Trading Forex Vs Kripto: Lebih Baik Mana?

Cahyaning 30 Jun 2022
Dibaca Normal 9 Menit
forex > belajar >   #forex   #kripto   #trading   #trading-forex   #trading-kripto
Tujuan dan analisa pasar trading forex dengan kripto pada dasarnya tidak jauh berbeda. Namun dari aset yang diperdagangkan, mana yang sebaiknya Anda pilih?
DI

Trading forex menjadi pilihan populer bagi banyak trader di seluruh penjuru dunia. Namun, kepopuleran kripto beberapa tahun terakhir membuat banyak trader meliriknya. Apalagi, belakangan ini banyak teknologi baru yang terintegrasi dengan cryptocurrency. Meskipun begitu, popularitas forex tak sepenuhnya tergantikan oleh kripto. Beberapa trader bahkan memilih trading forex dan kripto secara bersamaan untuk diversifikasi portofolio.

Baca juga: Apakah Trading Forex Dengan Bitcoin Menguntungkan?

Sekalipun begitu, trading di lebih dari satu aset mungkin bukan pilihan semua trader karena berpotensi membuat biaya trading membengkak. Bagi pemula atau trader bermodal cekak, pilihan trading forex atau kripto bisa menjadi dilema tersendiri.

 

Pahami Dulu Dasarnya

Untuk memecahkan masalah tersebut, pertama-tama trader harus memahami dasar dari kedua aset tersebut. Setelah mengenalinya, trader akan lebih mudah mengetahui mana aset yang lebih cocok.

 

Forex

Forex terkadang disebut juga sebagai Foreign Exchange atau proses pertukaran mata uang asing. Karena melibatkan kegiatan jual beli antar dua mata uang, analisa pasar forex hampir sama seperti membandingkan ekonomi suatu negara terhadap negara lain. Tujuannya tentu untuk bisa memanfaatkan perubahan nilai mata uang agar mendapat keuntungan. Kegiatan ini sudah berlangsung selama beberapa dekade, memiliki pelaku pasar dari segala lapisan, serta mempunyai nilai transaksi hingga triliunan Dolar setiap harinya.

Trading Forex vs Kripto

Trader forex memanfaatkan analisa teknikal dan fundamental untuk menganalisis pergerakan harga. Trader akan memanfaatkan jasa broker untuk bisa membuka posisi di pasangan mata uang yang mereka inginkan. Sebagian besar broker yang menyediakan trading forex telah mengantongi regulasi. Di Indonesia sendiri, perdagangan forex diatur dan diawasi oleh Bappebti. Namun sayangnya, broker terkadang memiliki beragam biaya tambahan yang bisa menyebabkan modal trading terkikis, misalnya spread dan komisi trading.

 

Kripto

Cryptocurrency merupakan aset digital yang berjalan di jaringan blockchain. Tidak hanya untuk bertransaksi, uang kripto bisa memiliki berbagai macam kegunaan. Trading kripto sendiri merupakan kegiatan menjual dan membeli aset digital seperti cryptocurrency, token, serta NFT (Non-Fungible Token). Tak jauh berbeda dengan forex, nilai kripto juga naik turun sesuai dengan supply dan demand. Tetapi faktor penggerak harganya jauh berbeda dengan forex. Misalnya, ketika suatu proyek kripto mendapatkan suntikan dana, harga koinnya bisa melesat tinggi.

Trading Kripto vs Forex

Saat ini tak terhitung banyaknya koin dan token kripto yang ada di pasar, tetapi tak semuanya bertahan lama. Beberapa proyek kripto bahkan menjadi modus penipuan skema pump and dump. Bahkan, tak sedikit proyek kripto yang ternyata penipuan berkedok MLM. Masih kurangnya regulasi aset kripto menyebabkan trader harus sangat berhati-hati ketika hendak berinvestasi di koin baru.

 

Beda Trading Forex dengan Kripto

Secara garis besar, baik forex maupun kripto sama-sama melibatkan perdagangan 'mata uang'. Tetapi bedanya, forex memperjual-belikan mata uang fiat yang diterima sebagai alat tukar utama di negaranya, sementara kripto hanya diterima sebagai alat tukar resmi di sejumlah negara tertentu. Selain hal tersebut, apa saja perbedaan antara forex dan kripto?

 

1. DEX vs CEX

Perbedaan mendasar dari trading forex dengan kripto adalah desentralisasi dan sentralisasi. Kripto memiliki konsep DEX atau decentralized exchange. Maksudnya, trader memiliki lebih banyak kontrol terhadap aset kripto mereka karena tidak ada entitas yang mengatur perdagangannya. DEX juga memiliki biaya transaksi yang lebih murah dibandingkan CEX.

Baca juga: Menelisik Decentralized Exchange (DEX) dan Cara Kerjanya

Sebaliknya, CEX atau centralized exchange yang digunakan oleh pasar forex memiliki konsep sebaliknya. Meskipun demikian, jenis transaksi ini memiliki likuiditas lebih tinggi. Selain itu, centralized exchange bisa didukung dengan regulasi yang lebih kuat.

 

2. Pelaku Pasar

Pada awal kemunculannya, kebanyakan pelaku pasar kripto adalah penambang (miner) atau trader retail. Mereka umumnya membeli aset ini dalam jumlah kecil. Seiring berkembangnya pasar kripto, semakin banyak trader besar dan perusahaan yang membeli kripto dalam jumlah banyak.

Sebaliknya, di dalam perdagangan forex, ada banyak bank dan perusahaan multinasional yang mendominasi pasar ini. Pemerintah dan bank sentral pun termasuk dalam pemain besar di pasar forex. Walaupun tersedia teknologi yang memungkinkan trader kecil untuk ikut berpartisipasi, para trader intitusional dan hedge fund tetap menjadi yang paling berpengaruh.

Jadi bisa dibilang, pada awalnya kripto dibuat untuk para trader retail, sedangkan trading forex dikhususkan untuk pemain besar. Seiring berjalannya waktu, perusahaan besar mulai tertarik ke dunia kripto, sedangkan para pemain kecil 'dipersilahkan' membuka posisi di pasar forex.

 

3. Profit

Menurut beberapa penelitian, sekitar 65% trader forex mengalami kerugian. Penyebab kerugian saat trading forex bisa menjadi lebih besar karena sistem leverage dan margin yang ditawarkanbroker forex untuk trader ritel. Karena risikonya itu, penggunaan leverage tinggi untuk para trader pemula kurang disarankan.

Baca juga: Berapa Leverage yang Cocok untuk Trader Pemula?

Di sisi lain, trading kripto memungkinkan trader untuk mendapatkan banyak keuntungan dengan modal kecil. Mereka yang sukses sering kali disebut sebagai Bitcoin Billionaires. Penyebabnya adalah karena pergerakan harga yang relatif cepat sehingga memungkinkan trader untuk meraup profit cepat. Namun yang perlu diperhatikan, itu juga berarti harga bisa langsung anjlok dalam waktu singkat dan menyebabkan kerugian besar.

 

4. Likuiditas dan Volatilitas

Meskipun pasar kripto dan forex sama-sama memiliki likuiditas tinggi, forex diketahui memiliki likuiditas 12 hingga 60 kali lebih tinggi dari pada pasar kripto. Itu berarti, eksekusi order di pasar forex lebih lancar dibandingkan di pasar kripto. Seller tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan buyer, sementara buyer tidak harus mencari aset dengan harga yang cocok.

Tetapi, cryptocurrency memiliki volatilitas yang lebih kencang daripada forex. Kondisi ini sangat cocok untuk trader yang gemar memanfaatkan perubahan harga saat mencari profit.

 

6. Jam Operasi

Baik forex maupun kripto menyediakan waktu perdagangan sepanjang hari untuk memenuhi kebutuhan trader di seluruh dunia. Tetapi, keduanya memiliki waktu dagang yang sedikit berbeda satu sama lain. Perdagangan forex dilakukan selama 24 jam sehari, 5 hari seminggu. Dari Senin pagi di Wellington, Selandia Baru, hingga Jumat sore di Kota New York.

Baca juga: 3 Cara Menentukan Waktu Trading Forex Terbaik

Sebaliknya, pasar digital seperti kripto tidak pernah tidur. Perdagangan cryptocurrency memungkinkan trader untuk melakukan jual beli aset selama 24 jam per hari dan 7 hari penuh per minggu. Itu berarti, trader bisa membeli dan menjual aset kripto kapan saja, bahkan di akhir pekan sekali pun.

 

7. Kapitalisasi Pasar dan Volume Trading

Total kapitalisasi pasar untuk mata uang kripto di tahun 2022 telah mencapai sekitar $3 triliun. Jumlah ini memang mencengangkan, namun untuk bisa mencapai angka $1 triliun pertama, pasar kripto membutuhkan waktu selama 12 tahun. Sedangkan untuk mencapai $2 triliun berikutnya cuma dibutuhkan waktu 11 bulan saja. Dari sini, bisa disimpulkan bahwa nilai pasar kripto meningkat lebih cepat. Namun karena sifat terdesentralisasi yang dimiliki kripto, cukup susah melihat berapa volume trading yang sesungguhnya. Untuk saat ini, volume transaksi kripto diperkirakan berkisar antara $100 miliar hingga $500 miliar sehari.

Berbeda dengan kripto, forex lebih susah untuk dilihat berapa kapitalisasi pasarnya. Namun, Bank for International Settlements (BIS) melakukan penelitian terkait volume trading dan menyimpulkan bahwa forex diperdagangkan sebanyak $6.6 triliun per hari.

 

Apakah Forex Lebih Cocok Untuk Pemula?

Di antara kedua aset tersebut, manakah yang lebih cocok untuk pemula? Pertanyaan ini sebetulnya cukup sulit untuk dijawab. Trading forex mungkin bisa memberikan beban kepada para trader pemula karena risiko dari leverage yang digunakan. Tetapi, pasar kripto memiliki volatilitas tinggi yang bisa berbahaya untuk mereka yang masih awam dengan pergerakan harga.

Keduanya juga memiliki banyak istilah-istilah sulit yang mungkin sedikit membingungkan untuk pemula. Dari segi platform trading, exchange kripto cenderung menyediakan user-interface yang ramah pengguna. Terkadang trader bahkan tidak perlu harus menguasai seluruh istilah yang ada di dunia kripto untuk bisa memulai aktivitas trading.

Umumnya, trader pemula akan mencari sarana trading yang tidak memiliki biaya besar. Kripto lebih unggul dalam hal ini karena sifat terdesentralisasinya. Tetapi, perlu diingat bahwa exchange kripto juga memerlukan biaya transaksi.

 

Mana yang Lebih Aman?

Dari segi regulasi, forex lebih unggul dibandingkan kripto. Pasalnya, aset yang diperdagangkan masih berada di bawah bank sentral. Jika terjadi perubahan secara ekstrem, bank sentral akan melakukan intervensi untuk mengembalikan kondisi supaya menjadi lebih stabil. Hal ini menjamin bahwa nilai suatu mata uang tidak akan jatuh terlalu rendah atau naik terlalu tinggi.

Di sisi lain, sifat kripto yang terdesentralisasi bisa menjadi pedang bermata dua. Tidak ada regulasi yang bisa melindungi nilai koin, sehingga peristiwa seperti yang terjadi pada Terra Luna mungkin saja akan terjadi lagi. Belum lagi, koin-koin baru yang bermunculan belakangan ini tidak semuanya bisa dipercaya karena belum ada upaya perlindungan yang jelas. Beberapa developer malah terang-terangan membawa dana hasil ICO.

Baca juga: Mengapa Sebagian Besar ICO Gagal?

 

Kesimpulan: Persiapkan Diri Sebelum Trading

Baik trading forex atau kripto sama-sama memiliki risiko dan keuntungan masing-masing. Keduanya bisa menjadi investasi yang menguntungkan apabila trader memahami seluk-beluknya terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memastikan kegiatan trading berjalan dengan lancar. Pertama-tama trader harus melakukan penelitian terlebih dahulu, baik terhadap koin dan exchange kripto, ataupun terhadap pair dan broker forex yang diinginkan. Kedua, trader wajib menyusun strategi trading dan belajar manajemen risiko yang baik untuk mengatasi kerugian yang mungkin terjadi.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Eric Suwandi |  19 Nov 2014

apa sebenarnya regresi linear itu dan bagaimana menggunakannya untuk trading?

Lihat Reply [1]

Secara sederhana, Linear Regression yang dapat membantu anda dalam memahami suatu trend dengan gambar layaknya sebuah kurva yang mengikuti perkembangan sebuah pergerakan harga. Dimana konsepnya hampir sama seperti ketika saat kita menggunakan Moving Average (MA).

Linear Regression merupakan sebuah data statistik yang dapat memprediksikan suatu harga kedepan dari data masa lalu, biasanya digunakan dimana saat pergerakan harga sedang mengalami kenaikan maupun penurunan yang sangat signifikan.

Perlu pengkajian lebih dalam tentang hal ini, bagi mereka yang bergelun dalam dunia ekonomi setidaknya memahami akan hal ini.

Thanks.

Basir   19 Nov 2014
 Panglo |  2 Dec 2018

Mohon pencerahannya mengenai apa itu sistem trading dan jenis-jenisnya?

Lihat Reply [12]

Untuk Rudy Sejahtera,

Terkait pertanyaan Anda, bisa menyimak ulasannya di: Indikator Dinapoli Target

Sistem trading ini adalah untuk mengetahui level Support dan Resitance. Tidak jauh berbeda dengan penggunaan Pivot Point dan Fibo. Jika memang sedang banyak dibahas, maka ke depan akan kami usahakan untuk menambah ulasan mengenai sistem trading Dinapoli.

Terima kasih.

Basir   18 May 2018

@ Panglo:

Tidak ada jenis-jenis sistem trading. Sistem trading adalah kombinasi dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management.

Metode entry dan exit menggunakan analisa teknikal, strategi entry bisa berdasarkan analisa teknikal atau analisa fundamental, sedang pengaturan money management terdiri dari risk management dan risk/reward ratio setiap kali entry. Agar dalam jangka panjang bisa profitable, risk/reward ratio setiap kali entry sebaiknya lebih besar dari 1:1.

Metode entry dan exit yang umum adalah kombinasi antara price action dan indikator. Misal terjadi bullish engulfing dan pada saat yang bersamaan kurva indikator MACD diatas kurva sinyal, maka bisa entry dengan open buy, dsb.

Strategi entry adalah cara yang Anda gunakan untuk entry. Untuk strategi entry yang berdasarkan analisa teknikal misalnya entry ketika pasar trending (strategi breakout), atau ketika terjadi bouncing (strategi buy the dip / sell the rally). Strategi entry yang berdasarkan analisa fundamental adalah entry beberapa saat setelah rilis news data berdampak tinggi.

Strategi mana yang Anda pilih tentunya tergantung dari keinginan dan kecocokan Anda, dan sebaiknya disesuaikan dengan type kepribadian Anda. Misal jika Anda cenderung agresif maka sebaiknya memilih strategi breakout, bukan strategi buy the dip sell the rally.

M Singgih   4 Dec 2018

@ Panglo:

Tidak ada satu sistem trading yang bisa menghasilkan profit secara terus menerus
. Suatu sistem trading suatu ketika bisa meleset (tidak profitable), dan jika itu terjadi Anda harus melakukan adjustment pada sistem trading tersebut.

Ini bisa terjadi karena karakter pergerakan pasar tidak terus-menerus sama. Suatu ketika karakter pergerakan harga bisa berubah karena perubahan sentimen pelaku pasar. Perubahan sentimen pelaku pasar tidak bisa diprediksi. Misalnya pergerakan GBP/USD sebelum Brexit dan sesudah Brexit berbeda.

Kalau Anda telah menemukan sistem trading yang profitable untuk satu pair tertentu, maka sebelum diterapkan untuk trading beneran, lakukan pengujian sistem tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam kun demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentase profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.

Dari hasil backtest tersebut Anda akan mengetahui winning rate (W%) atau persentase profit dan losing rate (L%) atau persentase loss dari keseluruhan trade backtest tsb. Selain itu juga bisa diketahui besarnya profit rata-rata (Av W) dan besarnya loss rata-rata (Av L) (dalam satuan uang). Dari sini bisa dihitung angka harapan profit = (W% x Av W) - (L% x Av L) (dalam satuan uang). Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Risk Reward Ratio Dan Harapan Profit.

Jika ternyata dari hasil backtest W% lebih kecil dari L%, atau angka harapan profitnya negatif maka Anda bisa memperbaiki metode trading atau money management-nya. Memang hasil backtest yang bagus tidak menjamin akan selalu profit, tetapi kemungkinan profitnya akan lebih besar dari hasil backtest yang kurang bagus.

Tanpa backtest Anda tidak akan mengetahui kualitas strategi trading yang Anda gunakan terhadap pair yang sedang Anda tradingkan. Mungkin kalau ditest pada pair lain hasilnya akan berbeda.

Alternatif lain Anda bisa melakukan forward test, jadi tidak usah mem-backtest tetapi mencobanya di akun demo selama beberapa bulan kedepan. Dalam hal ini Anda mesti bersabar untuk tidak trading dulu sampai mengetahui W% dan angka harapan profitnya.

Setelah itu lakukan ini:

1. Buat rencana trading yang jelas, lengkap dengan kriteria untuk entry dan exit, resiko per trade dan risk/reward ratio.

4.Jalankan rencana trading tersebut dengan disiplin, dan kendalikan emosi sewaktu trading. Rencana dan proses trading seharusnya tidak dipengaruhi oleh emosi.

5. Buat jurnal trading untuk evaluasi. Benahi mana yang kurang dan tingkatkan persentase keuntungannya.

Meski Anda punya sistem andalan, kerugian dalam trading tidak bisa dihindari dan pasti akan terjadi, tetapi Anda bisa mengendalikannya dengan mengatur besar kecilnya kerugian per trade yang Anda sepakati (yang bisa Anda relakan).

Jadi agar tidak cepat terkena margin call maka Anda harus memperkecil resiko atau batas kerugian Anda per trade, misalnya 1% dari balance Anda. Itulah nilai stop loss Anda per trade dalam satuan uang, setelah itu baru Anda konversikan dalam pip dan Anda tentukan besarnya lot atau volume trading.

Setelah menentukan volume trading (position sizing), maka agar dalam jangka panjang hasil trading Anda bisa profit Anda harus menentukan risk/reward ratio pada setiap trade lebih tinggi dari 1 : 1, misal: 1 : 1.5 atau 1 : 2.

Selamat mencoba, semoga sukses..

M Singgih   4 Dec 2018

Sistem trading apa yang terbaik untuk scalper seperti saya?

Roman   15 Feb 2019

@ Roman:

- Scalping full mengandalkan analisa teknikal dan analisa sentimen (price action), yaitu bentuk-bentuk candle dan chart pattern (pola pergerakan harga).
- Setelah entry, secepatnya keluar. Jadi untuk pengaturan money management tidak bisa dibuat rinciannya, tetapi sebaiknya gunakan stop loss juga meski kebanyakan trader mengabaikan ini. Tanpa stop loss, takutnya kalau sudah loss males closing sehingga kebablasan...
- Hindari entry pada saat ada rilis news berdampak tinggi, untuk menghindari slippage atau lonjakan harga.

M Singgih   18 Feb 2019

@ Panji:

- …. apakah sistem trading yang dipakai bisa terus digunakan dalam jangka panjang dan terus menghasilkan profit?

Tidak bisa Pak. Persentase profit dari sebuah sistem trading bisa meleset atau berubah dari hasil backtest kita kalau karakteristik pergerakan harga berubah.

Kapan karakteristik pergerakan harga bisa berubah, tidak ada yang bisa memperkirakan. Jika dalam suatu periode waktu tertentu sistem trading yang kita gunakan meleset, segera benahi parameter-parameternya, money management-nya, atau ganti dengan sistem trading yang lain.

Sistem trading terdiri dari metode, strategi entry dan exit dan strategi money management, yang telah diuji coba (backtest) pada pair yang hendak Anda tradingkan.

- Apakah ada kemungkinan sebuah sistem trading yang sudah digunakan bertahun-tahun bisa berubah menjadi tidak menguntungkan lagi (kadaluarsa)?

Biasanya tidak bertahan sampai bertahun-tahun Pak. Sekali lagi, tergantung dari karakteristik pergerakan harga, ada yang sebulan berubah. Biasanya itu sangat dipengaruhi oleh faktor fundamental.

M Singgih   8 Aug 2019

Pak, saya merasa ada yang aneh...strategi trading saya ketika trading di pair EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY strategi sering berhasil. Tapi kalo main di EUR/GBP, GBP/JPY, JPY/CAD, XAU/USD, saya sering loss..mengapa bisa gitu ya pak....?

Masalahnya, terkadang dari pair EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY itu tadi seharian gada sinyal..akhirnya tidak bisa trading. Minta solusinya dong pak...

Lingga   14 Dec 2020

@ Lingga:
Strategi adalah bagian dari sistem trading. Sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management. Agar dalam jangka panjang hasil trading bisa profit, maka sistem trading harus profitable. Sistem trading yang profitable bukan berarti setiap trade mesti profit, tetapi hasil akumulasi dari sekian kali trade dalam periode waktu tertentu secara keseluruhan hasilnya masih profit.

Untuk itu Anda harus melakukan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam akun demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentase profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.

Dari hasil test tersebut Anda akan mengetahui winning rate (W%) atau persentase profit dan losing rate (L%) atau persentase loss dari keseluruhan trade backtest tsb. Selain itu juga bisa diketahui besarnya profit rata-rata (Av W) dan besarnya loss rata-rata (Av L) (dalam satuan uang). Dari sini bisa dihitung angka harapan profit = (W% x Av W) - (L% x Av L).

Sebuah sistem trading tidak selalu berjalan pada semua pair dan semua time frame. Misal sebuah sistem trading bisa berjalan pada pair EUR/USD dan GBP/USD tf H4, tetapi tidak bisa berjalan pada pair GBP/JPY tf H4. Jika memang demikian, maka untuk GBP/JPY tf H4 harus dibuatkan sistem trading sendiri.

Mengenai sinyal trading, kalau memang tidak ada sinyal tidak harus dipaksakan untuk entry. Dalam hal ini Anda bisa mencoba untuk ganti time frame, karena mungkin saja pada time frame yang lebih tinggi atau lebih rendah ada sinyal.

M Singgih   15 Dec 2020

Halo teman teman. Saya mau tanya tentang sistem trading.

Bagi teman yang sudah berpengalaman dengan sistem tradingnya, apakah sistem trading yang dipakai bisa terus digunakan dalam jangka panjang dan terus menghasilkan profit? Apakah ada kemungkinan sebuah sistem trading yang sudah digunakan bertahun-tahun bisa berubah menjadi tidak menguntungkan lagi (kadaluarsa)?

Terima Kasih.

Panji   7 Aug 2019

Bagaimanakah cara menerapkan sistem trading supaya terus profit?

