Kisah Sukses Sang Sultan Forex, Bill Lipschutz

SAM 24 Oct 2013 605

Bill Lipschutz adalah seorang trader profesional di pasar forex yang terkemuka dan pernah memperoleh penghargaan sebagai Trader Monthly Hall of Fame pada Oktober 2006. Ia juga menjadi salah seorang pendiri dan direktur portfolio management di Hathersage Capital Management. Sebagai trader yang telah dianggap sukses, Lipschutz termasuk salah seorang yang diwawancarai Jack Schwager dalam buku best seller-nya, "The New Market Wizards: Conversations with America’s Top Traders". Karena rating suksesnya yang terbilang tinggi, ia mendapat julukan ’’The Sultan of Currencies’’, atau Sang Sultan Forex.

bill lipschutz

 

Belajar Trading Setelah Dapat Warisan

Bill Lipschutz lahir dan besar di Farmingdale, New York. Sempat memperoleh gelar Bachelor dalam bidang arsitektur, ia kemudian melanjutkan studi di bidang manajemen bisnis hingga mendapat gelar MBA dari Johnson School of Management, Cornell University pada tahun 1982. Lipschutz terjun di pasar forex secara tidak sengaja. Ketika masih belajar di Cornell University, ia memperoleh warisan dari neneknya berupa account trading 100 jenis saham dari berbagai broker yang masih open atau belum dilikuidasi senilai USD12,000. Rupanya, si nenek juga seorang trader saham yang aktif.

Lipschutz kemudian tahu si nenek tidak menerapkan manajemen resiko dengan benar, sehingga account tersebut akan mengalami kerugian jika dilikuidasi. Ia segera mempelajari lebih dalam tentang manajemen risiko dan membaca segala sesuatu tentang kondisi pasar saat itu. Namun kemudian, ia justru lebih tertarik dengan pasar forex. Menjelang lulus dari Cornell University, Lipschutz sudah bekerja di perusahaan investasi terkenal saat itu, Salomon Brothers, tepatnya di bagian forex (FX Department).

 

Kendalikan Risiko Dan Perhatikan Fundamental

Bill Lipschutz berhasil mengembangkan warisan neneknya menjadi USD250,000, namun sayang dana tersebut tidak bertahan lama alias nyaris ludes. Lipschutz tidak menyesali dana yang telah hilang, tetapi sangat kecewa pada cara tradingnya yang salah dan kurang terarah. Metode trading yang ia peroleh dari Salomon Brothers menjadi tumpul hanya karena sebuah kesalahan.

Bill Lipschutz segera menguji beberapa strategi trading dengan menekankan pada pengendalian risiko, melalui pembagian portofolio pasangan mata uang yang sesuai. Selain itu, ia juga sangat memperhatikan faktor risk/reward ratio setiap kali trade. Baru setelah perbaikan inilah, account trading Bill Lipschutz kembali membaik dan terus berkembang dari waktu ke waktu.

Menurut Lipschutz, faktor fundamental adalah hal sangat penting yang perlu diketahui oleh trader forex. ’’Amati bagaimana respon pasar terhadap perubahan data fundamental. Jangan sampai Anda, trader forex, kehilangan kesempatan untuk masuk pasar. Kehilangan kesempatan adalah sebuah kesalahan. Jika Anda terlambat, sama saja Anda telah salah masuk pasar,’’ kata Bill Lipschutz yang pernah menjabat sebagai presiden dan CEO perusahaan investasi North Tower Group, bagian dari Merrill Lynch Corporation itu.

 

Jangan Batasi Keuntungan

Bill Lipschutz yang senang menggunakan pending order (stop atau limit order), sedikit berbagi tips untuk para trader forex: ’’Jika harga bergerak sesuai dengan posisi Anda, usahakan untuk memperbesar ukuran lot trading, averaging, pyramiding, atau apapun namanya," ungkapnya.

Saat ditanya mengapa, sosok trader sukses ini justru bertanya balik: "Apakah Anda memang ingin membatasi keuntungan Anda?"

Para trader dan investor yang telah sukses dalam karirnya, sebagian besar mendedikasikan pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi. Kita bisa mengambil manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan Bill Lipschutz tentang bangkit dari kekalahan dan menyadari kesalahan.

 

Akhir Kata

Daripada cuma menyesali dana yang hilang, coba kenali darimana sumber kegagalan Anda berasal dan perbaiki strategi yang perlu ditajamkan. Ada kalanya, solusi datang dari metode pengendalian risiko dan penajaman analisa fundamental seperti yang telah dilakukan Bill Lipschutz dalam kisahnya di sini. Juga, usahakan untuk tidak membatasi keuntungan saat harga bergerak sesuai posisi trading Anda.

 

Seperti yang telah disebutkan pada bagian awal, kiat sukses Bill Lipschutz telah disorot oleh Jack Schwager dalam buku best seller-nya. Apa yang menjadikan sosok Schwager ini spesial hingga menjadi suatu kehormatan bagi seorang trader sukses untuk diwawancarai olehnya? Baca Juga: Trading Sukses Ala George Soros.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 7

Trader Kecil Saya Seh 8 FEB 2014
Ternyata yang namanya trading fundamental sangat sangat diperlukan toh. ane pernah denger juga seh di forum - forum.. fokus ma satu analisa.. teknikal yaa teknikal , fundamental yaa fundamental ga ush campur campur, malah bikin bingung ntar. emang seh bakal bikin bingung satu analisa ngomong buy satu lagi ngomong sell. Gmn tuh? T_T dilema dah
reply
Markonah 8 FEB 2014
gilee ni orang gmn caranya 12000 dollar bisa terbang jadi 250.000 dollar gtu yahh O.o belo mata gw.. setelah itu uangnya ludes, kayaqnya jangan2 dia pake posisi averaging ato martiangle duit sgitu bisa ludes . hahaha.. tpi salutt bisa jadi trader sukses akhirnya
reply
Trader Ganteng 12 FEB 2014
fundamental memang perlu bro trader kecil. ada pembicara seminar yang dulu pernah ngomong, fokus hanya pada satu jenis analisa. dengan mengikuti dua jenis analisa anda tidak bisa fokus. tpi klo mnurut ane laen. kita justru harus nguasain dua analisa. fundamental adalah sebab, teknikal adalah akibat harus tau dua2 nya
reply
Bang Japra 12 FEB 2014
@trader ganteng:
sekarang mah udah gak musim saingan kuat2an mana fundamental ato teknikal.. dua-duanye penting cuy! Temen ane nih ye sempat fanatik bgt ama teknikal, dia cuekin aja berita apapun, yg nomor satu grafik dah pokoknye.. walhasil? akunnya gulung tikar dah sekarang..
reply
Trader Kacangan 20 AUG 2014
Seorang trader seharusnya memang memiliki pemahaman dasar-dasar teknikal dan fundamental. Kalo salah satu saja yang dikuasai, pasti suatu ketika ada kekurangannya.

Dan yang lebih utama lagi, kemampuan dalam mengatur money management dan psikologi trading.

Makanya, tidak ada yang instan dalam trading menuju trader sukses...
reply
Belajar Forex 7 NOV 2014
Fundamental ataupun teknikal tidak akan berhasil jika faktor dalam diri tidak bisa dikendalikan.
Kenali dan kendalikanlah diri anda terlebih dahulu (emosi), baru fundamental dan teknikal
reply
Knight Trader 12 APR 2015
"Know Fundamental then Trade Technical"
reply
Shanti Putri 26 AUG 2019
Mantul bosque
Kirim Komentar/Reply Baru
Febrian Surya 263
Forex  
Strategi scalping 1-2 pip/hari

Min bisa tnjukkan gak cara scalping dapetin trget cuma 1-2 pip/hri saja.
Krna bagiku target sgitu sdh ckup jika pke ketahanan margin 100pip. Apkah itu efisien?

Damar 25 Nov 2016

Reply:

Basir (28 Nov 2016 11:02)

Untuk Damar..

Untung 1-2 pips dengan margin 100 pips, tampaknya terlalu royal.
Sama saja dengan Anda menargetkan untung Rp 1.000 tapi membuat resiko Rp 100.000. Wajarnya ambillah untung Rp.1000 dengan resiko sebesar Rp 1.000 - Rp. 2000. Jadi kalau target untung 1- 2 pips, ambillah resiko 10 - 20 pips.

Ada banyak scalping teknik trading. Silahkan simak ulasannya di sistem trading forex.

Thanks

Damar (29 Nov 2016 10:10)

Lalu untuk scalping berapa lot kah yang efisien untuk dana $1000 dng target 1-2 pip/OP...

Basir (01 Dec 2016 07:54)

Untuk Damar..

Dengan dana $1000, Anda bisa Open beberapa kali. Dengan catatan open close, jangan open open. Lakukan Open, setelah terlihat profit kemudian lakukan close. Anda bisa open dengan lot 0.01. Hanya saja saran saya, jangan melihat untung sedikit diambil, tapi rugi besar dibiarkan.

Thanks.

Dedi (01 Dec 2016 08:56)

Gmana cra makenya. Tolong dong bantu

M Singgih (05 Dec 2016 02:08)

@ Damar:
Mungkin maksudnya dana Anda bisa menahan hingga 100 pip, kalau margin artinya jumlah jaminan ketika Anda membuka posisi, dan besarnya margin tergantung dari leverage.

Anda pasang target profit antara 1-2 pip bisa saja asalkan stops level pada spesifikasi kontrak dari pair yang Anda tradingkan adalah nol. Spesifikasi kontrak ditentukan oleh broker Anda dan tiap broker bisa berbeda.

Stops level adalah batasan minimal untuk level stop loss, take profit dan pending order.

Misalkan Anda trading EUR/USD, maka lihat spesifikasi kontrak EUR/USD dengan cara klik kanan pada EUR/USD yang di kolom market watch, dan lihat “Specification”. Akan muncul kotak spesifikasi kontrak sebagai berikut:



Pada spesifikasi kontrak EUR/USD diatas: Stops level = 10, artinya:
1. Level stop loss dan take profit minimal harus 10 pip diatas atau dibawah level harga yang Anda order. Untuk level take profit, buy harus 10 pip diatas harga order dan untuk sell harus 10 pip dibawah harga order.
2. Jika Anda membuka pending order (buy stop, sell stop, buy limit atau sell limit), maka level harga yang Anda order harus 10 pip diatas atau dibawah level harga saat ini. Untuk buy limit dan sell stop harus 10 pip dibawah harga sekarang, dan untuk sell limit dan buy stop harus 10 pip diatas harga sekarang. Juga jarak stop loss dan take profit-nya minimal harus 10 pip diatas atau dibawah level harga yang Anda order.
Setahu saya kebanyakan broker menentukan stops level diatas 5 pip, biasanya 10 pip.

Mengenai efisiensi, trading tanpa stop loss dengan target profit 1-2 pip dalam jangka panjangnya jelas tidak efisien. Dalam hal ini jika ketahanannya 100 pip (sudah termasuk margin) bisa diartikan stop loss Anda adalah 100 pip, dan jika Anda loss langsung kena margin call. Risk/reward ratio: 100:1 atau 1:0.01, atau 1:0.02 (untuk target 2 pip), yang dalam jangka panjangnya jelas akan merugi karena Anda hanya berani untung sedikit tetapi berani rugi banyak. Cobalah Anda simulasi di akun demo, untuk sekian kali trade hasil keseluruhan pasti rugi.

- Lalu untuk scalping berapa lot kah yang efisien untuk dana $1000 dng target 1-2 pip/OP...
Jawaban: tergantung dari resiko per trade yang Anda sepakati. Misal Anda tetapkan resiko per trade 2% dari balance, berarti = USD 1000 x 2% = USD 20.
Jika stop loss = 20 pip, maka kalau Anda trading XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD dsb) maka nilai per pip-nya = USD 20 / 20 pip = USD 1 / pip, atau Anda trading dengan volume 0.1 lot (akun mini), dimana nilai per pip-nya = USD 1.
Jika stop loss = 100 pip, maka nilai per pip-nya = USD 20 / 100 pip = USD 0.2 / pip, atau Anda trading dengan volume 0.02 lot (akun micro), dimana nilai per pip-nya = USD 0.1.

Catatan: kalau ingin profit dalam jangka panjang, risk/reward ratio harus lebih besar dari 1:1, take profit 1-2 pip itu tidak realistis. Besarnya stop loss dan take profit harus disesuaikan dengan kondisi pergerakan harga pasar berdasarkan level-level support dan resistance, baik Anda trading dengan cara scalping, trading jangka pendek (harian) ataupun jangka panjang.

John (19 May 2019 18:07)

Jadi cara scalpingnya bagaimana? Jawabannya tidak menjawab pertanyaanya.

M Singgih (21 May 2019 02:57)

@ John:

- Jawabannya tidak menjawab pertanyaanya
Maaf, kalau boleh tahu, antara pertanyaan yang mana dan jawaban yang mana?
Terima kasih.

- Jadi cara scalpingnya bagaimana?
Mengenai strategi scalping, silahkan baca kumpulan artikel ini.

Febrian Surya 223
Tokoh  
Wahyudi 266
Tokoh  
Febrian Surya 508
Tokoh