Time Frame

5 Mitos Trading Dengan Time Frame Harian
Nandini     18 Dec 2020
Trading di time frame Daily (harian) konon dapat menimbulkan berbagai kerugian, termasuk lambat menunjukkan peluang profit. Benarkah demikian?
Dolar New Zealand Terjebak Sideways Di Time Frame Daily
Kazuki     16 Jan 2020
Pergerakan Dolar New Zealand terhadap Dolar Kanada masih menunggu konfirmasi breakout dari Resistance 1 atau Support 1.
Analisa Teknikal EUR/USD Di Tiga Time Frame
Ahmed     26 Jul 2018
Euro berpeluang bullish, diproyeksikan menurut analisa di tiga time frame. Simak penjelasannya dalam video analisa berikut.
Kamus

Kamus Trading

UoM Consumer Sentiment Index

Indeks kepercayaan konsumen AS yang diolah dari hasil survei lembaga independen University of Michigan's Institute for Social Research. Bersama data rilisan CB (The Conference Board), UoM Consumer Sentiment Index merupakan salah satu data indeks kepercayaan konsumen AS yang paling utama dan diperhatikan pasar.

Sentimen Pasar

Sikap para pelaku pasar yang merupakan kesepakatan bersama (konsensus) untuk mengantisipasi pergerakan harga dalam suatu kondisi tertentu. Sentimen pasar bisa bersifat bullish, bearish, atau netral.

Forum

Kumpulan Forum @inbizia #time #frame

Tresno Mukti   28 Jul 2022

Saat membaca sebuah analisa forex, kerap kali menemui istilah sentimen pasar. Sebenarnya, apa itu sentimen pasar forex? Dan mengapa itu penting untuk dipahami?

Aisha   4 Aug 2022

Sentimen pasar forex adalah kesepakatan tidak langsung antar para pemain pasar yang dapat menggerakkan harga ke arah tertentu. Kesepakatan tidak langsung itu merupakan murni hasil dari akumulasi aksi beli dan aksi jual di pasar, dan bukan merupakan hasil rapat atau manipulasi tertentu.

Untuk memahaminya, coba lihat gambar ini:

sentimen pasar forex

Bisa dilihat bahwa akumulasi beli EUR/USD mencapai 62%, sedangkan posisi jual hanya 38%. Dalam situasi ini, jelas bahwa sentimen pasar terhadap euro saat ini cenderung bullish (berharap kurs euro akan menguat).

Terlihat pula bahwa posisi beli AUD/JPY hanya 35%, sedangkan posisi jual 65%. Ini berarti pasar sekarang cenderung pesimistis terhadap dolar Australia, dan lebih optimis pada yen Jepang.

Sentimen pasar forex dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Bullish (cenderung naik)
  • Bearish (cenderung turun)
  • Netral (cenderung stabil atau naik-turun dalam rentang terbatas)

Data beli dan jual itu menunjukkan sentimen pasar forex yang sudah terjadi saat ini (sudah lewat).

Yang perlu diperhatikan: Sentimen itu bisa dijadikan referensi untuk mengenal kondisi pasar saat ini, tetapi tidak bisa digunakan untuk memprediksi perubahan di masa depan. Umpamanya: saat sentimen EUR/USD bullish seperti terlihat pada gambar di atas, bisa saja muncul sinyal jual EUR/USD karena kurs euro sudah terlalu mahal. 

Sandiaga   4 Aug 2022

Kalau di analisa tertulis, setimen negatif dan sentimen positif...itu maskutnya bagaimana ya kak? Dan apa yang mendasari sentimen bisa negatif dan positif

Aisha   5 Aug 2022

Ketika ada "sentimen negatif", itu berarti terdapat perubahan situasi pasar yang mengakibatkan para trader cenderung bearish pada suatu mata uang/saham/kripto/instrumen investasi lain.

Contohnya:

China melarang bitcoin, maka banyak trader mungkin harus menjual bitcoin, sehingga itu menjadi sentimen negatif bagi bitcoin.

Perusahaan mengumumkan pendapatan lebih rendah daripada tahun lalu, maka banyak investor mungkin menjual koleksi sahamnya, sehingga itu menjadi sentimen negatif bagi sahamnya.

Bank sentral Eropa mengurangi suku bunga, maka banyak trader mungkin menukar euro dengan mata uang lain yang berbunga lebih tinggi, sehingga itu menjadi sentimen negatif bagi mata uang euro.

Demikian pula, "sentimen positif" itu berarti ada perubahan situasi pasar yang mengakibatkan para trader cenderung bullish pada suatu mata uang/saham/kripto/instrumen investasi lain.

El Salvador dan Afrika Tengah mengadopsi bitcoin sebagai mata uang resmi, sehingga pemerintah mereka dan warganya membeli bitcoin, maka itu menjadi sentimen positif bagi bitcoin.

Perusahaan mengumumkan pendapatan lebih tinggi daripada tahun lalu, maka mungkin banyak investor ingin mengoleksi sahamnya demi mendapat dividen lebih banyak, sehingga itu menjadi sentimen negatif bagi sahamnya.

Bank sentral AS menaikkan suku bunga, maka banyak trader mungkin menukar euro (yang suku bunga turun) dengan USD, sehingga itu menjadi sentimen negatif bagi pair EUR/USD.

Jadi, apa yang mendasari sentimen bisa jadi negatif atau positif? Semua itu tergantung pada opini dan sikap para trader dan investor terhadap situasi pasar, makroekonomi, fundamental, dan teknikal yang memengaruhi instrumen investasi yang dimaksud.

Wildan   12 Aug 2022

Bagaimana langkah-langkah memulai analisa sentimen pasar forex?

Catur   14 Aug 2022

Nggak butuh langkah-langkah. Ngapain ribet banget.

Lihat aja di chart, chandlestick itu kalau merah berarti bearish, kalau ijo berarti bullish. Udah tuh, sentimen kelihatan.

Bisa juga cari rasio jual beli broker, agar bisa tahu berapa banyak trader yag beli dan jual. Kalau banyakan yang beli, berarti bullish. Kalau banyakan yang jual, berarti bearish. Simple. Kalau di broker sendiri nggak ngasih rasio jual beli, tengok aja indikator sentimen di dailyfx 

Noh Aziz   23 Aug 2022

Apakah setelah ada pengumuman dari the Fed, sentimen pasar pasti akan langsung berubah?

Aisha   29 Aug 2022

Tidak pasti.

Perlu dipahami, semua dasar teori dalam ilmu ekonomi itu tidak ada hal yang bersifat absolut ataupun pasti. Ini bukan ilmu sains yang 1+1 pasti sama dengan 2.

Kalau kamu belajar ekonomi secara formal, kamu akan tahu bahwa hukum, prinsip, dan modelling ekonomi umumnya disertai caveat "ceteris paribus". Artinya "dengan hal-hal lainnya tetap sama". Bagaimana jika ada faktor lain yang berubah (tidak tetap sama)? Ya, situasi yang diperkirakan itu tidak akan terjadi.

Demikian pula soal pengaruh pengumuman the fed terhadap sentimen pasar. Dalam kondisi biasa (umumnya), pengumuman the fed berimbas langsung bikin dolar bergolak. Tapi jika ada faktor lain, misalnya pengumuman the fed sesuai prediksi dan biasa-biasa saja, sedangkan pasar sedang menunggu pengumuman lain yg lebih penting dari pemerintah AS, maka pasar mungkin tak langsunh bereaksi terhadap pengumuman the fed.

Rochim   30 Oct 2022

Apakah ada website atau indikator untuk melacak sentimen pasar forex? Jika ada, dimana ya bisa mendapatkannya?

M. Jalil   31 Oct 2022

Ada nggak kasus di mana sentimen pasar itu negatif, tapi justru terjadi kenaikan, atau sebaliknya?

Aisha   1 Nov 2022

Beberapa broker menyediakan indikator sentimen pasar forex. Contohnya seperti broker IG yang indikatornya ditaruh pada situs DailyFX, bisa dilihat secara gratis pada link www(dot)dailyfx(dot)com/sentiment. Selain itu, ada pula broker-broker tertentu yang memberi indikator serupa untuk kliennya saja.

Namun, semua indikator itu hanya menunjukkan sentimen para trader yang tergabung dalam broker tertentu itu saja. Dengan kata lain, belum tentu melacak sentimen pasar forex secara keseluruhan dengan akurat.

Bagaimana kalau kita ingin tahu sentimen pasar forex secara keseluruhan? Satu-satunya cara: pakai indikator teknikal atau lihat grafik candlestick, lalu pahami pola-pola price action-nya.

Apakah tidak ada indikator sentimen pasar yang menyeluruh? Tidak ada. Karena pasar forex itu terdesentralisasi. Dalam forex, tidak ada bursa terpusat seperti dalam saham atau obligasi. 

Aisha   1 Nov 2022

Bisa saja. 

Ada fenomena yang disebut dengan "short squeeze". Hal itu terjadi ketika pasar sangat negatif terhadap suatu currency, lalu beramai-ramai order jual semua, sehingga terjadi surplus jual. Karena surplus order jual, maka sistem memaksa sebagian seller untuk menutup posisi mereka, sehingga mengakibatkan lonjakan harga mendadak dalam waktu singkat.

Contohnya pada USD/JPY ini. Pasar sebenarnya sangat positif pada USD dan negatif pada JPY, tetapi USD/JPY jatuh karena short squeeze.

short squeeze

Yang perlu diperhatikan: lonjakan harga saat short squeeze terjadi lantaran mekanisme perdagangan di pasar saja, tetapi tidak ada perubahan faktor fundamental/teknikal/sentimen pasar. Oleh karena itu, pergerakan harga pada akhirnya akan turun lagi dalam waktu singkat.

Reply > Lihat[11]
Irawan   13 Feb 2018

Selamat Siang Suhu,mau tanya misal pair Eur/Jpy Time frame H1 sedang downtrend,H4 down trend tetapi Daily Uptrend manakah yang harus saya ambil Buy/Sell jika ingin melakukan open posisi dengan benar? sementara saya hanya seorang daily Trader ?

mohon pencerahannya saya newbie

m singgih   19 Feb 2018

@ Irawan:

Itu tergantung dari time frame yang Anda gunakan sebagai acuan. Yang penting diperhatikan adalah jika sinyal yang menunjukkan keadaan bullish (uptrend) atau bearish (downtrend) tersebut telah dikonfirmasi oleh price action dan atau indikator teknikal, maka kemungkinan kebenarannya besar, baik di time frame H1, H4 atau daily.

Jadi posisi apa yang akan Anda ambil sepenuhnya tergantung dari time frame acuan Anda, tentu saja nilai stop loss dan target profit untuk setiap time frame akan berbeda besarnya karena jarak resistance dan support-nya juga berbeda.

Sebagai contoh berikut EUR/JPY H1, H4 dan daily pada tanggal 6 Februari lalu, dimana pada time frame H1 uptrend, H4 uptrend dan daily downtrend. Di masing-masing time frame sudah dikonfirmasi dengan pin bar, jadi kemungkinan kebenarannya besar.



Jika Anda ambil posisi buy di time frame H1 dan H4 setelah ada sinyal dari pin bar bisa profit dengan target profit pada level-level resistance, dan jika Anda ambil posisi sell di time frame daily juga bisa profit dengan target profit pada level support.

Tentu saja besarnya profit dan lamanya waktu untuk menunggu sampai target kena juga berbeda. Semakin tinggi time frame biasanya semakin besar profit yang diperoleh tetapi juga semakin lama waktu tunggunya.

Trader harian biasanya menggunakan time frame M30, H1 aau H4.

m singgih   31 Mar 2020

@ Mbah Pri:

Tergantung dari time frame mana yang telah memberikan sinyal untuk entry. Kalau di time frame tinggi sudah ada sinyal yang terkonfirmasi oleh indikator teknikal, sementara pada time frame rendah belum ada sinyal, maka Anda bisa masuk di time frame tinggi.

Sebaliknya, kalau di time frame rendah sudah ada sinyal yang terkonfirmasi oleh indikator teknikal, sementara pada time frame tinggi belum ada sinyal, maka Anda bisa masuk di time frame rendah.

Kejadian itu sering muncul karena pergerakan harga ketika sedang uptrend tidak selalu terus naik, tetapi ada koreksinya (turun dulu) sebelum berlanjut naik. Demikian juga ketika sedang downtrend tidak selalu terus turun, tetapi ada koreksinya (naik dulu) sebelum berlanjut turun.

Jika baik di time frame tinggi maupun time frame rendah ada sinyal yang terkonfirmasi oleh indikator teknikal, maka Anda bisa pilih salah satunya. Tentu besarnya stop loss (SL) dan target profit (TP) untuk masing-masing time frame akan berbeda. SL pada time frame tinggi tentunya akan lebih besar dari time frame yang lebih rendah.

Selain itu, waktu tunggu sampai SL atau TP tereksekusi juga berbeda. Pada time frame tinggi waktu tunggunya tentu akan lebih lama.

Oleh karena itu, mengenai hal ini seharusnya Anda menyesuaikan dengan gaya tipe trading Anda, apakah ingin trading dengan cara scalping, trading secara harian, atau ingin trading jangka menengah panjang.

kiki r   1 May 2020

@Darman Noviandi: Tentunya ada perbedaan. Perbedaan tersebut karena setiap time frame adalah bagian dari time frame yang lain.

Contohnya jika Anda melihat 1 candlestick di time frame M15, maka di grafik M5 Anda melihat 3 candlestick dan 15 candlestick di M1. Dengan demikian, 1-3 candlestick di M15 bisa saja membentuk pola tertentu di M1. Memahami dengan baik bagaimana multi time frame bekerja dalam grafik akan memberikan pengetahuan lebih tentang pergerakan harga secara detail.

