Teknik Trading Kripto Apa Saja yang Menguntungkan?


Linlindua 15 Jun 2021 76Dibaca Normal 5 Menit

Ada lima teknik trading kripto menguntungkan yang bisa Anda terapkan untuk berburu cuan di pasar kripto. Selain Scalping, BTFD, Staking Coin, apa saja strateginya?



Mata uang kripto kini makin dilirik sebagai salah satu instrumen trading untuk diversifikasi risiko. Selain forex dan saham, aset satu ini rupanya menawarkan return yang -bisa dibilang- tidaklah sedikit. Akan tetapi, mendapatkan return menggiurkan di pasar kripto tak boleh dikira bak kejatuhan durian runtuh lho... Perlu skill yang sudah terbukti keberhasilannya, serta strategi trading yang memang menguntungkan.

Ada lima teknik trading kripto menguntungkan yang bisa Anda terapkan untuk menyiasati kondisi pasar volatile, diantaranya Scalping, Buy Dips and Hold, Trend Following, investasi Staking Coin, dan meminjamkan kripto melalui platform pinjaman. Masing-masing teknik tersebut harus Anda pelajari terlebih dulu supaya memperoleh hasil yang benar-benar profit. Untuk itu, mari simak ulasannya di bawah ini.

Strategi Trading Bitcoin

 

1. Scalping

Teknik trading kripto menguntungkan pertama yaitu Scalping. Strategi ini mengajarkan Anda untuk mengambil keuntungan dari pergerakan pasar secara cepat; entry-exit posisi dalam sehari atau bahkan selama satu jam saja. Kuncinya, Anda harus membuat trading kecil-kecil tetapi bisa profit sesering mungkin.

Seorang Scalper selalu menghindari volatilitas tinggi karena sulit diprediksi. Situasi paling tepat bagi Scalper adalah pasar yang tenang dengan sedikit atau tanpa volume. Sebagai informasi, teknik ini juga banyak dikenal sebagai salah satu cara meraih keuntungan di pasar forex dan aset finansial lainnya.

 

2. Buy Dips and Hold

Dalam dunia kripto, terdapat salah satu strategi yang disingkat sebagai BTFD (Buy the F*cking Dip). Teknik trading kripto menguntungkan ini diawali dari penurunan harga yang dianggap potensial untuk entry Buy, dengan asumsi harga akan naik saat kepercayaan pasar kembali.

Beberapa tahun terakhir ini, harga Bitcoin mengalami kenaikan yang kuat, meski ada saat dimana harganya dinilai terlalu rendah. Kondisi ini wajar terjadi, karena sebagian trader sangat sensitif terhadap pemberitaan positif maupun negatif di media. Saat berita sedang bagus, banyak orang terburu-buru membeli cryptocurrency. Namun saat berita buruk muncul, mereka akan panik dan langsung menjual koin yang mengakibatkan jatuhnya harga kripto.

Strategi News Trading(Baca Juga: Kiat Trading Dengan Berita Menurut Para Ahli)

Ketika harga jatuh hingga memasuki kondisi oversold, ini adalah kesempatan bagus bagi investor "bernyali" untuk membeli mata uang kripto di harga rendah. Anda bisa memprediksi kapan pasar berada dalam level oversold serta kemungkinan reversal-nya. Setelah membuka posisi, tahan selama periode tertentu, dan close saat kenaikan harga sudah mencapai target keuntungan Anda.



 

3. Trend Following

Jika sulit memprediksi kapan harga akan berubah arah, Anda bisa mencoba strategi Trend Following alias mengikuti trend. Saat pasar sedang mengalami Uptrend, maka bukalah posisi Buy. Sebaliknya ketika pasar sedang jatuh, segera buka posisi Sell.

Nah, untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan, Anda bisa memanfaatkan beberapa tools yang ada dalam platform trading, seperti contohnya Trailing Stop. Fitur ini bisa mengunci keuntungan saat trend harga bergerak sesuai prediksi Anda. Jadi ketika harga berbalik, keuntungan yang sudah didapat tidak akan termakan oleh arus pembalikan harga.

