Biografi George Soros Dan Teori Refleksifnya

SAM 29 Apr 2016 4816
Dibaca Normal 4 Menit

Geoge Soros, spekulator fenomenal yang pernah menggemparkan dunia setelah memicu Black Wednesday, punya resep tertentu yang diterapkannya untuk meraih kesuksesan.



Geoge Soros, sang spekulator, begitulah gelarnya menurut sebagian besar pelaku bisnis. Mulai dari sepak terjangnya yang sempat menggemparkan dunia seperti peristiwa Black Wednesday (di mana dia sempat membuat bank Inggris "kebobolan" £3.4 milyar) sampai prediksinya dalam mendeteksi pecahnya stabilitas ekonomi global (economic superbubble), sebenarnya tak lepas dari pandangannya mengenai teori refleksifitas.

George Soros

Sebelum kita membahas mengenai teori refleksifitas, kita akan memutar waktu untuk mempelajari bagaimana seorang Soros mampu meraih posisinya seperti saat ini.

 

Berawal Dari Salesman

George Soros mengambil studinya di London School of Economics pada tahun 1947, di mana dia bertemu dengan Karl Popper, dari situlah George Soros tertarik dengan filosofi dan menjadi cikal-bakal dari terciptanya teori refleksifitas.

Setelah lulus dari London School of Economics, George Soros memulai karirnya sebagai salesman dari suatu toko suvenir, pekerjaan yang disebutnya sebagai titik bawah dalam kehidupannya. Berangkat dari rasa ketidakpuasan tadi, akhirnya George Soros berinisiatif untuk melamar kerja di merchant bank (setara dengan bank kredit untuk para pedagang).

Setelah berkali-kali ditolak dan dipandang rendah oleh para pewawancara, akhirnya George Soros diterima bekerja di Singer & Friedland. Tahu alasannya kenapa dia bisa diterima bekerja di sana? Karena dia dan manajer utama di Bank tadi berkebangsaan sama, Hungaria. Dari situ, karirnya terus berkembang pesat hingga kesempatan untuk melebarkan sayap ke negeri Paman Sam terbuka lebar. Sekian tahun bergelut dalam bidang financing, George Soros mengambil keputusan kembali ke Inggris untuk mendalami filosofi. Pada masa itu, dia mengembangkan ide dari Karl Popper mengenai teori refleksifitas.

 

Teori Refleksifitas

Oke, kembali ke topik kita mengenai teori refleksifitas. George Soros mendasarkan ide bahwa sebenarnya nilai harga pada pasar lebih sering dikendalikan oleh ide-ide situational dari para pelaku pasar daripada elemen-elemen fundamental. Situasi refleksif diciptakan oleh rantai berkesinambungan di mana ide mempengaruhi kondisi pasar, lalu kondisi pasar mempengaruhi ide. (Baca Juga: Lupakan Analisis Teknikal Dan Fundamental, Pemilik Uanglah Yang Menguasai Market).



Implikasi dari teori tersebut adalah siklus dari kondisi pasar yang bisa dideskripsikan sebagai gelembung (bubble), di mana pada suatu momen kondisi pasar akan merangkak naik sehingga memancing banyak sentimen positif, kondisi ini bisa dianalogikan sebagai "booming" (gelembung membesar). Begitu besarnya sentimen positif tadi sampai gelembung tak mampu lagi menahan tekanan, siap tak siap gelembung akan meledak dikarenakan sentimen negatif terhadap anomali pasar tersebut.

Didasari oleh teori refleksif, George Soros mendirikan First Eagle Funds (tahun 1967) dan Double Eagle Hedge Funds (thn. 1969), dua-duanya bergerak di bidang investasi. Tujuan dari lembaga investasi tersebut adalah mengaplikasikan strategi mengambil keuntungan saat gelembung-gelembung ekonomi terjadi.

Strategi investasi George Soros terbukti sukses meraup keuntungan dari modal pertama $4 juta menjadi $12 juta. Dari sana, lembaga investasi berubah nama menjadi Soros Fund (kemudian berubah lagi menjadi Quantum Fund). Sampai tahun 2013, Quantum Fund menghasilkan profit sebesar $5.5 milyar. Skor tersebut menjadikannya lembaga investasi hedge funds tersukses di dunia.

 

Memicu Kontroversi

Kesuksesan gemilang George Soros tak lepas dari sorotan negatif para pengawas pasar. Soros dicurigai memiliki agenda pribadi untuk menjatuhkan nilai mata uang suatu negara, terutama oleh perdana menteri Mahathir Mohamad (thn. 1997) yang menuduh Soros sengaja menjatuhkan nilai mata uang beberapa negara ASEAN sebagai bagian dari agenda konspirasi Soros (saat itu Soros seringkali diasosiasikan sebagai Jewish conspirator).

Toh, apa yang dilakukan Soros sesungguhnya bukan karena agenda konspirasi, melainkan aksi reaktif oportunistik yang terjadi saat kondisi pasar sedang mengalami anomali. Dengan kata lain, sebenarnya Soros mengambil sikap sebagaimana layaknya trader secara umum, hanya saja Soros beberapa langkah lebih sigap dan sensitif dengan pandangan refleksifnya.

Kesuksesan menjadi lebih berarti jika didermakan kepada individu lainnya. George Soros juga mendirikan Open Society Foundations untuk memberikan bantuan kepada kelompok-kelompok sosial dengan tujuan membangun keterbukaan dan kebebasan individual dalam mengembangkan ide-ide inovatif, yang bisa jadi ujung-ujungnya adalah "refleksif".

 

Tak cuma teori refleksifitas, kesuksesan George Soros juga menginspirasi banyak trader untuk belajar darinya. Untuk menjadi investor sukses semuanya bisa dimulai dari nol. Bahkan menjadi investor sukses masih sangat mungkin dicapai meskipun pada saat situasi sulit, seperti kisah 5 investor sukes pada saat krisis finansial berikut. 





Forum

Mustakim (09 Jun 2012)

master,broker yang paling enak buat tehnik scalping apaan ya.trims

Selengkapnya...

Pola Candlestick
Three Outside Down
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bearish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bearish reversal.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 3    

Yolanda
29 APR 2016
Ini dia kata kuncinya. Tinggal digali bagaimana implementasinya di lapangan trading.
Mas_haan
19 FEB 2017
Hai kak mau tanya nihh dimana ya saya bisa dapet buku biografinya George Soros dan bukunya karl popper yang judulnya the open society and its enemies. Mohon jawabannya kak jika tahu soalnya susah banget carinya di toko buku. Saya membutuhkannya.
Admin
20 FEB 2017
Untuk buku mancanegara, sebaiknya cari di toko-toko buku impor, online juga ada. Karena buku asing belum tentu sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Untuk buku Karl Popper "The Open Society and Its Enemies", baru saja kami cek ada edisi terbarunya (bahasa Inggris).

Berbagai buku yang ditulis oleh George Soros maupun tentang dia juga tersedia di sana, cukup search saja "George Soros" di kolom pencarian toko buku online tersebut.
Mengungkap 5 Rahasia Trader Miliarder
Mengungkap 5 Rahasia Trader Miliarder
Wahyudi   8 Jun 2020   2042  
Cara Menyusun Rencana Trading Yang Baik
bagaiman cara menyusun rencana trading yang baik?
dan
membentuk karakter trading yang proposional?

Zamzami 5 Mar 2016

Reply:

Basir (08 Mar 2016 07:27)

Untuk Zamzami...

Merencanakan sukses akan sukses, merencanakan gagal, akan gagal. Mempunyai rencana trading adalah untuk mencegah keterlibatan emosi dalam trading. Seperti telah kita ketahui, cara trading forex dengan melibatkan emosi bisa berakibat fatal.

Hal semacam itu tidak akan terjadi jika kita disiplin mengikuti langkah-langkah dalam rencana trading, kita biarkan pasar merespon posisi trading kita tanpa harus risau apa yang bakal terjadi. Anda bisa bisa mengikuti ulasan lebih lanjut di menyusun rencana trading.

Sementara untuk membentuk karakter trading, anda bisa melakukan semacam evaluasi/psikotes, yang mana setelah menjalaninya diharapkan bisa mengetahui karakter trading yang cocok anda miliki.

Thanks.

Zamzami (14 Mar 2016 09:13)

malam Pak.saya(zamzami) maaf mau tanya

Kalau trading dengan satu mata uang
misal:EUR/USD
1. apakah kita harus menunggu pasar Eropah atau America?
sedangkan dalam 24jam ada 3 pasar. mulai dari ASI,Eropah,dan Amerika.atau mata uang masing-masing pasar?
2.Kenapa Rupiah(Rp) tidak ada dalam Trading?sedangkan saya pernah dengar,Rp ikut diperdagangkan.Gimana jelasnya Pak? terimakasih berat.

Basir (16 Mar 2016 02:55)

Untuk Zamzam..

Anda bisa trading di sesi asia juga, hanya memang sesi Eropa dan Amerika merupakan sesi fluktuatif, dimana pergerakan mata uang tersebut cukup tinggi karena ditunjang oleh rilis data dari kedua negara tersebut. Untuk sesi Asia bianya digunakan oleh para scalper untuk meraih keuntungan.

Pada broker tertentu mata uang IDR ikut diperdagangkan, seperti IG misalnya. Ada juga broker yang menggunakan IDR sebagai base currencynya. Hanya memang IDR ini tampaknya kurang dominan. IDR di perdagangkan dengan mata uang lain  terdapat di agen pertukaran/changer dan perbankan.

Thanks.

5 Rutinitas Sebelum Trading Untuk Tingkatkan Profit
5 Rutinitas Sebelum Trading Untuk Tingkatkan Profit
Wahyudi   5 Jun 2020   1743  
Cara Lolos Dari Jebakan Yoyo Trading
Cara Lolos Dari Jebakan Yoyo Trading
Jujun Kurniawan   18 Oct 2019   1746  
Apakah Bisnis Forex Halal atau Haram?
Apakah Bisnis Forex Halal atau Haram?
Anna   24 Apr 2019   4031  
5 Trik Bisnis Forex Tanpa Modal
5 Trik Bisnis Forex Tanpa Modal
Anna   29 Mar 2019   3022  
4 Jenis Broker Forex Yang Perlu Diwaspadai
4 Jenis Broker Forex Yang Perlu Diwaspadai
Wiji Purnama   30 Aug 2018   4201  
Mengapa Broker Forex Melarang Trading Forex Dengan Hedging?
Mengapa Broker Forex Melarang Trading Forex Dengan Hedging?
Wiji Purnama   10 Jul 2018   4760  
Apa Pentingnya Server Trading Forex Broker?
Apa Pentingnya Server Trading Forex Broker?
Wiji Purnama   26 Jun 2018   4156  
Pilih Mana, Eksekusi Market Atau Eksekusi Instan?
Pilih Mana, Eksekusi Market Atau Eksekusi Instan?
Wiji Purnama   4 Jun 2018   4155  
Cara Mengatasi Masalah Verifikasi Broker
Cara Mengatasi Masalah Verifikasi Broker
Wiji Purnama   23 Mar 2018   3528