Sell

Dolar Terkoreksi, Manfaatkan Entry Sell
Kazuki     17 May 2022
Sempat tembus R2, Dolar AS kini terkoreksi versus Dolar Kanada. Jika buyer tak kunjung memberikan dukungan, harga berpotensi semakin tersungkur.
Euro Terkoreksi Lagi, Tunggu Sinyal Sell di S1
Kazuki     13 May 2022
Euro kembali meneruskan koreksi terhadap Franc Swiss. Jika bullish tak kunjung menyapa, harga diperkirakan dapat tergelincir ke S1.
Emas Kembali Merosot dan Sinyalkan Sell
Kazuki     11 May 2022
Sentimen bearish masih menghantui emas. Jika tak ada dukungan berarti dari buyer, logam mulia diperkirakan dapat merosot ke S2.
#emas  
Forum

Kumpulan Forum @inbizia #sell

Rahmat   5 Sep 2013

slm sjhtra para masta, soalan bgmn cara kita menganalisa cendle ketika terjadi pergerkan harga sell maupun buy. mohon petunjukx.

basir   5 Sep 2013

Teknik grafik ( candle ) ini telah dikembangkan di jepang selama lebih dari 100 tahun. Dan sekarang grafik ini adalah yang paling populer digunakan oleh para trader.

Mengapa grafik ini menjadi begitu populer, karena selain kita dapat memantau perkembangan harga saat ini, juga memberikan analisa yang dapat digunakan untuk memprediksi pergerakan di masa depan.

Karena telah berumur sangat panjang dan terus dipelajari dan dikembangan, sampai saat ini telah ditemukan puluhan pola-pola grafik candlestick.

Silahkan Kunjungi :
Pola candlestick
Mabok Candle Akibat Sihir Sigil


Thanks.

kiki r   10 Nov 2019

@Rahmat: Menggunakan pergerakan candlestick sebagai dasar pengambilan keputusan sell atau buy tidak bisa dilakukan secara parsial, misalnya trading pada setiap candlestick engulfing terbentuk atau ketika pin bar terbentuk. Hal ini akan berakibat buruk bagi akun Anda karena akan sangat banyak noise di market, apalagi jika diterapkan pada time frame di bawah H4.

Salah satu cara yang benar menganalisa candlestick sebagai keputusan entry adalah sebagai berikut.

1. Penentuan trend

Tentukan trend yang sedang berlangsung, apakah trend naik, trend turun atau sedang sideways. Jika trend naik, kita akan buka posisi buy sedangkan ketika trend turun kita akan membuka posisi sell. Penentuan trend bisa menggunakan price action atau menggunakan indikator trend seperti moving average, BB, dll.

2. Penentuan area entry/entry level

Untuk menentukan area entry, ada beberapa cara yang bisa digunakan. Salah satunya adalah support/resisten atau supply/demand area. Hal ini juga bisa dilakukan menggunakan indikator seperti RSI untuk melihat overbought/oversold harga.

3. Penentuan signal entry

Penentuan signal entry bisa menggunakan pola candlestick momentum seperti engulfing, pin bar atau inside bar. 

Terima Kasih

Reply >Lihat[2]
Rico Bisa   19 Jul 2012

Master, gimana cara nya sell di puncak dan buy di lembah?

basir   19 Jul 2012

 Ini hanya istilah saja. kalau BUY ya ketika harga rendah dan sell ketika harga tinggi.

/

 anda bisa pelajari juga pola PIN BAR. hal ini pernah di bahasa di

Trade With Pin Bar

Pola BUY di lembah sell Di Puncak bisa termasuk katagori Long tem juga.

seperti ini


width=706

 

thanks


kiki r   7 Oct 2019

@Rico Bisa: Sell di puncak dan buy di lembah (sell on top, buy on bottom) bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut.

1. Menggunakan indikator trend

Sederhananya, sell di puncak menggunakan indikator trend adalah sell ketika indikator telah menunjukkan tanda adanya reversal. Sebagai contoh adalah menggunakan Moving Average (MA), sell bisa dilakukan ketika garis MA saling bersilangan dari atas ke bawah, begitupun sebaliknya untuk entry buy.

2. Menggunakan indikator oscillator 

Sell di top menggunakan indikator oscillator seperti Relative Strength Index adalah melakukan sell ketika harga mencapai RSI di atas 70 (area overbought) dan buy ketika harga mencapai RSI di bawah 30 (area oversold). 

3. Menggunakan price action

Sell di top menggunakan price action bisa menggunakan pola harga (price pattern) atau menggunakan pola candlestick. Misal sell ketika harga membentuk double top atau ketika harga membentuk pola candlestick bearish engulfing. Sebaliknya mengambil posisi buy ketika terbentuk pola double bottom atau pola candlestick bullish engulfing.

Terima Kasih.

Reply >Lihat[2]
adjie   6 May 2016
om martin. kenapa ya saat saya mendalami metode scalping tapi jika sudah yakin harga up open buy malah balik arah jadi down, open sell malah naik, sering gitu terus. kalau stop loss terus, kerugian makin banyak. kandang harga tidak balik berhari2 sampai margin menipis, sehingga saya tetap bertahan. saya pakai indi MAE 21-7 TF15 dan Stochastic.
Saya jadi heran lihat master2 yang posting analisa harga akan up/down di level sekian dan ternyata benar.
Lalu apa yang salah dengan trading saya ini om.....?
m singgih   10 May 2016

@ adjie:
Mungkin yang Anda maksud memakai indikator exponential moving average (ema) 21 dan ema 7, bukan indikator MAE.
Kombinasi indikator tersebut bisa digunakan dimana stochastics untuk acuan entry (mencari momentum entry yang tepat).
Saya kira Anda harus melakukan test dulu di akun demo pada metode dan strategi trading yang Anda gunakan sebelum diterapkan pada akun riil, bisa dengan backtest atau forward test. Kalau backtest agak ribet bisa dengan forward test atau ditest pada kondisi pasar sekarang. Yang ditest adalah metode trading dan money management yang Anda gunakan. Forward test bisa dilakukan dengan cara trading pada akun demo sebanyak kira-kira 50 hingga 100 trade pada satu pasangan mata uang tertentu.

Dalam trading Anda sebaiknya mengikuti aturan money management yaitu mengendalikan besarnya resiko dengan menggunakan stop loss. Tanpa stop loss berarti Anda tidak membatasi resiko.
Dari hasil test tersebut Anda akan mengetahui winning rate (W%) atau persentase profit dan losing rate (L%) atau persentase loss dari keseluruhan trade backtest tsb. Selain itu juga bisa diketahui besarnya profit rata-rata (Av W) dan besarnya loss rata-rata (Av L) (dalam satuan uang). Dari sini bisa dihitung angka harapan profit = (W% x Av W) - (L% x Av L) (dalam satuan uang). Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Risk Reward Ratio Dan Harapan Profit

Jika ternyata dari hasil test W% lebih kecil dari L%, atau angka harapan profitnya negatif maka Anda bisa memperbaiki metode trading atau money management-nya. Memang hasil test yang bagus tidak menjamin akan selalu profit, tetapi kemungkinan profitnya akan lebih besar dari hasil backtest yang kurang bagus. Tanpa melakukan test Anda tidak akan mengetahui kualitas strategi trading yang Anda gunakan terhadap pasangan mata uang yang sedang Anda tradingkan. Mungkin kalau ditest pada pasangan mata uang lain hasilnya akan berbeda.
Semoga bisa membantu.

Reply >Lihat[1]
Komentar

Kumpulan Komentar @inbizia #sell

  Trader Kecil Saya Seh   |   8 Feb 2014   |   Reply   |   Artikel
Ternyata yang namanya trading fundamental sangat sangat diperlukan toh. ane pernah denger juga seh di forum - forum.. fokus ma satu analisa.. teknikal yaa teknikal , fundamental yaa fundamental ga ush campur campur, malah bikin bingung ntar. emang seh bakal bikin bingung satu analisa ngomong buy satu lagi ngomong sell. Gmn tuh? T_T dilema dah
  Hafid.zzz   |   13 Jul 2014   |   Reply   |   Artikel
OBV apa ada level2 khusus ya yang mensinyalkan break itu? Disini kita masih belum tahu level mana yang mesti ditembus untuk order buy atau order sell. Soalnya disini juga bilangnya sinyal trading dapetnya dari breakout ke atas atau bawah. Mestinya kan ada barrier di level2 khusus kayak di oscillator biar jelas kapan mesti buy dan kapan mesti sell
  Syaiful Abouw   |   16 Jan 2015   |   Reply   |   Artikel
Setuju memang Modal besarlah yang mengerakan Harga, di Bisnis apapun seperti itu tetapi dalam Dunia trading Uang bukanlah segalanya Pengalaman dan Mental trading tetap berperan penting dalam kita melakukan transaksi di market semakin kita pengalaman semakin bisa kita melihat tanda tanda atau signal pergerakan Harga kapan kiya saatnya Buy tau Sell.
  Eko Winarso   |   20 Mar 2015   |   Reply   |   Artikel
Jika memperhatikan prinsip entry dengan sinyal terbaik maka pastinya perlu menunggu hingga ada bounce atau pull back dari kondisi harga yang baru memotong garis EMA. Ini karena untuk menyesuaikan prinsip entry dari strategi ini, yaitu buy the dip atau sell the rally, yang artinya baru memanfaatkan bounce atau pull back supaya peluangnya bisa lebih maksimal. Pada penerapannya sinyal yang benar-benar valid dan bagus memang tidak sering muncul, oleh karena itu jika benar-benar ingin entry dengan sinyal yang paling potensial harusnya menunggu hingga syarat-syarat entry yang disebutkan di atas terpenuhi semua. Memang tidak sering, namun jika bisa dimanfaatkan secara maksimal saat sinyal seperti ini muncul maka perolehan profitnya juga akan sepadan.
  Bambang Joe   |   16 Jun 2015
phm2. tp drmn y ntar kt tau klo sinyalnya udah oke? apa prlu kita mantau chart trus sampe ada momen yg pas, ato sinyal2 smcm ini bs di reminder? kn mustahil jg klo kta ngecekin chart tnp putus2. tp syng jg klo smpe kelewatan. biar kta bs selalu entry dimomen yg bnr tipsnyagmn nih? oya kl ane cr sl sesuai rasio n trnyt dptnya g pas d posisi hrg tertinggi / terendah apa msh boleh?
  M Singgih   |   11 Dec 2015
@ Bambang Joe:
Seharusnya dipantau, tetapi tidak harus terus-menerus karena pergerakan harga yang akan memotong atau mendekati kurva ema 200 bisa diantisipasi, misal kalau masih jauh jaraknya maka tidak harus dipantau terus, kalau sudah dekat atau akan memotong baru dipantau. Atau mungkin Anda bisa membuat EA-nya.
  Lionel   |   7 May 2017   |   Reply   |   Artikel
Untuk senin bsk harus mengambil sell atau buy? 
  Admin   |   8 May 2017

Untuk mengetahui ambil sell atau buy harian, Anda bisa memantau halaman data Harga Emas harian sehingga dapat memprediksi proyeksi ke depannya. Terima kasih

  Cykanika   |   10 Feb 2021   |   Reply   |   Artikel

Kalau misalnya robot trading-nya ternyata scam, ditipu seller, atau mau minta ganti rugi gitu lapor ke mana?

  Jatno   |   10 Feb 2021

Karena belum ada regulasinya, apabila muncul kerugian karena bertransaksi menggunakan robot trading maka menjadi tanggungan trader tersebut.

Indikator Teknikal
PAIRSHORTMIDLONGRERATA
AUDUSD100%50%100%56%
EURAUD50%100%40%
EURCHF50%100%48%
EURUSD100%100%100%100%
GBPCHF100%100%100%96%
GBPUSD100%100%100%100%
NZDUSD100%100%100%100%
Pola Candlestick Real-time
Bullish Dolar Macet di R1, Amati Sinyal Sell
Kazuki     27 Apr 2022
Pemulihan Dolar AS terhadap Dolar Kanada terbentur R1. Jika buyer tak kunjung menunjukkan dukungannya, USD/CAD terancam jatuh ke S1.
Terancam Lanjutkan Koreksi, NZD/USD Sinyalkan Sell
Kazuki     22 Apr 2022
Dolar New Zealand kembali tergelincir dan semakin mendekati S1. Apabila bias bearish berlanjut, maka NZD/USD dapat terperosok menuju S2.
#nzd  #usd  
Dolar Sinyalkan Sell Setelah Terbentur R2
Kazuki     13 Apr 2022
Pemulihan Dolar AS terhadap Swiss Franc gagal berlanjut setelah harga tak sanggup menembus R2. Jika bearish kembali menghadang, USD/CHF terancam merosot ke S1.
Pound Kembali Rawan, Tunggu Sinyal Sell di S1
Kazuki     11 Apr 2022
Pound terancam kembali melanjutkan pelemahan terhadap Dolar AS. Jika harga tak kunjung menguat, GBP/USD diperkirakan dapat merosot ke S2.
Pastikan Konfirmasi CCI Sebelum Sell AUD/CHF
Jujun Kurniawan     8 Apr 2022
Pasangan AUD/CHF sempat bergerak bullish, namun kini Dolar Australia berpotensi terkoreksi menuju Support 1 dan sinyalkan Sell.
AUD/JPY Berupaya Terkoreksi Dan Sell Di S1
Jujun Kurniawan     7 Apr 2022
Pasangan AUD/JPY sempat bergerak bullish, namun kini berpotensi terkoreksi menuju Support 1 dan sinyalkan Sell.
#jpy  
Masih Sideways, Emas Sinyalkan Sell
Kazuki     7 Apr 2022
Emas masih terjebak dalam fase konsolidasi. Jika kekuatan seller akhirnya mendominasi pasar, XAU/USD terancam merosot ke S2.
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip