Mengenal Paul Rotter, Scalper Sukses Yang Berubah Haluan

Nandini 26 Feb 2021 Dibaca Normal 8 Menit
forex > tokoh >   #trader-sukses   #scalper   #paul-rotter
Setelah sukses trading scalping, Paul Rotter beralih menjadi trader jangka panjang. Apa alasannya dan bagaimana kisah suksesnya sebagai trader?
DI

Menjadi seorang trader sukses merupakan impian semua orang yang menggeluti dunia trading. Meskipun trading dinilai sulit, nyatanya banyak nama-nama trader sukses bermunculan.

Dari sekian banyak nama trader sukses, salah satunya ialah Paul Rotter. Paul Rotter pernah dijuluki sebagai scalper paling sukses di dunia. Namun sekarang ini, Rotter mulai beralih mengubah strateginya, dari yang semula bermetode jangka pendek menjadi trading jangka panjang. Strategi tersebut ia aplikasikan untuk mengelola investasi di perusahaan hedge fund-nya sendiri, Rotter Invest di Singapura.

Lantas, bagaimanakah kisah dari scalper sukses ini? Dan apa alasannya berhenti menjadi scalper?

 

Mengenal Sosok Paul Rotter

Seorang Paul Rotter dijuluki "The Most Successful Scalper" karena keberhasilannya bertrading seratus, dua ratus ribu, hingga satu juta kontrak dalam sehari. Meskipun fokus Rotter bukan di pasar forex, sosoknya juga terkenal di kalangan trader forex, terutama para pecinta scalping.

paul rotter(Baca Juga: Mengenal Strategi Scalping Dalam Trading Forex)

Mengutip wawancara Paul Rotter dengan Justin Pugsley di MahiFX, awal mula karirnya sebagai seorang trader dimulai sejak magang di sebuah bank Jerman di Munich.

Dalam masa magangnya itu, Rotter lebih banyak beraktivitas di trading room HypoVereinsbank di Munich yang kegiatan utamanya memasukkan eksekusi trading ke sistem komputer klien bank.

Tak lama kemudian, Rotter pindah ke Frankfurt untuk bekerja di Daiwa Securities sebagai trader junior sembari belajar trading. Pada saat itu, Rotter belum begitu berani untuk btrading sendiri.

Di awal karirnya sebagai trader, ia memulainya dengan bermain kontrak-kontrak kecil di DAX (Indeks Pasar Saham Jerman) selama 6 bulan, sebelum akhirnya pindah ke pasar obligasi.

Sebagai trader baru, Paul Rotter termasuk yang beruntung, sebab sejak awal ia sering mendapatkan profit meskipun tidak setiap hari. Menurutnya, hal ini disebabkan karena pasar trading saat itu lebih mudah daripada pasar sekarang.

Saat di Daiwa, Rotter menggunakan strategi trading directional, di mana ia mentransaksikan aset dalam volume kecil yang memungkinkannya memiliki fleksibilitas waktu.

Selain itu, ia juga mempunyai mentor. Namun karena mentor tersebut tidak benar-benar membimbingnya, Rotter lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar mandiri mengamati pasar.

Yang menarik, Rotter dan mentornya memiliki perbedaan konsep. Rotter lebih suka menelaah pasar dengan analisa teknikal, sementara mentornya penganut fundamental yang lebih condong mengikuti interpretasinya sendiri tanpa melihat indikator apa pun.

Mentor Paul Rotter bertugas menjelaskan apa yang sedang dibeli pelaku pasar dan kapan ia harus keluar pasar. Satu hal yang dipelajari oleh Rotter dari sang mentor ialah mengenai psikologi pasar dan bagaimana cara memahaminya.

Sebagao scalper, Rotter merupakan tipe trader yang sering membuka posisi. Dalam sehari, dia bisa membuka posisi sampai 100 kali. Hal ini berbanding terbalik dengan mentornya yang hanya trading sesekali.

 

Pengguna Analisa Teknikal

Seperti dijelaskan di atas, Paul Rotter mempertimbangkan analisa teknikal saat trading obligasi. Hal ini diperjelas dalam wawancaranya dengan MahiFX, bahwa ia tidak pernah menjadi pengikut analisa fundamental kecuali berhubungan dengan perilisan berita.

pengguna analisa teknikal

Tools  analisa teknikal yang sering digunakan Rotter adalah Point and Figure Chart. Rotter memanfaatkan tools tersebut sejak awal ia  bertrading. Sedangkan untuk indikator, ia dulu banyak memakai indikator RSI.

Rotter menambahkan, yang terpenting dalam trading adalah perilaku pasar di sekitar level Support dan Resistance. Oleh karena itu, saat ini ia lebih suka menggunakan Trendline dan Support Resistance.

 

Alasan Berhenti Menjadi Scalper

Berbicara mengenai keputusannya hengkang dari scalping, ada dua penyebab yang melatar belakanginya, yaitu: masalah regulasi dan evolusi trading algoritmik.

alasan berhenti menjadi scalper

Sekarang, seorang trader yang membuka order lalu segera membatalkannya dapat dianggap melakukan manipulasi pasar. Padahal sebenarnya, trader algoritmik yang dianggap legal juga melakukan trading dalam hitungan waktu mikro-detik dengan laju sekitar 100,000 kali per hari. Itulah kenapa Paul Rotter sekarang hijrah menjadi long term trader meskipun scalping telah menjadikannya seorang scalper sukses.

Baca juga: Wajarkah Broker Melarang Teknik Scalping Forex?

 

Rotter Dan Trading Forex

Jika suatu hari ia kembali menggunakan scalping, Rotter berujar akan menggunakannya pada pasar forex. Menurutnya, akan lebih mudah menempatkan beberapa pips di sana-sini terutama setelah rilis berita. Rotter juga akan membaca psikologi pasar, sebab pasar forex terkenal sangat choppy.

Trader kecil akan kesulitan untuk melihat ke mana arah pasar bergerak, sehingga Rotter tetap menyarankan untuk melihat volatilitas jangka pendek saat scalping. Cara scalping Rotter pun unik. Ia akan mengambil posisi terlebih dahulu, lalu membaca rilis berita yang memengaruhi pergerakan pasar. Hal ini berbanding terbalik dengan mayoritas trader lain yang biasa menunggu berita dulu untuk menentukan posisi trading.

Hingga saat ini, Rotter tidak pernah bersungguh-sungguh berkiprah di dunia trading forex. Ia hanya trading ketika muncul pergerakan jangka pendek seperti breakout.

Menurutnya, trading jangka panjang akan sulit diterapkan dalam forex, sebab ketika ada rilis berita atau pidato penting dari petinggi bank sentral, pasar bisa bergerak sepenuhnya ke arah berlawanan.

 

Menjadi Trader Jangka Panjang

Hijrah Rotter ke trading jangka panjang memang cukup mengejutkan. Dari sosok scalper sukses yang tidak pernah mengalami kekalahan, melalui trading long term ini, ia mencoba meningkatkan ukuran posisinya, yang terkadang berujung merugi.

Guna mengantisipasinya, Rotter bertrading dengan ukuran posisi kecil di pasar yang lebih beragam, agar tidak mengalami banyak fluktuasi profit dan loss.

Bisa dibilang, Rotter menerapkan strategi diversifikasi untuk mengantisipasi fluktuasi profit maupun loss. Dia hanya akan open posisi besar di pasar tertentu, karena pelajaran yang didapatkan dari pengalamannya terdahulu mengajarkan bahwa open posisi besar cenderung menyulitkan exit pasar.

 

Gaya Trading Paul Rotter

Meskipun sudah berhijrah, gaya trading Paul Rotter dahulu dan sekarang tidak jauh berbeda. Ia lebih suka trading sendiri menggunakan caranya sendiri pula. Dahulu, dia akan duduk di depan meja komputer sekitar pukul 8 pagi untuk melihat pembukaan pasar. Kemudian, selama 2-3 jam ke depan, ia akan bertrading.

Lalu saat pasar AS buka sekitar pukul 2:20-2:30 sore, Rotter kembali memonitor pasar. Baginya, kunci penting ialah trading saat pasar buka atau perilisan data ekonomi.

Baca juga: 3 Cara Menentukan Waktu Trading Forex Terbaik

Untuk sekarang ini, gaya tradingnya juga masih simple. Ia akan melihat chart sekaligus open posisi jika dirasa ada level menarik saat pembukaan. Jika tidak ada yang bagus, ia tidak akan melanjutkan trading. Perangkat trading yang terpenting bagi Paul Rotter adalah chart, newsfeed, dan squawk box (jendela chat).

 

Tokoh Trader Panutan Paul Rotter

Di awal karirnya sebagai trader, Rotter mengagumi sosok Tom Baldwin yang trading di Chicago Board of Trader. Ia juga banyak membaca buku-buku tentang trading. Salah satu buku favoritnya berjudul "Market Wizards" yang ditulis oleh Jack Schwager. Di dalamnya memuat interview para trader dan investor kondang, sehingga Rotter bisa belajar banyak mengenai psikologi dan gaya-gaya trading mereka.

Buku lain yang Rotter sukai adalah "Technical Analysis of the Financial Markets" oleh John J Murphy, "Alchemy of Finance" oleh George Soros, dan satu buku tentang Point and Figure Charts.

 

Tips Sukses Trading 

Tips sukses trading menurut Rotter hampir sama dengan trader-trader lainnya, yaitu mementingkan kedisiplinan dan money management yang baik.

Saat di Daiwa dulu, Paul Rotter dan beberapa partner dibantu oleh staf yang memantau profit dan loss mereka. Jika terjadi kerugian hingga jumlah tertentu, mereka akan menyesuaikan position size. Jika loss semakin besar, yang perlu dilakukan adalah mematikan komputer.

Pernah suatu hari, Rotter mengalami kerugian yang besar. Chief Trader di Daiwa memintanya untuk berhenti serta mencari udara segar sambil menenangkan diri.

