Mengintip Kunci Sukses Legenda Pasar Saham, Jesse Livermore


SAM 6 Feb 2013 4189Dibaca Normal 4 Menit

Jesse Livermore adalah legenda pasar saham yang sukses untung besar di 2 peristiwa crash pasar Wall Street. Apa saja kunci sukses dari trader misterius yang juga dijuluki sebagai Raja Spekulan itu?



Jesse Lauriston Livermore (1877-1940) adalah legenda pasar saham, dikenal sebagai ‘Raja Spekulan’ (Speculator King) dan ‘great bear of Wall Street’ karena meraup keuntungan yang sangat besar saat pasar Wall Street bearish dalam crash tahun 1907 dan 1929. Walau demikian, Livermore bukanlah spekulan untung-untungan seperti penjudi. Ia penuh perhitungan dalam menentukan timing dan money management, serta mahir dalam mengendalikan emosinya.

Di masa itu, analisa teknikal belum seluas dan secanggih sekarang, namun Livermore telah menerapkan formasi pola pergerakan harga (price patterns), teknik memaksimalkan keuntungan dengan pyramiding, dan analisa trend harga dengan kaidah ‘cut losses, let profits run’.

kisah jesse livermore

 

Berawal Dari Keahlian Taruhan

Lahir di Massachusetts, Jesse Livermore yang dikenal sebagai trader misterius ini mulai mengenal pasar saham di usia 14 tahun ketika ia melarikan diri dari rumah dengan hanya berbekal USD5 disaku. Ia kemudian bekerja sebagai operator merangkap kurir pada broker saham Paine Webber di Boston.

Livermore sering menang taruhan dalam menebak naik turunnya harga saham-saham blue chip hingga seorang teman mempercayainya untuk mengelola sejumlah dana di pasar saham. Pada usia 15 tahun ia telah meraup keuntungan bersih USD1,000 (atau setara dengan USD23,000 sekarang) dan setelah terus menerus memperoleh keuntungan, beberapa tahun kemudian Livermore hijrah ke New York City untuk serius trading dengan modalnya sendiri. Di sinilah ia menemukan cara-cara trading yang efektif di pasar saham seperti yang ditulis dalam bukunya How to Trade in Stocks.


2 Kali Menang Dari Crash Pasar Wall Street

Saat terjadi crash di pasar Wall Street tahun 1907, Jesse Livermore berhasil menyabet profit sebesar USD3 juta dalam sehari hanya dengan memanfaatkan pasar yang sedang panik. Kemudian pada momen crash di pasar Wall Street tahun 1929 akibat resesi yang berkepanjangan, Livermore lagi-lagi berhasil mencetak keuntungan sebesar USD100 juta, kali ini dengan timing dan momentum yang tepat plus money management yang bagus.

"Tidak ada yang baru di Wall Street. Trader atau spekulan tetap saja demikian, tidak ada yang baru. Spekulasi sama tuanya dengan usia gunung dan bukit. Yang terjadi di pasar saham sekarang telah pernah terjadi sebelumnya dan akan terjadi lagi besok. Tidak ada yang baru. Masuklah pasar hanya saat pasar trending, jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya…" kata Livermore yang dijuluki trader misterius karena aktivitas tradingnya dilakukan secara rahasia di sebuah kantor pribadi di Fifth Avenue, New York.

Seperti cara tradingnya yang misterius, gaya hidup pribadi Jesse Livermore yang 3 kali menikah dan cenderung mewah itu juga penuh tanda tanya. Tanpa alasan jelas, Livermore bunuh diri di sebuah hotel di Manhattan dengan meninggalkan harta kekayaan hingga USD5 juta pada tahun 1940.


Kunci Sukses Jesse Livermore

Dari uraian di atas, jelas sekali bahwa kunci sukses Jesse Livermore diperoleh dari penggunaan metode trading yang terukur, bukan asal tebak-tebakan saja. Dalam mengarungi dunia trading di masanya, ia telah banyak menemui keuntungan tapi tak jarang juga mengalami kerugian. Livermore mengklaim bahwa semua kerugian yang dialami adalah akibat ketidak-patuhannya pada aturan dan rencana trading yang telah disepakati. Walau demikian, menurut Livermore hal itu tidak bisa dihindarkan kecuali Anda bisa trading tanpa emosi sama sekali. Menurutnya, 3 hal utama yang patut dihindari karena menyebabkan kerugian adalah:



  1. Kurang matangnya pengetahuan trader mengenai instrumen pasar
  2. Aturan trading (metode dan strategi) yang tidak tegas
  3. Pelanggaran terhadap aturan yang telah disepakati


Beberapa aturan trading Jesse Livermore yang banyak digunakan hingga sekarang antara lain
:

  • Tidak masuk pasar ketika kondisi pasar sideways atau arah trend tidak jelas
  • Menerapkan pivot point daily untuk mengetahui arah pergerakan harga
  • Selalu menunggu konfirmasi baik dari segi teknikal maupun fundamental sebelum benar-benar melakukan order buy atau sell
  • Selalu menggunakan stop loss (menentukan resiko)
  • Exit hanya bila trend berbalik arah (reverse)

Selain itu, saat pasar bullish Anda mesti trade pada saham-saham yang sangat kuat, dan saat pasar bearish Anda harus masuk pada saham-saham yang paling lemah. Hindari saham yang tampak meragukan atau ambiguous.Jangan pernah melakukan teknik averaging down pada posisi merugi.

Advertisement

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter
Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 9    

Charlie
7 JUN 2013
apakah kita bisa jual saham semudah sell di forex? dari ulasan ini kok sepertinya mudah ya untuk jual saham yang lagi turun. ... "selalu menunggu konfirmasi baik dari segi teknikal maupun fundamental sebelum benar-benar melakukan order buy atau sell" ... bisa jadi beban untuk sell di stock lebih besar daripada di forex, karena dgn sell kita merugi, tapi di forex kita masih bisa daept keuntungan...
M Singgih
21 JAN 2016
@Charlie:
Dalam hal ini sy kira Livermore tentu punya saham yang akan dijual, karena harga terus turun (bearish) maka ia jual saham tersebut untuk dibeli lagi pada harga yang menurut analisanya sudah sangat rendah (oversold).
Zainal Amin
5 JUL 2013
Di sini saya seperti mendapatkan kesan bahwa Jesse Livermore memulai karirnya dengan taruhan. Untuk mengumpulkan modalnya ia lakukan dari hasil menang taruhan, yang artinya fondasi tradingnya dibangun dari cara spekulasi yang mirip judi.

Apakah di tahap itu Jesse sudah mengandalkan teknik dan perhitungan, atau hanya sekedar beruntung karena berhasil mengumpulkan keuntungan bersih sampai 1000 USD?

Saya juga melihat keunikan Jesse Livermore di sini, dimana ia beralih menjadi spekulan setelah hijrah ke New York, padahal sebelumnya sudah banyak menang hanya dengan bertaruh.

Tidak banyak orang yang awalnya banyak menang taruhan untuk meninggalkan kebiasaan itu dan serius mengusahakan keuntungan dengan cara yang benar dan penuh perhitungan.
M Singgih
21 JAN 2016
@Zainal Amin:
Sy kira Livermore tidak sekedar taruhan, tetapi juga melakukan analisa terutama fundamental, oleh karenanya bisa sering menang. Ia hijrah ke New York karena ingin keuntungan yang lebih besar dengan menjadi trader profesional.
Desti Trade
10 SEP 2013
eh mang apa c beda trdr ama spekulan? bukanx spekulan cmn spekulasi ja? tp bung livermore ini kok pake money manajemen jg y? bukanx tujuan utama spekulan bwt mengeruk profit sbnyak2x? klo spekulan jg pake money manajemen ane jd bingung bedain trader sm spekulan.
M Singgih
21 JAN 2016
@Desti Trade:
Biasanya spekulan murni memang judi (gambling), tetapi Livermore bukan gambler murni, dia menggunakan money management terutama dalam pengendalian resiko, jadi dalam hal ini dia seorang trader.
Zainal Amin
12 SEP 2013
@Desti: Barangkali walaupun tujuan utama spekulator adalah untuk memaksimalkan profit, namun mereka juga membatasi resiko. Dua hal tersebut tentunya bukan hal yang berlawanan.

Seorang masih bisa memaksimalkan profit sekaligus juga membatasi kemungkinan resiko. Jesse Livermore ini contohnya, beliau memang menggunakan stop loss, namun tidak mengaplikasikan take profit, dan justru menggunakan teknik pyramiding untuk memaksimalkan profit. Exit baru setelah tren berbalik arah.

Ini tentunya tidak seperti trader yang punya ukuran sendiri mengenai risk reward ratio. Disamping itu Jesse Livermore juga hanya masuk saat pasar trending, atau menghindar saat pasar sideway, untuk tujuan mendapat profit sebanyak-banyaknya dari trending harga.

Syam
20 NOV 2013
wah hebat contoh trader sukses yng 1 ini...
dalam kondisi harga saham lg jatoh bisa dapet keuntungan sebanyak gitu...
tapi klo si trader nyatanya juga sering loss, berarti kurang bisa ditiru ya ini...

ditambah lagi trader ini juga pake cara spekulasi n mengandlkan insting... buktinya juga punya pengalaman menang taruhan...

trus apa resep2 trading dari trader ini bisa cukup dipercaya? nah tradernya aja dapet julukan si trader misterius...
mungkin sebenernya rahasia suksesnya masih dirahasiain? hehehe
M Singgih
21 JAN 2016
@Syam:
Setahu sy cara trading Livermore banyak ditiru oleh para trader saham, dan rahasia suksesnya bisa dibaca pada dalam buku yang ditulisnya yang berjudul How to Trade in Stocks. Mungkin juga tidak semua trik diungkapkan di buku tersebut.
Kirim Komentar/Reply Baru
Prinsip Trading Ed Seykota Untuk Trend Following
Prinsip Trading Ed Seykota Untuk Trend Following
Cahyaning   6 Aug 2021   99  
10 Kisah Trader Bitcoin Sukses Paling Inspiratif
10 Kisah Trader Bitcoin Sukses Paling Inspiratif
Linlindua   30 Jul 2021   104  
Mengintip Rahasia Sukses Trading Kim Krompass
Mengintip Rahasia Sukses Trading Kim Krompass
Nandini   11 Dec 2020   1192  
Kisah Penemu Indikator Stochastic, George Lane
Kisah Penemu Indikator Stochastic, George Lane
Febrian Surya   24 Jul 2020   1803  
Ilmu Trading Dari George Soros Untuk Trader Pemula
Ilmu Trading Dari George Soros Untuk Trader Pemula
Febrian Surya   22 Jul 2020   4282  
5 Kiat Sukses Trading Ala Bruce Kovner
5 Kiat Sukses Trading Ala Bruce Kovner
Febrian Surya   21 Jul 2020   1164  
5 Trader Sukses Dan Dermawan Di Dunia
5 Trader Sukses Dan Dermawan Di Dunia
Wahyudi   17 Jul 2020   882  
Jurus Kesuksesan Andy Krieger Dalam Trading Forex
Jurus Kesuksesan Andy Krieger Dalam Trading Forex
Wahyudi   7 Jul 2020   1526