Teknik Memasang Stop Loss Terbaik Dalam Trading Forex

Wiji Purnama 24 Mar 2017 6799
Dibaca Normal 7 Menit

Stop loss memang penting, tapi bagaimana kalau fitur itu justru sering membuat Anda cepat kalah? Solusinya, pahami teknik memasang stop loss yang benar.



Tak dapat dipungkiri, stop loss (SL) adalah fitur krusial yang perlu digunakan dalam trading forex. Namun demikian, tahukah Anda jika sebagian trader merasa dirugikan karena tak tahu teknik memasang stop loss yang benar?

Teknik Memasang Stop Loss Terbaik

Stop loss memang bisa bertindak mengamankan akun Anda dari kerugian besar. Namun seringkali, trader mengalami hal yang dinamakan "terlalu cepat kena stop loss". Bagaimana bisa? Pemahaman mudahnya begini:

"Andre membuka posisi buy EUR/USD di 1.0750. Teknik memasang stop loss yang digunakannya cuma berbasis pada support terdekat, yang kala itu berada di level 1.0720. Namun ternyata, support itu terpatahkan ketika harga turun melebihi level 1.0720. Akibatnya, stop loss Andre kena dan posisi buy-nya ditutup dengan rugi 30 pips. Akan tetapi, cerita tidak berhenti sampai di situ saja. Tak lama setelah order Ander ter-close, harga ternyata berbalik arah. Ya, EUR/USD menguat tajam hingga melebihi level entry Andre yang sebelumnya diposisikan di 1.0750."

Melihat skenario itu, pasti banyak yang menyayangkan tertutupnya posisi Andre di level 1.0720. Seumpama order itu tak terkena stop loss, pasti Andre sudah mendapatkan profit dari order buy-nya. Hal seperti ini tentu saja bisa membuatnya kapok menggunakan teknik memasang stop loss. Posisi yang seharusnya bisa profit, justru tertutup lebih awal dengan kerugian karena stop loss.

Meski banyak trader berpendapat serupa, persepsi seperti itu tidak benar adanya. Adalah kurang tepat bagi trader untuk menyalahkan stop loss, karena situasi di atas lebih disebabkan oleh ketidaktahuan akan teknik memasang stop loss yang tepat. Kegagalan Andre bukannya disebabkan oleh penggunaan stop loss itu sendiri, tapi kesalahan dalam menerapkan teknik memasang stop loss. Andaikata ia tidak asal menargetkan support terdekat (1.0720) sebagai stop loss potensial, posisinya pasti tak akan tertutup lebih cepat.

Lantas, seperti apakah teknik memasang stop loss yang benar itu?

 

1. Teknik Memasang Stop Loss Tidak Bergantung Pada Money Management

Dalam ulasan mengenai panduan membuat rencana trading forex, telah dicontohkan bahwa teknik memasang stop loss bisa ditentukan sesuai batas toleransi Anda. Jadi katakanlah Anda sudah menetapkan risiko per trade maksimal sebesar $20, maka Anda dapat trading forex dengan lot mini 0.1 dan menempatkan stop loss dengan jarak 20 pips dari level entry.

Kalkulator Money Management

Namun demikian, bagaimana jika setelah dianalisa, jarak 20 pips itu sangat tak memungkinkan? Bagaimana bila dilihat dari support resistance saja, stop loss paling dekat sepatutnya berjarak 50 pips dari level entry? Apakah Anda akan memaksakan teknik memasang stop loss di 20 pips, meski tahu jika peluang terkenanya sangat besar? Apabila Anda benar-benar melakukannya, maka itu sama saja dengan bunuh diri.



Dalam trading forex, aturan money management memang sebaiknya tidak dilanggar. Tapi jika sudah berurusan dengan teknik memasang stop loss, Anda harus bersikap realistis. Solusinya, Anda bisa mengurangi ukuran trading forex agar risiko per posisi tetap tidak melebihi 20 pips. Gunakanlah lot yang rebih rendah dari 0.1, seperti 0.01 misalnya. Karena nilai lot tersebut adalah $0.1 per pip, maka penurunan harga sebesar 50 pips hanya akan mengurangi $5 dari akun Anda.

