Pola Candlestick Terbaik

forex> candlestick> pola-terbaik>

Falling Three Methods Indikasi : Bearish Continuation   |   Akurasi :

Indikasi : Bearish Continuation
Akurasi :
Terdiri dari beberapa candlestick. Diawali dengan candlestick bearish panjang yang kemudian diikuti oleh beberapa candlestick pendek membentuk koreksi bullish. Pola terkonfirmasi apabila terbentuk lagi candlestick bearish panjang yang menyentuh harga terendah baru.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Bearish Doji Star Indikasi : Bearish Reversal

Indikasi : Bearish Reversal
Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap naik dan tidak memiliki body karena harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama. Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bearish panjang dan gap turun dari doji.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Evening Star Indikasi : Bearish Reversal   |   Akurasi :

Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :
Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti oleh candlestick kedua yang membentuk gap naik dan ber-body kecil (harga pembukaan dan penutupan nyaris sama). Candlestick ketiga merupakan konfirmator karena bersifat bearish. Semakin besar body candle ketiga, semakin tinggi akurasi sinyal bearish reversal-nya.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Hanging Man Indikasi : Bearish Reversal   |   Akurasi :

Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :
Terdiri dari 1 candlestick yang membentuk gap naik dari candlestick sebelumnya. Terjadi di akhir uptrend, Hanging Man memiliki sumbu bawah yang lebih panjang dari body-nya. Sinyal bearish reversal dari pola ini terkonfirmasi apabila candlestick selanjutnya bersifat bearish atau membentuk gap turun, dan ditutup melemah dari harga pembukaannya.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Harami Bearish Indikasi : Bearish Reversal   |   Akurasi :

Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :
Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bullish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bearish. Pola ini menandakan uptrend mulai kehilangan momentum. Sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama, meski kondisi ini bisa menambah akurasi sinyal.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Shooting Star Indikasi : Bearish Reversal   |   Akurasi :

Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :
Terdiri dari 1 candlestick dan terjadi di puncak uptrend. Formasi candle terdiri dari body yang kecil dan shadow atas panjang, sementara shadow bawahnya jauh lebih pendek atau bahkan tidak ada. Semakin panjang shadow atas dan semakin kecil body-nya, maka semakin valid pula formasi Shooting Star. Sinyal bearish terkonfirmasi apabila candlestick berikutnya dibuka lebih rendah dari body Shooting Star.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Three Black Crows Indikasi : Bearish Reversal   |   Akurasi :

Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :
Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bearish panjang. Harga penutupan candlestick pertama, kedua, dan ketiga harus membentuk penurunan secara berturut-turut.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Three Outside Down Indikasi : Bearish Reversal   |   Akurasi :

Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :
Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bearish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bearish reversal.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Three Line Strike Indikasi : Bullish Continuation

Indikasi : Bullish Continuation
Terdiri dari 4 candlestick. Tiga candlestick pertama adalah candle bullish yang ditutup menguat secara berturut-turut, sementara candlestick keempat adalah candlestick bearish panjang yang dibuka di harga lebih tinggi, tapi ditutup jauh di bawah harga penutupan tiga candlestick sebelumnya.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Three White Soldiers Indikasi : Bullish Continuation   |   Akurasi :

Indikasi : Bullish Continuation
Akurasi :
Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bullish panjang. Harga penutupan candlestick kedua harus lebih tinggi dari candlestick pertama, begitu pula dengan harga penutupan candlestick ketiga dan kedua. Ini menandakan momentum uptrend yang masih kuat untuk membawa harga melanjutkan kenaikan.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Bullish Doji Star Indikasi : Bullish Reversal   |   Akurasi :

Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :
Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bearish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap turun dan tidak memiliki body (harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama). Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bullish panjang dan gap naik dari doji.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Bullish Hammer Indikasi : Bullish Reversal   |   Akurasi :

Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :
Terdiri dari 1 candlestick yang ditutup di dekat atau pada harga tertingginya (High), sehingga menandakan pelemahan momentum downtrend. Semakin panjang sumbu bawah dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Dragonfly Doji Indikasi : Bullish Reversal   |   Akurasi :

Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :
Terdiri dari 1 candlestick di akhir downtrend. Sell-off dalam skala besar terjadi setelah candlestick dibuka, sehingga harga membentuk sumbu bawah yang sangat panjang. Akan tetapi, harga kemudian justru ditutup dekat harga pembukaan atau bahkan harga tertingginya. Ini menandakan pelemahan dalam sentimen bearish dan beralihnya kendali pasar ke sisi buyer. Semakin kecil body dan semakin panjang sumbu bawahnya, maka semakin kuat pula sinyal pembalikan bullish-nya.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Harami Bullish Indikasi : Bullish Reversal   |   Akurasi :

Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :
Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bearish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bullish. Pola ini menandakan downtrend mulai kehilangan momentum. Meski bisa menambah akurasi sinyal, sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Inverted Hammer Indikasi : Bullish Reversal   |   Akurasi :

Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :
Terdiri dari 1 candlestick yang dibuka lebih rendah dari candlestick sebelumnya. Setelah bergerak menguat, candlestick kemudian ditutup di dekat atau pada harga pembukaannya (Open). Semakin panjang sumbu atas dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Morning Star Indikasi : Bullish Reversal   |   Akurasi :

Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :
Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama merupakan candlestick bearish panjang, diikuti oleh candlestick kedua yang membentuk gap turun dan ber-body kecil (harga pembukaan dan penutupan nyaris sejajar). Candlestick ketiga merupakan konfirmator karena bersifat bullish. Semakin besar body candle ketiga, semakin tinggi akurasi sinyal bullish reversal Morning Star.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)

Three Outside Up Indikasi : Bullish Reversal   |   Akurasi :

Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :
Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bullish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bullish reversal.
Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Kirim Komentar Baru