Teknik Day Trading Dengan Kombinasi Inside Bar

Damar Putra 25 Aug 2021
Dibaca Normal 9 Menit
forex > candlestick >   #intraday   #inside-bar   #day-trading
Ingin trading tanpa ribet? Teknik day trading dengan kombinasi Inside Bar berikut mungkin bisa jadi solusi terbaik. Bagaimana caranya?

Day trading adalah strategi trading yang unik dan memiliki banyak peminat hingga saat ini. Pasalnya, strategi ini berfokus untuk mencari peluang entry dalam jangka waktu singkat yaitu maksimal 1 hari saja. Selain itu, pada strategi ini trader juga memiliki kebebasan dalam menyusun set-up. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kombinasi pola Inside Bar.

Teknik Day Trading

Seperti yang telah diketahui, Inside Bar adalah salah satu pola candlestick yang kerap kali digunakan master trader untuk mengidentifikasi ke mana market akan bergerak selanjutnya. Inside Bar berperan untuk menunjukkan adanya potensi konsolidasi maupun breakout. 

Lantas, bagaimana cara memanfaatkan Inside Bar untuk skenario trading harian? Nah, kali ini penulis akan mengulas teknik day trading dengan menggunakan Inside Bar.

 

Mengenal Pola Inside Bar

Seperti yang dilansir DailyPriceActionInside Bar merupakan pola yang terbentuk dari dua candlestick utama. Candle pertama biasa dikenal sebagai Mother Bar (candle induk) karena memiliki body yang lebih besar, sementara candle kedua dikenal sebagai Inside Bar (candle turunan) yang memiliki ukuran lebih kecil. Pada umumnya, Inside Bar tampak "termakan" oleh candle pertama. Lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.

Inside bar

Karakteristik Inside Bar

  • Nilai tertinggi (High) candlestick kedua selalu lebih rendah daripada High candle pertama. Begitu juga dengan Low-nya yang selalu lebih tinggi dari candle induk. Secara visual, candlestick turunan akan selalu berada "di dalam" candle induk.
  • Trading Inside Bar hanya memperhitungkan nilai High dan Low saja, tidak memperdulikan posisi badan (body); tidak masalah jika harga Open atau Close candle kedua menerobos range badan candle pertama.
  • Pola Inside Bar biasa digunakan untuk menandakan trend continuation (penerusan trend) atau reversal (pembalikan harga).

Baca juga: 3 Cara Trading Inside Bar Ini Wajib Dihindari

 

Teknik Day Trading Dengan Kombinasi Inside Bar Dan Pin Bar 

Salah satu strategi day trading yang solid adalah dengan menggabungkan Pola Inside Bar dan Pin Bar. Pada dasarnya, Pin Bar dianggap mampu mencerminkan penolakan harga dari level tertentu.

Secara struktur tubuh candlestick, terdapat perbedaan mencolok antara Inside Bar dan Pin Bar. Jika Inside Bar identik dengan pola 2 candle, maka Pin Bar merupakan candlestick tunggal dengan bentuk body (tubuh) kecil dan ekor panjang melebihi body-nya. Agar lebih mudah dalam memahami, silahkan lihat anatomi candlestick Pin Bar di bawah ini.

pin bar

Karakteristik Pin Bar

  • Panjangnya ekor menunjukkan kekuatan penolakan (rejection) atau terjadinya break palsu (false break) pada suatu level harga tertentu.
  • Semakin panjang ekor sebuah Pin Bar, semakin tinggi sentimen penolakan terhadap suatu level harga tertentu, sehingga Pin Bar semakin valid.
  • Semakin sempit atau semakin kecil body sebuah Pin Bar, maka akan semakin valid Pin Bar tersebut.
  • Sisi lain dari ekor disebut dengan nose (hidung). Semakin pendek hidungnya, akan semakin valid Pin Bar tersebut.

 

3 Hal Penting Sebelum Trading Menggunakan Strategi Ini

1. Time Frame

Time Frame adalah faktor krusial yang wajib diperhatikan trader agar strategi trading bisa bekerja sesuai harapan. Sehingga, sangat tidak mengherankan bila ada sebuah strategi trading yang hanya maksimal di chart-chart tertentu, misalnya M15, M30, H1, H4, D1, W1, dll.

Untuk teknik day trading ini, sangat disarankan agar trader menggunakan waktu trading harian (D1). Mengapa demikian? Pada dasarnya, teknik trading ini sangat bergantung pada trend yang jelas dan tidak bergerak secara volatile.

