Cara Beli dan Simpan Aset Kripto di Wallet Rekeningku

Intan 19 Jul 2022
Dibaca Normal 4 Menit
kripto > platform >   #aset-kripto   #rekeningku
Banyak sekali wallet kripto yang beredar di pasaran, salah satunya adalah Rekeningku. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Mari kita kupas tuntas bersama.

Jika kalian punya aset kripto, sudah pasti harus punya dompet digital alias e-Wallet untuk menyimpan koin kripto. Saat ini, telah banyak exchange yang menawarkan wallet gratis buat para membernya.

Rekeningku adalah salah satu exchange lokal yang menawarkan wallet koin kripto dengan tingkat keamanan dan kenyamanan terbaik. Karena hal itu, banyak pemula mempercayakan wallet dari Rekeningku untuk berinvestasi dan trading berbagai macam koin kripto.

beli aset kripto di rekeningku

Penasaran gimana caranya mulai jual beli dan simpan koin di Rekeningku? Ini dia langkah-langkahnya:

  1. Unduh aplikasi Rekeningku di Google Playstore atau Apple App Store, lalu tunggu sampai proses instalasi selesai.
  2. Buka aplikasi dan lakukan registrasi akun Rekeningku jika belum terdaftar. Selain melengkapi proses pendaftaran, kalian juga harus verifikasi data pribadi dengan melampirkan KTP/SIM/Paspor dan foto selfie sambil memegang lembar kertas verifikasi akun Rekeningku. Proses verifikasi harus dipenuhi terlebih dulu sebagai syarat untuk penarikan dana.
  3. Deposit dana. Kalian dapat mentransfer sejumlah modal awal untuk membeli koin lewat beberapa pilihan seperti transfer bank, virtual account, atau portal e-money (GoPay, Dana, LinkAja, OVO).
  4. Beli atau jual koin kripto. Setelah mentransfer dana, kalian dapat membeli sejumlah koin kripto (atau menjual koin jika sudah memilikinya) lewat aplikasi Rekeningku.
  5. Tekan tombol "Trade" di halaman depan untuk mengakses koin-koin yang diperjualbelikan. Pilih koin yang kalian inginkan, lalu tentukan apakah kalian akan menggunakan market order (tombol BUY atau SELL, eksekusi instan di harga display) atau limit order (menunggu hingga harga menyentuh level yang ditarget).
  6. Akses e-Wallet. Cek apakah koin kripto yang sudah kalian beli masuk ke dompet digital dengan menekan tombol "Wallet". Di halaman e-Wallet tersebut, kalian dapat mengecek semua koin kripto yang kalian miliki serta total nilainya. Perlu dicatat, e-Wallet di Rekeningku berbeda dengan Private Wallet. Bagi kalian yang menyimpan koin di Private Wallet, maka akan dibebankan biaya tambahan untuk mentransfer koin tersebut ke e-Wallet Rekeningku.
  7. Penarikan Saldo. Kalian dapat menarik dana ke bank pilihan atau mentransfer koin dari e-Wallet Rekeningku ke Private Wallet. Biaya transfer ke bank lokal (dalam rupiah) adalah flat Rp6,500, sedangkan jika ke Private Wallet sekitar 0.75% dari nilai total transfer (minimal Rp15,000).

Baca juga: Review Exchange Kripto Rekeningku

Keunggulan Beli Aset Kripto di Rekeningku

  • Sudah terdaftar resmi di Bappebti. Dengan status diakui oleh lembaga pengawas (regulator) resmi di Indonesia, maka bisa dipastikan transaksi koin kripto di Rekeningku aman dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
  • Aplikasi mudah dan nyaman digunakan. Tampilan (UI) dan cara penggunaan aplikasi Rekeningku sangat mudah (UX), sehingga siapa saja dapat mengoperasikannya dengan cepat dan nyaman.
  • Minimum deposit ringan (min. Rp50,000). Dibanding exchanger pada umumnya, deposit Rekeningku sangat ringan, yakni hanya Rp50,000.
  • Akun menggunakan keamanan tinggi (2FA). Aplikasi Rekeningku menggunakan standar keamanan dua lapis (2FA) yang menjauhkan tangan-tangan tak bertanggungjawab untuk membobol akun atau dompet yang terkoneksi di Rekeningku.
  • Biaya layanan kompetitif. Biaya transaksi dan penarikan dana di Rekeningku sangat ekonomis. Market order (instan BUY/SELL) dikenai biaya 0.1% dari nilai transaksi, sementara limit order digratiskan. Untuk penarikan, ada biaya 0.75% (minimal Rp15,000) serta biaya deposit flat Rp1,000 kecuali untuk transfer bank.

Kelemahan Beli Aset Kripto di Rekeningku

  • Proses KYC sedikit lebih rumit. Tak seperti proses verifikasi akun pada umumnya yang hanya memerlukan selfie memegang KTP, proses KYC di Rekeningku sedikit lebih rumit karena calon customer juga harus selfie dengan memegang print-out surat verifikasi Rekeningku sebagai langkah tambahan.
  • Tidak dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Berbeda dengan bank konvensional, dana yang tersimpan di Rekeningku tidak dijamin oleh LPS. Itu artinya, pengguna tidak dapat meminta ganti rugi/kompensasi ke LPS jika exchange mengalami kebangkrutan atau dana dilarikan oleh pihak tak bertanggungjawab (hacker, insider, dsb.). Dalam hal ini, kompensasi hanya bisa didapat dari exchange itu sendiri (apapun bentuknya).

Cek di sini: Awas, Ini 5 Cara Hacker Mencuri Uang Kripto

Kesimpulan

Dengan segala keunggulan dan kelemahannya, membeli dan menyimpan aset kripto di wallet Rekeningku adalah salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan untuk investor ataupun trader pemula. Memang banyak pilihan exchanger lokal, tapi selalu pilih yang jelas terdaftar resmi di regulator Indonesia (Bappebti) agar investasi kalian dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Tahukah kalian? Kripto yang kalian simpan juga bisa menjadi passive income jika diinvestasikan. Salah satu metode yang menarik adalah dengan cara Staking koin. Tidak hanya para profesional, pemula pun bisa mempelajarinya lho!

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

@Yustiawan Minagkir: Bila pelaku transaksi aset kripto melakukan tukar menukar atau swap maka kedua belah pihak sama-sama dikenai PPN final dan PPh Pasal 22 final. Di sini, kedua pihak yang bertransaksi sama-sama dianggap sebagai penjual sekaligus pembeli sehingga PPN dan PPh dikenakan atas kedua belah pihak. Contoh, Tuan B melakukan transaksi swap 0,3 koin aset kripto X miliknya dengan 30 koin aset kripto Y milik Nyonya C pada 10 Mei 2022. Atas penyerahan x, terdapat pemungutan PPh Pasal 22 sebesar 0,1% kepada Tuan B dan PPN 0,11% kepada Nyonya C. Atas penyerahan Y, dipungut PPh Pasal 22 sebesar 0,1% kepada Nyonya C dan pemungutan PPN sebesar 0,11% kepada Tuan B. Bursa atau exchanger selaku pemungut pajak diwajibkan memungut seluruh pajak tersebut dan menyetorkannya paling lambat pada 15 Juni 2022 dan melaporkannya paling lambat pada 20 Juni 2022. Demikian semoga membantu, ya.
 Rida |  6 Jun 2022
Halaman: Bagaimana Cara Menghitung Pajak Kripto Di Indonesia
"FUD merupakan pendapat negatif dari seseorang yang mampu mempengaruhi trader atau investor secara emosional, sehingga menjadi ragu atau berubah pikiran untuk menerapkan strategi atau rencana dalam berinvestasi aset kripto."

Tapi kenapa berita China mendukung blockchain dianggap sebagai FUD juga? Kan itu positif? Hmm
 Indah Putri |  23 Jun 2022
Halaman: Apa Itu Fud Di Pasar Kripto Dan Contoh Kasusnya
Kalau dibaca ulang, sebenernya masih ada peluang buat jadi bakul kripto, tapi sebatas afiliasi ya. Aman gak sih jadi afiliasi pedagang aset kripto gini? Jangan2 ntar tercyduk keq DS ato KenzKenz
 Cemoy |  2 Sep 2022
Halaman: Apa Itu Pedagang Aset Kripto
beda dong bro, kalo Binance kan exchanger internasional, itupun masih belum dapet regulasi dari Bappebti. Kalau dari segi kelengkapnya, emang di Binance pilihan koin kriptonya jauh lebih banyak dibanding di Rekeningku. Tapi dari pengalaman sendiri sih, mending pilih exchanger lokal aja, soalnya jelas yah biasanya biaya fee untuk ini itu lebih rendah, lebih gampang terkoneksi ke bank-bank lokal indonesia gitu. Lagian kalo misalnya ada aliran dana macet transfer ke bank lokal dari Binance, jadi risiko bro sendiri, belum ada payung hukumnya, soalnya kan emang Binance benernya "ga boleh" beroperasi di Indonesia. Buat referensi tambahan, bisa baca juga artikel ini: 5 Exchange Kripto Termurah yang Diregulasi Bappebti
 Kalim |  29 Aug 2022
Halaman: Cara Beli Dan Simpan Aset Kripto Di Wallet Rekeningku
Banyak kak, untuk saat ini sudah ada 40 lebih jenis koin kripto yang disediakan untuk transaksi, untuk daftarnya bisa dicek di sini: Daftar koin di Rekeningku. Lengkap dari koin-koin mayor macem BTC, ETH, USDT, SOL, AXS, sampai koin-koin minor macem AK12, MIRA, dsb. Untuk referensi tambahan, baca juga: Review Exchange Rekeningku
 Vindya Meldoy |  29 Aug 2022
Halaman: Cara Beli Dan Simpan Aset Kripto Di Wallet Rekeningku
Syarat untuk bisa investasi dan bertransaksi di Rekeningku adalah berumur 18 tahun dan sudah memiliki KTP/paspor/SIM. Biasanya untuk SMA masih belum berumur 17 tahun ya, jadi belum bisa pakai identitas sendiri. Solusinya bisa dengan meminta identitas orang tua atau kakak yang berumur di atas 18 tahun. Nanti kalau sudah punya KTP sendiri, buat akun baru dengan data pribadi kamu.
 Michella |  30 Oct 2022
Halaman: Cara Beli Dan Simpan Aset Kripto Di Wallet Rekeningku

Komentar[8]    
  Bian   |   5 Aug 2022

Kalo dibanding Binance gitu, ni wallet rekeningku lebih bagus ga?

  Kalim   |   29 Aug 2022

beda dong bro, kalo Binance kan exchanger internasional, itupun masih belum dapet regulasi dari Bappebti. Kalau dari segi kelengkapnya, emang di Binance pilihan koin kriptonya jauh lebih banyak dibanding di Rekeningku.

Tapi dari pengalaman sendiri sih, mending pilih exchanger lokal aja, soalnya jelas yah biasanya biaya fee untuk ini itu lebih rendah, lebih gampang terkoneksi ke bank-bank lokal indonesia gitu.

Lagian kalo misalnya ada aliran dana macet transfer ke bank lokal dari Binance, jadi risiko bro sendiri, belum ada payung hukumnya, soalnya kan emang Binance benernya "ga boleh" beroperasi di Indonesia.

Buat referensi tambahan, bisa baca juga artikel ini: 5 Exchange Kripto Termurah yang Diregulasi Bappebti

  Aksa   |   20 Aug 2022

Koin-koin yang ada di rekeningku apa aja gan?

  Vindya Meldoy   |   29 Aug 2022

Banyak kak, untuk saat ini sudah ada 40 lebih jenis koin kripto yang disediakan untuk transaksi, untuk daftarnya bisa dicek di sini: Daftar koin di Rekeningku.

Lengkap dari koin-koin mayor macem BTC, ETH, USDT, SOL, AXS, sampai koin-koin minor macem AK12, MIRA, dsb.

Untuk referensi tambahan, baca juga: Review Exchange Rekeningku

  Sukmawan   |   5 Sep 2022

Wah boleh tuh minimal setor cuma 50rebu aja, kalo pelajar SMA boleh ga gabung?

  Michella   |   30 Oct 2022

Syarat untuk bisa investasi dan bertransaksi di Rekeningku adalah berumur 18 tahun dan sudah memiliki KTP/paspor/SIM. Biasanya untuk SMA masih belum berumur 17 tahun ya, jadi belum bisa pakai identitas sendiri.

Solusinya bisa dengan meminta identitas orang tua atau kakak yang berumur di atas 18 tahun. Nanti kalau sudah punya KTP sendiri, buat akun baru dengan data pribadi kamu.

  Kezia   |   10 Sep 2022

Belum pernah coba pakai rekeningku, tapi sempet liat iklannya katanya ada promoan dapat koin gratis kalo transaksi. Apakah legit?

  Cece Kasey   |   13 Sep 2022

Saya kira Rekeningku apaan, ternyata dompet kripto toh. kkkk. Buat pemula enak gak ya pakainya? Atau ada rekomendasi yg lain?