Argo Gold Spotter   18 Nov 2019

Untuk Thyo,

Perkara pemilihan time frame sebenarnya tidaklah menjadi persoalan jika Anda hendak bertrading dengan teknik chart pattern. Pasalnya, teknik chart pattern dapat digunakan di semua time frame, mulai dari M1 hingga MN. Anda hanya tinggal meneliti dan menunggu pola yang terbentuk saja. Namun, umumnya yang sering dijadikan acuan adalah pola yang terbentuk pada time frame besar.

Karena semakin besar time frame yang digunakan, tentu akan memberikan peluang entry yang berkualitas. Pasalnya, jika pola chart pattern terbentuk pada time frame besar, maka tingkat akurasinya dan tingkat peluang menuju profitnya pun juga semakin besar. Sebaliknya, jika pola chart pattern terbentuk pada time frame rendah, maka tingkat akurasinya pun juga rendah.

Semoga bisa membantu.
Aldo P   13 Oct 2020

Master sy awalnya mau jd day trader, tp sering sekali kepincut lihat harga di time frame kecil. Bisa stay di time frame H4/D1 cm bbrpa minggu, bsoknya udah ke TF kecil jd kyk scalpingan..

Apakah tindakan spti ini dibenarkan master? asal ganti2 strategi trading semau kita sndiri... Atau klau salah, mulai dr mana sy mmperbaiki x master? Makasih 

M Singgih   13 Oct 2020

@ Aldo P:

Berganti-ganti time frame bisa saja dilakukan dalam trading, asalkan Anda menggunakan sistem trading yang mengandalkan sinyal untuk entry, dan pada time frame yang dimaksud memang ada sinyal valid yang terkonfirmasi oleh indikator teknikal.
Tetapi perlu diketahui bahwa semakin rendah time frame maka akurasi sinyal yang dihasilkan juga semakin rendah, atau validitas sinyalnya lebih rendah dibandingkan dengan sinyal pada time frame yang lebih tinggi.

Jika Anda trading menggunakan EA, atau dengan sistem trading tertentu yang sudah di-backtest, maka time frame yang digunakan sudah ditentukan. Tetrapi kalau sistem trading Anda tidak terikat pada time frame tertentu, maka bebas menggunakan time frame manapun.

Darma   19 Nov 2020

Kan kalau order dibiarkan melewati satu hari biasanya kan kena swap pak? Apakah besar kecilnya swap tetap menjadi pertimbangan? Skenario tetap dijalankan atau dipaksa close?

M Singgih   20 Nov 2020

@ Darma:

- Kan kalau order dibiarkan melewati satu hari biasanya kan kena swap pak?

Belum tentu, tergantung dari ketentuan broker. Ada broker yang tidak mengenakan swap atau swap free. Selain itu, Anda juga bisa mengajukan untuk tidak dikenakan swap pada broker. Beberapa broker memberikan penawaran swap free bagi klien yang tidak ingin dikenakan swap.

- …. Apakah besar kecilnya swap tetap menjadi pertimbangan?

Swap tidak selalu negatif (Anda harus membayar bunga), tetapi bisa juga positif (Anda mendapatkan bunga), tergantung dari pair apa dan posisi trading (buy atau sell).

Jika Anda menggunakan platform Metatrader, untuk mengetahui besarnya swap, silahkan klik kanan pada pair yang ada di MarketWatch, kemudian klik Specification, akan ditampilkan Swap long (untuk posisi buy), dan juga Swap short (untuk posisi sell).

- …. Skenario tetap dijalankan atau dipaksa close?

Maksudnya skenario apa ya?
Kalau dipaksa close oleh broker bisa saja terjadi kalau Margin Level Anda sudah mencapai level Stop Out (SO) sesuai yang ditentukan broker.

Majid   18 Dec 2020

Terus kalau dalam konteks ini, analisa fundamentalnya penggunaannya seperti apa pak?

M Singgih   20 Dec 2020

@ Majid:

Analisa fundamental tidak tergantung dari time frame yang digunakan. Analisa fundamental biasa digunakan untuk memprediksi pergerakan harga dalam jangka menengah panjang. Misal The Fed meluncurkan stimulus besar-besaran, maka dalam jangka menengah panjang diperkirakan US Dollar akan melemah karena peredaran USD semakin banyak.

Tetapi jika Anda ingin trading berdasarkan berita hasil rilis data fundamental, Anda bisa menggunakan time frame berapa saja. Yang perlu diperhatikan ketika trade by news adalah:
1. Perhatikan hasil actual versus forecast dan previous-nya.
Misal data Non Farm Payrolls (NFP) AS. Data previous 200,000 job, forecast 150,000 job:
- Jika hasil rilisnya (data actual) diatas data previous dan forecast (misal 250,000 job) maka kemungkinan besar USD akan menguat.
- Jika hasil rilisnya (data actual) dibawah data previous dan forecast (misal 100,000 job) maka kemungkinan besar USD akan melemah.
- Jika hasil rilisnya (data actual) diantara data previous dan forecast (misal 175,000 job) maka unpredictable, USD bisa menguat bisa melemah. Dalam hal ini sebaiknya tunggu arah sentimen pasar sebelum entry.

2. Perhatikan revisi data. Revisi data yang telah dirilis sebelumnya akan mempunyai dampak pada pergerakan harga saat ini, tetapi biasanya dampaknya tidak sebesar hasil rilis data actual. Jika data sebelumnya direvisi menjadi lebih baik maka akan berdampak positif pada mata uang negara tersebut, dan sebaliknya.

3. Hindari entry menjelang atau pada saat rilis data, untuk menghindari slippage (loncatan harga) yang mungkin terjadi akibat volatilitas yang tinggi. Entry sekitar 15-30 menit setelah rilis data, yang mana arah pergerakan harga sudah jelas.

M Singgih   1 Nov 2021

@ Mouza:

Menggunakan time frame rendah akurasinya akan rendah juga karena semakin rendah time frame akan semakin banyak noise atau kesalahan pergerakan harga, kecuali jika Anda trading dengan cara scalping yang mana begitu profit sedikit langsung keluar (exit). Untuk trading harian atau jangka pendek kebanyakan trader menggunakan time frame minimal 1 jam (H1).

 

Mouza   1 Nov 2021

Ohh jadi begitu ya pak....minta sarannya juga dong pak untuk indikator kalau main di time frame H1

M Singgih   2 Nov 2021

@ Mouza:

Trading pada time frame berapa saja, indikator teknikal yang penting untuk digunakan adalah indikator trend dan indikator momentum. Indikator trend untuk mengetahui arah pergerakan harga yang sedang terjadi, dan indikator momentum untuk mencari waktu yang tepat untuk entry.

Indikator trend yang sering digunakan adalah Moving Average, ADX, Parabolic SAR, Bollinger Bands dan juga MACD. Sementara indikator momentum biasanya berupa indikator oscillator seperti RSI, stochastic dan juga CCI.

 

Wadud   3 Nov 2021

Trading yang aman mainnya di timeframe berapa pak?

