Trading Dengan Memanfaatkan Doji

SAM 18 Jul 2012
Dibaca Normal 8 Menit
forex > candlestick >   #doji
Candlestick Doji mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual di pasar, yang bisa dijadikan acuan oleh trader untuk mengidentifikasi trend reversal.

Pembahasan kali ini akan mengulas mengenai cara trading dengan Doji untuk mengetahui tren jangka panjang. Doji merupakan bentuk Candlestick yang mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual di pasar. Coba perhatikan gambar di bawah ini:

trading dengan memanfaatkan doji

Gambar di atas menjelaskan kondisi harga yang sedang dipantau oleh para pelaku pasar. Tubuh atau Body Candlestick Doji sangat pendek sehingga hampir tidak terlihat. Sedangkan sumbu atau lidi terbentuk memanjang melebihi besar Body-nya.

Tubuh Candlestick Doji yang sangat pendek ini mengindikasikan bahwa meskipun harga sempat naik turun secara ekstrim, pasar lebih memilih menutupnya di level yang hampir sama dengan harga pembukaan. Apakah bentuk Doji ini hanya satu saja? Jangan salah, ada 4 jenis bentuk Candlestick yang populer digunakan dalam metode trading dengan Doji.

 

4 Bentuk Candlestick Doji Yang Populer

Dalam pasar forex, ada banyak jenis bentuk Candlestick Doji yang akan Anda temukan, antara lain Doji Star, Long Legged Doji, Gravestone Doji, dan Dragonfly Doji. Perbedaan tiap-tiap pola Doji bisa diamati dari arah dan ukuran ekornya. Deskripsi selengkapnya mengenai masing-masing bentuk Candlestick Doji antara lain sebagai berikut:

 

1. Doji Star

Bentuk Candlestick Doji ini menandakan keseimbangan antara kekuatan Buyer dan Seller. Hal ini ditandai dengan terbentuknya panjang sumbu tertinggi dan terendah yang hampir sama. Lalu bagaimana cara mengidentifikasi arah tren melalui Doji Star ini? Caranya bisa dilihat dari trend yang terbentuk pada chart sebelumnya. 

doji star

Apabila kemunculan Doji Star ini muncul di area Overbought dari pergerakan Uptrend, maka ini bisa mengidentifikasikan tren reversal atau pembalikan arah. Harga yang awalnya bergerak Uptrend akan menjadi Downtrend.

Begitu juga sebaliknya, jika kemunculan Doji Star tampak di area Oversold dari pergerakan Downtrend, maka ini bisa menjadi pertanda bahwa tak lama lagi harga akan berbalik arah menjadi Uptrend.

 

2. Long Legged Doji (Doji Berekor Panjang)

Long Legged Doji terbentuk ketika harga bergerak hingga menyentuh titik terendahnya, tapi tak lama kemudian harga dengan cepat berbalik arah. Ekor yang terbentuk pada Candlestick Doji ini lebih panjang dari sumbu atasnya, dan menunjukan sentimen kuat dari salah kubu Seller yang ditarik cepat oleh kubu Buyer.

long legged doji

Sama dengan Doji Star yang memungkinkan terjadinya sinyal reversal, jika kemunculan dari Long Legged Doji ini berawal dari Downtrend, maka kemungkinan besar, pergerakan harga selanjutnya akan menjadi Uptrend. Sebaliknya, kalau muncul dari Uptrend, maka pergerakan harga selanjutnya kemungkinan akan Downtrend.

 

3. Gravestone Doji

Gravestone Doji melambangkan kekuatan Buyer lebih dominan di awal, tapi tak lama kemudian dihempaskan oleh kekuatan Seller yang begitu besar. Harga yang awalnya telah mencapai level tertingginya, tiba-tiba dengan cepat berbalik arah menuju level terendah dan ditutup di area tersebut.

gravestone doji

Jika pola Candlestick Doji ini terbentuk dari pergerakan Uptrend, maka ini bisa menjadi sinyal bahwa harga akan berbalik arah menuju Downtrend. Perlu digarisbawahi, pola yang menunjukan perubahan sentimen tiba-tiba semacam ini biasanya menunjukan hasil yang cukup valid. Menariknya, bentuk Doji ini sering dianggap serupa dengan formasi Shooting Star.

