Trading Dengan Indikator MACD


SAM 21 Apr 2013 15784Dibaca Normal 4 Menit

Indikator MACD dapat menunjukkan arah trend dan momentum pasar. Karenanya, trader forex bisa menggunakannya untuk mencari peluang buy dan sell.



Indikator MACD (Moving Average Convergence/Divergence) sangat populer dan banyak digunakan oleh para trader di pasar forex. Indikator teknikal ini dibuat oleh Gerald Appeal pada tahun 1979 dan dalam waktu singkat mendapat sambutan dari berbagai kalangan karena dinilai sederhana dan fleksibel.

Pada dasarnya, MACD menunjukkan arah trend dan momentum pasar. Secara umum MACD digunakan sebagai:

  • pengukur kekuatan trend yang sedang terjadi.
  • pengukur momentum pasar, apakah kondisinya telah overbought atau oversold.
  • indikator apakah sedang terjadi divergensi bullish atau bearish. Fungsi ini cukup populer karena hasilnya bisa akurat bila sinyalnya terjadi bersamaan dengan momentum pasar yang overbought atau oversold.

Ada beberapa versi tampilan MACD dalam platform trading, tetapi pada dasarnya mewakili parameter yang sama. Tampilan platform Metatrader versi standar menggunakan area untuk menyatakan MACD, tetapi versi garis lebih populer karena mudah untuk diamati.

Pada Metatrader, kita dapat memasang indikator MACD dengan klik Insert >>> Indicators >>> Oscillators >>> MACD. Nantinya indikator MACD akan muncul seara otomatis di bawah grafik harga.

 

Komponen Utama MACD

Indikator MACD adalah selisih antara nilai Exponential Moving Average (EMA) periode 12 dengan EMA periode 26. Nilai parameter ini adalah yang direkomendasikan dan selalu digunakan. Selisih nilai ini bisa ditampilkan dalam bentuk garis atau area seperti tampilan pada platform Metatrader (lihat gambar di bawah). Selain garis atau area MACD sebagai komponen utama, untuk mengetahui momentum buy atau sell yang tepat, digunakan garis sinyal (signal line) yang berupa Simple Moving Average dengan periode 9. Garis sinyal ini dibuat untuk memperhalus MACD.



Trading Dengan Indikator

 

Seperti tampak pada gambar di atas, area MACD melebar ketika jarak antara EMA-12 dan EMA-26 melebar. Perhatikan juga, ketika garis EMA-12 dan EMA-26 sama atau berpotongan (cross), maka nilai MACD tepat berada pada garis nol. Dengan demikian, maka:



  • Jika EMA-12 lebih besar dari EMA-26, maka nilai MACD positif dan area MACD berada di atas nol. Ini menandakan uptrend sedang kuat.
  • Ketika garis EMA-12 berada di bawah garis EMA-26, nilai MACD negatif dan area MACD berada di bawah garis nol. Ini mengisyaratkan terjadinya downtrend.
  • Sinyal buy terjadi bila MACD memotong garis sinyal dari arah bawah (nomor 2 pada gambar), yaitu pada saat terjadi momentum oversold.
  • Sinyal untuk sell terjadi bila MACD memotong garis sinyal dari arah atas (nomor 1 dan 3) atau pada saat terjadi momentum overbought.
  • Sinyal exit bila MACD memotong garis sinyal pada arah yang berlawanan dengan saat entry. Jika entry buypada titik 2, maka exit bisa pada titik 3. Sedangkan jika entry sell pada titik 1, maka exit pada titik 2.

Selain itu, indikator MACD dapat pula menunjukkan peluang trading yang muncul dari kondisi divergen (ketika harga bergerak ke arah berbeda dengan indikator MACD. Pembahasan selengkapnya mengenai ini dapat disimak pada artikel Trading Dengan Divergensi Indikator MACD.

 

Histogram Pada Indikator MACD (OSMA)

OSMA (Oscillator’s Moving Average) atau lazim disebut histogram adalah selisih antara nilai MACD dan garis sinyal. Pada platform standard Metatrader, indikator yang merupakan bagian dari MACD ini disebut OSMA dan disajikan terpisah dengan indikator MACD; sedangkan pada platform trading lainnya, MACD dan histogram ditampilkan bersamaan. Namun, ada pula beberapa broker dengan platform Metatrader membuat tampilan yang disatukan seperti pada tampilan garis gambar di atas.

Sebenarnya, OSMA dapat dipergunakan sebagai indikator terpisah dari MACD. Bahkan, banyak trader yang menganggap indikator histogram lebih penting dari MACD itu sendiri. Seperti tampak pada gambar di atas, area histogram positif (lebih besar nol) ketika MACD berada di atas garis sinyal, dan negatif ketika MACD berada di bawah garis sinyal. Ini menunjukkan percepatan gerakan harga yang artinya kekuatan trend yang sedang terjadi.

Makin lebar area histogram, berarti pergerakan harga makin cepat, ditunjukkan oleh jarak MACD dan garis sinyal yang makin lebar, dengan demikian trend yang terjadi semakin kuat. Area histogram yang berada di atas garis nol menunjukkan keadaan bullish, sedangkan histogram di bawah garis nol menunjukkan keadaan bearish. Level puncak dan lembah histogram juga menunjukkan level overbought dan oversold

Advertisement


Forum

Adi Rahmanto (21 Jan 2019)

Benarkah holy grail trading itu sebenarnya tidak ada?

Selengkapnya...

Advertisement

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 18    

Sukarni
6 OCT 2013
bener juga ya, kalo diliat memang osma lebih tepat gambarin harga dan lebih cepet juga meresponnya. apa bisa pake osma aja tanpa macd?
Om Suryo
12 OCT 2013
Sukarni. Mngkn bs, tp kykx Osma g dlengkapi sm grs sinyal jd krg dprhalus gtu, ya gpp sih kalo bs analisa pake Osma aja dg lancar.
Zul Prawoto
16 OCT 2013
MACD memang sebenarnya hanya merupakan selisih dari ema 12 dan ema 26 yang area dan garis sinyalnya juga bisa dipakai untuk menandakan tren dan juga level kondisi overbought maupun oversold. Tapi dengan adanya OSMA sebagai oscillatornya MACD hasil yang diperoleh memang menitikberatkan pada momentum tren itu sendiri, sehingga jika mengukur kekuatan tren memang akan leih membantu jika yang digunakan adalah histogram.
Om Suryo
17 OCT 2013
Zul. Tp bukanx di macd sndr sdh bs diukur momentumx? kn sdh jls keliatan klo yg dtandai sbg no.1 bs diartikan jg sbg overbought, sdngkn yg no.2 bs dijadiin sbg oversold jg. Emng osma lbh nmpak bs ngikutin prgrkn hrg drpd macd sndr, trus klo bnr2 bs dgabungin kyk yg diliatin dicnth gmbr plng bwh apa brarti osma ttp yg paling dpetimbangin mskipun ada prbdaan sm macdx?
Wee
3 JAN 2014
Maap gan, tapi apa penomerannya itu kurang tepat yah? apa no 1 & 3 itu bukannya sinyal buat sell, yang diambil di titik overbought? sedangkan no 2 itu sinyal untuk buy karena sudah sampai di titik oversold? apa mungkin sebenarnya ada 4 titik, dimana yang titik no 1 berada di perpotongan garis sinyal dari bawah yang juga ditandai sama garis kuning vertikal yang paling kiri?
M Singgih
11 JAN 2015
@ sukarni:
Bisa, tetapi OSMA tidak menunjukkan divergensi yang mungkin terjadi.

Biasanya OSMA digunakan bersama MACD, sebagai konfirmator trend yg sedang terjadi. Dan lagi OSMA dihitung dari selisih MACD dan signal, dan indikator OSMA selalu jadi satu dengan MACD.
M Singgih
11 JAN 2015
@ Om Suryo: OSMA dihitung dari selisih MACD dan sinyal, untuk konfirmasi arah trend, jadi sebenarnya juga bagian dari MACD, hanya untuk mempermudah pengamatan apakah saat ini sedang uptrend atau downtrend. OSMA tidak menunjukkan overbought (ob) dan oversold (os). ob dan os ditentukan oleh perpotongan MACD dan sinyal.
M Singgih
11 JAN 2015
@ Wee: ya, benar, ada kesalahan tulis. Titik 1 dan 3 adalah sinyal untuk sell (ketika terjadi overbought) dan titik 2 adalah sinyal untuk buy ketika oversold. Kesalahan sudah dibenerin. Kalau garis kuning vertikal tsb menunjukkan perpotongan antara kurva ema-12 dan ema-26 sehingga MACD-nya pas di level 0.00. Thanks atas ralatnya.
Winny
14 DEC 2015
terdapat perbedaan pada MACD bawaan mt4 sama yang original, tetapi prinsip nya sama
M Singgih
17 MAY 2016
@ Winny:
Untuk yang MACD bawaan Metatrader itu MACD-nya berbentuk garis histogram (bukan kurva), sedang sinyalnya berbentuk kurva, tetapi cara kerjanya sama dengan yang berbentuk kurva dan plus histogram OSMA.
Ali Ramadhan
12 MAY 2016
misi, mau nanya nih saya trade di broker fxdd tetapi saya ingin memodifikasi indikator macd saya seperti di gambar yang paling bawah itu gimana yah caranya? saya sudah nyoba ngutak atik parameternye tetapi tetap aja indikator nya standar seperti gambar yang paling atas hanya terdapat 1 garis ( garis sinyal ) mohon bantuannya
M Singgih
17 MAY 2016
@ Ali Ramadhan: Gambar yang paling bawah menampilkan MACD dalam bentuk kurva itu disebut dengan MACD traditional, bisa didownload di platform Metatrader-nya broker IBFX (InterbankFX), Anda bisa mendownload platform demonya kemudian ambil indikator yang namanya IBFX-MACD Traditional, kemudian copy paste ke folder MQL4 - Indicators di platform Metatrader Anda. Selain kurva MACD, indikator MACD yang traditional juga mencakup indikator OSMA dalam bentuk histogram. Untuk yang MACD bawaan Metatrader itu MACD-nya berbentuk garis histogram (bukan kurva), sedang sinyalnya berbentuk kurva, tetapi cara kerjanya sama.
Ihwan
30 MAY 2019

Kalau mau menampilkan garis MACD di smartphone andorid bisa ndak ya?

M Singgih
12 JUN 2019

@ Ihwan:
Pada chart, pilih tanda f, kemudian pilih f+ di bagian indicator window, lihat Oscillators, disitu ada MACD. Ketuk MACD, akan muncul opsi settingnya. Kalau setting sudah ok, indikator MACD akan muncul di chart.


Aditya
20 JUL 2019

Mas kalo olymptrade itu asli ga yah, atau bandar ?

Kurniawan
9 MAY 2020
Hai admin, saya adalah newbie yang masih belajar teori dasar forex dan ada yang ingin saya tanyakan dibagian pelajaran tentang MACD ini;
  • Nilai default parameter MACD yakni slow EMA=26, fast EMA=12 dan SMA=9, apakah setingan nilai parameter tersebut bisa digunakan di semua timeframe ketika trading ?

  • Ataukah jika memakai timeframe tertentu maka ada nilai parameter tertentu pula agar indikatornya lebih akurat?

  • Dikatakan indikator ini bisa digunakan untuk melihat kapan sinyal untuk buy-sell lewat adanya momentum oversold & overbought. Lalu apakah sinyal dari indikator MACD sudah cukup untuk bisa digunakan ataukah ada indikator lain yang juga bisa digunakan untuk memperkuat konfirmasi sinyal buy-sell tersebut ? jika ada, lalu indkator apakah yang bisa digunakan untuk memperkuat sinyal konfirmasi dari MACD?

  • Saya sudah instal aplikasi MetaTrader 4 dari broker FBS dan baru melihat apa aja yang ada di dalam aplikasi tersebut karena saya juga belum mengerti caranya untuk trading. Namun ketika mencoba memunculkan indikator MACD, koq tidak nampak indikator MACD + OSMA seperti di atas ya? Bagaimana cara memunculkannya? Karena yang ada hanya indikator MACD berupa garis signal + histogram MACD
M Singgih
17 MAY 2020
@ Kurniawan:

- …. Nilai default parameter MACD yakni slow EMA=26, fast EMA=12 dan SMA=9, apakah setingan nilai parameter tersebut bisa digunakan di semua timeframe ketika trading?
Ya, setting parameter tsb digunakan pada semua time frame. Tidak direkomendasikan untuk merubah setting parameternya.

- …. Ataukah jika memakai timeframe tertentu maka ada nilai parameter tertentu pula agar indikatornya lebih akurat?
Tidak. Setting parameter tetap default.

- …. koq tidak nampak indikator MACD + belum mengerti caranya untuk trading. Namun ketika mencoba memunculkan indikator MACD, koq tidak nampak indikator MACD + OSMA seperti di atas ya? Bagaimana cara memunculkannya? Karena yang ada hanya indikator MACD berupa garis signal + histogram OSMA seperti di atas ya?

Indikator yang menampilkan MACD berupa kurva, dan OSMA berupa histogram, namanya indikator MACD Traditional. Jika Anda berminat, silahkan menghubungi redaksi. Kita ada file indikator MACD Traditional dalam .ex4.

Teguh
29 MAY 2021

om, mau tanya, dalam kondisi uptrend yg berkepanjangan, sementara harga terus melambung, indikasi MACD dan garis sinyal masih melebar, sementara histogram membentuk endless bukit (demikian jug sebaliknya, downtrend). Bagaimana kita bisa memprediksi reversal (pembalikan arah) akan terjadi?

Kirim Komentar/Reply Baru
Tips Pintar Menggunakan Indikator Momentum
Tips Pintar Menggunakan Indikator Momentum
Nandini   30 Jun 2021   93  
3 Tips Trading Dengan Indikator RSI
3 Tips Trading Dengan Indikator RSI
SAM   3 Jun 2020   20820  
Indikator Yang Sering Digunakan Trader
Indikator Yang Sering Digunakan Trader
SAM   3 Jun 2020   15022  
Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya
Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya
Wiji Purnama   24 Aug 2017   64925  
Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya
Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya
Wiji Purnama   19 May 2017   38482  
Cara Memilih Indikator Forex Terbaik
Cara Memilih Indikator Forex Terbaik
Wiji Purnama   17 May 2017   6774