XAU/USD masih wait and see karena trader tunggu NFP AS, 2 hari, #Emas Fundamental | EUR/JPY berada dalam tekanan jual di bawah harga 164.50, kondisi RSI yang oversold dipantau, 2 hari, #Forex Teknikal | GBP/USD bergerak di atas level 1.2550, menguji batas atas channel, 2 hari, #Forex Teknikal | EUR/USD naik mendekati level 1.0750 karena sentimen risiko kembali netral, 2 hari, #Forex Teknikal | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Jumat (3/Mei), naik 0.4% ke 7,160, 2 hari, #Saham Indonesia | PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp691.2 miliar per Maret 2023. , 2 hari, #Saham Indonesia | PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP) menganggarkan belanja modal dan investasi senilai $58 juta, 2 hari, #Saham Indonesia | PT Sumber Sinergi Makmur Tbk. (IOTF) atau Fox Logger membidik peluang bisnis dari implementasi pembayaran tol tanpa sentuh berbasis Global Navigation Satellite System yang akan segera diterapkan di Indonesia, 2 hari, #Saham Indonesia

Outlook Mingguan GBP/USD: Masih Terpusat Pada Isu Brexit

Joe Poe 5 Nov 2018
Dibaca Normal 2 Menit
forex > analisa > #gbp
Ketidakpastian Brexit masih menjadi katalis terpenting GBP/USD. Secara teknikal, pasangan mata uang ini terindikasi sideways.

Latar Belakang Fundamental

Pound akan lumayan sibuk minggu ini, karena terdapat rilis data ekonomi berdampak tinggi seperti PMI Sektor Jasa, GDP, Produksi Industri, Neraca Perdagangan, Penjualan Ritel, dan Harga Perumahan. Tetapi semua itu tampaknya tidak begitu berarti jika dibandingkan dengan berita Brexit.

Kedua belah pihak dalam waktu dekat ini, baik UK maupun EU, sama-sama mengisyaratkan akan adanya kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Hal ini termasuk masalah utama yang menjadi ganjalan utama, yaitu perbatasan Irlandia. Kabar positif seperti demikian tentu bisa menjadi pendorong bagi Bullish-nya Poundsterling terhadap kebanyakan mata uang lain.

Untuk Dolar AS, hasil Pemilu Parlemen AS yang berlangsung pada 6 November dapat menjadi penggerak signifikan. Bayang-bayang memburuknya perekonomian AS dari angka rilis Defisit Perdagangan AS terhadap China bisa menjadi ganjalan yang meredupkan nilai USD.

Latar Belakang Teknikal

Closing Price GBP/USD minggu lalu lebih tinggi daripada Opening-nya. Pound dibuka di harga 1.2824 terhadap Dolar, kemudian ditutup di level 1.2963. Harga tertinggi mingguan terletak di kisaran 1.3040, sementara titik terendah GBP/USD ada di level 1.2695. Secara psikologis, tampak GBP/USD cenderung Bullish karena posisi penutupan lebih tinggi daripada level tertingginya. Akan tetapi, Closing Price minggu lalu masih lebih rendah jika dibandingkan dengan Opening Pice 2 minggu sebelumnya.

Pada Chart H1, She Channel menunjukkan tren Bullish yang terjal dengan 2 MA Bullish dan 4 MA Bearish. Kedua indikator tersebut saling bertolak belakang. Rebound Curve juga menunjukkan seolah-olah GBP/USD sedang mengarah ke Opening Price 2 minggu sebelumnya.

Chart D1 justru menunjukkan kebalikannya. She Channel sangat Bearish ditunjang oleh semua MA yang juga Bearish, seolah mengunci gerak Bullish GBP/USD. Walau harga tampak mulai mendekati Resistance Channel, tetapi Rebound Curve mulai mendatar diapit oleh Downtrend Resistance dan Uptrend Support yang menciut.

Perkiraan Trading GBP/USD

Saya memperkirakan pair GBP/USD masih berirama Sideways untuk minggu ini, dengan Range antara S4 1.2733 dan R5 1.3186. Kemungkinan besar harga akan ditutup di sekitar R4 1.3132.

Selamat Sukses Selalu!