Apabila trader trading dengan menggunakan Time Frame kurang dari satu hari, sangat dikahwatirkan akan mendapatkan sinyal palsu yang biasanya bergerak berlawanan arah. Jadi sebelum trading menggunakan kombinasi Inside Bar dan Pin Bar, pastikan trader sudah memilih Time Frame D1.

Baca Juga: 5 Strategi Forex Andalan Untuk Trading Intraday

 

2. Level Kunci (Key Level)

Selain Time Frame, hal berikutnya yang sangat perlu diperhatikan trader untuk memvalidasi teknik day trading ini adalah dengan menemukan level-level kunci. Bagi yang belum tahu, level-level kunci yang dimaksudkan adalah level Support dan Resistance, baik yang statis berupa garis horisontal, ataupun yang dinamis berupa aluran garis dari Indikator Moving Average.

Resistance adalah "batas atas" atau area yang tercipta ketika harga berhenti naik, sedangkan Support adalah "batas bawah" atau area yang tercipta ketika harga berhenti turun.

Apabila harga gagal menembus level-level ini, biasanya akan terjadi penolakan atau rejection. Sebaliknya, jika harga berhasil menembus level-level tersebut, maka pergerakan harga ke arah trend yang sama akan melaju kencang.

 

3. Pola Penutupan Candlestick

Sebelum entry posisi, sangat direkomendasikan agar trader selalu mengamati candlestick yang tampak pada chart dengan teliti; apakah pola candlestick sudah valid atau justru belum terbentuk secara sempurna.

Penting untuk diketahui, salah membaca candlestick artinya akan salah memproyeksikan sinyal trading. Sehingga, hal tersebut akan sangat mengurangi akurasi dari teknik day trading ini. Setidaknya, ada dua pola penutupan candlestick yang dianggap valid dan masuk dalam kriteria, antara lain:

pola candlestick

Dua gambar dengan centang hijau adalah pola kombinasi Inside Bar dan Pin Bar yang valid dan bisa dijadikan acuan entry. Sedangkan, gambar dengan silang merah adalah pola yang tidak valid dan sebaiknya tidak dijadikan acuan entry posisi.

 

Aturan Entry Posisi:

  • Pastikan Time Frame yang digunakan adalah harian (D1). Pola yang terbentuk pada Time Frame yang lebih rendah harus dihindari.
  • Pastikan sudah menentukan zona Support dan Resistance dengan menarik garis horizontal pada titik-titik tertinggi dan terendah pada chart.
  • Amati pembentukan Inside Bar dan Pin Bar dan pastikan formasinya telah valid sesuai deskripsi gambar di atas.
  • Gunakan Risk Reward Ratio secara bijak.
  • Pasang stop loss ketat di sekitar area high/low Pin Bar.
  • Bagi pemula yang ingin mencoba strategi ini, disarankan untuk mempelajari Money Management terlebih dahulu.

Baca Juga: Teknik Memasang Stop Loss Terbaik Dalam Trading Forex

 

Aplikasi Teknik Day Trading Dengan Kombinasi Inside Bar Dan Pin Bar

Pada chart USD/CHF Daily di bawah ini, terlihat ada pembalikan tren dari Bullish menjadi bearish yang cukup dalam setelah adanya pola Inside Bar dan Pin Bar.

USDJPY

Setelah diamati, pola Pin Bar ditutup lebih rendah dibanding candle Inside Bar dengan sumbu dan ekor yang lebih panjang. Hal ini mengindikasikan, para Buyer sudah tidak memiliki tenaga untuk mendorong harga naik lebih jauh lagi. Di lain sisi, tekanan Seller jauh lebih besar, dan Pin Bar menjadi sebuah pertanda akan terjadi reversal. Dengan demikian, posisi yang dapat diambil adalah SELL di sekitar level Low Pin Bar. Stop loss dapat ditempatkan di sekitar ekor Pin Bar atau disesuaikan dengan batas toleransi risiko pribadi.

 

Kombinasi Inside Bar Dan Exponential Moving Average (EMA)

Teknik day trading berikutnya adalah memanfaatkan kombinasi Inside Bar dan Exponential Moving Average (EMA). Selain akurat, teknik ini sangat direkomendasikan untuk pemula yang baru mulai belajar trading forex. Seperti yang telah diketahui, EMA adalah salah satu jenis dari indikator Moving Average yang berfungsi untuk memfilter tren market. Selain itu, cara kerja dari indikator EMA sangat mudah dipahami oleh trader pemula sekalipun.

Baca Juga: Strategi Trading Dengan Indikator EMA 200 Untuk Trader Harian

Dalam praktiknya, teknik day trading ini memerlukan beberapa set-up khusus guna memaksimalkan kinerjanya:

  • Gunakan Time Frame 4 Jam (H4)
  • Pasang indikator Exponential Moving Average periode 21 (EMA-21)

 

Langkah Entry Posisi

1. Identifikasi Tren

Langkah awal yang wajib dilakukan pada strategi ini adalah dengan mengidentifikasi tren. Perlu diketahui, teknik day trading ini adalah jenis strategi Trend Following. Untuk mengidentifikasi tren, trader hanya perlu memperhatikan lintasan garis dari indikator EMA-21.

Jika rata-rata candlestick di tutup di atas garis EMA, bisa dipastikan tren sedang Bullish atau naik. Sebaliknya, jika rata-rata candle ditutup di bawah garis EMA-21, tren sedang Bearish atau turun. Sangat disarankan agar trader mencari tren yang benar-benar jelas dan pergerakannya cukup kuat agar lebih mempermudah eksekusi trading.

 

2. Amati Pola Inside Bar Di Sekitar EMA-21

Setelah mengetahui tren, langkah berikutnya adalah mengamati pola-pola Inside Bar yang terbentuk di sekitar EMA-21. Untuk mendapatkan sinyal trading valid dan akurat, pastikan pola Inside Bar yang terbentuk sesuai dengan tren market. Pada skenario pasar Bullish, trader hanya perlu mengamati Mother Bar yang ditutup di atas EMA-21 dan diikuti oleh Inside Bar. Sebaliknya, untuk skenario pasar Bearsih, amati Mother Bar yang ditutup di bawah EMA-21.

Baca Juga: Cara Mengenali Sinyal Palsu Dengan Inside Bar


3. Aturan Entry Posisi

  • Jika sudah menemukan pola Inside Bar, silahkan pasang garis horizontal pada High dan Low pada Mother Bar. Dalam skenario Bullish, garis High adalah area entry Buy, sedangkan Low sebagai zona stop loss. Hal tersebut berlaku sebaliknya bila diterapkan pada skenario pasar Bearish.
  • Silahkan pasang Pending Order sesuai skenario trading. Apabila trading di pasar Bullish, Pending Order dapat dipasang di High Mother Bar, sedangkan di pasar Bearish bisa pasang di Low Mother Bar. Setelah harga berhasil breakout pada level-level tersebut, secara otomatis order akan tereksekusi.
  • Jangan lupa memasang Stop Loss dan Money Management ketat.
  • Untuk Target Profit sebenarnya tidak ada batasan. Akan tetapi, idelanya trader bisa menggunakan TP berdasarkan risk reward ratio 1:2.

 

Aplikasi Teknik Day Trading Dengan Kombinasi Inside Bar Dan EMA-21

Perhatikan chart GBP/USD ini yang berhasil menyaring sinyal trading sesuai kriteria. Dua candlestick yang dilingkari dengan kotak warna kuning adalah pola Inside Bar. Dalam hal ini, Mother Bar Bearish besar ditutup di bawah garis EMA-21 dan diikuti satu candle kecil setelahnya.

GBP/USD Chart

Sinyal Sell baru terbentuk setelah adanya breakout pada area Pending Order. Kemudian, harga terus mengalami penurunan cukup dalam dan berhasil menyentuh area Take profit. Demi keamanan, sebelum trader mengaplikasikan strategi ini, sangat direkomendasikan untuk menguji strategi ini di akun demo terlebih dahulu

Pada teknik day trading ini, trader juga bisa menentukan Stop Loss secara otomatis dengan metode trailing stop. Namun perlu diketahui, memasang Stop Loss dengan metode trailing stop hanya bekerja secara maksimal bila dilakukan pada market yang sedang trending kuat.

 

Mengamati pola candlestick adalah salah satu strategi trading yang dianggap cukup handal dalam menghasilkan sinyal trading. Selain Inside Bar, ketahui juga ragam pola candlestick paling menguntungkan lainnya sebagai senjata untuk membaca chart secara akurat. 

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Dadank Batinggelaga ... |  11 Aug 2012

Master dari penjelasan berita Pair GBP?USD kemarin bahwa : Intraday 1.5680 – 1.5730 -1.5825 dan
Support Intraday 1.56 – 1.5580 Yang saya tanyakan kenapa RESISTEN 1.5625 at 38,2% tidak di jadikan resisten juga melainkan langsung menyebutkan ke 1.5680 at 23.6% dan merupakan titik tertinggi minggu saat itu. mhon penjelasannya master.thanks b4

Lihat Reply [7]

satu hal hal yang perlu dikaetahui, analis memang kadang mengambil cara dalam penentukan support / resistance. ada yang berdasarkan Pivot harian seperti H+L+C/3. ada yang berdasarkan. ada yang menggunakan ada yang berdasarkan H atau L tanpa pembagian. ada yang berdasarkan caramilla, termasuk fibo. dalam fibo pun cara penarikan nya kadang berbeda beda. ada yang menggunakan H1, H4 atau D1.

Demikian

Thanks

Basir   11 Aug 2012

@Dadank BatingGelaga Anarki:

Alasannya adalah karena dalam pengambilan titik support dan resisten tidak semua angka fibonacci retracement bisa digunakan. Angka fibo yang paling bagus peluang pembalikannya/reversal adalah yang sejajar dengan support/resisten pada harga yang telah terjadi sebelumnya. Dengan demikian resisten pada 1.5680 (FR 23.6%) lebih valid daripada FR 38.2% sebagai resisten intraday.

Selain itu perlu dipahami bahwa harga tidak pasti akan selalu memantul/reversal pada suatu titik tertentu. Yang bisa kita lakukan adalah melihat tanda-tanda pelemahan di area tersebut untuk bisa mengambil kesimpulan bahwa resisten/support tersebut valid.

Terima Kasih

Kiki R   16 Oct 2019

@ agung:
Tergantung dari time frame trading yang Anda gunakan. Kalau Anda trading di chart daily dan ada sinyal untuk sell maka Anda bisa entry sell, tidak harus terpengaruh oleh chart weekly. Time frame yang lebih tinggi biasanya digunakan untuk konfirmasi arah trend.

M Singgih   17 Apr 2016

@ edwin widianto:

Supaya akurat, dimulai dari time frame yang lebih tinggi.

M Singgih   13 May 2019

bagaimana cara menentukan suprt dan resistance yang benar dalam timeframe D1?

Edwin Widianto   11 May 2019
Ketika harga di resistance chart daily dan ada sinyal pembalikan tapi masih berada di bawah resistance weekly apakah kita sudah bisa open sell?
Agung   14 Apr 2016

Apakah level S/R harian lebih mudah ditentukan dibanding S/R yang menggunakan time frama kecil?

Dan apakah para scalper juga menggunkan analisa dengan SnR? Makasih

Imam   11 Aug 2022
 Farid Dwiyo |  10 Feb 2016
masta sy lagi belajar candlestick. sy ingin tanya bagaimana y cara membedakan candle inside bar sm harami? krn sy lihat kok keduanya mirip sekali. apa yg membedakan & mana yg lebih sering muncul di chart juga sinyalnya lbh oke? thks

Lihat Reply [8]

Formasi atau pola harami menggambarkan sentimen real time harga yang ada di pasar. Setelah anda melihat pola yang ada dengan menutupi candle, anda dapat melihat ke candle berikutnya untuk mengidentifikasi bias dan titik resiko yang jelas.

Thanks

Basir   10 Nov 2014

Untuk Farid Dwiyo

Inside bar adalah sebuah bar dengan level-level high dan low sepenuhnya berada dalam range bar sebelumnya. Sementara Harami bisa juga dikatakan sebagai turunan dari inside bar.

Harami merupakan salah satu pola pembalikan yang bermanfaat ketika sentimen pasar yang menggerakkan tren berpotensi berhenti sebelum akhirnya berbalik arah.

Konfirmasi harami umumya juga dibantu oleh pola candle ketiga yang semakin memperkuat sinyal pembalikan. Sebagai contoh, bila di akhir downtrend terbentuk bullish harami, maka tanda-tanda reversal uptrend akan semakin terkonfirmasi. Sebaliknya, jika candle ketiga dalam bearish harami adalah candle bearish, maka sinyal pembalikan downtrend akan semakin tervalidasi.

Dalam kondisi ini, tampaknya harus banyak berlatih dan mengasah keterampilan untuk memahami pola candlestick.