 

4. Investasi Staking Coin

Selanjutnya, Anda bisa melakukan teknik trading kripto menguntungkan berupa Staking. Metode ini pada dasarnya dilakukan dengan mengunci sejumlah koin di jaringan Blockchain, lalu Anda akan mendapatkan bunga dari koin kripto tersebut. Bunga tersebut mirip dengan deposito yang akan diberikan sesuai syarat yang berlaku setiap bulan, tahun, atau periode tertentu.

Investasi Coin Staking

Sebaiknya, koin dan token yang di-staking merupakan aset kripto yang selaras dengan tujuan diversifikasi. Silahkan beli aset yang bisa di-stake dan lihat seberapa banyak return yang akan diperoleh. Lalu, pilih Staking Pool supaya proses Staking berjalan otomatis. Tunggu beberapa waktu dan Anda akan menerima hasil dari Staking. Berbagai jenis koin dan koin yang bisa Anda stake di antaranya DASH, NEO, Lisk, COSMOS, Waves, ADA, Otum, dan sebagainya.

 

5. Manfaatkan Platform Pinjaman Kripto

Teknik satu ini sangat menarik bagi Anda yang tidak terlalu ahli dalam trading. Ya, dengan memberikan pinjaman kripto ke platform lending, Anda akan mendapatkan bunga dari aset yang dipinjamkan tersebut.

Beberapa platform lending yang menerima pinjaman kripto yaitu Nexo (bunga 8%), Cryptolend (bunga 10%), Celsius (bunga hingga 10%), dan sebagainya. Ada sebagian platform yang hanya menerima stablecoin, tetapi ada juga yang meminjamkan koin dan token terpopuler.

Perlu Anda tahu, mayoritas platform pemberi pinjaman tersebut akan mengasuransikan dananya, sehingga cukup aman untuk digunakan. Namun, hati-hati terhadap platform scam ya...

Waspada Investasi Bodong(Baca Juga: Stop Investasi Bodong! Ikuti 5 Langkah Ini)

Beberapa keuntungan yang akan Anda peroleh dari strategi ini yaitu tidak memerlukan pengalaman dalam investasi maupun pasar keuangan, serta tidak memerlukan skill trading yang terlalu tinggi. Metode ini seperti passive income, di mana Anda bisa mendapatkan bunga dari waktu ke waktu.

Secara keseluruhan, teknik trading kripto menguntungkan sangat penting untuk jangka menengah maupun panjang. Selain itu, strategi ini berguna untuk mengatur manajemen risiko para trader supaya tetap di jalurnya. Ingat, untuk hasil yang memuaskan, tetap gunakan strategi ini secara konsisten dan disiplin ya!

 

Selain jenis-jenis strategi di atas, Anda juga bisa trading sendiri di pasar kripto. Salah satu metode analisa yang bisa diterapkan adalah dengan mengamati candlestick. Agar tidak salah arah, Anda bisa pelajari caranya di Panduan Lengkap Cara Membaca Candlestick Cryptocurrency.

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Kirim Komentar/Reply Baru
Apa Itu FUD di Pasar Kripto dan Contoh Kasusnya
Apa Itu FUD di Pasar Kripto dan Contoh Kasusnya
Linlindua   31 Jul 2021   8  
Cara Trading CFD Kripto
Cara Trading CFD Kripto
Nandini   30 Jul 2021   10  
5 Kasus Penipuan Kripto Terbesar
5 Kasus Penipuan Kripto Terbesar
Nandini   27 Jul 2021   14  
7 Tips Ampuh Hindari FOMO untuk Trader Kripto
7 Tips Ampuh Hindari FOMO untuk Trader Kripto
Linlindua   26 Jul 2021   19  
Mengenal Stablecoin dan Perannya di Pasar Kripto
Mengenal Stablecoin dan Perannya di Pasar Kripto
Nandini   25 Jul 2021   8  
5 Cara Investasi Ethereum (ETH) Di Tahun 2021
5 Cara Investasi Ethereum (ETH) Di Tahun 2021
Nandini   23 Jul 2021   15  
Cara Staking Coin Untuk Pemula
Cara Staking Coin Untuk Pemula
Cahyaning   16 Jul 2021   25  
Teknik Trading Kripto dengan Price Action
Teknik Trading Kripto dengan Price Action
Nandini   28 Jun 2021   47