Forum

Kirim Pertanyaan Baru
Nandar 1 Balasan

Pak, candle terakhir ini kan sudah break garisnya, apakah ini sudah termasuk double bottom valid?


misalnya mau buka posisi Buy, harus tunggu candle ini close dulu atau gimana? Saat ini masi belum close candlenya. Makasih


M Singgih (27 Jan 2021 15:29)

@ Nandar:

Jika ingin entry berdasarkan pola double bottom, maka pengamatan adalah pada area support, dalam hal ini pada garis biru. Jika harga gagal menembus area support tsb, maka bisa diasumsikan bahwa pola double bottom tsb valid. Dalam hal ini Anda bisa entry ketika bullish engulfing candle di atas area support tsb sudah selesai terbentuk (harga sudah closing).

 

Reply New
Ridwan 2 Balasan

Apakah dengan menggeser-geser stop loss, bisa memaksimalkan profit trading? Misalnya seperti ini:



Misalkan stop loss saya geser ke area take profit, dan take profitnya saya naikkan lagi. Menurut master, apakah strategi demikian efektif untuk menaikkan jumlah profit?

Terima kasih


M Singgih (24 Jan 2021 16:54)

@ Ridwan:

Cara yang Anda gunakan tsb sama dengan menggunakan trailing stop, tetapi diterapkan secara manual. Bedanya dengan trailing stop yang otomatis adalah dengan cara manual Anda bisa leluasa menggeser stop loss (SL) sesuai dengan besarnya pip yang Anda inginkan, sedangkan jika menggunakan trailing stop maka besarnya pip yang digeser sesuai dengan setting trailing pip.


Menerapkan trailing stop, baik yang otomatis maupun yang manual memang digunakan untuk memaksimalkan profit, tetapi yang harus Anda ketahui adalah:
1. Pergerakan harga saat itu harus sedang trending, karena kalau sedang tidak trending maka stop loss bisa kena.
2. Anda tidak harus memasang target profit (TP), karena jika pergerakan harga sedang trending dengan kuat, maka profit tidak perlu dibatasi. Seperti halnya pada trailing stop otomatis, tidak diharuskan memasang TP karena potensi profit bisa tidak terbatas.


M Singgih (27 Jan 2021 15:33)

@ Ridwan:

Untuk mengetahui kemungkinan terjadi koreksi atau reversal bisa diamati dari price action yang terbentuk, yang dikonfirmasi oleh indikator teknikal. Price action yang mengisyaratkan reversal bearish misalnya bearish pin bar, doji, shooting star atau evening star, sementara yang mengisyaratkan reversal bullish misalnya bullish pin bar, hammer, atau morning star.

Untuk mengetahui apakah trend masih kuat atau sudah mulai melemah, bisa diamati dari indikator ADX. Jika ADX masih di atas level 20, diasumsikan trend masih kuat.

Reply New
Jovan 1 Balasan

Saya punya pengalaman yang kurang mengenakkan. Setelah belajar trading beberapa bulan dan mulai trading di akun demo, di bulan petama, dan kedua win ratenya sekitar 60-67%. Akhirnya saya memutuskan untuk trading di akun rill. Namun, hasilnya langsung drop..win rate hanya sekitar 35%-40% saja.

Padahal, broker, strategi maupun pair yang saya tradingkan itu sama dengan yang di akun demo? Mengapa bisa demikian? Apakah akun rillnya sudah dimanipulasi broker?


M Singgih (24 Jan 2021 16:52)

@ Jovan:

Jika sistem trading yang Anda gunakan telah di-backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam akun demo), dan menghasilkan persentase profit lebih dari 50%, seharusnya jika diterapkan pada akun riil juga akan sama.

Dalam hal ini mungkin bisa dibenahi lagi sistem trading tsb, dan dicoba pada akun demo lagi. Mengenai manipulasi broker, menurut kami sangat kecil kemungkinannya. Pergerakan harga di akun demo dan akun riil sama, perbedaannya hanya pada kecepatan eksekusinya. Pada akun riil kecepatan eksekusi biasanya lebih lambat.

 

Reply New
Nekoboy 1 Balasan

Apakah MACD sering memberikan sinyal palsu ketika dijalankan ti time frame rendah? Kebetulan saya sering menggunakan 15m namun hasil entry saya terus berbeda dengan pergerakan berikutnya. Mohon bantuannya


M Singgih (19 Jan 2021 21:16)

@ Nekoboy:

Maaf, yang Anda maksud dengan sinyal yang palsu tsb yang bagaimana? Apakah ketika kurva MACD telah memotong kurva sinyal? Atau mungkin penunjukan divergensi dari MACD tsb?

 

Reply New
Rinto 1 Balasan

Halo pak, apakah candle merah yang paling belakang (kanan), sudah bisa dibilang sebagai tanda reversal valid? Terima kasih


M Singgih (19 Jan 2021 21:15)

@ Rinto:

Dari bentukan price action, candle tersebut tidak menunjukkan sinyal pergerakan reversal. Untuk single candle, isyarat reversal untuk uptrend adalah pin bar, doji atau shooting star.

Mengenai validitasnya, harus dikonfirmasi dengan penunjukan indikator teknikal, terutama indikator trend (moving average, MACD, ADX, parabolic SAR, Bollinger Bands), atau penunjukan divergensi dari indikator oscillator (RSI atau stochastic).

 

Reply New
Bakrie 1 Balasan

Pair paling menguntungkan untuk main scalping 15 menit?


M Singgih (19 Jan 2021 14:56)

@ Bakrie:

Scalper biasanya mengharapkan volatilitas pergerakan harga yang tinggi, atau daily range yang cukup besar untuk mendapatkan peluang entry yang sering. Jika demikian, bisa dicoba pair GBP/JPY, GBP/USD atau EUR/USD.

 

Reply New
Damian 1 Balasan

Apa yang menjadi petujuk untuk melihat bahwa kebijakan bank sentral sedang hawkish atau dovish? Makasih


M Singgih (19 Jan 2021 14:55)

@ Damian:

Kebijakan bank sentral dianggap hawkish jika mengisyaratkan kenaikan suku bunga atau mengurangi stimulus, dan dianggap dovish jika mengisyaratkan penurunan suku bunga, menjalankan program stimulus atau menambah besaran stimulus.

Pernyataan hawkish akan menyebabkan mata uang cenderung menguat, sementara pernyataan dovish akan menyebabkan mata uang cenderung melemah.

 

Reply New
Gonam 1 Balasan

Untuk trader harian, idealnya trading di berapa pair? Dan persentase win rationya berapa pak?


M Singgih (13 Jan 2021 21:15)

@ Gonam:

Tidak ada ketentuan yang membatasi banyaknya pair. Anda bisa trading di beberapa pair selama equity mencukupi untuk keperluan margin (jaminan) dalam membuka posisi.
Ratio win/loss bisa diketahui setelah Anda lakukan beberapa kali trade. Yang bagus tentu saja jika persentase win lebih tinggi dari loss.

 

Reply New
Yudhistira 1 Balasan

Saya sering menemui di beberapa broker menawarkan spread yang berbeda-beda antar pairnya? Untuk pemula, pair apa saja yang direkomendasikan?


M Singgih (13 Jan 2021 21:16)

@ Yudhistira:

Spread setiap jenis pair memang bisa berbeda, tertuma antara pair mayor (EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, USD/CHF dsb) dengan pair cross (EUR/JPY, EUR/GBP, GBP/JPY, dsb). Biasanya spread pair cross lebih besar dari pair mayor.
Tidak ada rekomendasi pair tertentu untuk trader pemula, sepenuhnya tergantung dari keinginan trader.

 

Reply New
Bimbim 1 Balasan

Mencopy strategi orang apakah tidak baik untuk jangka panjang? Soalnya saya punya mastah, kalau trading ngikutin dia rata2 profit..tapi kalau saya buat sendiri strateginya, malah loss...


M Singgih (11 Jan 2021 05:56)

@ Bimbim:

Anda bisa saja mengcopy strategi trader lain dalam jangka panjang, tetapi pastikan bahwa master yang strateginya Anda copy kinerja (performance)-nya bagus. Artinya master tersebut bisa menghasilkan profit yang konsisten dalam periode waktu tertentu, misal bisa profit sekian persen dalam sebulan.

 

Reply New
Rendra 1 Balasan

Saya trading menggunakan time frame H1, tapi lebih dari 1 jam, order saya belum kena. Yang ingin saya tanyakan, apakah order saya ini diclose saja dan ideal durasi pasang order itu berapa jam untuk strategi dengan tf H1?


M Singgih (11 Jan 2021 05:55)

@ Rendra:

Time frame digunakan sebagai alat untuk mengamati perubahan pergerakan harga dalam periode waktu tertentu. Jika Anda menggunakan time frame H1 atau 1 jam, maka setiap 1 jam akan terbentuk candle baru. Dari deretan candle yang terbentuk setiap 1 jam tersebut bisa dilakukan analisa untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya.

Penggunaan time frame tidak ada hubungannya dengan order Anda akan tereksekusi (kena) atau tidak. Kalau Anda menggunakan pending order, tidak bisa dipastikan kapan order akan tereksekusi, sepenuhnya tergantung dari pergerakan harga yang sedang berlangsung. 

Order yang belum tereksekusi tentunya tidak bisa di-close, tetapi bisa dibatalkan. Mengenai order akan Anda batalkan atau tidak sepenuhnya tergantung dari keinginan Anda. Pada platform Metatrader, Anda bisa membatalkan pending order dengan instruksi delete. Jika Anda setting Expiry time, maka secara otomatis order akan batal ketika waktu expiry telah habis.

Reply New
Stefanie 1 Balasan

Hallo pak erik saya mau tanya emas naik sampe 1960 tiba-tiba dia turun lagi ke 1902. Apa kah nanti akan sell di posisi 2 ato di balik ke 1975? 


Erik T (18 Jan 2021 22:00)

Untuk Stefanie,


Pergerakan emas hingga saat ini (18 Januari 2021) terlihat masih ditekan oleh sentimen bearish. Dengan begitu, untuk saat ini tentu saja posisi sell akan memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi dibandingkan posisi buy. Sedangkan mengenai dimana letak titik entry/exit-nya, Anda dapat menyimak ulasan analisa emas harian yang tersaji disini.


Semoga bisa membantu.

Reply New
Safe Salim 1 Balasan

Mengapa emas sebagai aset safe haven di musim pandemi seperti ini harganya sempat terkoreksi tajam di beberapa waktu lalu, bukannya secara teori aset safe haven adalah aset paling stabil sehingga sebagai rujukan utaman orang menyimpan uangnya?

Jadi, kalau tidak stabil gini, seharusnya yang menjadi aset safe haven alternatif itu apa pak?


M Singgih (07 Jan 2021 14:21)

@ Safe Salim:

Nilai asset safe haven tidak harus tetap, karena asset safe haven juga diperdagangkan di pasar. Safe haven adalah asset yang dianggap aman jika terjadi gejolak ekonomi misal inflasi yang tinggi, resesi dsb, dan juga gejolak politik. Selain emas, mata uang yang dianggap sebagai asset safe haven adalah US Dollar, Yen Jepang dan Swiss Franc.

 

Reply New
Wijanarko 1 Balasan

Apakah dengan lot segini sudah pas pak? Apakah ada masukan lagi?



Ini saya tradingnya masih dengan full analisa teknikal, bagaimana cara mengaplikasikan analisa fundamental?


M Singgih (07 Jan 2021 14:20)

@ Wijanarko:

Jika ingin ketahanan besar, dengan modal sekitar USD 10, Anda bisa trading dengan akun Cent. Dengan akun micro, jika Anda trading 0.01 lot pada pair XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD atau NZD/USD) maka ketahanan modal Anda sekitar 100 pip, yang mana pip value atau nilai per pip untuk 0.01 lot XXX/USD adalah USD 0.1.

Untuk 0.02 lot GBP/USD, maka jika modal sekitar USD 10, maka nilai per pip-nya adalah USD 0.2, sehingga ketahanan modal Anda hanya sekitar (USD 10) / (USD 0.2) = 50 pip.
Jika ingin trading pada akun micro, sebaiknya tambah modal.

- Ini saya tradingnya masih dengan full analisa teknikal, bagaimana cara mengaplikasikan analisa fundamental?

Jika Anda ingin trading berdasarkan rilis data fundamental, maka:
1. Perhatikan hasil actual versus forecast dan previous-nya.
Misal data Non Farm Payrolls (NFP) AS. Data previous 200,000 job, forecast 150,000 job:
- Jika hasil rilisnya (data actual) diatas data previous dan forecast (misal 250,000 job) maka kemungkinan besar USD akan menguat.
- Jika hasil rilisnya (data actual) dibawah data previous dan forecast (misal 100,000 job) maka kemungkinan besar USD akan melemah.
- Jika hasil rilisnya (data actual) diantara data previous dan forecast (misal 175,000 job) maka unpredictable, USD bisa menguat bisa melemah. Dalam hal ini sebaiknya tunggu arah sentimen pasar sebelum entry.

2. Perhatikan revisi data. Revisi data yang telah dirilis sebelumnya akan mempunyai dampak pada pergerakan harga saat ini, tetapi biasanya dampaknya tidak sebesar hasil rilis data actual. Jika data sebelumnya direvisi menjadi lebih baik maka akan berdampak positif pada mata uang negara tersebut, dan sebaliknya.

3. Hindari entry menjelang atau pada saat rilis data, untuk menghindari slippage (loncatan harga) yang mungkin terjadi akibat volatilitas yang tinggi. Entry sekitar 15-30 menit setelah rilis data, yang mana arah pergerakan harga sudah jelas.

 

Reply New
Gumelar 1 Balasan

Mohon dikoreksi kalau saya salah. 

Yang saya tangkap dari penjelasan hedging adalah memasang dua posisi order secara bersamaan. 

Nah namun yang menjadi pertanyaan saya, apakah hal ini hanya akan membuat spread/komisi yang dikenakan semakin banyak? Dan saya dibilangi orang di forum, kalau mau hedging harus modal besar, kalau tidak begitu cepat kena MC.

Apakah memang strategi hedging ini tidak disarankan untuk trader pemula atau trader dengan modal kere hore?

 


M Singgih (06 Jan 2021 03:38)

@ Gumelar:

- Yang saya tangkap dari penjelasan hedging adalah memasang dua posisi order secara bersamaan.

Benar, tetapi dengan posisi yang berlawanan, yang satu buy yang lainnya sell. Pair yang ditradingkan bisa sama bisa berbeda.

- … apakah hal ini hanya akan membuat spread/komisi yang dikenakan semakin banyak?

Kalau pair-nya sama maka spread-nya sama. Mengenai komisi (jika ada), biasanya untuk hedging broker tidak mengenakan komisi, asalkan besarnya lot sama.

- … kalau mau hedging harus modal besar, kalau tidak begitu cepat kena MC.

Tidak harus. Besarnya modal tergantung dari lot yang Anda tradingkan. Hedging hanya salah satu strategi untuk meminimalisir kerugian. Trader yang kena MC karena hedging biasanya melakukan kesalahan dalam membuka heding (locking) tersebut.

- … Apakah memang strategi hedging ini tidak disarankan untuk trader pemula atau trader dengan modal kere hore?

Benar, hedging memang tidak disarankan bagi trader pemula maupun yang telah berpengalaman, baik dengan modal kecil maupun besar. Jika trader tidak menggunakan stop loss dan mengalami kerugian, kemudian mengunci (locking atau hedging) posisinya dengan membuka posisi baru yang berlawanan, yang sering terjadi adalah sulit untuk membuka atau melepas kuncian tersebut, dan malah mengalami kerugian yang lebih besar.

Hedging sebenarnya sama saja dengan menunda realisasi kerugian yang telah dialami. Membuka hedging sebenarnya sama saja dengan membuka posisi baru, kalau salah memperkirakan arah trend maka akan tetap mengalami kerugian.

Baca juga: Kupas Tuntas Hedging Dalam Trading Forex

 

Reply New
Jenaka 1 Balasan

Di internet sudah banyak iklan2 yang menawarkan kursus trading online, apakah worth it untuk diikuti dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan?

Dan untuk harga normalnya, biasanya berapa ya kira-kira kursus trading forex gt? thanks


M Singgih (06 Jan 2021 03:39)

@ Jenaka:

Mengenai hal ini, Anda bisa melihat materi yang ada dalam kursus tersebut. Jika cukup lengkap, bisa saja dicoba. Untuk harganya, mohon maaf kami tidak bisa memberikan estimasi.

 

Reply New
Yana 1 Balasan

Berapa ya nilai 1 ringit dalam rupiah?


Nadine (05 Jan 2021 16:33)

Lihat di halaman ini bro, situs ini sudah punya daftar konversi mata uang yang agak lengkap. 

Reply New
Juda 1 Balasan

Equity saya $50 di akun mikro..sy open 1 pair di GU dengan lot 0.01 broker 4 digit. Dengan kondisi begitu..bisa menahan minus sampe brp pip? 

 


M Singgih (04 Jan 2021 23:01)

@ Juda:

Diasumsikan Anda menggunakan leverage 1:500 atau 0.2% dari nilai kontrak. Jika Anda buy atau sell 0.01 lot GBP/USD pada harga 1.3600, maka margin yang dibutuhkan =  (USD 100,000)  x 0.01 x 0.2% x 1.3600 = USD 2.72. (Keterangan: USD 100,000 adalah nilai kontrak).
Nilai per pip 0.01 lot GBP/USD adalah USD 0.1.
Dana Anda untuk menahan posisi tersebut sampai terkena margin call adalah: (USD 50 - USD 2.72) / USD 0.1 = 472 pip.
Keterangan: Dalam hal ini diasumsikan broker Anda menetapkan margin level = 100% untuk mengenakan margin call, dan tidak mengenakan swap ketika posisi Anda menginap (swap free).

 

Reply New
Fadil 1 Balasan

Saya ingin mengetahui, penyebab kegagalan pivot saat morning star, selain dari analisis fundamental dan teknikal. Mohon Penjelasannya...

Terimakasih 🙏🏽

Salam Profit


M Singgih (04 Jan 2021 23:03)

@ Fadil:

Maaf, mungkin bisa diperjelas lagi pertanyaan Anda, atau diberikan contohnya.
Morning star adalah salah satu pola candlestick yang mengisyaratkan (memberikan sinyal) pergerakan bullish. Sinyal tersebut akan valid jika terkonfirmasi oleh penunjukan indikator trend misalnya moving average, MACD, parabolic SAR atau ADX.

Pivot point adalah salah satu tools untuk memperkirakan kemungkinan arah pergerakan harga saat ini berdasarkan periode waktu tertentu yang telah lewat, misal pivot daily, pivot hourly dsb. Dari pivot point juga bisa diketahui level-level support dan resistance.

Jika muncul pola morning star yang terkonfirmasi (valid), maka asumsi kita kemungkinan pergerakan harga akan bullish meskipun pada saat itu pivot point menunjukkan kemungkinan yang berlawanan (bearish). Sinyal dari candlestick menunjukkan sentimen pasar saat itu, dan lebih bersifat leading.

 

Reply New
Alexia 2 Balasan

Untuk trading jangka panjang, lebih baik di broker lokal atau di broker luar negeri gan?


Fadil (30 Dec 2020 18:21)

Lebih Baik Di Broker Lokal, yang Legalitas nya jelas....


M Singgih (03 Jan 2021 20:49)

@ Alexia:

Menurut kami sama saja, asalkan broker tersebut telah teregulasi dengan benar. Untuk broker dari luar negeri, telah diregulasi oleh badan regulator yang kredibel secara internasional, yaitu: CFTC, NFA, FCA, FSA, FINMA, MiFID, ASIC dan FMA. Sementara untuk broker lokal, telah mendapatkan regulasi dari Bappebti.

Badan regulator yang kredibel akan memberikan sanksi dengan tegas kepada broker jika ternyata melanggar ketentuan yang telah disepakati. Badan regulator tersebut juga bertanggung jawab terhadap keamanan dana klien.

 

Reply New