Dengan teknik memasang stop loss ini, Anda bisa mendapatkan jalan keluar terbaik. Stop loss bisa ditempatkan seideal mungkin, Anda juga tak perlu melanggar aturan money management apapun.

 

2. Hindari Teknik Memasang Stop Loss Di Level-Level Umum

Banyak trader percaya dengan teknik memasang stop loss di support resistance dan level psikologis. Meskipun tindakan itu tidak salah, tapi mengambil level-level yang terlalu umum seperti itu bisa menyebabkan stop loss Anda mudah kena. Mengapa demikian?

Ada 2 penyebab mengapa teknik memasang stop loss itu bisa gagal. Pertama, sinyal trading forex tidak akurat 100%, dimana kemungkinan false signal dari support resistance selalu ada. Kedua, para pemain besar yang hobi berburu stop (stop hunter) paham betul teknik memasang stop loss dari trader awam. Mereka biasanya sengaja mendorong harga mencapai support resistance kunci yang biasa dijadikan stop loss, untuk kemudian entry pada harga yang lebih menguntungkan.

Teknik Memasang Stop Loss Di Level Umum

 

Perhitungkan Kemungkinan False Signal

Guna mengantisipasi faktor pertama, sebaiknya hindari teknik memasang stop loss yang sederhana, seperti begitu saja mengambil level psikologis atau support resistance terdekat sebagai tolak ukur. Alternatifnya, coba perkirakan level penting yang bisa menjadi konfirmator sinyal di arah sebaliknya dari order Anda.



Katakanlah Anda trading forex dengan analisa chart pattern. Di area 118.10, harga membentuk pola double bottom yang merupakan penanda bullish reversal. Anda bisa mengambil open buy, tapi untuk teknik memasang stop loss, berpikirlah seperti seorang seller. Pemahaman lengkapnya seperti ini:

"Jika pola double bottom ini ternyata sinyal palsu, maka harga tak akan menguat sesuai perkiraan umum. Harga akan terus turun, tapi sebelumnya mungkin retrace dulu dan membentuk lower high. Kalau saya open sell, maka cara paling aman adalah dengan menunggu hingga harga turun melewati batas konsolidasi sebelumnya di 117.90. Dengan demikian, level 117.90 adalah titik stop loss ideal bagi posisi buy saya."

Sedikit lebih repot memang, tapi memang seperti itulah upaya yang direkomendasikan untuk menghindari kesalahan dalam teknik memasang stop loss. Faktor-faktor seperti retracement dan konsolidasi sebaiknya juga diperhitungkan. Jika tidak menggunakan teknik memasang stop loss dengan cermat, maka SL Anda akan mudah tersambar oleh pergerakan-pergerakan sementara yang sering mengecoh.

 

Berselancar Bersama Stop Hunter

Untuk menghadapi masalah kedua, teknik memasang stop loss sebaiknya dilakukan dengan lebih hati-hati lagi. Dalam hal ini, Anda bisa coba mengikuti jejak para stop hunter. Bingung harus mulai dari mana? Coba ikuti penjelasannya pada contoh kasus di bawah ini:

"Andre hendak open sell AUD/USD. Ia mengambil level 0.7540 sebagai titik entry, karena yakin jika harga akan merosot tajam setelah berhasil melalui level kunci itu. Untuk teknik memasang stop loss, Andre hanya mengandalkan titik resistance kunci yaitu di 0.7570. Namun apa yang terjadi kemudian? Harga justru naik melewati 0.7570, dan tak lama kemudian kembali turun melewati level entry-nya.

Melihat harga sudah kembali ke trend utama, Andre kembali open sell, kali ini di level 0.7530. Karena belum memahami situasi, Andre coba melebarkan jarak stop loss secara asal. Ia sama sekali tak menggunakan teknik memasang stop loss, dan begitu saja menempatkannya di level 0.7580. Sayangnya, kejadian dari posisi pertama kembali terulang. Setelah posisi sell dibuka, harga malah naik ke atas hingga melewati stop loss Andre. Parahnya, harga menukik turun tak lama setelah posisi Andre tertutup."

Dalam kasus di atas, Andre jelas menjadi korban stop hunter yang sudah lihai membaca kesalahan trader awam, yaitu mengandalkan teknik memasang stop loss di support resistance kunci (0.7570 dan 0.7580). Stop hunter senang mendorong harga melewati level-level itu, lalu tepat di atasnya, mereka akan membuka posisi sell.

Jadi, apa yang seharusnya dilakukan Andre?

Berpikir Kreatif Dalam Teknik Memasang Stop Loss

Pada open posisi kedua, Andre tidak semestinya terpancing entry di 0.7530. Kalau saja ia bisa mengenali jebakan stop hunter, ia seharusnya menunggu hingga pola sebelumnya berulang, lalu open sell ketika harga beranjak turun dari 0.7580. Jadi ia bukannya melawan stop hunter, tapi mengikuti langkah mereka. Bisa dikatakan, inti pelajaran kali ini tak terletak pada teknik memasang stop loss, melainkan pada kesabaran menunggu titik entry yang tepat.



 

Teknik Memasang Stop Loss Terbaik: Berpikirlah Kreatif

Inti dari kedua tips di atas adalah berpikir kreatif. Jika diuraikan, berikut ini prinsip-prinsip utama dalam teknik memasang stop loss yang benar

  • Untuk mendapatkan stop loss ideal, jangan hanya berpatokan pada money management.
  • Untuk menghindari stop loss cepat kena akibat sinyal palsu, jangan hanya memperhitungkan teknik memasang stop loss di support resistance.
  • Jika khawatir menjadi korban stop hunter, maka tunggulah entry di momen yang tepat.


Forum

Tirta (18 Feb 2015)

para master, tolong bagi satu sistem trading yang agk lumayan donk,hehe biar bisa profit hehe....,trims

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 6    

Amir
27 JAN 2021

Stop loss bisa diatur ga durasinya?

Herman
27 JAN 2021

Bisa kok. Jadi semisal sudah berhari-hari gak kejual, maka order otomatis di-cancel.

Gian
27 JAN 2021

Yang memasangkan stop loss kita sendiri atau broker

Jayz
27 JAN 2021

Kita sendiri yang menentukan, kita sendiri yang pasang

Ratu
27 JAN 2021

Kalau sudah pakai stop loss, berarti posisi bisa kita tinggal tanpa perlu dimonitor tiap saat ya?

Tiyok
27 JAN 2021

Iya, sih tapi kalau tiba-tiba ada fluktuasi (kenaikan/penurunan harga sebentar), terus stop loss-mu otomatis aktif tanpa kamu pantau kamu bisa nyesel hehehe karena habis itu harga naik lagi tapi sudah ditutup stop loss

Kirim Komentar/Reply Baru
Apa itu Balance, Equity, Dan Margin?

Apa yang dimaksud dengan:BALANCE,EQUITY,MARGIN,FREE MARGIN dan MARGIN LEVEL dan bagaimana cara menghitungnya,mohon pencerahan TERIMAKASIH.

Widodo Hendriono 27 Mar 2015

Reply:

M Singgih (29 Mar 2015 15:52)

@ widodo hendriono:

Balance : jumlah dana dalam account Anda.
Equity = Balance + Floating Profit / Loss

Jika Anda tidak mempunyai posisi yang terbuka maka Equity = Balance
Jika Anda punya posisi terbuka (open) dengan profit sementara (floating profit) USD 500, maka Equity = Balance + USD 500, dan jika Anda mengalami kerugian (loss) sementara (floating loss) USD 600, maka Equity = Balance - USD 600.

Margin berhubungan dengan Leverage.
Jika Anda memilih leverage 1:100 maka dana jaminan Anda adalah 1% dari nilai kontrak. Jika leverage 1:200 maka dana jaminannya adalah 0.5% dari nilai kontrak.
Jika Anda membuka account regular (standard) dan trading EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD atau NZD/USD, maka nilai kontrak untuk 1 lot adalah USD 100,000.
Dalam hal ini, perhitungan untuk Margin adalah:

Margin = (USD 100.000)  x (jumlah lot atau volume) x (persentasi margin) x harga pasar saat itu

Misal: Anda membuka account standard dengan leverage 1:200, Anda buy 2 lot EUR/USD pada harga 1.0885, maka margin =  (USD 100.000)  x 2 x 0.5% x 1.0885 = USD 1,088.50

Free Margin adalah selisih antara Equity dengan Margin total Anda untuk membuka posisi (kalau ada beberapa posisi yang masih terbuka). Kalau tidak ada posisi berarti seluruh dana dalam account Anda adalah Free…

Free Margin = Equity - Margin total

Misal total dana Anda USD 5,000, dan Anda punya beberapa posisi yang masih terbuka dengan total margin USD 1,750 dan posisi Anda yang profit USD 870, yang loss USD 240, maka:
Equity = USD 5,000 + USD 870 - USD 240 = USD 5,630.
Free Margin = USD 5,630 - USD 1,750 = USD 3,880.

Margin Level disebut juga Margin Call Level atau level dimana Anda akan terkena Margin Call. Margin Level (dalam persen) adalah perbandingan antara Equity dengan Margin total.

Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%

Biasanya broker menetapkan Margin Level = 100% untuk mengenakan Margin Call (tiap brioker bisa berbeda).
Misal Anda trading pada broker yang menerapkan aturan Margin Level 100% untuk Margin Call, dan Anda masih punya USD 5,000 dengan beberapa posisi trading yang masih terbuka dan totalnya rugi (diluar margin), dengan margin total USD 500.
Jika total kerugian Anda telah mencapai USD 4,500 maka Anda akan terkena Margin Call, karena Margin Level Anda = ((USD 5,000-USD 4,500) / USD 500 ) x 100% = 100%.

Semoga bisa membantu.

Joni (19 Apr 2017 01:10)

Apakah equity bisa di WD?

Basir (19 Apr 2017 09:09)

Untuk Joni..

Equity adalah aset yang tersisa dari floating minus atau plus atas open posisi yang masih terbuka. Anda bisa melakukan WD Jika hal tersebut memungkinkan. Jika kondisi floating minus, ada baiknya anda perhatikan, apakah equity yang tersisa masih bisa menahan floating tersebut. Karena jika anda melakukan WD, otomatis balance berkurang dan kekuatan Equity pun juga berkurang.

Thanks.

BennY (12 Sep 2017 09:02)

Untuk para Master,

Menanggapi isi jawaban yl :

Equity adalah aset yang tersisa dari floating minus atau plus atas open posisi yang masih terbuka. Anda bisa melakukan WD Jika hal tersebut memungkinkan. Jika kondisi floating minus, ada baiknya anda perhatikan, apakah equity yang tersisa masih bisa menahan floating tersebut. Karena jika anda melakukan WD, otomatis balance berkurang dan kekuatan Equity pun juga berkurang.

Yang ingin saya tanyakan : Lha bagaimana jika kondisi sedang floating profit, namun saya ingin WD (profitnya).  Apakah otomatis tetap BALANCE yang akan berkurang? Atau sebaliknya, nilai BALANCE tetap, dan yang berkurang adalah FLOATING (profit) dan EQUITY juga  berkurang ? Hukum MT4 nya bagaimana, ya Master? I really confuse........???  Need help, mohon jawaban/pembahasannya....

Trima kasih untuk perhatian dari Bp. Rachmat dan para Master lainnya...

Basir (12 Sep 2017 09:39)

Untuk Benny,

Saat kondisi trading anda sedang floating profit, dan anda ingin melakukan penarikan, maka anda harus menutup posisi profit terlebih dahulu. Ini tidak berkaitan dengan hukum MT4, melainkan kebijakan broker yang memang rata-rata tidak memperbolehkan withdrawal saat masih ada posisi floating, baik itu profit maupun loss.

Mengapa? Karena saat floating itu nilai balance dan equity senantiasa berada dalam risiko. Jika anda melakukan penarikan saat floating profit belum tertutup misalnya, posisi anda bisa berubah minus jika kondisi pasar berbalik arah. Karena itu, balance bisa berubah, equity anda berubah, bisa bertambah atau berkurang, seiring naik turunnya harga dari posisi yang belum anda tutup.

Katakanlah Anda withdraw dengan metode transfer bank yang memerlukan waktu proses 3 hari. Saat order withdraw, balance Anda saat itu masih $100. Tapi karena ada posisi floating, dalam waktu 3 hari balance Anda sudah berkurang jadi $50. Misalkan Anda menarik dana $80, tentu saja nominal itu tidak akan terpenuhi dan menimbulkan masalah perhitungan.

Kelalaian mengecek posisi yang masih floating ini seringkali membuat trader gagal withdraw. Karena itu, perhatikan baik-baik aturan withdrawal broker agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari.

Thanks

Ino (16 Mar 2018 16:43)

Ada broker yg menawarkan bonus equitas apakah itu bisa menahan posisi saat floating los bonusnya

Basir (19 Mar 2018 07:16)

Untuk Ino,


Tidak, termasuk bonus margin. Bonus equitas / margin tidak dapat menahan floating kurang dari modal. Untuk lebih lanjut bisa menghubungi broker yang memebrikan bonus equitas atau margin.

Terima kasih.

Abraham S (13 Aug 2018 16:37)

Kalau tidak bisa untuk menahan floating yang kurang dari modal lalu untuk apa sebenarnya bonus-bonus kredit margin yang diberikan oleh broker? Mohon pencerahannya

Admin (14 Aug 2018 16:39)

@Abraham

Bonus credit tersebut hanya dapat digunakan untuk membuka posisi saja pak. Jadi jika Anda memiliki bonus kredit margin, margin nanti akan ditanggung oleh bonus kredit yang Anda terima terlebih dahulu.

Didik (09 Jan 2019 15:28)

misal  BALANCE $100


terus PROFIT   $60


Jika WD $40  yang akan berkurang BALANCE atau PROFIT ?


Apakah BALANCE takakan berubah walau hasil trading PROFIT ?

M Singgih (11 Jan 2019 05:14)

@ Didik:

Balance = USD 100.
Ada posisi yang profit USD 60.
Saya asumsikan posisi ini sudah Anda close (tutup), dan Anda tidak punya posisi lain yang masih open (terbuka).

Balance : jumlah dana dalam akun Anda.
Equity = Balance + Floating Profit / Loss
Floating profit : posisi terbuka yang sedang profit
Floating loss : posisi terbuka yang sedang loss

Jika Anda tidak mempunyai posisi yang terbuka maka Equity = Balance

Ketika Floating Profit yang sebesar USD 60 ditutup, maka Balance = Equity = (Balance sebelumnya) + USD 60.
Jadi kalau Anda withdraw USD 40, berarti Anda withdraw dari Balance. Yang berkurang Balance. Profitnya sudah ditambahkan ke Balance sebelumnya.

Perlu diketahui bahwa ketika Anda withdraw, yang pertama kali akan dilihat broker adalah besarnya Balance.


- Apakah BALANCE tak akan berubah walau hasil trading PROFIT ?

Seperti penjelasan di atas, kalau posisi yang profit tsb sudah Anda tutup, dan Anda tidak punya posisi lain yang masih open, maka Balance Anda akan bertambah sebesar profit tersebut, plus margin sewaktu Anda membuka posisi (margin akan dikembalikan broker ketika posisi Anda tutup).

Sumanto (14 Feb 2019 09:28)

Pagi semua

haloo, saya mau tanya

jika modal saya $1000 dan leverage 1.500

gimana itung itungnya?

Erik T (17 Feb 2019 22:13)

Selamat pagi juga Pak Sumanto,

Mungkin yang Anda maksudkan adalah bagaimana cara menghitung margin dan ketahanan dana jika menggunakan modal $1000 dengan leverage 1:500? Perhitungan tersebut tergantung dari pair apa yang Anda tradingkan. Namun sebelum mengetahui ketahanan dana, ada baiknya Anda mengetahui berapa besar margin yang dibutuhkan. Misal Anda trading EUR/USD sebesar 1 lot pada saat harga EU kini berada pada 1.1300, maka perhitungan margin-nya adalah:

  • Margin = (Contract Size X Lot X Running Price) X Leverage
  • Margin = (100000 X 1 X 1.1300) X 1:500
  • Margin = (113000) : 500
  • Margin = 226


Sehingga, dengan leverage 1:500 dan Anda membuka posisi 1 lot pada pair EU maka margin yang dibutuhkan adalah $226.

