Forum

Kirim Pertanyaan Baru
Eggy 4 1 Balasan

Apakah ada tips dan trik supaya dapat rejeki nomplok kayak Ghozali yang sukses jualan NFT?

Aisha 20 Jan 2022 00:59

Pertama, kita harus paham teknologi terkini.

Ghozali itu sudah tahu teknologi terkini, sehingga ia bisa jual NFT di OpenSea. Di era digital 4.0, pengetahuan tentang teknologi ini sangat penting, khususnya IT. Hanya jika kita sudah tahu, maka kita akan mampu mendapat keuntungan dari kesempatan yang ada.

Kedua, kita harus tekun.

Ghozali mampu berkomitmen selfie di depan komputernya setiap hari selama bertahun-tahun hanya demi membuat video time lapse. Tidak sembarang orang bisa melakukannya. Kebanyakan orang lebih sering mencoba sambil lalu sekali atau dua kali, kemudian patah arang karena upaya sekali atau dua kali itu tidak menghasilkan apa-apa.

Ketiga, kita harus mampu menyediakan produk yang unik dan menarik di mata calon pembeli.

Rejeki nomplok Ghozali itu berbeda dengan hoki judi atau dapat undian. Banyak orang mengira asalkan pasang foto di OpenSea atau asal jualan NFT lalu bisa dapat rejeki yang sama. Tapi realitanya, para buyer di pasar NFT hanya akan membeli barang yang "punya nilai" bagi mereka.

Mari ambil contoh seperti perangko. Bagi orang awam, perangko itu mungkin barang kuno dan nggak berguna. Tapi bagi filateli, perangko bisa jadi sangat berharga. Harga perangko usang itu bisa mencapai jutaan dolar per satu kotak kecilnya. 

Demikian pula dengan NFT. Mungkin kita tak bisa memahami mengapa ada orang yang menganggap selfie Ghozali itu berharga. Tapi bagi Ghozali (dan para pembelinya), selfie itu punya nilai tertentu. 

Advertisement
Yanu Febriansyah 4 1 Balasan

Apa yang mempengaruhi nilai tukar mata uang forex?

Aisha 20 Jan 2022 00:45

Ada banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang. Berikut ini beberapa diantaranya:

  • Inflasi

Inflasi menunjukkan daya beli uang. Semakin tinggi inflasi, penurunan daya beli uang semakin cepat.

Secara historis, negara-negara dengan inflasi rendah biasanya punya nilai tukar mata uang lebih kuat daripada negara dengan inflasi lebih tinggi. Misalnya Jepang dan Zona Euro dibandingkan dengan Indonesia.

Namun, di pasar forex, berita tentang data inflasi yang lebih tinggi justru bisa mendorong penguatan nilai tukar mata uang. Kenapa begitu? Karena kenaikan inflasi mungkin akan mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

  • Suku bunga bank sentral

Suku bunga bank sentral menjadi acuan bagi bunga deposito, bunga obligasi, dll dalam mata uang yang sama. Investor menyukai bunga yang lebih tinggi karena mereka bisa lebih untung. Sehingga nilai tukar mata uang biasanya menguat jika bank sentral mengumumkan kenaikan suku bunga.

  • Utang pemerintah

Pemerintah sebenarnya sah-sah saja kalau mau berutang. Tapi kalau utang luar negeri terlalu besar, investor akan semakin enggan menanamkan modal ke negeri itu, sehingga nilai tukar mata uang semakin lemah. Utang yang "terlalu besar" ini bukan dilihat dari nominalnya, melainkan dibandingkan dengan berbagai faktor seperti rasio utang/GDP (debt-to-GDP ratio), neraca transaksi berjalan, pertumbuhan ekonomi, dll. 

  • Neraca perdagangan

Neraca perdagangan terdiri atas ekspor dan impor. Negara yang impor terlalu banyak, maka nilai tukarnya cenderung lebih lemah daripada negara eksportir.

Kenapa begitu? Karena arus uang lebih banyak keluar untuk bayar impor, sehingga permintaan atas mata uang asing (valas) lebih besar. Sedangkan arus uang masuk dari ekspor itu minim, sehingga permintaan atas mata uang sendiri itu malah lebih sedikit.

  • Neraca transaksi berjalan 

Neraca transaksi berjalan juga mengukur keseimbangan arus uang masuk dan keluar dari suatu negara. Negara-negara yang neraca transaksi berjalannya surplus, nilai tukar mata uang biasanya lebih kuat. 

  • Stabilitas politik dan keamanan

Jelas sekali, negara yang perpolitikan dan keamanan lebih baik maka akan lebih dipercaya oleh investor. Jika investor percaya dan mau menanamkan modal, maka arus dana asing masuk dan meningkatkan permintaan atas mata uang lokal, sehingga nilai tukarnya menguat.

  • Kondisi ekonomi makro

Kondisi ekonomi makro di sini mengacu pada kesehatan perekonomian dalam beragam aspeknya, seperti tingkat pengangguran, penjualan ritel, aktivitas industri, dll. Umpamanya, sebuah negara yang punya tingkat pengangguran rendah berarti warganya punya banyak uang untuk dibelanjakan. Dengan belanja masyarakat lebih tinggi, roda-roda ekonomi akan lebih lancar dan mendorong pertumbuhan nasional.

  • Intervensi pemerintah

Ada negara-negara yang suka mencampuri nilai tukar mata uang, mungkin karena lebih menyukai kurs lebih rendah atau lebih tinggi dari sekarang. Intervensi itu biasanya dilakukan dengan menjual atau membeli cadangan devisa. 

Umpamanya, negara A ingin memperkuat nilai tukarnya, maka negara A harus menjual cadangan devisa berbentuk valas untuk membeli mata uangnya sendiri. Peningkatan permintaan atas mata uang lokal ini akan meningkatkan nilai tukar.

  • Spekulasi pasar

Di era trading forex yang sudah mengglobal, sentimen spekulan bisa memengaruhi mata uang. Satu atau dua spekulan saja memang tidak bisa menggerakkan nilai tukar, tapi nilai tukar tetap bisa terpengaruh jika terjadi perubahan serentak pada mayoritas dana investor di pasaran. Contohnya aksi George Soros dan para spekulan internasional lainnya membobol pound Inggris (1992) dan baht Thailand (1998).

Bisa juga terjadi situasi yang di luar dugaan seperti Franc Swiss pada Januari 2015. Bank sentral Swiss pada saat itu mendadak menghapus acuan nilai tukar franc terhadap euro, sehingga para trader yang kaget langsung beraksi secara spontan untuk menutup semua posisi trading mereka. Akibatnya, franc menguat pesat lalu anjlok dalam tempo yang sangat singkat.

Guinta 4 1 Balasan

Apakah broker yang menyediakan metode withdrawal dengan FasaPay. Apakah FasaPay bagus untuk WD atau Deposit?

Aisha 20 Jan 2022 00:15

Fasapay sangat cocok untuk WD atau depo trader dari Indonesia ke broker mana saja. Bahkan banyak trader Indo yang hanya mau depo/WD lewat Fasapay. Alasannya karena lebih nyaman dan bisa langsung transfer dari bank lokal dalam rupiah, nggak perlu lewat exchanger. Fasapay juga sudah ada aplikasi mobile-nya.

Biaya top up Fasapay gratis. Biaya tarik saldo ke rekening bank kita lagi juga bisa gratis untuk BCA, Mandiri, BRI, dan BNI (untuk member aktif). Cuma biaya transfer dari dan ke broker saja yang mungkin berbeda-beda untuk tiap broker. 

Namun, perlu diperhatikan juga bahwa Fasapay itu nggak punya ijin resmi dari lembaga mana pun. Jadi, trader sebaiknya tidak menyimpan terlalu banyak dana di saldo Fasapay. Saldo Fasapay secukupnya saja untuk depo, WD, dan cadangan injeksi modal saat kena MC.

Prastio 6 1 Balasan

Kita melihat trend naik sangat kuat, dari semua pasangan moving average semuanya kuat naik, bullish...

Apa yang harus dilakukan ketika market mengalami death cross, memberikan signals bearish pada frame D1? Mohon di jawab min

M Singgih 20 Jan 2022 01:06

@ Prastio:

Biasanya trader mengamati price action sebagai sinyal untuk entry. Penunjukan indikator teknikal digunakan sebagai konfirmasi dari sinyal yang diberikan oleh price action, termasuk crossing moving average (MA).

Jika terjadi death cross tetapi tidak ada sinyal dari price action yang mengisyaratkan pergerakan bearish seperti bearish engulfing candle, pin bar, doji, shooting star atau evening star, maka sebaiknya tidak entry sell. Tunggu ada sinyal dari price action yang mencerminkan sentimen pasar.

 

Gilang 17 3 Balasan

Kalau boleh tau pak, trading forex menggunakan time frame berapa ya pak? Dan apakah ini berlaku juga untuk trading crypto? 

M Singgih 18 Jan 2022 15:22

@ Gilang:

- … trading forex menggunakan time frame berapa ya pak?

Pilihan time frame dalam trading forex ada di art. Untuk platform Metatrader ada M1 (1 menit) M15 (15 menit), M30 (30 menit), H1 (1 jam), H4 (4 jam), daily (harian), weekly (mingguan) dan monthly (bulanan). Saya pribadi menggunakan time frame H4 dan daily.


- … Dan apakah ini berlaku juga untuk trading crypto? 

Ya, sama saja, selama pair forex dan kripto berada pada satu platform trading yang sama.

Maulidya 18 Jan 2022 16:55

Saya pengguna timeframe 15 menit. Minta rekomendasi indikator yang cocok buat saya pak?

M Singgih 20 Jan 2022 01:03

@ Maulidya:

Pada umumnya trader menggunakan kombinasi indikator trend dan indikator momentum pada semua time frame. . Indikator trend digunakan untuk mengetahui arah pergerakan harga yaitu sedang bullish atau sedang bearish. Sementara indikator momentum digunakan untuk mengetahui waktu yang tepat untuk entry (buy atau sell).

Indikator trend yang sering digunakan adalah moving average (MA), MACD, parabolic SAR, ADX dan juga Bollinger Bands. Untuk indikator momentum biasanya menggunakan oscillator yaitu RSI, stochastic atau CCI.

 

18 Pola Candle Terbaik
Three Black Crows
Three Black Crows
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bearish panjang. Harga penutupan candlestick pertama, kedua, dan ketiga harus membentuk penurunan secara berturut-turut.
18 Pola Candle Terbaik
Inverted Hammer
Inverted Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang dibuka lebih rendah dari candlestick sebelumnya. Setelah bergerak menguat, candlestick kemudian ditutup di dekat atau pada harga pembukaannya (Open). Semakin panjang sumbu atas dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.
18 Pola Candle Terbaik
Bearish Doji Star
Bearish Doji Star
Indikasi : Bearish Reversal

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap naik dan tidak memiliki body karena harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama. Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bearish panjang dan gap turun dari doji.
18 Pola Candle Terbaik
Falling Three Methods
Falling Three Methods
Akurasi :

Terdiri dari beberapa candlestick. Diawali dengan candlestick bearish panjang yang kemudian diikuti oleh beberapa candlestick pendek membentuk koreksi bullish. Pola terkonfirmasi apabila terbentuk lagi candlestick bearish panjang yang menyentuh harga terendah baru.
18 Pola Candle Terbaik
Harami Bullish
Harami Bullish
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bearish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bullish. Pola ini menandakan downtrend mulai kehilangan momentum. Meski bisa menambah akurasi sinyal, sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama.
18 Pola Candle Terbaik
Three Outside Down
Three Outside Down
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bearish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bearish reversal.
18 Pola Candle Terbaik
Morning Star
Morning Star
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama merupakan candlestick bearish panjang, diikuti oleh candlestick kedua yang membentuk gap turun dan ber-body kecil (harga pembukaan dan penutupan nyaris sejajar). Candlestick ketiga merupakan konfirmator karena bersifat bullish. Semakin besar body candle ketiga, semakin tinggi akurasi sinyal bullish reversal Morning Star.
18 Pola Candle Terbaik
Dragonfly Doji
Dragonfly Doji
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick di akhir downtrend. Sell-off dalam skala besar terjadi setelah candlestick dibuka, sehingga harga membentuk sumbu bawah yang sangat panjang. Akan tetapi, harga kemudian justru ditutup dekat harga pembukaan atau bahkan harga tertingginya. Ini menandakan pelemahan dalam sentimen bearish dan beralihnya kendali pasar ke sisi buyer. Semakin kecil body dan semakin panjang sumbu bawahnya, maka semakin kuat pula sinyal pembalikan bullish-nya.
18 Pola Candle Terbaik
Shooting Star
Shooting Star
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick dan terjadi di pucuk uptrend. Harga pembukaan candlestick ini menciptakan gap naik dari candlestick sebelumnya, tapi kemudian ditutup dekat harga terendahnya. Sinyal bearish terkonfirmasi apabila candlestick berikutnya dibuka di bawah body Shooting Star.
18 Pola Candle Terbaik
Hanging Man
Hanging Man
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang membentuk gap naik dari candlestick sebelumnya. Terjadi di akhir uptrend, Hanging Man memiliki sumbu bawah yang lebih panjang dari body-nya. Sinyal bearish reversal dari pola ini terkonfirmasi apabila candlestick selanjutnya bersifat bearish atau membentuk gap turun, dan ditutup melemah dari harga pembukaannya.
18 Pola Candle Terbaik
Bullish Doji Star
Bullish Doji Star
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bearish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap turun dan tidak memiliki body (harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama). Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bullish panjang dan gap naik dari doji.
18 Pola Candle Terbaik
Harami Bearish
Harami Bearish
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bullish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bearish. Pola ini menandakan uptrend mulai kehilangan momentum. Sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama, meski kondisi ini bisa menambah akurasi sinyal.
18 Pola Candle Terbaik
Three White Soldiers
Three White Soldiers
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bullish panjang. Harga penutupan candlestick kedua harus lebih tinggi dari candlestick pertama, begitu pula dengan harga penutupan candlestick ketiga dan kedua. Ini menandakan momentum uptrend yang masih kuat untuk membawa harga melanjutkan kenaikan.
18 Pola Candle Terbaik
Evening Star
Evening Star
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti oleh candlestick kedua yang membentuk gap naik dan ber-body kecil (harga pembukaan dan penutupan nyaris sama). Candlestick ketiga merupakan konfirmator karena bersifat bearish. Semakin besar body candle ketiga, semakin tinggi akurasi sinyal bearish reversal-nya.
18 Pola Candle Terbaik
Three Line Strike
Three Line Strike
Akurasi :

Terdiri dari 4 candlestick. Tiga candlestick pertama adalah candle bullish yang ditutup menguat secara berturut-turut, sementara candlestick keempat adalah candlestick bearish panjang yang dibuka di harga lebih tinggi, tapi ditutup jauh di bawah harga penutupan tiga candlestick sebelumnya.
18 Pola Candle Terbaik
Three Outside Up
Three Outside Up
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bullish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bullish reversal.
18 Pola Candle Terbaik
Bullish Hammer
Bullish Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang ditutup di dekat atau pada harga tertingginya (High), sehingga menandakan pelemahan momentum downtrend. Semakin panjang sumbu bawah dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.
18 Pola Candle Terbaik
Harami Cross
Harami Cross
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bearish panjang di penghujung downtrend, sedangkan pola kedua adalah candlestick doji ber-body kecil dengan harga pembukaan yang nyaris sama dengan harga penutupannya. Pola ini lebih signifikan ketimbang Harami biasa. Semakin kecil body candlestick kedua, semakin tinggi akurasi sinyal bullish reversal-nya.
Wardani 17 3 Balasan

Kalo swap trading besar itu kenapa ya pak? Apa memang dari pihak brokernya yang menaikkan?

M Singgih 17 Jan 2022 07:37

@ Wardani:

Besarnya swap tergantung dari besarnya lot yang ditradingkan, posisi yang Anda buka (long atau buy, atau short atau sell), dan juga selisih suku bunga antar negara mata uang yang ditradingkan (untuk forex). Mengenai swap, silahkan baca: Apa Itu Swap Pada Forex

Selain itu, kebanyakan broker menerapkan 3-days swap pada hari Rabu (Wednesday), artinya bunga pada hari Rabu-Kamis dihitung 3 kali lipat karena hari Sabtu dan Minggu sudah tidak ada bunga lagi, sehingga total dalam seminggu adalah 7 kali bunga.

Penyebab Swap Trading Membengkak

Wardani 18 Jan 2022 16:52

Kalau untuk broker yang menawarkan free swap itu gimana pak sistemnya?

M Singgih 20 Jan 2022 01:05

@ Wardani:

Dengan swap free berarti trader tidak dikenakan bunga atau mendapatkan bunga ketika posisinya menginap. Untuk penjelasan mengenai swap free, silahkan baca: Swap Free, Fitur Broker Forex Penuh Manfaat Untuk Trader

 

Van Jay 9 3 Balasan

Untuk trading pair EUR/USD paling bagus di market apa?

Erik T 17 Jan 2022 08:28

Untuk Van Jay,

Agar mendapatkan volatilitas dan likuiditas yang bagus, disarankan untuk bertrading di sesi London hingga sesi New York.

Van Jay 17 Jan 2022 15:32

Itu kalo di Indonesia jam berapa ya pak? Dan apakah kalo di sesi lain pair EUR/USD pergerakannya kurang bagus? Terima kasih

Erik T 19 Jan 2022 09:42

Untuk Van Jay,

Sesi London dimulai sekitar pukul 14:00 WIB dan sesi New York dimulai sekitar pukul 19:00 WIB. Tidak hanya pair EUR/USD saja, hampir seluruh pair (baik pair mayor, cross bahkan pair exotic sekalipun) bergerak dengan volatilitas dan likuiditas yang tinggi selama sesi London dan New York berlangsung.

Reno 8 1 Balasan

Pada saat menggunakan 2 garis MA atau lebih. Sinyal entrinya apakah hanya bergantung pada crossover saja?

M Singgih 13 Jan 2022 13:39

@ Reno:

Sinyal entry utama dari price action yang terbentuk. Crossover MA bisa sebagai konfirmasi.

 

Liam Tan 18 1 Balasan

Jika trading pada timeframe 1 menit dan menggunakan analisa price action, apakah candlesticknya bisa menghasilkan sinyal yang akurat?

Erik T 19 Jan 2022 09:50

Untuk Liam Tan,

Tidak. Bertrading dengan metode apapaun jika menggunakan timeframe rendah tidak akan menjanjikan akurasi yang maksimal. Bertrading di timeframe rendah beresiko fake sinyal dan noise yang sangat tinggi. Apalagi di timeframe 1 menit, yang mana bentuk dan pola candle yang terbentuk biasanya sangat tidak beraturan dan sulit untuk dibaca. Kesimpulannya, karena banyaknya noise tersebut maka timeframe 1 menit tidak disarankan untuk digunakan bertrading price action.

Ibnu M 14 1 Balasan

Jenis candlestick apa ya yang paling bagus untuk deteksi trend bullish atau bearish?

Erik T 12 Jan 2022 10:03

Untuk Ibnu M,

Ada beberapa pola candlestick yang digunakan sebagai konfirmator dari sebuah trend yang berlangsung (trend continuation). Namun yang paling sering muncul dan yang sering dijadikan acuan akan adanya trend continuation adalah pola bearish/bullish engulfing dan three white soldier (bullish) atau three black crows (bearish).

Wismilak 14 1 Balasan

Jika trading kemudian menggunakan leverage teralalu kecil misalnya 1:10, apa dampak negatifnya ya pak?

M Singgih 12 Jan 2022 00:31

@ Wismilak:

Tidak ada dampak negatif. Hanya saja Anda harus menyediakan modal yang lebih besar untuk margin atau jaminan pada saat membuka posisi. Jika menggunakan leverage 1:10 maka margin adalah 10% dari nilai kontrak. Nilai kontrak untuk trading forex adalah USD 100,000.

Jadi dengan leverage 1:10 maka untuk membuka 1 lot pada pair di forex Anda harus menyediakan dana minimal: USD 100,000 x 10% = USD 10,000. Jika menggunakan leverage yang lebih besar, misal 1:200, maka margin adalah 0.5% dari nilai kontrak. Jika Anda trading dengan leverage 1:200 maka untuk membuka 1 lot pada pair di forex Anda harus menyediakan dana minimal: USD 100,000 x 0.5% = USD 500.

Dengan demikian semakin kecil leverage maka margin atau jaminan yang diperlukan untuk membuka posisi akan semakin besar. Mengenai hubungan leverage dan margin, silahkan baca: Leverage Dan Margin Dalam Trading Forex

Perlu diketahui bahwa jika ingin trading di broker-broker atau bank-bank kelas kakap, maka ketentuan leveragenya kecil, dengan minimal deposit yang cukup besar.

Stephen 19 3 Balasan

Gimana cara mengatasi false breakout?

Erik T 12 Jan 2022 10:08

Untuk Stephen,

Cara sederhana untuk mengetahui apakah breakout yang terjadi tersebut valid atau malah berujung false breakout adalah menunggu hingga proses breakout telah sepenuhnya selesai. Penjelasan lebih lengkapnya, silakan baca pada laman ini : Cara Menentukan Candle Breakout Terkonfirmasi.

Stephen 13 Jan 2022 22:19

Gimana cara mengetahui candle koreksi dan candle pembalikan?

Erik T 17 Jan 2022 08:25

Untuk Stephen,

Bisa dengan memperhatikan pola candle yang sedang terbentuk. Ada banyak pola candle yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah akan ada reversal/pembalikan atau tidak seperti doji, evening star, inside bar, dsb.

Yaya 8 1 Balasan

Kalo saldo demo habis apakah harus ganti ?

Erik T 10 Jan 2022 08:05

Untuk Yaya,

Tidak perlu, karena beberapa broker biasanya mempunyai fitur top-up akun demo yang mana bisa digunakan untuk mengisi kembali saldo akun demo jika habis. Jika broker yang Anda gunakan tidak memiliki fitur ini, maka Anda bisa menyiasatinya dengan membuat akun demo yang baru.

Semoga bisa membantu.

Fadli 9 1 Balasan

Saya masih bingung. Ketika melihat news. Misal, dolar menguat lalu apa yang harus saya lakukan terhadap pair eur/usd, Gbp/usd? Terima kasih

M Singgih 09 Jan 2022 04:50

@ Fadli:

Jika USD menguat, maka pair XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD, XAU/USD) akan melemah, maka trader bisa sell pair XXX/USD dengan syarat waktu rilis news Amerika Serikat tidak bersamaan dengan rilis news negara dari mata uang XXX/USD.

Jika waktu rilisnya bersamaan dan sama-sama berdampak tinggi, maka biasanya yang akan berpengaruh adalah data dari negara XXX tsb. Misal ketika konferensi pers ECB dengan data Jobless Claims AS yang dirilis dalam waktu yang bersamaan, yang berpengaruh pada pair EUR/USD adalah hasil konferensi pers ECB.

 

Memey 12 1 Balasan

Apa fungsi menggunakan indikator fractal untuk trading?

Erik T 10 Jan 2022 08:02

Untuk Memey,

Secara umum, indikator fractals biasanya digunakan sebagai alat bantu untuk mendeteksi swing high/low atau sebuah wave dari sebuah tren. Selengkapnya silakan baca juga: Cara Menggunakan Fractal.

Semoga bisa membantu.

Asmuna 7 1 Balasan

Selamat pg Master, tolong bantu saya dong, saya ada transaksi yg menginap dan mengalami penambahan dana karna efektive margin mengalami minus. Sell 3 lot 1776.80

Buy 1815.30 1 lot (28/12/21) 1815.30 1 lot (28/12/21),  1803.55 (29/12/21) . Apakah saya stop loss saja karna untuk penambahan saya tidak sanggup. Bantu saya master agar segera saya stopp loss kalau bisa. Dan bagaimana cara kerja nya. saya mohon pencerahannya. Terima kasih

M Singgih 06 Jan 2022 02:05

@ Asmuna:

- … saya ada transaksi yg menginap dan mengalami penambahan dana karna efektive margin mengalami minus.

Maksudnya Anda diminta untuk menambah dana agar bisa terus trading? Kalau memang seperti itu berarti Ada terkena Margin Call (MC). Anda bisa lihat Margin Levelnya.
Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%
Misal broker Anda menetapkan MC jika Margin Level telah mencapai 50%. Jika Margin Level Anda telah berada dibawah 50%, maka akan terkena MC.

Posisi Anda sedang hedging atau terkunci (locking) sebesar 3 lot. Jadi sudah pasti mengalami kerugian sebesar posisi buy - posisi sell. Kalau dari posisi tsb bisa sekitar 3800 pip. Jadi dalam hal ini percuma dipasangin stop loss (SL) karena sedang terkunci dan sudah pasti rugi. Hedging sendiri sudah berfungsi sebagai SL.

Menurut kami sebaiknya semua posisi ditutup, karena hedging adalah kerugian yang tertunda atau belum direalisasikan.

Mulai trading lagi dengan sistem trading yang profitable. Sebaiknya uji dulu sistem trading di akun demo sampai menghasilkan profit yang konsisten. Tanpa sistem trading yang memadai, sangat berbahaya trading di XAU/USD.

Sistem trading yang profitable bukan berarti setiap trade mesti profit, tetapi hasil akumulasi dari sekian kali trade dalam periode waktu tertentu secara keseluruhan hasilnya masih profit.

Selama Anda belum atau tidak menggunakan sistem trading yang profitable, trading seperti halnya berjudi, atau bersifat untung-untungan. Hedging atau locking bukan cara yang bisa digunakan untuk pair XAU/USD.

Trading bisa menghasilkan profit yang konsisten jika dilakukan dengan analisa yang benar, yaitu dengan menerapkan sistem trading yang profitable dan sudah teruji. Untuk mencari sistem trading apa yang pas dan mengujinya, Anda bisa lakukan di akun demo terlebih dahulu, sebelum diterapkan pada akun riil. Pada dasarnya, sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management.

 

Bang Yul 23 3 Balasan

Hallo Mas erik.. salam kenal.. saya Yulius dari Jambi..

Saya baru menemukan blog ini tadi malam, sy juga trader, masih pemula.. 1 tahun terakhir sy trading menggunakan S&D dan sy kira tulisan ini cukup menambahbah wawasan saya tentang itu.. sy inin menanyakan apakah forum di blog ini masih aktif,,,? atau barangkali ada media terbaru tentang forex yang mas erik kelola akhir2 ini... Terima kasih..

Erik T 04 Jan 2022 23:12

Salam kenal, dan salam profit untuk Anda bung Yulius.

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih terlebih dahulu atas apresiasi Anda selama ini terhadap media kami. Selain disini (Inbizia), Anda juga bisa mengunjungi media Seputar Forex untuk mempelajari materi-materi lain yang berkaitan dengan trading forex. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai konsep supply dan demand, silakan anda baca di sini :

Semoga bisa membantu.

Fugari 05 Jan 2022 17:07

Apakah Supply And Demand dan Support And Reistance itu memiliki cara kerja yang sama?

Erik T 06 Jan 2022 10:34

Untuk Fugari,

Prinsip penerapan antara level support/resisten dan zona supply/demand pada dasarnya hampir sama. Keduanya digunakan untuk mencari pentujuk apakah terdapat reaksi harga yang mengindikasikan akan adanya breakout ataupun reversal.

Semoga bisa membantu.

Damanto 26 3 Balasan

Apakah jika setelah reversal kemudian candle berikutnya adalah candle jenis Marubozu, apakah sinyalnya pasti valid?

M Singgih 02 Jan 2022 23:41

@ Damanto:

Belum tentu. Untuk memastikan sinyal dari price action tsb valid atau tidak, sebaiknya dikonfirmasi dengan penunjukan indikator teknikal, tertutama indikator trend seperti moving average, parabolic SAR, ADX aau MACD. Gunakan minimal 2 indikator trend. Jika kedua indikator tsb telah conform, maka probabilitas sinyal tsb valid adalah tinggi.

 

Damanto 06 Jan 2022 16:27

Saya saat ini menggunakan Bollinger Bands pak. Apakah indikator yang saya gunakan ini bisa dibuat untuk mendeteksi trend?

M Singgih 09 Jan 2022 04:45

@ Damanto:

Indikator Bollinger Bands bisa untuk mengetahui arah trend, yaitu ketika kurva upper band dan lower band membentuk sudut (tidak datar). Jika kurva upper band dan lower band membentuk sudut positif maka pergerakan harga sedang bergerak bullish (uptrend), sebaliknya jika membentuk sudut negatif maka pergerakan harga sedang bergerak bearish (downtrend).

Ketika harga menembus kurva middle band ke arah atas dan kurva upper band dan lower band membentuk sudut positif maka itu adalah sinyal buy, dan ketika harga menembus kurva middle band ke arah bawah dan kurva upper band dan lower band membentuk sudut negatif maka itu adalah sinyal sell.

 

Barry 14 1 Balasan

Apakah broker lokal juga meyani trading dengan robot atau EA?

M Singgih 02 Jan 2022 23:42

@ Barry:

Setahu kami hampir semua broker lokal memperbolehkan trading dengan robot atau EA, termasuk robot atau EA dari trader.

 

Bong Iwan 36 5 Balasan

Candlestick jenis apa ya yang paling bagus untuk mendeteksi market akan reversal?

Erik T 30 Dec 2021 11:26

Untuk Bong Iwan,

Ada banyak pola candle yang mengindikasikan akan adanya pergerakan reversal seperti doji, evening star, inside bar, dsb.

Bong Iwan 30 Dec 2021 16:39

Untuk timeframnya berapa pak? Yang bisa menghasilkan pola-pola tersebut dengan akurat?

Erik T 01 Jan 2022 14:12

Untuk Bong Iwan,

Pola-pola candle tersebut dapat terbentuk di timeframe manapun. Hanya saja, jika pola tersebut muncul pada timeframe besar seperti H4 atau lebih, maka akan menjanjikan validitas dan akurasi yang besar pula. Oleh karena itu, kami menyarankan untuk menggunakan timeframe besar seperti H4, Daily, bahkan hingga Monthly agar menghasilkan sinyal trading yang akurat.

Yanu 04 Jan 2022 16:34

Terus untuk indikator trading yang biasanya diguanakan apa pak, lalo untuk mendeteksi reversal?

Erik T 04 Jan 2022 23:19

Untuk Yanu,

Indikator teknikal biasanya jarang sekali bisa mendeteksi pergerakan reversal. Karena pada dasarnya semua indikator teknikal (indikator yang mengandalkan perhitungan/formula matematis) bersifat lagging. Sedangkan untuk mendeteksi pergerakan reversal membutuhkan metode pendekatan leading seperti penggunaan price action ataupun price pattern.

Semoga bisa membantu.