XAU/USD masih wait and see karena trader tunggu NFP AS, 1 hari, #Emas Fundamental | EUR/JPY berada dalam tekanan jual di bawah harga 164.50, kondisi RSI yang oversold dipantau, 1 hari, #Forex Teknikal | GBP/USD bergerak di atas level 1.2550, menguji batas atas channel, 1 hari, #Forex Teknikal | EUR/USD naik mendekati level 1.0750 karena sentimen risiko kembali netral, 1 hari, #Forex Teknikal | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Jumat (3/Mei), naik 0.4% ke 7,160, 1 hari, #Saham Indonesia | PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp691.2 miliar per Maret 2023. , 1 hari, #Saham Indonesia | PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP) menganggarkan belanja modal dan investasi senilai $58 juta, 1 hari, #Saham Indonesia | PT Sumber Sinergi Makmur Tbk. (IOTF) atau Fox Logger membidik peluang bisnis dari implementasi pembayaran tol tanpa sentuh berbasis Global Navigation Satellite System yang akan segera diterapkan di Indonesia, 1 hari, #Saham Indonesia

Risiko Trading Option yang Harus Anda Ketahui

Anna 22 Nov 2019
Dibaca Normal 4 Menit
bisnis > saham > #trading-option
Ada lima risiko trading option yang harus diwaspadai, mulai dari potensi kerugian tak terbatas hingga Margin Call.

Trading Option Saham menawarkan peluang untung besar dari saham-saham perusahaan multinasional asal Amerika Serikat dengan modal minimum. Hal ini membuat banyak mantan trader forex dan trader saham biasa jadi melirik trading option saham sebagai aktivitas investasi next level. Namun, tak ada aktivitas investasi maupun trading yang bebas dari risiko. Oleh karenanya, trader harus pula mengetahui beraneka ragam risiko trading Option Saham.

1. Potensi Kerugian Tak Terbatas

Niat Anda trading Option Saham bisa jadi untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda. Namun, ada beberapa strategi tertentu yang justru bisa mengakibatkan kerugian dalam jumlah tak terbatas, apabila belakangan ternyata Anda salah memprediksi pergerakan harga saham.

Risiko trading Option ini terutama akan diderita oleh tindakan menjual opsi, baik Call maupun Put. Perhatikan bahwa pemilik Option diharuskan untuk membeli atau menjual saham pada harga yang telah ditentukan setelah kontrak jatuh tempo. Konsekuensi membeli atau menjual saham itu akan berlaku jika perkiraan Anda meleset, padahal tak ada batasan berapa jauh harga itu bisa meleset. Semakin jauh perkiraan Anda meleset, maka makin besar tanggungan kerugian Anda.

>>> Baca juga: 5 Strategi Trading Option Simpel dan Menguntungkan


2. Analisis Lebih Rumit

Trading Option Saham merupakan aktivitas trading jangka pendek, berbeda dengan investasi saham yang bisa dijalankan untuk periode waktu lebih lama. Perubahan harga yang diperkirakan oleh investor harus terjadi dalam kurun waktu tertentu, sehingga Anda dituntut pula untuk memprediksi secara akurat momen yang tepat untuk membeli opsi dan momen yang tepat untuk eksekusi atau melepas opsi sebelum jatuh tempo.

Jika Anda merasa susah memprediksi kenaikan dan penurunan harga dalam trading forex atau trading saham, maka trading Option Saham itu jauh lebih rumit lagi. Inilah sebabnya mengapa aktivitas trading Option Saham dianggap tidak cocok untuk pemula. Apabila trading forex atau saham saja tidak bisa, maka Option akan lebih jauh lagi dari jangkauan Anda.

3. Tak Semua Orang Diperbolehkan Trading Option

Sebelum mulai trading Option Saham, Anda akan diminta untuk mengisi kuesioner oleh broker. Kuesioner berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai pengalaman trading Anda, sumber persediaan modal Anda, serta pemahaman Anda tentang dunia trading dan pasar keuangan. Berdasarkan hasil dari kuesioner ini, broker Option Saham akan mengalokasikan Anda ke dalam kriteria tertentu yang menentukan jenis Option apa saja yang boleh ditransaksikan. Apabila Anda gagal memenuhi persyaratan minimum yang diminta broker, aplikasi pendaftaran Anda juga bisa ditolak.

4. Biaya Trading Lebih Besar

Broker Option Saham bisa membebankan beragam jenis biaya trading kepada trader, mulai dari Base Fee (Komisi Dasar), Per Contract Fee (Komisi Per Kontrak), Exercise Fee (Komisi Eksekusi Kontrak), dan Assignment Fee (Komisi Penempatan Kontrak). Besarnya pun tak tanggung-tanggung, mulai dari 0 hingga 30 Dolar AS per tipe fee.

Apabila Anda hanya menjalankan strategi jual/beli Opsi biasa, maka kemungkinan hanya akan terkena Base Fee dan Per Contract Fee saja. Namun, Anda bisa langsung tersenggol beragam fee lainnya secara berlapis-lapis jika menjalankan strategi trading Option yang lebih kompleks. Memperhitungkan semua jenis biaya trading ini pun butuh ketelitian dan energi.

5. Risiko Margin Call

Margin Call tak hanya bisa terjadi saat trading forex saja. Apabila Anda menjalankan trading Option dengan memanfaatkan fitur margin (leverage) yang disediakan broker, maka risiko Margin Call mengintai Anda. Margin Call dalam trading Option yaitu likuidasi aset dalam rekening nasabah ketika syarat saldo minimum gagal terpenuhi dan nasabah tak mampu menambah dana ke rekening dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Dalam situasi ini, Anda akan kehilangan prospek keuntungan dari aset-aset yang dimiliki.

Nah, setelah menyimak beragam risiko trading Option Saham di atas, apakah Anda masih berminat untuk terjun dalam bidang ini? Setiap risiko dalam investasi keuangan disertai dengan potensi keuntungan yang tinggi. Demikian pula dengan trading Option Saham yang memiliki potensi profit hingga ribuan Dolar AS per transaksi hanya dengan modal beberapa ratus Dolar AS saja. Namun, Anda harus terlebih dahulu memahami seluk beluk trading Option Saham, kondisi ekonomi makro, dan outlook perusahaan yang akan melandasi Option Saham favorit Anda.