Trik Jitu Beli Saham dengan Laporan Keuangan Perusahaan

Intan 16 Jun 2022
Dibaca Normal 5 Menit
bisnis > saham >   #beli-saham   #keuangan   #laporan-keuangan   #perusahaan   #saham   #trik
Laporan keuangan perusahaan bisa mencapai ratusan lembar dan sangat memusingkan. Tapi jangan khawatir, dengan panduan ini kalian bisa beli saham dengan lebih cermat.  

Ketika mulai terjun di pasar modal, apa ekspektasi awal yang muncul di benak kalian? Pasti kebanyakan berharap saham yang dibeli harganya naik terus, dividen berlimpah, sehingga bisa cuan berkali-kali lipat modal awal.

Hal seperti itu tidak mustahil untuk terjadi, tapi kalian harus tahu bagaimana cara meraihnya. Salah satunya adalah dengan mempelajari laporan keuangan perusahaan.

Laporan Keuangan Perusahaan

 

Mengapa Kita Perlu Tahu Cara Baca Laporan Keuangan Perusahaan?

Tentu kalian pernah mendengar ucapan bijak, "Jangan pernah membeli kucing dalam karung". Hal ini juga berlaku di pasar saham. Sangat tidak disarankan untuk membeli saham hanya karena ikut-ikutan atau kena pom-pom influencer.

Dalam investasi saham, ada berbagai cara analisa, antara lain: teknikal, fundamental, dan bandarmologi. Laporan keuangan perusahaan masuk ke dalam cara analisa saham secara fundamental, karena memberikan pandangan mengenai kondisi perusahaan dan prospek ke depannya.

Simak Juga: 3 Cara Analisa Saham

Manfaat membaca laporan keuangan perusahaan antara lain:

 

Mendapatkan Harga Terbaik

Apakah harga saham yang kalian beli sudah ideal? Atau malah terlalu mahal jika dibandingkan dengan performa perusahaannya saat ini?

Salah satu kunci untuk meraih cuan di pasar saham adalah dengan membeli saham-saham yang masih undervalued dan berpotensi untuk naik. Investor ulung adalah mereka yang berhasil "serok bawah" saham-saham murah dan potensial.

 

Membantu Pengambilan Keputusan Jangka Panjang

Keuntungan dari investasi saham berasal dari capital gain dan dividen. Sebelum investasi, tanyakan dulu ke diri kalian, "Akan hold saham tersebut sampai kapan?"

Bagi investor jangka panjang, penurunan harga saham tidak menjadi masalah besar asalkan dividen yang didapatkan bisa menutup kerugian tersebut. Nah, jadwal pembagian dividen bisa didapatkan dari laporan keuangan perusahaan. 

 

Cara Mendapatkan Laporan Keuangan Perusahaan

Untuk bisa mendapatkan laporan keuangan perusahaan, kalian tidak perlu repot-repot datang ke kantor dan membuat janji dengan bagian administrasi emiten tersebut. Seluruh perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, laporan keuangannya bisa diunduh di website resmi BEI.

Berikut ini cara mendapatkan laporan keuangan perusahaan:

  1. Masuk ke website Bursa Efek Indonesia.
  2. Pilih menu Perusahaan Tercatat.
  3. Sorot bagian sub menu laporan keuangan dan tahunan, klik untuk buka halaman.
  4. Pada kolom jenis laporan, pilih "Laporan Keuangan".

cara dapat laporan keuangan

  1. Di menu jenis efek, pilih "saham".
  2. Masukkan kode/ nama perusahaan.
  3. Pilih tahun laporan keuangan yang ingin kalian cari.
  4. Tentukan periode laporan keuangan yang diinginkan, menunya antara lain: Triwulan 1, Triwulan 2, Triwulan 3, dan Tahunan.

 

Poin-Poin Penting di Laporan Keuangan Perusahaan

Laporan keuangan perusahaan berbentuk file PDF dan bisa mencapai ratusan lembar. Hal ini bisa sangat memusingkan untuk pemula. Ketika laporan keuangan perusahaan sudah di tangan, apa saja yang harus diperhatikan? Sepuluh poin berikut bisa jadi panduan awal kalian:

  • Laba Bersih dan Ekuitas

Bagaimana cara mengetahui sebuah perusahaan prospek atau tidak? Tentu saja dengan melihat laba bersihnya. Perusahaan yang sehat memiliki laba bersih dan ekuitas yang meningkat secara positif.

  • Return on Equity (RoE)

Jika diterjemahkan, Return on Equity artinya tingkat pengembalian investasi. Idealnya, angka RoE berada pada kisaran 15%. Jika lebih tinggi dari itu, maka lebih bagus lagi.

Misalnya saja, kalian berinvestasi sebesar 10,000 rupiah di sebuah emiten yang RoE-nya sebesar 25.8%, maka aset kalian bisa memberikan pengembalian sebesar 2,500 rupiah per tahun.

  • Besar Dividen

Setelah tahu besar laba bersih perusahaan, selanjutnya kalian bisa mengamati besar dividen yang dibagikan per tahun. Sebuah perusahaan yang kinerjanya bagus sanggup memberikan dividen hingga 30-40% dari laba bersihnya. 

Simak Juga: Meraup Dividen Saham Dengan Tepat, Keuntungan Jadi Berlipat

Perlu dicatat, periode dan syarat pembagian dividen ini bisa berbeda-beda antara emiten satu dengan yang lainnya. Ada perusahaan yang membagikan dividen per 6 bulan, tahunan, atau tidak membagikan sama sekali.

  • Tingkat Utang Usaha

Maukah kalian meminjamkan modal kepada orang yang utangnya menumpuk? Hal ini tentu menjadi pertimbangan tersendiri. Tapi kalian harus menyadari bahwa utang usaha adalah hal yang wajar.

Ketika investasi saham, sebaiknya pilih perusahaan yang hutangnya (liabilitas) lebih kecil nilai ekuitas. Jadi meskipun berhutang, kemampuan membayar masih di atas tanggungannya.

  • Besar Utang Berbunga

Selain utang usaha, sebuah perusahaan juga sangat wajar jika memiliki utang ke bank atau obligasi (surat berharga). Hal ini dilakukan untuk mempercepat ekspansi usaha.  Cara mempertimbangkan laporan keuangan bagian utang berbunga sama dengan utang usaha; jangan lebih besar daripada laba bersih. 

  • Saldo Laba

Saldo laba yang positif menunjukkan performa sehat dari perusahaan. Untuk membacanya, jangan hanya membandingkan dengan data tahun lalu, melainkan juga lihat histori saldo laba dari tahun-tahun sebelumnya.

  • Nilai Asset Turnover

Saham yang potensial memiliki nilai ATO yang besar. Cara menghitungnya: nilai penjualan atau pendapatan dibagi nilai total aset perusahaan.

  • Inventory Turnover

Sebagai pedagang, kecepatan gerak dari sebuah stok merupakan hal bagus. Semakin tinggi nilai Inventory Turnover, maka semakin potensial sahamnya untuk di-hold jangka panjang.

  • Current Ratio

Poin ini membandingkan antara total aset lancar versus utang lancar. Current ratio yang ideal adalah total aset lancar lebih besar dari utang. 

  • Net Income Margin

Ketika membaca margin laba, kalian harus perhatikan lebih dahulu perusahaan tersebut bergerak pada sektor apa. Misalnya saja sektor manufaktur, besar marjin laba yang oke sekitar 20%, sementara sektor distribusi sebesar 10%. Cara hitungnya adalah dengan membagi laba bersih dengan pendapatan.

Baca juga: Daftar Saham Untung Hari Ini

Kemampuan membaca laporan keuangan perusahaan akan sangat membantu aktivitas investasi saham kalian. Tapi jika kalian belum punya banyak waktu, berinvestasi di reksadana saham bisa menjadi langkah awal yang tepat. 

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Ahong |  1 Apr 2021

Pak, misalkan saya punya uang 50 juta, dan pingin investasi saham jangka panjang minimal 10 tahun. Antara saham option dan index bagusan mana pak? Makasih

Lihat Reply [7]

@ Ahong:

Baik saham option maupun indeks saham merupakan produk derivatif (turunan) dari pasar saham. Keduanya tidak merepresentasikan kepemilikan dalam bentuk apapun atas saham suatu perusahaan.

Jika Anda trading saham option, maka Anda harus bisa memprediksi harga suatu saham akan naik atau turun dalam jangka waktu tertentu. Jika harga saham diprediksi akan naik, maka trader akan membuka opsi Call, dan jika diprediksi turun, trader akan membuka opsi Put. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan baca: Apa Itu Option Saham (Stock Options) Dan Bagaimana Contohnya?

Jika Anda trading indeks saham, maka Anda harus bisa memprediksi indeks suatu bursa saham akan naik atau turun. Yang ditradingkan biasanya adalah indeks Hang Seng, Nikkei, Kospi, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq. Baca juga: Mengenal Apa Itu Indeks Saham Dan Beragam Manfaatnya

Menurut kami, jika Anda ingin berinvestasi di pasar saham, sebaiknya investasi sahamnya (beli saham perusahaan yang prospeknya bagus). Tetapi kalau ingin trading di produk derivatif saham, menurut kami trading di indeks saham lebih mudah, karena naik turunnya indeks saham suatu bursa lebih mudah diprediksi atau dianalisa dibandingkan dengan prediksi akan naik atau turunnya suatu saham dalam jangka waktu tertentu.

M Singgih   3 Apr 2021

Kalau beli saham perusahaannya langsung, risiko paling bahayanya apa pak?

Kata orang di forum, kalau main saham itu katanya lebih berisiko ya dibanding forex, apakah benar pak?

Dan satu lagi pak, kalau untuk orang Indo, apakah saham perusahaan yang bisa dibeli itu perusahaan orang Indo saja?

Terima kasih atas jawabannya🙏

Ahong   5 Apr 2021

@ Ahong:

- Kalau beli saham perusahaannya langsung, risiko paling bahayanya apa pak?

Risikonya tentu saja kalau harga saham yang Anda beli turun, sehingga mengalami kerugian. Risiko yang lebih besar adalah kalau saham yang Anda beli di-delisting dari bursa. Oleh sebab itu sebelum membeli sebuah saham pelajari dulu fundamental perusahaannya.

- Kata orang di forum, kalau main saham itu katanya lebih berisiko ya dibanding forex, apakah benar pak?

Tidak juga. Menurut kami trading forex risikonya lebih besar karena menggunakan leverage tinggi dan juga fluktuasi pergerakan harganya lebih besar.

- kalau untuk orang Indo, apakah saham perusahaan yang bisa dibeli itu perusahaan orang Indo saja?

Kalau Anda trading di Bursa Efek Indonesia (BEI), maka Anda hanya bisa trading saham-saham perusahaan yang listing di BEI saja, yaitu perusahaan-perusahaan dari Indonesia saja. Tetapi jika Anda trading di bursa New York, maka Anda bisa trading saham-saham perusahaan yang listing di New York Stock Exchange (NYSE). Untuk trading di NYSE Anda harus mencari perusahaan pialang yang menawarkan trading di NYSE.

 

M Singgih   7 Apr 2021

Untuk mahasiswa rekomendasi Saham yang seperti apa pak? Daripada uang buat jajan ga jelas mending buat beli saham..haha

Oddie   12 Apr 2021

@ Oddie:

Kalau Anda pemain baru, kami sarankan untuk masuk pada saham-saham lapis pertama atau saham-saham blue chips seperti TLKM, BBCA, UNVR, dsb.
Penjelasan mengenai saham-saham blue chips, silahkan baca:

M Singgih   13 Apr 2021

Kalau dengan saham yang di reksadana itu pak, apakah sama? Dan bagus mana dengan membeli saham perusahaan dengan beli saham di reksadana?

Nur Salim   13 Apr 2021

@ Nur Salim: Saham-saham yang ada pada portofolio produk reksadana saham adalah saham-saham pilihan hasil analisa dari manager investasi perusahaan yang menerbitkan reksadana tersebut, jadi tentu merupakan saham-saham pilihan yang prospeknya bagus.