Anda bisa menyimak mengenai ulasan harami dan inside bar.

Thanks.

Basir   11 Feb 2016
makasih masta. dari jawaban diatas sy pahamnya kl harami ada konfirmasi candle ke3 sdngkan inside bar tdk ada candle ke3nya?
Farid Dwiyo   11 Feb 2016

Untuk Farid Dwiyo

Itulah yang membedakan antara Harami dan Inside Bar. Dua alasan Inside bar terbentuk adalah:

1. Inside bar terbentuk karena adanya konsolidasi yang terjadi pada pasar saat itu. Secara kasarnya pasar sedang menimbang-nimbang apakah harga sudah oversold apa belum dan sebaliknya.

2. harga tidak bergerak semestinya. yang umumnya cenderung terjadi adalah setelah harga bergerak bervolume besar naik atau turun, pasar mulai konsolidasi dan membentuk inside bar.

Inside bar bisanya terbentuk di sekitar:
1. Zona support & resistance.
2. Pivots.
3. Daily high atau low  candlestick jika Anda trade dalam 1 jam atau jangka waktu 4 jam.
4. Tingkat level  fibonaccie.

Ketika sebuah inside bar terbentuk di sekitar lokasi tersebut, itu dianggap signifikan. Dalam arti signitifikan adalah harus memberikan perhatian lebih untuk menganalisa area tersebut.

Thanks

Basir   12 Feb 2016

@ Muhammad Yusuf:

- …. bagaimana melihat sifat inside bar apa harus menunggu candle selanjutnya….

Jawaban:

Sebaiknya memang begitu karena inside bar menunjukkan keadaan konsolidasi. Bar setelah inside bar pun kadang bisa salah (false) yang biasanya disebut dengan sinyal palsu (fakey).

Oleh karena itu untuk menghindari jebakan sinyal palsu, price action termasuk inside bar harus selalu dikonfirmasikan dengan level-level support atau resistance, dan juga indikator teknikal.

-…. atau melihat sifat inside bar yang berada di range sebelumnya saja (bullish/bearish?

Jawaban:

Inside bar memang selalu berada dalam range dari bar sebelumnya. Dalam istilah price action, bar atau candle yang berada tepat sebelum inside bar disebut dengan outside bar, tetapi istilah ini tidak lazim digunakan. Yang harus Anda perhatikan bukan bar sebelumnya tetapi bar sesudahnya, break atau tidak.

Saat terbentuk inside bar, pasar sedang konsolidasi, kalau break level tertinggi bar (candle) sebelumnya maka akan cenderung bullish, dan sebaliknya jika break level terendah bar sebelumnya maka akan cenderung bearish.

- …. lalu jika kita melakukan price action cocokkah jika dibarengi dengan stochastic 5,3,3 sebagai konfirmasi?

Jawaban:

Untuk time frame H1 (1 jam) dan dibawahnya (M30, M15 dsb) bisa, tetapi untuk time frame diatas H1 (H4, daily) gunakan stochastic 14,3,3. Semakin rendah time frrame trading biasanya digunakan parameter yang lebih rendah agar responnya lebih cepat.

M Singgih   16 Nov 2017

Tambahan penjelasan yg sgt baik. thanks

Rindu   20 Oct 2021
Izin bertanya coach, bagaimana melihat sifat inside bar apa harus menunggu candle selanjutnya atau melihat sifat inside bar yang berada di range sebelumnya saja (bullish/bearish? lalu jika kita melakukan price action cocokkah jika dibarengi dengan stochastic 5,3,3 sebagai konfirmasi?
Muhammad Yusuf   12 Nov 2017

Pola harami pada candle yang tepat itu sebenarnya seperti apa?

Anjar Lukito   10 Nov 2014
 Feri |  29 Jul 2016

Untuk day trading lebih baik mana,fokus pada satu/dua pair saja secara intensif atau selalu melihat 15-20 pair dan mencari pair yang paling jelas sinyalnya untuk op?

Lihat Reply [21]

Untuk Feri..

Karena tiap mata uang mempunyai karakter tersendiri, anda bisa fokus pada salah satu pair. Hal ini untuk lebih memudahkan anda dalam mengambil keputusan. Jika anda melibatkan diri dalam banyak pair, anda perlu melakukan analisa lebih rumit

Jika anda trading EUR/USD, dan EUR menguat, maka mata uang EUR terhadap lawannya bisa menguat termasuk mata uang yang serumpun semisal GBP. Jika EUR/USD menguat biasanya USD/CHF akan melemah

Setelah anda bisa menguasai range EUR/USD, anda bisa trading pada mata uang cros lainnya.

Thanks

Basir   1 Aug 2016

15-20 pair apa ndak terlalu banyak tuh? kalo nyari pair trading bukannya ada teorinya? seperti yg disarankan om basir kalo pilih lebih dari 1 pair memang mustinya berdasarkan korelasi. kalo yg seperti itu, max berapa pair yg bisa dipilih untuk fokus ya?

Jeki   1 Aug 2016

@jeki saya membuka 20 pair dan hanya menggunakan bolinger band dan mencari pair yang sudah berada di bolinger atas/bawah.

Feri   2 Aug 2016

Untuk Para Trader...

Cara ini membutuhkan keuletan dan ketelatenan. Lebih lanjut anda bisa melakukan trading dengan Cara Basket Trading.

Thanks

Basir   4 Aug 2016

Kenapa ya saya kalo banyak pairs mudah distract

Hanif   1 Jun 2018

@ Feri:

Day trader biasanya punya target minimal entry dalam sehari. Jadi sebaiknya mengamati banyak pair, karena kalau hanya mengandalkan satu pair saja belum tentu ada sinyal pada hari Anda trading.

@ Hanif:

Supaya tidak distract (bingung), Anda harus menyiapkan metode dan strategi entry dan exit untuk beberapa pair. Metode meliputi kombinasi indikator teknikal yang digunakan. Strategi entry berdasarkan breakout atau bouncing (strategi buy the dip sell the rally), mana yang Anda gunakan tentunya tergantung dari kondisi pergerakan harga pair tersebut. Misal jika sedang trending sebaiknya gunakan strategi breakout, bukan strategi buy the dip sell the rally.

Kemudian uji metode dan strategi tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat), atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam account demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentasi profit kurang dari 50% benahi lagi metode dan strategi tersebut.

Jadi tiap pair metode dan strateginya bisa berbeda, tergantung dari kondisi saat itu. Misal pair A sedang sideways maka Anda bisa gunakan strategi bouncing, dan sebaliknya jika sedang trending.
Jangan lupa untuk selalu menggunakan money management, yaitu membatasi risiko dan mengatur risk/reward ratio selalu lebih besar dari 1:1.

M Singgih   5 Jun 2018

@Feri pilih 20 pair yg punya spread rendah kemudian urutkan berdasarkan mata uang utama. kalau sudah dapat sinyal, pilih 2 sinyal terbaik, jangan banyak open posisi di waktu yg bersamaan karena menguras tenaga dan emosi, pilih saja 2 pair terbaik kemudian open buy atau open sell. Perhatikan juga arah trend, entry ketika arah trend cukup kuat.

Shahrul Khan   18 Oct 2019

@ Gonam:

Tidak ada ketentuan yang membatasi banyaknya pair. Anda bisa trading di beberapa pair selama equity mencukupi untuk keperluan margin (jaminan) dalam membuka posisi.
Ratio win/loss bisa diketahui setelah Anda lakukan beberapa kali trade. Yang bagus tentu saja jika persentase win lebih tinggi dari loss.

 

M Singgih   13 Jan 2021

Target profit idelanya untuk trader pemula seperti saya ini perbulannya berapa % dari modal pak? Kebetulan akun saya modalnya $100, leverage 1:500. Makasih

Gonam   14 Jan 2021

@ Gonam:

Sebenarnya target profit tergantung dari hasil uji coba dari sistem trading yang Anda gunakan, tidak bisa ditentukan harus bisa profit sekian persen dalam periode waktu tertentu. Jika Anda telah mempunyai sistem trading yang profitable, maka uji sistem tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam akun demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentase profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.

Dari hasil test tersebut Anda akan mengetahui winning rate (W%) atau persentase profit, dan losing rate (L%) atau persentase loss dari keseluruhan trade backtest tsb. Selain itu juga bisa diketahui besarnya profit rata-rata (Av W) dan besarnya loss rata-rata (Av L) (dalam satuan uang). Dari sini bisa dihitung angka harapan profit = (W% x Av W) - (L% x Av L) (dalam satuan uang). Baca juga: Risk And Reward Ratio Dalam Trading Forex.

M Singgih   14 Jan 2021

Apakah win rate 60% sudah bagus pak untuk pemula?

Wahyoe   28 Jan 2021

@ Wahyoe:

Win rate di atas 50% bagus Pak, untuk jangka panjang masih profitable.

 

M Singgih   29 Jan 2021

Pair yang bagus untuk Day-trader itu harus punya likuiditas dan volatilitas yang tinggi. Jadi, fokusnya pada mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, yaitu EUR/USD. USD/JPY, dan GBP/USD. 

Ketiga pair itu punya pergerakan yang bagus pada sesi London dan New York. Tapi seandainya ingin trading pada sesi Asia, maka pair USD/JPY dan AUD/USD akan jadi pilihan yang lebih baik.

Aisha   16 Mar 2022

@M Ariansyah:

Untuk memilih instrument yang cocok dalam intraday trader sebenarnya ada banyak sekali faktor yang harus diperhatikan pak. Beberapa di antaranya adalah kesesuaian atau tendensi sistem trading yang digunakan. Jika sistem trading yang digunakan berbasis Trend Following, maka ada baiknya memilih instrument yang kecenderungannya sering berada dalam keadaan trending dan tidak Sideways seperti XAU/USD, GBP/USD, dll. Begitu pula sebaliknya, jika sistem trading yang digunakan berbasis Mean Reversion atau Countertrend, maka ada baiknya memilih instrument dengan kecenderungan Sideways dan sangat jarang trending seperti AUD/NZD, EUR/CHF, EUR/GBP, EUR/USD, dll

Selain faktor dari selarasnya sistem trading yang digunakan dengan tendensi atau kecenderungan instrumen yang digunakan, ada satu lagi faktor penting yang penting untuk dijadikan pertimbangan dalam memilih instrument yang digunakan. Faktor tersebut adalah rata-rata atau Range pergerakan harian pada instrument tersebut atau biasanya dikenal dengan nama Volatilitas pasar. Bapak bisa menggunakan indikator Average True Range pada time frame Daily untuk melihat rata-rata pergerakan harian ini. Dalam memilih instument yang ingin digunakan untuk intraday trader, pilihlah instrument dengan rata-rata pergerakan harian yang tinggi. Hal ini penting dilakukan karena sebuah posisi tidak boleh ditahan hingga menginap dalam market atau harus ditutup sebelum pergantian Candlestick Daily.

Di sinilah peran rata-rata atau Range pergerakan harian berguna. Nilai ini berfungsi sebagai patokan seberapa jauh posisi dapat menghasilkan keuntungan. Sehingga jika rata-rata pergerakan harian instrument yang dipilih tinggi, maka potensi profit yang didapatkan pun akan menjadi lebih tinggi. Di sinipula kelebihan dari intraday trader, seiring dengan meningkatnya keuntungan yang bisa didapat, kerugian tidak akan ikut menjadi lebih besar karena tingkat risiko terukur pada rata-rata pergerakan di time frame tempat Entry dilakukan.

Perhatikan contoh perbandingan antara EUR/USD dan GBP/USD di bawah ini:

EUR/USD

eu-atr

GBP/USD

GU-atr

Seperti yang telah dijelaskan sedikit pada gambar, saat ini instrument EUR/USD memiliki rata-rata pergerakan harian yang lebih tinggi daripada GBP/USD dengan nilai 117 Pips berbanding dengan 110 Pips. Ini berarti instrument EUR/USD saat ini memiliki potensi nilai profit yang lebih tinggi daripada GBP/USD. Namun tentu saja ini semua akan kembali lagi terhadap sistem trading apa yang bapak gunakan.

Terima kasih, semoga membantu.

Nur Salim   22 Mar 2022

@ Yudhoyono:

Semua pair (pasangan mata uang) bagus untuk ditradingkan baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang, selama volatilitasnya lumayan tinggi dan ada sinyal dari price action.
Dalam trading, sebaiknya tidak fokus pada satu pair saja karena semua pair berpeluang memberikan sinyal untuk entry.

M Singgih   23 Mar 2022

Pasangan mata uang apa yang bagus untuk day trading? Haruskah fokus pada 1 pasangan mata uang saja?

Yudhoyono   23 Mar 2022

selamat pagi pak, pair apa yg kira2 yang baik untuk intraday trader?

M Ariansyah   22 Mar 2022

pair yang bagus digunakan untuk day trader?

Fatih Alfath   14 Mar 2022

Untuk trader harian, idealnya trading di berapa pair? Dan persentase win rationya berapa pak?

Gonam   13 Jan 2021

Untuk master trader di sini kalau day trading mainnya di pair apa aja? Mohon rekomendasinya...

Kamil   12 Jul 2022

@Kamil: Kebanyakan di emas (gold/XAUUSD). Selain emas, mereka juga trading di major pair seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY dan AUD/USD.

Kiki R   13 Jul 2022
 Hanung Adityo |  7 Apr 2022

Apa saja yang diperlukan dalam mengatur setup untuk Day Trading

Lihat Reply [3]

@ Hanung Adityo:

Maaf, maksudnya setup untuk apa ya?
Kalau saya pribadi selalu mengamati chart yang telah diset dengan beberapa indikator, yaitu indikator trend dan indikator momentum. Indikator trend untuk mengetahui arah pergerakan harga, sementara indikator momentum untuk menentukan saat entry yang tepat. Indikator trend yang biasa digunakan adalah moving average, MACD, ADX, parabolic SAR dan juga Bollinger Bands, sementara indikator momentum biasanya berupa oscillator seperti RSI atau stochastic.

Selain itu, sebelum entry kita harus tahu data ekonomi apa yang akan dirilis hari itu. Hindari entry menjelang atau pada saat rilis data ekonomi berdampak tinggi untuk menghindari terjadinya slippage atau loncatan harga. Entry beberapa saat setelah data dirilis.

 

M Singgih   8 Apr 2022

@Rezki Hamdan: Jenis analisa yang bisa Anda gunakan untuk day trading adalah analisa teknikal dan analisa fundamental.

Anda bisa menggunakan salah satu atau bisa menggunakannya sekaligus.

Bagaimana cara analisa teknikal untuk day trading?

Ini ada pengetahuan dasarnya sebelum melaksanakan analisa teknikal. Contohnya seperti pengetahuan mengenai struktur market, cara mengetahui kekuatan trend, cara menentukan support/resisten, dst.

Kiki R   23 Apr 2022

Jenis analisa apa yang digunakan untuk day trading?

Rezki Hamdan   22 Apr 2022
 

Komentar @inbizia

konsep nya icimoku kinki ini allinone tapi sayang kenapa buat timeframe yang tinggi2 aja, padahal yg paling sering diminati disini ya scalping sama intraday trading. klo hanya bisa buat trading jangka panjang berarti mesti tambah modal biar akun nya juga kuat nahan floating. ini sayang padahal banyak juga yang bisa dianalisa dari indikator ini.
 Somat_49 |  21 Jul 2014
Halaman: Mengenal Indikator Ichimoku Kinko Hyo
@ Zuberfx:
Harus breakout H/L mother bar. Di contoh gambar yang terakhir itu menunjukkan level resistance / support, bukan cara entry dengan inside bar.
 M Singgih |  7 Feb 2018
Halaman: Trading Dengan Strategi Inside Bar
Sama satu lagi. Kalau day trading, sebaiknya banyak-banyak baca berita karena bisa sangat berpengaruh pada pergerakan harga dalam satu hari.
 Hariana |  19 Feb 2021
Halaman: Kiat Sukses Menerapkan Strategi Day Trading Dalam Forex
Scalping adalah teknik trading yang menargetkan pips yang relatif kecil. Sedangkan news selalu menyebabkan pergerakan yang besar
Menurut saya, Trading dengan mengikuti News pada dasarnya hanya bagus jika digunakan untuk trading Intraday atau longterm
 Rasyaka |  12 Oct 2021
Halaman: Cara Sukses News Trading Untuk Trader Pemula
Tergantung strateginya. Kalau day trading lebih baik di time frame 1 jam sampai 4 jam. Kalau swing trading bisa pilih time frame 4 jam sampai 1 hari. Untuk periode EMA tidak ada batasan, bisa coba EMA 50 atau bahkan 200, mana saja yang penting dicoba dulu performanya di akun demo (backtest)
 Adrian |  9 Mar 2022
Halaman: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut Macam Fungsinya
Bedanya, kalau Harami lebih fokus dengan badan candle kedua yang harus "termakan" oleh candle pertama, sedangkan inside bar, sumbu atas dan bawah candle kedua tidak boleh melebihi sumbu candle pertama. Penjelasan lebih lengkap mengenai Harami, bisa dicek di artikel ini, pak.
 Evan |  2 Jun 2022
Halaman: Trading Dengan Strategi Inside Bar

Kirim Komentar Baru