 

4. Dragonfly Doji

Jika pola Gravestone Doji terbentuk dari pergerakan Uptrend, maka Dragonfly Doji adalah sebaliknya, yakni terbentuk dari pergerakan Downtrend. Dalam pedoman trading dengan Doji, bentuk Candlestick ini adalah pertanda bahwa pergerakan harga akan berbalik arah dari yang awalnya Downtrend menjadi Uptrend.

dragonfly doji

Bentuk Dragonfly Doji menunjukan adanya sentimen Seller yang dominan di awal, tetapi ketika harga mencapai level terendahnya, harga tiba-tiba berbalik ke level tertinggi dengan cepat. Ini menandakan sentimen Buyer yang datang mendominasi pergerakan harga. 

 

Tips Trading Dengan Doji

Secara psikologis, bentuk Candlestick Doji menggambarkan keraguan pihak Seller dan Buyer. Pihak Seller meragukan kemungkinan menguatnya harga, sebaliknya pihak Buyer tak yakin pada prospek melemahnya harga. Inilah yang menciptakan keseimbangan harga. Meskipun demikian, pada akhirnya baik Buyer maupun Seller akan melihat adanya potensi market yang akan mengubah arah pergerakan harga menjadi trend selanjutnya.

Ketika trader melihat kemunculan Candlestick Doji, mereka akan menentukan arah trading berdasarkan arah harga sebelumnya. Jika arah pergerakan harga sebelumnya naik, maka setelah kemunculan Doji, trader berasumsi bahwa akan terjadi pembalikan sehingga mereka melakukan jual. Tetapi, jika arah pergerakan sebelumnya turun, maka setelah Doji terlihat, trader berasumsi bahwa akan ada pembalikan sehingga mereka melakukan beli. Pertanyaanya, apakah harga akan selalu bergerak sesuai asumsi ini? Tentu saja tidak.

Pasar-lah yang menggerakan harga, bukan Anda. Oleh karena itu, supaya tetap aman dalam menerapkan cara trading dengan Doji, berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan:

 

1. Perhatikan Candle Setelah Doji

Karena mencerminkan ketidakpastian pasar, tidak jarang Doji memberikan sinyal palsu yang menyesatkan trader; bukannya reversal, harga malah terkonsolidasi atau justru meneruskan tren sebelumnya, setelah Doji terbentuk. Untuk menghindari hal ini, banyak ahli Price Action menyarankan agar trader juga memvalidasi sinyal Doji terlebih dulu. Cara paling sederhana adalah dengan menunggu hingga terbentuk Candle setelah Doji.

Apabila Doji yang terbentuk adalah sinyal bullish reversal (didahului oleh Downtrend dan memiliki ekor yang lebih panjang), maka tunggu sampai Candle setelah Doji terkonfirmasi berbentuk bullish. Contohnya berikut ini:

Trading Dengan Doji

Jika Anda tak ingin menunggu lama sampai Candle setelah Doji tertutup, Anda bisa mengantisipasi peluangnya dengan memasang Pending Order Buy Stop di level Close atau High dari Candle sebelum Doji.

 

2. Manfaatkan Kondisi Overbought Dan Oversold

Cara trading dengan Doji bisa diaplikasikan dalam berbagai kondisi, salah satunya ketika pasar sedang dalam kondisi Overbought dan Oversold. Jika Candle Doji muncul di momentum tersebut, maka jangan ragu untuk segera mengambil tindakan.

Cara mengetahui kondisi pasar sedang jenuh beli atau jenuh jual bisa dilakukan dengan memanfaatkan beberapa Indikator Momentum, yaitu Commodity Channel Index (CCI), Relative Strength Index (RSI), William Percentage Range (W%R), atau Stochastics. Contoh pola Candle Doji yang terbentuk dalam area jenuh adalah sebagai berikut: 

Trading Dengan Memanfaatkan Doji

Dari gambar di atas, apabila ada Candlestick Doji yang didahului Downtrend terbentuk, lalu diikuti dengan sinyal Oversold dari Indikator Stochastic, maka Entry yang bisa Anda lakukan adalah Buy. Demikian juga sebaliknya. Metode ini bisa menjadi konfirmator yang lebih ampuh untuk melengkapi cara validasi sinyal Doji di poin sebelumnya.

 

3. Tempatkan Stop Loss Di Atas Sumbu

Stop Loss bisa menjadi penyelamat terbaik saat harga bergerak melawan arah atau prediksi yang sudah Anda tentukan. Bagaimana cara menentukan Stop Loss-nya? Anda bisa meletakkan SL dengan menggunakan sumbu pola Candlestick Doji sebagai acuan.

Sumbu (Shadow Candle) merupakan garis panjang yang dihasilkan dari pergerakan harga pada Candlestick. Dari sini, Doji Trader bisa menempatkan Stop Loss sesuai dengan level teratas atau terbawah pada ujung sumbu Candlestick. Contoh memasang SL di bagian sumbu Candlestick Doji bisa Anda lihat melalui gambar di bawah ini:

Trading Dengan Memanfaatkan Doji

 

 

Penutup

Dari ulasan di atas, bisa dilihat manfaat yang dapat Anda peroleh dari trading dengan Doji, yakni peluang untuk mendapatkan keuntungan yang besar dan risiko sekecil mungkin dari formasi harga secara langsung. Perlu tetap diingat bahwa semua hal dalam trading tidak dapat memberikan jaminan keuntungan 100%. Secara singkat, cara trading dengan Doji dapat dilihat dalam infografis ini.

Trading dengan memanfaatkan Doji

 

Semua trading yang menggunakan Candlestick Doji tidak akan berhasil tanpa disertai pengelolaan risiko yang baik. Gunakanlah manajemen risiko dengan bijaksana, sehingga Anda dapat mencapai profit secara konsisten.

 

FAQ Tentang Candlestick Doji

Sebagai candlestick yang menggambarkan keseimbangan pembeli dan penjual, Doji sering dijadikan acuan sinyal trend reversal. Agar Anda lebih mudah memahami candlestick ini, berikut pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul.

 

Apa saja bentuk candlestick Doji yang populer?

Ada 4 bentuk candlestick yang paling sering ditemukan, yaitu Doji Star, Long Legged Doji, Gravestone Doji, dan Dragonfly Doji.

 

Apa ciri-ciri Doji Star?

Ciri khas dari Doji Star adalah, memiliki sumbu atas dan sumbu bawah yang hampir sama. Apabila Anda menemukan Doji Star pada area overbought, maka itu bisa menjadi sinyal trend reversal bearish. Begitu sebaliknya bila ditemukan pada area oversold, maka bisa menjadi sinyal trend reversal bullish.

 

Apa ciri-ciri Long Legged Doji?

Candlestick Long Legged Doji memiliki sumbu bawah atau ekor yang lebih panjang dibandingkan dengan sumbu atasnya. Candle ini dapat mengindikasikan adanya trend reversal. Sehingga, apabila Long Legged Doji ini muncul pada uptrend, maka siap-siaplah untuk open sell. Begitupun sebaliknya bila muncul pada downtrend.

 

Apa ciri-ciri Gravestone Doji?

Sesuai dengan namanya, maka bentuknya sama seperti batu nisan di kuburan. Cenderung hanya memiliki sumbu atas, tanpa adanya sumbu bawah.

 

Apa ciri-ciri Dragonfly Doji?

Cara paling mudah mengingatnya adalah bentuk Gravestone Doji terbalik. Sehingga, candle ini cenderung hanya memiliki sumbu bawah saja, tanpa adanya sumbu atas.

 

Bagaimana tips menggunakan candlestick doji?

  1. Untuk dapat menghindari sinyal palsu dari Doji, maka Anda harus menunggu adanya konfirmasi trend reversal pada candle setelah Doji.
  2. Anda dapat memanfaatkan keadaan overbought dan oversold. Untuk dapat mengetahui kondisi overbought dan oversold, Anda dapat menggunakan beberapa indikator momentum, seperti Commodity Channel Index, Relative Strength Index, William Percentage Range, atau Stochastics.
  3. Letakkan stop loss di atas sumbu atas (untuk sinyal bearish) atau di bawah sumbu bawah (untuk sinyal bullish).
Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Ada banyak, pak. Ada Inside Bar, Hammer, Morning Star, Doji, Marubozu, dan lain-lainnya lagi. Mungkin Anda bisa coba klik link ini untuk membaca semua pola tersebut. Salam.
 Evan |  3 Jun 2022
Halaman: Belajar Candlestick Crypto Dengan Pola Bullish Engulfing
Apakah kalau muncul dobel doji seperti contoh di atas (yg kebetulan juga sama seperti contoh penulis), sudah pasti akan terjadi breakout? Sebab kalau dilihat dengan indikator Stochastic, harga jg udah menunjukkan overbought. Gimana?
 Arief Firmansyah |  13 Jun 2022
Halaman: Trik Menggunakan Dua Candle Doji Untuk Strategi Breakout
Setau gw, evening star sm morning star itu pake doji star. tinggal dua pola itu yang beda penempatan dojinya. bener kagak min?
 Ciro |  14 Jun 2022
Halaman: Trading Kripto Dengan Candlestick Doji
@Mita: Ada. Berikut saya berikan contoh tipsnya. Pertama Anda bisa entry open posisi berdasarkan kecenderungan peluang pergerakan harga. Semisal, bila muncul doji di downtrend/uptrend, maka entrylah dengan posisi berlawanan dengan trend pada candle setelah doji, sebab sebagai candlestick keraguan, maka munculnya doji bisa menjadi indikasi reversal, meski tak 100%. Langkah kedua, Anda bisa menentukan SL sesuai dengan shadow candle doji, setelah itu tentukan TP paling aman adalah dengan menggunakan besaran yang sama seperti Stop Loss, jadi menggunakan Risk and Reward 1:1. Di bawah itu, sudah saya lampirkan sekalian chartnya.
 Evan |  1 Jul 2022
Halaman: Formasi Doji Candlestick Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading
@Terry: Perbedaan utamanya, Doji merupakan pola Candlestick yang hanya menggunakan 1 buah Candlestick pak. Sedangkan untuk Morning dan Evening Star menggunakan 3 buah Candlestick dengan patokan Doji atau Candlestick berbadan kecil pada Candlestick keduanya. Pengaplikasiannya sendiri juga cukup berbeda antara Doji dan Morning/Evening Star. Seperti yang telah dijelaskan di atas, Morning/Evening Star biasanya akan muncul dan menjadi pertanda bahwa sebuah tren akan berakhir atau terbentuk Reversal.
 Nur Salim |  6 Jul 2022
Halaman: Pola Candlestick Morning Star Dan Evening Star
saya sempet nemu grafik kayak gitu, terus itu yang kotak biru apakah termasuk candlestick? artinya apaan ya? kok gak punya badan sm sumbu, jejer 4 lagi?
 Roland |  2 Aug 2022
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan

Kamus Candlestick

Three Line Strike
Three Line Strike
Akurasi :

Terdiri dari 4 candlestick. Tiga candlestick pertama adalah candle bullish yang ditutup menguat secara berturut-turut, sementara candlestick keempat adalah candlestick bearish panjang yang dibuka di harga lebih tinggi, tapi ditutup jauh di bawah harga penutupan tiga candlestick sebelumnya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Falling Three Methods
Falling Three Methods
Akurasi :

Terdiri dari beberapa candlestick. Diawali dengan candlestick bearish panjang yang kemudian diikuti oleh beberapa candlestick pendek membentuk koreksi bullish. Pola terkonfirmasi apabila terbentuk lagi candlestick bearish panjang yang menyentuh harga terendah baru.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bullish Hammer
Bullish Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang ditutup di dekat atau pada harga tertingginya (High), sehingga menandakan pelemahan momentum downtrend. Semakin panjang sumbu bawah dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three White Soldiers
Three White Soldiers
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bullish panjang. Harga penutupan candlestick kedua harus lebih tinggi dari candlestick pertama, begitu pula dengan harga penutupan candlestick ketiga dan kedua. Ini menandakan momentum uptrend yang masih kuat untuk membawa harga melanjutkan kenaikan.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.

Komentar[12]    
  Sebastian Arie   |   8 Nov 2012
pas ada doji mng g bs lngsung ngarep bkl ada reversal, makax plg aman tunggu smp pmbntukn candle brkt stlh doji selesai, br open posisi,
  Abidin   |   2 Nov 2014
memang doji ini bukan cuma sinyal pembalikan, tapi bisa juga sebagai sinyal penerusan. kalau trading dengan doji sebenarnya tdk cukup mengandalkan doji semata dan bagaimana arah harga sebelumnya

perlu konfirmasi juga dari candle berikutnya, sinyal dari indikator lain, dan bahkan kalau perlu konfirmasi ke timeframe lain. intinya kalau menurut sya doji ini cukup sebagai sinyal yang patut dianggap penting kemunculannya, tapi untuk masuk cuma dgn doji dan harga sebelumnya, masih kurang valid itu posisinya
  Fuad   |   19 Dec 2012
Menurut sy stop loss nya itu masih terlalu jauh lah kalau uptren akan sangat menguat seperti itu, mending balik ke penggunaan sr dg fibo atau pp aja supaya lebih yakin
  Eko Jarwadi   |   20 Mar 2015
trlalu jauh gimana bro?? klo khawatir lost banyak mending pake trailing stop aja. pas tuh buat pasar yg lagi trending kuat, jadi klopun ke close sm sl g bakal2 banyak lostnya. masih ada profit yg kesimpen gitulah
  Hari Santoso   |   8 Jan 2013
Jika tidak ingin posisi stop loss terlalu jauh dari level harga sekarang, ada baiknya menggunakan fasilitas trailing stop supaya level sop loss bisa lebih dinamis mengikuti pergerakan harga sekaligus mengunci profit. Dalam hal ini trailing stop bisa diatur secara otomatis atau manual, tergantung pada kepercayaan trader akan hasil analisanya.
  Fuad   |   11 Jan 2013
Sy setuju dengan @Hari, untuk mencari level-level sr memang kalau bukan fibo atau pp ya trailing stop itu. Oleh karena nya fungsi doji lebih pantas difungsikan untuk mengenali pembalikan tren saja. Mungkin jika pengenalan doji lebih diperluas dengan variasi bentuk doji itu sendiri atau kombinasi dengan candle2 sebelum dan sesudah nya akan lebih meyakinkan untuk menggunakan nya sebagai penanda reversal, daripada harus menunggu tren doji selesai.
  Hj   |   1 Mar 2015
Cara pengambilan sl tiap trader bisa beda-beda mas. Mungkin mas gak suka ambil dari doji, lebih percaya sma fibo. its fine. Tapi maksudnya di sini stop loss dari doji kan sebagai rekomendasi aja. Barangkali ada trader yg udah berhasil pake cara ini. Trailing stop cuma fasilitas platform aja, cara mencari level2nya yg tepat juga butuh perkiraan, entah asal ambil selisih berapa pips, ato diamati scr manual dari potensi penguatan tren.
  Rijalkalang   |   5 Feb 2015
mana tabelnya?
  Admin   |   6 Feb 2015
@rijalkalang: mohon maaf Gan, ada kekeliruan penerjemahan di artikel itu. Yang dimaksud bukan "tabel", melainkan "grafik", yaitu grafik diatas paragraf tersebut. Bisa dilihat disana bagaimana stop loss disarankan ditempatkan tepat dibawah doji.
  Admin   |   6 Feb 2015
@Aan Tri, @sebastian arie, @Fuad, @Hari Santoso:
Maksud gambar grafik dalam artikel tersebut itu begini: setelah muncul doji, kita lihat apakah candle berikutnya lebih tinggi atau lebih rendah dibanding candle sebelum doji muncul. Bisa dilihat bahwa candle setelah doji di grafik ternyata lebih tinggi daripada candle sebelum doji. Oleh karena itu, disarankan ambil posisi buy saat itu juga, dengan stop loss ditempatkan dibawah doji. Dengan cara ini, jika terjadi loss gara-gara reversal batal terjadi, maka kerugian yang ditanggung akan sedikit. Sedangkan potensi profitnya jauh lebih besar karena doji seringkali menjadi awal reversal. Memasang stop loss tepat dibawah doji dalam hal ini jauh lebih "hemat" ketimbang stop loss dengan PP, fibo, atau trailing stop yang biasanya ditempatkan beberapa puluh pip dari harga saat membuka posisi. Dengan PP, Fibo, atau trailing stop, kita mungkin akan rugi lebih besar karena terlambat mengetahui kalau reversal batal terjadi.
  Fibonacci Sederhana   |   24 Mar 2015
Terima kasih informasinya ya gan
  Admin   |   28 Feb 2019

Sama2 Gan, selalu utamakan Money Management apapun cara trading yang agan gunakan.