Panglo   2 Dec 2018

Cara mengevaluasi teknis sistem trading sebelum digunakan pada akun live?

Prabowo   7 Apr 2022
Pernah dengar sistem trading Dinapoli pak? minta tolong buatkan artikelnya donk. saya liat di grup fb lagi terkenal sistemnya
Rudy Sejahtera   18 May 2018
 Gilang |  14 Jan 2022

Kalau boleh tau pak, trading forex menggunakan time frame berapa ya pak? Dan apakah ini berlaku juga untuk trading crypto? 

Lihat Reply [15]

@ Gilang:

- … trading forex menggunakan time frame berapa ya pak?

Pilihan time frame dalam trading forex ada di art. Untuk platform Metatrader ada M1 (1 menit) M15 (15 menit), M30 (30 menit), H1 (1 jam), H4 (4 jam), daily (harian), weekly (mingguan) dan monthly (bulanan). Saya pribadi menggunakan time frame H4 dan daily.


- … Dan apakah ini berlaku juga untuk trading crypto? 

Ya, sama saja, selama pair forex dan kripto berada pada satu platform trading yang sama.

M Singgih   18 Jan 2022

Saya pengguna timeframe 15 menit. Minta rekomendasi indikator yang cocok buat saya pak?

Maulidya   18 Jan 2022

@ Maulidya:

Pada umumnya trader menggunakan kombinasi indikator trend dan indikator momentum pada semua time frame. . Indikator trend digunakan untuk mengetahui arah pergerakan harga yaitu sedang bullish atau sedang bearish. Sementara indikator momentum digunakan untuk mengetahui waktu yang tepat untuk entry (buy atau sell).

Indikator trend yang sering digunakan adalah moving average (MA), MACD, parabolic SAR, ADX dan juga Bollinger Bands. Untuk indikator momentum biasanya menggunakan oscillator yaitu RSI, stochastic atau CCI.

M Singgih   20 Jan 2022

@Beta Alfa:

Berbeda dengan perdagangan saham ataupun Forex yang harus mengikuti ketentuan dari waktu operasi bursa tertentu. Pasar kripto bisa diperdagangkan 24 jam selama 7 hari. Namun perlu diingat, biasanya akan ada waktu Maintenance terjadwal pada Exchange kripto ataupun broker yang menyediakan mata uang kripto. Pada saat Maintenance inilah biasanya perdagangan aset akan ditutup untuk sementara waktu.

Terima kasih, semoga bisa membantu.

Nur Salim   4 Apr 2022

apakah ada jadwal pasti untuk waktu maintenance nya pak?
dan perkiraan untuk penutupannya sampai berapa lama ya pak? Terima kasih

Beta Alfa   6 Apr 2022

@Beda Alfa:

Untuk jadwalnya tetapnya sendiri tentu saja akan berbeda tiap Exchange dan broker yang digunakan. Namun kalau di tempat saya terjadwal pada hari Jumat di awal dan akhir bulan. Penutupannya sendiri biasanya berlangsung selama kurang lebih 1 jam di tempat saya dan mungkin akan berbeda di yang lain.

Terima kasih, semoga bisa membantu.

Nur Salim   6 Apr 2022

@Adhhii Jatmiko: Lebih tepatnya time frame yang lebih besar lebih mudah dianalisa karena pola dan bentuk harganya mudah terlihat dan lebih sedikit noise daripada time frame kecil. Ini kelebihan di time frame besar.

Namun kekurangannya, lama nunggu peluang entry posisi dan close posisinya lebih lama.

Kiki R   13 Apr 2022

Time frime yang akurat itu time frime berapa ya pak?

Hasan Chaeri   18 Apr 2022

@Hasan Chaeri: Tidak ada yang namanya time frame akurat. Time digunakan sesuai dengan tujuannya.

Sebagai contoh, time frame yang digunakan oleh Day trader tentu terbeda dengan time frame swing trader.

Misalnya day trader menggunakan time frame entry M15, lalu menganggap swing trader yang entry di time frame H4 tidak bagus/tidak akurat. Ini pemahaman keliru.

Kalau Anda seorang day trader, artinya time frame entry yang Anda gunakan adalah dibawah H4, bisa H1, M15 atau M5.

Lain halnya kalau Anda seorang swing trader, artinya time frame entry yang Anda gunakan adalah H1, H4 atau Daily.

Baca Juga: Strategi Day Trading Terbaik Untuk Pemula dan Profesional

Kiki R   18 Apr 2022

Saya biasa trading swing di forex, apakah caranya sama dengan di kripto? Soalnya lihat grafik kripto kok pergerakannya lebih liar ya.

Tiara   22 Jun 2022

@Tiara: Sama, perbedaan utamanya terletak pada karakter.

Karakter pergerakan kripto lebih trending dan rangenya lebih besar daripada forex. Dengan demikian, jika Anda ingin trading di kripto sebaiknya coba dulu di akun demo agar terbiasa dengan karakter kripto.

Kiki R   23 Jun 2022

Apakah TF yg lebih besar itu lebih aman karena pergerakannya lebih jelas. Mohon penjelasan. Trm ksh

Adhhii Jatmiko   13 Apr 2022

Waktu perdagangan untuk trading kripto?

Beta Alfa   1 Apr 2022

Maksudnya "trending dan rangenya lebih besar..." itu seperti apa pak?

Helmy   26 Oct 2022

Pertama, karakter trending kripto lebih besar maksudnya dibandingkan forex, kripto lebih cenderung trending dan apabila trending bisa bertahan lama.

Kenapa bisa? Karena kripto dianggap sebagai aset digital.

Aset digital ini cenderung ditahan lebih lama, sehingga pergerakan market kripto akan trending lebih lama.

Adapun forex, bukan sebagai aset investasi melainkan alat tukar atau melindungi nilai (hedging) sehingga lebih bersifat jangka pendek. Oleh karena itulah, pergerakan harga forex akan lebih banyak sideways.

Kedua, rangenya lebih besar. Sebagai contoh, range harian BTC/USD sekitar 630 pips saat ini.

Coba bandingkan dengan range pair EUR/USD yang hanya sebesar 117 pips atau GBPUSD sebesar 207 pips.

Kiki R   26 Oct 2022
 Arista |  28 Jul 2022

Jika uang kripto itu banyak yang bilang hanya spekulatif belaka, mengapa banyak orang yang membeli uang kripto ya kak? Terima kasih

Lihat Reply [10]

Alasan orang membeli kripto sangat beragam. Pasar kripto tidak hanya berisi spekulan, melainkan juga para pedagang besar, pedagang kecil (ritel), hingga affiliator.

Para spekulan dan pedagang yang bermodal besar, pada umumnya melirik pasar kripto sebagai salah satu "keranjang" telurnya. Prinsip diversifikasi portofolio menjadi alasan mereka untuk membeli uang kripto.

Banyak tokoh-tokoh ternama yang dulunya skeptis dengan kripto, sekarang justru menambahkan kripto dalam portofolio asetnya. Hal ini karena mereka berorientasi pada cuan, selama ada kesempatan mendapat untung, maka mereka akan ikut gabung. Tentu saja dengan memperhitungkan risiko dan reward yang akan diraih.

Selanjutnya, ada pedagang ritel dan pemula. Mereka memiliki motivasi yang mirip dengan para spekulan, hanya saja modalnya lebih terbatas. Mereka stay di pasar kripto dengan harapan kecipratan hoki dari pergerakan cryptocurrency yang liar.

Selain orientasi cuan, banyak juga yang membeli uang kripto karena FOMO. Melihat sekitarnya membahas soal Bitcoin, beberapa orang ikut membeli karena tidak mau ketinggalan. Sayangnya, orang-orang seperti inilah yang seringkali menjadi korban dari pasar.

Ananta   29 Jul 2022

Apa manfaat investasi cryptocurrency?

Raziq   9 Aug 2022

Sama seperti aset investasi lainnya, manfaat dari investasi cryptocurrency mendapatkan imbal hasil (pertambahan nilai) dari investasi kita. Potensi return yang dihasilkan oleh mata uang kripto cenderung lebih besar daripada investasi pada aset lain karena volatilitasnya yang tinggi. 

Di samping itu, mata uang kripto memiliki keunggulan antara lain:

  • Penyebarannya lebih luas. Dibandingkan aset saham atau obligasi yang cakupan transaksinya hanya dalam 1 negara, mata uang kripto bisa digunakan di beragam belahan dunia dan exchanger manapun.
  • Cepat dan mudah, dalam artian aksesnya tidak terbatas waktu dan lokasi. Selama kita memiliki koneksi internet dan gadget, investasi kripto bisa dilakukan dari mana saja.
  • Transparan. Seluruh exchanger mata uang kripto memiliki situs internet dan aplikasi yang bisa diakses kapan saja, sehingga laporan transaksinya jelas tanpa perlu menunggu proses cetak data dan sebagainya.

Baca juga: Alasan Nabung Kripto Cocok Bagi Milenial

Ananta   10 Aug 2022

Mengapa di Indonesia MUI mengharamkan mata uang kripto digunakan untuk transaksi?

Randu   19 Aug 2022

Peraturan MUI pada umumnya perlu memerhatikan peraturan pemerintah Indonesia juga, mengingat pemerintah Indonesia merupakan ulil amri (pemimpin). MUI bisa saja mengharamkan suatu hal yang diperbolehkan di Indonesia, misalnya jual beli miras. Namun, MUI biasanya tidak menghalalkan hal yang sudah dilarang oleh pemerintah RI.

Pemerintah RI telah menegaskan bahwa mata uang kripto tidak boleh dipergunakan sebagai alat pembayaran ataupun alat layanan jasa keuangan. Oleh karena itu, MUI sewajarnya juga melarang penggunaan mata uang kripto dalam transaksi.

Aisha   22 Aug 2022

Apa keunggulan kripto dibading aset investasi obligasi atau reksadana?

Marco   29 Aug 2022

Harga aset kripto itu sangat fluktuatif. Naik-turun harga harian biasa bisa mencapai puluhan persen. Ini berarti, kalau kamu beli kripto, kamu bisa mendapatkan untung atau rugi sampai puluhan persen pula dalam hitungan hari

Sedangkan obligasi dan reksa dana itu umumnya punya return dalam hitungan satu digit. Ambil contoh Sukuk Ritel SR017 yang sedang dalam masa penawaran saat ini, cuma menawarkan imbal hasil 5,9 persen per tahun. 

Buat orang yang ambisius untuk mendapatkan untung, 5,9 persen itu recehan dan nggak menarik. Oleh karena itu, mereka memilih kripto.

Lalu, kenapa ada yang memilih obligasi dan reksa dana? Karena kedua aset itu memang tidak menawarkan kenaikan yang sangat pesat, tetapi sangat aman. Kamu tidak akan mengalami rugi sekian puluh persen dalam obligasi dan reksa dana. Pengembalian obligasi bahkan terjamin oleh undang-undang, sehingga kamu pasti mendapatkan semua bunga plus dana pokok kamu pada akhir masa jatuh tempo.

Aisha   31 Aug 2022

Dalam kondisi setelah pandemi seperti saat ini, lebih baik investasi di aset apa ya? Atau mungkin ada pandangan cara membagi porsinya, berapa persen di kripto? 

Venty   13 Sep 2022

@Venty:

Semua bentuk investasi sejujurnya sangat baik kak untuk saat ini. Jika memiliki dana berlebih yang cukup besar, saya pribadi akan menginvestasikannya kearah property ataupun emas. Sampai saat ini setahu saya belum ada yang bisa mengalahkan tingkat stabilitas dan keamanan kedua aset tersebut dalam jangka panjang. Jika dananya menengah kebawah, saya sendiri akan lebih memilih menempatkannya pada reksadana dan saham-saham bluechip. Sedangkan jika dananya sangat kecil, lebih baik jika diinvestasikan ke ilmu dengan membeli buku ataupun mengikuti kursus yang bisa mendatangkan kemampuan dan pendapatan tambahan.

Untuk porsi sendiri sebenarnya jg relatif kak besarannya sesuai dengan individu masing-masing. Untuk ukuran individu yang konservatif besaran yang saya pribadi anjurkan ada di kisaran 5-10% total aset. Untuk ukuran individu dengan toleransi risiko wajar, rentan 10-15% saya rasa cukup. Sedangkan untuk individu dengan tingkat toleransi risiko tinggi dan sedang mencari pertumbuhan portofolionya, angka 20-25% bisa dijadikan patokan.

Nur Salim   16 Sep 2022

Ini pendapat pribadi aku sendiri sebagai investor kripto dan mengapa mau membeli uang kripto dikarenakan kripto memiliki sistem penambangan dengan pembatasan jumlah yang dapat ditambang.

Dalam dunia nyata tuh kayak emas, minyak bumi, dan sumber daya alam lainnya yang terbatas dimana pengguna/peminatnya akan bertambah banyak tetapi jumlah yang beredar semakin sedikit mengakibatkan harga kripto akan naik. Nah, dari situ lah saya tertarik invest di kripto selain itu urusan pembayaran juga lebih aman dan mudah dilakukan karena desentralized istilahnya atau tanpa campur pihak ketiga.

Karena faktor diatas jadi aku tertarik menyimpan sebagian kecil dana aku di kripto.

Kalau omongin spekulatif, dalam dunia berjangka nih semua juga pasti ada unsur spekulatifnya. Banyak juga yang bilang kalau saham dan forex sebagai sesuatu yang spekulatif dan "judi" bagi sebagian pihak.

Paula   5 Nov 2022
 Arifin |  19 Oct 2022

Aku sering denger seputar DeFi, namun belum mendapatkan pemahaman yang cukup jelas dan bagaimana juga cara kerjanya? Mohon Penjelasannya

Lihat Reply [3]

@Arifin:

Konsep DeFi (Decentralization Finance) ini secara simpelnya dibuat agar setiap orang dapat mengakses layanan keuangan dengan transparansi dan kemudahan kapanpun dan dimanapun. Cara kerjanya yang dimaksud di sini apa pak? Saya kurang bisa menangkap maksud dari pertanyaannya.

 

Nur Salim   23 Oct 2022

Maksud saya, apakah cara kerjanya itu seperti perbankan? Terus bagaimana jika mau pinjam aset kripto di platform DeFi?

Arifin   26 Oct 2022

@Arifin:

Cara kerjanya kurang lebih sama dengan sistem perbankan konvensional pak. Hanya saja, sistem defi ini bekerja pada jaringan Blockchain yang tidak memerlukan perantara seperti sistem perbankan konvensional. Kelebihan utama berjalannya sistem keuangan di atas Blockchain ini sendiri ada pada transparansi, kecepatan serta kemudahan layanan. Dengan defi, transaksi keuangan dengan jumlah besar antar individu ataupun bisnis dapat dilakukan dalam hitungan detik.

Untuk proses peminjaman sendiri saya kurang tahu bagaimana teknisnya berhubung saya pribadi belum pernah mencoba. Tapi sepengetahuan saya prosesnya kurang lebih sama dengan proses peminjaman konvensional. Hanya saja, tidak seperti peminjaman konvensional tidak ada sistem bunga, kredit, serta kemudahan proses pengajuan dan pembayaran.

Nur Salim   31 Oct 2022
 

Komentar @inbizia

Bila dilihat berdasarkan sistem transfernya, ada beberapa hal yang menjadi keuntungan utama dari trading kripto: Hampir tidak ada biaya untuk setiap transaksi yang dilakukan. Mata uang kripto menawarkan deposit dan penarikan dengan komisi yang sangat minim (tidak lebih dari 1% per transaksi). Tidak ada komisi untuk penukaran dari dan ke jenis mata uang kripto lainnya. Proses transfer instan tanpa keterlambatan dan tanpa hambatan. Terima kasih.
 Admin |  6 Dec 2019
Halaman: Mata Uang Kripto Asal Indonesia
Sejauh ini TokoCrypto yang mampu memberikan layanan trading kripto terbaik di Indonesia, dibndingkan dengan exchange sebelah, saya rasa TokoCrypto mampu menghadirkan fitur-fitur menarik. Selain itu, exchange ini juga memiliki Tokennya sendiri yaitu TKO yang bisa jadi pilihan investasi. Saya sendiri saat ini sudah hold beberapa token TKO. Harapannya nanti bisa mencapai new ATH...good job TokoCrypto
 Aliandra |  10 May 2022
Halaman: Review Exchange Kripto Tokocrypto
Dari beberapa tanggapan diatas bisa dijadikan peringatan nih bagi yang masih mau trading Forex dengan hanya mau nyaman, aman, simple, dan tidak ribet. Ga ada tuh yang namanya Trading dengan segampang itu dan berhenti berharap dengan namanya robot trading. Kalau kita sendiri tidak tau dasar-dasar Forex serta tidak memiliki strategi dan manejemen resiko yang jelas. Mau dibantu dengan cara apapun bakal boncos juga modal kita. Sudah dijelaskan di artikel kalau perlu keterampilan khusus dalam menjalankan robot trading which means we must know what we used and how they work. Jadi ibarat kita tuh tau kalkulator bisa ngitung tapi terkadang itungannya ga benar karena ga bisa bedain mana yang harus diitung terlebih dulu. Kan banyak kalkulator yang kalau 1+2x3 = 9 dimana harusnya hasilnya 6 seharusnya kan kerjain perkalian dulu baru pertambahan. Begitu juga robot trading, jadi kita tau ada yang salah dimana bisa kita perbaiki robot tradingnya.
 Frendy |  7 Nov 2022
Halaman: Keunggulan Dan Kelemahan Robot Trading Forex Ea
Terima kasih author udah mengingatkan aku sebagai mahasiswi yang ingin mencari cara menghasilkan uang sampingan. Awalnya aku agak ragu untuk mencoba Forex karena aku kira Forex itu butuh waktu full-time sedangkan aku sendiri mahasiswi semester akhir yang agak sibuk. Dengan membaca tulisan author, aku bisa tau ternyata ga perlu begitu banyak waktu untuk trading forex. Untuk strategi yang bagus dan cara memulai yang tepat seperti apa?
 Luna S |  10 Nov 2022
Halaman: Kiat Sukses Trading Ala Yukiko Ikebe
Berarti bisa dikatakan untuk trading forex secara normal dalam artian dari segi modal maupun manajemen resiko itu harus punya modal yang sangat besar. Kalau mengikuti metode 1% memang lebih fleksibel dimana kan modal kita dibatasi agar tidak terlalu cepat dan modal kalau semakin besar maka batas loss nya semakin banyak. Untuk modal $1000 sebenarnya kalau punya uang lebih itu ga gede sih. Asalkan harus memakai uang yang tidak dipakai. Menurut saya, artikel ini masuk akal banget sih dan realistis dengan modal forex yang disebutkan
 Hengky A |  23 Nov 2022
Halaman: Berapa Modal Minimal Untuk Trading Harian
Secara forex memang sangat sulit diprediksi dan ditambah lagi dengan ketidakpastian ini akan semakin sulit lagi diprediksi. Apakah forex bisa seperti kripto yang akan terus turun dan stuck ga bisa naik-naik? Bagaimana sebaiknya strategi yang tepat untuk bisa meraih profit di situasi yang tidak pasti ini? Dan sebaiknya kapan kita berhenti sejenak dari trading?
 Wendi |  27 Nov 2022
Halaman: Kiat Trading Saat Menghadapi Market Yang Tidak Jelas

Kamus Forex

Regulator Forex

Lembaga yang berperan memantau operasional usaha dan menjaga ketaatan hukum broker forex di bawah naungan regulasinya. Karena perannya, regulator dianggap menyediakan jaminan perlindungan bagi trader.

Regulator seringkali adalah lembaga pemerintah bersifat otonom atau bisa juga berupa asosiasi swadaya. Regulator forex yang memiliki dasar hukum sebagai bentukan pemerintah contohnya Bappebti (Indonesia), ASIC (Australia), dan FCA (Inggris). Regulator seperti ini memiliki legitimasi lebih kuat daripada asosiasi swadaya.

Broker Forex

Adalah perusahaan, institusi, agen, ataupun individu yang bertugas mempertemukan pihak penjual dan pembeli. Broker forex secara khusus artinya perusahaan yang menghubungkan trader dengan pasar interbank untuk bertrading forex.

Kalender Forex, Kalender Ekonomi

Kalender yang memuat jadwal rilis berbagai data ekonomi maupun peristiwa penting terkait kebijakan moneter dan fiskal dari negara-negara yang mata uangnya diperdagangkan dalam pasar forex.

Deposit, Deposit Forex

Sejumlah dana yang harus diberikan kepada broker sebagai modal trading dan menikmati layanan yang diberikan (oleh broker tersebut).

Forex

Adalah Foreign Exchange atau pertukaran mata uang asing (valas). Sementara trading forex merujuk pada aktivitas perdagangan valas secara online untuk mendapatkan keuntungan.


Komentar[2]    
  Grendy   |   24 Oct 2022

Saya sementara masih lebih prefer forex daripada crypto karena ya tadi seperti yang ditulis diatas kalau regulasi pasar forex itu jelas dan rinci, memiliki regulasi dan batasan batasan harga yang tidak akan terlalu jatuh jauh dan tergantung kondisi negara karena Forex itu berkaitan dengan negara di dunia.

Sedangkan crypto sendiri belum teregulasi secara baik, karena belum banyak negara yang mengakuinya sebagai alat pembayaran yang sah. Dan crypto sendiri dipengaruhi oleh dari developernya sendiri meskipun harga dipengaruhi supply demand. Saya masih ingat kasus crypto Luna yang tiba-tiba dari bernilai menjadi turun drastis.

Harga forex cenderung masih bisa diprediksi sedangkan crypto memiliki volatifitas yang benar-benar tidak masuk akal. Mau dibilang pakai teori, ilmu ,dan sebagainya kalau pergerakan tiap menit tiap jam naik turunnya drastis banget sih ujung ujungnya berspekulasi.

Itu hanya pendapat saya aja, untuk forex atau crypto saya masih tetap berpegang pada forex sampai kalau crypto benar-benar udah berjalan lama dengan regulasi yang sudah kuat.

  Wincent   |   23 Nov 2022

Kalau menurut saya, justru kripto memiliki prospek yang bagus serta perkembangannya lebih cepat dari forex. Dalam hal regulasi sebenarnya beberapa kripto juga udah diakui sih seperti bitcoin dan ethereum. Dari segi keuntungan juga kripto lebih menjanjikan karena likuiditas tinggi sekali jadi ketika untung benar-benar akan untung. Selain itu investasi di kripto terbilang kecil, bitcoin dulunya juga memiliki harga $1 disaat awal awal muncul hingga saat ini harganya melambung $16.000 dollar di tahun ini.

Kalau dari segi trading sebenarnya bisa dipelajari dengan demo account. Untuk resiko juga lebih ke pandangan kita lebih milih kripto yang mana, apakah proyek kedepannya jelas, kegunaan dan value apabila memiliki kripto ini apa dan sebagainya.