Margin yang sudah diketahui adalah sebesar $226, maka dana bebas (free margin) setelah membuka posisi tersebut adalah $774 (modal $1000 dikurangi margin $226). Maka, free margin inilah yang digunakan sebagai ketahanan dana Anda.

Setelah mengetahui ketahanan dana, maka selanjutnya ketahanan dana tersebut dikonversikan menjadi pips agar dapat mengetahui berapa pips yang bisa ditahan. Pips value untuk pair EUR/USD adalah $10 per 1 lot-nya. Sehingga, dengan ketahanan dana sebesar $774 hanya mampu menahan floating minus sebanyak ~77.4 pips (free margin $774 dibagi pip value $10). Artinya, jika Anda membuka posisi buy 1 lot pada harga 1.1300 lalu harga turun sebanyak 77.4 pips atau menyentuh harga 1.1222, maka dititik harga itulah trading Anda dihentikan karena dana Anda telah habis.

Kurang lebih begitulah gambaran perhitungan margin dan ketahanan dana. Simulasi perhitungan yang dilakukan diatas hanyalah sebatas ilustrasi agar memudahkan pemahaman saja. Hasil perhitungan yang sebenarnya mengenai jumlah ketahanan dana mungkin akan berbeda (bisa lebih banyak atau justru makin sedikit), mengingat diberlakukannya margin call dan stop out level dari broker.

Semoga bisa membantu.

Lison (02 Apr 2020 11:45)

Utk leverage 1:1, saldonya $13 apa memang gak bisa ya utk buka order kurs mata uang?

Kiki R (23 Apr 2020 09:14)

@Lison: Tentu saja tidak bisa. Trading dalam pasar forex menggunakan nilai kontrak/contract size sebagai jumlah sebenarnya yang diperdagangkan di pasar valas atau forex.

Contract Size ini biasanya ditentukan berdasarkan Lot, yaitu:

  • 0.01 lot = satuan nilai kontraknya : $1,000 (atau micro)
  • 0.1 lot = satuan nilai kontraknya : $10,000 (atau mini)
  • 1 lot = satuan nilai kontraknya : $100,000 (atau regular (standard)

Dengan menggunakan leverage 1:1 di akun standar, maka Anda membutuhkan saldo paling sedikit sebesar $100,000 (1 lot).

Jika Anda menggunakan akun mini dengan leverage 1:1, maka Anda membutuhkan saldo minimal $10,000 (0.1 lot).

Terakhir, jika Anda menggunakan akun mikro dengan leverage 1:1, maka Anda membutuhkan saldo minimal $1,000 (0.01 lot).

Pound Tergelincir, S1 Jadi Batas Penentu
Pound Tergelincir, S1 Jadi Batas Penentu
Kazuki   8 Apr 2021   76  
Sterling Melaju Naik, Akankah R1 Terpenetrasi?
Sterling Melaju Naik, Akankah R1 Terpenetrasi?
Kazuki   5 Apr 2021   61  
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Linlindua   31 Mar 2021   382  
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Linlindua   29 Mar 2021   339  
EUR/USD Berjuang Pulih, S1 Jadi Area Pengujian
EUR/USD Berjuang Pulih, S1 Jadi Area Pengujian
Kazuki   29 Mar 2021   85  
Jenis - Jenis Hedging Yang Wajib Anda Ketahui
Jenis - Jenis Hedging Yang Wajib Anda Ketahui
Linlindua   26 Mar 2021   173  
Pasca Meroket, EUR/NZD Uji Ketangguhan R1
Pasca Meroket, EUR/NZD Uji Ketangguhan R1
Kazuki   24 Mar 2021   100  
EUR/JPY Konsolidasi, Tunggu Aksi Harga Di R1
EUR/JPY Konsolidasi, Tunggu Aksi Harga Di R1
Kazuki   23 Mar 2021   97