Bila berpikir realistis, kamu akan sadar bahwa menyelenggarakan pernikahan tidak hanya soal cinta melulu. Terdapat banyak kebutuhan biaya di baliknya dan jumlahnya tidaklah sedikit, terutama bila kamu ingin mengadakan pesta pernikahan dengan mengundang banyak orang. Ada banyak sekali pasangan muda yang mengambil jalan pintas dengan cara berutang untuk mewujudkan pernikahan impian mereka. Tetapi setelah itu biasanya mereka akan kalang kabut menyelesaikan utang dan hidup pun tidak langsung happily ever after seperti di dalam dongeng. 

tips investasi nikah

Yang jelas, jika kamu berencana menikah dua atau lima tahun lagi, kamu harus mulai mengumpulkan uang dari sekarang. Selain itu, kamu juga perlu mencermati inflasi yang cenderung naik setiap tahun agar dana yang kamu kumpulkan cukup untuk biaya pernikahan dalam lima tahun mendatang. Berikut ini beberapa tips cerdas investasi untuk modal nikah.

 

Terapkan 4 Cara Investasi Untuk Modal Nikah Agar Impianmu Jadi Nyata

Cara 1: Cari Penghasilan Tambahan

Jangan mengerutkan kening dulu. Mengandalkan satu lubang pemasukan saja mungkin tidak akan cukup mencapai tujuan mengumpulkan dana pernikahan. Sebagai generasi milenial yang kreatif, kamu tentu bisa mengatasi tantangan ini.

Sekarang ini banyak sekali pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan di sela-sela jam kerja, terutama dengan bantuan internet. Bila kamu tertarik berdagang, kamu bisa menawarkan barang jualanmu secara online. Siapa tahu keuntungan yang diperoleh dari pekerjaan sampingan kamu ini tidak hanya bisa membiayai pernikahan, tetapi juga membeli rumah pertama kamu.

tips investasi modal nikah

(Baca Juga: Mungkinkah Pekerjaan Sampingan Menjadi Pekerjaan Utama?)

 

Cara 2: Tabung 20 Persen Dari Gajimu

Menyisihkan 20 persen dari gaji kamu setiap bulan merupakan salah satu solusi yang paling mudah. Bila setiap bulan kamu sukses menabung 20 persen dari gaji, lama-lama toh akan banyak juga. Lebih super lagi kalau kamu mengajak sang calon untuk melakukan hal yang sama. Misalnya gaji kamu dan pasangan masing-masing Rp5 juta setiap bulan. Bila kalian berdua menyisihkan masing-masing 20 persen, artinya akan ada Rp24 juta dalam setahun! Lumayan, bukan? Kalau dilakukan dengan konsisten, niscaya keinginan kalian berumah tangga akan segera terwujud.

 

Cara 3: Investasi Emas

Bila rencana kamu menikah masih lebih dari dua atau tiga tahun lagi, lebih baik kamu melakukan investasi logam mulia. Sejak zaman nenek moyang dahulu, logam emas menjadi salah satu investasi yang dianggap paling rendah risikonya. Hingga sekarang pun orang masih mengkamulkan logam emas sebab mudah untuk dijual. Tentu saja tak semua orang sanggup membeli logam emas dengan jumlah banyak. kamu memiliki dua pilihan: membeli emas secara kredit di bank, atau menabung emas di PT Pegadaian.

Kedua cara itu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kredit emas di bank misalnya, kamu tetap bisa membeli emas dengan cicilan yang tidak terlalu besar. Tetapi begitu kamu gagal bayar setiap bulan, emas yang sudah kamu cicil bisa dilelang, selain itu juga ada bunga yang harus dibayar. Sementara jika pilihanmu menabung emas di PT Pegadaian, kamu cukup membuka rekening di cabang PT Pegadaian terdekat dan membayar sejumlah berat emas yang ingin kamu tabung sesuai harga emas hari itu.

investasi emas untuk modal nikah

(Baca Juga: Proporsi Investasi Emas Yang Ideal)

Cara 4: Investasi Reksadana

Kamu juga bisa berinvestasi lewat reksadana. Bila kamu ingin menikah dalam waktu lima tahun ke depan, jenis investasi reksadana pasar uang bisa kamu jadikan pilihan, karena reksadana tersebut memiliki risiko terukur, imbal hasil yang menarik, aman dan juga terjangkau. Dilihat dari beberapa cabang perusahaan MI, reksadana bisa dibuka dengan dana minimal Rp100.000. Kamu bisa meminta bantuan manajer investasi untuk memberikan masukan dalam memilih reksadana yang cocok untuk rencana pernikahan, terutama karena reksadana ada yang jangka pendek, menengah dan panjang, dengan risiko yang berbeda-beda.

 

Reksa dana sangat tepat untuk kamu yang masih awam soal investasi dan juga cocok bagi kamu yang sudah mengenal investasi namun tidak punya cukup waktu untuk memantau pasar uang. Reksa dana dijual melalui Manajer Investasi (MI) langsung atau bank. Tapi jangan lupa, sebelum investasi reksadana, kenali juga biaya-biaya yang menyertainya, ya.