Profil Trader Sukses Indonesia: Desmond Wira - Serius Tapi Santai

SAM 16 Sep 2016
Dibaca Normal 9 Menit
forex > tokoh >   #trader-sukses   #desmond-wira   #trader-indonesia
Desmond Wira adalah seorang trader saham dan forex sukses Indonesia yang dikenal aktif menulis buku. Apa rahasia suksesnya hingga berani menjadikan trading sebagai full-time job?

Desmond Wira adalah salah seorang figur trader Indonesia yang juga dikenal produktif menulis buku mengenai trading saham dan investasi. Juruscuan merupakan situs interaktif asuhan pria yang berdomisili di Bogor tersebut sebagai wadah bagi para trader Indonesia untuk berbagi pengalaman dan belajar bagi trader pemula.

desmond_wira

Meski cenderung aktif di trading saham, namun Desmond Wira juga bertrading forex dan memiliki pandangan yang menarik tentang trading forex dan saham. Apa saja? Simak hasil wawancara kami dengan sosok trader sukses Indonesia berikut ini.


Berawal Dari Pojok Saham UI

Ketertarikan Desmond Wira kepada dunia trading berawal pada tahun 1997, dimana saat itu dirinya sedang menempuh pendidikan untuk jenjang Magister di bidang Marketing Universitas Indonesia. Kala itu, banyak mahasiswa yang berkerumun di depan sebuah komputer dan berseru-seru ramai.

Awalnya, Desmond Wira mengira mereka sedang menonton pertandingan bola, tapi ternyata mereka sedang bertrading saham. Dari situlah akhirnya ia pun tertarik untuk mencoba bertrading dan menjadi anggota Pojok Saham UI.

Dunia trading saham sebetulnya melenceng dari latar belakang pendidikan Desmond Wira. Gelar sarjana diraih dari bidang Arsitektur sedangkan S2 bidang marketing. Aktivitas tradingnya pun sempat terhenti setelah lulus S2 pada tahun 2000 karena ia harus bekerja di sebuah perusahaan. Meski demikian, Desmond Wira mengaku tak pernah berhenti belajar trading dengan cara membaca berbagai buku.

Sampai pada tahun 2007, akhirnya Desmond Wira memutuskan untuk kembali bertrading, dan kali ini, secara lebih total dan bahkan berani menjadi full time trader dan penulis hingga sekarang.


Mengapa Lebih Suka Trading Saham Daripada Trading Forex?

Desmond Wira mengakui bahwa dirinya memang lebih menekuni trading saham dibanding trading forex meskipun sebenarnya ia melakoni trading di kedua sektor tersebut. Mengapa?

Pertama, karena dunia saham lebih "nyantai" yang maksudnya adalah jam kerjanya lebih teratur. Jam buka pasar saham Indonesia yang sama dengan jam kerja dan hari kerja perkantoran pada umumnya, membuat penulis buku Jurus Cuan Online Forex Trading ini bisa mengatur jadwal kerjanya secara lebih efektif dan efisien.

Desmod Wira juga tipe trader yang kurang suka begadang, "Kalau sudah malam capek, ya. Kita butuh istirahat. Saya juga nggak suka mantengin monitor siang-malam, hehehe," katanya. Setelah pasar saham tutup pukul jam 5 sore, ia melakukan evaluasi tradingnya hari itu kemudian membuat analisis untuk trading esok hari.

Kedua, karena risiko dalam trading saham lebih kecil daripada risiko di trading forex. "Leverage di saham kan 1:1, jadi kalaupun rugi, masih bisa ter-cover. Lah kalau forex kan 1:100, bisa cepet mati akunnya kalau belum mahir," katanya.

Lalu bagaimana Desmond Wira membagi waktu antara trading saham dengan trading forexnya?
Dilihat saja mana yang sedang sepi. Kalau market saham sedang bearish, katanya, ia akan pindah ke trading forex. Begitu pula sebaliknya. Lagipula, Desmond Wira lebih suka bertrading di sesi Eropa, karena trading pada sesi Asia--yang pagi hari--cenderung flat dan kurang banyak pergerakan. Oleh karena itu, waktu pagi sampai sore ia gunakan untuk bertrading saham, dan sisanya baru bertrading forex.

 

Di Indonesia, Trading Forex Lebih Diminati Daripada Saham

Dibandingkan trading saham, penulis yang sudah memproduksi 8 judul buku ini mengatakan bahwa trading forex lebih diminati di Indonesia. Mengapa? Mengingat sifat trader Indonesia yang kebanyakan suka yang simpel-simpel dan instan.

jurus_cuan
Artinya, dunia trading forex--terutama zaman sekarang--sudah dibanjiri oleh broker-broker luar negeri yang menawarkan persyaratan buka akun trading dengan sangat mudah. Sedangkan untuk membuka akun saham, banyak sekali persyaratan-persyaratan dan dokumen pendaftaran yang harus disediakan,  meskipun sebenarnya trading saham lebih rendah risikonya daripada trading forex.

Oleh sebab itulah, trader forex di Indonesia sekarang lebih banyak daripada trader saham. Kemudahan yang diberikan oleh broker-broker forex (utamanya broker forex luar negeri) saat ini membuat forex lebih mudah mendapat pasar di Indonesia. Meski begitu, Desmond Wira tetap memperingatkan, ada risiko yang sebanding dengan kemudahan yang didapatkan dalam bertrading forex. "Syaratnya gampang, loss-nya juga gampang, lho. Money management-nya harus dikuasai betul," ujarnya.

Kalkulator Money Management

 

Jatuh Bangun Desmond Wira Di Dunia Trading

Kebanyakan orang hanya tergiur saat melihat seseorang sudah mencapai kesuksesan, padahal, sebelumnya, orang-orang sukses hampir selalu berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian. Tak terkecuali Desmond Wira. Menjadi seorang full time trader dengan profit konsisten seperti sekarang tidak didapatnya langsung dari langit, ada duka dan suka yang menyertai perjalanan tersebut.

Di tahun 1997, saat mengawali karir tradingnya, sulit sekali baginya mendapatkan materi untuk belajar trading. Buku tentang trading dari dalam negeri saja sulit didapat, apalagi dari luar negeri. Ditambah lagi, waktu itu belum online, Google belum menggurita seperti sekarang ini.

Beruntung, di perpustakaan kampusnya saat itu buku-buku tentang trading ternyata sudah cukup lengkap. Buku pertama yang ia baca adalah karya Martin Pring tentang Analisis Teknikal. Salinan bukunya saat itu bahkan masih disimpan oleh Desmond Wira hingga saat ini. Ia harus belajar keras dan mencatat referensi sana-sini demi mendapatkan pelajaran trading yang mumpuni.

Apalagi saat itu ia hanyalah seorang mahasiswa rantau dari Solo, Jawa Tengah. Uang sakunya pas-pasan, untuk membuka rekening saham pertamanya saja ia harus menabung dan mengencangkan ikat pinggang karena waktu itu, setoran awal minimal untuk bertrading saham adalah 25 juta rupiah. Setelah susah payah seperti itupun uang yang berhasil ia kumpulkan cuma 4 juta.

Namun syukurlah ada seorang kawannya yang berbaik hati memberikan "tumpangan" untuk bertrading menggunakan rekening sahamnya. Desmond Wira mengawali debut trading sahamnya dengan segala kerepotan seorang trader yang nebeng rekening orang.

Belum lagi teknologi di zaman itu. "Boro-boro duduk tenang sambil mantengin platform online seperti sekarang, dulu tidak ada online trading. Semua order dilakukan lewat telepon atau di galeri dengan menuliskan order di kertas kecil lalu dimasukkan ke loket sales. Jadi kadang belum sempat memasukkan order, harga sudah keburu melonjak," kisahnya.

Yang paling miris adalah di tahun 1998. Keadaan berbalik 180 derajat, dari bahagia karena bonanza profit saham komoditas di tahun 1997, menjadi kerugian besar akibat krisis Asia setahun berikutnya. Karena apa? Karena saat itu, Desmond Wira belum menerapkan cut loss dalam tradingnya.

Walau begitu, selalu ada suka dibalik duka. Meski masa-masa suram bisa sewaktu-waktu datang, Desmond Wira akan selalu siap karena ia menjalani dunia trading ini dengan enjoy. Sudah menjadi cita-citanya untuk tidak terus-terusan menjadi pegawai dan bekerja sendiri. Waktu yang fleksibel membuatnya menjadikan trading sebagai hobi sekaligus pekerjaan. Sehingga, ia tidak merasa terbebani dengan konsekuensi pekerjaannya tersebut.

Desmond Wira memutuskan untuk trading for living setelah hasil dari trading sahamnya sudah konsisten setelah ia bertrading secara rutin. Jadi, sejak tahun 1997 hingga sekarang, perlu waktu hampir dua dekade bagi seorang Desmond Wira untuk memantapkan diri menjadikan trading sebagai mata pencaharian utama setelah mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya.

Ketika ditanya, adakah pekerjaan sampingan selain menjadi trader, Desmond Wira mengaku hanya menulis buku dan mengisi seminar-seminar saja. Jika bosan trading, ia beralih pada membaca, menulis buku, atau menonton film-film yang disukainya.

 

Strategi Trading Yang "Jadul"

Desmond Wira tak memasang strategi yang muluk-muluk untuk tradingnya. Malah menurutnya, strategi tradingnya cenderung jadul (jaman dulu .red). Untuk indikator, ia menggunakan MA, membaca pola candle dan volume trading saja. Ada tiga hal yang ia tegaskan dalam bertrading:

  1. Manajemen Risiko
  2. Manajemen Uang (Money Management)
  3. Segi Psikologi trader

 

Pemateri Seminar Tapi Jarang Ikut Seminar

Secara khusus, Desmond Wira mengaku tidak mengidolakan seorang trader tertentu. Hanya saja, terkadang ia sering menggunakan konsep trading dari Alexander Elder. Sedangkan saat ditanya, apakah bergabung dalam sebuah komunitas trading, Desmond Wira menjawab tidak. Ia merupakan pribadi yang lebih enjoy melakukan pekerjaannya secara individual, belajar sendiri dan mencoba sendiri. Berkumpul dengan banyak orang menurutnya  hanya akan membuat "overload" informasi dan "noisy".

Apabila menemui pertanyaan atau kendala, Desmond Wira lebih suka mencari jawabannya melalui buku referensi trading dalam atau luar negeri. Begitupula dalam hal seminar trading, pria kelahiran Solo, Jawa Tengah ini hampir tak pernah mengikuti seminar trading. Lucunya, setelah sudah pro seperti sekarang, dirinya malah sering diundang untuk menjadi pembicara dalam seminar.

Meski tak terlibat dalam komunitas trading, Desmond Wira tak lantas "pelit" ilmu atau menyendiri. Tengok saja akun-akun sosial medianya seperti Facebook dan Twitter, ia tampak sangat aktif menanggapi berbagai pertanyaan dan komentar pembaca, bahkan dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dianggap sepele. Kesediaannya untuk menjadi pembicara dalam seminar pun membuktikan keinginannya untuk berbagi ilmu.

Ia juga tak lantas berpuas diri dalam menimba ilmu trading. "Dunia trading itu sangat luas," katanya. Untuk pencapaian ke depan, Desmond Wira bercita-cita menelurkan lebih banyak buku-buku baru.

 

Nyantai Aja! Trader Sukses Harus Pandai Bersyukur

Menurut Desmond Wira, seorang trader dapat dikatakan sukses jika ia sudah berhasil "beating the market". Hasilnya bisa di atas target, khususnya dalam trading saham bila dibandingkan dengan IHSG. Dalam bertrading saham, Desmond Wira pantang bertrading saham gorengan dan lebih memilih saham-saham blue chip.

Selain itu seorang trader sukses adalah orang yang pintar bersyukur dan tidak terlalu ambisius. "Nyantai aja lah, tidak usah terlalu banyak cita-cita, terlalu banyak target. Kalau terlalu banyak target biasanya jadi nggak mau cut loss. Kalau sudah begitu dia bakal maksa. Nah, orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk," nasihat Desmond Wira.

 

Asah Kapak Tajam-Tajam Sebelum Menebang

Untuk trader pemula, Desmond Wira berpesan agar terlebih dahulu memiliki pengetahuan yang benar dari sumber yang benar sebelum bertrading. Meski sepele, hal itu penting daripada akun hancur karena ilmu yang terombang-ambing. Analoginya seperti "menajamkan kapak sebelum menebang", tak masalah membutuhkan waktu yang agak lama untuk mengasah, tetapi langsung efektif saat digunakan untuk eksekusi.

Kedua, awali trading dengan instrumen yang sesuai. Ibarat pertandingan tinju, kelas bulu jangan dulu bertanding lawan kelas berat. Jika Anda masih pemula, pilihlah instrumen trading yang umum-umum saja dulu, jangan merambah-merambah ke komoditas dulu jika belum punya ilmunya. "Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas," kata Desmond Wira.

Ketiga, mulailah dengan dana yang kecil, tujuannya agar bisa belajar sampai profit hingga konsisten. Tentu saja diiringi dengan kedisiplinan.

Terakhir, berpikir realistis. Jika baru memulai trading sebaiknya jangan terlalu muluk-muluk. Bertradinglah sewajarnya dan jangan pasang target terlalu tinggi demi kestabilan psikologi trading Anda sendiri.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Note from a friend 1. 2004 hary suwanda, abraham lembang, peter sufandri ikut seminar options oleh Kishore (Singapore), abis itu jualan seminar juga. dr 2004 smp 2019 skr dmn ya Prestasinya? Udh 18 tahun lho! ngapain aja? Kok bisa2nya klaim trader sukses ? 2. dia klaim udh $1 million dollar , kok sekarang kena kasus pennipuan investasi bodong Rp 1,3 Milyar sejak tahun 2011, calon klien dia mungkin pikir dia trader sukses jadinya percaya. lucu ya , udh terbitin buku, jual seminar. Ga ada Integritas. Uang haram, ga berkah utk menhidupi keluargamu. bagi peserta seminar hary suwanda, Abraham lembang, peter sufandri, dll sejak 2004, brp dr kalian yg skr sukses? TUNJUKAN !! I DARE U! Show me your MONEY, ASSETS, Real track record 3. if it were so easy to trade , everybody would be doing it right ? how come there are so many poor people ? because its damn harder than you guys thought ! this is tough business, the market is heartless, merciless. i guess its only for the brave !! banyak kasus bunuh diri kok 4. The blind leading the blind banyak seminar yg memberikan testimoni palsu, karangan / abal2. Kata Om Bob Sadino (almarhum) mereka hanya dari kuadran TAU bukan dari kuadran BISA!! dibutuhkan pengorbanan dan perjuangan utk sukses di bidang apapun ! Msh mau ikut seminar mahal yg useless ? do they care about your life ? they only care about taking your hard-earned money!! 5. Give back

Jika anda udah sukses trading , jgn lupa utk berbagi kpd sesamamu yg membutuhkan. Memberi tanda bersyukur lho !!
 John |  16 Jun 2019
Halaman: Trader Sukses Indonesia Hary Suwanda Forex Bukan Untuk Pemula
Trading di broker lokal seperti Finex, memberikan saya kepuasan dalam trading dan tentunya keamanan dana saya. Soalnya jelas sudah ada regulasinya dan ada kantor. Saya bisa deposit hanya $100. Tentunya ini memberikan angin segar bagi trader indonesia yang selama ini kesulitasn menemukan broker lokal yang mampu berdaya saing dengan broker luar. Bravo finex.
 Lisda |  9 Dec 2020
Halaman: Review Broker Finex Berjangka
Trader sukses juga pernah loss, tidak sekali trading langsung profit jutaan. Intinya sebelum trading harus sudah punya senjata dan pengetahuan. Seandainya tetap rugi, jangan putus asa dan belajar dari kekalahan sebelumnya.
 Suzy |  19 Jan 2021
Halaman: Belajar Dari Pengalaman Loss Trader Sukses
iya, dulu awal saya liat sekilas kayak cuma perbedaan istilah aja. Tapi sekarang saya tau kalau perbedaan mendasar terletak di teknologinya. Kalau broker forex, kita bisa cek siapa Liqudity providernya, leveragenya lebih besar, terus juga untuk broker-broker forex Indonesia banyak marketing offline. Marketing offline ini bahkan ada sertifikat Wakil Pialang Berjangkanya (WPB). Kalau exchanger kripto, full online dan gaada informasi soal liquidity provider karena teknologinya terdesentralisasi. Kita cuma bisa tahu teknologi siapa yang dipakai, kayak misalnya yang paling terkenal Binance Cloud. Pendek kata, investasi kripto ini memang target pasarnya lebih ke generasi muda yang sudah melek teknologi. Kalau cuma fokus ke kripto, lebih baik pakai exchanger yang menyediakan fitur trading lengkap saja. Ada beberapa exchanger yang udah dilengkapi dengan aplikasi trading, program edukasi, chartnya juga bisa disetting untuk pasang indikator. Contohnya seperti Indodax, Luno, Pintu, dsb. Sumber: 7 Exchange Kripto Berbasis Android untuk Trader Indonesia
 Anyaaaa |  24 Nov 2022
Halaman: Pahit Tapi Nyata Ini Fakta Tersembunyi Exchange Kripto
Dari tulisan ini, Desmond Wira sepertinya lebih mendalami teori teori trading terlebih dahulu ya. Bisa dibaca sampai ke perpustakaan kampus buat nyari materi trading saham dan forex. Setelah itu mulai trading meskipun sempat rugi dan mulai bekerja kantoran. Dari situ bisa saya ambil kesimpulan perjalanan tradingnya dari tahun 1990 an sampe jadi full trader di tahun 2007 diperlukan 17 tahun. Tentu pengalamannya sebagai trader udah banyak kenal asam manis dunia trading. Dan satu hal lagi dia itu belajar sendiri dan ga ikut seminar apapun. Ada beberapa komentar yang seolah menyalahkan diatas itu sebaiknya belajar sendiri saja karena trading bisa berbeda-beda strategi dan pemahamannya. Orang yang sukses aja perlu berpuluh puluh tahun, lu nya sendiri maunya sukses dalam beberapa bulan. It is not make sense, entah mas/mbaknya termakan kata-kata profit cepatnya atau mas/mbaknya salah tangkap dengan yang beliau sampaikan.
 Yogi Kusuma |  1 Dec 2022
Halaman: Profil Trader Sukses Indonesia Desmond Wira Serius Tapi Santai
Halo Rana, Broker Monex adalah salah satu broker lokal paling banyak digunakan oleh trader Indonesia. Untuk sekelas broker lokal, komisi di broker Monex masih terbilang wajar dan sebanding dengan banyak fasilitas menarik yang ditawarkan, seperti: Autochartist, Trading Central, Kalkulator Trading, Market News, dll. Dan yang perlu Anda pahami, sebagus dan secanggih apapun broker forex yang digunakan, tidak ada jaminan Anda akan selalu mendapatkan profit. Semuanya akan kembali pada strategi dan kemampuan money management Anda. Terima kasih, semoga membantu.
 Damar Putra |  13 Dec 2022
Halaman: Apa Saja Kelebihan Dan Kekurangan Broker Monex

Komentar[21]    
  Edy Widarma   |   1 Jan 2017
artikel-artikel tentang Forex atau saham khusunya trading online sebaiknya harus digalakan terutama tentang keamanan dan kelebihan trading. banyak masyarakat yang sangat awam dan ada yang tahu tapi sekedar yang menyebabkan ketidakjelasan informasi yang bisa menyebabkan kebencian masyarakat terhadap trading. ayo para ahli dibidang ini agar terus berkarya menciptakan suasana safe trading disemua kalangan.
  Admin   |   3 Jan 2017
Akan kami tampung sarannya. Terima kasih
  Rofinto   |   24 Jun 2017
Mantap ....
  Januarna Elsa   |   27 Jul 2017
Kren... itu baru namanya trader sukses. Berusaha dan berusaha karena usaha tidak pernah menghianati hasil..
  Alim Rugi   |   29 Aug 2017
Dua jempoll lah
  Wegan Condet   |   11 Oct 2017
gan, tau sumber2 journal internasional ttg trading forex g? sy mau bikin tesis pakai materi trading forex.. makasih
  Beryl Tri   |   11 Oct 2017
Coba agan cari-cari di sini ya gan. :)
  Sukriyono   |   24 Feb 2018
terbaik!
  Trader Utara   |   18 May 2018
Kuncinya...DISIPLIN ...KONSISTEN...PANTANG MENYERAH
  M Zainul   |   13 Jul 2018
Yang dari surabaya ayok bikin komunitas trader yuk. Nanti kopdar bareng!
  Nunik   |   16 Jul 2018
Ini tulisan lama digoreng lagi. Diupdate Mbak infonya. Gua ngikutin rekomendasinya lost terus setahun ini. Kasihan orang malang lain yang terlanjur percaya. Kalo judulnya profil trader sukses tuh ya dideskripsikan suksesnya tuh seberapa dan bagaimana jauh capaiannya.
  Admin   |   17 Jul 2018
Terima kasih atas sarannya. Akan kami tampung untuk sementara ini.
  Widodo Saputro   |   20 Oct 2019
@Nunik jangan pernah percaya rekomendasi dari orang dengan sinyal-sinyal yang gak jelas. Semua orang merasa pintar membully orang lain, padahal ilmunya masih nol. Yang saya heran, kenapa orang lebih percaya pendapat orang lain daripada berjuang lewat kemampuannya sendiri.

Saat ini juga sudah banyak indikator yang sangat ampuh mengetahui kapan Open Buy dan kapan waktu Open Sell yang sesuai. Indikator tersebut juga mampu memberitahu kapan trend itu selesai dan berbalik posisi, semua indikator-indikator tersebut bisa Anda dapatkan di bawaan MT5.

Menggunakan semua indikator yang tersedia di MT5 juga gratis, jadi kenapa gak lebih baik nbelajar menguasai indikator-indikator itu dulu sampai mahir. Karena pada dasarnya, percaya dengan trading orang sama saja percaya hantu, ngapain kita ngikutin hantu??

Cobalah pahami, bahwa trading forex adalah seni menganalisa, mencintai trading forex dan terus belajar..maka ilmu profit akan senantiasa mudah diraih.
  Nunik   |   21 Nov 2018
Kayaknya komentar saya sebelumnya tanggal 16 JUL 2018 tidak hanya cuma diabaikan. Sebegitu sulitnyakah mencari profil lokal trader sukses yang benar2 bisa dipelajari ilmunya?
  Admin   |   21 Nov 2018

Mohon maaf, kami kurang paham apa maksud Anda dengan "diabaikan". Faktanya, kami sudah sering mengulas profil trader sukses, baik dari Indonesia maupun luar negeri. Silahkan Anda cari di website kami ini.

  Indah Herlia   |   21 Nov 2018

Jengkel banget sama Desmond Wira kayaknya ya, Sis @Nunik? Kenapa to? Mungkin sis sendiri ada referensi trader forex sukses yg pengin diulas? Biar admin mempertimbangkan buat diwawancara.

  Surip   |   11 Feb 2021

Belajar dulu forex yang bener. Banyakin baca lihat youtube. Cari indikator dan strategi yang tepat. Money management penting banget dan jangan serakah. Ikut akun demo 3-6 bulan kalau sudah nemu patter baru coba akun real lot kecil-kecil dulu

  Anna Risty   |   10 Feb 2022

artikel lain tentang trader sukses indonesia?

  Suntoro   |   10 Feb 2022

untuk info trader sukses lainnya silahkan ke artikel berikut ini

  Yogi Kusuma   |   1 Dec 2022

Dari tulisan ini, Desmond Wira sepertinya lebih mendalami teori teori trading terlebih dahulu ya. Bisa dibaca sampai ke perpustakaan kampus buat nyari materi trading saham dan forex. Setelah itu mulai trading meskipun sempat rugi dan mulai bekerja kantoran.

Dari situ bisa saya ambil kesimpulan perjalanan tradingnya dari tahun 1990 an sampe jadi full trader di tahun 2007 diperlukan 17 tahun. Tentu pengalamannya sebagai trader udah banyak kenal asam manis dunia trading. Dan satu hal lagi dia itu belajar sendiri dan ga ikut seminar apapun.

Ada beberapa komentar yang seolah menyalahkan diatas itu sebaiknya belajar sendiri saja karena trading bisa berbeda-beda strategi dan pemahamannya. Orang yang sukses aja perlu berpuluh puluh tahun, lu nya sendiri maunya sukses dalam beberapa bulan. It is not make sense, entah mas/mbaknya termakan kata-kata profit cepatnya atau mas/mbaknya salah tangkap dengan yang beliau sampaikan.

  Immer   |   3 Dec 2022

Ini cerita masuk semua ke kategori yang pernah saya lakukan, saya loss 40jt dan menyerah, lewat cerita mas Desmond, saya termotivasi lagi dan saya tau dimana kesalahannya yaitu manajemen psikologi, terima kasih mas sudah posting cerita ini.