EUR/USD pullback di balik risiko Geopolitik, pejabat The Fed dan data Jerman, 1 minggu, #Forex Teknikal   |   USD/CHF rebound jelang data tenaga kerja AS, naik ke dekat level 0.9030, 1 minggu, #Forex Teknikal   |   USD pulih dari posisi terendah 2 pekan karena fokus beralih ke laporan pekerjaan bulan Maret, 1 minggu, #Forex Fundamental   |   Emas berpotensi mengalami down trend setelah terkonfirmasi breakout, 1 minggu, #Emas Teknikal   |   Lo Kheng Hong berpotensi menerima dividen sebesar Rp3.11 miliar dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) pada 3 Mei mendatang, 1 minggu, #Saham Indonesia   |   PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melalui entitas usahanya, PT Mapan Global Tech mengakuisisi seluruh saham PT Multifinance Anak Bangsa yang dimiliki oleh Winato Kartono. , 1 minggu, #Saham Indonesia   |   PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil membukukan pendapatan $46.63 juta selama 2023. Ini melesat 300.52% Year on Year (YoY) dari $11.64 juta, 1 minggu, #Saham Indonesia   |   PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan bersih Rp31.15 miliar selama 2023, 1 minggu, #Saham Indonesia

Cara Beli dan Simpan Aset Kripto di Wallet Rekeningku

Intan 19 Jul 2022
Dibaca Normal 4 Menit
kripto > platform >   #aset-kripto   #rekeningku
Banyak sekali wallet kripto yang beredar di pasaran, salah satunya adalah Rekeningku. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Mari kita kupas tuntas bersama.

Jika kalian punya aset kripto, sudah pasti harus punya dompet digital alias e-Wallet untuk menyimpan koin kripto. Saat ini, telah banyak exchange yang menawarkan wallet gratis buat para membernya.

Rekeningku adalah salah satu exchange lokal yang menawarkan wallet koin kripto dengan tingkat keamanan dan kenyamanan terbaik. Karena hal itu, banyak pemula mempercayakan wallet dari Rekeningku untuk berinvestasi dan trading berbagai macam koin kripto.

beli aset kripto di rekeningku

Penasaran gimana caranya mulai jual beli dan simpan koin di Rekeningku? Ini dia langkah-langkahnya:

  1. Unduh aplikasi Rekeningku di Google Playstore atau Apple App Store, lalu tunggu sampai proses instalasi selesai.
  2. Buka aplikasi dan lakukan registrasi akun Rekeningku jika belum terdaftar. Selain melengkapi proses pendaftaran, kalian juga harus verifikasi data pribadi dengan melampirkan KTP/SIM/Paspor dan foto selfie sambil memegang lembar kertas verifikasi akun Rekeningku. Proses verifikasi harus dipenuhi terlebih dulu sebagai syarat untuk penarikan dana.
  3. Deposit dana. Kalian dapat mentransfer sejumlah modal awal untuk membeli koin lewat beberapa pilihan seperti transfer bank, virtual account, atau portal e-money (GoPay, Dana, LinkAja, OVO).
  4. Beli atau jual koin kripto. Setelah mentransfer dana, kalian dapat membeli sejumlah koin kripto (atau menjual koin jika sudah memilikinya) lewat aplikasi Rekeningku.
  5. Tekan tombol "Trade" di halaman depan untuk mengakses koin-koin yang diperjualbelikan. Pilih koin yang kalian inginkan, lalu tentukan apakah kalian akan menggunakan market order (tombol BUY atau SELL, eksekusi instan di harga display) atau limit order (menunggu hingga harga menyentuh level yang ditarget).
  6. Akses e-Wallet. Cek apakah koin kripto yang sudah kalian beli masuk ke dompet digital dengan menekan tombol "Wallet". Di halaman e-Wallet tersebut, kalian dapat mengecek semua koin kripto yang kalian miliki serta total nilainya. Perlu dicatat, e-Wallet di Rekeningku berbeda dengan Private Wallet. Bagi kalian yang menyimpan koin di Private Wallet, maka akan dibebankan biaya tambahan untuk mentransfer koin tersebut ke e-Wallet Rekeningku.
  7. Penarikan Saldo. Kalian dapat menarik dana ke bank pilihan atau mentransfer koin dari e-Wallet Rekeningku ke Private Wallet. Biaya transfer ke bank lokal (dalam rupiah) adalah flat Rp6,500, sedangkan jika ke Private Wallet sekitar 0.75% dari nilai total transfer (minimal Rp15,000).

Baca juga: Review Exchange Kripto Rekeningku

 

Keunggulan Beli Aset Kripto di Rekeningku

  • Sudah terdaftar resmi di Bappebti. Dengan status diakui oleh lembaga pengawas (regulator) resmi di Indonesia, maka bisa dipastikan transaksi koin kripto di Rekeningku aman dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
  • Aplikasi mudah dan nyaman digunakan. Tampilan (UI) dan cara penggunaan aplikasi Rekeningku sangat mudah (UX), sehingga siapa saja dapat mengoperasikannya dengan cepat dan nyaman.
  • Minimum deposit ringan (min. Rp50,000). Dibanding exchanger pada umumnya, deposit Rekeningku sangat ringan, yakni hanya Rp50,000.
  • Akun menggunakan keamanan tinggi (2FA). Aplikasi Rekeningku menggunakan standar keamanan dua lapis (2FA) yang menjauhkan tangan-tangan tak bertanggungjawab untuk membobol akun atau dompet yang terkoneksi di Rekeningku.
  • Biaya layanan kompetitif. Biaya transaksi dan penarikan dana di Rekeningku sangat ekonomis. Market order (instan BUY/SELL) dikenai biaya 0.1% dari nilai transaksi, sementara limit order digratiskan. Untuk penarikan, ada biaya 0.75% (minimal Rp15,000) serta biaya deposit flat Rp1,000 kecuali untuk transfer bank.

 

Kelemahan Beli Aset Kripto di Rekeningku

  • Proses KYC sedikit lebih rumit. Tak seperti proses verifikasi akun pada umumnya yang hanya memerlukan selfie memegang KTP, proses KYC di Rekeningku sedikit lebih rumit karena calon customer juga harus selfie dengan memegang print-out surat verifikasi Rekeningku sebagai langkah tambahan.
  • Tidak dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Berbeda dengan bank konvensional, dana yang tersimpan di Rekeningku tidak dijamin oleh LPS. Itu artinya, pengguna tidak dapat meminta ganti rugi/kompensasi ke LPS jika exchange mengalami kebangkrutan atau dana dilarikan oleh pihak tak bertanggungjawab (hacker, insider, dsb.). Dalam hal ini, kompensasi hanya bisa didapat dari exchange itu sendiri (apapun bentuknya).

Cek di sini: Awas, Ini 5 Cara Hacker Mencuri Uang Kripto

 

Kesimpulan

Dengan segala keunggulan dan kelemahannya, membeli dan menyimpan aset kripto di wallet Rekeningku adalah salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan untuk investor ataupun trader pemula. Memang banyak pilihan exchanger lokal, tapi selalu pilih yang jelas terdaftar resmi di regulator Indonesia (Bappebti) agar investasi kalian dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

 

Tahukah kalian? Kripto yang kalian simpan juga bisa menjadi passive income jika diinvestasikan. Salah satu metode yang menarik adalah dengan cara Staking koin. Tidak hanya para profesional, pemula pun bisa mempelajarinya lho!

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Saya kira Rekeningku apaan, ternyata dompet kripto toh. kkkk. Buat pemula enak gak ya pakainya? Atau ada rekomendasi yg lain?
 Cece Kasey |  13 Sep 2022
Halaman: Cara Beli Dan Simpan Aset Kripto Di Wallet Rekeningku
beda dong bro, kalo Binance kan exchanger internasional, itupun masih belum dapet regulasi dari Bappebti. Kalau dari segi kelengkapnya, emang di Binance pilihan koin kriptonya jauh lebih banyak dibanding di Rekeningku. Tapi dari pengalaman sendiri sih, mending pilih exchanger lokal aja, soalnya jelas yah biasanya biaya fee untuk ini itu lebih rendah, lebih gampang terkoneksi ke bank-bank lokal indonesia gitu. Lagian kalo misalnya ada aliran dana macet transfer ke bank lokal dari Binance, jadi risiko bro sendiri, belum ada payung hukumnya, soalnya kan emang Binance benernya "ga boleh" beroperasi di Indonesia. Buat referensi tambahan, bisa baca juga artikel ini: 5 Exchange Kripto Termurah yang Diregulasi Bappebti
 Kalim |  29 Aug 2022
Halaman: Cara Beli Dan Simpan Aset Kripto Di Wallet Rekeningku
Banyak kak, untuk saat ini sudah ada 40 lebih jenis koin kripto yang disediakan untuk transaksi, untuk daftarnya bisa dicek di sini: Daftar koin di Rekeningku. Lengkap dari koin-koin mayor macem BTC, ETH, USDT, SOL, AXS, sampai koin-koin minor macem AK12, MIRA, dsb. Untuk referensi tambahan, baca juga: Review Exchange Rekeningku
 Vindya Meldoy |  29 Aug 2022
Halaman: Cara Beli Dan Simpan Aset Kripto Di Wallet Rekeningku
Pluang adalah aplikasi finansial untuk investasi dengan salah satu produk yang bisa diinvestasikan adalah reksadana. Sedangkan Finex adalah perusahaan pialang berjangka atau nama lainnya adalah Broker. Apakah berbeda? Jelas berbeda. Finex adalah perusahaan pialang berjangka yang melayani trader secara langsung dalam melakukan perdagangan berjangka dengan izin semua dipegang langsung oleh Finex sedangkan Pluang adalah aplikasi perantara yang dikembangkan oleh PT Bumi Santosa dimana izin transaksi itu dipegang oleh beberapa perusahaan. Semua transaksi Micro E-mini, Index Futures serta Saham AS dikelola resikonya oleh PT PG Berjangka, yang berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Semua transaksi Emas Digital dikelola oleh PT Pluang Emas Sejahtera yang mendapatkan izin sebagai Pedagang Emas Digital dari BAPPEBTI. Semua transaksi Aset Kripto dan program Pluang Cuan difasilitasi oleh PT Bumi Santosa Cemerlang ("BSC") selaku Pedagang Fisik Aset Kripto yang telah terdaftar di BAPPEBTI. Semua transaksi reksa dana difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati ("Pluang Grow"), APERD yang memiliki izin usaha dari OJK. Dengan kata lain trading maupun investasi di Pluang ibarat trading/investasi kita dititip ke perusahaan tadi, jadi ibarat nebeng invest atau trading, makanya untuk deposit juga bisa sangat rendah.
 Jonathan |  13 Jan 2023
Halaman: Finex Vs Pluang Mana Yang Lebih Baik Untuk Trading Saham
@Thia, mungkin yang dimaksud kebingungan dan rentan salah paham dalam artikel di atas adalah, penggunaan Self-Custody cukup rumit terutama bagi para pemula. Karena Self-Custody ibarat Anda menyimpan uang tunai di dalam dompet. Sehingga ketika Anda hendak bertransaksi, Anda harus repot menghitung dan mengeluarkan uang tersebut dari dalam dompet kemudian baru bisa melakukan transaksi, tapi tanpa ada potongan biaya apa pun. Sedangkan dalam cara penyimpanan custody, Anda seperti menggunakan m-banking atau internet banking. Karena Anda sudah mempercayakan aset kripto kepada pihak ketiga atau busa pertukaran terpusat (CEX). Sehingga Anda tinggal pencet saja ketika hendak bertransaksi, tapi Anda harus rela sebagian aset dipotong untuk berbagai biaya seperti biaya penyimpanan dan biaya per transaksi. Dengan berbagai kerumitan yang ada dalam Self-Custody, mungkin aset Anda lebih aman, tapi ketika terjadi penipuan dan pencurian data, dompet yang Anda gunakan bisa kebobolan. Dan hal itu menjadi tanggung jawab penuh diri Anda sendiri, Anda tidak bisa menyalahkan siapa pun, dan hal itu menjadi rentan kesalahpahaman bagi para pemula. Itu saja penjelasan dari saya, mungkin penulis bisa menjelaskan dengan lebih detail.
 Jordan |  16 Jan 2023
Halaman: Selfcustody Cara Mengelola Aset Kripto Paling Mudah
@Ivan Sebenarnya teknologi Self-Custody selalu berkembang terutama dalam hal keamanannya. Sehingga saat ini apabila terjadi pembobolan keamanan dalam self-Custody, biasanya berasal dari pengguna sendiri, yang kurang memperhatikan kekuatan keamanan. Dalam sistem Self-Custody kamu sendiri yang menentukan password dan juga kunci pribadi yang disebut seed phrase atau recovery phrase. Biasanya seed phrase bisa terdiri dari 12, 18 atau 24 karakter acak yang tersusun spesifik. Kunci pribadi tersebut merupakan faktor terpenting dalam sistem keamanan self-custody, karena kunci itu merupakan satu-satunya cara agar kamu bisa mengakses aset. Sehingga keamanan dompet self-custody tergantung pada penggunanya, sangat disarankan agar pengguna menyimpan kunci pribadi dengan aman dan jangan berinteraksi dengan situs-situs yang berbahaya atau rentan keamanannya. Selain itu ada lapis keamanan lainnya, yaitu public key. Kunci ini digunakan untuk menerima dan mengirim aset kripto serta untuk berinteraksi dengan aplikasi terdesentralisasi. Kunci ini juga berguna sebagai lapisan keamanan terhadap spoofing. Jadi Self-Custody sangat aman jika Anda paham dengan sistem keamanan. Tapi akan menjadi rentan ketika Anda kurang pengetahuan dalam sistem keamanan tersebut.
 Sekar |  16 Jan 2023
Halaman: Selfcustody Cara Mengelola Aset Kripto Paling Mudah

Komentar[8]    
  Bian   |   5 Aug 2022

Kalo dibanding Binance gitu, ni wallet rekeningku lebih bagus ga?

  Kalim   |   29 Aug 2022

beda dong bro, kalo Binance kan exchanger internasional, itupun masih belum dapet regulasi dari Bappebti. Kalau dari segi kelengkapnya, emang di Binance pilihan koin kriptonya jauh lebih banyak dibanding di Rekeningku.

Tapi dari pengalaman sendiri sih, mending pilih exchanger lokal aja, soalnya jelas yah biasanya biaya fee untuk ini itu lebih rendah, lebih gampang terkoneksi ke bank-bank lokal indonesia gitu.

Lagian kalo misalnya ada aliran dana macet transfer ke bank lokal dari Binance, jadi risiko bro sendiri, belum ada payung hukumnya, soalnya kan emang Binance benernya "ga boleh" beroperasi di Indonesia.

Buat referensi tambahan, bisa baca juga artikel ini: 5 Exchange Kripto Termurah yang Diregulasi Bappebti

  Aksa   |   20 Aug 2022

Koin-koin yang ada di rekeningku apa aja gan?

  Vindya Meldoy   |   29 Aug 2022

Banyak kak, untuk saat ini sudah ada 40 lebih jenis koin kripto yang disediakan untuk transaksi, untuk daftarnya bisa dicek di sini: Daftar koin di Rekeningku.

Lengkap dari koin-koin mayor macem BTC, ETH, USDT, SOL, AXS, sampai koin-koin minor macem AK12, MIRA, dsb.

Untuk referensi tambahan, baca juga: Review Exchange Rekeningku

  Sukmawan   |   5 Sep 2022

Wah boleh tuh minimal setor cuma 50rebu aja, kalo pelajar SMA boleh ga gabung?

  Michella   |   30 Oct 2022

Syarat untuk bisa investasi dan bertransaksi di Rekeningku adalah berumur 18 tahun dan sudah memiliki KTP/paspor/SIM. Biasanya untuk SMA masih belum berumur 17 tahun ya, jadi belum bisa pakai identitas sendiri.

Solusinya bisa dengan meminta identitas orang tua atau kakak yang berumur di atas 18 tahun. Nanti kalau sudah punya KTP sendiri, buat akun baru dengan data pribadi kamu.

  Kezia   |   10 Sep 2022

Belum pernah coba pakai rekeningku, tapi sempet liat iklannya katanya ada promoan dapat koin gratis kalo transaksi. Apakah legit?

  Cece Kasey   |   13 Sep 2022

Saya kira Rekeningku apaan, ternyata dompet kripto toh. kkkk. Buat pemula enak gak ya pakainya? Atau ada rekomendasi yg lain?