Kalkulator Pivot Point

Sistem 292

Sebagai salah satu indikator Support Resistance yang dapat diandalkan, Pivot Point dapat diidentifikasi melalui formula yang melibatkan harga penutupan, harga tertinggi, dan harga terendah harian. Kalkulator berikut ini mempermudah Anda untuk mendapatkan level-level Pivot Point secara otomatis, tanpa harus menghitung terlebih dulu. Petunjuk penggunaannya adalah:

  1. Tentukan jenis Pivot Point. Kalkulator Pivot Point ini dapat menghasilkan perhitungan Pivot Point untuk jenis Klasik, Woodie's, Camarilla, dan De Mark. Jenis paling standard adalah Pivot Point Klasik.
  2. Masukkan level harga tertinggi (High), harga terendah (Low), dan harga penutupan (Close), pada masing-masing kolom yang tersedia. Untuk penghitungan Pivot Point De Mark, tambahkan harga pembukaan. Kolomnya akan muncul secara otomatis jika Anda memilih "DeMark" saat menentukan jenis Pivot Point.
  3. Klik "Hitung".
  4. Setelah level-level Pivot Point muncul, Anda bisa langsung menggunakannya untuk bertrading.
Kalkulator Pivot Point

Kirim Komentar/Reply Baru
Advertisement


Kapan Support Resistance Dianggap Tak Valid Lagi
Kapan support resistance dianggap tidak valid lagi dan apakah perlu dihapus?
Saya memakai horizontal line

Koi 24 Jul 2016

Reply:

Basir (26 Jul 2016 19:18)

Untuk Koi.. Support dan resistance merupakan level psikolog yang diyakini bisa menajdi sinyal Buy dan Sell, dimana support dan resitance ini diambil dari data High dan Low sebelumnya. Ada banyak indikator yang menjadikan support dan resitance sebagai dasar, diantaranya fibo,pivot point dan yang lainnya termasuk indikator yang anda gunakan. Support dan Resistance ini bisa valid bisa tidak, maka dalam hal ini seorang trader harus bersikap bijaksana, dalam arti harus siap dengan resiko jika terjadi ketidak validan level psikolog ini. Anda bisa memadukan indikator yang anda gunakan dengan indikator lainnya. Thanks.

M Singgih (28 Jul 2016 11:01)

@ Koi:
Level-level support dan resistance bisa dianggap tidak valid jika sudah tidak ditaati lagi oleh pasar dan hanya berlaku untuk level-level support dan resistance yang dibuat pada time frame rendah yaitu time frame daily kebawah (H4, H1, M30 dsb). Semakin rendah time frame dimana level-level tersebut dibuat dan tidak ditaati maka semakin tidak valid.
Level-level support dan resistance yang sudah tidak valid harus dihapus karena bisa menyesatkan.

Sudah menjadi konsensus para trader bahwa level-level support dan resistance yang dibuat pada time frame daily, weekly dan monthly dianggap valid meskipun berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak ditaati karena suatu ketika kelak akan kembali ditaati.
Sebagai contoh berikut ini adalah level-level support dan resistance pada EUR/USD weekly yang tetap dianggap valid selama bertahun-tahun:



Level 1.3670 terjadi pada Desember 2004 dan kembali ditaati pada Januari 2013.
Level 1.1876 terjadi pada Juni 2003 kembali ditaati pada Pebruari 2006 dan Juni 2010.
Level 1.0462 terjadi pada Agustus 1997 dan kembali ditaati pada Maret 2015.

Baca juga: Beberapa Tips Dalam Menentukan Support Dan Resistance
Semoga bisa membantu.

Koi (17 Aug 2016 17:35)

Terimakasih sekali pak m singgih, jawaban Anda sungguh membantu & sesuai dengan yang saya cari. Lalu apakah S&R tsb harus tertembus di TF yg sama saat kita menggaris S&R untuk bisa dikatakan breakout?

M Singgih (19 Aug 2016 04:40)

@ Koi:
Kalau Anda trading di TF tersebut maka breakout akan terjadi ketika harga menembus level support atau resistance. Namun untuk entry berdasarkan breakout Anda perlu mengkonfirmasi dengan price action dan indikator teknikal untuk menghindari false breakout (keadaan breakout yang ternyata salah). False breakout ini sangat sering terjadi. Berikut contoh keadaan false breakout:



Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca:
3 Syarat Untuk Konfirmasi Breakout
Trading Dengan False Breakout

Harga menembus support resistance

Bagaimana harga bisa menembus support dan resistance? Mengapa hal ini bisa terjadi? Bukannya harga sudah berada pada level oversold atau overbought?

Faqih 26 Aug 2019

Reply:

M Singgih (29 Aug 2019 05:03)

@ Faqih:

Level support tidak menunjukkan keadaan oversold, dan level resistance tidak menunjukkan keadaan overbought. Support dan resistance adalah level-lvel harga yang mana berdasarkan historisnya sulit ditembus.
Silahkan baca: Apa Itu Support Resistance?

Ketika harga berada pada level support, bukan berarti harga sudah oversold, demikian juga ketika harga berada pada level resistance, bukan berarti harga sudah overbought, kecuali indikator teknikal menunjukkan keadaan oversold atau overbought.

Bisa saja ketika harga berada pada level support, indikator teknikal menunjukkan overbought (bukan oversold), dan sebaliknya bisa saja ketika harga berada pada level resistance, indikator teknikal menunjukkan oversold (bukan overbought).

Untuk menentukan harga sudah overbought atau oversold, seharusnya acuan Anda adalah indikator teknikal, dalam hal ini indikator oscillator seperti RSI, stochastic atau CCI.
Perlu Anda ketahui bahwa keadaan overbought atau oversold hanya valid ketika pergerakan harga sedang sideways. Untuk keadaan trending keadaan overbought atau oversold tidak berlaku.

Sebagai contoh, silahkan baca: 3 Tips Trading Dengan Indikator RSI

Faqih (30 Aug 2019 15:22)

mau tanya lagi kenapa jika kita open sell kok kita mendapat uang kan secara logika harga turun

M Singgih (04 Sep 2019 09:04)

@ Faqih:

Dalam trading forex, peraturannya memang tidak seperti dalam trading saham, yang mana kita harus punya barang untuk menjual. Dalam trading forex kita tidak harus mempunyai barang fisik untuk menjual, tetapi kita nanti harus membeli, kalau tidak kita akan mengalami kerugian.
Kecuali kalau Anda trading via money changer, maka Anda harus punya barang fisiknya sebelum menjual.

Istilah-Istilah Trading
Resistance, Resisten

Level imajiner di atas harga saat ini dan umumnya ditarik berdasarkan level harga tertinggi sebelumnya. Pelaku pasar diekspektasikan untuk membuka posisi sell apabila harga mencapai level resistance.

Kirim Pertanyaan
Istilah-Istilah Trading
Support

Level imajiner yang berada di bawah harga saat ini, umumnya ditarik berdasarkan level-level harga terendah sebelumnya. Ketika mencapai Support, harga kerap diekspektasikan untuk memantul naik.

Kirim Pertanyaan