Cara Baca Candlestick Kripto Untuk Menangkap Reversal

Kiki R 29 Apr 2022Dibaca Normal 8 Menit
kripto>candlestick>   #kripto   #candlestick-kripto   #reversal
Trading kripto dengan memanfaatkan pola candlestick reversal menawarkan peluang profit yang besar. Paduan pola candlestick yang spesifik dan level harga yang kuat bisa menjadi sejata ampuh.

Anda tentu sering melihat trader kripto yang membahas pola candlestick atau pola grafik dalam tradingnya. Kepopuleran pola candlestick dan pola grafik tidak terlepas dari sifat alaminya yaitu sederhana dan mudah diterapkan.

Salah satu pola yang sering digunakan oleh trader kripto adalah pola candlestick reversal atau pola candlestick pembalikan. Mempelajari pola candlestick ini dapat meningkatkan hasil trading Anda.

Lalu apa saja pola candlestick reversal dalam trading kripto dan bagaimana cara mengidentifikasinya? Simak detailnya pada artikel berikut. 

 

Sekilas Tentang Candlestick

Candlestick adalah salah satu jenis grafik paling populer yang terbentuk dari komponen harga yaitu harga pembukaan (open price), harga penutupan (close price), harga tertinggi (high price) dan harga terendah (low price).

Berdasarkan jenisnya, candlestick terbagi atas 3 yaitu candlestick bullish, bearish dan doji.

Candlestick bullish adalah candlestick yang terbentuk dari harga penutupan yang lebih tinggi daripada harga pembukaan dan biasanya berwarna hijau. Candlestick ini menunjukkan adanya volume transaksi buyer yang lebih besar daripada seller sehingga mendorong harga menutup lebih tinggi daripada harga pembukaan.

Baca juga: 5 Pola Candle Bullish Terbaik untuk Sinyal Buy Bitcoin

Candlestick bearish terbentuk dari harga penutupan yang lebih rendah daripada harga pembukaan dan biasanya berwarna merah. Candlestick ini menunjukkan adanya volume transaksi seller yang lebih besar daripada buyer sehingga mendorong harga menutup lebih rendah daripada harga pembukaan.

Candlestick doji terbentuk dari harga penutupan yang hampir sama dengan harga pembukaan sehingga tidak mempunyai badan (body) candle. Candlestick ini menunjukkan bahwa volume transaksi buyer hampir sama besar dengan seller sehingga harga ditutup hampir sama dengan harga pembukaan. Terbentuknya candlestick doji menggambarkan arah pasar yang tidak menentu atau keraguan pasar.

 

Cara Membaca Candlestick

Dalam membaca candlestick, ada 4 hal penting yang harus Anda perhatikan yaitu: ukuran badan candlestick, panjang ekor, rasio badan dan ekor, serta letak badan candlestick. Pada dasarnya, 4 hal ini memperlihatkan perbandingan kekuatan seller dan buyer di market.

Simak Juga: Panduan Lengkap Cara Membaca Candlestick Cryptocurrency

 

Ukuran Badan Candlestick

Ukuran badan candlestick menunjukkan kekuatan seller atau buyer berdasarkan volume transaksi dalam periode tertentu. Jika volume transaksi buyer jauh lebih besar daripada seller, maka akan terbentuk candlestick bullish dengan ukuran badan yang panjang. Sebaliknya, volume transaksi seller yang jauh lebih besar daripada buyer membentuk candlestick bearish yang panjang.

Ukuran Badan Candlestick

 

Panjang Ekor candlestick

Panjang ekor (shadow) candlestick menunjukkan volatilitas harga yang terjadi pada periode tertentu. Semakin panjang ekor candlestick menunjukkan volatilitas harga yang semakin tinggi. Sebaliknya, ekor candlestick yang pendek menunjukkan volatilitas harga yang rendah.

Baca juga: Kiat Sukses Trading dengan Volatilitas

Pada level kuat seperti support atau resisten kunci biasanya terbentuk candlestick dengan ekor yang panjang karena banyaknya transaksi pada area harga tersebut.

Panjang Ekor Candlestick

 

Rasio Panjang Badan dan Ekor Candlestick

Rasio panjang badan dan ekor candlestick menunjukkan dominasi salah satu pihak di market dalam periode tertentu. Buyer yang sangat mendominasi market akan banyak membentuk candlestick bullish dengan badan panjang dan ekor yang pendek. Sebaliknya, market yang sangat didominasi seller akan banyak membentuk candlestick bearish dengan badan panjang dan ekor pendek. Kondisi ini biasa juga disebut dengan trending.

Baca juga: Belajar Candlestick Kripto untuk Mengikuti Trend

Dalam kondisi market sideways, lebih banyak terbentuk candlestick badan pendek dan ekor yang panjang. Hal ini menunjukkan volume transaksi seller dan buyer hampir seimbang.

Rasio Panjang dan Ekor Candlestick

 

Posisi Badan Candlestick

Posisi badan candlestick memberikan petunjuk tentang dinamika kekuatan seller dan buyer. Candlestick dengan ekor panjang dan posisi badan di salah satu ujung menunjukkan adanya perlawanan dari seller atau buyer.

Baca juga: 6 Pola Candlestick Single yang Wajib Dipelajari Pemula

Sedangkan apabila badan candle berada di tengah-tengah dengan ekor atas dan ekor bawah yang sama panjang menunjukkan bahwa market dalam ragu-ragu. Di sini, volume transaksi seller dan buyer hampir sama kuat sehingga harga tertahan dan kembali menutup di sekitar harga pembukaan.

Posisi badan candlestick

 

Pola Candlestick Pembalikan (Reversal)

Terdapat 4 pola candlestick reversal terbaik yang bisa diterapkan dalam trading kripto, yaitu pola hammer, shooting star, engulfing dan pin bar.

 

Pola Hammer

Pola hammer adalah salah satu pola candlestick yang populer karena bentuknya mudah dikenali dan mirip dengan bullish pin bar. Perbedaan pola hammer dengan bullish pin bar terletak dari tidak adanya ekor atas.

Pola Hammer

Terbentuknya pola ini menunjukkan sinyal pembalikan arah dari trend turun ke trend naik. Syarat paling penting dalam pola hammer adalah ekor panjang sebagai tanda bahwa kekuatan seller memudar setelah penurunan harga. Semakin panjang ekor bawah dari pola hammer, maka sinyal semakin bagus.

Baca juga: Cara Trading Kripto Menggunakan Pola Candlestick Hammer

 

Pola Shooting Star

Pola shooting star merupakan kebalikan dari pola hammer. Pola ini menunjukkan sinyal market berbalik arah dari naik menjadi turun. Pola ini terbentuk dari badan candle yang kecil dan ekor candle atas yang panjang. Pola ini menggambarkan kekuatan buyer yang memudar dan dipaksa tutup di bawah harga pembukaan setelah adanya kenaikan harga.

Pola Shooting Star

Semakin panjang ekor atas dari pola shooting star, maka sinyal semakin bagus.

 

Pola Engulfing

Pola engulfing terdiri dari dua buah candlestick yang berbeda warna dengan syarat utama candle kedua harus menutup sama atau lebih tinggi/rendah daripada harga pembukaan candle sebelumnya. Pola engulfing terdiri dari dua jenis yaitu bullish engulfing dan bearish engulfing.

Baca juga: Belajar Candlestick Crypto dengan Pola Bullish Engulfing

Pola bullish engulfing terbentuk dari dua buah candlestick dimana candlestick kedua yang bullish menutupi (engulf) candlestick pertama yang bearish. Sedangkan pola bearish engulfing terbentuk dari candlestick kedua yang bearish menutupi (engulf) candlestick pertama yang bullish.

Pola Engulfing

 

Pola Pin Bar

Pola pin bar adalah pola candle tunggal dengan posisi badan berada pada salah satu ujung dan ekor panjang pada salah satu sisi. Pola pin bar terdiri dari dua jenis yaitu bullish pin bar dan bearish pin bar.

Pola bullish pin bar terbentuk dari satu buah canclestick di mana harga ditutup lebih tinggi daripada harga pembukaan dan memiliki ekor bawah yang panjang. Pola ini menunjukkan adanya sinyal pembalikan arah dari turun menjadi naik.

Baca juga: Rahasia Trading Bitcoin dengan Pin Bar

Pola bearish pin bar merupakan candle tunggal dengan harga penutupan lebih rendah daripada harga pembukaan dan memiliki ekor atas yang panjang. Pola ini memberikan sinyal akan adanya pembalikan arah dari naik menjadi turun.

Pola Pin Bar

 

Hal Penting Dalam Trading Menggunakan Pola Candlestick Reversal

Ada 2 poin penting yang harus Anda perhatikan agar trading menggunakan pola candlestick reversal mempunyai peluang berhasil yang besar.

 

Entry Hanya di Level Penting

Salah satu kebiasaan fatal trader pemula dalam menggunakan pola candlestick reversal adalah tidak memperhatikan level harga dimana pola tersebut terbentuk. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak trader pemula loss ketika menggunakan cara ini.

Pola candlestick reversal yang terbentuk bukan pada level penting memiliki peluang berhasil yang rendah sehingga Anda harus menghindarinya. Sebaliknya, entry pada level-level penting mempunyai peluang berhasil yang lebih baik karena pada level tersebut banyak trader yang akan bertransaksi.

 

Apabila Ragu, Tambah Indikator untuk Konfirmasi

Pada beberapa kejadian, Anda akan menemukan pola candlestick reversal yang meragukan di level penting. Jika Anda mengalami hal ini, sebaiknya gunakan indikator teknikal sebagai informasi pendukung. Indikator yang bisa digunakan cukup banyak, contohnya Moving Average (MA), Stochastic, MACD, dst.

Baca juga: Memahami Cara Konfirmasi Candlestick Dalam Strategi Price Action

 

Kesimpulan

Poin penting dari strategi trading menggunakan pola candlestick reversal adalah memperhatikan level harga yang kuat agar peluang berhasil menjadi lebih besar.

Tanpa adanya level harga yang kuat, maka pola candlestick reversal mempunyai potensi berbalik arah yang kecil. Saya pribadi menyarankan strategi ini hanya digunakan pada level kunci (key level) agar peluang berhasilnya optimal.

Selain itu, penting bagi Anda untuk selalu sabar menunggu harga menutup terlebih dahulu sebelum mengambil entry posisi. Tidak sedikit trader pemula yang terjebak sinyal palsu akibat terlalu terburu-buru masuk market padahal candlestick belum tertutup.

 

Dengan disiplin menerapkan dua poin penting di atas, bukan tidak mungkin Anda bisa mengumpulkan keuntungan secara konsisten. Apabila ingin memperluas wawasan mengenai tips dan trik meraup cuan di pasar kripto, Anda juga bisa mempelajari 3 Cara Trading Bitcoin Untuk Meraup Profit

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Leo |  18 Aug 2016
Bagaimana cara membedakan konsolidasi yang akan meneruskan trend dan yang akan reversal?

Lihat Reply [1]

 Rinto |  19 Jan 2021

Halo pak, apakah candle merah yang paling belakang (kanan), sudah bisa dibilang sebagai tanda reversal valid? Terima kasih

Lihat Reply [7]

 Udin Fx |  4 May 2021

Saya terkadang membaca analisa atau postingan di forum ada istilah ini, apakah ke-duanya memiliki makna dan situasi yang sama?

Lihat Reply [5]

 Ongky Putra |  30 Sep 2021

Untuk mengetahui akan terjadinya reversal, apakah analisa candlestick saja sudah cukup?

Lihat Reply [3]

 Supriadi |  20 Jan 2022

saya mencoba buy di akun demo btc setelah terbentuk pin bar buy, tapi kenapa harga justru semakin turun? apakah memang benar pasar kripto itu banyak manipulasi? mohon pencerahan

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

@Lusi Sinarsih:
Memang pin bar, yaitu candle yang ditengah. Dari gambar diatas: candle B untuk yang morning star dan candle E untuk yang evening star. Keduanya memang berbentuk pin bar, atau doji, atau hammer / shooting star yang mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal) dari arah trend sebelumnya, bukan penerusan trend.

Tidak tergantung dari resistance atau support, jika terbentuk pola morning star atau evening star kemungkinan akan terjadi pembalikan arah trend. Tetapi jika pola tersebut terbentuk dekat atau pada level resistance atau support maka akan lebih memperkuat kemungkinan tersebut (lebih valid). Yaitu pola evening star yang terbentuk pada atau dekat level resistance dan pola morning star yang terbentuk pada atau dekat level support.
 M Singgih |  16 Dec 2016
Halaman: Pola Candlestick Morning Star Dan Evening Star
Pivot SnR merupakan cara "instan" sebagai RnR kita. Tips nya sederhana menurut saya memperkirakan RnR dengan bantuan Pivot tuk kondisi market "normal" :

a. Jika market Low Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada Pivot Point. Tanda Low Liquidity banyak terbentuk candle kecil-kecil (10-20 pips di H4 pada USDJPY), harga seperti sideway. Market jenis ini biasanya karena hari libur atau tidak ada berita fundamental berdampak tinggi. Biasanya harga bergerak kurang dari 50 pips.

b. Jika market Medium Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 1. Tanda Medium Liquidity banya terbentuk candle medium (20-30 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju konstan. Market jenis ini biasanya karena adanya rumor-rumor tertentu atau persiapan menyambut Berita High Impact 1-2 hari sebelumnya. Biasanya harga bergerak 75-100 pips.

c. Jika market High Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 1-2. Tanda High Liquidity terbentuk beberapa candle medium (30-40 pips) lalu disertai 1 candle long (40-50 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju cepat tapi biasanya koreksinya konstan. Market jenis ini biasanya karena berita fundamental berdampak tinggi release misal PMI, Unemployment Claim. Biasanya harga bergerak 150-200 pips.

d. Jika market High Momentum Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 2-3. Tanda High Momentum Liquidity tiba-tiba terbentuk candle 1 long (>75 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju sangat cepat. Waspadai reversal tiba2 !!! Market jenis ini biasanya karena berita berdampak tinggi tertentu direlease seperti NFP dan TFR. Bisa juga karena beberapa isu krusial tak terduga. Bahkan bisa jadi harga bergerak sangat panjang misal 300-400 pips.
 Agen_forex |  16 Jun 2017
Halaman: Support Resistance Forex Harian
Trader biasanya memanfaatkan candlestick dengan sinyal reversal untuk mendapat peluang keuntungan paling besar. Maksudnya. jika Anda ingin untung melimpah maka logikanya adalah membeli saat harga masih sangat murah lalu menjualnya kembali saat harga berada pada puncak tertingginya. Itulah kenapa trader OP buy di harga terendah atau OP sell di harga tertinggi.

Namun sinyal trading reversal ini memiliki resiko yang lebih tinggi apabila ternyata harga malah masih menurun atau mendaki terus. Maka dari itu, sebagai pemula lebih baik belajar trend trading terlebih dahulu sebelum mencoba reversal trading.
 Reyhan S |  7 Sep 2017
Halaman: Pola Candlestick Yang Paling Menguntungkan
@ Surodjo:

Berakhirnya trend bisa diketahui setelah koreksi atau retracement mencapai lebih dari 100%. Perkiraan kemungkinan akan terjadi trend reversal jika Fibo Retracement telah melewati 61.8%.

Keadaan reversal tidak menunjukkan berakhirnya trend, tetapi menunjukkan terjadinya koreksi. Keadaan koreksi sendiri bisa berakhir ketika telah mencapai level tertentu misalnya 38.2% Fibo atau 50% Fibo, dan kemudian berbalik meneruskan arah trend. Jika koreksi melebihi Fibo retracement 100%, baru bisa diasumsikan terjadi trend reversal.

Keadaan reversal bisa diamati dari bar candlestick yang membentuk formasi price action tertentu, seperti pin bar, doji, engulfing, morning star atau evening star. Baca juga: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action
Meski demikian, untuk validitasnya price action tsb harus dikonfirmasi oleh indikator trend misalnya ADX, parabolic SAR, MACD, atau Bollinger Bands.

Konfirmasi dengan Bollinger Bands untuk keadaan reversal adalah jika penutupan bar candlestick berada di bawah middle band (untuk yang sebelumnya uptrend), atau di atas middle band (untuk yang sebelumnya downtrend). Untuk akurasi, sebaiknya dikonfirmasi lagi dengan indikator trend yang lain.

Mengenai tanda bahwa trend masih akan berlanjut adalah jika koreksi atau retracement telah berakhir, dan harga mulai bergerak searah dengan trend semula. Dalam hal penunjukan indikator Bollinger Bands, bar candlestick tidak menembus middle band.

Sebagai masukan, untuk analisa trend jangka menengah panjang biasanya trader menggunakan analisa dengan gelombang Elliot (Elliot wave). Baca juga: 3 Hal Pokok Dalam Trading Dengan Gelombang Elliot
 M Singgih ... |  29 May 2020
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
Tapi tetap harus hati-hati pada reversal. Bisa saja setelah kamu trade, eh malah downtrend. Harus banyak-banyak belajar dari trend-trend sejenis di masa lalu. Dan jangan lupa pasang stop loss.
 Budi |  12 Jan 2021
Halaman: Cara Menghindari Kesalahan Entry Trading
om, mau tanya, dalam kondisi uptrend yg berkepanjangan, sementara harga terus melambung, indikasi MACD dan garis sinyal masih melebar, sementara histogram membentuk endless bukit (demikian jug sebaliknya, downtrend). Bagaimana kita bisa memprediksi reversal (pembalikan arah) akan terjadi?
 Teguh |  29 May 2021
Halaman: Trading Dengan Indikator Macd

Kamus Candlestick

Harami Bullish
Harami Bullish
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bearish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bullish. Pola ini menandakan downtrend mulai kehilangan momentum. Meski bisa menambah akurasi sinyal, sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Black Crows
Three Black Crows
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bearish panjang. Harga penutupan candlestick pertama, kedua, dan ketiga harus membentuk penurunan secara berturut-turut.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Morning Star
Morning Star
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama merupakan candlestick bearish panjang, diikuti oleh candlestick kedua yang membentuk gap turun dan ber-body kecil (harga pembukaan dan penutupan nyaris sejajar). Candlestick ketiga merupakan konfirmator karena bersifat bullish. Semakin besar body candle ketiga, semakin tinggi akurasi sinyal bullish reversal Morning Star.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Harami Bearish
Harami Bearish
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bullish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bearish. Pola ini menandakan uptrend mulai kehilangan momentum. Sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama, meski kondisi ini bisa menambah akurasi sinyal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip