Lebih Akurat Mana Setting Close-close Atau High-low Pada Stochastic?

Gatoot 17 Feb 2021 30046

Mana yang lebih akurat antara settingan close-close dan high-low pada Stochastic? karena tampilannya sangat beda sehingga beda interpretasinya.

Mohon arahannya dan sebaiknya untuk trading forex dan gold pakai yang mana?

Tks banyak sebelumnya atas arahannya.

Kirim Pertanyaan Baru
Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1    

M Singgih
20 FEB 2021

@ Gatoot:

Yang lebih akurat adalah dengan price field yang Low / High, sesuai dengan teori dasar stochastic yang dijabarkan oleh penemunya yaitu Geoge Lane.

Dengan price field Close / Close maka Anda tidak mengukur range harga yang sebenarnya. Bentuk tampilannya sama tetapi level overbought dan oversold-nya jelas berbeda karena untuk price field yang Close / Close dibatasi hanya pada level Close terendah dan Close tertinggi, tidak pada harga terendah dan tertinggi yang sebenarnya.


Perhatikan penerapannya pada Gold (XAU/USD) berikut ini:

Secara matematis penjabarannya adalah sebagai berikut:
%K = 100 x (Harga sekarang - Low n) / (High n - Low n), dimana : n adalah periode waktu pengukuran.

Jika Anda menggunakan price field Low / High, maka:

%K = 100 x (Harga sekarang - Lowest Low)/ (Highest High - Lowest Low)

Highest High dan Lowest Low adalah harga High tertinggi dan harga Low terendah pada periode waktu pengukuran.

Jika Anda menggunakan price field Close / Close, maka:

Close/Close: 100 x (Recent Close-Lowest Close)/ (Highest Close - Lowest Close)

Highest Close dan Lowest Close adalah harga Close tertinggi dan harga Close terendah pada periode waktu pengukuran.

Jadi secara matematis keduanya jelas berbeda.

Dengan demikian untuk trading baik forex, gold dan lainnya, gunakan setting dengan price field = Low / High.

 

Pola Candlestick
Three Outside Up
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bullish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bullish reversal.

Pak, saya mau tanya seputar jurnal trading. Jurnal trading itu butuh waktu berapa lama ya agar bisa dievaluasi? Apakah evaluasinya bulanan atau tahunan? 

Dan minta saran mengenai jurnal trading yang saya buat ini. Apakah ada yang perlu dicatat lagi pak?

Makasih

Yogi Syahputra 46 2 Balasan

Nama Indikator yang di bawah ini apa ya pak? Dan fungsinya sebagai apa? Mohon pencerahannya

Xtra 27 Feb 2021 07:43

AO = Awesome Oscillator

Garis S&R dibuat sendiri, termasuk garis divergence

M Singgih 01 Mar 2021 11:06

@ Yogi Syahputra:

Itu adalah indikator Awesome Oscillator (AO) yang termasuk dalam kelompok indikator buatan Bill Williams. Di platform Metatrader termasuk indikator bawaan. Gunanya untuk mengetahui arah trend pergerakan harga.

indikator Awesome Oscillator (AO)Semoga membantu

Winetouw Frans 21 1 Balasan

US $5.000.000, Berapa kalau dirupiahkan?

Admin 26 Feb 2021 15:23

Anda bisa langsung mengunjungi halaman Kalkulator Mata Uang ini untuk mendapatkan hasil perhitungan sesuai nilai tukar USD/IDR terkini.

Udin 53 2 Balasan

1 jika modal sudah 800 cent pake 20% lot berapa ? 

2. jika modal 5$ profit 20%, tiap hari meningkat berapa? 

M Singgih 26 Feb 2021 14:19

@ Udin:

Maaf, bisa diperjelas pertanyaannya.
Terima kasih.

Udin 26 Feb 2021 15:37

Jadi saya membpunyai modal 8$  untuk loot 20% brpa om? 

Dan jika modal 5$ ambil profit 20% sehari dan selama 25 hari brpa profit saya om 

Prayoga 49 3 Balasan

Kenapa broker lokal hanya menawarkan lot lebih besar dibanding broker-broker yang ada di luar negeri?

M Singgih 24 Feb 2021 21:21

@ Prayoga:

Karena broker lokal biasanya mengenakan komisi per transaksi yang diukur dengan satuan lot, misal komisi per 1 lot sekian USD. Dengan demikian semakin kecil ukuran lot maka komisi yang diterima broker juga akan semakin kecil. Oleh karena biaya komisi adalah salah satu income dari broker, maka tidak ditawarkan lot kecil misalnya micro lot yang minimalnya 0.01 lot.

 

Prayoga 26 Feb 2021 15:37

Berarti kalau untuk modal kecil, broker lokal kurang disarankan ya pak?

M Singgih 01 Mar 2021 11:04

@ Prayoga:

Broker lokal biasanya menentukan modal minimal untuk deposit. Mengenai kecil atau besarnya modal itu relatif.
Untuk keterangan mengenai hal ini, silahkan baca: 5 Broker Forex Lokal Indonesia dengan Syarat Deposit Rendah

 

Iwan 100 1 Balasan

Halo, settingan EMA yg tepat untuk GOLD di time frame h1,h4 & daily? Saya swing trading. Makasih

M Singgih 24 Feb 2021 09:57

@ Iwan:

Biasanya trader menggunakan EMA dengan parameter 21, 34, 50, 55, 89, 100, 144 atau 200. Tidak hanya untuk XAU/USD, tetapi juga untuk pair-pair lainnya.

 

Mana yang lebih akurat antara settingan close-close dan high-low pada Stochastic? karena tampilannya sangat beda sehingga beda interpretasinya.

Mohon arahannya dan sebaiknya untuk trading forex dan gold pakai yang mana?

Tks banyak sebelumnya atas arahannya.

M Singgih 20 Feb 2021 00:36

@ Gatoot:

Yang lebih akurat adalah dengan price field yang Low / High, sesuai dengan teori dasar stochastic yang dijabarkan oleh penemunya yaitu Geoge Lane.

Dengan price field Close / Close maka Anda tidak mengukur range harga yang sebenarnya. Bentuk tampilannya sama tetapi level overbought dan oversold-nya jelas berbeda karena untuk price field yang Close / Close dibatasi hanya pada level Close terendah dan Close tertinggi, tidak pada harga terendah dan tertinggi yang sebenarnya.


Perhatikan penerapannya pada Gold (XAU/USD) berikut ini:

Secara matematis penjabarannya adalah sebagai berikut:
%K = 100 x (Harga sekarang - Low n) / (High n - Low n), dimana : n adalah periode waktu pengukuran.

Jika Anda menggunakan price field Low / High, maka:

%K = 100 x (Harga sekarang - Lowest Low)/ (Highest High - Lowest Low)

Highest High dan Lowest Low adalah harga High tertinggi dan harga Low terendah pada periode waktu pengukuran.

Jika Anda menggunakan price field Close / Close, maka:

Close/Close: 100 x (Recent Close-Lowest Close)/ (Highest Close - Lowest Close)

Highest Close dan Lowest Close adalah harga Close tertinggi dan harga Close terendah pada periode waktu pengukuran.

Jadi secara matematis keduanya jelas berbeda.

Dengan demikian untuk trading baik forex, gold dan lainnya, gunakan setting dengan price field = Low / High.

 

Susanto 151

Net89 mengapa hanya ada 3 broker zen, gp, max, alamat mereka gak jelas di pulau-pulau kecil? Kalau emang punya algoritma yg bagus coba kerjasama dengan broker yg lebih legitimate dengan kantor yang jelas di kota besar dan bersertifikat.

Moeldoko 94 3 Balasan

Saya baca-baca, bahwa strategi scalping itu menggunakan time frame kecil 1- 15 menit. Kemudian, membuka posisi dalam jumlah banyak.

Pertanyaan saya, bagaimana cara melakukan pembukaan banyak dengan time frame yang singkat. Apakah strategi scalping memerlukan tools seperti robot trading? Sehingga Open posisi dan TP bisa tersetting otomatis begitu? Mohon pencerahannya. Thank you

M Singgih 16 Feb 2021 04:46

@ Moeldoko:

Scalping tidak harus membuka banyak posisi. Jika memang ingin membuka posisi yang banyak bisa dilakukan dengan cara manual, dan juga bisa dengan software (automatic) yaitu robot trading.

Setahu saya kebanyakan trader yang scalping (scalper) membuka beberapa posisi (tidak terlalu banyak) pada beberapa pair, dengan cara manual.

 

Julz 22 Feb 2021 17:19

Pair paling cocok untuk trading gaya scalping apa ya kak? Aku tertarik belajar scalping pak.

M Singgih 24 Feb 2021 09:59

@ Julz:

Biasanya scalper mengharapkan volatilitas pergerakan harga yang tinggi. Setahu saya banyak scalper yang trading pada pair yang volatilitasnya cukup tinggi seperti misalnya GBP/JPY, GBP/USD, dan juga EUR/USD. Akhir-akhir ini banyak juga scalper yang trading pada pair XAU/USD dan XAG/USD.

 

Yulianto 142 6 Balasan

Ini gambar nemu di group, yang mau saya tanyakan, apa tujuan trader menggambar seperti ini? Dan apakah itu pergerakan harganya bisa sesuai seperti yang digambar pak?

M Singgih 15 Feb 2021 02:52

@ Yulianto:

Trader membuat garis-garis trend dan garis resistance / support seperti gambar di atas sebagai acuuan level-level resistance dan support. Titik-titik resistance dan support diperlukan untuk acuan entry, menentukan stop loss (SL) dan juga target profit (TP).

Mengenai apakah pergerakan harga selanjutnya akan sesuai dengan garis-garis yang di gambar tersebut, jawabnya belum tentu. Jadi bisa sesuai bisa tidak, karena prediksi dalam trading bersifat kemungkinan-kemungkinan dari historis pergerakan harga sebelumnya, bukan sesuatu yang pasti. Dalam hal ini acuan pergerakan harga didasarkan pada level support dan resistance.

 

Yulianto 16 Feb 2021 14:12

Berarti ini analisanya bergantung pada chart-chart sebelumnya ya pak? Terus kalau pergerakannya datar, gimana gambarnya pak?

M Singgih 17 Feb 2021 03:44

@ Yulianto:

Maaf, apa yang Anda maksud dengan “chart-chart sebelumnya” ?
Dalam sebuah chart bisa langsung diketahui garis-garis support dan resistance, garis trend maupun channel trend seperti pada contoh chart di atas.

- Terus kalau pergerakannya datar, gimana gambarnya pak?
Maksud pergerakan datar yang bagaimana? Apakah bisa diberikan contoh?

 

Yulianto 17 Feb 2021 14:31

- Maksudnya candle-candle sebelumnya pak.

- Pergerakan datar yang saya maksud itu trendnya tidak jelas pak.

Contohnya seperti ini:

sideways chart

Dwi Wahyoe 01 Mar 2021 17:10

Oh jadi itu tanpa indikator ya pak?

Kalau yang seperti ini, ini apa dan bagaimana ya pak membuatnya? 

bollinger band

M Singgih 17 Feb 2021 22:16

@ Yulianto:

- Benar. Untuk menentukan garis-garis trend, support dan resistance tentu bergantung pada candle-candle sebelumnya.

- Untuk pergerakan sideways seperti yang Anda maksud pada chart di atas, level-level support dan resistance bisa ditentukan dari level tertinggi (untuk resistance) dan level terendah (untuk support) yang tampak dalam range harga tsb.
Mengenai hal ini, silahkan baca: Cara Trading Forex Di Pasar Sideways

 

Teguh Haris 106 3 Balasan

Apakah ada kesempatan harga akan mengalami turun pak? Soalnya harga belum menyentuh zona bawah, sudah up lagi? Thanks

M Singgih 16 Feb 2021 04:45

@ Teguh Haris:

Mengenai harga akan naik atau turun (bullish atau bearish) bisa diamati dari sinyal. Sinyal biasanya dari price action yang telah terkonfirmasi oleh indikator teknikal, sehingga sinyal tsb valid. Sema tidak ada sinyal, kita tidak bisa begitu saja menyimpulkan harga akan bergerak bullish atau bearish.

Adapun garis-garis di bawah yang dibuat pada chart tsb menunjukkan area support, sebagai acuan batas sampai sejauh mana jika harga ternyata turun (bergerak bearish).

 

Teguh Haris 19 Feb 2021 16:16

Kalo situasinya seperti chart yang saya lampirkan di atas, cocoknya pakai indikator apa pak? Makasih atas jawabannya

M Singgih 20 Feb 2021 00:40

@ Teguh Haris:

Pada situasi apapun, trader biasanya menggunakan kombinasi indikator trend dan indikator momentum. Indikator trend untuk mengetahui arah pergerakan harga, sedangkan indikator momentum untuk mendapatkan momentum entry atau saat entry yang tepat.

Indikator trend yang biasa digunakan antara lain moving average, MACD, parabolic SAR, ADX dan juga Bollinger Bands, sementara indikator momentum biasanya adalah indikator oscillator seperti RSI, stochastic atau CCI.

 

Master kalau modal 10$ max lot yang boleh di gunakan berapa? lalu kalau perhitungan ingin menggunakan modal 10% dari modal, perhitungan lotnya berapa?

M Singgih 11 Feb 2021 16:36

@ Bodong:
Dengan modal USD 10, Anda bisa trading pada akun Cent, yang mana untuk pair XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD) nilai per pip untuk 1 Cent lot adalah USD ¢ 0.1 atau 0.1 sen US Dollar.


- lalu kalau perhitungan ingin menggunakan modal 10% dari modal, perhitungan lotnya berapa?

Mungkin maksudnya risikonya 10% dari modal, yaitu 10% x USD 10 = USD 1 atau USD ¢ 100 (100 Sen USD).
Diasumsikan Anda trading pada pair XXX/USD. Untuk menentukan besarnya lot, tentukan besarnya risiko atau stop loss (SL) dalam pip, misal SL=50 pip. Maka Anda harus trading dengan nilai per pip: (USD ¢ 100) / 50 pip = (USD ¢ 2) / pip.

Dengan demikian besarnya lot adalah: (USD ¢ 2) / (USD ¢ 0.1) = 20 Cent lot. Jadi Anda bisa trading pada pair XXX/USD sebesar 20 Cent lot.

Mifta 23 Feb 2021 17:08

Pak, pair apa yang spreadnya paling kecil dan agar tahan lama di akun cent? Saya sudah 2 kali trading di pair XAU/USD ga sampai sehari sudah ludes...

M Singgih 24 Feb 2021 21:20

@ Mifta:

Ketahanan modal tidak tergantung dari jenis pair dan besarnya spread, tetapi tergantung dari sistem trading yang Anda gunakan. Anda bisa berganti-ganti pair, tetapi kalau tidak menggunakan sistem trading yang profitable, maka hasil trading secara keseluruhan bisa minus atau loss.

Sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management. Untuk ketahanan modal, Anda bisa fokus pada money management, yaitu dengan mengatur besarnya risiko per trade dan menggunakan risk/reward ratio pada setiap trade lebih tinggi dari 1:1 agar dalam jangka panjang hasil trading Anda bisa profit.

Untuk penjelasan mengenai money management dan pengaturan risiko, silahkan baca:

Anto 143

Saya pengguna Fin888, sejauh ini lancar. Apakah ada insight mengenai Fin888? 

Reza Akbar 239 3 Balasan

Mohon bantu pak, saya mau ikut jd investor di metatrader4 yg pakai AutoTradeGold di broker legomarket live. Maaf kalau ada yg salah soalnya saya belum ngerti beginian.

Pertanyaan saya, apakah itu aman (jujur) atau penipuan ya pak , mohon sekali bantuan nya. Terima kasih

Agung 06 Feb 2021 17:05

Kalau saya tidak berani bilang 100% jaminan tidak scam. Namun sampai saat ini, sejak saya join segala urusan terkait akun, baik itu depo ataupun WD lancar saja, sesuai dengan komitmen perusahaan (1x24 jam).

Saya pribadi juga main di autotrade gold. Dulu masuk 10.000 USD.

Tris 07 Feb 2021 07:07

Benar pak, sekarang sudah mulai teregulasi. Broker sudah terdaftar, robot sudah ijin Bappebti.

M Singgih 09 Feb 2021 03:06

@ Tris:

Maaf, mengenai broker LegoMarket, dari informasi yang kami dapatkan, regulasi broker tsb meragukan. Jika mengacu pada web broker tsb tertulis teregulasi oleh National Futures Association (NFA) of St Vincent and the Grenadines, bukan NFA USA.

Demi keamanan trading dan dana Anda, kami sarankan untuk memilih broker yang sudah diregulasi oleh badan regulator yang kredibel secara internasional, yaitu: : CFTC (USA), NFA (USA), FCA (UK), FSA, FINMA, MiFID, ASIC (Australia) dan FMA.

Badan regulator yang kredibel adalah yang telah teruji dan diakui dunia, dan memberikan sanksi dengan tegas kepada broker jika ternyata melanggar ketentuan yang telah disepakati. Badan regulator tersebut juga bertanggung jawab terhadap keamanan dana klien.

Mengenai robot atau software trading, setahu kami Bappebti tidak pernah memberikan ijin kepada produk software atau perangkat lunak untuk trading. Sebagai informasi silahkan baca di halaman ini.

 

Muhammad Pahlevi 109 4 Balasan

Siang mas
Apakah bisa melakukan Copytrade pada 2 master?

M Singgih 01 Feb 2021 22:52

@ Muhammad Pahlevi:

Menurut kami bisa, asalkan dengan akun yang berbeda. Jika untuk satu akun, silahkan tanya langsung ke broker yang menawarkan copy trade tsb, karena ketentuan setiap broker bisa berbeda.

 

Xtra 06 Feb 2021 07:35

maksudnya gimana, dua master satu client ?

kalau seperti itu belum pernah ketemu.

kalau ada yang punya share dong

M Singgih 10 Feb 2021 16:44

@ Xtra:

Saya juga belum pernah melihat ada trader yang menggunakan dua master di satu akun.

 

Xtra 27 Feb 2021 07:47

@M Singgih

Saya sudah coba ternyata bisa. 

2 master 2 client, clientnya akunnya sama.

Pratama 99 3 Balasan

Selamat malam pak

saya ingin bertanya, kebetulan saya masih pemula dalam trading komoditas, khususnya WTI oil. Didalam hal ini saya ingin saya mengandaikan agar ketahanan dana saya bisa sampai di titik risk terendah dimana harga $1/barel. Bolehkan tahu cara menghitung modal yg di perlukan dan posisi yg diambil

M Singgih 01 Feb 2021 22:51

@ Pratama:

Dari referensi yang kami dapatkan, nilai kontrak untuk 1 lot WTI/USD adalah 1000 barrel.
Diasumsikan Anda trading dengan leverage yang tinggi agar marginnya kecil, misalnya 1:1000 atau margin = 0.1% dari nilai kontrak.
Jika Anda membuka posisi (buy atau sell) 1 lot WTI/USD hari ini (1 Februari 2021) pada harga 53.00, maka margin yang dibutuhkan= 1 (lot) x 1000 (contract size) x 53.00 (opening price) x 0.1% (margin percentage) = USD 53.

Nilai per pip (pip value) untuk 1 lot WTI/USD = USD 10.
Jika Anda ingin menahan hingga harga WTI/USD =1.00 (atau USD 1 per barrel), maka dana yang dibutuhkan untuk ketahanan tsb adalah = (53.00 - 1.00) = 5200 pip x USD 10 = USD 52,000.
Dana keseluruhan yang diperlukan setelah ditambah margin = USD 52,000 + USD 53 = USD 52,053.

 

Rozy 03 Feb 2021 16:50

Antara oil dan emas mending trading yang mana pak? Dan kriteria akun trading yang cocok untuk trading instrumen komditas itu yang seperti apa? 

Matur suwun

M Singgih 05 Feb 2021 02:36

@ Rozy:

Baik minyak maupun emas keduanya layak untuk ditradingkan, tergantung Anda lebih tertarik untuk trading yang mana. Hanya saja sebelum membuka akun riil, sebaiknya Anda trading di akun demo hingga bisa mendapatkan profit yang konsisten.

Mengenai kriteria akun, kami kurang mengerti maksud pertanyaannya. Kalau maksud Anda jenis akun (standard, mini, micro dsb), sepenuhnya tergantung dari besarnya modal untuk trading.

 

Nandar 208 5 Balasan

Pak, candle terakhir ini kan sudah break garisnya, apakah ini sudah termasuk double bottom valid?


misalnya mau buka posisi Buy, harus tunggu candle ini close dulu atau gimana? Saat ini masi belum close candlenya. Makasih

M Singgih 27 Jan 2021 15:29

@ Nandar:

Jika ingin entry berdasarkan pola double bottom, maka pengamatan adalah pada area support, dalam hal ini pada garis biru. Jika harga gagal menembus area support tsb, maka bisa diasumsikan bahwa pola double bottom tsb valid. Dalam hal ini Anda bisa entry ketika bullish engulfing candle di atas area support tsb sudah selesai terbentuk (harga sudah closing).

 

Nandar 27 Jan 2021 16:32

Tapi kalau saya lihat di Google itu seperti ini pak konsepnya. Maaf kalau salah

double bottom

Jadi tak kira entrynya itu setelah menunggu break di area neckline yang saya lingkari itu...

Terus misalnya kan udah break ya pak, itu juga bisa jadi tanda sinyal akan mengalami penerusan trend ya pak?

M Singgih 28 Jan 2021 14:48

@ Nandar:

- Jadi tak kira entrynya itu setelah menunggu break di area neckline yang saya lingkari itu...

Kalau menurut saya cara seperti itu akan terlambat entry. Dalam hal ini saya menggunakan cara ketika bouble bottom sudah terkonfirmasi dan ada sinyal dari price action yang mengisyaratkan bullish, maka bisa entry buy. Referensi neckline biasanya digunakan untuk konfirmasi pola head and shoulders dan inverted head and shoulders. Baca juga: Jenis Pola Harga Dalam Teknik Chart Pattern


- … Terus misalnya kan udah break ya pak, itu juga bisa jadi tanda sinyal akan mengalami penerusan trend ya pak?

Dalam hal ini akan terjadi penerusan arah trend (trend continuation) jika trend masih kuat. Untuk mengetahui apakah trend masih kuat atau tidak bisa diamati dari indikator ADX. Jika ADX berada di atas level 20, diasumsikan trend masih kuat dan kemungkinan besar akan terjadi penerusan arah trend. Baca Juga: 3 Teknik Paling Ampuh Untuk Mengukur Kekuatan Trend

Utsman 02 Feb 2021 13:39

Kalau untuk pasar yang sedang sideways, rekomendasi menggunakan pola double top bottom atau head and shoulders pak?

M Singgih 03 Feb 2021 16:14

@ Utsman:

Jika memang pergerakan harga benar sideways, gunakan double top saat harga berada pada area overbought, dan double bottom saat harga berada pada area oversold.
Head and shoulders untuk pergerakan harga yang sedang uptrend, kemudian reverse ke downtrend.

 

Ridwan 222 11 Balasan

Apakah dengan menggeser-geser stop loss, bisa memaksimalkan profit trading? Misalnya seperti ini:



Misalkan stop loss saya geser ke area take profit, dan take profitnya saya naikkan lagi. Menurut master, apakah strategi demikian efektif untuk menaikkan jumlah profit?

Terima kasih

M Singgih 24 Jan 2021 16:54

@ Ridwan:

Cara yang Anda gunakan tsb sama dengan menggunakan trailing stop, tetapi diterapkan secara manual. Bedanya dengan trailing stop yang otomatis adalah dengan cara manual Anda bisa leluasa menggeser stop loss (SL) sesuai dengan besarnya pip yang Anda inginkan, sedangkan jika menggunakan trailing stop maka besarnya pip yang digeser sesuai dengan setting trailing pip.


Menerapkan trailing stop, baik yang otomatis maupun yang manual memang digunakan untuk memaksimalkan profit, tetapi yang harus Anda ketahui adalah:
1. Pergerakan harga saat itu harus sedang trending, karena kalau sedang tidak trending maka stop loss bisa kena.
2. Anda tidak harus memasang target profit (TP), karena jika pergerakan harga sedang trending dengan kuat, maka profit tidak perlu dibatasi. Seperti halnya pada trailing stop otomatis, tidak diharuskan memasang TP karena potensi profit bisa tidak terbatas.

Ridwan 25 Jan 2021 15:56

kalau tanpa pasang TP beararti exit tradingnya secara manual atau nunggu kena SL yang digeser tadi pak?

M Singgih 26 Jan 2021 15:43

@ Ridwan:

Kalau Anda selalu memonitor pergerakan harga, maka TP bisa ditentukan secara manual, yaitu clse harga sesuai yang diinginkan. Tetapi jika tidak selalu memonitor pergerakan harga, maka tidak perlu diset TP, selama pergerakan harga masih trending dengan kuat karena kita tidak tahu kapan harga akan berhenti trending. Jika Anda tentukan TP ketika pergerakan harga masih trending dengan kuat, berarti Anda membatasi profit, sehingga profitnya tidak maksimal.

 

Ridwan 26 Jan 2021 16:10

Nah itu pak, untuk mengetahui trend akan berakhir atau tidak itu pakai indikator apa?

Maaf banyak bertanya pak..hehe

Mansyur 27 Jan 2021 16:44

"1. Pergerakan harga saat itu harus sedang trending..."

"Trending" maksud bapak ini uptrend atau downtrend ya pak? 

Kalau untuk di kripto ini kurang cocok kah pak? Kan harganya cepat naik dan cepat turun. 

Kebetulan lagi trading di BTC, dan nemu tema ini...menarik juga..

M Singgih 28 Jan 2021 14:46

@ Mansyur:

- "Trending" maksud bapak ini uptrend atau downtrend ya pak?

Kalau pada contoh chart di atas pada pertanyaan ini, tentunya kalau harga terus bergerak bearish atau downtrend.

- … Kalau untuk di kripto ini kurang cocok kah pak? Kan harganya cepat naik dan cepat turun.

Teknik trailing stop berlaku umum, termasuk pada pair mata uang kripto, asalkan pergerakan arah trend masih kuat. Untuk mengetahui apakah trend masih kuat atau tidak bisa diamati dari indikator ADX. Jika ADX berada di atas level 20, diasumsikan trend masih kuat dan kemungkinan besar akan terjadi penerusan arah trend. Baca Juga: 3 Teknik Paling Ampuh Untuk Mengukur Kekuatan Trend

Mansyur 28 Jan 2021 17:23

Indikator ADX biasanya dipasangkan dengan indikator apa pak sebagai konfirmatornya?

M Singgih 29 Jan 2021 16:54

@ Mansyur:

Indikator ADX sendiri adalah sebagai konfirmator apakah trend sedang kuat atau tidak. Memang indikator ini cenderung lagging atau lambat dalam merespon pergerakan harga, karena dibuat berdasarkan perhitungan matematis, sehingga harga bergerak duluan baru hasil perhitungan muncul. Tetapi untuk melihat apakah trend sedang kuat atau sudah mulai melemah, indikator ini masih bisa diandalkan.

Kalau ingin dikombinasikan dengan indikator trend yang lain, bisa dengan indikator parabolic SAR, Bollinger Bands atau MACD.

M Singgih 27 Jan 2021 15:33

@ Ridwan:

Untuk mengetahui kemungkinan terjadi koreksi atau reversal bisa diamati dari price action yang terbentuk, yang dikonfirmasi oleh indikator teknikal. Price action yang mengisyaratkan reversal bearish misalnya bearish pin bar, doji, shooting star atau evening star, sementara yang mengisyaratkan reversal bullish misalnya bullish pin bar, hammer, atau morning star.

Untuk mengetahui apakah trend masih kuat atau sudah mulai melemah, bisa diamati dari indikator ADX. Jika ADX masih di atas level 20, diasumsikan trend masih kuat.

Francois 09 Feb 2021 17:12

Apakah Indikator ADX ini dikombinasikan dengan 3 garis Moving Average bisa cocok pak? Maksud saya bisa menangkap sinyal dengan baik?

M Singgih 10 Feb 2021 16:43

@ Francois:

Bisa saja. Dalam hal ini ADX sebagai konfirmator. Misal jika ketiga kurva indikator moving average tsb menunjukkan sinyal buy, tetapi ADX tidak konfirm, maka sebaiknya dipertimbangkan lagi karena kekuatan trend tidak mendukung.

 

Jovan 208 6 Balasan

Saya punya pengalaman yang kurang mengenakkan. Setelah belajar trading beberapa bulan dan mulai trading di akun demo, di bulan petama, dan kedua win ratenya sekitar 60-67%. Akhirnya saya memutuskan untuk trading di akun rill. Namun, hasilnya langsung drop..win rate hanya sekitar 35%-40% saja.

Padahal, broker, strategi maupun pair yang saya tradingkan itu sama dengan yang di akun demo? Mengapa bisa demikian? Apakah akun rillnya sudah dimanipulasi broker?

M Singgih 24 Jan 2021 16:52

@ Jovan:

Jika sistem trading yang Anda gunakan telah di-backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam akun demo), dan menghasilkan persentase profit lebih dari 50%, seharusnya jika diterapkan pada akun riil juga akan sama.

Dalam hal ini mungkin bisa dibenahi lagi sistem trading tsb, dan dicoba pada akun demo lagi. Mengenai manipulasi broker, menurut kami sangat kecil kemungkinannya. Pergerakan harga di akun demo dan akun riil sama, perbedaannya hanya pada kecepatan eksekusinya. Pada akun riil kecepatan eksekusi biasanya lebih lambat.

 

Jovan 25 Jan 2021 15:58

@M Singgih, kecepatan eksekusinya bisa lambat di akun riil itu kenapa pak?

M Singgih 26 Jan 2021 15:44

@ Jovan:

Karena sever untuk akun demo dan akun riil berbeda. Saya pernah mengalami hal tsb, yang mana pada broker yang sama, kecepatan eksekusi antara akun demo dan akun riil berbeda, akun demo lebih cepat, tetapi harganya sama. Mengenai kenapa akun riil eksekusi ordernya lebih lambat saya tidak tahu pasti.

 

Samsul Anam 07 Feb 2021 15:49

Ini seperti yang saya alami. Ketika trading di akun demo, cari profit itu seperti gampang banget. Nah, setelah pindah ke akun rill, malah performa jadi jeblok...

Aku nganggep mungkin itu karena psikologi yang lg ancur. Jadi saya agak bimbang, ini yang diurusin psikologinya dulu apa membenahi sistem tradingnya?

M Singgih 09 Feb 2021 03:08

@ Samsul Anam:

Menurut kami periksa sistem tradingnya terlebih dahulu, apakah masih profitable atau tidak.

Dalam hal ini Anda bisa menguji sistem trading tersebut dengan backtest (ditest pada kondisi pasar yang telah lewat) dan atau forward test (ditest pada kondisi pasar sekarang dalam account demo), dan lihat persentase profitnya. Kalau persentase profit kurang dari 50% benahi lagi sistem tersebut.

 

Xtra 19 Feb 2021 17:05

Selain psikologi perlu diketahui juga bahwa :

- slippage nggak ada di akun demo.

- spread di akun demo sifatnya statis sedangkan pada akun real bersifat dinamis. 

Slippage. pada akun demo semua transaksi mulus eksekusinya dan harga selalu diperoleh seperti yang diorder. Kenyataannya nggak seperti itu. 

Slippage terjadi pada saat open dan saat close trade karena pergerakan harga yang cepat, sehingga ada perbedaan harga yang kita eksekusi dengan kenyataannya. Apalagi di saat menjelang news, slippage lebih gila2an lagi.

Kalau spread lain lagi itu sederhananya rentang harga jual dan harga beli. Pada demo account sifatnya statis, misalnya spreadnya 1 untuk eurusd ya 1 terus. Padahal kenyataannya nggak begitu.

 

Nekoboy 165 4 Balasan

Apakah MACD sering memberikan sinyal palsu ketika dijalankan ti time frame rendah? Kebetulan saya sering menggunakan 15m namun hasil entry saya terus berbeda dengan pergerakan berikutnya. Mohon bantuannya

M Singgih 19 Jan 2021 21:16

@ Nekoboy:

Maaf, yang Anda maksud dengan sinyal yang palsu tsb yang bagaimana? Apakah ketika kurva MACD telah memotong kurva sinyal? Atau mungkin penunjukan divergensi dari MACD tsb?

 

Nekoboy 20 Jan 2021 14:24

Sinyal palsunya begini pak

ketika garisnya yang berperiode kecil telah memotong yang besar dari arah bawah ke atas, saya buka Buy. Namun ga lama, candlenya turun lagi, akhirnya kena stop loss pak.

Apakah gara2 tf saya yang kekecilan ya pak?

M Singgih 21 Jan 2021 13:29

@ Nekoboy:

Hal tsb bisa terjadi karena tidak ada sinyal dari price action yang mengisyaratkan kemungkinan pergerakan bullish. Misalnya pada contoh ini:



Seperti diketahui indikator MACD termasuk dalam indikator yang lagging atau lambat dalam merespon pergerakan harga, karena dihitung secara matematis. Harga bergerak dulu baru hasil hitungannya keluar.
Dengan demikian untuk entry harus berdasarkan sinyal dari price action. Indikator seperti MACD bisa untuk konfirmasi. Mengenai time frame dalam hal ini tidak berpengaruh.

 

Nekoboy 22 Jan 2021 14:48

Terima kasih pak, atas penjelasannya. Kini sekarang saya sudah paham