Tips Mengelola Dompet Digital Anti Boros

Wahyudi 30 Jan 2021 162
Dibaca Normal 11 Menit

Ada banyak sekali ragam dompet digital yang ditawarkan oleh vendor-vendor ternama baik lokal maupun mancanegara. Satu hal yang penting diingat adalah bagaimana pengguna bisa mengelola dompet digital dengan benar.

Di era digital seperti saat ini, masyarakat lebih sering menggunakan metode pembayaran cashless melalui dompet digital. Apalagi, mayoritas vendor dompet digital kini kian berlomba-lomba memanjakan penggunanya melalui tawaran promosi dan diskon yang menggiurkan.

Meski membuat transaksi lebih mudah, tetapi ada satu hal yang harus diperhatikan oleh para pengguna dompet digital, yakni kalap cenderung serakah. Lantas, upaya apa yang bisa kita lakukan agar tidak boros? Simak ulasan berikut ini.

 

Apa Itu Dompet Digital?

Istilah dompet tentu identik sebagai tempat menyimpan uang maupun nota-nota belanja dalam sebuah wadah berbahan dasar kulit, canvas, atau sejenisnya. Bila ingin melakukan pembayaran, cukup keluarkan uang tunai sesuai nominal yang diminta oleh penjual. Namun, bagaimana dengan dompet digital?

Dompet Digital

Sama dengan dompet fisik, dompet digital alias e-wallet juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan uang. Bedanya, uang yang disimpan dalam dompet digital berbentuk saldo. Di tengah pandemi seperti saat ini, masyarakat dituntut untuk mengurangi kontak fisik dengan orang lain, dimana salah satu perantaranya ialah melalui uang cash. Karena alasan itulah, penggunaan dompet digital kian menjamur dan digandrungi, sehingga tercetuslah istilah cashless payment alias pembayaran non tunai.

 

Apakah Dompat Digital Aman Digunakan?

Faktor keamanan adalah hal paling krusial ketika menggunakan dompet digital. Biasanya, pengguna akan diminta untuk mengisi data informasi rekening bank, nomor kartu kredit atau debit ketika mulai mendaftar di beberapa platform dompet digital. Dalam hal ini, pastikan data yang Anda isikan sudah benar, serta selalu cek S&K sebelum menyetujui akses informasi dari dompet digital.

Sayangnya, transmisi data melalui jaringan seluler bisa menjadi "celah" ketidakamanan data yang Anda submit. Ada pula risiko kebocoran data hingga penipuan apabila ponsel Anda hilang atau dicuri. Oleh karena itu, tanggung jawab dan kewaspadaan diri selama menggunakan dompet digital penting untuk ditanamkan.

 

Dompet Digital Dalam Skala Global

Selama beberapa tahun terakhir, dompet digital telah muncul sebagai instrumen pembayaran yang berkembang pesat dan dapat digunakan untuk banyak hal, seperti pembayaran tagihan, isi ulang ponsel, tagihan taksi, tiket nonton, dan sebagainya. Dompet digital bahkan sudah digunakan dalam skala global, mengingat kemudahannya dalam hal penyimpanan uang secara lebih instan dan sederhana.

Pengguna Dompet Digital(Baca Juga: Milenial Vs Generasi Z, Mana Yang Lebih Suka Pakai Dompet Digital?)

Pada tahun 2021, pembayaran non tunai yang menggunakan jaringan seluler di seluruh dunia diperkirakan melampaui USD1 triliun Dolar. Bahkan pada momen Black Friday 2020 AS, penjualan online dari perangkat seluler mencapai USD1.2 miliar. Jumlah ini meningkat sebanyak 33% dibandingkan tahun lalu; menunjukkan betapa populernya fasilitas satu ini.

 

Mengenal Dompet Digital Masa Kini

Dengan berbekal dompet digital di smartphone, pengguna dapat dengan mudah melakukan transaksi tanpa perlu menambahkan kartu kredit, kartu debit, bahkan uang tunai. Mengingat ada banyak sekali jenis dompet digital yang ditawarkan di Indonesia, berikut penulis jabarkan tiga jenis dompet digital terbaik di Indonesia.

 

1. GoPay

Salah satu alasan mengapa GoPay digemari oleh milenial adalah banyaknya promo khusus yang bisa dinikmati, mulai dari promo diskon GoRide, promo GoFood, dan masih banyak lagi. Selain itu, GoPay juga telah terdaftar di Bank Indonesia serta OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

 

2. OVO

Selain GoPay, OVO juga menjadi pilihan utama golongan milenial. Hal ini tidak lain karena OVO sudah menguasai lebih dari 70% pusat perbelanjaan di Indonesia. Menariknya lagi, dompet digital ini mempunyai aplikasinya sendiri tanpa harus mengunduh Grab selaku partnernya.

Mengenal OVO

 

3. Dana

Jika kedua dompet digital sebelumnya selalu diidentikkan dengan aplikasi transportasi online, Dana sepenuhnya berbeda. Dompet digital satu ini bisa terhubung dengan layanan dompet digital lain, seperti Samsung Pay.

Kemudahan bertransaksi menggunakan dompet digital kerap membuat penggunanya kalap. Ingin beli ini tinggal klik, beli itu tinggal transfer, akhirnya muncul sikap konsumtif dan cenderung boros. Untuk itu, perhatikan dulu bagaimana cara mengelola dompet digital dengan bijak dan tepat.

 

7 Cara Bijak Mengelola Dompet Digital

Mengelola keuangan di era digital saat ini memang tidak mudah. Butuh komitmen dan konsistensi karena godaannya banyak sekali. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar lebih hemat saat berbelanja.

 

1. Tetapkan Budget Bulanan

Pertama-tama, Anda perlu menentukan lebih dulu berapa anggaran dompet digital dalam sebulan, misalnya Rp500,000. Untuk Anda yang gemar berbelanja, usahakan lebih teliti dan "waspada" saat mengatur budget. Semakin besar anggaran e-wallet, semakin banyak pula yang ingin Anda beli.

 

2. Gunakan Seperlunya

Agar tidak boros, sebaiknya gunakan dompet digital saat dibutuhkan. Tetapkan juga untuk apa dompet digital Anda digunakan; apakah hanya membayar transportasi online atau membayar tagihan bulanan.

 

3. Hindari Transaksi Semua e-Wallet Bersamaan

Khusus untuk Anda yang memiliki lebih dari satu e-wallet, sebaiknya hindari menggunakannya secara bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan pemborosan. Dalam prakteknya, akan timbul keinginan untuk melakukan pembelian karena banyaknya dompet digital yang Anda miliki.

 

4. Pandai Memilah Promo e-Wallet

Memiliki lebih dari satu e-wallet tentunya akan menyulitkan Anda untuk mengontrol keuangan. Nah untuk menyiasatinya, gunakan salah satu e-wallet saja dengan tawaran promo terbesar.

Manfaatkan Cashback Dompet Digital(Baca Juga: Gelimang Cashback Dompet Digital, Begini Caranya Agar Untung)

 

5. Jangan Sering Top-Up

Top-up kecil tidak disarankan karena justru menyebabkan pemborosan, apalagi hampir semua bank mengenakan biaya administrasi. Meski nominalnya hanya Rp1,000 atau Rp2,500, tapi kalau dihitung top-up 10 kali jumlahnya lumayan kan?

Untuk itu, sebaiknya anggarkan budget bulanan sebagaimana dijelaskan pada poin pertama. Jika saldo e-wallet Anda habis pada akhir bulan, jangan lakukan top up karena sudah mencapai budget maksimal.

 

6. Hindari Penggunaan PayLater

Fitur Paylater sebenarnya sangat bermanfaat saat saldo dompet digital Anda sedang sekarat. Namun yang jadi permasalahan adalah adanya biaya administrasi sebesar 2-5% yang harus Anda tanggung saat menggunakan fitur ini. Jika memang bukan keperluan mendesak, sebaiknya hindari fitur yang satu ini.

Tips Gunakan PayLater(Baca Juga: Tips Bijak Gunakan PayLater pada Dompet Digital)

 

7. Monitor Pengeluaran e-Wallet Secara Berkala

Langkah terakhir ialah pantau pengeluaran e-wallet Anda secara berkala. Memantau saldo e-wallet akan memberikan gambaran tentang pengeluaran Anda dari waktu ke waktu. Jadi, Anda dapat membandingkan besar pengeluaran setiap bulannya.