Pelajaran penting yang bisa dipetik adalah, jika Anda mengalami kerugian besar, jangan sampai emosi demi mendapatkan kembali uang yang amblas. Apabila Anda sudah mengikuti strategi tapi masih tetap loss, anggap saja hari itu adalah hari sial Anda. Saat merugi, cobalah untuk mencari perspektif lain dan jangan larut dalam emosi.

tips trading paul rotter(Baca juga: Belajar Mempersiapkan Mental Sebelum Trading)

Bagi para trader pemula, Rotter menyarankan untuk tidak menggunakan scalping, sebab pasar dahulu dan sekarang sudah jauh berbeda. Apalagi, sekarang muncul yang namanya trading algoritmik. Ia lebih menganjurkan trading jangka panjang atau menggunakan pendekatan investasi.

Namun jika Anda sangat penasaran dengan scalping, ia merekomendasikan melakukannya di pasar forex atau beberapa pasar saham Asia yang tidak begitu likuid, di mana trader algoritmik tidak beroperasi. Rotter menekankan, bahwa sebelum memutuskan scalping, seorang trader perlu memutuskan apakah dia siap menanggung risiko sekaligus mengambil keputusan cepat di waktu yang sama.

Baca juga: 5 Hal Yang Wajib Dipastikan Sebelum Trading

Demikian kisah perjalanan sosok Paul Rotter yang berganti haluan seorang scalper menjadi trader jangka panjang. Keberhasilannya tak lepas dari banyak belajar, berlatih, dan bangkit kembali ketika gagal, hingga akhirnya berhasil mendapat julukan scalper terbaik di dunia. Bagi Anda yang baru mulai mencari keuntungan di pasar forex, tips-tips darinya juga dapat menjadi bahan pertimbangan guna meminimalisir kerugian sekaligus konsisten mendapatkan profit. 

Terkait Lainnya
Kategori Terkait
 

Forum Terkait

 Fathoni Riza |  20 Jul 2012

SMA yg ideal utk scalper period berapa saja?, saat I I sy pake 3 SMA yaitu period 3,6dan 48 utk ambil posisi dg TF 1 M dibantu stochastic Dan ADI dg TP 5 pips apakah ideal?

Lihat Reply [10]

jika saja hal itu membuat anda nyaman makan lanjutkan saja. M1, M5, M15 cocok buat scalper.

Tambahan Informasi

Scalper adalah istilah bagi trader yang cenderung mengumpulkan sejumlah kecil profit (skala 5 – 10 Pips) dengan menggunakan strategi open & close posisi secara cepat dan berulang-ulang setiap harinya, atau biasa juga disebut dengan strategi/teknik scalping. Berbeda dengan seorang day trader yang mungkin hanya membuat dua sampai empat kali open posisi setiap harinya, seorang scalper biasanya melakukan open posisi hingga puluhan kali setiap harinya demi pencapaian target profit yang telah ditentukan.

Scalping tidaklah bisa dilakukan oleh sembarang trader. Seorang scalper butuh untuk terus duduk di depan komputer dan mereka harus dapat “menikmati” tekanan yang diakibatkan oleh pergerakan chart. Seorang scalper butuh untuk berkonsentrasi dalam mengamati sekecil apapun pergerakan chart. Dibutuhkan mental kuat & reaksi yang cepat agar mampu membuka dan menutup posisi ketika trade yang dilakukan bergerak sesuai keinginan ataupun berlawanan.

Trik dan hal Hal yang perlu dipersiapkan bagi para bonek scalping diantaranya :

1. Pilih Broker Yang secara Full  Memperbolehkan untuk Scalping.Ada broker yang membatasi bahkan melarang penggunaan teknik ini. anda bisa pilih dan lihat di sini

2. Kecepatan Eksekusi Trading Platform. Karena kecepatan dalam eksekusi ini nantinya akan menentukan apakah posisi anda masuk atau tidak (re-quote). Untuk itu anda perlu melakukan test melalui demo account terlebih dahulu bila anda belum familiar dengan broker tersebut.

3. Pilih mata uang dengan spread kecil. memilih mata uang yang berspread kecil akan ikut membantu anda melakukan eksekusi profit. hindari broker yang menerapkan komisi

4. memilih broker yang menggunakan harga 5 digit. walau tidak harus, tapi cukup bisa di pertimbangkan karena akan membantuk eksekusi profit anda

5. Koneksi Internet yang cukup. Dalam usaha melakuan trade yang berulang-ulang, maka anda harus memastikan bahwa kondisi internet anda kuat dan stabil. Ketika internet anda mengalami gangguan, anda juga harus tahu apa yang harus anda lakukan untuk memperbaikinya.

6. Aliran listrik yang mendukung. bagaimana jika tiba tiba listrik mati ketikan anda open dan belum di close ?  hal ini perlu dipertimbangkan juga. Apa perlu memakai power suplay ? apa perlu Stop Loss ? silahkan di persiapkan

7. Gunakan 2-3 chart  .Menggunakan chart pada time frame 15/ 30 menit untuk memperkirakan pergerakan trend dan menggunakan time frame 5 menit untuk melakukan open atau close posisi

8. Pilih waktu yang tepat. Pasar asia cocok untuk para scalper. tapiada juga scalper yang  mengincar waktu untuk scalping yaitu menjelang dibukanya market Eropa ( sekitar pukul 12:00 s/d 15:00 WIB ) dan Amerika ( sekitar pukul 20:00 s/d 22:00 WIB ). Pada jam-jam tersebut volume trading yang terjadi di forex market cukuplah besar. dan yang menjadi catatan setiap pergantian pasar sering terjadi pergerakan harga yang cukup ekstrim juga.

9. hindari rilis data high Impact kecuali jika anda ingin memasang teknik sistem perangkap dengan mengambil 5-7 pips, sementara Teknik Scalping Terbaik yang banyak di jumpai  jumpai saat ini adalah dengan menggunakan minimal 3 indikator, bahkan ada yang menggunakan hingga 7-10 indikator

Teknik Scalping bisa menjadi sesuatu strategi trading yang menyenangkan, namun juga bisa membuat stress dan kelelahan. Buatlah target profit harian yang harus anda capai, jangan terjebak untuk trading berlebihan. Saat trading Anda mengalami loss saat menggunakan teknik scalping, janganlah sekali-sekali berpikiran untuk membalas dendam kerugian yang anda alami saat itu juga. Masih ada hari esok dimana anda bisa trading kembali menggunakan teknik scalping.

Secara perlahan mungkin anda akan menemukan apakah anda cocok sebagai seorang day trader ataupun swing trader sebagai akibat dari kepercayaan diri dan segala pengalaman yang anda dapatkan selama menggunakan teknik scalping.

Basir   20 Jul 2012

@Fathoni Riza: Saya pribadi tidak pernah trading scalping dan riset mengenai akurasi dan risk/reward (RR) dari metode scalping tidak pernah saya lakukan sehingga saya tidak bisa memberikan rekomendasi trading scalping.

Terima Kasih

Kiki R   9 Oct 2019

indikator yang bagus digunakan untuk scalping?

Reagie Alvondo   20 May 2022

hal yang perlu dipersiapkan saat posisi OP namun ada kendala jaringan/ listrik?

Dede Rizwan   20 May 2022

pair apa yang cocok untuk scalping?

Prawinda Putri   20 May 2022

@Prawinda Putri: Pair yang terbaik untuk scalping adalah major pair seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, dst.

Alasan pertama adalah spread. Spread pada pair major lebih kecil daripada pair cross dan exotic.

Kedua, mengenai karakter pergerakannya. Karakter pergerakan major pair tidak seliar cross dan exotic pair. Dengan demikian, para trader pemula bisa lebih tenang dalam scalping dan menguasainya.

Kiki R   23 May 2022

@Dede Rizwan: Gunakan stoploss (SL) dan take profit (TP).

SL akan melindungi akun Anda dari loss besar kalau ternyata pada saat tersebut ada news besar dan Anda sedang mengalami kendala jaringan/listrik.

TP akan membantu posisi Anda untuk tertutup otomatis seandainya harga TP tersentuh. Dengan demikian, pada saat Anda membuka akun dan ternyata harga pernah menyentuh TP, posisi Anda sudah tertutup dengan profit.

Kiki R   23 May 2022

@Reagie Alvondo: Indikator yang bagus digunakan untuk scalping dan cukup populer adalah Moving Average (MA), bollinger bands (BB), atau stochastic.

Kiki R   23 May 2022

selamat siang, saya masih belajar pakai ema 21 dan 50 di tf 5 min pair gold. Saya op saat persilangan terjadi dan close saat persilangan berbeda arah terjadi. Namun ketika saya backtest, tingkat kemenangannya kenapa rendah sekali ya pak? dari 20 posisi, yg profit biasanya hanya 6-7 posisi saja. apakah saya yg salah cara menggunakannya? atau perlu tambahan indikator lagi? trims sarannya

Aminuddin   9 Jun 2022

@Aminuddin:

Perlu dicatat pak, 7 posisi yang profit dari 20 posisi itu setara dengan Winrate di sekitaran 30-35%. Untuk sebuah sistem trading yang memanfaatkan basis Trend Following hal itu memang wajar pak. Kecilnya Winrate ini nanti akan diimbangi dengan nilai keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan kerugian. Coba bapak lanjutkan terlebih dahulu hingga setidaknya mendapatkan sekitaran 100 posisi trade tidak peduli apakah Winratenya kecil atau tidak. Jika hasil yang didapatkan tetap positif, bisa dibilang sistem atau strategi yang digunakan sudah masuk kategori profitable.

Terima kasih, dan semoga bisa sedikit membantu.

Nur Salim   15 Jun 2022
 Muhammad Husni ... |  27 Jan 2015
Sorry master, ganggu, baru pemula ni,, ane mau tanya masalah trader scalper,, itu maksutnya gimana yaa, apa ane bertrading dg cara saat sudah profit dan di rasa cukup lalu ane tutup, seperti apa itu, mohon pencerahanya,, terima kasih .

Lihat Reply [8]

Ya, seperti itulah. Anda BUY/ SELL, setelah mendapat keuntungan anda closed. Umumnya para Scalper bermain di TF1 - TF30. Perhatikan juga pantangan-pantangan jika anda ingin ber-scalping.

Thanks.

Basir   28 Jan 2015

Yg jls scalper juga srng disebut sebagai short term trader. Artinya trader jenis ini nggak pernah menahan posisinya terlalu lama. Biasanya nggak ada yang lebih dari 1 hari. Bahkan dalam 1 hari bisa buka posisi beberapa kali, karna tiap posisinya udah profit biasanya langsung diclose tanpa mempertimbangkan potensi profit maksimalnya. Scalping memang umumnya nggak memerlukan ukuran trading yg besar, jadi profit yg dikumpulkan pun nggak terlalu banyak. Bisa banyak kalo posisi trading yg dibuka juga makin banyak. Makanya ini juga beresiko. Tapi kalau dilakukan dengan manajemen resiko mungkin bisa mengurangi potensi kerugiannya.

Didin Rosyidin   28 Jan 2015
strategi exit posisi yg benar untuk scalping?
karena dibilang kita tutup posisi waktu dirasa profit sudah cukup, darimana kita tau kalau profit yg bisa didapat sudah maksimal?
Bg Darwin   26 Feb 2015

Untuk para scalper BUY / SELL , profit close. Ukuran maksimal bisa di rencanakan. Misal 10 dollar perhari. Jika sudah mendapat 10 dollar, keluar pasar. Tutup PC/ Komputer. Dan scalping dilakukan kembali di hari esok. Mendapat 10 dollar bisa dengan beberapa kali BUY / SELL. Yang jelas jika sudah mendapat 10 dollar. trading berhenti.

Thanks.

Basir   26 Feb 2015

@ muhammad husni thamrin :
Trading dengan cara scalping berarti Anda membuka dan menutup posisi dalam waktu singkat, tidak menahan posisi terlalu lama. Begitu ada kesempatan langsung masuk (entry). Anda bisa menggunakan indikator oscilator (RSI, stochastic atau MACD) untuk momentum entry, dan menggunakan moving average untuk mengetahui arah trend.

@ bg darwin :
Itu tergantung dari money management Anda, yaitu berapa Dollar resiko yang Anda rencanakan per trade, dan berapa perbandingan profit yang Anda harapkan dengan resikonya, atau yang lazim disebut dengan risk/reward ratio.
Anda tidak bisa menjadi trade chaser (pemburu trade), bisa hancur account Anda karena tidak ada yang tahu dengan pasti kapan harga akan berbalik arah atau sampai sejauh mana harga akan bergerak sesuai dengan yang Anda harapkan. Yang bisa Anda lakukan adalah membatasi resiko dan mengharapkan profit yang wajar dengan menerapkan risk/reward ratio.

M Singgih   1 Mar 2015

Scalper bisa saja dilakukan oleh siapa saja. Disamping penggunaan teknik yang lain. Tahun 2003, suatu broker di London mencatat bahwa salah satu customer nya telah membukukan volume trading yang paling tinggi selama 8 tahun berturut-turut. Dia adalah Paul Rotter seorang trader sukses dengan jumlah lot trading rata-rata 3 juta setiap bulan dan berhasil membukukan 65 – 78 juta dollar dalam setiap tahunnya.

Paul Rotter termasuk salah satu seorang scalping trader sukses di muka bumi ini. Sukses trading Paul Rotter dimulai ketika ia bersama Kinski (salah satu teman dekatnya) membuka Greenhouse, suatu firma finansial. Dari modal awal sebesar $526,000, dalam tiga bulan kemudian Greenhouse telah membukukan profit $6,5 juta.

Semua trader dapat mencoba untuk menapaki kesuksesan Paul Rotter. (Klik)

Thanks

Basir   24 Apr 2015

@ joana:
Dari informasi yang saya dapatkan mereka yang bekerja untuk bank atau institusi keuangan besar biasanya trading untuk jangka menengah panjang, bukan scalping. Selain itu portofolio mereka tidak hanya di pasar forex, tetapi di semua instrumen pasar keuangan termasuk pasar saham dan obligasi. Namun demikian biasanya mereka masuk pasar atas keinginan pimpinan atau pemilik perusahaan hedge fund tersebut. Seharian duduk didepan komputer bukan berarti melakukan scalping, bisa saja mereka sedang memonitor berita atau menganalisa pergerakan harga.

M Singgih   1 May 2015
Apakah trader yang bekerja di institusi keuangan besar dunia selalu menggunakan sistem scalper (mengingat seharian mereka hanya duduk di depan layar monitor)?
Joana   22 Apr 2015
 Aang Abdul |  7 Feb 2015

mw tanya masta, apakah ada trader sukses yang hanya memakai tehnikal saja? trimakasih..

Lihat Reply [20]

Dalam dunia trading pergerakan harga bisa di analisa dengan fundament dan tekhnikal, ada trader yang menggunakan salah satunya, atau bahkan menggunakan keduanya. Keterampilan menggunakan tekhnikal bisa menghantarkan menjadi Trader sukses, demikianpun dengan fundament. Menurut hemat kami, adakalanya menggunakan tekhnikal, adakalanya menggunakan fundamental, bahkan ada saatnya menggunakan keduanya.

Thanks.

Basir   10 Feb 2015

Contoh trader propesional yng trading pake teknikal aja?

Ujo   10 Feb 2015

Secara perorangan kami belum mengetahui siapa Trader tekhnikal yang sukses.

Basir   10 Feb 2015

Ada banyak trader sukses yang hanya mengandalkan analisa teknikal, seperti misalnya:
1. Trader terkenal Richard Donchian - bapak ‘trend following’ dan pencipta indikator Donchian Bands,
2. Dr.Alexander Elder - pencipta sistem trading triple screen,
3. Richard Dennis - pendiri kursus trading on-line Turtle Trader,
4. Trader legendaris Michael Marcus,
5. Gary Wagner - pakar analisa dengan candlestick,
6. Jake Bernstein - analis, pengajar dan penulis buku,
7. Cynthia Kase (konsultan trading dan pencipta indikator teknikal)
dan masih banyak yang lain....
Tetapi dalam prakteknya pada taraf tertentu ketika trader sudah mahir analisa teknikal, ia juga akan menggabungkannya dengan analisa fundamental, meski titik beratnya tetap pada analisa teknikal.

M Singgih   11 Feb 2015

Minta contoh yang saat ini masih aktif donk pak. Dari indonesia juga kalau bisa.

Desy Rianti   17 Aug 2018

ada banyak sekali juga pak. Contohnya beberapa analis di kami, seperti:

1. Pak Ahmed Sar, dengan gara trading Price Action dan Pola Harmonicnya.

trader-sukses-3

2. Bu V3. dengan trading menggunakan Indikator ZigZag dan pola harganya.

trader-sukses

3. Pak Rico, dengan gaya trading melawan arusnya.

trader-sukses-2

Masih banyak lainnya juga. Anda bisa membaca beberapa yang saat ini aktif pada 5 Trader Indonesia Yang Meraih Profit Luar Biasa berikut.

Admin   18 Aug 2018

Apakah analis-analis itu bisa dibilang trader sukses? padahal saya pernah ikut analisa salah satu, lebih sering salahnya.

Achmad Yunus   19 Aug 2018

@Achmad Yunus

Mohon maaf pak jika terjadi kesalahan-kesalahan analisa pada analis kami. Namun, itulah trading pak. Kita tidak akan pernah bisa benar setiap saat. Kita hanya bisa disiplin mengikuti rule-rule dan strategi trading yang kita tetapkan. Tentu saja ini juga berlaku bagi Follower-follower analis kami. Jadi tidak bisa seenaknya juga menilai bahwa ini banyak salah dan benarnya. Setidaknya ikuti dulu penuh selama 1-2 bulan untuk melihat performa dan konsistensinya. Jika baru ikut 2-3 sinyal saja dan sudah mampu bilang banyak salahnya, tentu masih terlalu dini bukan buat menilai.

Terima kasih dan semoga membantu.

Admin   20 Aug 2018

iya sih masuk akal juga. Saya memang baru-baru saja mengikuti analis tersebut karena penjelasannya yang mudah saya pahami dan masuk akal. Tapi baru-baru saja itu loss terus.

baiklah klo menurut admin begitu. akan saya coba ikuti selama 1-2 bulan.

Terima kasih min.

Achmad Yunus   21 Aug 2018

@Achmad Yunus:

Terima kasih juga atas saran dan masukannya pak. Semoga sukses terus

Admin   22 Aug 2018

@Aang Abdul
Saya hanya pakai teknikal aja, tapi baca berita ekonomi juga. trader yg pakai teknikal aja cenderung menghindari jam-jam news dan jam buka sesi market. misalnya hindari open posisi ketika sesi perdagangan baru buka asia, sydney, eropa amerika. hindari open posisi ketika ada berita misalnya jam 8.30 malam, jam 10 malam. trader teknikal juga wajib ikuti berita tapi tidak gunakan berita untuk OP. cukup tau berita fundamental. sejauh ini sukses dapat 20-50 pips sekali entry. trader yg utamakan teknikal lebih ke scalping dan trader harian, kalau trader jangka panjang wajib pakai fundamental. 

Habib Akbar   22 Apr 2020

Analisa Tekhnikal dan Fundamental merupakan alat bantu untuk menganalisa harga. Seorang teknikalis akan menggap bahwa analisa tekhnikal merupakan yang terbaik. Demikianpun dengan pengguna analisa fundament. Keduanya bisa dipergunakan. Sebaik-baiknya indikator adalah diri sendiri, karena hal ini terkait dengan emosi dan psikolog trader itu sendiri. Thanks.

Basir   18 Nov 2015

Itu sih relatif, baik enggak nya tergantung yang pakai analisa. Trader yang suka teknikal mungkin anggap teknikal paling baik karena bisa nge-detect kapan mesti entry dan kapan bisa out dari pasar, juga bisa dipakai trading jangka pendek, padahal analisa fundamental nggak bisa begitu dan lebih cocok buat trader jangka panjang. Tapi realitanya, analisa teknikal saja nggak bisa membuat trader sukses. Biarpun sedikit, analisa fundamental tetap harus paham. Kalau enggak, nanti pas ada kejutan the Fed atau gimana, bisa bingung sendiri. Jadi dua-duanya sama-sama penting, walaupun terserah kita mau cenderung ke teknikal atau fundamental.

Mona   19 Nov 2015

Untuk Rezza Lukman Hakim,

Analisa teknikal berawal dari pemikiran bahwa pergerakan harga dapat diprediksi dari masa lalu. Artinya, dengan sederet data pergerakan harga di masa lalu, trader dapat memprediksi pergerakannya di masa yang akan datang. Bagi para analis fundamental, ini adalah sesuatu yang tidak masuk akal, karena mereka percaya bahwa pergerakan harga disebabkan oleh faktor-faktor penggerak pasar, sehingga mempelajari dan menganalisa faktor tersebut adalah cara paling ampuh untuk memperkirakan pergerakan harga selanjutnya.

Namun demikian, para analis tehnikal percaya bahwa sejarah akan berulang. Pola pergerakan harga yang terjadi di masa lalu bisa terjadi lagi di masa depan. Mereka menggunakan metode untuk menganalisa data-data masa lalu dari pasar yaitu data harga, volume dan open interest untuk memprediksi kecenderungan harga pada masa mendatang. Data-data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk Grafik, yang jika diperhatikan memang menyajikan siklus berulang dari pergerakan harga.

Dalam membaca chart, teknikalis juga memanfaatkan indikator yang sebetulnya menyesuaikan dengan kondisi pasar yang sedang terjadi. Sementara market tidak akan mengikuti indikator. Kalau saja market mengikuti indikator tentu para trader bisa profit semua. Indikator yang repaint ini sangat berbeda dengan indikator forex yang memberikan signal false.

Jika signal false ini terkadang memberikan signal yang berlawanan. itulah signal false. Sedangkan indikator repaint hanya bergeser artinya dia tidak melawan. yang tadinya sell dia tetep memberikan signal sell begitu pula sebaliknya. Namun bisa bertolak belakang dengan kondisi sesungguhnya.

Thanks.

Basir   13 Nov 2017

Mengapa analisa teknikal belum pasti kebenarannya?

Rezza Lukman Hakim   11 Nov 2017

Mengapa analisa teknikal lebi baik dari fundamental?

Oni   18 Nov 2015

Bagaimana penerapan analisa teknikal kemudian dikonfirmasi dengan analisa fundamental?

Eric Hs   8 Jun 2022

Sepertinya terbalik deh.

Lazimnya, analisa fundamental kemudian dikonfirmasi dengan analisa teknikal. Analisa fundamental itu memberikan gambaran makro untuk prediksi pergerakan harga dalam rentang waktu lebih panjang. Setelah tahu gambaran besarnya, baru kita mencari titik entry (buy/sell) dengan analisa teknikal.

Umpamanya: Federal Reserve menaikkan suku bunga, sedangkan bank sentral Jepang membiarkan suku bunganya tetap negatif. Ini berarti proyeksi jangka panjang USD lebih kuat daripada JPY.

Setelah mengetahui ini, kemudian kita buka chart USD/JPY. Bagaimana tren saat ini? Apakah sudah mulai bullish dan sedang terkoreksi? Jika ya, kita bisa memantau indikator/pola candlestick/fibonacci/dll untuk mencari titik entry yang tepat untuk pasang posisi buy.

Aisha   10 Jun 2022

Ada ngk sih trader yang kelola dana besar (bisa prop firm, hedge fund atau capital management) yang tradingnya hanya mengandalkan analisa teknikal?

Sari   22 Jun 2022

@Sari: Market wizard ada yang trading hanya mengandalkan analisa teknikal, contohnya:

  • Richard Dennis
  • Paul Tudor Jones
  • Ed Seykota
  • Marty Schwartz

Anda bisa membaca lebih detail mengenai market wizard di atas pada buku Jack Scwager - Market Wizards.

Kiki R   23 Jun 2022
 

Komentar @inbizia

Trimakasih banyak rekomendasinya masta.
Sangat berguna untuk para pemain scalper
Metode penggunaan MA sama MACD selalu mantap, meskipun banyak diulan-ulang tapi selalu bermanfaat membaca rekomendasi trading dengan 2 indikator ini.
Pertanyaan sy apakah cara seperti ini juga bisa diterapkan oleh swinger?
Apakah jika bisa, cukup hanya dengan mengubah settingan time frame saja?
Mohon bantuannya,
 Mahmud Erly |  31 May 2015
Halaman: Scalping Dengan Ma Dan Macd
kalow d1 mana cocok buat scalpingan? scalper mah biasanya h1 kebawah. ngga tau juga tapi kalo dia pake analisa multiple tf. tapi klo saranya pake d1 mending ganti gaya trading sekalian aja, bukan scalping tapi mungkin jdi swing . hehe
 Hexa |  21 Dec 2015
Halaman: Tips Untuk Entry Trading Yang Akurat
Kayaknya komentar saya sebelumnya tanggal 16 JUL 2018 tidak hanya cuma diabaikan. Sebegitu sulitnyakah mencari profil lokal trader sukses yang benar2 bisa dipelajari ilmunya?
 Nunik |  21 Nov 2018
Halaman: Profil Trader Sukses Indonesia Desmond Wira Serius Tapi Santai
maaf tapi yg anda katakan itu semua TAEK, kenapa?, karena mereka bukan hasil murni dari trading contoh like warrent buffet memang murni , kalau kaya elen may desmond wira dll mereka semua selain trading juga jualan seminar buku broker dll, dimana penghasilanna juga besar,   kesimpulannya trader sukses semua silent trader, gda yg pamer kaya nama2 yg sudah anda sebutkan. 
 Rona |  22 Mar 2019
Halaman: Siapa Saja Trader Terkaya Di Dunia
Note from a friend 1. 2004 hary suwanda, abraham lembang, peter sufandri ikut seminar options oleh Kishore (Singapore), abis itu jualan seminar juga. dr 2004 smp 2019 skr dmn ya Prestasinya? Udh 18 tahun lho! ngapain aja? Kok bisa2nya klaim trader sukses ? 2. dia klaim udh $1 million dollar , kok sekarang kena kasus pennipuan investasi bodong Rp 1,3 Milyar sejak tahun 2011, calon klien dia mungkin pikir dia trader sukses jadinya percaya. lucu ya , udh terbitin buku, jual seminar. Ga ada Integritas. Uang haram, ga berkah utk menhidupi keluargamu. bagi peserta seminar hary suwanda, Abraham lembang, peter sufandri, dll sejak 2004, brp dr kalian yg skr sukses? TUNJUKAN !! I DARE U! Show me your MONEY, ASSETS, Real track record 3. if it were so easy to trade , everybody would be doing it right ? how come there are so many poor people ? because its damn harder than you guys thought ! this is tough business, the market is heartless, merciless. i guess its only for the brave !! banyak kasus bunuh diri kok 4. The blind leading the blind banyak seminar yg memberikan testimoni palsu, karangan / abal2. Kata Om Bob Sadino (almarhum) mereka hanya dari kuadran TAU bukan dari kuadran BISA!! dibutuhkan pengorbanan dan perjuangan utk sukses di bidang apapun ! Msh mau ikut seminar mahal yg useless ? do they care about your life ? they only care about taking your hard-earned money!! 5. Give back

Jika anda udah sukses trading , jgn lupa utk berbagi kpd sesamamu yg membutuhkan. Memberi tanda bersyukur lho !!
 John |  16 Jun 2019
Halaman: Trader Sukses Indonesia Hary Suwanda Forex Bukan Untuk Pemula
Terbongkar Kelicikan Hary Suwanda kalian bisa google : Hary suwanda, baru2 ini dia terjerat kasus Penipuan/penggelapan investasi. korbannya 2 orang. Sri ditipu senilai 1.3 Milyar, invest sejak 2011 smp skr ga balikin, yg terbaru Sendy Perico (pengusaha) rugi senilai 11 Milyar !! Sekarang kasusnya di pengadilan jakarta barat, Namun sayangnya tuntutannya cuma 2 tahun ? pantas aja dia msh bs tertawa tawa, betapa ringannya hukuman di indonesia Pelajaran berharga bagi Masyarakat 1. dont judge a book by its cover ! dia itu tampangnya orang alim kok, perbuatannya , kalian nilai sendiri ya 2. banyak orang yang bingung menilai seseorang, dia emang banyak TAU soal trading , tapi apakah dia BISA ? dia sering mengklaim dirinya trader sukses di medsos, klaim mampu menhasilkan Us$1 million , faktanya skr menipu. 3. Kalau dia atau orang lain yg sering koar2 di media klaim udah sukses, tolong buktikan aja isi dapurmu ! atau jadi fund manager di reksadana, lets see how good you are ! liatlah skr, artinya dia tidak mampu cari uang dari trading 4. sepak terjang hary suwanda 2004 ikut seminar option oleh kishore (singapore) kemudia dia, abraham lembang, peter sufandri juga jual seminar smp 2011. 2011, 2014 kasus penipuan. 2019 sidang di pengadilan jakarta barat Analisa : 2004 - 2011 = 7 tahun bisnisnya jualan seminar 2011 menipu Sri 1.3 Milyar , 2014 bawa kabur 11 Milyar uang pengusaha sendy periko kesimpulan : kalo dia jago trading , kenapa mesti menipu orang lain ? knp jual seminar ? artiya dia masih belum punya kemampuan trading, namun masyarakat banyak yg terkecoh oleh penampilannya, knowledge nya. mrk tidak bisa menilai KEMAMPUANNYA !! serta INTEGRITAS nya.
 John Doe |  9 Aug 2019
Halaman: Trader Sukses Indonesia Hary Suwanda Forex Bukan Untuk Pemula
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip