Kisah 5 Investor Sukses Di Masa Krisis Finansial

Febrian Surya 30 Dec 2019 Dibaca Normal 5 Menit
forex > tokoh >   #krisis-finansial   #investor   #finansial
Krisis finansial global 2008 masih membekas di memori banyak investor. Berikut 5 kisah investor sukses di masa krisis finansial yang bisa kamu jadikan pelajaran

Jika kita kilas balik ke 2007-2008 silam, ada momen yang mungkin sulit dilupakan oleh banyak investor hingga kini, yaitu krisis ekonomi yang melanda perekonomian dunia. Krisis global pada tahun itu merupakan salah satu krisis finansial terparah yang pernah terjadi dalam sejarah. Gonjang-ganjing ekonomi itu berawal awal di Amerika Serikat dan memicu resesi ekonomi yang masif.

Pada periode itu banyak debitur yang gagal membayar utang KPR di AS atau yang dikenal dengan istilah subprime mortgage. Sebab, mulai 2004 hingga 2006, suku bunga acuan di Amerika Serikat terus mengalami kenaikan dan terus meningkatkan jumlah orang yang gagal membayar KPR di sana. Namun masalah utamanya adalah industri hipotek memberikan dana kepada para peminjam yang sebenarnya tidak mampu membayar. Pinjaman KPR terlalu mudah diberikan sehingga berbuntut pada kebangkrutan sejumlah lembaga peminjaman. 

Salah satunya bank yang bangkrut adalah Lehman Brothers. Bank itu sebelumnya menyandang sebagai bank investasi keempat terbesar di Amerika Serikat. Namun sayangnya bank tersebut mengalami kepailitan pada 2008.

Momen itu juga melahirkan negara adidaya baru, yaitu Tiongkok. Tiongkok saat ini menjadi negara yang memberikan pinjaman uang terbesar di dunia dan bersaing dengan Amerika Serikat. Setidaknya butuh waktu hingga sepuluh tahunan lamanya untuk kembali memulihkan kondisi perekonomian Amerika Serikat dan sejumlah negara terdampak.

Bagaimana dengan kondisi para investor pada saat kondisi perekonomian yang tidak stabil seperti itu? Apakah mereka semua langsung melepas seluruh aset yang dimiliki? Berikut 5 kisah investor sukses di masa krisis finansial yang bisa kamu jadikan pelajaran:

 

1. Warren Buffet

Siapa yang tidak kenal dengan pengusaha kaya raya satu ini? Warren Buffet merupakan CEO dari Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang asuransi namun memiliki banyak anak perusahaan untuk menunjang lini usaha dari perusahaan induk.

Warren Buffet, salah satu investor sukses dalam menghadapi krisis finansial yang terjadi pada 2008. Kala itu, ia memiliki strategi jitu investasi saham dan membeli beberapa saham seperti General Electric dan lembaga keuangan Goldman Sachs saat harga saham kedua perusahaan tersebut sedang murah.

Kesempatan ini diambil oleh Warren Buffet untuk melakukan leveraging assets. Di mana, pembelian saham di kedua perusahaan tersebut untuk investasi jangka panjang dan terbukti dalam 10 tahun ke depan, indeks Standard & Poors di Amerika Serikat mengalami kenaikan hingga 130%. Perusahaan-perusahaan teknologi juga merasakan imbasnya seperti Google dan Apple yang tak pernah melewatkan pembagian dividen karena mendapatkan keuntungan dan kenaikan laba bersih.

 

2. John Paulson

Sama halnya dengan Warren Buffet, John Paulson juga merupakan pengusaha. Ia mendirikan perusahaan hedge fund manager Paulson & Co pada 1994. Pada 2005, Paulson telah memprediksi datangnya krisis akibat subprime mortgage. Hal itu membuat namanya melambung populer dan meningkatkan pendapatannya menjadi USD3.7 miliar. Pada 2007, Paulson berhasil menjadi hedge fund manager dengan pendapatan paling tinggi. Investor ini juga dicatat menghasilkan USD10 miliar dari mengelola dana kliennya dan investasinya sendiri. 

Begitu krisis agak reda pada 2009, Paulson menanamkan puluhan juta dolar di Bank of America dan USD100 juta  di Goldman Sachs. Investasi ini juga membawa profit besar untuknya.

 

3. Jamie Dimon

Jamie Dimon merupakan CEO dari bank besar J.P. Morgan saat mengalami krisis finansial di 2008 silam. Perusahaan J.P. Morgan memutuskan untuk mengakuisisi bank investasi Bear Stearns dan aset perbankan milik ritel Washington Mutual selama masa krisis berlangsung.

Jamie dimon

Aksi akuisisi yang dilakukan oleh J.P. Morgan menghasilkan miliaran dolar dalam bentuk biaya litigasi yang terkait hipotek. Kini, J.P. Morgan merupakan bank terbesar di dunia berdasarkan nilai kapitalisasi pasar.

 

4. Carl Icahn

Carl Icahn merupakan sosok investor asal Amerika Serikat. Ia dikenal pro dalam membeli perusahaan untuk mencari profit. Ia sempat mendapatkan tiga perusahaan casino di Las Vegas selama krisis ekonomi. Begitu kondisi ekonomi sudah membaik, Icahn menjualnya dengan profit tinggi. Ia menjual tiga perusahaan itu senilai USD1.3 miliar, berkali-kali lipat dari nilai investasinya. 

Karena deretan keberhasilannya meraup keuntungan selama krisis, Icahn dikenal sebagai salah satu investor legendaris. Ia mampu membalik tekanan finansial menjadi pundi-pundi profit.

 

5. Carrie Piaskowski

Saat terjadi krisis finansial 2008, semua orang takut untuk berinvestasi saham karena mengalami penurunan nilai yang sangat drastis. Namun, sama halnya dengan Warren Buffet, saat itu Piaskowski dan suami melihat tren tersebut menjadi sebuah peluang yang menarik untuk meraup keuntungan dari pasar saham.

Selama tujuh tahun pertama, mereka mampu melewati resesi dengan menghasilkan sekitar USD50 ribu setiap tahun untuk membayar utang, menabung, dan melakukan pembayaran pokok atas hipotek mereka. Selama dua tahun terakhir, pasangan suami istri ini telah menghemat sekitar USD100 ribu setiap tahun.

Carrie Piaskowski

Itulah 5 kisah sukses investor di masa krisis finansial yang bisa menjadi teladan bagi kamu dalam menjalankan strategi investasi walaupun dalam kondisi perekonomian yang sedang bergejolak sekalipun. Kelima investor di atas mampu melewatinya dengan baik hingga sekarang. Bahkan, perusahaan yang mereka dirikan saat ini menjadi perusahaan dengan level kelas dunia berkat strategi investasi jitu yang mereka lakukan di saat masa krisis finansial berlangsung.

 

Salah satu pasar yang menghadirkan peluang menarik di masa krisis adalah pasar forex. Alasannya tak lain karena kemudahan order dua arah (buy/sell) yang bisa dilakukan di berbagai pasangan mata uang. Apabila kamu tertarik belajar menjadi trader forex, perhatikan dulu Panduan Trading Forex Untuk Pemula.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Setiap orang bebas mengajukan permohonan pinjaman/kredit, termasuk Anda. Hanya saja, tentang apakah permohonan itu akan dikabulkan atau tidak, itu tergantung kebijakan bank masing-masing. Perlu Anda ketahui bahwa persyaratan untuk mendapatkan kredit itu ada lima, terdiri atas: character (karakter calon debitur), capacity (kemampuan calon debitur untuk mengembalikan), capital (kondisi finansial calon debitur), collateral (barang jaminan), dan condition (kondisi ekonomi). Jadi, hanya karena Anda sudah tidak punya beban kredit lama, tidak berarti aplikasi kredit Anda pasti dikabulkan. Demikian pula, meskipun seseorang masih punya tanggungan, tetapi kalau bank mengizinkan maka tetap bisa mendapatkan kredit. Jadi, saran kami, coba saja Anda ajukan aplikasi Anda ke bank terlebih dahulu.
 Anna |  17 Jun 2015
Halaman: Kupas Tuntas Blacklist Bank Di Indonesia
Orang yang sudah mengambil kredit tentu saja diperbolehkan untuk mengajukan kredit lain lagi. Namun, apakah Anda bisa mendapatkan KPR atau tidak, itu tergantung pada penilaian bank tentang kelayakan Anda untuk menerima KPR. Setiap bank bisa memiliki persyaratan dan penilaian kelayakan berbeda-beda, dan ini bukan hanya soal kredit lama. Perlu Anda ketahui, penilaian aplikasi kredit di bank minimal meliputi kriteria 5C, yaitu: character (karakter calon debitur), capacity (kemampuan calon debitur untuk mengembalikan), capital (kondisi finansial calon debitur), collateral (barang jaminan), dan condition (kondisi ekonomi).
 Anna |  25 Jun 2015
Halaman: Kupas Tuntas Blacklist Bank Di Indonesia
Setiap bank memiliki kebijakan berbeda dalam menyikapi calon debitur yang kreditnya pernah bermasalah. Tetapi umumnya, selama saat ini sudah tidak memiliki tanggungan kredit macet, maka bank tidak mempermasalahkan kasus lama yang sudah tuntas. Silahkan Anda coba ajukan saja permohonan kredit Anda. Bila pertimbangan bank ternyata Anda layak mendapatkan kredit, maka Anda akan mendapatkannya. Perlu juga Anda ketahui bahwa untuk mendapatkan kredit, calon debitur tidak hanya harus lolos BI Checking, melainkan kriteria lima C: character (karakter calon debitur), capacity (kemampuan calon debitur untuk mengembalikan), capital (kondisi finansial calon debitur), collateral (barang jaminan), dan condition (kondisi ekonomi).
 Anna |  2 Sep 2015
Halaman: Kupas Tuntas Blacklist Bank Di Indonesia
Hary suwanda stlh tau dari googling 2019, rupanya dia terlibat penipuan investasi. korban nya Sri rugi 1.3 milyar dan pengusaha Sendy periko rugi besar 11 Milyar, Wow!! kasusnya skr di pengadilan jkt barat, parahnya lagi suap sana sini tertangkap KPK, tambah ruwet aja. tuntutan hukumannya cuma 2 tahun !!!! bayangin aja deh, ga ada raut penyesalan di wajahnya, bahkan msh bisa ketawa2, mgkin krn abis keluar penjara masih ada sisa 10 Milyar ya ? HHmm betapa enaknya ya , ringan kok hukumnannya. dulu pernah klaim bhw udh bs menhasilkan $1 million , ternyata dari hasil nipu ya ? apa keluarganya malu ya ? pernah nulis buku rahasia bebas finansial , ohh rupanya begini ya caranya !! Silahkan masyarakat terutama yg pernah ikut seminarnya menilai spt apa kepribadian orang ini  
 Dewi Anggraini |  10 Aug 2019
Halaman: Trader Sukses Indonesia Hary Suwanda Forex Bukan Untuk Pemula
Ada banyak hal yang dipertimbangkan oleh pihak bank saat mengevaluasi aplikasi pinjaman Anda. Faktor yang dipertimbangkan bukan cuma kredit yang sudah diambil di masa lalu saja, melainkan 5C. 5C yaitu character (karakter calon debitur), capacity (kemampuan calon debitur untuk mengembalikan), capital (kondisi finansial calon debitur), collateral (barang jaminan), dan condition (kondisi ekonomi).

Tidak ada yang bisa menduga-duga bagaimana hasil penilaian bank kelak apakah akan menerima atau menolak aplikasi pinjaman Anda, kecuali pihak bank itu sendiri.
 Anna |  26 Jan 2020
Halaman: Kupas Tuntas Blacklist Bank Di Indonesia
Sama aja kayak trading biasa, tapi berkelompok dan dibantu open position sama money manager. Misal money manager buy 10 lot EUR/USD. 10 lot ini dibagi 3 ke anggota, tapi tidak sama rata ya. Tergantung kemampuan finansial masing2. Barulah 10 lot ini open posisi buy di pasar. Kalau ternyata profit, yang dapat pembagian persenan terbesar, ya profitnya gede, dan yang persenannya kecil, profitnya kecil. Begitu juga saat loss.
 Kayla |  15 Feb 2021
Halaman: Investasi Forex Pamm Dan Beragam Fakta Di Balik Kemudahannya
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip