengajuan aplikasi kredit ditujukan agar bank dapat menilai kelayakan kita untuk menerima kredit berdasarkan 5C tadi. Namun secara umum, syarat - syarat minimalnya adalah sebagai berikut:

  • Mengisi formulir aplikasi
  • Fotokopi identitas diri (KTP, SIM, atau paspor).
  • Fotokopi akta nikah (bagi yang sudah menikah).
  • Fotokopi kartu keluarga.
  • Fotokopi buku tabungan beberapa bulan terakhir.

Disamping persyaratan umum tersebut, biasanya ada syarat - syarat lain yang lebih spesifik. Tergantung bank yang Anda hubungi, masing-masing bisa meminta persyaratan berbeda tergantung profesi Anda (wirausaha/karyawan swasta/PNS) dan jenis kredit yang diinginkan (KPR/non-KPR/dan lain-lain). Karyawan perusahaan biasanya akan diminta menunjukkan slip gaji. Sedangkan Untuk aplikasi kredit kendaraan bermotor dan KPR, misalnya, Anda juga perlu menyiapkan uang muka (Down Payment). Untuk mengetahui syarat apa saja yang perlu dilengkapi dalam aplikasi kredit Anda, ada baiknya melakukan konsultasi pendahuluan dengan petugas bank yang Anda minati. Dengan demikian, Anda akan bisa mengetahui macam-macam jasa yang disediakan bank juga.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Kurniawan |  20 Feb 2019

Apakah kita trader kecil dengan modal ratusan dolar saat ini bertrading melawan bank-bank besar dengan modal jutaan dolar?

Lihat Reply [1]

 Ongky |  26 Nov 2020

Di analisa saya melihat bahwa mata uang "X" harganya turun karena pengaruh dari fundamental pemotongan suku bungan bank. Nah, bagaimana suku bunga bank bisa mempengaruhi harga mata uang?

Lihat Reply [3]

 Damian |  15 Jan 2021

Apa yang menjadi petujuk untuk melihat bahwa kebijakan bank sentral sedang hawkish atau dovish? Makasih

Lihat Reply [3]

 Beynaldi |  7 Sep 2021

Saldo akun riil saya ditarik oleh orang tanpa sepengetahuan saya dengan nomor rekening yg berbeda. Harusnya satu akun satu rekening bukan? Saya rugi 3.500.000 IDR 

Minta solusinya...

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

Belum banyak sih, tapi denger denger udah ada broker yang melayani deposit kripto. Sekarang ini setahuku selain kartu kredit, debit, transfer bank, e-wallet, paysafecard, check, pake bitcoin juga bisa.
 Aldhee |  17 Feb 2021
Halaman: Memilih Broker Forex Terbaik Dari Kemudahan Cara Deposit
Pagi... Mohon bantu info, jika kakak saya pernah ada / masih ada tanggungan kartu kredit (misal Mandiri / BNI), sudah lama sih infonya, lebih dari 10 thn lalu. Dan saat ini dia baru masuk bekerja dan diwajibkan harus punya rekening bank atas nama dia. Apakah dgn status 5 - Macet (saya sempat mintakan ini ke OJK).. dia bisa buka rekening tabungan di BCA misalnya ? (dia tidak ada problem di rekening tabungan BCA) Terima kasih
 San-san |  6 Apr 2021
Halaman: Kupas Tuntas Blacklist Bank Di Indonesia
Besaran biaya tahunan pada kartu kredit berbeda untuk setiap jenis kartu, seperti classic, gold, platinum, dan seterusnya Semuanya tergantung pada bank penerbit kartu, umumnya semakin lengkap fitur kartu kredit dan semakin premium jenis kartu maka biaya tahunan akan semakin tinggi
 Lala Mc |  18 Oct 2021
Halaman: Kelebihan Dan Kekurangan Kartu Kredit
untuk kurs di bank dilihat dari sudut bank nya
untuk kurs exchanger dilihat dari sudut pembelinya.
Jadi, kurs beli pada bank = kurs jual pada exchanger.
sedangkan kurs jual pada bank = kurs beli pada exchanger
 Sila |  30 Dec 2021
Halaman: Macam Macam Kurs Uang Rupiah Yang Perlu Anda Ketahui
Reksadana syariah dapat dibeli melalui bank, Manajer Investasi, perusahaan efek penyedia sistem online trading syariah, dan berbagai marketplace yang bekerjasama dengan perusahaan efek serta mendapat izin dari OJK sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.
 Wahyu Aji |  13 Jan 2022
Halaman: Investasi Syariah Untuk Haji Manakah Yang Cocok
Pada kondisi tertentu, apabila tidak menyelesaikan utang yang ada, maka blacklist BI akan terhapus secara otomatis.
Hal ini merupakan bagian dari pembersihan sistem pada BI soal reputasi kredit. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan untuk penghapusan secara otomatis tergolong lama.
 Wira Sudibyo |  19 Jan 2022
Halaman: Menggunakan Deposito Sebagai Jaminan Kredit Bank
Suku Bunga Deposito
BANK12 bulan12 bulan
 RupiahUSD
OCBC NISP3.15%0.450%
MANDIRI2.25%0.200%
STANDARD CHARTERED BANK3.00%0.100%
NEGARA INDONESIA2.25%0.200%
CIMB NIAGA3.00%0.200%
RAKYAT INDONESIA2.30%0.200%
DANAMON INDONESIA3.15%0.250%
MEGA3.00%0.250%
TABUNGAN NEGARA2.75%0.200%
CENTRAL ASIA 1.90%0.090%
Lihat Bank Lain
Suku Bunga Kredit
BANKKorporasiRitelKPR
Central Asia 9.75% 9.90% -
Cimb Niaga 9.40% 10.10% 9.55%
Danamon Indonesia 10.00% 10.50% 17.00%
Mandiri 9.95% 9.90% 10.20%
Mega 11.50% 11.50% 11.50%
Negara Indonesia 9.95% 9.95% -
Ocbc Nisp 10.50% 11.50% 10.20%
Panin Indonesia 10.25% 10.35% 10.35%
Rakyat Indonesia 9.95% 9.90% 9.90%
Rakyat Indonesia Agroniaga 11.05% 12.05% 12.05%
Lihat Bank Lain
Komentar[6]    
  Imam   |   8 Sep 2015
gimana mas saya mengajukan kredit leasing FIF, adira , WOM, bca, kok semua dblacklist nama saya semua tolong saya mntak bntuan 
  Anna   |   7 Nov 2016
Ada beberapa kemungkinan mengapa pengajuan kredit Anda ditolak.  Pertama, Anda bisa jadi masih memiliki tunggakan kredit sebelumnya. Untuk mengetahui pastinya, silahkan periksa riwayat kredit Anda. Caranya sangat mudah, datang langsung ke kantor Bank Indonesia (BI) terdekat, atau isi formulir di situs BI berikut ini lalu ambil hasilnya di kantor BI. Jika benar ada tunggakan, maka selesaikan dulu tunggakan tersebut, karena Anda akan selalu kesulitan mendapatkan kredit jika itu belum diselesaikan. Kedua, ada kemungkinan profil keuangan Anda memang tidak layak mendapatkan kredit. Untuk ini, ada baiknya Anda coba simak baik-baik lagi artikel di atas dari awal sampai akhir, lalu pastikan Anda memenuhi semuanya, baru ajukan lagi aplikasi kredit Anda. Perlu diperhatikan disini bahwa bank tidak akan memberikan pinjaman pada orang yang menurut mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan. Orang yang akan layak mendapatkan kredit perlu menampilkan bahwa mereka punya kemampuan untuk mengembalikan di masa depan.
  Supriyono   |   31 Dec 2017
Kami mau Tanya, setelah Baca arti Kel di Atas. Kami mau mengajukan pinjaman bank. Tp istri saya Masih Ada bi ceking. Apakah kmngkinan lolos pinjaman, dengan agunan sertifikat Tanah..
  Anna   |   2 Jan 2018
Ya, sebagaimana tercantum di atas, ada banyak faktor yang menjadi syarat kelayakan untuk mendapatkan kredit bank, dimana lolos BI Checking itu hanya salah satunya. Jadi, memang ada kemungkinan bank mau memberikan pinjaman pada Anda jika lolos semua kriteria lainnya, meski istri tersangkut BI Checking. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa hal ini tergantung pada kebijakan masing-masing bank. Ada yang menilai tidak apa-apa, dan ada yang mempermasalahkannya. Akan lebih baik bila Anda berkonsultasi langsung dengan pegawai bank dimana Anda ingin meminta pinjaman.
  Wiwin   |   15 Nov 2021

Bagaimana cara cek BI checking?

  Gunawan   |   15 Nov 2021

seperti yang sudah diinfokan oleh penulis untuk cek BI checking bisa dengan datang langsung ke kantor Bank Indonesia (BI) terdekat atau bisa secara online langsung melalui SLIK OJK
Akses di link berikut ini

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip