Tokoverse Akan Jadi Ekosistem Blockchain Pertama Asal Indonesia

Crypholic 25 Apr 2022Dibaca Normal 2 Menit
kripto>berita>   #tokoverse   #blockchain
Tokocrypto siap membangun Tokoverse yang akan menjadi proyek jangka panjang untuk menjadi ekosistem blockchain pertama di Indonesia.

Persaingan antar exchange kripto di Tanah Air semakin ketat dalam beberapa waktu terakhir, terlebih setelah munculnya banyak nama baru yang menawarkan berbagai inovasi. Dalam upaya memperkokoh posisi sebagai salah satu bursa kripto top Indonesia, Tokocrypto sedang mengembangkan ekosistem blockchain Tokoverse yang nantinya akan menjadi tonggak sejarah baru dari perkembangan teknologi web 3.0 masa depan.

Tokoverse - Ekosistem Blockchain Indonesia

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan bahwa sejak awal berdirinya di tahun 2018, Tokocrypto berkomitmen menjadikan industri kripto lebih legitimate dan diterima secara luas oleh masyarakat Indonesia.

"Pencapaian Tokocrypto dalam kiprahnya selama empat tahun menunjukkan nasabah, investor, dan partner bisnis menaruh kepercayaan besar kepada kami. Tokocrypto tumbuh sangat pesat yang dibuktikan dengan kenaikan jumlah transaksi harian hingga 754 persen atau setara Rp2.7 triliun," katanya.

Pengembangan Tokocrypto tidak hanya berhenti sebagai exchange perdagangan aset kripto saja, tetapi juga ada inovasi terbaru sesuai dengan perkembangan teknologi yang diperlihatkan melalui Tokoverse. Nantinya, pengembangan Tokoverse merupakan kombinasi sinergis antara Decentralized Finance (DeFi), GameFi, dan Non Fungible Token (NFT).

"Tokoverse akan menjadi ekosistem blockchain pertama asal Indonesia yang dibangun oleh Tokocrypto. Setelah Tokoverse terbentuk, TKO (proyek token hybrid milik Tokocrypto) akan menjadi backbone dalam perkembangan ekosistem tersebut. Tokoverse menjadi bukti komitmen Tokocrypto dalam membangun ekosistem blockchain berkelanjutan di Indonesia," tambah Pang Xue Kai.

Karena menyadari potensi perkembangan teknologi blockchain di masa depan, Tokocrypto berkomitemen menjadikan Tokoverse sebagai proyek jangka panjang yang nantinya akan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

Riset PwC menunjukkan teknologi blockchain akan berkembang pesat dalam 10 tahun ke depan dengan nilai $1.76 triliun.  Sementara itu, riset Kementerian Perdagangan RI mencatat jika teknologi blockchain bersama dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital nasional menjadi Rp4.5 ribu triliun pada 2030 mendatang.

"Industri kripto dan blockchain saat ini sedang mencoba merintis teknologi internet baru yang sering disebut web 3.0. Blockchain nantinya akan bertindak seperti Google dan Microsoft yang membantu menciptakan web 1. Kami memperkirakan dalam kurun waktu 10-20 tahun ke depan, teknologi blockhain akan mendominasi dunia dan membantu berbagai kehidupan manusia," tutup Pang Xue Kai.

Terkait Lainnya
 
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip