Lihat Arah Tren Atau Kekuatan Tren?


Dimas 10 Mar 2016 2418
Kirim Pertanyaan Baru
yg paling akurat melihat trend itu dilihat pada arah trendnya atau kekuatan trendnya
Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1    

Basir
14 MAR 2016

Untuk Dimas...

Dalam hal ini, yang perlu dilakukan adalah mengetahui atau mendeteksi arah trend terlebih dahulu. Setelah itu adalah, mendeteksi apakah trend akan berubah/berakhir atau akan terus belanjut (kekuatan tren).

Dalam kondisi ini anda perlu memiliki indikator atau sistem trading sebagai alat bantu. Jika hal ini anda lakukan maka anda bisa memiliki panduan atau alasan untuk open dan exit trading. Ada banyak indikator dan sistem trading yang bisa digunakan. Yang paling mudah adalah yang bisa membuat anda nyaman. Arah dan kekuatan Trend hanya merupakan sebuah kesimpulan atas analisa dari sistem trading indikator yang digunakan.

Anda bisa menyimak tentang hal ini di mengetahui arah/lanjutan trend.

Thanks.

Teguh Haris 178 3 Balasan

Apakah ada kesempatan harga akan mengalami turun pak? Soalnya harga belum menyentuh zona bawah, sudah up lagi? Thanks

M Singgih 16 Feb 2021 04:45

@ Teguh Haris:

Mengenai harga akan naik atau turun (bullish atau bearish) bisa diamati dari sinyal. Sinyal biasanya dari price action yang telah terkonfirmasi oleh indikator teknikal, sehingga sinyal tsb valid. Sema tidak ada sinyal, kita tidak bisa begitu saja menyimpulkan harga akan bergerak bullish atau bearish.

Adapun garis-garis di bawah yang dibuat pada chart tsb menunjukkan area support, sebagai acuan batas sampai sejauh mana jika harga ternyata turun (bergerak bearish).

 

Teguh Haris 19 Feb 2021 16:16

Kalo situasinya seperti chart yang saya lampirkan di atas, cocoknya pakai indikator apa pak? Makasih atas jawabannya

M Singgih 20 Feb 2021 00:40

@ Teguh Haris:

Pada situasi apapun, trader biasanya menggunakan kombinasi indikator trend dan indikator momentum. Indikator trend untuk mengetahui arah pergerakan harga, sedangkan indikator momentum untuk mendapatkan momentum entry atau saat entry yang tepat.

Indikator trend yang biasa digunakan antara lain moving average, MACD, parabolic SAR, ADX dan juga Bollinger Bands, sementara indikator momentum biasanya adalah indikator oscillator seperti RSI, stochastic atau CCI.

 

Advertisement
Slamet Hari Santosa 581 1 Balasan

Mungkinkah pergerakan harga sampai 2000 points - 3000 points saat market sedang trending? Apakah anda pernah melihat yang lebih besar suhu? Mohon info

Erik T 26 Mar 2019 19:26

Untuk Slamet Hari Santosa,

Mungkin saja. Bukan hanya karena faktor teknikal (trending) saja, pergerakan massive seperti itu juga bisa terjadi disaat peristiwa penting terjadi. Contoh yang paling nyata adalah disaat peristiwa Bom SnB yang terjadi pada tahun 2015 silam. Peristiwa tersebut membuat pair USD/CHF telah bergerak sebanyak lebih dari 2000 pips hanya dalam satu hari perdagangan! Perhatikan chart berikut.

CHF SnBom

Contoh lain yang terkini datang dari mata uang JPY. Volatilitas perdagangan JPY mendadak meningkat disebabkan para spekulan disaat Jepang masih dalam suasana liburan awal tahun kemarin. Pergerakan tersebut telah menyebabkan JPY bergerak sekitar 500 pips hanya dalam satu jam perdagangan! Perhatikan chart berikut.

GBPJPY

Nanda 392 1 Balasan

Bagaimana cara melihat trend akan berlanjut melalui candle price action bapak Martin?

M Singgih 18 Mar 2019 00:28

@ Nanda:

Price action bisa berupa single candle atau beberapa candle yang membentuk pola tertentu. Diantara single candle atau pola candle tersebut ada yang mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal), atau penerusan arah trend (trend continuation).

Untuk single candle yang bersifat trend continuation, biasanya berupa pin bar yang muncul searah dengan arah trend yang sedang terjadi. Sebagai contoh bisa baca di: Mengenali Sinyal Trading Dari Price Action (2)

Untuk pola candle yang bersifat trend continuation, biasanya berupa segitiga simetris, flag dan pennant, juga wedge (irisan). Sebagai contoh bisa baca di: Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex (1)

Meski demikian, untuk mengetahui validitas isyarat dari price action, sebaiknya juga dikonfirmasikan dengan indikator trend seperti MACD, ADX, atau Bollinger Bands.

Jerry P90 1480 1 Balasan

Bagaimana cara membaca suatu trend secara keseluruhan? Saat di zoom in dan zoom out, trend terbentuk bagai gunung2 yg banyak jumlahnya.

Erik T 24 Jan 2019 22:40

Untuk Jerry P90,

Mengamati tren secara keseluruhan dapat menggunakan bantuan dari indikator teknikal maupun mengamati pola-pola harga (price action).

Jika menggunakan indikator teknikal, indikator seperti ADX dan Moving Average adalah indikator yang umumnya digunakan untuk mengetahui tren yang sedang berlangsung.

Tren juga dapat dideteksi dari pengamatan price action. Suatu uptrend dapat dengan mudah diketahui jika susunan candlestick selalu menunjukkan lembah yang meninggi (higher low). Sedangkan untuk downtrend, puncak yang semakin rendah (lower high) adalah ciri khas dari downtrend itu sendiri. Anda dapat dengan mudah mengidentifikasi trend tersebut dengan cara melakukan zoom-out lalu menarik chart kebelakang. Sedangkan untuk terbentuknya puncak (bagai gunung-gunung) pada chart adalah penggambaran dari teori Elliot Wave, dimana wave tersebut merupakan bagian dari trend yang ada dan dapat sebagai indikasi awal pembalikan trend (reversal).

Semoga bisa membantu.

MasKurniawan 1032 1 Balasan

Kenapa pergerakan grafik Forex cenderung lambat. Bagaimana cara agar pergerakan grafik tersebut bisa dipercepat?

Erik T 21 Dec 2018 15:55

Untuk MasKurniawan,

Pergerakan grafik harga forex yang lambat biasanya disebabkan volatilitas pasar yang sedang rendah.Volatilitas pasar yang rendah disebabkan karena sedikitnya para pelaku pasar yang sedang bertransaksi di dalam pasar forex. Maka jika disimpulkan, pelaku pasar-lah (investor, trader retail, institusi bank, dll) yang membuat harga bergerak.

Tidak selamanya pergerakan harga menjadi lambat, dan tidak selamanya pula harga bergerak dengan sangat cepat. Pasar forex adalah pasar yang selalu dinamis. Kadang bergerak dengan sangat cepat (volatilitas tinggi), kadang bergerak tenang, dan tak jarang pula bergerak sangat lambat (volatilitas rendah). Semua itu tergantung dari para pelaku pasar. Semakin banyak pelaku pasar yang bertransaksi di dalam pasar forex, maka harga akan bergerak dengan cepat. Namun, jika pelaku pasar yang bertransaksi dalam pasar forex jumlahnya hanya sedikit, maka pergerakan harga menjadi lambat.

Semoga bisa membantu.

Pola Candlestick
Hanging Man
Hanging Man
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang membentuk gap naik dari candlestick sebelumnya. Terjadi di akhir uptrend, Hanging Man memiliki sumbu bawah yang lebih panjang dari body-nya. Sinyal bearish reversal dari pola ini terkonfirmasi apabila candlestick selanjutnya bersifat bearish atau membentuk gap turun, dan ditutup melemah dari harga pembukaannya.
Renata 676 1 Balasan
berapa lama biasanya suatu tren dalam pasar berlangsung?

M Singgih 26 Jul 2018 14:02

@ Renata:

Awal dan akhir suatu trend tidak bisa dipastikan, tetapi bisa diperkirakan. Perkiraan ini bisa dikonfirmasikan dengan price action dan indikator teknikal.
Trend tidak terus-menerus naik atau terus menerus turun, tetapi ada koreksi (retracement), yaitu akan terjadi penurunan pada periode kenaikan, dan terjadi kenaikan pada periode penurunan.





Sampai sejauh mana batas kenaikan atau penurunan trend bisa diperkirakan dengan Fibonacci ekspansion, dan sampai seberapa dalam batas koreksinya bisa diperkirakan dengan Fibonacci retracement.

Periode kenaikan dan penurunan bisa diperkirakan dengan mengamati gelombang Elliot (Elliot wave) dari pergerakan trend yang sedang terjadi.
Baca: Mengenal Teori Gelombang Elliot

Winoto 968 1 Balasan
untuk mengetahui terjadinya trend sebaiknya pakai rentang waktu berapa? 1 jam 4 jam atau 1minggu

Basir 24 Apr 2018 07:50

Untuk Winoto,

Karena trend bisa berubah-rubah dalam setiap hari. Untuk hal ini, ada baiknya tentukan dulu apakah Anda trading untuk jangka pendek, menengah atau jangka panjang. Setelah menentukan jangka waktu trading, maka Time Frame bisa di gunakan.

Jangka pendek M5 – H1
Jangka menengah H4 – D1-Weekly
Jangka panjang H4 / D1, Weekly dan Monthly

Ada banyak indikator yang bisa mendukung untuk mengetahui/ menganalisa tren yang akan terjadi dengan  menggabungkan dengan Time Frame yang digunakan.

Bisa dengan :
Price action
Pola Candle
Moving Average
Posisi High Low
Elliot Wave

Atau dengan yang lainnya.

Terima Kasih.

Herli 3752 3 Balasan
Jika trend dalam time frame H1 dan H4 sedang mengalami up trend dan pada M1 mengalami down trend dan harga saat itu bid/ask : 1.13458/1.13469 sebaiknya kita membuka posis buyi di saat harga menyentuh berapa?  

M Singgih 03 Jan 2018 01:54

@ Herli:

Menurut saya time frame M1 tidak bisa digunakan sebagai time frame utama maupun time frame untuk patokan entry karena noise (false signal) yang banyak dan fluktuasi harga yang relatif tinggi. Jika Anda bermain scalping, minimal gunakan time frame 5 menit (M5) sebagai acuan untuk entry.

Untuk memastikan pergerakan harga benar-benar sedang uptrend baik di tf H1 atau H4, Anda harus konfirmasikan dengan indikator ADX, moving average atau MACD. Baca: Mengukur Kekuatan Trend Dengan Indikator ADX
Tanpa konfirmasi mungkin saja pergerakan harga sedang koreksi atau retracement.

Untuk menentukan level entry sebaiknya Anda melihat sinyal dari price action yang dikonfirmasikan dengan indikator, dan juga level-level resistance atau support terdekat.
Misal jika price action membentuk candle bullish engulfing, untuk entry buy bisa menunggu bar berikutnya menembus level resistance terdekat, dan indikator RSI berada diatas level 50.
Baca juga: Mengenali Sinyal Trading Dari Price Action

Untuk entry yang akurat harus melihat arah sentimen pasar (price action) dan juga konfirmasi indikator teknikal, tidak hanya melihat arah trend secara sekilas.

- … harga saat itu bid/ask : 1.13458/1.13469 sebaiknya kita membuka posis buy di saat harga menyentuh berapa?

Jawaban:

Untuk entry buy usahakan harga pada Ask yang serendah mungkin.

Herli 03 Jan 2018 19:39

Untuk menentukan support dan resistence lebih baik menggunakan time frame berapa

M Singgih 05 Jan 2018 01:42

@ Herli:

Tergantung dari Anda ingin trading di time frame berapa. Kalau scalping mungkin saja di tf M5 (5 menit) atau M15, kalau day trading bisa di tf M30 atau H1 dst.

Level-level support dan resistance yang Anda gunakan sebagai patokan harus mengacu pada time frame dimana Anda trading, karena Anda juga menggunakan sinyal trading yang muncul pada time frame itu. Misal Anda trading di tf H1 maka tentunya Anda akan entry ketika ada sinyal pada tf H1, bukan tf H4 atau daily.
Untuk setting stop loss dan take profit juga harus mengacu pada level-level support dan resistance pada time frame trading Anda.

Hanya saja, jika Anda trading di tf H1 kebawah, sebaiknya tentukan level-level support dan resistance-nya pada tf yang lebih tinggi yaitu daily, lalu H4, H1 dst, agar Anda tahu mana level-level support dan resistance yang mayor (kunci) dan minor.

Untuk lebih jelasnya bisa baca: Beberapa Tips Dalam Menentukan Support Dan Resistance

Muhammad Yusuf 4309 1 Balasan
Izin bertanya coach yang sudah melatih saya lewat forum ini, bagaimana cara membedakan trend mayor dan minor? apa benar jika di tf dayly sedang uptrend lalu terkoreksi, berarti trend di H4nya sedang downtrend?

apabila trend minor sudah menemukan suport resistance di TF yg lebih besar apakah ada kemungkinan trend reversal?

M Singgih 29 Dec 2017 00:47

@ Muhammad Yusuf:

- …. bagaimana cara membedakan trend mayor dan minor?

Jawaban:
Kebanyakan trader menganggap trend mayor adalah trend yang terjadi pada time frame tinggi yaitu time frame H4, daily dan weekly, sedang trend minor adalah trend pada time frame dibawah H4 (H1, M30 dst). Bisa saja arah trend pada tf tinggi (trend mayor) tidak sama dengan arah trend di tf rendah (trend minor) seperti ketika pergerakan harga pada tf tinggi sedang terjadi koreksi.
Trend minor yang berlawanan dengan trend mayor biasanya bersifat sementara, akan berbalik arah mengikuti arah trend mayor.

- … apa benar jika di tf dayly sedang uptrend lalu terkoreksi, berarti trend di H4nya sedang downtrend?

Jawaban:
Bisa saja terjadi demikian, tetapi untuk mengetahui kekuatan trend di H4 tersebut harus dikonfirmasi dengan indikator trend seperti ADX atau MACD.

- … apabila trend minor sudah menemukan suport resistance di TF yg lebih besar apakah ada kemungkinan trend reversal?

Jawaban:
Untuk memprediksi terjadinya bouncing (pemantulan atau pembalikan arah pergerakan harga) harus dikonfirmasi dengan price action dan indikator teknikal pada time frame dimana Anda trading.

met week end para maste

memang tidak mudah memastikan gerakan pasar terutama mprediksi jarak pjalanan sebuah trend.

saya sering alami kejadian begitu pasang order limit justru harga bgerak makin jauh, bukannya rebound
bgtpun sebaliknya pasang order stop harga malah berbalik

pertanyaan saya;
  • bagaimana memastikan perjalanan harga akan rebound sehingga ketika pasang order limit tdk bgerak melesat jauh tkena SL baik menggunakan indikator teknikal, sup res atau candle atau pola formasi candle atau kombinasi dari beberapa atau semuanya?

  • bagaimana pula dengan stop order agar kita bisa memastikan pgerakan harga terus berlanjut baik menggunakan indikator teknikal, sup res atau candle atau pola formasi candle atau kombinasi dari beberapa atau semuanya?

  • pada time frame H1 - H4 berapa sebaiknya kita menetapkan SL TP baik ketika pasang limit order dan stop order agar relatif lebih safe dan apakah mendasarkan pada besaran range pgerakan harga hari-hari sebelumnya atau bgmana...
  • makasih

    M Singgih 05 Dec 2017 09:00

    @ Keser:

    Jawaban:

    1. Kemungkinan harga akan bouncing atau koreksi (bukan rebound) jika trend-nya melemah, atau kekuatan trend berkurang. Kekuatan trend bisa diamati dari indikator ADX (jika dibawah level 25), Bollinger Bands (jika kedua kurvanya menyempit) atau moving average (jika pergerakan kurvanya datar).
    Baca juga: Mengukur Kekuatan Trend Dengan Indikator ADX

    Sebelum entry amati price action yang terjadi pada time frame yang lebih rendah untuk mencari momentum entry yang pas. Konfirmasikan juga dengan indikator. Amati pergerakan harga ketika berada dekat dengan level support atau resistance yang signifikan.

    2. Kebalikan dari point (1), kemungkinan harga akan break atau menembus level resistance atau support jika trend-nya masih kuat, atau ADX masih diatas level 25, kedua kurva Bollinger Bands melebar dan pergerakan kurva moving average naik (untuk uptrend) atau turun (untuk downtrend).

    3. Pada umumnya SL dan TP ditentukan dari level-level resistance atau support yang terdekat dengan time frame trading Anda. Kalau tidak tampak level-level resistance atau support-nya maka bisa menggunakan bantuan Fibonacci retracement atau expansion.

    Yang paling penting adalah gunakan money management
    , yaitu dengan:
    - Menentukan SL berdasarkan besarnya resiko yang Anda sepakati. Baca: Belajar Memahami Money Management
    - Menentukan TP minimal sama dengan SL sehingga risk/reward ratio Anda minimal adalah 1:1. Kalau mungkin usahakan lebih besar dari 1:1.
    Kalau dari analisa tidak memungkinkan untuk menentukan risk/reward ratio minimal = 1:1 maka sebaiknya tidak entry.

    Keser 07 Dec 2017 10:42

    - intinya harus hati-hati dan rajin mengamati chart karena baik adx, bb dan ma akan sewaktu-waktu bisa berubah arah(secara teknikal), jika tidak rajin memantau sangat mungkin arah pergerakan harga akan berubah haluan. Hal ini berarti jika kita menggunakan set N forget sangat tidak efektif untuk trading harian(begitukah).
    - Bagaimana pula dengan pemasangan SL, candle akan lebih respect  pada Sup Res mdasarkan pola candle(horizoneline), fibonacci level, BB, MA atau ATR?
    - aksi open posisi(instan execusi pada candle engulfing) tkadang harga justru bgerak bkebalikan(retrace) meski akhirnya ke trend utamanya. Nah sebaiknya(idealnya) berapa besaran   untuk SL agar tidak mudah tsentuh dan  TP yang paling efektif agar tidak alami floating terlalu lama pada trading harian(H1-H4). Karena saya sering pasang SL TP - 50 : 50 tidak kesampaian, akhirnya saya clossing meski profit tidak optimal.
    makasih

    M Singgih 11 Dec 2017 00:05

    @ Keser:

    - Kalau Anda telah memasang SL dan TP, maka bisa set n forget. Baca juga: Masuk Pasar Dan Lupakan Trading, Lanjutkan Aktivitas Sehari-hari

    - Biasanya SL diset disekitar level support dan resistance horisontal, atau disekitar garis trend. Kalau level support / resistance horisontal tidak kelihatan atau meragukan, gunakan Fibonacci retracement atau expansion. BB, MA dan ATR adalah pilihan alternatif.

    - Kalau tidak salah pertanyaan tsb sudah pernah Anda tanyakan dan pernah saya jawab. SL diset pada level support dan resistance terdekat, dan volume tradingnya disesuaikan dengan resiko yang Anda tetapkan. Risk/reward ratio minimal 1:1. Baca juga: Belajar Memahami Money Management
    Usahakan jangan mengintervensi SL / TP yang sudah ditentukan. Kalau trend sedang kuat gunakan fasilitas trailing stop.

    Muhammad Yusuf 1816 1 Balasan
    coach, katakanlah saya menggunakan TF H1 untuk entry dan trendnya uptrend seperti GBPUSD saat ini, tapi di tf h4 terlihat sideways dan mendekati level resistance disana apakah ini bisa diartikan bahwa trend H1 akan berubah turun sampai menuju suport di H4?

    Dan di TF D1 naik, saya masih kesulitan untuk mengambil keputusan bahwa trend yang saya ambil naik atau turun, saya berusaha semaksimal mungkin tujuan dan tahapan trading saya jelas coach. btw saya mengalami margin call tadi siang karena mengira GBP akan menguat lagi setelah false break di H1 dan memasang lot sebesar2nya. bagaimana masukannya master?

    M Singgih 30 Nov 2017 08:21

    @ Muhammad Yusuf:

    Saat ini (30 November pagi) GBP/USD baik yang time frame D1, H4 maupun H1 sedang uptrend. Tanggal 28 November tf H4 downtrend (koreksi) dan H1 juga downtrend.

    Kalau time frame trading utama Anda di H1, lihat trend di H4 dan ambil momentum entry di tf M15 dengan indikator oscillator. Sesuaikan posisi entry dengan arah trend.

    Kami sarankan agar selalu menggunakan money management. Setiap mau ambil posisi (buy atau sell), tentukan besarnya resiko sesuai dengan yang Anda inginkan, biasanya antara 1% sampai 5% dari equity. Kemudian sesuaikan besarnya lot dengan resiko (stop loss). Baca: Belajar Memahami Money Management

    Musya 2266 1 Balasan
    mau bertanya, untuk menarik garis trendline berapa periode ke belakang jika menggunakan TF h4?

    jika saya menggunakan separator di h4, apakah utk menarik trendline mis.uptrend dr ttk terendah periode sblmnya ke priode berikutnya?
    jd brp minggu kebelakang utk tf h4?

    M Singgih 21 Nov 2017 10:52

    @ Musya:

    Untuk menarik garis trend, teorinya menghubungkan minimal 2 titik terendah yang saling berdekatan (untuk uptrend), atau menghubungkan minimal 2 titik tertinggi yang saling berdekatan (untuk downtrend). Tetapi dalam prakteknya, garis trend yang akurat harus disesuaikan dengan level-level support atau resistance.

    Berikut contoh garis trend (untuk downtrend) pada AUD/USD H4 hari ini (21 November 2017), dengan time separator seperti yang Anda maksud:



    Titik 1 dan 2 memang titik tertinggi yang saling berdekatan, tetapi jika Anda paksakan menarik garis downtrend dari titik 1 dan 2 maka akan tidak relevan dengan kondisi pergerakan harga saat ini karena titik 2 bukan support ataupun resistance yang signifikan. Tampak bahwa titik 3 adalah level resistance yang signifikan, sehingga Anda bisa menghubungkan titik 1 dimana ada level resistance yang signifikan dengan titik 3.

    Jadi penarikan garis trend harus disesuaikan dengan level-level support atau resistance yang signifikan untuk menjamin validitasnya. Waktu penarikan dan time separator tidak berpengaruh, yang penting level-level support atau resistancenya.

    Ivan Chandra 1328 1 Balasan
    Gan, saya masih kesulitan menentukan arah trend harga.  Mohon bantuannya.Juga, indikator  apa yang agan biasanya pake?  Saya masih bingung indikator apa yang Bagus. Mohon bantuannya. Makasih :)

    Basir 23 Jun 2017 07:28

    Untuk Ivan Chandra..

    Jika dikelompokan, tren harga bisa dikelompokan menjadi jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, terkhusus para Scalper, bisa dideteksi dengan menggunakan TF pendek yaitu di TF M5 dengan bantuan Oscillator.

    Demikian pun dengan menengah dan jangka panjang. Secara pribadi saya menggunakan indikator ini sebagai alat bantu analisa.

    Namun demikian anda beberap indikator yang bisa menganalisa perubahan arah trend secara khusus. Untuk ulasannya salah satunya anda bisa simak di Indikator Trend.

    Baca Juga:
    5 Tips Jitu Untuk Trading Mengikuti Tren
    3 Cara Untuk Mengetahui Penerusan Tren
    Sistem Trading Triple Screen


    Thanks

    Reddy 3032 3 Balasan
    bagaimana cara mengedit garis tren / memotong supaya nggak keliahatan terlalu panjang

    Basir 06 Mar 2017 11:32

    Untuk Reddy..

    Setelah membuat dan menarig garis trend line. Arahkan Mouse ke chart tersebut. Klik Kanan. Pilih Objects List. Pilih Edit. Pilih parameter. Hilangkan centangan pada Ray.

    Anda bisa memperpanjang atau memperpendek trendline dengan klik centang atau menghilangkan centang pada Trendlind di kolom Objects.

    Thanks.

    Akbar 07 Mar 2017 08:51

    Gampangnya tinggal diklik aja garis trend, terus ada tanda kotak putih kecil di ujung itu bisa diklik 2x terus didrag... digeser ke kanan atau kekiri. dari situ garis trend bisa diperpanjang/diperpendek.

    Reddy 07 Mar 2017 10:20

    Terima kasih Pa / Bu atas informasinya.   Salam,   Reddy
    Dian Natha 4721 1 Balasan
    permisi admin, saya ada pertanyaan, apakah pair EUR/USD akan selalu mengalami kondisi sideways pada saat pagi hari waktu WIB atau pada saat market tutup? kalau iya, pada jam berapa saja biasa market mulai mengalami sideways dan sampai jam berapa? kalau tidak, kapan sih tren sideways bisa terjadi? apa yg mempengaruhinya? trimakasih admin.

    M Singgih 31 Oct 2016 02:23

    @ Dian Natha:

    - …. apakah pair EUR/USD akan selalu mengalami kondisi sideways pada saat pagi hari waktu WIB atau pada saat market tutup?

    Jawaban:bukan sideways tetapi choppy atau bergerak tidak beraturan dengan range yang sempit. Biasanya kondisi ini terjadi saat penutupan pasar New York (sekitar jam 4 WIB) hingga pembukaan pasar Eropa (sekitar jam 13:00 WIB). Jadi di sesi Asia (antara jam 5 hingga jam 13 WIB) sering kali EUR/USD bergerak choppy, meskipun tidak selalu. Kadang-kadang memang range-nya bisa tinggi tetapi sangat jarang terjadi.
    Berikut ini EUR/USD M15 pada Jum’at lalu (28 Oktober 2016) antara jam 4:30 hingga jam 13 WIB:



    Jika Anda perhatikan range-nya hanya 18 pip, dan tentu akan sulit melakukan trading pada kondisi pasar yang demikian.

    - …. pada jam berapa saja biasa market mulai mengalami sideways dan sampai jam berapa?
    Jawaban: pada keadaan sideways range tradingnya jelas dengan level-level support dan resistance tertentu, jadi Anda bisa trading dengan strategi buy the dip dan sell the rally atau dengan strategi breakout. Biasanya kondisi sideways akan lebih valid jika terjadi pada time frame yang lebih tinggi, seperti pada EUR/USD antara bulan Desember 2015 hingga Pebruari 2016 berikut ini:



    Perhatikan range-nya sekitar 180 pip dengan level resistance dan support yang jelas sehingga Anda bisa trading dengan agak leluasa.

    - …. kapan sih tren sideways bisa terjadi? apa yg mempengaruhinya?
    Jawaban: terjadinya trend sideways tidak bisa dipastikan waktunya, sepenuhnya tergantung dari sentimen pasar dan perilaku para pelaku pasar terutama big boys dalam menggerakkan harga. Biasanya kalau tidak ada stimulan (perangsang) yang membuat pasar bergerak (terutama dari faktor fundamental), maka antara buyer dan seller akan saling menunggu sehingga terjadi pergerakan sideways.

    Leo 3538 1 Balasan
    Bagaimana cara membedakan konsolidasi yang akan meneruskan trend dan yang akan reversal?

    M Singgih 23 Aug 2016 04:18

    @ Leo:
    Dengan melihat kecenderungan arah sentimen yang bisa dipantau dari indikator teknikal. Biasanya dengan indikator MACD, Bollinger Bands, parabolic SAR, RSI dan ADX.
    Konsolidasi bisa terjadi untuk waktu yang lama yaitu berupa pergerakan sideways, atau dalam waktu yang relatif singkat yaitu berupa inside bar.
    Pergerakan sideways bisa break pada level resistance untuk selanjutnya bergerak uptrend atau break pada level support untuk selanjutnya bergerak downtrend. Inside bar bisa break pada level tertinggi mother bar untuk selanjutnya bergerak uptrend atau break pada level terendah mother bar untuk selanjutnya bergerak downtrend.

    Berikut contoh keadaan konsolidasi yang berupa pergerakan sideways dan inside bar:



    EUR/USD daily: sebelumnya downtrend, kemudian sideways. Namun sentimennya akan uptrend, tampak dari titik indikator parabolic SAR yang berada dibawah bar candlestick dan indikator ADX yang berwarna hijau (dominan bullish). Ketika harga break level resistance dan kurva indikator MACD berada diatas kurva sinyal (warna merah), dan harga bergerak pada kurva upper band indikator Bollinger Bands, maka pergerakan uptrend terkonfirmasi (dalam hal ini reversal).

    Demikian juga AUD/USD daily, sebelumnya downtrend hingga terbentuk inside bar. Sentimen sedang uptrend, tampak dari harga yang bergerak diatas kurva middle band indikator Bollinger Bands, kurva indikator MACD yang berada diatas kurva sinyal (warna merah) dan kurva indikator RSI yang berada diatas level 50.0. Ketika harga break level tertinggi mother bar dan titik indikator parabolic SAR berpindah kebawah bar candlestick, maka pergerakan uptrend terkonfirmasi (dalam hal ini reversal).
    Semoga bisa membantu.

    Dedi 1769 1 Balasan
    Apa betul jika sudah mulai jam 00.00 wib. Harga cenderung sideways

    M Singgih 13 May 2016 02:34

    @ dedi:
    Biasanya setelah jam 00:00 WIB volatilitas pasar forex memang rendah dan cenderung bergerak sideways (ranging), kecuali kalau ada event FOMC meeting, konperensi pers atau pidato petinggi The Fed atau rilis FOMC meeting minutes. Pada waktu tersebut yang aktif hanya pasar New York, pasar London baru saja tutup. Dan pada jam tersebut kebanyakan para pelaku pasar sedang istirahat lunch. Kalau tidak ada event penting biasanya volatilitas akan rendah hingga sesi Asia buka.
    Berikut contoh pergerakan harga pasangan mata uang utama tanggal 6 Mei 2016 jam 00:00 WIB keatas (warna kuning). Tampak yang volatilitasnya agak tinggi hanya GBP/USD dan USD/CAD.


    Agung 23246 5 Balasan
    Bagaimana cara mengetahui harga hanya koreksi atau benar-benar terjadi pembalikan trend?

    Basir 28 Apr 2016 07:20

    Untuk Agung..

    Contoh dari koreksi adalah ketika harga  mengalami trend naik. mundur sebentar. terus lanjut naik. begitupun sebaliknya. Sebuah mata uang terkoreksi bisa dilihat ketika sedang naik naiknya kemudian berhenti, melemah sebentar dan lalu melanjutkan trennya kembali. Secara teknikal bisa dilihat  dengan pola stochastic oscillator. namun tentunya dalam hal ini harus selaras dengan TF yang di gunakan.

    Untuk mengetahui pembalikan trend, bisa digolongkan sebagai pola pembalikan arah (reversal pattern), ditandai dengan adanya pola  yang mulai melemah dan kesulitan untuk melanjutkan trend. Pola bullish reversal contohnya, atau pembalikan arah naik, memerlukan adanya trend turun yang terjadi sebelumnya. Sebaliknya untuk bearish reversal, atau pembalikan arah turun, memerlukan adanya trend naik sebelumnya.

    Thanks.

    Helmi 28 Apr 2016 08:30

    Pagi master..

    bagaimana cara baca pola stochastic oscillator untk mengenali koreksi?

    Basir 28 Apr 2016 09:00

    Untuk Helmi..

    Untuk hal ini perlu mengetahui cara kerja dari indikator tersebut. Sebagaimana diketahui, Stochastic memiliki skala antara 0 sampai 100 dan memiliki dua baris, yaitu: %K untuk fast line dan %D untuk slow line. Ada beberapa cara membaca pergerakan stochastic dari mulai melihat garis yang saling melintang, membandingkan pergerakan stochastic dengan pergerakan harga, dan dengan melihat garis overbought/oversold.

    Level overbought dan oversold pada stochastic oscillator dapat diterapkan dengan angka yang berbeda sesuai dengan preferensi masing-masing trader. Namun yang banyak digunakan secara luas adalah level 80 keatas untuk overbought dan level 20 kebawah untuk oversold.

    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa stochastic berfungsi untuk melihat adanya perubahan momentum pada pergerakan harga, yang biasanya menjadi awal dari peralihan sebuah trend.

    • Apabila garis-garis stochastic %K dan %D saling menyilang (cross), maka ini menunjukan bahwa sedang terjadi perubahan momentum arah trend. (Posisi "crossing" ini bisa juga digunakan sebagai indikasi entry dan exit transaksi.)

    • Apabila stochastic melewati batas level 80, itu menunjukan bahwa harga sedang berada di overbought. Begitu juga sebaliknya apabila stochastic melewati batas level 20, berarti harga sedang berada di oversold.

    • Apabila stochastic tetap berada diatas level 80, maka itu menunjukan sedang terjadi uptrend. Begitu juga sebaliknya, jika stochastic tetap di bawah level 20, berarti sedang terjadi downtrend.

    Jika stochastic keluar dari level 80 dan menuju ke bawah, hal itu menunjukan bahwa sedang terjadi koreksi dan terjadi perubahan momentum dan mungkin bisa membentuk downtrend. Begitu pula sebaliknya.

    Dengan membaca sinyal yang diberikan dari indikator stochastic, setidaknya anda dapat melihat harga yang sedang berada di high atau low. Pergerakan yang diperlihatkan didalam stochastic dapat anda pergunakan ketika memasuki pasar ataupun keluar pasar.

    Thanks.

    Helmi 28 Apr 2016 15:19

    Makasih master atas jawabannya..

    satu lagi nih, itu garis stochastic yang dipakai acuan keluar level 80 dan menandakan koreksi, garis yang manakah? %k atau %d? thanks

    Basir 01 May 2016 21:54

    Untuk Helmi..

    Antara %k dan %d, hampir berdekatan. Keduanya bisa di jadikan acuan dengan tetap berhati-hati.

    Thanks.

    Andre 2024 2 Balasan
    Apa tandanya kalau hari berikutnya market akan bergerak trending atau ranging,dan dalam range yang besar atau kecil?

    Basir 16 Feb 2016 10:23

    Untuk Andre..

    Perhatikan data yang akan dirilis. Jika ada data High Impact maka perlu berhati-hati. Perhatikan pola candle juga. Ada beberapa pola candle yang memberikan sinyal bahwa pasar akan berlanjut bergerak atau sebaliknya. Anda bisa menyimak nya di Pola Candle.

    Thanks.

    M Singgih 23 Feb 2016 00:54

    @ andre:
    Untuk pergerakan yang akan trending bisa diantisipasi dari pola pergerakan harga saat ini (pola-pola pada chart), tetapi untuk yang kondisi ranging atau sideways sulit diprediksi.
    Harga akan bergerak meneruskan trend jika terbentuk pola-pola flag (bendera), pennant atau wedge, dan akan bergerak dengan trend yang berlawanan (terjadi pembalikan arah trend) jika terbentuk pola-pola double top, double bottom atau head and shoulders.
    Berikut contoh pembalikan arah trend (trend reversal) yang terjadi setelah terbentuknya formasi double top. Anda bisa mengantisipasi ketika pola tersebut terbentuk dan open sell ketika harga menembus level support.

    Mulyono 1398 1 Balasan
    master tolong jelasin kalo bullish profit ane rada2 ngerti tapi kalo bearish ane belum mudeng?

    M Singgih 13 Jan 2016 00:27

    @ mulyono:
    Mungkin maksudnya kalau pergerakan harganya bullish Anda profit, atau profit yang Anda peroleh jika harga bergerak bullish, dalam hal ini Anda membuka posisi buy.
    Untuk bearish profit kebalikannya, kalau pergerakan harganya bearish Anda profit, atau profit yang Anda peroleh jika harga bergerak bearish, dalam hal ini Anda membuka posisi sell.