Trading Dengan Strategi Inside Bar

SAM 16 May 2013 8988
Dibaca Normal 7 Menit

Pola Inside Bar sebenarnya sering muncul di Chart, tetapi seringkali trader melewatkannya. Supaya dapat peluang trading, mari kita belajar cara trading Inside Bar dengan tepat.



Banyak trader chartist yang menggunakan strategi Inside Bar karena mempunyai probabilitas tinggi dengan risk/reward ratio yang memadai. Hal ini diakui oleh salah satu pakar Price Action, Nial Fuller, yang menganggap bahwa Inside Bar mengusung salah satu sinyal trading dengan Setup terbaik. Pola candlestick sederhana tersebut mampu menghasilkan profit konsisten, karena peluang trading sering muncul saat harga menembus High atau Low candle sebelumnya.

Cara trading Inside Bar juga cukup mudah dan fleksibel karena dapat dikombinasikan dengan beragam indikator pendukung, sehingga dapat digunakan oleh semua kalangan trader, baik pemula maupun veteran.

Dalam artikel ini, Anda akan belajar beragam strategi Inside Bar, mulai dari cara dasar sampai teknik tingkat lanjut.

 

Cara Trading Inside Bar Dasar, Kuasai Ini Dulu Sebelum Bereksperimen

Sebelum belajar strategi Inside Bar tingkat lanjut, ada baiknya bagi pemula untuk memahami dasar-dasar cara trading terlebih dulu. Kalau Anda sudah menguasai langkah dasar ini, Anda dapat mengeksplorasi strategi Inside Bar sesuai sistem trading masing-masing.

 

1. Kenali Posisi Dan Ciri Khas Pola Candle Inside Bar

Inside Bar adalah sebatang candle atau lebih dengan nilai High dan Low sepenuhnya berada dalam Range bar sebelumnya. Maksudnya, candle Inside Bar selalu lebih kecil karena nilai tertingginya lebih rendah, serta nilai terendahnya lebih tinggi dari candle sebelumnya. Dalam pembacaan Inside Bar, candle terbesar (dengan nilai High tertinggi dan Low terendah) disebut sebagai candle induk (Mother Bar). Secara visual, beginilah penampakan candle Inside Bar pada chart:

pola dasar inside bar

Perhatikan, bagaimana candle-candle Inside Bar terbentuk di dalam range Mother Bar. Umumnya, trader pemula mengganggap jumlah Inside Bar hanya terbatas pada satu candle saja, tapi kenyataannya, satu candle induk dapat diikuti oleh lebih dari satu Inside Bar.



Garis besarnya, semakin banyak candle kecil yang berada di dalam range Mother Bar, berarti harga bergerak dalam kondisi Sideways. Dalam kondisi tersebut, akurasi sinyal menurun karena harga memiliki potensi sama besar untuk bergerak naik atau turun.

 

2. Perhatikan Kapan Breakout Terjadi

Sinyal trading pada strategi Inside Bar muncul ketika harga menembus batas nilai tertinggi atau terendah Mother Bar. Secara spesifik, sinyal Buy dihasilkan ketika harga menembus batas High candle induk, sedangkan sinyal Sell terbaca saat harga menerobos batas Low Mother Bar.

sinyal inside bar

Semakin cepat Breakout terjadi, semakin kuat potensi harga untuk bergerak ke salah satu arah. Sebaliknya, jika Breakout tertunda lama atau semakin banyak jumlah Inside Bar yang mengikuti candle induk, akurasi candle semakin menurun.

 

3. Persiapkan Rencana Eksekusi Order

Setelah yakin dengan akurasi sinyal Inside Bar, selanjutnya Anda harus menentukan peraturan pembukaan dan penutupan posisi (Entry & Exit Rules). Umumnya, posisi dibuka setelah harga ditutup di atas High atau di bawah Low candle induk. Berikutnya, Exit Rules ditentukan dari target profit atau batas kerugian.

Entry & Exit Rules dapat diatur dengan bantuan rasio Risk dan Reward, atau menggunakan petunjuk dari Price Action candlestick. Sebagai tambahan, kedua peraturan tersebut tidak bersifat absolut, karena setiap trader dapat memodifikasinya sesuai dengan prosedur sistem trading masing-masing.



Tiga langkah tersebut adalah dasar-dasar dari cara trading Inside Bar. Bila dipraktekkan dalam kondisi trading nyata, berikut adalah contohnya:

inside bar

Dari chart USD/JPY (D1) di atas, sinyal beli muncul ketika harga menembus harga tertinggi (High) dari candle induk. Posisi trading dapat dibuka begitu sinyal beli terkonfirmasi dengan penutupan harga lebih tinggi dari High candle induk pada Timeframe lebih kecil (misalnya H4).

Target profit diletakkan beberapa pip di atas harga tertinggi beberapa candlestick sebelumnya sebagai titik akhir tren. Sedangkan batas kerugian (Stop Loss) dipasang beberapa pip dari level Low candle induk.

 

Anda dapat mempraktekkan sendiri strategi Inside Bar dasar sesuai dengan langkah-langkah yang disebutkan di akun demo. Cobalah untuk bereksperimen di akun demo tersebut sampai mendapat hasil meyakinkan (Gross Profit > Gross Loss).

 

Upgrade Cara Trading Inside Bar

Seiring dengan pengalaman trading, seorang trader dapat memodifikasi strategi Inside Bar dasar untuk meningkatkan akurasi sinyal trading. Berikut adalah beberapa metode populer yang patut Anda coba:



 

A. Target Level Kunci Dengan Support Dan Resistance

Mengetahui letak Support dan Resistance dapat meningkatkan akurasi dan kualitas strategi trading Inside Bar secara signifikan. Alasannya, pada kedua titik tersebut, harga berpotensi besar untuk berbalik arah atau meneruskan tren dengan kuat.

target profit stop loss

Dengan bantuan garis Support, Anda dapat membidik sinyal Inside Bar dengan akurasi tinggi. Terbukti, setelah harga menembus High candle Induk, harga terus mendaki hingga mencapai target profit 2 kali lipat dari batas kerugiannya (rasio Risk/Reward 1:2).

Garis tersebut ditarik dari level Resistance yang telah berhasil ditembus, tapi kemudian menjadi level Support penting karena harga turun dari puncaknya, lalu mengetes level tersebut kembali.

 

b. Strategi Candlestick Lovers

Bagi para trader Price Action, pola-pola candlestick sudah jadi makanan sehari-hari. Kalau Inside Bar saja belum memuaskan, kenapa tidak dikombinasikan dengan pola-pola candlestick lainnya pula? Misalnya, Pola Candlestick Inside Bar seringkali diawali atau diikuti dengan Pin Bar. Bila keduanya diramu dengan tepat, sinyal akurasinya juga sudah pasti meningkat.

cara trading inside bar plus pin bar

Lingkaran abu-abu memperlihatkan upaya harga untuk menguji level tinggi yang sejajar dengan nilai Low Bullish Pin Bar dari beberapa candle sebelumnya. Namun setelah gagal menembusnya, harga kembali terjun. Kenapa harga tampak memantul dari level tersebut?



Bila diperhatikan, harga mengalami Breakout setelah muncul pola Inside Bar dengan candle Bearish Pin Bar sebagai candle induknya. Dari titik Breakout tersebut, bias arah harga dikuasai oleh tekanan jual.

Sumbu atas lebih panjang dari badan pada Pin Bar Bearish, mengindikasikan tekanan jual kuat. Berikutnya, candle Bullish kecil yang mengikuti Pin Bar tadi menandakan bahwa upaya pembeli untuk mendorong harga naik ternyata masih lebih lemah daripada kekuatan penjual (range Inside Bar < Range candle induk Pinbar).

 

c. Tune-Up Indikator

Setiap trader teknikal biasanya memiliki indikator-indikator pilihan sebagai andalan untuk mendapatkan sinyal trading. Indikator-indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat pendukung untuk meningkatkan akurasi sinyal Inside Bar.

tune up indikator

Pada contoh chart di atas (USD/JPY, D1), indikator Bollinger Bands dan MACD digunakan sebagai konfirmator sinyal. Lower Band dari BB menunjukkan level Support dinamis, dengan asumsi bahwa harga berpotensi berbalik naik setelah menyentuh titik terendahnya. Sedangkan histogram pada indikator MACD menunjukkan momentum tren terkini; semakin tinggi posisi histogram MACD, semakin kuat tren mendaki.

Inside Bar #1 akurasi sinyalnya lebih baik daripada #2. karena histogram MACD pada #1 tampak jelas mendaki daripada histogram #2 yang terlihat meragukan. Dari pengamatan tersebut, menurut Anda, bagaimanakah strategi trading Inside Bar #3?

Tiga modifikasi cara trading Inside Bar di atas hanyalah sebagai pengantar saja. Seiring jam terbang dan pengalaman trading, Anda akan menghasilkan sistem trading unik yang benar-benar cocok dengan kebutuhan dan gaya trading pribadi.

 

Masih Butuh Materi Belajar Strategi Inside Bar Tambahan?

Belum puas dengan teori saja? Ingin langsung belajar dari Masternya? Berikut adalah beberapa alternatif media belajar yang mungkin lebih cocok dengan kebutuhan Anda:

a. Video: unggahan video melalui Youtube ini menjelaskan dasar-dasar strategi trading Inside Bar, seperti bagaimana cara mengenal pembentukan formasi ini dan bagaimana teknik mengatur pembukaan posisi.

 

b. E-book: Japanese Candlestick Charting Techniques oleh Steve Nison. Disusun oleh Master dan pelopor analisa Price Action menggunakan beragam pola Candlestick, e-book ini menjelaskan secara rinci cara trading Inside bar.

ebook candlestick jepang



Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 11    

Rosid Andika
23 OCT 2013
Kenapa kok metode trading dengan inside bar ini kurang sesuai untuk timeframe yang lebih rendah? nanti kalau harus konfirmasi dengan menunggu beberapa candle yang terbentuk waktu tunggunya bisa lebih lama dong kalau timeframenya harus 4H ke atas?
Mulyadi
29 OCT 2013
rosid: y tu gan, kayany ni memang plg cocok bwt trdr2 jngk pnjng. yg scalping2 g cocok sm trdng ni
Sansan Mahardhika
5 DEC 2013
Bisa memasang garis pembatas untuk high dan low mother bar untuk myakini inside bar sebagai sinyal continuation atau reversal. Dilakukan dengan menunggu ada candle setelah inside bar yang ditutup pada harga yang lebih tinggi dari high mother bar atau ditutup di harga yang lebih rendah dari low mother bar. Kadang candle seperti ini tidak harus terbentuk beberapa lama setelah inside bar muncul. Jadi bisa juga muncul setelah inside bar. Kalau ada yang seperti ini mungkin bisa menghemat waktu untuk entri posisi, sekaligus juga mengkonfirmasi sinyal.
Si Ucil
20 JAN 2014
kalo inside bar ini yg disaranin tf-nya kan H4 sm D1 yah?
kalo dengan pola ascending triangle tf yg disaranin apa?
apa bisa semua tf?
Muchlis Prayuda
26 APR 2014
gw denger inside bar ini sering ada false sinyal juga? dan katanya juga kurang cocok buat trader yg masih baru? berarti inside bar ini kurang efektif juga untuk dijadikan indikator penerusan atau pembalikan harga. karena susah digunakan sama yang belum kebiasaan mengenali inside bar ini. belum lagi resiko false sinyalnya.......
M Singgih
8 MAR 2015
@ Rosid Andika ; @ mulyadi : @ si ucil :
Tidak juga, pada dasarnya trading dengan metode price action termasuk inside bar ini bisa diterapkan pada semua time frame, hanya saja semakin rendah time frame-nya akan semakin kurang akurat.
Sebagai contoh berikut ini inside bar yang terbentuk pada EUR/USD 15 menit:

Perhatikan ada inside bar yang direspons pasar dengan benar, ada juga yang salah (false) atau tidak direspons pasar dengan benar.
@ si ucil :untuk pola triangle juga bisa diterapkan pada semua time frame kecuali time frame 1 menit (sering meleset).
Semoga bisa membantu.
M Singgih
8 MAR 2015
@ muchlis prayuda :
Kemungkinan resiko false tidak bisa dihindari Pak. Untuk memperkecil resiko tsb bisa dikonfirmasikan dengan indikator, misalnya indikator oscillator (RSI, Stochastic) atau indikator trend (moving average, ADX).
Abraham
5 NOV 2017
yang namanya strategi apapun itu suatu saat pasti ada false signal gan gak mungkin bisa dihindari, cara menghindari ya cuman pembatasan resiko dengan Stop loss yang dapat diterima.
Zuberfx
3 FEB 2018
apakah strategy inside bar ini ..syaratnya harus candle mother dibreakout H/L atau open close saja oleh candle setelahnya ... krn dari cth yg sy lihat ada jg yg ditandai dibreakout cuma body candlenya saja .. yg sy pahami ad breakout H/L ny, ini br akurat ..thanks ..!
M Singgih
7 FEB 2018
@ Zuberfx:
Harus breakout H/L mother bar. Di contoh gambar yang terakhir itu menunjukkan level resistance / support, bukan cara entry dengan inside bar.
Enias
27 APR 2018
Sekedar info:trading menggunakan teknik ini cocok digunakan untuk tf rendah 1 hour untuk trader intraday dengan target 30 - 60 point atau s n r terdekat dipadukan dengan fundamental karena saya banyak mendapat pelajaran dari masta Buge satrio dan Bang Martin. Trims.


Kirim Komentar/Reply Baru

Forum

Hamid Asri (29 Aug 2012)

saya ingin pelajari gmna mulai dri langkah awalnya..

Selengkapnya...


Pound Tergelincir, S1 Jadi Batas Penentu
Pound Tergelincir, S1 Jadi Batas Penentu
Kazuki   8 Apr 2021   66  
Cara Memahami Pola Reversal
Salam hormat para master master seputarforex.com, saat ini saya sedang mendalami price action. saya ingin bertanya apakah sebuah price pattern reversal atau continu dibentuk dari garis horizontal dan garis trend yang di break? lalu apakah hammer dan shoting star tergantung dari arah sumbunya menghadap keatas/kebawah atau warnanya (bearish atau bullish)? formasi pin bar apa yang paling profitable? trims master

Muhammad Yusuf 12 Nov 2017

Reply:

M Singgih (14 Nov 2017 00:20)

@ Muhammad Yusuf:

- ….. apakah sebuah price pattern reversal atau continu dibentuk dari garis horizontal dan garis trend yang di break?

Jawaban:
Ya, salah satunya begitu, tetapi sebaiknya dikonfirmasikan dengan indikator. Kalau pattern yang Anda maksud adalah formasi price action seperti pin bar, maka kemungkinan terjadi reversal akan tinggi jika kepala pin bar (bukan ekor) ditembus, tetapi kalau ekornya yang ditembus pergerakan reversal tidak valid dan kemungkinannya akan terjadi penerusan trend (trend continuing).

Berikut contoh pada USD/JPY H1 kemarin (13 November 2017):



Dari indikator MACD dan RSI, pin bar A terkonfirmasi sedang pin bar B tidak terkonfirmasi. Juga bar setelah pin bar A menembus kurva resistance ema 34 dan kurva middle band indikator Bollinger Bands, sedang pin bar B tidak.
Dari chart H1 diatas tampak jelas peran indikator dalam mengkonfirmasi arah pergerakan harga disamping garis level resistance dan support.

- …. apakah hammer dan shoting star tergantung dari arah sumbunya menghadap keatas/kebawah atau warnanya (bearish atau bullish)?

Jawaban:

Hammer dan shooting star adalah 2 formasi candle yang berlawanan. Dalam bahasa price action keduanya termasuk pin bar. Arah sumbu hammer selalu dibawah sedangkan arah sumbu shooting star selalu diatas.
Formasi hammer mengisyaratkan kemungkinan pergerakan bullish sedang shooting star mengisyaratkan kemungkinan pergerakan bearish.

Warna candle tidak berpengaruh. Warna hanya menunjukkan harga pembukaan dan harga penutupan, yang penting diperhatikan adalah valid atau tidaknya formasi candle tersebut.

Berikut contoh formasi shooting star dan hammer yang terjadi paga GBP/USD H4 dan USD/JPY H1 kemarin, keduanya berwarna hitam tetapi sama-sama valid:



Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Formasi Candlestick Dalam Price Action

- formasi pin bar apa yang paling profitable?

Jawaban:

Semua formasi candle yang berbentuk pin bar kemungkinan untuk validnya tinggi asalkan terkonfirmasi, baik oleh candle yang terbentuk sesudahnya maupun oleh indikator teknikal. Formasi candle yang berbentuk pin bar misalnya doji, hammer, shooting star.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan baca:
Mengupas Strategi Trading Dengan Pin Bar
3 Tips Trading Dengan Pin Bar

Muhammad Yusuf (14 Nov 2017 20:45)

Terimakasih banyak master, satu lagi yg saya bingung nih master2 kami, jika setelah pinbar bullish terjadi di bias bearish lalu setelah pinbar tsb terjadi inside bar apakah inside bar tersebut menunjukan continu pin bar(bullish) atau continu bias awalnya (bearish), lalu jika setelah fakey setup terbentuk ada inside bar(kasusnya sama seperti yg diatas) sinyal apa yg terbentuk? bullish/bearish? apakah nial fuller menggunakan 3 formasi inti ini saja master? karena saya ingin sekali mnjadi seperti beliau

M Singgih (20 Nov 2017 06:04)

@ Muhammad Yusuf:

Inside bar menunjukkan keadaan konsolidasi, tidak mengisyaratkan kemungkinan bullish atau bearish. Anda harus menunggu inside bar tersebut selesai terbentuk apapun bentuk mother bar-nya (bisa berbentuk pin bar, engulfing dsb).

Setelah tampak jelas mother bar dan inside bar, kemudian Anda tunggu bar setelah inside bar, bar tersebut menembus level tertinggi atau terendah dari mother bar. Kalau break level tertinggi maka bisa open buy dan sebaliknya kalau break level terendah bisa open sell.

Berikut contoh untuk yang break level tertinggi mother bar:



Selain itu sebaiknya dikonfirmasi juga dengan level-level resistance / support, dan juga indikator seperti moving avererage, RSI, parabolic SAR, MACD atau Bollinger Bands untuk memastikan validitas sinyalnya. Ini penting karena bisa terjadi sinyal palsu (fakey) setelah inside bar, yaitu seolah-olah break tetapi balik lagi.

Baca: Trading Dengan Sinyal Palsu Setelah Inside Bar

Mengenai Nial Fuller, untuk lebih jelasnya silahkan baca kumpulan artikelnya di sini.

Sterling Melaju Naik, Akankah R1 Terpenetrasi?
Sterling Melaju Naik, Akankah R1 Terpenetrasi?
Kazuki   5 Apr 2021   55  
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Linlindua   31 Mar 2021   334  
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Linlindua   29 Mar 2021   308  
EUR/USD Berjuang Pulih, S1 Jadi Area Pengujian
EUR/USD Berjuang Pulih, S1 Jadi Area Pengujian
Kazuki   29 Mar 2021   79  
Jenis - Jenis Hedging Yang Wajib Anda Ketahui
Jenis - Jenis Hedging Yang Wajib Anda Ketahui
Linlindua   26 Mar 2021   160  
Pasca Meroket, EUR/NZD Uji Ketangguhan R1
Pasca Meroket, EUR/NZD Uji Ketangguhan R1
Kazuki   24 Mar 2021   93  
EUR/JPY Konsolidasi, Tunggu Aksi Harga Di R1
EUR/JPY Konsolidasi, Tunggu Aksi Harga Di R1
Kazuki   23 Mar 2021   89