M Singgih   3 Nov 2021

@ Wadud:

Semakin tinggi time frame yang Anda gunakan, analisa Anda akan semakin akurat. Misal analisa pada time frame daily akan jauh lebih akurat dari analisa yang sama pada time frame 1 menit.

Kami sarankan agar tidak menggunakan time frame yang rendah, kecuali Anda trading dengan cara scalping. Untuk trader harian biasanya menggunakan time frame H1, dan untuk trader jangka menengah panjang biasanya menggunakan time frame daily.

 

Wadud   4 Nov 2021

Terima kasih pak, atas jawabannya. Sangat membantu

 

Nur Salim   16 Mar 2022

@Sabar Indah:

Selamat malam, untuk pernyataan bahwa trading dengan Multi Time Frame lebih baik daripada Single Time Frame sendiri tidak selalu benar pak. Semua tergantung bagaimana jenis strategi yang digunakan serta pengaplikasiannya baik pada Single Time Frame ataupun Multi Time Frame. Namun, memang beberapa tahun terakhir ini industri edukasi pada trading semakin marak mengajarkan pengaplikasian Multi Time Frame karena akurasi tinggi serta perbandingan tingkat Risk:Reward yang tinggi yang bisa didapatkan dengan analisa secara Multi Time Frame. Tapi bapak jangan khawatir, analisa Single Time Frame juga tetap punya tempatnya sendiri di market dan tidak akan pernah ditinggalkan.

Mengenai cara penggunaan Multi Time Frame sendiri sebenarnya ada bermacam-macam pak. Yang paling terkenal sendiri ada 2 macam yaitu:

1. Penggunaan Multi Time Frame dalam berbagai komponen analisa

Di sini analisa akan dilakukan pada lebih dari satu Time Frame  tiap time frame yang digunakan akan memiliki fungsi tertentu sebagai komponen dalam analisa secara keseluruhan. Contohnya jika digunakan pada Time Frame Daily, H4 dan H1. Time Frame Daily akan digunakan sebagai tempat untuk melihat Trend atau arah pergerakan jangka panjang market secara keseluruhan. Jika sudah diketahui arah Trendnya, maka pada Time Frame H4 akan dicari Key Level yang bisa menjadi titik acuan atau potensi Entry dilakukan. Level ini bisa berupa Support dan Resistance, indikator Moving Average, dll. Selanjutnya Open posisi akan dilakukan pada time frame H1 dengan menunggu sinyal sebagai tanda yang muncul sesuai dengan sistem yang diterapkan. 

2. Penggunaan Multi Time Frame untuk konfirmasi Entry.

Jenis kedua dari penggunaan Multi Time Frame adalah sebagai konfirmasi dari sinyal yang didapatkan pada Time Frame yang berbeda dari Time Frame Entry. Salah satu contoh yang terkenal adalah penggunaannya analisa Multi Time Frame pada indikator BBMA OA. Pada BBMA OA, suatu sinyal yang muncul di Time Frame manapun dapat dikonfirmasi dengan melihat kondisi atau struktur market yang terbentuk pada Time Frame yang lebih kecil. Contohnya dalam salah satu sinyal dari BBMA OA yang dikenal dengan nama Reentry. Dengan menggunakan Time Frame Daily, H4 dan H1, Reentry yang terbentuk di Daily dapat dikonfirmasi dengan sinyal yang terbentuk pada Time Frame H4 dan H1-nya seperti contoh di bawah ini:

analisa-mtf

Secara sekilas memang penggunaan dua metode analisa Multi Time Frame di atas akan sangat terlihat WAH dan menarik jika dibandingkan dengan penggunaan Single Time Frame. Hanya saja analisa Multi Time Frame juga memiliki kelemahannya sendiri. Salah satu kelemahannya adalah peluang atau sinyal yang muncul juga akan menjadi sangat sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan Single Time Frame. Sehingga jika dibandingkan secara akumulasi perhitungan statistik, maka secara performa harusnya kedua jenis analisa tidak akan jauh berbeda.

Terima kasih atas pertanyaannya, semoga bisa sedikit membantu.

Kiki R   24 Mar 2022

@Alif Ali: Time frame yang sudah jadi settingan default di MT4 adalah Monthly, Weekly, Daily, H4, H1, M30, M15, M5 dan M1.

  • Monthly = Bulan
  • Weekly = Minggu
  • Daily = Hari
  • H (hour) = Jam
  • M (minute) = Menit 

Di MT5, time framenya lebih banyak lagi, semua time frame diatas ditambah dengan H2, H3, H6, H8, H12 dan M2, M3, M4, M5, M6, M10, M12 dan M20.

Kiki R   25 Mar 2022

@Ishadi Makruf: Terbalik, semakin kecil time frame (TF) maka akan semakin banyak noise sehingga akurasi berkurang.

Kelebihannya, sinyal entry lebih banyak. Kekurangannya, akurasi berkurang.

Kiki R   2 Apr 2022

@Noori Abri: Untuk melihat time frame (TF) yang tepat buat Anda, kita harus melihat Anda termasuk tipe trader yang mana.

1. Scalper, TF yang digunakan M1, M5, dan M15
2. Intraday trader, TF yang digunakan M15, M30, H1 dan H4
3. Swing trader, TF yang digunakan H4, Daily, Weekly
4. Position trader, TF yang digunakan Daily, Weekly dan Monthly

Sekarang, Anda masuk tipe yang mana?

Kiki R   11 Apr 2022

@Hendra Acuan: Dampaknya bisa bermacam-macam bergantung strategi trading yang digunakan.

1. Time frame akan berpengaruh kepada waktu nunggu entry.

- Semakin tinggi time frame yang digunakan, semakin lama waktu tunggu entry posisi. Sebagai contoh, menunggu entry posisi di time frame H1 lebih lama daripada menunggu entry posisi di time frame M5.

2. Time frame akan berpengaruh kepada waktu close posisi.

- Sejalan dengan poin 1 diatas, semakin tinggi time frame yang digunakan, semakin lama waktu close posisi.

3. Time frame akan mempengaruhi kepada frekuensi trading.

- Time frame kecil memberikan peluang trading yang lebih banyak daripada time frame besar.

Sebagai contoh, trading dengan time frame M5 lebih banyak peluang trading dibandingkan trading di time frame Daily.

Adapun mengenai winrate dan RR, hal ini belum bisa ditentukan karena strategi trading sangat beragam.

Kiki R   13 Apr 2022

@Monicha Arysandy: Diatas H1 (H4, Daily, Weekly, Monthly).

Pergerakan harga di time frame ini lebih lambat sehingga lebih mudah dianalisa daripada time frame M1, M5, M15, dan M30.

Tujuannya agar si trader pemula terbiasa dulu dengan pergerakan pair harga forex.

Setelah terbiasa dan mulai menyusun strategi, Anda bisa masuk ke time frame di bawah H1.

Aahmad Husain Hasbullah   18 Apr 2022

Apakah time frime ini juga berlaku untuk pemula yg ingin trading saham dan kripto pak?

Kiki R   18 Apr 2022

@Aahmad Husain Hasbullah: Untuk forex dan kripto hampir sama sedangkan untuk saham sedikit berbeda karena ada waktu jeda setelah sesi awal (pagi hari di waktu bursa sahamnya) dan sesi penutup (setelah jeda makan siang).

Tapi dari konsep belajarnya sama, intinya adalah memahami pergerakan harga dari instrumennya di time besar terlebih dahulu lalu masuk ke time frame kecil.

Aisha   22 Apr 2022

Dalam hal ini, perlu diperjelas dulu, "invest jangka panjang" itu berapa lama persisnya? dan instrumen investasi apa yang akan diinvestasikan untuk jangka panjang itu? Perlu diketahui, istilah jangka panjang itu bisa bermakna berbeda-beda.

Dalam dunia investasi umum, "investasi jangka panjang" biasanya bermakna lebih dari 5 tahun. Itu berarti bisa 6 tahun, 10 tahun, 20 tahun, atau bahkan lebih dari itu.

Umpama seorang investor saham membeli BBCA untuk "jangka panjang" maka ia mungkin berniat untuk hold sampai masa pensiunnya tiba dalam beberapa puluh tahun mendatang. Ia mungkin akan menganalisis harga BBCA dengan timeframe Monthly (bulanan).

Dalam dunia trading forex, istilah "jangka panjang" biasanya dibandingkan dengan strategi scalping dan day-trading, sehingga lama temponya paling-paling hanya mencakup beberapa bulan saja dan tidak sampai 5 tahun atau lebih.

Umpama seorang trader forex ingin open posisi pada EUR/USD untuk "jangka panjang", ia mungkin berniat "swing trading" dan hold posisi selama beberapa minggu atau beberapa bulan saja, sehingga analisisnya mulai dari timeframe Daily dan Weekly (belum tentu Monthly).

Aisha   10 May 2022

Cara memilih time frame yang tepat akan tergantung pada beberapa hal, antara lain:

  • Kamu ingin trading apa? Forex, saham, bitcoin, atau lainnya?
  • Kamu punya strategi trading apa? Scalping? Day-trading? Swing-trading? Long-term berbasis fundamental? atau lainnya?
  • Kamu punya modal berapa banyak?

Tanpa memahami hal-hal itu, kita nggak bisa memberikan saran pada kamu. 

Sebagai contoh saja nih:

  • Seseorang ingin trading saham, punya strategi scalping dan modal lebih dari 100 juta rupiah. Dia bisa pakai time frame 15 menit, 30 menit, atau bahkan 1 jam.
  • Seseorang ingin trading forex, punya strategi scalping dan modal kurang dari 100 dolar AS. Dia bisa pakai time frame 1 menit, 5 menit, atau bahkan tick chart.

Tidak ada cara memilih time frame yang bersifat mutlak, karena semuanya tergantung pada situasi masing-masing trader/investor yang tentunya berbeda-beda.

alif ali   23 Mar 2022

Macam2 time frime dalam trading apa saja ya master. Dan bagaimana cara mengubah-ubah timeframe tersebut? Terima kasih

noori abri   31 Mar 2022

Bagaimana cara menentukan timefrime yang tepat?

Monicha Arysandy   13 Apr 2022

Timefrime apa yang baiknya digunakan untuk trader pemula?

Darda Falaha W   20 Apr 2022

jenis time frime yang cocok digunakan untuk scalper, intraday dan swinger?

Hijrin Naufal   21 Apr 2022

Time frime berapa yang di pakai untuk invest jangka panjang dengan menggunakan analisa teknikal?

Syarif Kurniawan   9 May 2022

master, mohon info bagaimana cara memilih time frime yang tepat? trims

Thyo   17 Nov 2019

Saya sudah mempelajari forex dari banyak buku dan artikel2 termasuk di Inbizia.
Pertanyaan saya adalah di TimeFrame berapa biasanya kita dapat menemukan ChartPattern ?
Saya biasanya main di tf H1 dan H4, CP yg keluar seringkali bullflag dan bearflag saja, jarang sekali pattern lainnya.
Terima Kasih

Mbah Pri   26 Mar 2020

Saat tf besar naik trs di tf rendah trend turun itu yg sering kita jumpai. Klu gitu, kita hrs entry buy atau sell?

Darman Noviandi   22 Apr 2020

Apakah tampilan grafik sama yg kita lihat antara di timeframe M1, M5, M15?

Hendra Acuan   11 Apr 2022

Apa dampak dari time frame dalam hasil trading?

Mouza   29 Oct 2021

Saya pernah melihat ada yang share strateginya di timeframe 1 menit dan 5 menit. Apakah menggunakan timeframe kecil lebih efektif atau justru nanti bisa memberikan efek negatif? Makasih

ishadi makruf   25 Mar 2022

Apakah semakin kecil time frime akan semakin efektif penggunannya?

Sabar Indah   15 Mar 2022

mohon bantuannya, apakah benar trading dengan banyak tf terbukti lebih baik daripada yang hanya menggunakan 1 tf saja? mohon juga berikan contoh cara menggunakan banyak tf dalam trading. thx min

Reply > Lihat[39]
lalu dadank   13 Jun 2012

salam master mau tanya timeframe berapa yang paling bagus dalam menganalisa satu candlestick dan grafik candlestick. mohon pencerahannya.thanks

m singgih   26 May 2013

@ nur hidayat:

Arah pergerakan harga atau trend tidak dilihat dari formasi candlestick, tetapi dari indikator teknikal. Contoh indikator untuk melihat arah pergerakan harga (trend) adalah simple moving average (sma).  Pada time frame berapapun Anda trading, untuk menentukan arah trend Anda harus melihat ke time frame yang lebih tinggi.

Misal Anda trading pada tf H1 (1jam), maka untuk menentukan entry buy atau sell Anda harus melihat arah trend di tf daily atau H4. Kalau di tf daily uptrend (bullish) maka Anda bisa open buy dan kalau downtrend (bearish) Anda bisa open sell. Berikut ini contoh melihat arah trend dengan indikator sma 200 pada time frame daily:


Ketika harga berada diatas kurva sma 200 maka trend cenderung bullish (Anda bisa open buy) dan ketika berada dibawah kurva sma 200 trend cenderung bearish (Anda bisa open sell).

Formasi candlestick menunjukkan sentimen pasar. Anda bisa gunakan formasi candlestick untuk menentukan momentum entry yang tepat setelah Anda tahu ingin open buy atau open sell. Berbagai formasi candlestick disebut dengan price action. 

Saya kira Anda harus punya metode trading yang terdiri dari minimal 2 indikator yaitu indikator untuk melihat arah trend dan indikator untuk menentukan momentum entry. Indikator arah trend bisa dengan sma (bisa dikombinasi dengan MACD), dan indikator untuk momentum entry bisa dengan RSI atau stochastics. Semoga bisa membantu.

basir   13 Jun 2012

Yang perlu di ketahui 1 candle mewakili TF yang di gunakan. Jika Menggunakan H1 bearti 1 candle adalah mewakili pergerakan selama 1 jam.  berrarti selama 24 jam ada 24 candle. TF manapun bisa di gunakan. dan hal ini tergantung dari sistem yang digunakan. perhatikan saat open. gunakan awal awal awal time.  Salah satu sistem candle yang disajikan oleh seputar forea adalah Trade With Pin Bar.

Anda bisa mempelajari pola-pola lainnya di Grafik Candlestick dan Pola Candlestick.

width=546

width=542

Thanks

kiki r   25 Sep 2019

@lalu dadank: Perlu diketahui bahwa dalam buku tentang analisa pola candlestick time frame Daily digunakan sebagai time frame utamanya. Namun dalam penggunaanya, kita tentu bisa gunakan di time frame lainnya. Semakin besar time framenya, semakin bagus akurasi pola candlesticknya, sedangkan semakin kecil time frame maka semakin berkurang akurasi pola candlestick.

Saya menyarankan memakai pola candlestick paling minimal di time frame H4, karena penggunaan pola candlestick dibawah H4 mempunyai akurasi yang kecil karena banyak fake signal.

Terima Kasih.

basir   7 Nov 2014

Bisa, hanya saja tingkat keakuratannya bisa berbeda beda. pada Umumnya sebagain besar trader menggunakan di H1-D1.

Namun demikian yang perlu di perhatikan time server dari tiap broker bisa berbeda. Hal ini bisa disebut wajar, karena pembukaan dan penutupan tiap broker berbeda. Seperti halnya perbedaan waktu Indonesia dengan negara tetangga.

Anda bisa melakukan pengamatan dengan beberapa broker, dengan TF yang sama namun dengan time server yang berbeda.

Thanks.

m singgih   8 Dec 2016

@ Fadli:

Formasi candle hammer yang mengisyaratkan pergerakan bullish setelah downtrend, dan shooting star (kebalikan dari hammer) yang mengisyaratkan pergerakan bearish setelah uptrend bisa berlaku untuk semua time frame karena formasi tersebut menunjukkan sentimen pelaku pasar pada saat tertentu, bisa dalam jangka pendek (time frame rendah) maupun jangka menengah panjang (pada time frame tinggi).

Berikut contoh formasi hammer pada AUD/USD daily dan 15 menit (M15) :


Baik di time frame daily maupun time frame M15 formasi hammer menunjukkan perubahan arah (reversal ataupun koreksi) dari downtrend ke uptrend.

m singgih   17 Sep 2019

@ Edwin widianto:

- Pada time frame berapa yah pak untuk menentukan titik entri yg ideal?

Semua time frame bisa untuk entry, asalkan ada sinyal dari price action yang dikonfirmasi oleh indikator teknikal.


- Dan jenis candlestick apa yg harus di cari untuk kita entry??

Mengenai hal ini Anda bisa mempelajari price action. Single candle bisa pin bar atau doji, double candle bisa engulfing, tweezer, double top / bottom dsb, lebih dari 2 candle akan membentuk pola seperti morning star, evening star dsb.

Edwin widianto   17 Sep 2019

Baik pak. Terima kasih atas jawabanya...

Edwin widianto   17 Sep 2019

Baik pak. Terima kasih yah pak atas kebaikan bapak yang selama ini sudah membantu saya. 

Wahyu Chris   2 Jun 2022

Mau tanya, apakah time frame besar akan menghasilkan candlestick yang lebih besar-besar (Bukan doji)?

Kiki R   3 Jun 2022

@Wahyu Chris: Kalau Anda membandingkan antara time frame M1 dengan time frame H4 ke atas maka jawabannya ya.

Time frame M1 biasanya candlenya terlihat kecil dan kurang padat (berisi) terutama pada sesi yang sepi seperti Asia. Pada sesi yang padat/ramai seperti Eropa dan Amerika, candlenya mulai padat (berisi).

Ganapatih   6 Jun 2022

Jika menggunakan strategi swing trading, candlestick pada timeframe berapa yang perlu digunakan?

Edwin widianto   13 Sep 2019

Permisi pak. Pada time frame berapa yah pak untuk menentukan titik entri yg ideal? Dan jenis candlestick apa yg harus di cari untuk kita entry?? Terimakasih.

Monika   7 Nov 2014

Apa semua jenis-jenis formasi candlestick dan hubungannya dengan pergerakan harga dapat diaplikasikan pada semua time frame?

Fadli   5 Dec 2016

apakah candle hammer berlaku buat time frame H4 keatas atau berlaku juga buat time frame H4 kebawah?

nur hidayat   21 May 2013

master, sudah 2imggu ini aku semakin bingung dan rugi, tolong ajari saya tentang candlestick saya selalu salah arah master, trs untuk candlestick ini biar aku gak salah arah harus lihat TF brapa ya????tolong ya master

Kiki R   8 Jun 2022

@Ganapatih: Weeky-Daily-H4.

Time frame Weekly-Daily untuk melihat struktur harga dan level penting. Sedangkan H4 sebagai time frame entry.

Yahya Bin Slamet   8 Jun 2022

Pada timeframe dan pair apa trader dapat dengan mudah menemukan pola pin bar dan engulfing?

Kiki R   8 Jun 2022

@Yahya Bin Slamet: Pola engulfing ada pada semua pair, dari major, cross sampai exotic pairs.

Untuk time frame, semakin rendah time frame, semakin banyak pola candlestick yang akan Anda temui namun kualitas akurasinya juga kecil.

Jadi, cara terbaik menggunakan pola candlestick adalah menguji akurasinya terlebih dahulu agar mengetahui ekspektasi yang benar apabila trading menggunakan pola candlestick.

Nino Araf   6 Jul 2022

adakah hubungan tertentu suatu pola candlestick dengan instrumen atau pair yang digunakan pak? atau memang setiap pola akan selalu memiliki tingkat keuntungan yang sama dimanapun pola tersebut digunakan? trims pencerahannya.

Mandra   6 Jul 2022

Adakah trader forex yang menggunakan timeframe weekly hingga monthly? Kalau ada, mengapa menggunakan timeframe sebesar itu?

Kiki R   6 Jul 2022

@Nino Araf: adakah hubungan tertentu suatu pola candlestick dengan instrumen atau pair yang digunakan pak?

Ada hubungan, karena masing-masing pair memiliki karakter tertentu. 

atau memang setiap pola akan selalu memiliki tingkat keuntungan yang sama dimanapun pola tersebut digunakan?

Tidak, suatu pola candlestick mempunyai akurasi yang bervariasi jika diuji pada beberapa pair. Oleh karena itu, kita sebaiknya menguji akurasinya terlebih dahulu.

Kiki R   6 Jul 2022

@Mandra: Adakah trader forex yang menggunakan timeframe weekly hingga monthly?

Ada, trader ini biasa disebut position trader dan lama posisinya bisa ditahan berminggu-mingu hingga beberapa bulan.

Kalau ada, mengapa menggunakan timeframe sebesar itu?

Alasannya, karena mereka trading dengan dana yang sangat besar sehingga memanfaatkan pergerakan harga di time frame besar.

Diatasnya position trader adalah investing yang menahan posisi hingga bertahun-tahun.

Romli   12 Jul 2022

Jika trader dengan modal minim, apakah perlu menggunakan timeframe besar weekly untuk menganalisa trend?

Kiki R   13 Jul 2022

@Romli: Menggunakan time frame Weekly atau tidak kembali ke tipe si trader, bukan modalnya.

Kalau dia adalah swing trader, tentu bisa menggunakan time frame Weekly. Sedangkan kalau intraday trader tidak perlu melihat trend di time frame Weekly.

Lalu bagaimana dengan modal?

Gunakan saja akun cent. Deposit $10 yang terlihat di akun $1,000 (dikali 100).

Nanti tinggal sesuaikan jarak pips SL-nya dengan money management.

Jadi, tidak ada alasan trader modal minim tidak bisa trading jangka panjang. Sudah ada akun cent, bisa untuk modal kecil bagi yang ingin trading jangka panjang dengan modal kecil.

Yang paling susah buat trader jangka panjang atau menengah bukan modalnya, tapi psikologinya.

Bisa enggak berhari-hari sampai seminggu tidak entry dan pas sudah entry nahan sampai lebih seminggu?

Yang seperti ini susah bagi trader kebanyakan yang mau langsung profit dalam waktu cepat.

Felicia   11 Aug 2022

Bagaimana cara melakukan analisa multi timeframe untuk mendapatkan sinyal entry? Konsepnya seperti apa?

Kiki R   12 Aug 2022

@Felicia: Konsep analisa multi timeframe pada dasarnya menggunakan 3 poin penting, yaitu:

  • Struktur >> arah harga
  • Level >> level entry
  • Signal >> trigger entry

Struktur harga adalah proses menentukan apakah harga sedang trending atau sideways. Trading pada kondisi market sideways tentu berbeda dengan trading pada kondisi market trending.

Proses ini bisa menggunakan price action dengan melihat harga tertinggi dan harga terendah atau bisa juga menggunakan indikator berjenis tren seperti moving average, MACD, dst.

Setelah menentukan struktur harga yang sedang terjadi, selanjutnya menentukan di level mana area entry yang akan Anda gunakan.

Proses menentukan level bisa menggunakan banyak tools seperti fibonacci retracement, pivot point, support/resisten, supply/demand, atau indikator overbought/oversold seperti RSI.

Terakhir, barulah Anda masuk ke sinyal entry.

Jadi, mencari sinyal entry adalah langkah paling akhir, bukan langsung mencari sinyal entry di market tanpa melihat arah dan levelnya terlebih dahulu.

Banyak cara yang bisa Anda gunakan untuk melihat sinyal entry, bisa menggunakan pola candlestick, indikator stochastic, persilangan garis MA, divergence, dst.

Aisha   9 Dec 2022

Time frame lebih besar akan menghasilkan candlestick yang berukuran lebih besar. Namun, candle yang kecil seperti doji itu bisa muncul pada time frame berapa saja, baik time frame menitan, jam, ataupun harian. Hanya saja, frekuensi kemunculan doji pada timeframe lebih tinggi itu tentu akan lebih jarang daripada timeframe lebih rendah.

rudiyan   9 Dec 2022

cek aja di chart lah ya, bisa dicek sendiri kok

males banget udah jadi trader tapi nanya ginian

tinggal buka mt4, eurusd misalnya, trus ganti chart jadi candlestick, trus ganti ganti TF nya, ntar juga keliatan

M Singgih   15 Dec 2022

@ Felicia:

- Sinyal untuk entry diamati dari time frame utama yang Anda gunakan. Jadi tentukan dulu time frame utamanya, misal H1 (1 jam), dan amati apakah ada sinyal dari price action.

- Untuk konfirmasi arah trend, amati time frame yang lebih tinggi, misal time frame daily (D1).

- Untuk mendapatkan monentum atau saat entry yang tepat, amati time frame yang lebih rendah, misal time rame M15 (15 menit)

Reply > Lihat[29]
Komentar

Kumpulan Komentar @inbizia #time #frame

  Mahmud Erly   |   31 May 2015   |   Artikel
Trimakasih banyak rekomendasinya masta.
Sangat berguna untuk para pemain scalper
Metode penggunaan MA sama MACD selalu mantap, meskipun banyak diulan-ulang tapi selalu bermanfaat membaca rekomendasi trading dengan 2 indikator ini.
Pertanyaan sy apakah cara seperti ini juga bisa diterapkan oleh swinger?
Apakah jika bisa, cukup hanya dengan mengubah settingan time frame saja?
Mohon bantuannya,
  M Singgih   |   16 Dec 2015
@ Mahmud Erly:
Bisa, karena baik indikator MA maupun MACD bisa digunakan pada semua time frame. Dalam hal ini untuk jangka menengah panjang (swing trading) bisa menggunakan kombinasi time frame weekly (untuk arah trend) dan daily (untuk entry).
  Seupetoengfx   |   20 Jun 2016   |   Artikel
hmm kalo buat trading jangka pendek emang bener sih, pengunaan price action pd timeframe rendah (h1-h4) mungkin bisa merefleksikan harga lebih tepat, aplg kalo muncul pola inside bar tadi, sipdeh
  Irawan   |   20 Jun 2016
ha, inside bar? pola apaan tuh, ga ada tuh di artikel atas? Ampuh emang polanya?
  Seupetoengfx   |   21 Jun 2016

Nih artikel yang jelasin apa itu inside bar, ciri khasnya itu satu bar lebih besar dari bar yang satunya lagi, itu biasanya pertanda reversal akan terjadi, ampuh bener, sering banget sesuai prediksi apalagi kalo deket garis support ma resistance

  Lina   |   13 Oct 2022   |   Artikel

Time frame ideal untuk strategy ini berapa ya? Kebanyakan istilah yang harus dihafalin takutnya kalo time frame terlalu kecil udah ketinggalan harga, kalo time frame kegedean takut kelamaan dapet profitnya. Huft

  Nur Salim   |   7 Nov 2022

@Lina:

Untuk pemula mungkin bisa dimulai dengan time frame H1 ke atas. Kondisi ideal sendiri biasanya ada pada time frame H4 maupun Daily.

  Terry   |   17 Oct 2022   |   Artikel

Apakah BBMA OA hanya bisa dikonfirmasi dengan metode multi time frame saja? Atau adakah cara altenatif lainnya?

  Nur Salim   |   7 Nov 2022

@Terry:

Tidak pak, MTF merupakan metode Advanced ketika basic sudah dikuasai. Untuk konfirmasi standarnya sendiri sebenarnya ada pada pelajaran basic. Contohnya dalam Extrem, kita tidak masuk ketika MA-5 keluar. Melainkan pada candle Retest setelah candle Reverse terbentuk. Contoh lain lagi ada pada Reentry, Reentry valid jika terjadi Rejection pada harga di MA-5/10 High/Low pasca CSAK atau Momentum.

Metode lain sebenarnya bisa dimasukkan untuk konfirmasi tambahan seperti Stoch atau RSI untuk melihat Extrem, dll. Tapi untuk hal tersebut, bapak perlu melakukan Backtest terlebih dahulu untuk melihat seberapa baik cara tersebut dijadikan alternatif.

  Zack   |   14 Nov 2022   |   Artikel

Aku setuju sekali sih dengan penulis, privacy coin lebih banyak resikonya dibandingkan keuntungannya. Bukan hanya masalah di privacy nya tapi mungkin karena sentimen negatif yang udah dicap sebagai tempat pencucian uang yang memang transaksinya ga bisa dilacak dan kurasa ini merupakan hal yang ilegal. Memang privasi itu penting, tapi alangkah baiknya transparan seperti btc dan ETH sehingga apabila diperlukan maka bisa dilacak.

Belum lagi sentimen negatif lainnya adalah negara melarang transaksi dengan privacy coin. Hal-hal semacam ini sih bisa membuat privacy coin ditinggalkan masyarakat umum.

  Udin   |   6 Jan 2023   |   Artikel

@Aaron, gw bantu jawab gan. Mengenai real time tanpa requote itu berarti menjamin bahwa trading yang akan agan lakukan dengan broker tersebut tidak akan terkena requote alias server nya broker kencang. Jadi apa itu requote?

Requote adalah suatu kondisi dimana harga yang seharusnya didapatkan oleh trader ternyata berbeda dengan apa yang diberikan oleh broker. Sederhanya gini gan, jadi agan tuh misalkan buka order EUR/USD di nilai 1.0525 tetapi ternyata dapatnya 1.0510. Nah hal tersebut akan membuat trading agan beresiko berantakan karena ga sesuai antara harga yang dipesan dengan yang didapatkan.

Penyebabnya utamanya requote adalah server broker yang ga bisa nampung banyaknya orderan salah satunya scalping sehingga menyebabkan server overload dan berakhir dengan requote.

  Dendy   |   6 Jan 2023

Pak, mengenai requote sendiri pernah kejadian ga di broker-broekr yang sudah menjamin real time tanpa requote? Bila sewaktu-waktu nih, misalkan kebetulan memang waktu itu sangat amat banyak yang scalping gitu apakah kemungkinan akan terjadi requote? Dan apabila terjadi dengan bagaimana broker membuktikan real time tanpa requote yang mereka janjikan pak? Apakah ada faktor lain yang mendorong terjadi requote selain dari server pak, setau saya kan broker STP kan kalau ga salah cuma menghubungkan antara kita dengan likuidator. Apa mungkin bisa terjadi masalah dilikuidator nyaa?

  Udin   |   6 Jan 2023

Pak @Dendy, apakah akan terjadi requote meski di broker Forex dengan label real time tanpa requote? Tentu masih bisa terjadi pak, hal ini dikarenakan server yang overload dan juga tingkat fluktuasi yang tinggi yang sering terjadi di pasar Forex. Jadi bisa saja ada kejadian dimana broker akan mengalami banyak orderan dan terjadi di pasar forex yang sangat berfluktuasi. Biasanya kondisi fluktuasi ini sering terjadi saat terjadi isu-isu ekonomi dan politik global seperti pengumaman FED. Hal ini wajar saja terjadi dan memang trader disarankan jangan melakukan trading di waktu seperti itu.

Bagaimana broker menepati janji kepada trader apabila terjadi requote?

Biasanya akan muncul notifikasi kotak langsung di layar anda dan terus akan muncul perubahan harga apakah mau ikut atau broker balikan ke harga yang semula diinginkan. Jadi ada jaminannya gitu.

  Karimun   |   6 Jan 2023

Gan, gini gw baca tanggapan elu dan agak sedikit bingung, Apa bedanya antara requote dengan slippage ya? Soalnya gini, gw pernah sekilas banget membaca entah dimana kalau slippage itu juga bisa diakibatkan oleh fluktuasi pasar. Itu kalau broker nya ada jaminan karena slippage ga kalau terjadi, bukannya salah broker juga ga bisa ngatasin slippage.

  Udin   |   6 Jan 2023

@Pak Karimun, kalau requote terjadi ketika open posisi, maka slippage terjadi saat penutupan posisi. Hal ini terjadi karena tingginya volatilitas pasar yang menyebakan fluktuasi serta rendahnya likuiditas. Sederhananya seperti ini pak, ketika pasar bergejolak, kebetulan bapak mau close position dengan buy keuntungan misalkan 2 Euro dengan $1 tetapi kebetulan sekali 2 Euro lagi ga cukup buat bapak, sehingga terjadi slippage, di chart mendadak blank dan tiba-tiba harga $1 itu jadi 3 Euro maka bapak untung 1 Euro gara-gara slippage

Nah itu yang positif, bisa aja mendadak negatif hingga menyebabkan kerugian. apakah ada jaminan untuk hal ini, tidak ada jaminan dari broker

Jurnal Trading 18 September: Breakout D1 Time Frame H1
Ferick     18 Sep 2014
Dalam jurnal trading kali ini, prediksi saya secara teknikal, harga menembus level support kuat yang tidak bisa ditembus selama beberapa hari yakni 1.28800. Dan semua indikator menunjukan sinyal bulish, kecuali indikator yang mendeteksi oversould dan overbought.
Doji Muncul Di Dua Time Frame, USD/CHF Siap Meluncur
Alpha Team     19 Mar 2018
Pasangan USD/CHF siap untuk melanjutkan perjalanan naiknya setelah kemunculan dua buah doji pada dua time frame besarnya. Simak analisanya berikut.
Cara Mengukur Kekuatan Tren Bitcoin
Evan     21 Oct 2022
Following trend kerap dianggap sebagai cara termudah untuk trading Bitcoin. Pada kenyataannya, following trend tidak hanya soal mencari tapi juga mengukur kekuatan tren. Bagaimana caranya?
Strategi Trading Emas dengan Bantuan Price Action
Linlindua     28 Jul 2021
Strategi trading emas bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk lewat metode price action. Berikut ini tips trading emas dengan price action.
Cara Trading 1 Jam Dengan Pair USD/JPY
Cahyaning     22 Jul 2021
Cara trading 1 jam bisa diaplikasikan untuk mencari profit di pasar Asia, khususnya pada pair USD/JPY. Bagaimana caranya?
Analisa Multi Time Frame: Cara Konfirmasi Indikator BBMA OA
SAM     9 May 2018
Bagaimana cara konfirmasi indikator BBMA OA? Berikut akan diajarkan cara konfirmasi dengan analisa Multi Time Frame. Simak selengkapnya pada artikel berikut.
Tips Trading Jangka Pendek Dari Barbara Rockefeller
SAM     17 Jun 2016
Siapa bilang trading jangka pendek tak menguntungkan? trader sukses Barbara Rockefeller membuktikan kebalikannya.
Kirim Komentar Baru