 

Cash VS e-Wallet, Manakah Yang Lebih Baik?

Pembayaran menggunakan e-walletdinilai lebih praktis karena pelanggan tidak perlu menyiapkan uang tunai atau cash. Akan tetapi, penggunaan uang cash masih tinggi di Indonesia. Lantas, antara metode pembayaran cash dan pembayaran digital, manakah yang lebih baik digunakan saat melakukan transaksi pembayaran?

 

1. Cash Lebih "Pandai" Membatasi Pengeluaran

Pembayaran tunai dinilai lebih hemat karena Anda bisa mengontrol item apa saja yang akan dibeli. Anda juga dapat membatasi pengeluaran dengan membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Dengan begitu, Anda tidak akan membeli di luar keperluan yang dibutuhkan.

Lain halnya jika Anda menggunakan e-wallet yang di dalamnya menawarkan berbagai promo dan diskon. Karena tergiur,  Anda pun cenderung bersikap konsumtif dan tidak dapat mengontrol keuangan.

Sikap Konsumtif

 

2. Uang Cash Dimiliki Oleh Semua Lapisan Masyarakat

Uang cash atau tunai dimiliki oleh seluruh kalangan, sehingga Anda dapat menggunakan uang tersebut sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, semua gerai atau warung pasti bisa menerima pembayaran menggunakan uang tunai.

Sayangnya, membawa terlalu banyak uang cash dalam dompet fisik dapat mengundang kejahatan kriminal. Jadi, tetap berhati-hati ya...

 

3. Dompet Digital Memiliki Keamanan Tingkat Tinggi

Metode pembayaran digital sangat membantu dan memudahkan para penggunanya. Selain itu, menggunakan dompet digital juga lebih aman dan nyaman karena Anda tak membutuhkan banyak uang tunai dalam dompet.

 

4. Jika Dompet Hilang, Uang Juga Hilang

Pembayaran tunai mengharuskan Anda membawa uang kemana-mana. Namun, jika dompet hilang, uang Anda juga otomatis hilang. Bahkan, kartu-kartu penting lainnya bisa turut raib karena dompet hilang.

 

5. Tidak Semua Orang Bisa Menggunakan e-Wallet

Salah satu kelemahan dari dompet digital adalah tidak semua orang menggunakan e-wallet, entah karena tidak memiliki ponsel atau tidak paham bagaimana cara menggunakannya. Bagi orang tua, metode pembayaran paling ringkas dan mudah masih disematkan pada uang tunai.

Pengunaan Uang Tunai

Baik pembayaran secara cash maupun cashless menawarkan potensi kerugian dan keuntungan masing-masing. Namun, ini semua kembali lagi pada kebijakan pengguna selama menggunakan dompet sesuai kebutuhan.

 

Sebelum Pilih Dompet Digital, Kenali Hambatannya

Secara umum, hambatan penggunaan dompet digital dapat Anda simak pada ulasan berikut.

 

1. Masalah Akses Seluler

Idealnya, dompet digital berjalan baik dengan teknologi jaringan 4G. Pelanggan yang berbelanja di area dengan jaringan buruk bisa jadi gagal checkout karena koneksi tersendat.

 

2. Tidak Banyak Pengguna Dompet Digital

Untuk skala global, perusahaan analisis ComScore menyurvei lebih dari satu juta konsumen mengenai dompet digital. Hasilnya, mayoritas dari mereka sudah familiar dengan PayPal, sementara setengah lainnya mengaku pernah mendengar aplikasi lain seperti Level Up, Square, V.Me, atau Google Wallet.

Dari sejumlah responden tersebut, jumlah penggunanya ternyata masih amat kecil, yaitu 12% saja. Adapun peringkat dompet digital global paling banyak digunakan secara berurutan adalah PayPal kemudian Google Wallet. Di pasar lokal, GoPay dan OVO menjadi penguasa pasar dompet digital.

GoPay VS OVO

 

Apa Saja Kelebihan Dompet Digital?

Setelah Anda memahami cara kerja dompet digital, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa perlu beradaptasi dengannya. Apa saja kelebihannya?

 

1. Faktor Kenyamanan

Kelebihan satu ini tentu tak perlu diragukan lagi. Jika sebelumnya Anda harus menenteng dompet kemana-mana, kini uang Anda bisa disimpan secara aman dan nyaman melalui dompet digital. Apalagi, smartphone kini seolah-olah menjadi "sahabat karib" yang setia menemani aktivitas Anda kapan saja dan di mana saja. 

 

2. Kecepatan Akses

Keunggulan kedua yang ditawarkan dompet digital adalah kemudahan menemukan fitur hanya dalam beberapa klik. Katakanlah Anda ingin membayar tagihan bulanan atau listrik token. Bila Anda menggunakan uang cash, Anda harus membawa nomor token dulu berikut uang tunainya. Sementara di dompet digital, Anda hanya tinggal geser menu ke kiri-kanan atas-bawah untuk menemukan halaman pembayaran. Mudah sekali bukan?

Kegunaan Dompet Digital

 

3. Pembayaran Online Mudah

Daripada harus menarik kartu dari dompet dan memasukkan nomor, tanggal kedaluwarsa, alamat penagihan dan sebagainya, bukankah lebih menyenangkan dengan hanya mengklik beberapa menu di dompet digital?

 

4. Keamanan Terjaga Dengan Baik

Keamanan dompet digital jelas tak perlu diragukan lagi, asal Anda bisa mengatur password yang aman dan "anti maling". Lain halnya bila yang tercuri adalah dompet fisik; Anda pasti panik dan buru-buru memblokir semua kartu kredit atau debit yang ada di dalamnya.

Dengan dompet digital, Anda mungkin tidak perlu melakukannya. Informasi kartu kredit Anda tidak pernah disimpan di ponsel, melainkan dienkripsi dan disimpan di cloud. Jika Anda kehilangan ponsel atau dicuri, tidak ada yang bisa mengumpulkan informasi apa pun tentang kartu kredit atau informasi pribadi Anda.

 

Kesimpulan

Dengan berkembangnya e-commerce, perangkat seluler, dan peningkatan keamanan, pembayaran seluler pasti akan meningkat dan kemungkinan akan melampaui metode pembayaran tradisional dalam beberapa tahun mendatang. Demikian pula kasus penipuan, fraud dan sebagainya terkait penggunaan teknologi seluler tetap merupakan risiko yang perlu disadari dan diambil oleh penyedia pembayaran seluler serta konsumen, betapapun sederhananya.

Namun diluar itu semua, sebenarnya yang paling penting diantsisipasi adalah godaan untuk boros. Jadi berhati-hati saja dalam penggunaan dompet digital agar bisa berhemat di tengah berbagai kemudahan yang diberikan di jaman teknologi canggih ini.

Kirim Komentar/Reply Baru

Forum

Adi Rahmanto (21 Jan 2019)

Benarkah holy grail trading itu sebenarnya tidak ada?

Selengkapnya

BANK KPR Ritel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%
Apakah efektifitas kebijakan moneter terhadap pengendalian inflasi di indonesia?
Apakah efektifitas kebijakan moneter terhadap pengendalian inflasi di indonesia?

Nafa Okta 1 Mar 2018

Reply:

M Singgih (02 Mar 2018 05:12)

@ nafa okta:

Untuk mengendalikan inflasi di Indonesia, Bank Indonesia (BI) melakukan pengaturan suku bunga. Ketika inflasi dianggap telah melebihi target, BI akan mengurangi jumlah uang beredar dengan menaikkan suku bunga acuan. Sebaliknya jika inflasi dianggap rendah atau di bawah target, bank sentral akan menaikkan jumlah uang beredar dengan cara menurunkan suku bunga untuk mendorong aktivitas ekonomi. Target inflasi BI untuk tahun 2016, 2017 dan 2018 masing-masing sebesar 4.0%, 4.0% dan 3.5% dengan deviasi 1.0%.

Untuk penjelasan yang lengkap silahkan baca:
- Memahami Kebijakan Bank Sentral: Suku Bunga, Stimulus, Dan Intervensi
- Kebijakan Moneter Bank Sentral

Linlindua 97
Saham 
Linlindua 142
Forex