Kalau Anda belum berpengalaman di saham, menurut kami lebih aman membeli produk reksadana, dalam hal ini reksadana saham. Mengenai reksadana, silahkan baca:

M Singgih   14 Apr 2021
 Bilqis |  11 May 2021

Apakah saham dengan reksadana saham memiliki cara kerja yang sama? Dan juga ada istilah trading saham, kalau di reksadana saham apakah juga ada trading reksadana saham?

Lihat Reply [37]

@ Bilqis:

- Apakah saham dengan reksadana saham memiliki cara kerja yang sama?

Dalam hal trading saham, investor atau trader mengelola sendiri dananya dengan membeli saham-saham pilihan yang listing di Bursa efek Indonesia (BEI) sesuai dengan hasil analisanya. Bedanya dengan reksadana saham: Reksadana saham adalah instrumen investasi yang menempatkan sebagian besar atau seluruh portofolionya dalam saham yang listing di BEI. Pengelolaan dana pada reksadana dilakukan oleh manajer investasi dari perusahaan penerbit produk reksadana . Investor reksadana bisa memantau NAB (Nilai Aktiva Bersih) dari reksadana yang dibeli, yang nilainya bisa berubah setiap waktu. 

Dengan demikian cara kerjanya berbeda dalam hal pengelolaan dananya. Kalau trader saham mengelola dananya sendisi sedangkan investor reksadana dananya dikelola oleh manajer investasi.


- Dan juga ada istilah trading saham, kalau di reksadana saham apakah juga ada trading reksadana saham?

Trading saham artinya membeli atau menjual sejumlah saham perusahaan yang listing di suatu bursa lewat perusahaan pialang saham (broker saham). Untuk reksadana saham tidak ada istilah trading reksadana seperti halnya trading saham atau forex. Dalam hal reksadana, Anda bisa membeli atau menjual suatu produk reksadana baik secara offline maupun online di perusahaan sekuritas (broker saham), bank, atau lembaga keuangan lainnya yang menawarkan produk reksadana.

M Singgih   14 May 2021

@ Fahrudin:

PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa) dan PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) adalah portal marketplace reksadana yang memperjual-belikan produk investasi Reksadana secara online. Keduanya telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi legalitasnya jelas.

Di Bareksa, ada banyak pilihan produk Reksadana yang berasal dari berbagai perusahaan management investasi, sementara Bibit membrikan rekomendasi portofolio Reksadana terbaik.

Menurut kami baik Bareksa maupun Bibit sama saja, keduanya adalah perusahaan yang sudah berpengalaman dalam memberikan rekomendasi produk Reksadana.

 

M Singgih   20 Jun 2021

tapi kalau dari review-reviewnya, katanya pilihan manajer investasinya lebih banyak di Bareksa ya kak?

Fahrudin   22 Jun 2021

@ Fahrudin:

Mengenai hal tsb saya kurang tahu, karena saya pribadi bukan pengamat Reksadana. Mungkin ada pembaca yang lebih tahu silahkan sharing di sini.

 

M Singgih   23 Jun 2021

Nitip pertanyaan juga, misalnya kita punya dana 12 juta, dan mau diinvestasikan ke reksadana. Bagusnya 12 juta langsung dibelikan semuanya di awal atau dibagi menjadi 12x dalam setahun, jadi sebulan invest 1 juta? 

Aprilio   2 Jul 2021

@ Aprilio:

Menurut kami, jika ada waktu sebaiknya tidak dibelikan sekaligus. Bisa dicicil sambil mengamati naik turunnya nilai investasi reksadana Anda melalui NAB (Nilai Aktiva Bersih).
Baca juga: Reksadana Sedang Profit Atau Loss? Begini Cara Menghitungnya

 

M Singgih   5 Jul 2021

Nitip tanya juga dong, kalau untuk SUKUK apakah cara investnya juga sama dengan reksadana?

Wijanarko   13 Jul 2021

@ Wijanarko:

Mengeai caranya, silahkan menghubungi salah satu mitra distribusi Sukuk berikut ini:
PT. Bank Central Asia Tbk
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT. Bank Permata Tbk
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
PT. Bank Danamon Indonesia Tbk
PT. Bank Maybank Indonesia Tbk
PT. Bank Panin Tbk
PT. Bank CIMB Niaga Tbk
PT. Bank DBS Indonesia
PT. Bank OCBC NISP Tbk
PT. Bank HSBC Indonesia
PT. Bank Commonwealth
PT. Bank UOB Indonesia
PT. Bank Mega Tbk
PT. Bank Syariah Mandiri.
PT. Bank BRISyariah Tbk
PT. Bank Muamalat Tbk
PT. Bank BNI Syariah
PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
PT. Danareksa Sekurita
 PT. Bahana Sekuritas
PT. Mandiri Sekuritas
PT. Sinarmas Sekuritas
PT. Bareksa Portal Investasi (Bareksa)
PT. Star Mercato Capitale (Tanamduit)
PT. Nusantara Sejahtera Investama (Invisee)
PT. Investree Radhika Jaya
PT. Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku)
PT. Lunaria Annua Teknologi (Koinworks).

 

M Singgih   14 Jul 2021

@ Paman Joe:

Biasanya yang volatilitas NAB-nya tinggi adalah reksadana saham., Jika IHSG sedang drop memang NAB bisa turun.  Dari informasi yang kami dapatkan, penurunan NAB tahunan (selama setahun) ada yang mencapai 26.72%. Informasinya bisa dibaca di halaman ini.

 

M Singgih   25 Jul 2021

Hemmm gt ya pak....nah pada saat minus sampai sebanyak itu, apakah itu sinyal untuk di-cut pak?

Paman Joe   26 Jul 2021

@ Paman Joe:

Mengenai apakah reksadana Anda layak untuk dicairkan (dijual) karena telah mengalami kerugian, silahkan Anda berkonsultasi dengan manager investasi dari perusahaan penerbit reksadana tersebut, karena pihak manager investasi yang bisa memberikan rekomendasi berdasarkan pengalamannya mengelola portofolio reksadana.

 

M Singgih   27 Jul 2021

Apakah saldo kita yang terkumpul di manager investasi reksadana, akan ditradingkan sebagian ke forex juga?

Piloo   3 Aug 2021

@ Piloo:

Tergantung Anda milih reksadana jenis apa. Kalau reksadana saham ya hanya ditradingkan di saham. Kalau reksadana campuran bisa dimainkan di deposito, obligasi dsb.

 

M Singgih   4 Aug 2021

Iya pak, saya main di reksadana campuran. Untuk tau modal kita ditradingkan di instrumen apa aja gimana ya pak caranya? Makasih sebelumnya

Piloo   4 Aug 2021

@ Piloo:

Silahkan tanya langsung pada manager investasi perusahaan reksadana tsb. 

 

M Singgih   4 Aug 2021

Pak Investasi Reksadana melalui bareksa apakah aman?

Mr Tan   24 Sep 2021

@ Mr Tan:

Bareksa adalah sebuah marketplace khusus untuk produk-produk finansial dan investasi pertama di Indonesia, yang telah mendapat lisensi resmi sebagai agen penjual reksadana dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
Dengan demikian membeli atau berinvestasi reksadana melalui Bareksa tentunya aman.

 

M Singgih   26 Sep 2021

Kok penjual saham/reksada regulasinya dari OJK, tapi kok forex yang ngatur itu Bappebti ya pak?

Jerome   4 Nov 2021

@ Jerome:

Karena forex termasuk dalam perdagangan berjangka, maka diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), sementara perdagangan saham di pasar modal yang bukan perdagangan berjangka diatur oleh Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Sejak tahun 2013, tugas dan fungsi Bapepam berpindah ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

M Singgih   5 Nov 2021

Reksadana termasuk investasi yang tak membutuhkan investasi minimal dalam jumlah besar. Kita bisa mulai berinvestasi hanya dengan modal Rp10 ribu saja melalui aplikasi investasi reksa dana seperti Ajaib, Tanamduit, dan lain-lain.

Tapi, berapa minimal investasi reksa dana yang ideal? Hal ini tergantung rencana dan tujuan investasi masing-masing.

Mari ambil contoh dari pengalaman saya. 

Saya punya beberapa jenis reksa dana. Ada reksa dana yang ditujukan untuk dana darurat, ada yang ditujukan untuk mengimbangi risiko trading saham & forex, dan lain-lain.

Untuk dana darurat, saya memilih jenis reksa dana pasar uang (RDPU). Awalnya saya setor dana setara pengeluaran 3 bulan ke dalam RDPU tersebut. Setelah itu, saya menyetor uang Rp20 ribu tiap minggu ke dalam reksa dana tersebut. 

Untuk mengimbangi risiko trading, saya memilih jenis reksa dana pendapatan tetap (RDPT). Saya menganut prinsip portofolio berimbang 50:50, sehingga dana yang disetorkan ke RDPT adalah sama besarnya dengan dana yang disetorkan ke akun trading.

Aisha   2 Apr 2022

Perbedaan mendasar antara investasi saham dan reksa dana sama ada tiga:

  • Pengelolaan Dana Investasi

Untuk investasi saham, kita harus menganalisis sendiri dan membeli saham sendiri. Kita bisa memilih saham yang cocok dengan minat dan tujuan investasi kita, tetapi kita harus rajin belajar dan menganalisis sendiri.

Sedangkan kalau berinvestasi melalui reksa dana saham, kita cukup setor dana untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi. Manajer Investasi belum tentu membeli saham yang kita inginkan, tetapi kita jelas tidak perlu repot menganalisis sendiri.

  • Kebutuhan Modal

Untuk investasi saham, kita harus menyiapkan modal sesuai dengan harga saham per lot yang ingin kita beli. Umpama harga saham BBCA Rp7700 per lembar, maka kita harus menyiapkan modal minimal Rp770.000 per lot.

Sedangkan dalam reksa dana, kita dapat berinvestasi mulai dari Rp10 ribu atau Rp100 ribu saja. Kita tidak harus memiliki seluruh dana yang dibutuhkan untuk membeli 1 lot saham dulu.

  • Potensi Risiko dan Return

Kalau berinvestasi saham sendiri, kita dapat memperoleh keuntungan dari capital gain dan dividen secara langsung. Semua itu akan masuk ke rekening efek, yang kemudian bisa langsung ditarik ke rekening bank kita.

Sedangkan dalam reksa dana saham, keuntungan dari hasil pengelolaan Manajer Investasi akan tertampung dalam reksa dana itu. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana akan meningkat, sehingga dana investasi kita bertumbuh. Tapi kita tidak akan menerima capital gain dan dividen secara langsung dari reksa dana saham.

Jadi, mana yang lebih untung antara investasi saham dan reksa dana saham? Hal itu tergantung kebutuhan kamu sendiri. Bagi seorang pemula, reksa dana saham mungkin lebih baik karena tidak perlu menganalisis sendiri dan bisa dijadikan bahan belajar. Tapi bagi investor berpengalaman, investasi saham langsung jelas akan jauh lebih menguntungkan. 

Perlu diketahui, rata-rata kinerja tahunan reksa dana saham di Indonesia biasanya lebih rendah daripada kinerja IHSG. Reksa dana saham juga sering tersangkut skandal saham gorengan yang berakhir fatal seperti Asabri dan Jamsostek.

Aisha   20 Apr 2022

bagaimana dengan reksadana saham, reksadana saham apa yg bagus?

Ansharullah El Rahman   18 May 2022

saya baru mendengar istilah "Sukuk", sukuk itu apa ya? mohon infonya. trims

Paprika Merah   18 May 2022

tips agar terhindar dari investasi saham abal2?

Rahayu Pujiwati   20 May 2022

apakah investasi saham yang dimaksud disini sama dengan trading saham?

Erni Puspikasari   20 May 2022

kak.. bantu rekomendasi reksadana yang bagus saat ini apa? trims

Naufal Zidane   20 May 2022

@ Paprika Merah:

Sukuk adalah salah satu bentuk surat utang negara yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia untuk membantu membiayai pembangunan Negara. Jadi termasuk obligasi.
Silahkan baca juga: Ragam Jenis Obligasi di Indonesia yang Harus Anda Ketahui

 

M Singgih   21 May 2022

@ Ansharullah El Rahman:

Silahkan lihat perubahan NAB (Nilai Aktiva Bersih) dalam periode waktu tertentu. Jika NAB setelah periode waktu tertentu mengalami kenaikan, berarti reksadana tsb menguntungkan.

Untuk penjelasan mengenai return (imbal hasil) dari reksadana, silahkan baca:
Cara Mudah Menghitung Return Reksadana
Cara Menghitung NAB Reksadana

 

M Singgih   21 May 2022

Asalkan kamu buka rekening efek pada sekuritas yang sudah terdaftar di OJK dan BEI, maka kamu tidak akan kena modus investasi saham abal-abal.

Aisha   24 May 2022

Istilah "investasi saham" mengarah pada beli saham untuk disimpan dalam jangka panjang, dengan target keuntungannya mencakup dividen dan capital gain.

Sedangkan istilah "trading saham" mengarah pada beli saham untuk dijual demi keuntungan dalam jangka pendek. Target keuntungan biasanya hanya capital gain. 

Kita bisa membandingkan investasi saham dengan reksa dana saham, karena dua-duanya sama-sama untuk jangka panjang. Tapi "trading saham" dan reksa dana saham tidak bisa diperbandingkan, karena targetnya berbeda. 

Aisha   24 May 2022

Aplikasi reksa dana online biasanya sudah dilengkapi dengan alat untuk menyaring reksa dana berdasarkan kinerjanya. Kamu bisa dapat rekomendasi reksa dana yang bagus dengan memanfaatkan alat yang tersedia di sana, sehingga real-time berdasarkan reksa dana yang bagus pada saat kamu mau beli.

Aisha   24 May 2022

Apa perbedaan mendasar investasi saham vs reksadana saham? MAna yang lebih menguntungkan untuk investor jangka panjang?

Zaenal Mustofa   18 Apr 2022

Berapa ya minimal investasi yang ideal untuk reksadana? Trm ksh

Reisa Bawazir   28 Mar 2022

Bagaimana cara diversifikasi investasi reksadana yang benar?

Bondan   15 Dec 2021

Saya mau tanya, Reksadana saham saya minus lebih dari 10% apakah memang masih tahap wajar? Makasih

Paman Joe   23 Jul 2021

Saya baru belajar mengenai Reksadana, antara Bareksa dan Bibit mana yang lebih cocok untuk pemula? 

Fahrudin   18 Jun 2021

Cara diversifikasi investasi reksa dana yang benar adalah yang sesuai dengan tujuan investasi kamu.

Setiap investor bebas menentukan cara diversifikasi sendiri yang sesuai dengan tujuan investasi masing-masing. Jadi, tidak ada istilah "cara diversifikasi reksadana yang benar". Semua cara itu benar, asalkan sesuai dengan tujuan investasi kamu.

Contohnya: Investor saham ternama Lo Kheng Hong berinvestasi paling besar dalam saham, tetapi ia juga menyimpan sejumlah dananya dalam reksa dana pendapatan tetap (RDPT). Tujuannya melakukan diversifikasi reksa dana seperti ini adalah karena likuiditas yang bagus, sehingga dana dapat disimpan dalam RDPT dulu sebelum diinvestasikan ke dalam saham.

Orang lain pun tentu bisa punya strategi diversifikasi reksa dana berbeda yang sama-sama jitunya. Contoh lain: seorang ibu rumah tangga menyimpan sebagian besar uangnya dalam reksa dana pasar uang (RDPU) dengan niat menabung dana darurat keluarga. Kemudian sebagian lagi diinvestasikan dalam reksa dana pendapatan tetap (RDPT), karena ingin mendapatkan return lebih tinggi tapi tak mau menanggung risiko saham.

Aisha   3 Jun 2022
 Reyno |  8 Jul 2021

Bang, ini saham BBRI kok longsor terus ada apa ya? Ada faktor fundamentalnya kah?

Lihat Reply [4]

@ Reyno:

Dari informasi yang kami dapatkan, kemarin memang ada sentimen negatif pada saham BBRI karena adanya skema rights issue yang diproyeksikan berada di bawah harga pasar. Silahkan baca berita selengkapnya di halaman ini. Tetapi hari ini naik karena dibrong investor asing.

M Singgih   9 Jul 2021

Kalau untuk jangka panjang, mending invest di BBRI atau BBCA pak?

Kacung   12 Jul 2021

@ Kacung:

Dari informasi yang kami dapatkan, kedua saham perbankan tsb termasuk dalam saham blue chip terbaik. Jadi menurut kami sama saja mau invest di BBCA atau BBRI.

 

M Singgih   13 Jul 2021

Gan, kalo beli saham UNVR saat ini apakah waktu paling tepat?

Priyono   1 Sep 2021
 Chis Leon |  6 Oct 2021

Aku punya dana beberapa, rencananya tak investasikan di saham. target investasiku sekitar 5 tahun. Pertanyaannya, apakah saham bagus untuk investasi selama 5 tahun mendatang? Makasih. 

Lihat Reply [17]

@ Chis Leon:

Untuk investasi saham jangka panjang, disarankan untuk membeli saham-saham kategori blue chip seperti misalnya TLKM, BBRI, ASII dll. Dalam jangka panjang, saham-saham blue chip dianggap lebih aman.
Baca juga: Ciri-Ciri Saham Paling Menguntungkan Untuk Jangka Panjang

 

M Singgih   7 Oct 2021

Apakah saham red chip aman kalau buat main pendek pak? Setahun sampe 2 tahun aja durasinya

Iqbal   13 Oct 2021

@ Iqbal:

Maaf, saya tidak tahu prospek saham-saham yang Anda maksud. Red chip adalah saham-saham perusahaan China yang listing di Hong Kong Stock Exchange. Saya tidak ada informasi mengenai prospeknya, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

 

M Singgih   13 Oct 2021

@ Ragil:

Saham Facebook (FB) yang akan berubah kode jadi MVRS mulai Desember nanti adalah termasuk dalam saham blue chip, jadi menurut kami prospeknya bagus.
Silahkan baca juga: Ganti Nama Jadi Meta, Saham Facebook Langsung Rebound

M Singgih   8 Nov 2021

Untuk Ristanto,

Tergantung dari harga saham yang hendak Anda beli. Selain itu, pertimbangkan juga beberapa biaya yang diterapkan oleh sekuritas yang Anda ikuti. Misalnya saja harga saham dari PT.A perlembarnya adalah Rp.500,-.

Maka ketika Anda hendak membeli saham tersebut sebanyak 1 lot (100 lembar) dana yang perlu Anda persiapkan adalah sebesar Rp.50000,- . Namun kebutuhan dana minimum tersebut mungkin akan bertambah mengingat beberapa perusahaan sekuritas tentu menerapkan biaya-biaya tambahan lainnya.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   13 Dec 2021

Ada banyak cara untuk menghindari investasi saham bodong. Tiga yang paling utama:

  • Bukalah rekening investasi saham pada perusahaan sekuritas (broker) yang terdaftar sebagai anggota IDX (Bursa Efek Indonesia) dan sudah berizin OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
  • Rekening investasi saham seharusnya dikendalikan oleh kita sendiri. Pihak sekuritas (broker) hanya dapat membeli/menjual saham atas perintah langsung dari kita. Jadi, jangan percaya pada pada pihak-pihak yang meminta akses rekening (ID dan password) agar mereka bisa trading/membelikan saham sesuai strategi mereka sendiri.
  • Tidak ada seorang pun yang dapat menjamin untung/rugi dalam investasi saham. Jadi, jangan percaya pada iming-iming "titip modal saja nanti pasti untung", karena mereka pasti penipu.

Daftar perusahaan sekuritas yang termasuk anggota bursa dapat diakses pada halaman berikut ini.

Aisha   22 Feb 2022

Bagaimana sih kak, ciri-ciri mereka paling menonjol yang menyediakan investasi saham bodong? Agar saya lebih mudah mendeteksinya meski baru lihat pertama kali.

Lynka   23 Feb 2022

Ciri-ciri singkatnya investasi saham bodong ada 3:

  • Mengaku perusahaan sekuritas atau broker, tapi tidak punya izin OJK dan bukan anggota IDX.
  • Menjanjikan keuntungan tetap.
  • Menawarkan skema investasi titip modal.

Itu saja. Pokoknya jika dapat tawaran investasi yang kelihatannya bakal gampang sukses tanpa perlu berusaha dan belajar apa-apa, berarti itu tipu-tipu. Siapa pun hanya bisa sukses dalam investasi saham jika sudah memahami dan mampu menganalisis dengan baik.

Aisha   25 Feb 2022

Ada beberapa alasan.

Pertama, perkembangan bisnis inti (core business) media sosial sepertinya sudah mencapai puncak. Khususnya kunjungan ke Facebook, secara global telah mengalami penurunan.

Kedua, kendala dalam monetisasi. Koleksi media sosial META (Facebook, Instagram, Whatsapp) tidak mampu menghadirkan terobosan baru dalam hal monetisasi. Bahkan, wacana pengetatan regulasi di sejumlah wilayah (seperti Eropa) berpotensi makin mencekik pendapatannya.

Ketiga, pelaku pasar masih pesimistis dengan prospek Metaverse yang digadang-gadang Mark Zuckerberg.

Metaverse memang merupakan kemajuan teknologi yang mengasyikkan. Namun, proyek Metaverse masih dalam proses pengembangan yang pastinya bakal "bakar duit". Ini terbukti dengan kerugian Metaverse sebanyak lebih dari USD10 miliar pada tahun 2021 saja. Kita juga masih kesulitan mengukur jangkauan pasarnya dan prospek monetisasinya kelak.

Aisha   1 Mar 2022

Dilihat dari istilahnya saja, kita semestinya sudah paham bahwa saham syariah merupakan saham-saham yang lebih sesuai dengan aturan syariat Islam daripada saham konvensional. Contoh perbandingannya:

  • Saham konvensional mencakup pula saham-saham perbankan, padahal mereka memperoleh pendapatan berupa bunga yang dianggap riba dalam syariat Islam. Maka, saham syariah tidak mencakup saham perbankan konvensional (hanya mencakup bank syariah).
  • Saham konvensional mencakup pula pabrik rokok seperti Gudang Garam (GGRM) dan dan Sampoerna (HMSP). Padahal, status kehalalan rokok itu diragukan. Maka, saham syariah tidak mencakup saham rokok.
  • Saham konvensional mencakup pula perusahaan miras seperti Multi Bintang Indonesia (MLBI). Padahal, MUI telah mengharamkan miras. Dengan demikian, saham syariah tidak mencakup saham miras.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) yang mencakup semua saham syariah di Bursa Efek Indonesia, sehingga investor cukup menengok daftar itu saja jika ingin memfokuskan investasi pada saham syariah.

Aisha   13 Apr 2022

Apakah penyebab utama saham META turun banyak?

Renjani   25 Feb 2022

Bagaimana perbandingan investasi saham konvensioanal vs saham syariah?

Whendy Tandi   11 Apr 2022

Cara menghindari investasi saham bodong gimana kak?

Lynka   22 Feb 2022

Saya ingin main investasi saham. Kira-kira berapa modal yang diperlukan ya pak?

Ristanto   8 Dec 2021

Baru-baru ini Facebook telah ganti nama jadi Meta, bagaimana dengan sahamnya? Apakah bagus untuk investasi jangka panjang?

Ragil   8 Nov 2021

Apakah investasi di saham yang bukan blue chip dalam jangka panjang itu aman? Lantas bagaimana investasi saham yang benar meski tidak di saham blue chip? Makasih

Farid Ashar   21 Sep 2022

Ya, investasi saham jangka panjang bisa dalam saham apa saja dan tidak harus saham blue chip.

Saham blue chip itu bukan jaminan mutu, lho. Banyak juga saham yang dulu blue chip, tapi sekarang jadi recehan. Contohnya, BUMI. 

Sebaliknya, banyak saham second liner yang terbukti menghasilkan cuan melimpah selama bertahun tahun. Contohnya SIDO, DMAS, BJTM, BJBR.

Jadi, bagaimana cara investasi saham yang benar? Simpel saja. Jangan berfokus pada label saham "blue chip" dan "bukan blue chip", melainkan mempelajari dan mendalami fundamental saham yang akan dibeli. Cari tahu bisnisnya, keunggulannya, pangsa pasarnya, manajemennya, aktivitas pemasarannya, laporan keuangannya, valuasinya, dst.

Aisha   22 Sep 2022
 Miftahul Arrijal |  24 Jan 2022

Di grup ada yang menyebarkan informasi seperti ini:

Top Akumulasi Bandar :
BBHI, -3.3%
WOWS, 0%
ISAT, 0.4%
TRIN, 0.6%
UNTR, -0.4%

Top Distribusi Bandar :
PKPK, -4.2%
AMAR, -6.8%
MPPA, -6.9%
IPTV, -1.3%
BOSS, 4.3%

Apa itu akumulasi dan distribusi bandar? Kemudian bagaimana cara membaca data yang disajikan tersebut? Terima kasih

Lihat Reply [5]

Akumulasi Bandar: suatu periode ketika bandar membeli suatu saham secara berkala dalam periode tertentu, dengan tujuan untuk menaikkan harga saham dalam jangka waktu tertentu.

Distribusi Bandar: suatu periode ketika bandar menjual saham yang telah diakumulasinya.

Data tentang aksi bandar dulu tampil pada platform trading saham di bagian "Broker Summary". Tapi sekarang tidak ditampilkan secara real-time lagi karena ada perubahan kebijakan BEI. 

Berdasarkan info Anda, data di atas menampilkan akumulasi/distribusi bandar. Namun, kita kesulitan membaca apa pun dari data itu tanpa adanya informasi tentang periode waktu, nama bandar terkait, maupun pengetahuan tentang bagaimana data itu dihimpun.

Yang terutama menjadi pertanyaan: Bagaimana grup tersebut dapat menerima informasi akumulasi/distribusi bandar, sedangkan BEI sudah memblokir informasi ini? Apakah akurasinya terjamin? Apakah datanya menyeluruh untuk semua bandar atau dari salah satu bandar saja?

Apabila Anda termasuk member, sebaiknya tanyakan langsung saja pada admin.

Aisha   31 Jan 2022

Maaf kak, di konteks ini yang disebut sebagai bandar itu siapa kak? Saya masih kurang paham..

Miftahul Arrijal   31 Jan 2022

Dalam dunia saham, "bandar" itu pihak mana saja yang punya banyak saham hingga aksi mereka dapat mempengaruhi harga. "Bandar" itu bisa individu, perusahaan emiten yang menerbitkan saham itu sendiri, pemerintah, ataupun perusahaan sekuritas (broker) dan pihak-pihak lain.

Tapi istilah "akumulasi dan distribusi bandar" biasanya mengacu pada tindakan para broker (perusahaan-perusahaan sekuritas) membeli dan menjual saham untuk mempengaruhi pergerakan harganya di pasar.

Aisha   1 Feb 2022

makasih banget kak infonya,....

Btw, kakak adalah trader saham apa investor saham?

Miftahul Arrijal   2 Feb 2022

Saya investor :)

Aisha   3 Feb 2022
 

Komentar @inbizia

Bro Muttaqienna dan agan2 lainnya, mohon masukan ya....

2 minggu lalu sy beli saham SIMP di harga 710, sampai sekarang naik tipis dan turun tipis? menurut agan2 semua, keputusan seorang value investor apa yg bisa diambil utk saham SIMP ini? apakah dipertahankan, atau di lepas saja? saya investor pemula gan... thanks. Rudy

 Rudy |  23 Mar 2015
Halaman: Lima Pantangan Warren Buffett Dalam Berinvestasi
Apakah kalau muncul dobel doji seperti contoh di atas (yg kebetulan juga sama seperti contoh penulis), sudah pasti akan terjadi breakout? Sebab kalau dilihat dengan indikator Stochastic, harga jg udah menunjukkan overbought. Gimana?
 Arief Firmansyah |  13 Jun 2022
Halaman: Trik Menggunakan Dua Candle Doji Untuk Strategi Breakout
Dalam IPO, perusahaan menerbitkan "saham". Dalam rights issue, perusahaan menerbitkan "hak untuk membeli saham". Sedangkan saham yang diberi hak untuk dibeli itu bisa jadi saham baru maupun saham lama.
 Anonim |  15 Jun 2022
Halaman: Hal Penting Tentang Rights Issue Di Pasar Modal
nominal ideal gak ada patokannya. tiap investor beda-beda tergantung kondisi keuangannya. dan untuk main apapun jangan all in, sama aja kayak judi. semuanya harus terukur antara risiko dan profit.
 Anonim |  22 Jun 2022
Halaman: Cara Berburu Koin Micin Potensial Untuk Pemula
@Kevin: Hedge fund manager adalah individu atau instansi keuangan yang mempekerjakan manajer portofolio profesional dan analis untuk melindungi nilai dari uang yang dikelolanya. Dulu hedge fund adalah dana yang terkumpul yang tujuan utamanya hanya untuk melindungi aset dari risiko pasar. Dahulu dana ini hanya dimanfaatkan untuk melindungi nilai/hedge investasi tertentu terhadap fluktuasi pasar dengan cara short selling. Dari sanalah dana kelolaan ini memperoleh namanya. Saat ini hedge fund tidak hanya berperan untuk melindungi investasi dari fluktuasi pasar saham namun juga untuk mengejar kinerja investasi yang di atas rata-rata. Jadi tindakan yang diambil dalam pengelolaan dana akan melibatkan segala hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kinerja.
 Kiki R |  30 Jun 2022
Halaman: Apa Itu Hedging
Dolar AS terkenal sebagai mata uang "safe haven". Itu artinya, investor cenderung memilih untuk menyimpan uang dalam bentuk dolar AS ketika terjadi gejolak keuangan atau krisis ekonomi. Dan ini berlaku baik saat negara lain yang mengalami krisis, maupun AS sendiri yang mengalami krisis. Selain itu, perlu diperhatikan pula bahwa seburuk-buruknya kondisi AS sekarang, masih banyak negara lain yang bernasib lebih buruk. Alhasil, orang-orang dari negara-negara lain itu memilih untuk menyimpan uang mereka dalam dolar AS daripada mata uangnya sendiri. Kenapa bukan dibelikan aset investasi lain? Masalahnya, dalam kondisi menjelang krisis, "cash is king" (uang tunai adalah raja). Pertanyaannya, uang tunai apa yang paling aman? Pilihannya jelas, dolar AS sebagai mata uang cadangan devisa global, diterima di negara mana pun. Inilah beberapa alasan mengapa dolar AS menguat meskipun kondisi ekonomi Amerika sendiri gonjang-ganjing.
 Aisha |  3 Jul 2022
Halaman: Risiko Resesi Global Mencuat Dolar As Menguat
Saham Untung
Kode Saham Last Change  
AMAR 250 8.70%
BANK 1,705 7.91%
NETV 290 25.00%
SAME 286 7.52%
BFIN 1,150 6.98%
MIKA 2,870 2.50%
TECH 5,900 6.31%
STTP 7,600 6.29%
FILM 2,890 4.33%
INPP 400 5.82%

Kamus Forex

Saham

Surat berharga yang mewakili kepemilikan atas ekuitas suatu perusahaan. Saham dapat diperjualbelikan secara langsung antara penjual dan pembeli maupun di bursa efek. Seorang pemilik saham dapat memperoleh imbal hasil berupa Dividen dan Capital Gain.

Indeks Saham

Indikator yang menggambarkan performa pasar saham pada periode tertentu. Dengan adanya indeks, tren harga saham saat ini dapat dipantau. Kenaikan sebagian besar harga saham yang tergabung dalam suatu indeks bisa mendongkrak nilai indeks tersebut.


Komentar[11]    
  Huda   |   17 Jun 2022

Thanks! Artikelnya sangat membantu pemula banget ini

  Kiky Sari   |   2 Jul 2022

Cara untuk tahu saham harganya masih murah bagaimana ya kak?

  Nana   |   12 Aug 2022

Kamu bisa melihat dari nilai PBV (Price to Book Value) yang dimiliki saham tersebut.

PBV didapatkan dari menghitung harga saham per lembar dibagai nilai buku saham. Setiap tahunnya, nilai PBV ini berubah-ubah, mengikuti performa perusahaannya. Jika ingin mencari saham dengan harga yang masih murah, bisa mencari yang nilai PBVnya masih di bawah 1.

Tapi perlu diingat juga, perhatikan PBV emiten-emiten lain pada sektor sejenis agar tahu harga pasarannya berapa.

Baca Juga: Mencari Harga Saham Murah Dengan Analisa Fundamental

  Ahmad Firdaus   |   9 Jul 2022

Bagaimana cara untuk tahu perusahaan itu sehat atau tidak dengan mudah tanpa harus membaca laporan yg banyak?

  Ida Mardiana   |   24 Aug 2022

Kalo aku sih niru tips dari bapak investor dunia bro, mbah Warren Buffet. Dia bilang, "Beli saham dari perusahaan yang kamu kenal dan produknya sering kamu lihat"

Kalau barang dari perusahaan itu banyak dipakai orang, secara sederhana sih berarti alur produksinya lancar. Prospeknya buat jangka panjang bagus dan fundamentalnya sehat.

Tapi tips ini kayaknya lebih bisa diaplikasikan untuk sektor barang-barang konsumtif ya. Berhubung mbah Buffet memang sukanya koleksi saham kayak Coca Cola dkk gt. Kalau untuk sektor lain, mau gak mau harus liat PBVnya dan dibandingin sama perusahaan-perusahaan dari sektor sejenis.

  Lami Gandhi   |   22 Jul 2022

Jika ada manipulasi laporan keuangan perusahaan. Kita bisa lapor ke siapa?

  Arjuna   |   15 Sep 2022

Anda bisa melapor ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BEI (Bursa Efek Indonesia). Jika sebuah perusahaan sudah go public dan sahamnya bisa ditransaksikan, maka memberikan laporan keuangan yang transparan dan bisa dipertanggungjawabkan adalah sebuah kewajiban.

Instansi-instansi di atas biasanya akan meminta perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa untuk melakukan audit secara berkala. Jika terbukti ada yang janggal, maka akan diberi semacam "stempel" kondisi di belakang kode sahamnya.

  Alvira   |   7 Aug 2022

Ketika baca kode saham, kadang muncul kode tambahan seperti xxxx-L, xxxx - M, xxxx-A. Itu maksudnya gmn ya?

  Intan   |   24 Aug 2022

Itu namanya Notasi Khusus kak, pemberitahuan buat investor agar lebih bijak pas mau beli saham perusahaan-perusahaan dengan kondisi kurang baik.

Ada 7 notasi khusus di pasar saham, antara lain:

  • B = Bankruptcy filing against the company. Permohonan pernyataan pailit.
  • M = Moratorium of debt payment. Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)
  • S = No sales based on latest financial report. Laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pemasukan.
  • E = Negative equity. Laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif.
  • A = Adverse opinion of the audited financial report. Adanya opini tidak wajar (adverse) dari akuntan publik.
  • D = Disclaimer opinion of the audited financial report. Adanya opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer) dari akuntan publik.
  • L = Late submission of financial report. Perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan.

Karena emiten yang terdaftar di pasar saham sudah jadi Perusahaan Terbuka (go public), karena itu informasi ini juga bisa diakses oleh investor dan calon investor.

  Tammy   |   19 Aug 2022

Apa saja tanda-tanda perusahaan yang rajin membagi dividen?

  Vinny   |   24 Aug 2022

Pembagian dividen sepenuhnya adalah keputusan antara direksi perusahaan dan para investor yang biasanya digelar saat ada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

Pada umumnya, tanda utama perusahaan yang rajin membagi dividen adalah: Laporan keuangan sehat dan perusahaan sudah berdiri cukup lama. Jika sebuah perusahaan sudah stabil dan dikenal, dana untuk ekspansi tidak se-agresif saat awal merintis, maka kemungkinan laba yang dibagikan ke investor (dividen) bisa lebih besar.

Namun sekali lagi, perlu diingat bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan sebuah perusahaan menahan dividennnya. Contohnya saja saat terjadi pandemi besar di 2019 kemarin, banyak perusahaan yang mengalami krisis dan tidak bisa membagikan dividen seperti tahun-tahun sebelumnya.

Untuk mendapatkan informasi dividen yang sudah pasti, Anda bisa cek di halaman kalender dividen Saham Indonesia.