Trading Kripto dengan Candlestick Doji

Evan 14 Apr 2022Dibaca Normal 8 Menit
kripto>candlestick>   #trading-kripto   #trading-kripto   #candlestick   #doji   #kripto
Pola Doji dikenal netral dan penuh ketidakpastian. Lalu, adakah strategi khusus yang perlu diperhatikan saat menggunakan candlestick Doji untuk trading crypto?

Salah satu candlestick Doji paling populer adalah Doji Star yang sering digunakan untuk menunjukkan keraguan di pasar cryptocurrency. Pola candlestick ini terbentuk secara spesifik, di mana harga penutupan hampir sama seperti harga pembukaan. Selain Doji Star, ada 4 pola Doji lainnya yaitu Doji Dragonfly, Gravestone Doji, Long-legged Doji, dan Price Doji.

Trading Cryptocurrency Dengan Candlestick Doji

Meskipun pembentukan kelima pola Doji itu hampir mirip, masing-masing memiliki cara penggunaan dan indikasi yang berbeda-beda. Bahkan ada variasi Doji yang tidak menunjukkan apa-apa, sehingga mengharuskan Anda untuk wait and see.

Artikel ini penting bagi Anda memahami perbedaan pola-pola tersebut, agar dapat memperoleh keuntungan yang konsisten serta meminimalisir risiko saat trading kripto.

 

Apa Itu Pola Candlestick Doji?

Kata Doji mengacu pada "dо̄ji" dalam bahasa Jepang, yang ketika diterjemahkan memiliki arti "blunder" atau "kesalahan". Artian "blunder" atau "kesalahan" ini ditafsirkan sebagai keragu-raguan antara pembeli dengan penjual di pasar finansial, seolah-olah ada suatu kesalahan yang sedang terjadi pada pergerakan harga. Hal ini akhirnya direpresentasikan oleh pasar dengan membuka dan menutup harga pada level yang sama.

Baca Juga: Formasi Doji Candlestick: Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading

Formasi candlestick Doji muncul ketika harga pembukaan dan penutupan berada di level yang hampir sama, dengan ukuran sumbu relatif panjang. Perbedaan harga pembukaan dan penutupan tercermin pada body atau badan candle Doji, sementara panjang ukuran sumbu dibentuk dari harga tertinggi dan terendah.

Bentuk candle ini membuat para trader harus menunggu untuk beberapa saat. Mengapa demikian? Karena setelah terbentuknya candle doji ini, penentuan arah pergerakan market masih harus dikonfirmasi terlebih dahulu dengan indikator lain seperti Relative Strength Index (RSI), Bollinger Band, ADX, MACD, dan lainnya.

 

Apa Perbedaan Doji dengan Spinning Top?

Hingga saat ini, masih ada perdebatan mengenai dua pola candlestick tersebut. Secara teoritis, Spinning Top memiliki badan candle yang lebih besar dan sumbu lebih panjang dibandingkan Doji. Namun, tidak ada perhitungan ukuran pasti untuk mengetahui perbedaannya.

Perbedaan Spinning Top Dengan Doji

Terlepas dari itu semua, bila Anda melihat salah satu dari keduanya, tetap gunakan konfirmator berupa indikator teknikal karena kedua pola tersebut sama-sama mengindikasikan keraguan pasar.

 

Jenis-Jenis Pola Candlestick Doji

Seperti sudah disebutkan di atas, Doji memiliki 5 jenis pola candlestick yang wajib Anda ketahui dan pelajari sebelum mencoba terjun ke pasar riil. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai Doji Star, Long-legged Doji, Doji Dragonfly, Gravestone Doji, dan Doji Price.

 

1. Doji Star

Doji Star adalah salah satu jenis candlestick Doji berbentuk seperti bintang atau tanda plus (+), sehingga terlihat jelas pembukaan dan penutupnya di posisi yang hampir sama. Kemudian, sumbu harga tertinggi maupun harga terendah membentuk garis simetris.

Doji Star

Candle ini biasa ditafsir sebagai syarat pembalikan arah atau sebaliknya (mengikuti arah sebelumnya) dalam waktu dekat. Jika Anda menemukan candlestick seperti ini, setidaknya ada peluang untuk mempersiapkan eksekusi matang menggunakan limit order.

 

2. Long-legged Doji

Candlestick doji ini disebut sebagai Long-legged Doji karena berbentuk seperti "salib". Opening dan closing candle Long-legged berdekatan (sama seperti doji star), namun sumbu harga tertinggi maupun terendah market yang terbentuk pada candle ini tidak simetris. Sehingga, Anda akan melihat candle ini memiliki satu sumbu yang lebih panjang daripada sumbu lainnya.

Long-legged Doji

Serupa dengan Doji Star, Long-legged Doji mengisyaratkan potensi harga market bisa searah, berbalik arah, atau bahkan bergerak sideways.

 

3. Doji Dragonfly

Doji Dragonfly adalah salah satu jenis candlestick doji berbentuk seperti huruf "T". Hal ini lantaran harga pembukaan, penutup, dan tertinggi berada di posisi yang hampir sama. Di sisi lain, harga terendahnya membentuk sumbu bawah yang cukup panjang.

Candle ini menggambarkan secara jelas pertarungan antara pembeli dan penjual. Pada pembukaan harga baru, seller berusaha membawa harga turun, namun pada sesaat sebelum pergantian candle, para buyer berupaya mengembalikan harga di level pembukaan sehingga terbentuklah candle seperti huruf "T".

Doji Dragonfly

Apabila candle ini terbentuk saat pasar downtrend, maka akan ada kemungkinan terjadi trend reversal (pembalikan tren) ke arah atas. Namun jika terbentuk saat uptrend, kemungkinan besar akan muncul trend continuing (penerusan tren).

 

4. Gravestone Doji

Kebalikan dari Doji Dragonfly, candle Gravestone Doji berbentuk huruf "T" dengan kepala di bawah. Ini disebabkan karena harga pembukaan, penutup, dan terendah berada di posisi yang hampir sama, sedangkan harga tertingginya membentuk sumbu atas yang cukup panjang.

Gravestone Doji menggambarkan secara jelas pertarungan antara pembeli dan penjual. Pada pembukaan harga baru, buyer berusaha membawa harga naik, namun pada sesaat sebelum pergantian candle, para seller berupaya mengembalikan harga ke harga pembukaan sehingga terbentuklah huruf "T" terbalik.

Gravestone Doji

Apabila candle ini terbentuk pada saat uptrend, maka akan ada kemungkinan terjadi trend reversal (pembalikan tren) ke arah bawah. Namun jika terbentuk saat downtrend, maka kemungkinan besar bakal muncul trend continuing (penerusan tren).

 

5. Price Doji

Candlestick doji yang terakhir adalah Price Doji. Candle ini berbentuk unik, karena mulai dari harga pembukaan, penutupan, tertinggi, maupun terendah, semuanya saling berdekatan.

Apabila dilihat secara sekilas, bentuknya akan terlihat seperti garis horizontal atau minus (-). Dengan keadaan tersebut, para trader cenderung "wait and see" untuk mengamati pola candle selanjutnya.

Doji Price

Menunggu konfirmasi lanjutan setelah kemunculan Price Doji adalah pilihan tepat, karena jika membaca keadaan market lewat candle, Price Doji memperlihatkan secara jelas bahwa pasar global di waktu tersebut juga sedang menunggu situasi.

Penemu pola candlestick Doji, Munehisa Homma, pernah mengatakan, "Terbentuknya sebuah market berasal dari para pelaku pasar itu sendiri." Jadi bila Anda menemukan pola Price Doji, maka lebih baik ikut menunggu konfirmasi pergerakan harga selanjutnya.

 

Beberapa Cara Penggunaan Doji Pada Pasar Kripto

Berikut beberapa cara menggunakan Doji pada pasar kripto:

 

1. Doji Star dan Long-legged Doji dengan Indikator Momentum

Anda dapat memanfaatkan indikator momentum seperti RSI yang dapat memberikan informasi overbought dan oversold pada pasar. Penggunaan indikator tersebut pada pola candlestick Doji bisa menjadi salah satu strategi yang ampuh untuk diterapkan pada trading kripto. Berikut beberapa contohnya:

Doji Star Dengan Stochastic
Long-legged Doji Dengan Stochastic

 

2. Dragonfly Doji dan Gravestone Doji dengan Garis Tren

Selain untuk mengetahui sinyal trend reversal (pembalikan tren), dua pola candlestick ini juga bisa digunakan dengan garis tren sebagai sinyal dari penerusan tren atau trend continuing. Berikut adalah contohnya:

Doji Dragonfly Dengan Uptrend
Gravestone Doji Dengan Downtrend

 

3. Doji dengan Area Support Resistance

Menentukan area support dan resistance merupakan kemampuan krusial bagi semua trader, karena dengan adanya kedua area tersebut, maka penggunaan pola candlestick Doji bisa semakin akurat. Berikut contohnya:

Doji Support and Resistance

 

4. Strategi Double Doji

Bila Doji tunggal dianggap sinyal keragu-raguan, maka dua Doji yang muncul berurutan dapat diartikan sebagai indikasi pergerakan breakout yang kuat. Strategi double Doji hampir mirip dengan pola Inside atau Outside Bar. Pada dasarnya, trader menggunakan dua candle dan breakout candle terpanjang dijadikan sebagai konfirmasi entry. Anda dapat menyimak contohnya di bawah ini:

Strategi Double Doji

 

Batasan Pola Candlestick Doji

Perlu diingat bahwa pola candle Doji bukanlah yang terbaik dalam memprediksi pergerakan harga. Candlestick tersebut sering dianggap sebagai indikator netral karena menunjukkan sedikit informasi tentang potensi arah pergerakan harga selanjutnya.

Selain itu, ukuran kedua sumbu yang cukup panjang dan jauh dari harga penutupan akan membuat trader kesusahan dalam menentukan titik entry market.

Karena keterbatasan informasi potensi arah pergerakan harga, maka menentukan rasio risk and reward pun sulit dilakukan bila hanya menggunakan pola ini. Itulah kenapa, strategi pola candlestick Doji wajib digabungkan dengan indikator lainnya.

 

Kesimpulan

Secara psikologis, bentuk candlestick Doji selalu menggambarkan keraguan pihak penjual dan pembeli. Penjual meragukan kemungkinan harga akan menguat dan pembeli pun tidak yakin dengan prospek pelemahan harga. 

Ketika trader melihat candlestick Doji, umumnya mereka akan menentukan skenario trading berdasarkan arah harga sebelumnya. Jika arah pergerakan harga sebelumnya naik, maka setelah kemunculan Doji, trader berasumsi terjadinya pembalikan tren sehingga mereka melakukan jual.

Baca Juga: Trading Dengan Memanfaatkan Doji

Namun perlu diketahui, skenario pembalikan setelah Doji tidak selalu terjadi. Harga kadang-kadang justru bergerak melanjutkan tren sebelumnya setelah Doji terkonfirmasi. Untuk itu, candlestick Doji bukanlah pola terbaik untuk menentukan sinyal buy atau sell crypto, namun ia dapat dimanfaatkan untuk melengkapi pembacaan sinyal dari indikator atau metode analisa lain.

Oleh karenanya, penggunaan candlestick Doji untuk trading crypto lebih cocok bagi trader level menengah atau profesional yang lebih berpengalaman dalam menginterpresi sinyal dari pola-pola candlestick.

 

Selain pola candlestick Doji, ada beberapa pola candle yang dapat Anda pakai untuk trading kripto. Salah satunya adalah pola Bullish Engulfing. Pola Bullish Engulfing ini disinyalir cocok untuk trader kripto pemula. Baca ulasan lengkapnya di artikel "Belajar Candlestick Crypto dengan Pola Bullish Engulfing".

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Yoski Yoshihara ... |  20 Jan 2013

masta saya mw tanya,sebelum kita masuk market dan menentukan OP point penting yg dilihat para trader kan ada 3:

1.membaca grafik
2.indikator
3.candlestick

yg jdi pertanyaan bgaimana kita menentukan OP dg cndlestick ?? Berapa TF yg ideal digunakan untk menganalisa harga ke depannya dg cndle? Buy/sell.
mungkin masterbisa share/mungkin ebooknya
tetapi lbih detail jgn hanya polacndlesticknya saja mgkin dg dilihat dri VSA mgkin sbgai cntoh :apabila cndle body bullish memanjang tetapi cndle slanjutnya body cndle kecil dg ekor panjang artinya harga akan turun/kekuatan seller lbih besar.

mhon dijelaskan master.mgkin bila ada ebooknya dishare spya para nubie pada tau.tpi tolong jgn polacndle nya saja...... Thanks

Lihat Reply [2]

 Edwin Widianto |  13 Sep 2019

Permisi pak. Pada time frame berapa yah pak untuk menentukan titik entri yg ideal? Dan jenis candlestick apa yg harus di cari untuk kita entry?? Terimakasih.

Lihat Reply [3]

 M. Sidiq |  27 Jan 2022

biar bisa profit di kripto, pakai indikator atau cukup price action saja bos? Mohon bantuannya

Lihat Reply [1]

 Kiko_manang |  15 Mar 2022

Koin kripto terbaik saat ini, koin kripto apa saja ya?

Lihat Reply [1]

 Nur Binti |  6 Apr 2022

Mohon info panduan trading kripto untuk pemula. trm ksh

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

@ Firli : Doji bisa terbentuk pada semua keadaan pasar. Saat ranging bisa berarti tanda batas atas atau batas bawah.
 M Singgih ... |  5 Dec 2014
Halaman: Formasi Doji Candlestick: Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading
@Aan Tri, @sebastian arie, @Fuad, @Hari Santoso:
Maksud gambar grafik dalam artikel tersebut itu begini: setelah muncul doji, kita lihat apakah candle berikutnya lebih tinggi atau lebih rendah dibanding candle sebelum doji muncul. Bisa dilihat bahwa candle setelah doji di grafik ternyata lebih tinggi daripada candle sebelum doji. Oleh karena itu, disarankan ambil posisi buy saat itu juga, dengan stop loss ditempatkan dibawah doji. Dengan cara ini, jika terjadi loss gara-gara reversal batal terjadi, maka kerugian yang ditanggung akan sedikit. Sedangkan potensi profitnya jauh lebih besar karena doji seringkali menjadi awal reversal. Memasang stop loss tepat dibawah doji dalam hal ini jauh lebih "hemat" ketimbang stop loss dengan PP, fibo, atau trailing stop yang biasanya ditempatkan beberapa puluh pip dari harga saat membuka posisi. Dengan PP, Fibo, atau trailing stop, kita mungkin akan rugi lebih besar karena terlambat mengetahui kalau reversal batal terjadi.
 Admin |  6 Feb 2015
Halaman: Trading Dengan Memanfaatkan Doji
@ Surodjo:

Berakhirnya trend bisa diketahui setelah koreksi atau retracement mencapai lebih dari 100%. Perkiraan kemungkinan akan terjadi trend reversal jika Fibo Retracement telah melewati 61.8%.

Keadaan reversal tidak menunjukkan berakhirnya trend, tetapi menunjukkan terjadinya koreksi. Keadaan koreksi sendiri bisa berakhir ketika telah mencapai level tertentu misalnya 38.2% Fibo atau 50% Fibo, dan kemudian berbalik meneruskan arah trend. Jika koreksi melebihi Fibo retracement 100%, baru bisa diasumsikan terjadi trend reversal.

Keadaan reversal bisa diamati dari bar candlestick yang membentuk formasi price action tertentu, seperti pin bar, doji, engulfing, morning star atau evening star. Baca juga: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action
Meski demikian, untuk validitasnya price action tsb harus dikonfirmasi oleh indikator trend misalnya ADX, parabolic SAR, MACD, atau Bollinger Bands.

Konfirmasi dengan Bollinger Bands untuk keadaan reversal adalah jika penutupan bar candlestick berada di bawah middle band (untuk yang sebelumnya uptrend), atau di atas middle band (untuk yang sebelumnya downtrend). Untuk akurasi, sebaiknya dikonfirmasi lagi dengan indikator trend yang lain.

Mengenai tanda bahwa trend masih akan berlanjut adalah jika koreksi atau retracement telah berakhir, dan harga mulai bergerak searah dengan trend semula. Dalam hal penunjukan indikator Bollinger Bands, bar candlestick tidak menembus middle band.

Sebagai masukan, untuk analisa trend jangka menengah panjang biasanya trader menggunakan analisa dengan gelombang Elliot (Elliot wave). Baca juga: 3 Hal Pokok Dalam Trading Dengan Gelombang Elliot
 M Singgih ... |  29 May 2020
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
Bantuin nambahin gan. Marobuzu tingkat akurasinya tinggi. Salah satu candlestick dasar yang wajib dipahami trader. Marobuzu intinya gundul alias nggak ada jarumnya. Marobuzu bullish (tren akan naik) harga close lebih tinggi dari open. Marobuzu Bearish (tren turun) harga close lebih rendah dari open
 Surip |  13 Feb 2021
Halaman: Cara Menggunakan Pola Candlestick Marubozu
Mau nanya, ketika menggunakan strategi candle doji atau candle rejection entry dilakukan setelah ada candle confirmasi, apakah tidak telat melakukan entry? Kemudian jika kita pakai salah satu dari 3 strategi di atas bagaimana cara menentukan exitnya? Terima kasih
 Bimbim |  31 Mar 2021
Halaman: Strategi Naked Trading Simpel Untuk Trader Pemula
seperti yang sudah diinfokan dalam artikel, candlestick marubozu bisa di kombinasikan dengan indikator Fibonaci Retracement, Stochastic Oscillator, pola chart, dan lain sebagainya
 Michelle Fox |  13 Apr 2022
Halaman: Strategi Trading Kripto Dengan Marubozu Candlestick

Kamus Candlestick

Dragonfly Doji
Dragonfly Doji
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick di akhir downtrend. Sell-off dalam skala besar terjadi setelah candlestick dibuka, sehingga harga membentuk sumbu bawah yang sangat panjang. Akan tetapi, harga kemudian justru ditutup dekat harga pembukaan atau bahkan harga tertingginya. Ini menandakan pelemahan dalam sentimen bearish dan beralihnya kendali pasar ke sisi buyer. Semakin kecil body dan semakin panjang sumbu bawahnya, maka semakin kuat pula sinyal pembalikan bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Harami Bearish
Harami Bearish
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bullish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bearish. Pola ini menandakan uptrend mulai kehilangan momentum. Sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama, meski kondisi ini bisa menambah akurasi sinyal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Harami Bullish
Harami Bullish
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bearish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bullish. Pola ini menandakan downtrend mulai kehilangan momentum. Meski bisa menambah akurasi sinyal, sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bearish Doji Star
Bearish Doji Star
Indikasi : Bearish Reversal

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap naik dan tidak memiliki body karena harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama. Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bearish panjang dan gap turun dari doji.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip