Dukung Program Pariwisata, Sinyal Emiten BTN Hold

Jujun Kurniawan 4 Nov 2019 218

Pada perdagangan sesi I Senin (04/November), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada level 6,219, dan selanjutnya melemah sebesar -0.20% ke area 6,194. Harga tertinggi pada penutupan sesi I hari ini berada di 6,242 dan level terendah berada di angka 6,190. Pergerakan saham yang terpantau meliputi 184 saham naik, 202 saham turun, dan 133 saham lainnya stagnan. Diperkirakan sekitar Rp7.1 miliar saham hari ini telah diperdagangkan dengan frekuensi 319.66 kali transaksi dan nilainya mencapai Rp4.14 triliun.

 

Berita Emiten

Untuk meningkatkan devisa, pemerintah mengeluarkan program 10 Destinasi Wisata Prioritas, atau yang disebut dengan 10 Bali Baru. Dalam hal ini, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) siap mendukung program tersebut. Salah satunya dengan berpartisipasi dalam acara Tour de Borobudur. Di kawasan Borobudur juga, melalui Balkondes (Balai Ekonomi Desa), BTN ikut serta dalam membangun ekonomi masyarakat.

emiten bbtn
Pihak BTN melakukan pembinaan pengrajin gerabah dan membangun 12 kamar homestay. Selain itu, Bank BTN sangat mendukung sektor pariwisata lainnya, yang terlihat dari jumlah kredit telah disalurkan pada sektor pariwisata mencapai 10% dari total kredit BTN. Dengan dukungan BTN tersebut, maka diharapkan brand awareness emiten tetap kuat ke depannya.

Analisa Teknikal

Secara teknikal, harga saham BBTN bergerak dalam trend bearish. Hal ini terlihat dari pergerakan harga berada di bawah level MA14 atau garis biru. Namun, jika dilihat dari berita emiten di atas, ada potensi positif pada saham Bank BTN, dan investor tinggal menunggu waktu entry buy yang tepat.

analisa teknikal bbtn

Maka dapat disimpulkan, rekomendasi untuk saham BBTN adalah ACTION: HOLD.

Kirim Komentar/Reply Baru
Cara Memakai Indikator ranging dan breakout
Selamat sore SF, saya baru belajar tentang trading pada daerah ranging dan breakout. Dan saya menemukan indikator bollinger bands dan donchian channel. masing-masing punya parameter sendiri. Saya ingin bertanya, mana yang lebih baik ya? menggunakan level high/low seperti donchian atau standar deviasi seperti bb? thx

Mas Sinar 1 May 2018

Reply:

M Singgih (03 May 2018 04:43)

@ Mas Sinar:

Untuk breakout berdasarkan daily range, Donchian channel lebih akurat. Richard Donchian merancang indikator ini berdasarkan level high / low periode 20 hari, jadi akurasinya akan lebih baik kalau digunakan pada time frame daily.

Kalau Bollinger Bands lebih ke volatilitas untuk melihat kekuatan trend. Standard deviasi perhitungannya tetap, tidak berdasarkan level high / low pada periode tertentu. Kalau harga melewati batas atas (upper band) atau batas bawah (lower band) maka harga sedang bergerak uptrend atau downtrend dengan kuat.
Entrynya dilihat dari breakout pada middle band, tetapi untuk kondisi sideways kurang akurat. Ketika harga break diatas middle band diasumsikan sedang bergerak uptrend dan sebaliknya. Jadi untuk deteksi arah trend. Pada kondisi sideways bisa untuk deteksi overbought dan oversold. Baca juga: Menggunakan Indikator Bollinger Bands

Kalau Anda ingin trading dengan cara breakout berdasarkan daily range, bisa dibantu juga dengan indikator ADR (Average Daily Range). Cara kerja dan indikatornya untuk MT4 bisa diunduh disini.

Erwin Tembesi (23 Jun 2018 08:25)

Kalau untuk strategi breakout support dan resistance trendline bagaimana pak?

M Singgih (26 Jun 2018 08:37)

@ erwin tembesi:

Breakout garis trend (trendline) maupun breakout garis horisontal support dan resistance, harus dikonfirmasi oleh price action dan indikator teknikal, baik indikator trend (MACD, parabolic SAR, ADX, Bollinger Bands) maupun indikator momentum (RSI, stochastic, CCI). Minimal ada 2 indikator yang conform.

Kenapa indikator trend, karena kita membicarakan arah trend, apa lagi jika arah trend tampak jelas dari garis trend yang telah di-plot. Konfirmasi indikator momentum juga diperlukan karena kita ingin entry pada saat (momen) yang tepat.

Contoh:



Pada garis trend 1:
Price action: terjadi bullish engulfing candle yang menembus garis trend, berarti kemungkinan akan bullish.
Dalam hal ini kita harus menunggu sampai engulfing candle selesai terbentuk, dan kita lihat candle berikutnya (candle A).. Jika dikonfirmasi oleh indikator, maka kita bisa entry buy. Tampak dari indikator MACD, parabolic SAR dan RSI telah conform (RSI di atas level 50), jadi kita bisa entry buy.

Pada garis trend 2, meskipun telah menembus garis trend (candle B), tetapi dari price action tidak jelas, dan ke 3 indikator tidak conform, jadi kita seharusnya tidak entry sell pada candle B.

Gio (06 Jul 2018 08:38)

kalau dari sisi price action sendiri apakah ada pola candlestick trtentu yg menunjukkan harga akan breakout support/resistance??

M Singgih (07 Jul 2018 08:40)

@ Gio:
Harga akan breakout jika formasi candlestick yang Anda maksudkan terjadi di dekat level support atau resistance.
Akan breakout level support jika formasi candlestick yang terjadi menunjukkan kemungkinan pergerakan bearish, yang sering terjadi adalah: 
- Bentuk pin bar yang terjadi pada kondisi uptrend termasuk doji atau gravestone doji dan shooting star (1 candle)
- Formasi bearish engulfing (2 candle)
- Formasi dark cloud cover (2 candle)
- Formasi atau pola evening star (3 candle)
- Formasi atau pola three black crows (3 down bar yang berurutan)

Akan breakout level resistance jika formasi candlestick yang terjadi menunjukkan kemungkinan pergerakan bullish, yang sering terjadi adalah: 
- Bentuk pin bar yang terjadi pada kondisi downtrend termasuk doji atau dragonfly doji dan hammer (1 candle)
- Formasi bullish engulfing (2 candle)
- Formasi piercing line (2 candle)
- Formasi atau pola morning star (3 candle)
- Formasi atau pola three white soldiers (3 up bar yang berurutan)

Jefri (03 Aug 2018 08:23)

Halo pak, saya masih pemula jdi saya tidak ngerti apa breakout itu pak. Mohon info nya pak

Basir (04 Aug 2018 08:25)

Untuk Jefri,

Break artinya diam/istirahat, Out artinya keluar. Dalam istilah trading, Break Out diartikan penembusan pada suatu level harga, setelah bergerak diam, istirahat atau sideways pada area yang sempit.

 

Anda bisa memilih Mata uang apa saja, dengan menetukan Time Frame terlebih dahulu. Cari level – level sempit dimana harga bergerak. Sebagai contoh pada GBP/USD, di TF 30. 

Cara diatas adalah order pending, pada GBP/USD. Dengan Buy Stop di 1.40867 dan Sell Stop 1.40485. Dengan harapan harga bisa menembus salah satunya.

Ada banyak cara untuk trading Break Out ini. Anda bisa membaca ulasan lainnya 
di :

Strategi masuk pasar berdasarkan breakout
Strategi forex yang simple
Trading Breakout
Penjelasan tentang strategi breakout
3 syarat untuk konfirmasi breakout

Setelah anda memahaminya, anda bisa memilih salah satu cara yang menurut anda simple dan mudah di mengerti.

Terima kasih.

Jujun Kurniawan 49
Kredit