Ilmu Trading Dari George Soros Untuk Trader Pemula

Febrian Surya 22 Jul 2020 913

Ilmu trading yang sudah banyak diterapkan oleh para trader profesional dan terbukti membuahkan hasil bisa menjadi penyemangat bagi kamu untuk turut mengikuti jejak kesuksesan mereka. Namun, perlu diingat bahwa keberhasilan ilmu trading yang digunakan oleh kebanyakan trader profesional membutuhkan waktu untuk dipelajari dan dipraktikkan secara konsisten. Hal ini berlaku untuk segala strategi trading seperti scalping, swing trading, dan lain sebagainya.

Cara pandang trader pemula yang menganggap bahwa strategi trading tidak memerlukan pengetahuan khusus tidaklah benar. Untuk bisa memaksimalkan potensi profit dari strategi trading yang kamu terapkan, perlu adanya pengetahuan yang mendalam dan banyak latihan. Lalu bagaimana dengan trader profesional sekelas George Soros?

Ilmu Trading George Soros

Sosok yang pernah melakukan aksi jual Poundsterling dan berhasil membukukan laba sebesar $1 miliar ini juga memiliki strategi yang tentunya telah ia pahami luar dalam dan sempurnakan selama bertahun-tahun. Meski tak diungkap ke publik sepenuhnya, strategi Soros diketahui berfokus pada spekulasi jangka pendek yang menitikberatkan pada analisa makroekonomi secara global.

Terlalu berat untuk kamu yang masih pemula? Jangan putus asa dulu, karena setidaknya ada beberapa prinsip George Soros yang bisa kamu jadikan sebagai ilmu trading:

 

1. Akurasi Analisa Tidak Menjamin Profitabilitas Trading

"Yang penting bukan soal Anda benar atau salah, tapi berapa banyak yang bisa dihasilkan jika (Anda) benar dan berapa besar kerugiannya saat (Anda) salah."

Menentukan rasio untung rugi merupakan salah satu anjuran trading dari George Soros. Sebagai trader, kamu harus mengupayakan agar keuntungan yang diperoleh selalu lebih besar dari jumlah kerugian. Sekalipun kemenanganmu lebih sedikit daripada kekalahan, trading akan tetap sukses jika rasio profitnya lebih tinggi daripada loss-nya.

Profitabilitas Trading(Baca juga: Cara Menggandakan Profit Dalam Trading Forex)

 

2. Ikuti Arus Trend Jika Ingin Bertahan Di Pasar

"Kita akan lebih sering mengalami loss saat melawan trend. Hanya pada saat-saat tertentu saja cara itu mendatangkan keuntungan."

Melalui ungkapan bijak di atas, Geroge Soros mengajari para trader pemula untuk lebih memprioritaskan trading searah dengan trend ketimbang mengantisipasi pembalikannya. Jikapun merasa lebih cocok dengan strategi reversal, maka kamu bisa mengupayakan untuk meminimalisir kerugian sebaik mungkin. Selain itu, selalu konfirmasi sinyal sebaik mungkin sebelum mengambil keputusan entry dan exit. Jangan menerapkan strategi yang belum kamu uji di akun demo, karena bisa mendatangkan kerugian yang sebenarnya bisa dihindari.

Arus Trend(Baca juga: Teknik Trading Forex Sesuai Arah Trend)

 

3. Manajemen Risiko Adalah Kunci

"Inti dari pendekatan saya adalah bahwa berbagai peristiwa (di pasar) tidak bisa diprediksi dengan pasti."

Dalam hal trading, pergerakan harga memang begitu fluktuatif sehingga kamu tidak bisa sepenuhnya mempercayai analisa yang bersifat prediksi, apalagi perkiraan dari trader lain. Untuk mengatasi risiko dari gejolak pasar yang dikarenakan peristiwa-peristiwa tak terduga di pasar, atur manajemen risiko sebaik mungkin dengan menentukan batas kerugian dan target keuntungan yang realistis.

Manajemen Risiko(Baca juga: 4 Metode Manajemen Risiko Dalam Trading Forex)

 

4. Jauhkan Emosi Dari Aktivitas Trading

"Jika investasi adalah kegiatan menghibur dan Anda bersenang-senang (dalam melakukannya), kemungkinan Anda (sedang) tidak menghasilkan keuntungan. Investasi yang baik adalah yang membosankan."

Perlu diketahui, trading adalah kegiatan layaknya bisnis yang memiliki pasang surut dari segi penghasilan. Namun, mungkin banyak trader pemula yang secara agresif mengincar profit besar dalam waktu cepat dan membuat adrenalin mereka terpacu. Umumnya, pada momen tersebut mereka sudah tidak bisa berpikir jernih lagi dan mempertaruhkan uang dalam jumlah banyak meski peluang kemenangannya kecil.

Psikologi Trading(Baca juga: Belajar Mempersiapkan Mental Sebelum Trading)

Untuk menghindari hal tersebut, seorang trader sebaiknya menghadapi pasar dengan kepala dingin. Menyoroti peluang entry dan menentukan keputusan-keputusan penting lainnya dalam trading membutuhkan cara pikir yang rasional agar tidak terjebak oleh euforia ataupun ketakutan pasar yang bisa mendatangkan kerugian besar. Karenanya, belajarlah mematangkan psikologi trading jika ingin menjadi trader yang profitable.

 

Itulah 4 ilmu trading untuk trader pemula yang bisa kamu terapkan. Merujuk pada pelajaran kedua tentang arus trend, kamu bisa mengenali sinyal trading sesuai arah trend dengan berbagai metode, di mana salah satunya adalah metode analisa dengan indikator MACD. Pelajari seluk-beluknya di artikel "Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya".

Kirim Komentar/Reply Baru


scalping tf menit
mau tanya utk scalping tf menit depth brp yang cocok yaa?
klo utk tf H keatas udah paham..
trims

Irfan 5 Sep 2018

Reply:

M Singgih (06 Sep 2018 07:31)

@ Irfan:

Biasanya trader yang bermain dengan cara scalping (scalper) menggunakan time frame antara 1 menit (M1) hingga 15 menit (M15). Tetapi kami sarankan agar tidak menggunakan M1 karena noise-nya banyak sehingga ada banyak false signal (kesalahan sinyal).
Kalau Anda menggunakan platform Metatrader, untuk scalping bisa trading di time frame 5 menit (M5) atau 15 menit (M15).

Jujun Kurniawan 30