Teknik Memasang Stop Loss Terbaik Dalam Trading Forex


Wiji Purnama 24 Mar 2017 7621Dibaca Normal 7 Menit

Stop loss memang penting, tapi bagaimana kalau fitur itu justru sering membuat Anda cepat kalah? Solusinya, pahami teknik memasang stop loss yang benar.



Tak dapat dipungkiri, stop loss (SL) adalah fitur krusial yang perlu digunakan dalam trading forex. Namun demikian, tahukah Anda jika sebagian trader merasa dirugikan karena tak tahu teknik memasang stop loss yang benar?

Teknik Memasang Stop Loss Terbaik

Stop loss memang bisa bertindak mengamankan akun Anda dari kerugian besar. Namun seringkali, trader mengalami hal yang dinamakan "terlalu cepat kena stop loss". Bagaimana bisa? Pemahaman mudahnya begini:

"Andre membuka posisi buy EUR/USD di 1.0750. Teknik memasang stop loss yang digunakannya cuma berbasis pada support terdekat, yang kala itu berada di level 1.0720. Namun ternyata, support itu terpatahkan ketika harga turun melebihi level 1.0720. Akibatnya, stop loss Andre kena dan posisi buy-nya ditutup dengan rugi 30 pips. Akan tetapi, cerita tidak berhenti sampai di situ saja. Tak lama setelah order Ander ter-close, harga ternyata berbalik arah. Ya, EUR/USD menguat tajam hingga melebihi level entry Andre yang sebelumnya diposisikan di 1.0750."

Melihat skenario itu, pasti banyak yang menyayangkan tertutupnya posisi Andre di level 1.0720. Seumpama order itu tak terkena stop loss, pasti Andre sudah mendapatkan profit dari order buy-nya. Hal seperti ini tentu saja bisa membuatnya kapok menggunakan teknik memasang stop loss. Posisi yang seharusnya bisa profit, justru tertutup lebih awal dengan kerugian karena stop loss.

Meski banyak trader berpendapat serupa, persepsi seperti itu tidak benar adanya. Adalah kurang tepat bagi trader untuk menyalahkan stop loss, karena situasi di atas lebih disebabkan oleh ketidaktahuan akan teknik memasang stop loss yang tepat. Kegagalan Andre bukannya disebabkan oleh penggunaan stop loss itu sendiri, tapi kesalahan dalam menerapkan teknik memasang stop loss. Andaikata ia tidak asal menargetkan support terdekat (1.0720) sebagai stop loss potensial, posisinya pasti tak akan tertutup lebih cepat.

Lantas, seperti apakah teknik memasang stop loss yang benar itu?

 

1. Teknik Memasang Stop Loss Tidak Bergantung Pada Money Management

Dalam ulasan mengenai panduan membuat rencana trading forex, telah dicontohkan bahwa teknik memasang stop loss bisa ditentukan sesuai batas toleransi Anda. Jadi katakanlah Anda sudah menetapkan risiko per trade maksimal sebesar $20, maka Anda dapat trading forex dengan lot mini 0.1 dan menempatkan stop loss dengan jarak 20 pips dari level entry.

Kalkulator Money Management

Namun demikian, bagaimana jika setelah dianalisa, jarak 20 pips itu sangat tak memungkinkan? Bagaimana bila dilihat dari support resistance saja, stop loss paling dekat sepatutnya berjarak 50 pips dari level entry? Apakah Anda akan memaksakan teknik memasang stop loss di 20 pips, meski tahu jika peluang terkenanya sangat besar? Apabila Anda benar-benar melakukannya, maka itu sama saja dengan bunuh diri.



Dalam trading forex, aturan money management memang sebaiknya tidak dilanggar. Tapi jika sudah berurusan dengan teknik memasang stop loss, Anda harus bersikap realistis. Solusinya, Anda bisa mengurangi ukuran trading forex agar risiko per posisi tetap tidak melebihi 20 pips. Gunakanlah lot yang rebih rendah dari 0.1, seperti 0.01 misalnya. Karena nilai lot tersebut adalah $0.1 per pip, maka penurunan harga sebesar 50 pips hanya akan mengurangi $5 dari akun Anda.

Dengan teknik memasang stop loss ini, Anda bisa mendapatkan jalan keluar terbaik. Stop loss bisa ditempatkan seideal mungkin, Anda juga tak perlu melanggar aturan money management apapun.

 

2. Hindari Teknik Memasang Stop Loss Di Level-Level Umum

Banyak trader percaya dengan teknik memasang stop loss di support resistance dan level psikologis. Meskipun tindakan itu tidak salah, tapi mengambil level-level yang terlalu umum seperti itu bisa menyebabkan stop loss Anda mudah kena. Mengapa demikian?

Ada 2 penyebab mengapa teknik memasang stop loss itu bisa gagal. Pertama, sinyal trading forex tidak akurat 100%, dimana kemungkinan false signal dari support resistance selalu ada. Kedua, para pemain besar yang hobi berburu stop (stop hunter) paham betul teknik memasang stop loss dari trader awam. Mereka biasanya sengaja mendorong harga mencapai support resistance kunci yang biasa dijadikan stop loss, untuk kemudian entry pada harga yang lebih menguntungkan.

Teknik Memasang Stop Loss Di Level Umum

 

Perhitungkan Kemungkinan False Signal

Guna mengantisipasi faktor pertama, sebaiknya hindari teknik memasang stop loss yang sederhana, seperti begitu saja mengambil level psikologis atau support resistance terdekat sebagai tolak ukur. Alternatifnya, coba perkirakan level penting yang bisa menjadi konfirmator sinyal di arah sebaliknya dari order Anda.

Katakanlah Anda trading forex dengan analisa chart pattern. Di area 118.10, harga membentuk pola double bottom yang merupakan penanda bullish reversal. Anda bisa mengambil open buy, tapi untuk teknik memasang stop loss, berpikirlah seperti seorang seller. Pemahaman lengkapnya seperti ini:

"Jika pola double bottom ini ternyata sinyal palsu, maka harga tak akan menguat sesuai perkiraan umum. Harga akan terus turun, tapi sebelumnya mungkin retrace dulu dan membentuk lower high. Kalau saya open sell, maka cara paling aman adalah dengan menunggu hingga harga turun melewati batas konsolidasi sebelumnya di 117.90. Dengan demikian, level 117.90 adalah titik stop loss ideal bagi posisi buy saya."

Sedikit lebih repot memang, tapi memang seperti itulah upaya yang direkomendasikan untuk menghindari kesalahan dalam teknik memasang stop loss. Faktor-faktor seperti retracement dan konsolidasi sebaiknya juga diperhitungkan. Jika tidak menggunakan teknik memasang stop loss dengan cermat, maka SL Anda akan mudah tersambar oleh pergerakan-pergerakan sementara yang sering mengecoh.

 

Berselancar Bersama Stop Hunter

Untuk menghadapi masalah kedua, teknik memasang stop loss sebaiknya dilakukan dengan lebih hati-hati lagi. Dalam hal ini, Anda bisa coba mengikuti jejak para stop hunter. Bingung harus mulai dari mana? Coba ikuti penjelasannya pada contoh kasus di bawah ini:

"Andre hendak open sell AUD/USD. Ia mengambil level 0.7540 sebagai titik entry, karena yakin jika harga akan merosot tajam setelah berhasil melalui level kunci itu. Untuk teknik memasang stop loss, Andre hanya mengandalkan titik resistance kunci yaitu di 0.7570. Namun apa yang terjadi kemudian? Harga justru naik melewati 0.7570, dan tak lama kemudian kembali turun melewati level entry-nya.

Melihat harga sudah kembali ke trend utama, Andre kembali open sell, kali ini di level 0.7530. Karena belum memahami situasi, Andre coba melebarkan jarak stop loss secara asal. Ia sama sekali tak menggunakan teknik memasang stop loss, dan begitu saja menempatkannya di level 0.7580. Sayangnya, kejadian dari posisi pertama kembali terulang. Setelah posisi sell dibuka, harga malah naik ke atas hingga melewati stop loss Andre. Parahnya, harga menukik turun tak lama setelah posisi Andre tertutup."

Dalam kasus di atas, Andre jelas menjadi korban stop hunter yang sudah lihai membaca kesalahan trader awam, yaitu mengandalkan teknik memasang stop loss di support resistance kunci (0.7570 dan 0.7580). Stop hunter senang mendorong harga melewati level-level itu, lalu tepat di atasnya, mereka akan membuka posisi sell.

Jadi, apa yang seharusnya dilakukan Andre?

Berpikir Kreatif Dalam Teknik Memasang Stop Loss

Pada open posisi kedua, Andre tidak semestinya terpancing entry di 0.7530. Kalau saja ia bisa mengenali jebakan stop hunter, ia seharusnya menunggu hingga pola sebelumnya berulang, lalu open sell ketika harga beranjak turun dari 0.7580. Jadi ia bukannya melawan stop hunter, tapi mengikuti langkah mereka. Bisa dikatakan, inti pelajaran kali ini tak terletak pada teknik memasang stop loss, melainkan pada kesabaran menunggu titik entry yang tepat.

 

Teknik Memasang Stop Loss Terbaik: Berpikirlah Kreatif

Inti dari kedua tips di atas adalah berpikir kreatif. Jika diuraikan, berikut ini prinsip-prinsip utama dalam teknik memasang stop loss yang benar

  • Untuk mendapatkan stop loss ideal, jangan hanya berpatokan pada money management.
  • Untuk menghindari stop loss cepat kena akibat sinyal palsu, jangan hanya memperhitungkan teknik memasang stop loss di support resistance.
  • Jika khawatir menjadi korban stop hunter, maka tunggulah entry di momen yang tepat.
Advertisement


Forum

Fathoni Riza (20 Jul 2012)

SMA yg ideal utk scalper period berapa saja?, saat I I sy pake 3 SMA yaitu period 3,6dan 48 utk ambil posisi dg TF 1 M dibantu stochastic Dan ADI dg TP 5 pips apakah ideal?

Selengkapnya...

Advertisement

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz
Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 6    

Amir
27 JAN 2021

Stop loss bisa diatur ga durasinya?

Herman
27 JAN 2021

Bisa kok. Jadi semisal sudah berhari-hari gak kejual, maka order otomatis di-cancel.

Gian
27 JAN 2021

Yang memasangkan stop loss kita sendiri atau broker

Jayz
27 JAN 2021

Kita sendiri yang menentukan, kita sendiri yang pasang

Ratu
27 JAN 2021

Kalau sudah pakai stop loss, berarti posisi bisa kita tinggal tanpa perlu dimonitor tiap saat ya?

Tiyok
27 JAN 2021

Iya, sih tapi kalau tiba-tiba ada fluktuasi (kenaikan/penurunan harga sebentar), terus stop loss-mu otomatis aktif tanpa kamu pantau kamu bisa nyesel hehehe karena habis itu harga naik lagi tapi sudah ditutup stop loss

Kirim Komentar/Reply Baru
3 Strategi Breakout Mudah Untuk Pemula
3 Strategi Breakout Mudah Untuk Pemula
Jujun Kurniawan   13 Oct 2021   46  
3 Cara Menentukan Reversal Untuk Mendulang Profit
3 Cara Menentukan Reversal Untuk Mendulang Profit
Cahyaning   28 Sep 2021   194  
Tips Merancang Strategi Trading Saat Pandemi
Tips Merancang Strategi Trading Saat Pandemi
Cahyaning   24 Aug 2021   102  
Bagaimana Cara Memakai OCO Order yang Efisien?
Bagaimana Cara Memakai OCO Order yang Efisien?
Cahyaning   16 Aug 2021   93  
Benarkah Price Action Lebih Baik Dari News Trading?
Benarkah Price Action Lebih Baik Dari News Trading?
Cahyaning   23 Jul 2021   227  
Cara Trading 1 Jam Dengan Pair USD/JPY
Cara Trading 1 Jam Dengan Pair USD/JPY
Cahyaning   22 Jul 2021   418  
Teknik Scalping 1 Menit Dengan Trendline
Teknik Scalping 1 Menit Dengan Trendline
Cahyaning   21 Jul 2021   558  
Tips Cepat Kaya Dengan Trading Forex
Tips Cepat Kaya Dengan Trading Forex
Linlindua   23 Mar 2021   911  
5 Strategi Trading Paling Aneh, Layakkah Dicoba?
5 Strategi Trading Paling Aneh, Layakkah Dicoba?
Jujun Kurniawan   27 Feb 2021   923