Trik Ampuh Stop Overbudget Belanja Online

Jujun Kurniawan 18 Mar 2020 173

Belanja online menjadi salah satu tren yang kini sedang marak dikalangan milenial. Hampir setiap waktu, e-commerce berlomba-lomba memberikan potongan harga. Mulai dari bebas ongkos kirim, cashback, sampai diskon hingga 70 persen. Semakin bermunculannya platform belanja online saat ini, memang sangat memudahkan konsumen sekaligus mengubah cara belanja. Yang awalnya terjadi secara langsung atau tatap muka, kini hanya sebatas melalui media sosial saja.

Sekarang semua barang yang dibutuhkan sudah tersedia secara online dan bisa dibeli melalui situs atau marketplace tertentu. Jauh lebih mudah dan praktis . Namun, sayang hal ini justru membawa dampak buruk bagi kestabilan keuangan kita. Bila aktivitas belanja tidak dikontrol dengan baik, pengeluaran bisa membengkak secara tiba-tiba. Atau bahkan berpotensi menimbulkan utang yang menjerat. Untuk menjaga kestabilan keuangan di masa yang akan datang, simak tips ampuh untuk menghentikan Overbudget belanja online di bawah ini. 

overbudget belanja online

 

Overbudget Belanja Online? Atasi Dengan Hal-Hal Ini!

1. Jika Memang Tidak perlu, Jangan Keseringan Buka Situs Belanja Online

Jika memang ada yang sedang kita butuhkan, dan tidak ada waktu untuk mendatangi toko secara langsung, maka buka marketplace yang ada di ponsel, lalu fokuslah belanja hal yang spesifik. Setelah selesai jangan membukanya lagi untuk hal yg tidak dibutuhkan, karena terlalu sering membuka situs belanja justru meningkatkan keinginan untuk belanja. Akibatnya, upaya untuk mengurangi kebiasaan ini jadi gagal total. Sebelum ini terjadi, lebih baik jangan membuka situs tersebut. Sebaiknya manfaatkan waktu luang untuk kegiatan yang lebih berguna.

 

2. Jangan Terbuai Dengan Diskonan

Promo spesial semacam ini sering digunakan marketplace untuk menarik minat dari konsumen. Diskon bisa kita dapat dengan jumlah pembelian minimum. Apabila jumlah ini belum tercapai, maka diskon tidak bisa digunakan. Pemberian promo ini memang menggiurkan. Tetapi sadar atau tidak, diskon bersyarat seperti ini justru membuat kita semakin boros dan akhirnya malah Overbudget belanja online. Barang yang harusnya tidak perlu dibeli pun terpaksa harus dibeli agar total belanja mencapai jumlah minimum. Jika mau, cari diskon yang tidak bersyarat. Agar kita bisa merasakan betul potongan harga tersebut.

 

3. Memahami Apa Yang Kita Butuhkan

Kita harus memahami apa kebutuhan kita, jangan sampai belanja hanya karena mendapat potongan lebih besar jika belanja banyak, tapi ternyata kita tidak membutuhkannya. Hentikan sifat ketertarikan sekejap pada suatu barang. Karena kebanyakan, orang berbelanja hanya untuk memenuhi keinginan sekejap saja, bukan kebutuhan. Akibatnya, barang yang dibeli hanya mampu memberi kepuasan sesaat. Padahal harusnya barang tersebut dapat memberi kepuasan mendalam dan memenuhi kebutuhan utama.

menghindari overbudget belanja online

(Baca Juga: Jangan Boros, Ini Cara Menahan Belanja Implusif)

 

4. Hentikan Berlangganan Newsletter

Berlangganan newsletter hanya akan membuat kita tidak terlepas dari diskonan besar. Karena kamu akan terus disuguhkan pemandangan diskon besar-besaran dari sebuah produk. Hal ini membuat kita tidak tahan terhadap godaan untuk berbelanja Kalau udah begini kamu pasti akan menjadi konsumtif.

 

5. Lebih Baik Belanja Offline

Mulai sekarang, jika ingin menghindari kecanduan belanja online, kamu cukup pergi ke toko. Cari barang yang kita butuhkan saja. Atau buat catatan kecil apa saja keperluan kita. Hal ini tentu menghindari kita dari keperluan yang tidak penting. Meskipun belanja offline tidak praktis dan membutuhkan waktu, tapi percaya deh, hal ini menghindari kamu dari pemborosan. Asal kamu adalah orang yang tidak lapar mata ya! Tingkatkan intensitas belanja offline agar Anda bisa menghilangkan ketergantungan terhadap situs-situs belanja online.

 

Belanja online maupun offline, sebenarnya sah-sah saja. Semua itu kembali ke kedisiplinan dan kontrol diri kita sendiri. Meskipun belanja online, kita juga bisa mendapatkan keuntungan maksimal jika jeli dalam memanfaatkan penawaran yang diberikan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan gelimang Cashback dompet digital yang biasanya bekerja sama dengan platform-platfrom belanja online. 

Kirim Komentar/Reply Baru
Merubah Sistem Dari Long Ke Scalping

siang master..gimana master kalau sistem trading saya rubah dari long ke scalping..di long yg ga tahan si flotingnya boss..sistem yang saya pakai sekarang range pivot suport dan resistance..open posisi sy sell kalao harga dah tembus R2/3 buy kalau harga tembus S2/3 catatan range harian dah 100%..dan saya pake TP & SL..di long sy pernah profit loss yg sangat besar..mohon saran dan pendapatnya master..nuwunnn.

Rahmat H 1 Aug 2013

Reply:

Basir (01 Aug 2013 11:05)

Disesuaikan saja. Tiap sistem yang digunakan tetap memiliki resiko tersendiri.  bisa dipelajari disini tips dan triknya.

Metodologi scalping trik dan tips

Thanks.


M Singgih (20 Aug 2015 02:18)

@ Rahmat h:
- Dari long term trading berubah ke scalping: harus berlatih dulu di account demo karena tingkat kesulitannya berbeda. Perlu diketahui bahwa scalping biasanya hanya mengandalkan analisa teknikal, begitu ada kesempatan langsung entry dan cepat exit. Hindari entry saat ada rilis data fundamental penting karena volatilitas pasar saat itu bisa sangat tinggi sehingga bisa membahayakan posisi trading Anda. Sesuaikan dulu dengan keadaan pergerakan harga di time frame rendah sampai terbiasa dan nyaman.
- Jika dari trading di account demo ternyata Anda kurang cocok dengan scalping sebaiknya jangan dipaksakan, kembali ke gaya trading Anda semula.
- Sebaiknya tidak menggunakan acuan level-level support dan resistance yang diturunkan dari pivot point karena dihitung secara matematis, jadi kurang akurat. Level support dan resistance yang paling akurat adalah yang dari pengamatan, kemudian yang dari Fibonacci retracement atau expansion.
Sebagai keterangan tambahan bisa baca: Mengukur Kekuatan Level Support Dan Resistance.
- Metode entry tidak harus bouncing seperti yang Anda lakukan, tetapi bisa juga breakout, jadi sell kalau harga menembus support dan buy kalau tembus resistance. Untuk itu bisa disesuaikan dengan price action yang terbentuk pada level-level tersebut. Untuk penjelasan bisa baca: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action.

Febrian Surya 114
Bisnis  
Wahyudi 409
Bisnis  
Jujun Kurniawan 267
Kredit