Strategi Pivot Point Dengan Price Action

Kiki R 20 Oct 2020 Dibaca Normal 10 Menit
forex > strategi >   #pivot-point   #price-action
Pivot Point merupakan alat bantu analisis yang tepat untuk menemukan harga entry terbaik saat trading forex. Ini cara menggunakannya.

Salah satu tantangan terberat bagi trader adalah menemukan harga entry yang bagus untuk masuk ke market. Untuk hal ini, alat bantu (tools) yang bisa digunakan untuk menemukan level entry yang bagus adalah pivot point. Artikel ini akan mengulas apa itu pivot point dan bagaimana cara menggunakannya untuk menemukan harga entry saat trading forex.

 

Apa itu Pivot Point?

Pivot point menggambarkan level harga yang digunakan oleh para floor trader untuk menentukan arah pergerakan atau level harga yang berpotensi sebagai support/resistance. Pivot point awalnya diciptakan oleh floor trader untuk menandai level kunci support dan resistance berdasarkan harga tertinggi (high), harga terendah (low) dan harga penutupan (close). Pivot point menjadi populer ketika para floor trader ini mulai menggunakannya.

Pivot point adalah level harga yang menunjukkan area potensi harga akan berbalik atau reversal. Pivot point termasuk indikator yang akurat, karena sebagian besar trader mengawasi atau memperhatikan level pivot. Banyak trader jangka pendek seperti intraday trader atau daytrader menggunakan pivot point sebagai acuan trading.

Ketika trading dengan pivot point, aturannya hampir mirip seperti saat menggunakan support dan resistance. Trader jangka pendek akan mengawasi pivot point harian karena dianggap sebagai level kunci atau key level dalam time frame intraday. 

 

Bagaimana Cara Menghitung Pivot Point?

Perhitungan pivot point standar cukup mudah. Perhitungannya hanya membutuhkan tiga hal, yaitu harga penutupan (close price), harga tertinggi (high) dan harga terendah (low).

Pertama-tama, kita menghitung dulu pivot point (PP). Rumusnya adalah sebagai berikut:

Pivot point (PP) = (harga tertinggi + harga terendah + harga penutupan) / 3 atau (H + L + C) / 3

Setelah mendapatkah harga pivot (PP), selanjutnya menghitung pivot point atas sebagai resisten (R) dan pivot point bawah (S) sebagai support. Rincian rumus untuk S1, S2, S3, R1, R2 dan R3 sebagai berikut:

R3 = Harga tertinggi + 2 x (PP - harga terendah)
R2 = PP + (harga tertinggi - harga terendah)
R1 = (2 x PP) - harga terendah

S1 = (2 x PP) - harga tertinggi 
S2 = PP - (harga tertinggi - harga terendah)
S3 = harga terendah -  2 x (harga tertinggi - PP)

 

Jenis Pivot Point

Ada lima (5) jenis pivot point, yaitu Pivot Point Standar, Pivot Point Woodie, Pivot Point Camarilla, Pivot Point Demark, dan Pivot Point Fibonacci. Di antaranya, tipe standar adalah yang paling populer dan banyak digunakan oleh para trader. Tapi, tak ada salahnya kita mengenal kelima jenis pivot point tersebut.

  • Pivot Point Standar

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pivot point standar ini adalah jenis pivot point yang digunakan oleh floor trader. Harga pivot point (PP) menggambarkan nilai keseimbangan antara pembeli (buyer) dan penjual (seller) intraday, sekaligus merupakan harga yang biasanya terjadi dengan volume besar. Alasannya karena floor trader menggunakan PP sebagai level utama harian dan kebanyakan order yang ada di market diletakkan di antara PP dan level pertama (S1 dan R1).

Alasan utama kenapa pivot point bekerja dengan baik di grafik harga adalah karena banyak trader yang menggunakan level tersebut sebagai support dan resistance, sehingga akan melakukan trading ketika menyentuh level tersebut.

 

  • Pivot Point Woodie

Pivot Point Woodie memberikan penambahan bobot tertentu ke harga penutupan terakhir (previouse close price). Penjelasan dibalik penggunakan pivot point jenis ini adalah fakta bahwa kebanyakan trader meyakini bawah harga tertinggi (high) dan harga terendah (low) harian merupakan gambaran emosi dari market, sedangkan harga pembukaan dan penutupan lebih tepat sebagai perwakilan sentimen market.

Rumus pivot point woodie:

Pivot point (PP) = (harga tertinggi + harga terendah + 2 x harga penutupan) / 4

R3 = Harga tertinggi + 2 x (PP - harga terendah)
R2 = PP + (harga tertinggi - harga terendah)
R1 = (2 x PP) - harga terendah

S1 = (2 x PP) - harga tertinggi 
S2 = PP - (harga tertinggi - harga terendah)
S3 = harga terendah -  2 x (harga tertinggi - PP)

Jadi, yang membedakan perhitungan Pivot Point Standar dengan Pivot Point Woodie adalah adanya pengalian dua dari harga penutupan untuk menentukan nilai pivot point-nya.

 

  • Pivot Point Camarilla

Pivot Point Camarilla dikembangkan pada tahun 1989 oleh Nick Stott. Nilai pivot point (PP) dihitung menggunakan rumus yang sama seperti pivot point standar, tetapi nilai level support dan resistance dihitung menggunakan besaran pengali tertentu. Konsep utama metode ini adalah secara alami pergerakan harga akan cenderung kembali ke level rata-ratanya atau dalam hal ini, harga penutupan hari sebelumnya.

Ada 8 level yang digunakan dalam pivot point jenis ini, yaitu 4 level resistance (R1, R2, R3, R4) dan 4 level support (S1, S2, S3, S4). Rumus Pivot Point Camarilla:

Pivot point (PP) = (harga tertinggi + harga terendah + harga penutupan) / 3 atau (H + L + C) / 3

R4 = harga penutupan + ((harga tertinggi - harga terendah) x 1.5000)
R3 = harga penutupan + ((harga tertinggi - harga terendah) x 1.2500)
R2 = harga penutupan + ((harga tertinggi - harga terendah) x 1.1666)
R1 = harga penutupan + ((harga tertinggi - harga terendah) x 1.0833)

S1 = harga penutupan - ((harga tertinggi - harga terendah) x 1.0833)
S2 = harga penutupan - ((harga tertinggi - harga terendah) x 1.1666)
S3 = harga penutupan - ((harga tertinggi - harga terendah) x 1.2500)
S4 = harga penutupan - ((harga tertinggi - harga terendah) x 1.5000)

 

  • Pivot Point Demark

Pivot Point Demark diperkenalkan pertama kali oleh Tom Demark. Pivot point jenis ini sangat berbeda dengan jenis pivot point lainnya dan hanya mempunyai satu level support dan resistance, yaitu S1 dan R1. Pivot point ini mempunyai kondisi alami antara harga pembukaan (open price) dan harga penutupan (close price). Demark menggunakan angka X untuk menghitung level resistance atas dan level support bawah.

Rumus Pivot Point Demark:

Jika harga penutupan > harga pembukaan, maka nilai X = (2 x harga tertinggi) + harga terendah + harga penutupan.
Jika harga penutupan < harga pembukaan, maka nilai X = harga tertinggi+ (2 x harga tertinggi) + harga penutupan.
Jika harga penutupan = harga pembukaan, maka nilai X = harga tertinggi + harga terendah + (2 x harga penutupan).

Pivot point = X / 4
R1 = X / 2 - harga terendah
S1 = X /2 - harga tertinggi

 

  • Pivot Point Fibonacci

Pivot Point Fibonacci menggunakan rumus yang sama seperti Pivot Point Standar. Perbedaannya terletak pada penentuan nilai support dan resistance yang dihitung menggunakan level retracement dan level ekstensi dari rentang pergerakan harga pada sesi sebelumnya. Rumus Pivot Point Fibonacci:

Pivot point (PP) = (harga tertinggi + harga terendah + harga penutupan) / 3 atau (H + L + C) / 3

R3 = PP + ((harga tertinggi - harga terendah) x 1.000)
R2 = PP + ((harga tertinggi - harga terendah) x 0.618)
R1 = PP + ((harga tertinggi - harga terendah) x 0.382)

S1 = PP - ((harga tertinggi - harga terendah) x 0.382)
S2 = PP - ((harga tertinggi - harga terendah) x 0.618)
S3 = PP - ((harga tertinggi - harga terendah) x 1.000)

 

Cara Membaca Pivot Point

Pivot point merupakan salah satu indikator leading dan bisa menjadi acuan trader untuk entry market. Secara umum, pembacaan pivot point adalah sebagai berikut:

  • Jika harga di bawah pivot, maka sentimen dianggap bearish.
  • Jika harga di atas pivot, maka sentimen dianggap bullish
  • Jika harga turun di bawah pivot, target pertama adalah S1. Jika harga berhasil turun di bawah S1, maka target berikutnya adalah S2. Jika harga berhasil turun di bawah S2, maka target berikutnya adalah S3.
  • Jika harga naik di atas pivot, maka target pertama adalah R1. Jika harga berhasil naik di atas R1, maka target berikutnya adalah R2. Jika harga berhasil naik di atas R2, maka target berikutnya adalah R3.

 

Menambahkan Pivot Point pada Grafik untuk Trading

Anda bisa menambahkan pivot point ke dalam grafik menggunakan empat (4) cara, yaitu menghitung manual, menggunakan kalkulator pivot point, mengambil dari website yang menyediakan tabel nilai pivot point secara update, atau menggunakan indikator pivot point. Berikut ini penjelasannya:

 

  • Cara Manual

Anda dapat menghitung 7 level pivot point di atas secara manual, kemudian menambahkannya ke dalam grafik. Ke-7 level ini meliputi 1 level tengah sebagai pivot point (PP), 3 level sebagai resistance (R1, R2, dan R3) dan 3 level sebagai support ( S1, S2, dan S3). Perhitungan nilai pivot beserta level support dan resistennya bisa dilihat di atas.

Strategi Pivot Point

 

  • Kalkulator Pivot Point

Ada banyak kalkulator pivot point yang tersedia di internet saat ini, salah satunya seperti yang tampil di bawah ini:

Kalkulator Pivot Point

Anda cukup memasukkan tiga angka ke dalam kalkulator, yaitu harga tertinggi (high), harga terendah (low) dan harga penutupan (close) dari hari perdagangan sebelumnya. Klik Hitung, kemudian kalkulator akan menghitung otomatis nilai ketujuh level pivot point hari ini. Setelah level-level tersebut muncul, Anda tinggal menandainya pada grafik. Selain itu, Anda juga bisa mengganti jenis pivotnya ke jenis lainnya seperti Woodie, Camarilla, atau De Mark.

 

  • Tabel Pivot Point

Saat ini, Anda tidak perlu capek-capek lagi menghitung nilai pivot point. Sudah banyak website yang menyediakan nilai pivot point untuk beragam pair forex yang di-update secara berkala. Salah satunya adalah Inbizia yang menampilkan pivot point (standar) dari tiga time frame, yaitu 4 jam (H4), harian (Daily) dan mingguan (Weekly), lengkap tersedia untuk 28 pasangan mata uang (pair). Silakan lihat pada tautan berikut ini.

Tabel Pivot Point

 

Cara Trading Pivot Point Dipadukan dengan Price Action

Memadukan strategi trading pivot point dengan price action cukup sederhana. Trading pivot point bisa menggunakan skenario breakout atau reversal (bounce). Kali ini, saya akan berikan contoh cara trading untuk skenario reversal (bounce).

Pertama, tentukan dulu sentimen harganya

  • Jika harga di bawah pivot, maka sentimen dianggap bearish. Sentimen bearish maka posisi yang akan diambil adalah sell.
  • Jika harga di atas pivot, maka sentimen dianggap bullish. Sentimen bullish maka posisi yang akan diambil adalah buy.

Kedua, tentukan sinyal entry

Sebagai contoh, kita menggunakan sinyal reversal berupa pin bar untuk memasuki market. Jadi ketika harga membentuk sinyal entry ketika tertahan pada level pivot atau support/resistance, maka posisi entry bisa diambil. Anda juga bisa menggunakan sinyal lainnya seperti pola engulfing atau inside bar.

Ketiga, tentukan skenario entry dan exit.

  • Jika harga tertahan di bawah pivot point (PP) dan ditutup pada level tersebut, maka posisi sell bisa diambil dengan stop loss (SL) beberapa poin di atas PP dan take profit (TP) di sekitar harga S1.
  • Jika harga bergerak turun terus dan menembus S1, Anda bisa memindahkan SL beberapa poin di atas S1 dan target profit berikutnya pada S2. Biasanya, S2 adalah level terendah dari pergerakan mata uang harian, jadi disarankan untuk menutup transaksi pada level ini.
  • Jika harga tertahan di atas PP dan ditutup pada level itu, maka posisi buy bisa diambil dengan SL beberapa poin di bawah PP dan TP sekitar harga R1.
  • Jika harga naik terus dan menembus R1, Anda bisa memindahkan SL ke bawah R1 dan target profit berikutnya ke level R2.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang ingin mempelajari strategi pivot point untuk trading.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Sivi |  26 Jun 2012

master, saya ingin tanya tentang price action. bagaimana cara menggunakannya, dan bagaimana cara analisanya? terima kasih

Lihat Reply [38]

@ Herald Parhusip:

MA maupun EMA adalah indikator yang dihitung secara matematis, dan bukan digunakan untuk mendeteksi price action, tetapi untuk mengkonfirmasi valid atau tidaknya price action.

Sedangkan price action adalah sebuah bar candlestick atau beberapa bar candlestick yang membentuk formasi atau pola tertentu.
Bar candlestick tunggal yang membentuk formasi tertentu misalnya pin bar dan doji. Beberapa bar candlestick yang membentuk pola tertentu misalnya bullish atau bearish engulfing, morning star atau evening star dsb.

Mengenai MA dan EMA, EMA responnya lebih cepat karena pembobotan pada rata-rata harga terakhir lebih besar dibandingkan dengan MA yang konstan (tetap). Penggunaan MA atau EMA yang akurat harus melalui backtest atau forward test, mana yang lebih akurat sebagai support atau resistance dinamis. Untuk time frame rendah biasanya digunakan EMA karena responnya lebih cepat.

- …. bagaimana kita tau trbentuk nya pin bar?

Bentuk pin bar seperti ini:  Bentuk pin bar



Pin bar mengisyaratkan kemungkinan terjadi reversal (pembalikan) arah pergerakan harga. Yang sebelah kiri pin bar untuk bearish reversal, dan yang sebelah kanan pin bar untuk bullish reversal. Untuk mengetahui terbentuknya pin bar adalah dengan pengamatan. Apakah dalam rentetan candlestick pada pergerakan harga terdapat formasi pin bar atau tidak. Contohnya ada pada artikel tersebut.

M Singgih   8 Oct 2018

Price action itu artinya aksi harga. Biasanya mereka yang trade menggunakan PA ini adalah menggunakan pola pergerakan candle.

Salah satu Pola Price action adalah Pola PIN BAR.  PIN BAR merupakan salah satu Price Action / aksi dari pergerakan harga  yang sering muncul saat  tekanan jual / beli sangat Kuat, tetapi  setelah penutupan harga dan pembukaan harga baru, candle sebelumnya menyisakan atau memperlihatkan garis panjang.

Bagaimana cara melatihnya,

1. Anda buka chart semua  TF . silahkan anda amati pola dari Pin Bar ini.
2. Dalam TF h1 - D1 Tekanan Pin bar ini sangat Kuat
3. Dalam Prakteknya anda bisa menempatkan indikator pembantu lainnya seperti daily pivot

Thanks

Basir   26 Jun 2012

@ Sivi:

Jika diartikan secara harfiah, Price Action berarti pergerakan harga. Secara lebih lanjut, strategi Price Action didefinisikan sebagai aktivitas trading yang dilakukan dengan mengandalkan pada pengamatan pergerakan harga, termasuk pengambilan keputusan untuk entry dan exit-nya. Strategi ini juga banyak digemari oleh trader, karena tak perlu penggunaan indikator teknikal yg kerap dianggap rumit. Ulasan mengenai strategi Price Action berikut cara analisanya bisa Anda baca di sini:

Terima kasih.

M Singgih   2 Oct 2019

Secara sederhana Price Action diartikn sebagai aksi dari pergerakan harga. Keuntungan utama metode trading price action adalah metode ini bisa digunakan dengan sederhana.

Kita hanya perlu fokus pada pola pergerakan harga pasar apa adanya serta level-level support dan resistance. Indikator teknikal sangat minim digunakan, biasanya hanya indikator moving average untuk konfirmasi.

Thanks.

Basir   12 Nov 2014

Strategi ini sederhana tetapi sangat powerful, dan jika diterapkan dengan sabar dan disiplin bisa menjadi acuan yang kuat dalam trading. Price action ini ada banyak versi dan variasinya, dan biasanya dianalisa dengan pola candlestick ataupun pola chart yang memerlukan formasi harga dalam gambaran lebih besar.

Price action biasanya tidak membutuhkan indikator untuk menghasilkan sinyal. Namun bagi yang masih awam atau pemula, indikator untuk price action biasanya masih dibutuhkan untuk mengkonfirmasi sinyal.

Thanks

Basir   21 Nov 2014

Untuk Teo

Price action berarti pergerakan harga. Price action trading bisa diartikan trading dengan lebih mengandalkan pada pengamatan pergerakan harga itu sendiri. Dengan demikian keputusan untuk entry ataupun exit lebih didasarkan pada perubahan pola, bentuk atau setup formasi bar candlestick.

Trading dengan cara ini tidak menggunakan indikator teknikal yang dianggap lagging atau selalu ketinggalan terhadap perubahan harga pasar. Alat bantu teknikal hanya terbatas pada indikator moving average, garis-garis horisontal dan garis-garis level Fibonacci retracement untuk membantu menentukan arah trend dan level-level support maupun resistance.

Trader percaya bahwa perubahan sentimen pelaku pasar dalam periode waktu tertentu telah tercermin dalam pola, bentuk atau setup formasi candlestick. Price action tidak bisa digolongkan seratus persen dalam analisa teknikal karena sangat sedikit sekali menggunakan indikator teknikal.

Saya belum menemukan indikator pendeteksi price action, namun anda bisa menggunakan candle sebagai indikatornya.

Thanks.

Basir   10 Dec 2015

@ Bashri:
Perbedaannya dimana Pak? Menurut saya dasar-dasar price action sama saja, mungkin strategi tradingnya berbeda tergantung dari bagaimana menerapkannya.

Kalau di artikel-artikel kami tentang price action sebagian besar bersumber dari Nial Fuller, dan Nial sendiri selalu menerapkan strategi tradingnya berdasarkan price action, dan menurut dia profitable. Ia juga pernah memenangkan kompetisi trading dengan strategi price action tsb (baca: Nial Fuller Wins Million Dollar Trader Competition ).

M Singgih   27 Aug 2016

Untuk Erwin Tembesi..

Price Action bisa diterapkan di segala jenis pasar, hanya saja tingkat kekuatannya bisa berbeda-beda. Price Action sendiri merupakan alat bantu, sama halnya dengan indikator lainnya yang digunakan untuk menganalisa pergerakan harga.

Thanks

Basir   25 Jul 2017

@ Risa Sri Mulyanti:

- Benar, harus dikonfirmasi oleh bar berikutnya dan juga indikator teknikal dan alat bantu level resistance atau support (kalau tidak kelihatan dari pengamatan bisa dengan bantuan Fibonacci retracement atau expansion).

- Cara eksekusinya bisa dengan instant execution (berdasarkan market price) atau dengan pending order pada level resistance atau support tertentu.
Kalau Anda belum berpengalaman sebaiknya dengan pending order supaya kalau gagal, order tersebut bisa Anda batalkan (cancel), tetapi harus ada level resistance atau support sebagai patokan untuk entry. Kalau tidak tampak adanya level resistance / support untuk patokan maka Anda harus entry dengan instant execution.

Jenis pending ordernya (stop atau limit) tergantung dari kondisi pergerakan harga yang telah dikonfirmasi oleh indikator teknikal. Jangan lupa selalu memasang stop loss dan target profit.

Berikut ini contoh pada EUR/USD daily:


Pada (1) trend sudah mulai turun (ADX dibawah level 25), tetapi kurva indikator RSI gagal menembus level 50 (center line) dan harga kembali naik.
Setelah ada konfirmasi bahwa kemungkinan harga akan bergerak turun, maka Anda bisa memasang order sell stop pada level A, yaitu level support terdekat.

Konfirmasinya oleh:
- Terbentuknya formasi shooting star yang mengindikasikan pergerakan bearish,
- Harga telah menembus kurva middle band indikator Bollinger Bands,
- Kurva RSI telah menembus level 50,
- Garis histogram ADX telah berganti warna merah (bearish).
Anda juga bisa langsung entry dengan instant execution ketika harga telah menembus kurva middle band indikator Bollinger Bands dan kurva RSI telah menembus level 50, dan garis ADX telah berganti warna merah, tetapi kalau masih ragu atau takut jangan-jangan harga akan kembali naik, sebaiknya pasang pending order sell stop.

- …. trs saya nerapinnya di TF dayly saja tanpa TF lain bisa gk mas?

Jawaban:

Cara trading dengan price action memang berdasarkan time frame trading yang Anda gunakan. Kalau Anda menggunakan time frame daily dan tampak adanya sinyal dari price action maka eksekusi berdasarkan time frame daily tersebut, pada time frame yang lain mungkin saja formasi price action-nya berbeda atau bahkan tidak ada sinyal price action sama sekali.

Kalau Anda trading di time frame rendah (H1 kebawah), sebaiknya melihat arah trend pada time frame yang lebih tinggi (H4 atau daily) untuk memastikan arah pergerakan harga. Anda juga bisa mencari momentum entry yang tepat pada time frame yang lebih rendah. Tetapi kalau Anda masih pemula atau belum banyak pengalaman tidak perlu menerapkan teknik tersebut.

Kalau Anda sudah menggunakan time frame daily cukup dengan sinyal price action dan konfirmasi indikator teknikal pada time frame daily tersebut.

M Singgih   8 Dec 2017

@ Muhammad Yusuf:

Di tanggal pertanyaan Anda (4 Desember 2017), EUR/USD Daily sedang uptrend dengan koreksi (korektif bullish), bukan sideways:

                   

Garis histogram ADX berwarna hijau dan berada diatas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat, dan kurva indikator sma 100 juga membentuk sudut positif (bukan datar).

Sedang di time frame H4 sedang downtrend:

                             

Inside bar, mother bar dan level support berapa yang Anda maksudkan?

Kalau Anda mengikuti cara trading Nial Fuller dengan menggunakan ema 8 & ema 21 di time frame daily, di time frame H4 juga bisa menggunakan ema 8 dan ema 21. Kedua ema tsb dimaksudkan sebagai resistance dan support dinamis.

M Singgih   10 Dec 2017

permisi pak. mau tanya sedikit. indikator moving average periode berapa ya pak untuk mengetahui akan terjadi reversal yang cukup akurat untuk time frame 1 hari..? 

Edwin Widianto   16 Jun 2019

@ edwin widianto:

Pergerakan reversal biasanya diamati dari bentukan price action yang dikonfirmasi dengan indikator trend. Indikator Moving Average (MA) memang bisa digunakan sebagai konfirmator, biasanya dengan 2 MA yang mana kurvanya saling berpototongan (crossing).

Untuk time frame daily biasanya digunakan kombinasi antara SMA 200 dengan SMA 100 atau EMA 100, SMA 89 atau EMA 89, SMA 55 atau EMA 55, SMA 50 atau EMA 50.
SMA 200 daily lazim digunakan trader sebagai acuan arah trend. 

M Singgih   18 Jun 2019

@ Muhammad Yusuf:

Untuk memulai trading dengan price action seperti Nial Fuller maka pertama kali harus bisa membaca arah trend, kondisi yang bagaimana suatu pergerakan harga disebut uptrend atau downtrend. Setelah itu mengetahui formasi price action apa saja yang mempengaruhi arah pergerakan harga sehingga Anda bisa membaca sinyal yang diberikan oleh formasi price action tersebut. 

Resistance dan support baik yang statis (garis horisontal) yang ditentukan dari pengamatan atau Fibonacci (retracement dan expansion), maupun yang dinamis (dari kurva moving average) adalah alat bantu (tools) untuk mengkonfirmasi validitas price action.

- …. dimulai dengan menandai suport resistance weekly lalu dayly kemudian di H4 kah? trend Weekly yang menjadi rujukan?

Jawaban:

Cara yang benar untuk menentukan resistance dan support memang seperti itu, sehingga Anda tahu mana resistance / support utama dan mana yang minor.

- … lalu ema 8+21 bisa diterapkan di weekly dan H4 juga?

Jawaban:

Kalau Nial Fuller memang menerapkan ema 8 dan 21 di semua time frame, tetapi kebanyakan trader hanya menggunakan periode tersebut pada time frame H1 kebawah. Untuk time frame H1 keatas sering kali digunakan ema 34, 55 atau 89. Saya sendiri menggunakan ema 34, 55 atau 89 untuk time frame H1, H4 dan daily, dengan kombinasi sma 200 untuk time frame daily.

- …. untuk entry posisi setup candle pin bar, inside bar, fakey di TF mana yang di ambil? price action di bawah H4 kurang efektif yh karena banyaknya noise?

Jawaban:

Tergantung dari time frame trading utama yang Anda gunakan. Price action mencerminkan sentimen pelaku pasar dan berlaku pada semua time frame. Noise memang bisa mengakibatkan false signal tetapi tidak selalu, karena mana signal yang noise dan mana yang benar kita tidak tahu dengan pasti.
Kalau Anda ingin menghindari noise maka tradinglah pada time frame tinggi seperti yang dilakukan Nial Fuller dan sering disebutkan dalam artikel-artikelnya..

M Singgih   7 Dec 2017

@ Muhammad Yusuf:

- …. gambaran untuk suport resistance kunci maupun jangka pendek untuk EURUSD dan GBPUSD daily saat ini?

Jawaban:

Silakan baca: Analisa Teknikal 7-14 Desember 2017: EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD

- … lalu jika setup pin bar, inside, fakey terbentuk diarea antara EMA 8&21 ditambah adanya suport resistance kunci di area tersebut itu saat yang tepat untuk entry yh?

Jawaban:

 

Belum tentu, harus dikonfirmasi dengan indikator teknikal untuk mengetahui validitas price action tersebut. Seperti fakey bar kan harus dikonfirmasi oleh bar sesudahnya dan juga penunjukan indikator saat itu. Ema 8 dan ema 21 berfungsi sebagai kurva resistance / support.

Kalau harga bergerak diatas kedua kurva tersebut maka cenderung bullish dan sebaliknya jika bergerak dibawah keduanya. Jika berada diantara kedua kurva ema 8 dan ema 21 sebaiknya tunggu tejadinya crossing (perpotongan) keduanya.

M Singgih   12 Dec 2017

@ Anam:

Garis horisontal, maksud Anda level-level resistance dan support?
Tidak ada ketentuan minimal untuk level resistance dan support dalam menerapkan strategi trading dengan price action. Price action adalah sinyal untuk entry. Validitasnya bisa dikonfirmasi dengan indikator teknikal dan juga level resistance atau support.

Level resistance atau support adalah salah satu konfirmatornya, tetapi tidak mutlak. Memang sinyal dari price action tersebut akan lebih kuat (lebih valid) jika terkonfirmasi oleh level resistance atau support.
Baca juga: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action

M Singgih   23 Nov 2018

@ Rommy:

Tidak seperti indikator teknikal yang bersifat lagging atau terlambat dalam merespon pergerakan harga, price action dianggap sebagai leading indicator, atau yang bersifat mendahului pergerakan harga selanjutnya, sehingga dianggap akurat untuk memprediksi pergerakan harga. Yang perlu dipahami dalam trading dengan price action adalah:

1. Memahami bentuk-bentuk bar yang menunjukkan kemungkinan arah pergerakan harga (price action) selanjutnya, dan juga pola-pola chart yang terdiri dari beberapa bar, dan menunjukkan kemungkinan arah pergerakan harga selanjutnya.

2. Dikonfirmasikan dengan indikator trend seperti moving average, MACD, parabolic SAR, Bollinger Bands dan juga ADX. Meskipun indikator teknikal bersifat lagging, tetapi sangat mendukung validitas kemungkinan pergerakan harga selanjutnya yang ditunjukkan oleh price action.

M Singgih   28 Jan 2019

@ edwin widianto:

Untuk pola chart yang bersifat trend continuation adalah pola flag, pennant, triangle dan juga wedge.

Untuk price action, biasanya pin bar yang muncul ditengah trend pergerakan harga, dan memiliki ekor yang searah dengan arah trend. Mengenai pin bar ini, sebaiknya dikonfirmasi dengan indikator teknikal.
Untuk keterangan yang lebih lengkap, silahkan baca: Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action

M Singgih   10 Jun 2019

@ Muhammad Yusuf:

- Belum cukup, harus dikonfirmasi dengan indikator untuk menghindari false break.

- Stochastic termasuk dalam indikator oscillator yang akurat pada kondisi pasar yang sedang sideways, untuk kondisi pasar yang trending penunjukan overbought / oversold pada stochastic akan false (salah).
Stochastic bisa Anda gunakan pada kondisi sideways, sedang pada kondisi trending kami anjurkan menggunakan indikator MACD. Ketika sideways fokus pada stochastics dan ketika trending fokus pada MACD.

Untuk mengetahui kondisi sideways atau trending bisa dipantau dari indikator Bollinger Bands dan ADX, yaitu sideways jika harga bergerak disekitar middle bands indikator Bollinger Bands dan ADX dibawah level 25. Keadaan trending jika ADX diatas 25 dan harga bergerak sekitar upper / lower band indikator BB, juga dari indikator parabolic SAR.

Berikut ini contohnya pada EUR/USD H4:

Tampak overbought/oversold pada stochastics tidak berpengaruh pada pergerakan harga saat downtrend maupun uptrend, tetapi pergerakan kurva MACD terhadap kurva sinyal sangat berpengaruh, yang dikonfirmasi oleh perpindahan letak titik parabolic SAR.

Sedangkan overbought / oversold dan %K dan %D stochastics berpengaruh pada kondisi sideways sementara penunjukkan kurva MACD terhadap sinyal pada kondisi sideways akan false (tidak akurat).

M Singgih   16 Nov 2017

@Kendra_luth: Pertanyaan ini jawabannya banyak sekali. Pin Bar bisa Anda gunakan sebagai signal/trigger entry.

Namun sebelum masuk ke signal, Anda harus melihat struktur harga dan levelnya terlebih dahulu.

Untuk melihat struktur dan level harga, banyak cara yang bisa Anda gunakan. Bisa menggunakan indikator, atau tanpa indikator.

Berikut ini saya berikan contoh strategi trading forex yang menggunakan pin bar sebagai signal/trigger entry.

  • Struktur: menggunakan moving average (MA). Fokus ke market trending.
  • Level: menggunakan support/resisten.
  • Signal: menggunakan pin bar

Kondisi Buy:
- Trend naik, ditunjukkan dengan harga yang berada diatas garis MA.
- Harga mendekat level support yang penting
- Buy ketika harga membentuk pin bar saat menguji level support

Kondisi Sell:
- Trend turun, ditunjukkan dengan harga yang berada dibawah garis MA.
- Harga mendekat level resisten yang penting
- Sell ketika harga membentuk pin bar saat menguji level resisten

Kiki R   19 Mar 2022

@ Yustina Sinaga: Semua pergerakan harga yang direpresentasikan dengan candlestick tentu akan menunjukkan bentukan price action yang bisa digunakan sebagai sinyal untuk entry. Price action mencerminkan sentimen pelaku pasar, jadi akan muncul di semua peregerakan harga candlestick, baik itu forex, saham, futures, komoditi dan juga mata uang kripto.

M Singgih   25 Mar 2022

apa yang dimaksud trading dengan price action? mohon penjelasannya lebih lanjut.

Isnain   12 Nov 2014

indikator apa yg paling tepat digunakan untuk price action?

Risky Fadila   21 Nov 2014
apa ada indikator pendeteksi price action ?
price action slh 1 naked trading tp bisa tdk untuk dipakai trading dg indikator ?
Teo   9 Dec 2015
Belajar price action yang paling bagus dan paling di rekomendasikan belajar dari mana ya? karena sy sudah melihat beberapa website diantaranya Al Brook video course, Forex4noobs, Nial Fuller.

Diantara ketiganya kelihatannya sangat berbeda strategi price actionnya.
Bashri   26 Aug 2016
apakah price action bisa diterapkan di segala jenis pasar?
ERWIN TEMBESI   21 Jul 2017
coach saya ingin bertanya, bagaimana tahapan menjalankan price action seperti yang nial fuller lakukan? dimulai dengan menandai suport resistance weekly lalu dayly kemudian di H4 kah? trend Weekly yang menjadi rujukan?

lalu ema 8+21 bisa diterapkan di weekly dan H4 juga? untuk entry posisi setup candle pin bar, inside bar, fakey di TF mana yang di ambil? price action di bawah H4 kurang efektif yh karena banyaknya noise?
Muhammad Yusuf   3 Dec 2017

Apakah price action dapat di digunakan untuk trading di semua market? Misalnya saham, forex, kripto, dll...

Yustina Sinaga   23 Mar 2022

Apa saja poin-poin atau elemen yang diutamakan dalam price action. Karena kita trading dengan mengamati price act atau pergerakan harga saat ini?

Rommy   25 Jan 2019

apakah bisa memakai MA bkn EMA dlm price action?, bagaimana kita tau trbentuk nya pin bar?

Herald Parhusip   5 Oct 2018
coach, boleh minta tolong berikan gambaran untuk suport resistance kunci maupun jangka pendek untuk EURUSD dan GBPUSD daily saat ini? lalu jika setup pin bar, inside, fakey terbentuk diarea antara EMA 8&21 ditambah adanya suport resistance kunci di area tersebut itu saat yang tepat untuk entry yh?
Muhammad Yusuf   5 Dec 2017
mas klo entry price action itu harus ada confirm dari bar selanjutnya kan? gmn cara entrynya? eksekusi market biasa apa pake pending order buy sell stop atau buy sell limit? trs saya nerapinnya di TF dayly saja tanpa TF lain bisa gk mas?
Risa Sri Mulyanti   6 Dec 2017

Bagaimana strategi trading forex menggunakan price action dengan pin bar?

Kendra_luth   18 Mar 2022

permisi pak. maaf mau nanya lagi. apa saja bentuk atau pola chandle price action sebabagai penanda trend akan berlanjut. 

Edwin Widianto   29 May 2019
Coach apakah price action dengan formasi pinbar, inside bar dan fakey saja sudah cukup untuk open posisi jika formasi tersebut berada di garis horizontal atau garis trend yang menandakan suport resistancenya? lalu kita melihat stochastic untuk lebih meyakinkan level overbought dan oversold di garis suport resistancenya
Muhammad Yusuf   12 Nov 2017

Master, Untuk Trading dengan price action, Jika di TF Daily sedang sideways dan di H4 sedang trend naik seperti EU saat ini, bagaimana cara kita trade with the trend apakah suport resistance di daily chart menjadi trendnya?

dari pengamatan saya, di H4 juga sudah terjadi inside bar terhadap level suport jangka pendeknya walaupun trendnya naik, jika saya entry sell di mother bar tsb apakah saya melawan trend? lalu moving average berapa yang bisa digunakan di TF H4? mengingat di TF daily Ema 8&21 lalu di TF H4nya brapa?

Muhammad Yusuf   4 Dec 2017

Apakah ada rekomendasi buku untuk belajar menggunakan price action kak?

Dzulfikar   10 Jun 2022

@Dzulfikar: Buku yang saya rekomendasikan mengenai price action dan analisa teknikal khususnya ada 5.

1. Technical analysis of stock trends oleh Edward & Magee

2. Technical analysis of financial markets oleh John Murphy

3. Technical analysis explained by Marting Pring

4. Japanese Candlestick by Steve Nison

5. Beyond Candlestick by Steve Nison

Buku ini adalah buku dasar yang digunakan dalam International Federation of Technical Analysis (IFTA). Materi di buku ini lengkap dan menjelaskan tentang price action dan analisa teknikal dari yang paling dasar.

Kiki R   13 Jun 2022

Berapa garis horizontal minimal yang harus dipasang untuk trading menggunakan metode price action ?

Terimakasih 

Anam   21 Nov 2018
 Tria Sinulingga |  30 Oct 2015
salam master,,,

saya tertarik belajar trading price action dari Nial Fuller yang hanya menggunakan pin bar, inside bar, atau fakey bar.

Tetapi ada perbedaan bentuk candle antara broker yang satu dngan yng lainnya.misalnya, pada broker A telah terbentuk pin bar, tapi pada broker B tidak terbentuk pin bar.

gimana cara antisipasinya master??
apa price action hanya bisa diterapkan pada broker tertentu aja?

Lihat Reply [5]

@ agung:
Memang harga penutupan daily untuk setiap broker berbeda, tergantung dari lokasi server broker tersebut. Tetapi formasi price action dan pola pergerakan harga pada chart trading antar broker tidak jauh berbeda dan jika dianalisa seharusnya memberikan kesimpulan yang sama.

Dalam hal ini para trader profesional biasanya menggunakan harga penutupan pasar New York sebagai patokan. Jam penutupan pasar New York berbeda 12 jam dari WIB (untuk bulan Nopember - Maret) atau 11 jam dari WIB (Maret - Nopember). Kalau Anda menggunakan platform Metatrader 4 dan trading pada broker yang servernya mengikuti waktu New York maka saat ini beda waktu Metatrader Anda dengan WIB adalah 11 jam (waktu Metatrader = WIB - 11 jam).
Untuk keterangan bisa baca: How To Trade ‘End Of Day’ Price Action Strategies at New York Close


M Singgih   21 Apr 2016

@ Muhammad Yusuf:

Bentuk candle antar broker tidak berbeda jauh. Arah pergerakannya tetap sama. Misal broker A arahnya naik maka pada waktu yang bersamaan broker B arahnya juga naik. Jadi price action yang terbentuk juga sama.

… jika broker A menunjukkan bentukan pin bar, namun broker B tidak….
- Bisakah Anda tunjukkan perbedaan kedua broker tersebut disini? Disertai dengan gambar chart dan nama brokernya, pada jam yang sama saat terjadi perbedaan price action tsb.

…. lalu seringkali ATR untuk menentukan stop loss berbeda2
- Jelas berbeda-beda Pak, karena tinggi rendahnya volatilitas setiap saat nggak sama. Pada saat volatilitas sedang rendah Average True Range-nya tentu akan lebih rendah dibandingkan saat volatilitas sedang tinggi.

M Singgih   6 Apr 2018

@ Tria Sinulingga:
Nial Fuller hampir selalu trading pada time frame daily, dan pada time frame daily antar broker biasanya jarang terjadi perbedaan, yang sering berbeda adalah pada time frame H1 (1 jam) kebawah (30 menit, 15 menit dsb). Tetapi meskipun terjadi perbedaan, arah pergerakan harganya tetap akan sama dan sinyal yang diberikan dari pergerakan candlestick seharusnya juga sama.

Formasi candlestick (price action) antara 2 broker mungkin ada keterlambatan tetapi bukan perbedaan, misal pada broker A sudah terbentuk pin bar sementara broker B belum, tetapi akan terbentuk juga nantinya.  
Untuk trading hendaknya berpatokan pada satu broker saja, jika Anda trading pada broker A ikutilah pergerakan candle pada broker A, demikian juga jika Anda trading pada broker B. Biasanya pergerakan harga antara broker-broker yang teregulasi dengan benar tidak jauh berbeda.

M Singgih   3 Nov 2015
seperti yang kita tahu master, bentuk candle di setiap broker dapat berbeda2 akibat perbedaan waktu buka server mereka. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara mengatasi problem ini bagi seorang price action trader? jika broker A menunjukkan bentukan pin bar, namun broker B tidak. apa yg harus kita lakukan? lalu seringkali ATR untuk menentukan stop loss berbeda2 jumlahnya pak. mhon bantuannya
Muhammad Yusuf   5 Apr 2018
Bagaimana kita bisa trading dengan price action jika closed candle tiap broker berbeda sehingga bentuk candle juga berbeda? jam berapa sebetulnya closed candle D1 waktu WIB?
Agung   20 Apr 2016
 Adimas |  17 Jun 2017

Tolong kasih rekomendasi indikator bawaan metatrader penunjang trading dengan price action + settingannya serta cara menggunakannya ketika sedang trading. Terima kasih.

Lihat Reply [13]

Untuk Adimas..

Untuk hal ini anda harus mengetahui dulu apa itu Price Action. Price Action adalah aksi /pergerakan harga dari sebuah instrument (mata uang, saham atau komoditas). Ada banyak dasar untuk mengetahui aksi dari pergerakan harga, dimana harga bisa dianalisa dengan pola Candle, level Support dan yang lainnya. Sebagai rujukan anda bisa membaca ulasannya di Mengenal Price Action

Untuk indicator bawaan MetaTrader, anda bisa menggunakan Stochastic Oscillator. Indikator ini sangat cocok untuk mengetahui trend, level atau titik jenuh. Terkait penggunaannya, ada bisa membaca ulasannya di signal stochastic.

Terima kasih.

Basir   20 Jun 2017

@ Muhammad Yusuf:

Yang dipantau (baik resistance maupun support) adalah level yang gagal ditembus minimal 2 kali.
Menurut teknik CSR 100: RBS yang valid adalah yang sudah di-retest minimal 2 kali. Kalau terjadi false break dan harga penutupan candlenya masih dibawah level resistance yang di-break maka belum valid. Retest candle adalah candle yang harga penutupannya diatas level resistance yang di-break.

Jadi kalau sudah di-retest minimal 2 kali maka level resistance tersebut jadi support, atau BS-nya valid.
Berikut contohnya pada EUR/USD H4:

M Singgih   24 Nov 2017

@Zainal Arifin: Saya menyarankan indikator moving average atau stochastic.

  • Untuk struktur, Anda bisa melihat indikator moving average.
  • Untuk level, gunakan support/resisten atau supply/demand
  • Untuk trigger entry, gunakan indikator stochatic.

Anda bisa menggunakan banyak kombinasi indikator, namun panduannya adalah struktur, level dan signal.

Kiki R   8 Mar 2022

@ Kyubi Hamuro:

Untuk mengkonfirmasi valid tidaknya price action adalah dengan indikator trend. Indikator trend yang biasa digunakan adalah moving average, MACD, parabolic SAR dan juga ADX.

 

M Singgih   19 Apr 2022

Indikator apa yang cocok digabungkan dengan strategi price action

Kyubi Hamuro   18 Apr 2022

bagusnya price action dikombinasikan dengan indikator apa ya?

Zainal Arifin   8 Mar 2022

Apakah strategi Price Action membutuhkan timeframe besar agar mendapatkan sinyal trading valid?

Eka Sujana   30 May 2022

@Eka Sujana: Tidak, tunakan time frame sesuai kebutuhan.

Seorang scalper tidak perlu melihat ke time frame Daily, Weekly dan Monthly untuk mendapatkan sinyal trading valid. Cukup di time frame H1/H4 untuk menentukan arah dan masuk di M5/M1.

Sedangkan bagi trader swing wajib untuk melihat time frame Daily dan Weekly karena posisinya masuk pada time frame H4/H1 dan bisa ditahan berhari-hari.

Jadi, penggunaan time frame bagi masing-masing trader berbeda-beda.

Kalau Anda menggunakan sinyal trading dari price action berupa pola candlestick, maka Anda disarankan menggunakan time frame H4 keatas. Kenapa?

Karena pola candlestick pada time frame H1 kebawah mempunyai banyak false signal sehingga kalau Anda belum paham mana yang false dan true maka pasti Anda banyak mengalami loss.

Sedangkan apabila Anda menggunakan H4, potensi berhasilnya lebih besar dan lebih sedikit false signal.

Kiki R   1 Jun 2022
izin bertanya coach, Jika Saya ingin menggunakan teknik csr100, suport dan resistance mana yang di pantau? jika resistance sudah di break namun false break lalu ter jadi break lgi dan berubah jadi rbs apakah itu rbs yang valid?
Muhammad Yusuf   22 Nov 2017

Jika trading menggunakan sinyal dari candlestick dari price action, pola candle seperti apa yang bisa dijadikan acuan sebagai penerusan trend? Dan pola apa yang bisa dijadikan acuan penanda reversal? Makasih

Logan   8 Jun 2022

@Logan: Pola candle penerusan yang bisa Anda gunakan sebagai acuan penerusan trend adalah marubozu yang mempunyai ciri-ciri batang candle yang panjang dan tanpa shadow.

Munculnya candle ini menandakan seller/buyer sangat agresif dan kemungkinan besar akan melanjutkan trend.

Sedangkan pola yang bisa dijadikan acuan reversal trend adalah engulfing dan pin bar. Kedua pola candlestick ini jika terbentuk pada level yang penting mempunyai tingkat keberhasilan yang bagus.

Kiki R   8 Jun 2022

Bagaimana penerapan strategi price action untuk swing trading? Dan indikator apa saja yang diperlukan?

Rendy Gustiawan   10 Jun 2022

@Rendy Gustiawan: Penerapan strategi price action untuk swing trading sama seperti yang sudah dijelaskan di atas.

1. Struktur >> tujuannya melihat arah harga >> keputusan sell/buy/wait

2. Level >> tujuannya melihat area harga entry 

3. Signal >> tujuannya melihat kapan bisa entry >> entry atau tidak

3 poin di atas bisa Anda jalankan dengan full price action atau dengan indikator.

Bila menggunakan price action:

1. Struktur menggunakan high dan low

2. Level menggunakan support/resisten atau supply/demand

3. Signal menggunakan pola candlestick atau pola grafik

Sedangkan apabila menggunakan indikator, contoh indikator yang bisa digunakan:

1. Struktur menggunakan moving average (indikator berjenis trend)

2. Level menggunakan pivot point/fibonacci retracement/RSI/stochastic

3. Signal menggunakan stochastic, MACD

Kiki R   13 Jun 2022
 

Komentar @inbizia

cara yg bagus juga master.. tapi untuk oscillatornya bisa dikasih contoh untk jenis dan periodenya? juga untuk support dan resistan, apa yag dimaksud itu fibonaci retracement ataukah pivot point?
 Tyo Aja |  16 Oct 2014
Halaman: Indikator Yang Sering Digunakan Trader
@ Saka:
Bisa dihitung satu per satu mulai dari pivot point (PP), R1, R2, R3, S1, S2 dan S3. Anda bisa download indikator daily pivot point untuk Metatrader 4 di sini. Indikatornya masih dalam mq4, jadi harus di-compile di Meta-editor untuk menjadi ex4.
 M Singgih ... |  22 Mar 2016
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
@ Safii_rz: Untuk trading dengan daily pivot, Anda harus menggunakan time frame dibawah daily (H4 atau 4 jam, H1 atau 1 jam, M30 atau 30 menit dst). Anda juga bisa download indikator daily pivot point untuk Metatrader 4 di sini (masih dalam mq4, harus di-compile di Meta-editor untuk menjadi ex4 dan bisa digunakan).
 M Singgih ... |  22 Mar 2016
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
Pivot SnR merupakan cara "instan" sebagai RnR kita. Tips nya sederhana menurut saya memperkirakan RnR dengan bantuan Pivot tuk kondisi market "normal" :

a. Jika market Low Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada Pivot Point. Tanda Low Liquidity banyak terbentuk candle kecil-kecil (10-20 pips di H4 pada USDJPY), harga seperti sideway. Market jenis ini biasanya karena hari libur atau tidak ada berita fundamental berdampak tinggi. Biasanya harga bergerak kurang dari 50 pips.

b. Jika market Medium Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 1. Tanda Medium Liquidity banya terbentuk candle medium (20-30 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju konstan. Market jenis ini biasanya karena adanya rumor-rumor tertentu atau persiapan menyambut Berita High Impact 1-2 hari sebelumnya. Biasanya harga bergerak 75-100 pips.

c. Jika market High Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 1-2. Tanda High Liquidity terbentuk beberapa candle medium (30-40 pips) lalu disertai 1 candle long (40-50 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju cepat tapi biasanya koreksinya konstan. Market jenis ini biasanya karena berita fundamental berdampak tinggi release misal PMI, Unemployment Claim. Biasanya harga bergerak 150-200 pips.

d. Jika market High Momentum Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 2-3. Tanda High Momentum Liquidity tiba-tiba terbentuk candle 1 long (>75 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju sangat cepat. Waspadai reversal tiba2 !!! Market jenis ini biasanya karena berita berdampak tinggi tertentu direlease seperti NFP dan TFR. Bisa juga karena beberapa isu krusial tak terduga. Bahkan bisa jadi harga bergerak sangat panjang misal 300-400 pips.
 Agen_forex |  16 Jun 2017
Halaman: Support Resistance Forex Harian
Mohon pencerahannya, nilai pivot point mana yg digunakan bagi short time trader? Apakah 4 jam, harian, mingguan? Atau semua dapat digunakan?
 Abner |  4 Mar 2018
Halaman: Support Resistance Forex Harian
Semua nilai pivot dapat digunakan. Hanya saja semakin besar time frame pivot tersebut, maka semakin besar pula kemungkinannya mempengaruhi pergerakan harga.
Untuk lebih lengkapnya dapat dibaca pada salah satu artikel Kami tentang penggunaan pivot point.
Terima kasih
 Admin |  5 Mar 2018
Halaman: Support Resistance Forex Harian
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip