Kenapa Short Selling Saham Dibatasi Di Indonesia?


Jujun Kurniawan 29 Oct 2019 2908Dibaca Normal 5 Menit

Sejumlah regulasi dari BEI dan Bapepam membatasi aksi short selling saham di Indonesia. Berikut alasannya.



Saat pasar modal pertama berdiri di Belanda pada 1602, regulasi mengenai pasar modal belum banyak seperti sekarang. Longgarnya aturan transaksi saham pada masa itu membuka peluang untuk terjadinya short selling saham. Short selling kemudian dikenal sebagai salah satu manipulasi atau kejahatan yang ada di pasar modal.

Namun apa sebenarnya yang disebut praktik short selling?

Ilustrasi short-selling saham

Short selling adalah menjual saham tanpa memiliki saham perusahaan lebih dulu. Artinya, pelaku short selling melakukannya lewat utang. Investor atau trader meminjam dana (on margin) kepada perusahaan efek untuk menjual saham (yang belum dimiliki) dengan harga tinggi, agar bisa membelinya kembali dan mengembalikan pinjaman saham saat harganya turun. Short seller dinilai tidak fair karena ketika orang-orang menderita kerugian akibat turunnya harga saham selama ekonomi memburuk, mereka lantas menjadi kaya.

 

Sejarah Short Selling

Pada 1610, praktik short selling tidak diperbolehkan. Asal muasalnya, seorang short seller pertama bernama Isaac Le Maire melakukan short selling atas The Dutch East India Company, sehingga ia dapat banyak keuntungan. Namun karena suatu alasan, short selling diizinkan kembali pada tahun 1850-an.

Jesse Livermore dan Bernard Baruch adalah dua short seller legendaris asal Amerika Serikat. Pada 1097, Jesse Livermore melakukan short selling pada saham Union Pacific Railroad dan mendapatkan keuntungan sebesar 3 juta dolar. Ia bukan seorang lulusan bidang keuangan, namun ia ahli dalam hitungan angka dan dapat menganalisis saham dengan cepat. Jesse juga penulis buku Reminiscenes of a Stock Operator. Sementara itu, Bernard Barch adalah seorang ahli keuangan sekaligus penulis buku Short Sales and The Manipulation of Securities.

Short seller dianggap sebagai penyebab terjadinya krisis di era Great Depression 1929, Crash 1987, runtuhnya saham-saham dotcom pada 2000, dan terakhir mereka menjadi penyebab rontoknya saham-saham lembaga keuangan di Amerika Serikat pada 2008.

Ilustrasi transaksi saham

 

Short Selling di Indonesia

Short seller dicurigai memiliki dorongan dan insentif besar untuk menurunkan harga saham. Demi menurunkan harga saham, short seller diduga menyebarkan rumor palsu. Maka dari itu, mereka punya reputasi kurang baik di antara kalangan pelaku pasar modal.



Pada 6 Oktober 2008, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menutup fasilitas short selling karena dianggap menjadi penyebab jatuhnya IHSG di awal September 2008. Saat itu, IHSG merosot lebih dari 400 poin.

Selain itu, pada 2000, aksi short selling sempat menghebohkan pasar modal Indonesia yakni pada kasus Bank Pikko. Short seller saat itu memprediksi harga saham Bank Pikko akan mengalami penurunan, lalu mereka melakukan transaksi short selling. Akibat dari transaksi tersebut, 52 dari 127 perusahaan efek gagal menyerahkan saham Bank Pikko dan Bapepam menjatuhkan sanksi sebesar Rp1 miliar kepada para pelaku short selling tersebut.

 

Landasan Hukum Mengenai Short Selling di Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) mencari berbagai cara agar harga saham tidak jatuh terlalu dalam. Lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan aturan mengenai larangan anggota bursa (Broker) melakukan transaksi short selling.

Namun saat ini, BEI melonggarkan larangan tersebut dan mengizinkan short selling di tingkat investor ritel untuk meningkatkan likuiditas transaksi saham di Indonesia. Aktivitas short selling ini diatur dalam dalam Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek dalam Transaksi Marjin dan Transaksi Short Selling, dan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor III-I tentang keanggotaan Marjin dan Short Selling, serta Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D 6 tentang Pembiayaan Transaksi oleh Perusahaan Efek bagi Nasabah dan Transaksi Short selling oleh perusahaan Efek.

Berpedoman pada aturan-aturan tersebut, tidak semua investor ritel bisa melakukan short selling, karena ada kondisi-kondisi tertentu yang perlu dipenuhi sebelum permintaannya untuk melakukan short selling dikabulkan. Dilansir dari CNBC Indonesia yang mengutip pernyataan Hasan Fawzi selaku Direktur Pengembangan BEI, investor yang ingin menjadi short seller harus mengindikasikan transaksi secara spesifik saat memasukkan order, lalu sebelumnya perusahaan efek harus memiliki kerja sama dengan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) untuk pinjam meminjam efek. Selanjutnya, AB (Anggota Bursa) harus bisa memilih nasabah yang dianggap eligible untuk bisa melakukan transaksi tersebut.

Selain itu, tidak semua emiten yang ada bisa digunakan untuk short selling. Berdasarkan peraturan BEI, saham yang bisa dimanfaatkan short seller akan masuk dalam Daftar Efek Short Sell yang biasanya selalu di-update secara berkala setiap bulan. Pada Oktober 2019 misalnya, Daftar Efek Short Sell hanya memuat satu saham yakni Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI), menggantikan daftar saham bulan sebelumnya yang meliputi CFIN, DILD, DSFI, dan TINS. Update mengenai Daftar Efek Short Sell ini bisa didapat di halaman Data Saham Marjin dari situs IDX.

 

Apabila Anda menginginkan kemudahan transaksi short-selling yang sudah pasti fleksibel, trading forex bisa menjadi solusi jitu. Order buy dan sell bisa ditempatkan hanya dengan menekan satu tombol, tak perlu menunggu waktu antrian ataupun memenuhi persyaratan tertentu. Pelajari potensi trading forex selengkapnya di Panduan Trading Forex Untuk Pemula.

Forum

Bilqis (11 May 2021)

Apakah saham dengan reksadana saham memiliki cara kerja yang sama? Dan juga ada istilah trading saham, kalau di reksadana saham apakah juga ada trading reksadana saham?

Selengkapnya...


Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel
Kirim Komentar/Reply Baru
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   917  
Apa Yang Terjadi Jika Saham ARA?
Apa Yang Terjadi Jika Saham ARA?
Anna   30 Mar 2021   1219  
Apa itu ARA Hunter?
Apa itu ARA Hunter?
Linlindua   28 Feb 2021   887  
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Nandini   11 Dec 2020   1052  
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Jujun Kurniawan   14 Aug 2020   893  
Trik Jitu Membeli Saham Yang Baru Melantai
Trik Jitu Membeli Saham Yang Baru Melantai
Jujun Kurniawan   13 Jan 2020   1439  
9 Buku Rekomendasi Untuk Investor Pemula
9 Buku Rekomendasi Untuk Investor Pemula
Jujun Kurniawan   6 Nov 2019   2421  
5 Chart Gratis Terbaik Untuk Analisa Saham
5 Chart Gratis Terbaik Untuk Analisa Saham
Jujun Kurniawan   28 Oct 2019   44076  
Kupas Tuntas Strategi CANSLIM
Kupas Tuntas Strategi CANSLIM
Jujun Kurniawan   22 Oct 2019   1280