Penjualan Alat Berat Komatsu PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami penurunan 8.4% secara year-on-year (yoy). , 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG turun di awal perdagangan hari ini sebesar 0.24% ke 7,263, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   PT Carsurin Tbk. (CRSN) dan National Battery Research Institute (NBRI) mengumumkan penandatanganan Strategic Alliance Agreement (SAA) untuk pendirian dan operasional fasilitas pengujian baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop perdagangan emiten kelapa sawit PT Pulau Subur Tbk. (PTSP) pada perdagangan hari ini, usai harga sahamnya melonjak hingga ratusan persen, 3 jam lalu, #Saham Indonesia
Selengkapnya

Hsb

10 Langkah Aman Trading Modal Kecil Ala Broker HSB
Intan     6 Jun 2023
Untuk bisa trading modal kecil yang aman, ada beberapa indikator kualitas yang bisa kalian cermati. Apa saja itu? Temukan jawabannya di sini.
Tips Entry Trading Akurat Versi Broker HSB
Intan     18 Apr 2023
Sebagai broker forex teregulasi, HSB memiliki tips entry akurat untuk meningkatkan potensi keuntungan trading. Tips ini sangat mudah diikuti, bahkan oleh pemula sekalipun.
Belajar Copy Trading untuk Pemula Bersama HSB
Evan     17 Apr 2023
Menjadi salah satu strategi trading untuk meraih cuan, belajar copy trading bersama broker HSB dapat menjadi pilihan terbaik bagi Anda. Simak selengkapnya berikut ini.
Forum
Komentar

Kumpulan Komentar @inbizia #hsb

  Ratri   |   23 Jan 2023   |   Artikel

Dari review google dan app store aje, aplikasi finex udah kalah jauh sama punyanya hsb. dari sini aje gw udah langsung bisa tahu mana aplikasi yang berguna buat gw trading. hehehe

  Inbizia Support   |   23 Jan 2023

Halo kak Ratri,

Memang benar kalau secara aplikasi Finex masih banyak yang perlu dibenahi agar mempermudah para trader dalam trading. Namun, secara kondisi trading Finex sendiri juga tidak kalah loh dengan HSB maupun broker lainnya. kak Ratri bisa coba baca review kami lainnya soal broker Finex di sini:

  Yudha S   |   29 Jan 2023

Ratri: Saran buat kakak : Kalau mau trading dengan satu app saja tanpa gonta ganti app di mobile phone lebih baik HSB saja. Tetapi kalau mau trading dengan metatrader 4, maka sebaiknya memilih Finex saja karena di HSB tidak menyediakan trading dengan MT4. Jadi kembali ke user experience saja mau trading dengan platform apa..

  Khairi Delounge   |   12 May 2023

Yudha S: lho, broker H gak nyediain MT4 ya? Walach, jujur kalo buat saya broker yg gak nyediain metatrader truz nyuruh trading di platformnya sendiri tu rada sus. Tapi ya mungkin ada user yang udah pengalaman, boleh donk bagi2 kesannya trading di broker pake platformnya sendiri. Kira-kira trusted gak tuch? Sedih juga kalo udah ngumpulin dana trading banyak2 terus kena zonk platform abal2.

  Wilson   |   12 Feb 2023   |   Artikel

Makasih thor udah ngewakilin perasaan gw trhdp nih dua broker. Gw emang pengguna kedua broker, kalau ditanya alasannya ya karena aplikasi trading yang ditawarkan. Jdi kebetulan gw juga belum memilih buka akun live dimana aja dan karena itu sering buka akun demo di broker yang mempunai aplikasi trading sendiri.

Pengalaman gw dalam menggunakan MIFX. Untuk charting memang mempunyai trading tools yang sangat-sangat lengkap. Klu ga salah sampe ratusan indikator, cuma kelemahannya di charting yang menurut ku agak kurang besar. Sedangkan untuk kelebihan lain ada di trading signal yang cukup akurat

Kmudian untuk HSB, interface dan chartingnya simple dan enak banget dipakai. Kekurangan ada di trading tools yang limited

  Andreas   |   2 Mar 2023   |   Artikel

Ada stu pernyataan menarik dari si penulis. Dari segala sisi kan sbnrnya lbh menarik Maxco krna deposit lebih rendha, leverage tinggi, dan spread serta komisi rendah bila dibandingkan ama HFX. tetapi yg menariknya nihh, penulis menyatakan klu aplikasi HSB lebih cocok untuk trader yang ingin mempelajari banyak ilmu trading dari para ahli.

Mksdnya dari memplejaari ilmu trading dari para ahli itu seperti apa krna ga dijelasin di artikel.

Terima kasih!!

  David   |   2 Mar 2023

Andreas: Iziin jawab yeee, aplikasi trading HSB sndiri unik gan. Jadi ada yang namanya bisa ngeliat posisi trading yang profit dari trader lain. Jadi trader akan membagikan posisi tradingnya ke komunitas yg ada di HSB itu sndiri. Nah, dri situ kita bisa jga mencba mengikuti posisi trading dari para trader berpengalaman. Ya, sejujurnya semacam social trading lahh gitu dan trader yg bisa membagikan hasil tradingnya jga ga kaleng kaleng alias yg udah berpengalaman.

Selain itu trdapat trading signal yg udah disiapin ama HSB dengan analisa dari tim HSB itu sndiri, jadi ane ngerti, yg dimaksudkan belajar dri para ahli ya kira kira seperti itu gann. Koreksi yaa klu ada yg salah. makasih!

  Diego   |   2 Mar 2023

Andreas:Klu menurut gw sihh (boleh stuju ato ga), klu misalkan modal lumayan besar tetapi waktu terbatas bisa memilih swing trading, dimana ini merupakan cara trading dimana mengambil posisi trading selama beberapa hari hingga beberapa minggu dengan tujuan mengambil keuntungan dari pergerakan harga jangka menengah di pasar. Gaya ini gw rasa cocok untuk pemula yg menginginkan trading lebih "rileks" dibandingkan ama day trading atau scalping. Selain itu, trading dngn gaya ini, trader pemula bisa ngambil waktu sejenak untuk menganalisa kapan entry dan tidak. Swing trading sndiri bsia kok dngn hanya buka 1 posisi aja. Cuma dari segi biaya swap emang agak berat bila ga ngaktifin fitur swap free.

  Sonny   |   10 May 2023   |   Artikel

Cukup jelas sih tips yang diberikan ama HSB dimana kita perhatiin segala aspek dan bukan hnya di aset trading saja. Mengnai analisis, modal, potensi profit dan resiko, likuid dan volatilitas hingga evaluasi. Nah, dri artikel jga bsa disimpulkan klu memilih aset trading jga dilihat dari likuiditas dan volatilitasnya. Tetapi gw sebagai pemula cukup bingung aja dan msh kurang ngerti, aset yang hrs ditradingkan itu apa aja.

So, yang ingin gw tanyakanadalah, aset produk mana yang cocok untuk pemula yang ingin mencoba trading? Bagaimana cara memilih aset produk yang sesuai dengan level pengalaman kita sebagai pemula dalam trading? Dan apakah ada aset produk yang sebaiknya dihindari oleh pemula?

  Edianto   |   11 May 2023

Klu dari ane sendiri, untuk pemula yang mau coba trading, sebaiknya mulai dari aset yang gampang dipahami dan likuiditasnya tinggi. Contohnya, forex dan trading saham blue chip (saham dari perusahaan besar dan stabil). Kalo kamu baru belajar trading, mending mulai dari aset ini dulu biar ga terlalu kaget sama fluktuasinya. Tapi khususnya sih lebih ke Forex dulu aja, mengingat HSB sndiri jga pnya bnyk instrument yang bisa dipilih, biar ga bingng, start dari Forex itu lbh baik

Selain itu, sebelum memilih aset, kita harus memperhatiakn tips dari HSB trlbh dahulu seperti pertimbangkan dulu modal dan pengalaman sesuai yg dituliskan di artikel. Kalo modal terbatas, mending fokus di satu aset dulu biar ga terlalu ribet. Dan kalo masih pemula, coba cari informasi sebanyak mungkin tentang aset tersebut dan pelajari teknik analisis yang cocok untuk aset tersebut.

Untuk aset yang sebaiknya dihindari oleh pemula, mungkin bisa dihindari dulu aset yang volatilitasnya tinggi dan likuiditasnya rendah. Contohnya, saham-saham kecil dan mata uang eksotis. Kalo ga hati-hati, bisa-bisa cepet kejeblos ke jurang kerugian.

Jadi, inget ya, trading itu ga cuma soal aset, tapi juga soal pengalaman, analisis, dan manajemen risiko. Semoga membantu!

  Brandon   |   12 May 2023

Setuju! Dlm pemlilihan isntrument trading, lbh baik cari yang likuid dan volatile cukup tinggi jga. Dan saran sih lebih baik trading di EUR/USD aja terlebih dahulu. Selain likuid dan volatile, pasangan ini emang memiliki informasi dan berita yang gampang dicari dmana2 sehngga trader bsa memprediksi arah pasar dan nentuin keputusan trading jga gampang bngt. Dan jga krna dia ini likuid dan volatile, spread jga biasa lbh kecil shngga bsa menekan biaya trading . Selain itu, strategi trading di EUR/USD cukup bervariatif dan gampang di cari serta mudah dipahami , cotnohnya coba agan baca artikel ini : 3 Teknik Trading EUR/USD Paling sederhana.

So, Overall, EUR/USD terbaik deh utk pemula dari segi likuditas dan volatilitas serta informasi yang gampang dicari juga serta lebih murah biayanya

  Juan   |   14 Jun 2023   |   Artikel

Misi mau nnya, dikatkaan bahwa kita harus pelajari karakteristik produk2 yg bakal kita trading dmana volatilitas, likuiditas, tren, momentum, dsb gitu. Nahh,, sedangkan nihh utk aset2 yg bsa ditradingkan itu benaran bnyk. Mulai dari Forex hingga ke Indeks. Dan di HSB sndiri aja bejibun banget lho asli.

Jd, utk kriteria2 yg ada ini, kira2 ada ga faktor2 yang mempengaruhi hal2 tsb. Misalkan aset yg harus volatilitas nya tinggi ato rendah, trennya harus gmana dan momentumnya bakalan gmana. Kriteria2 tsb hrus memilih yg kyk gmana ya> Mohon pnjelasannya mengenai hal ini agar aku bsa lbh gampang memlilih aset utk trading

  Anton   |   17 Jun 2023

Juan: Menrut gue mah, yg jelas, dalam memilih aset yg ditradingkan itu, dia perlu memiliki volatilitas tinggi dan likuiditas tinggi. Volatilitas tinggi bsa ngehasilin profit yg maksimal, sedangkan likuiditas tinggi itu berarti aset tsb selalu tersedia. Nah, kmudian yg jadi pertimbangan adalah waktu trading, apakah waktu kita trading itu cocok dngn waktu aset tsb lagi volatilitas tinggi seperti opening market. Hal itu akan berpengaruh ke tingkat volatilitas dan jga likuiditas. BTW, Utk lebbih lengkap mengenai likuiditas bisa baca di artikel ini ya : Apa Itu Likuiditas Pasar Forex?

Nah, salah satu aseet yg bsa dipertimbangkn adalah Forex dngn pair major dmana ada USD, cthnya EUR/USD dimana tingkat volatilitas tinggi, likuiditas jga tinggi, serta waktu trading gue yg coock dngn EUR/USD.

Selain itu, yg perlu dipertimbangkan dlm memilih aset2 lainnya adalah ketersediaan berita dan informasi. Tnpa hal tsb, kita akan susah menganalisa dan meprediksi pasar kedepannya

  Agus Andriawan   |   23 Jul 2023   |   Artikel

bntr2... aku agak penasaran dngn istilah metode Dollar Cost Averaging. Jdi, salah satu tips dari HSB utk trading yg profitable dngn modal kecil adalah dngn memakai metode dollar cost averaging yg dikatakan adalah strategi di Forex yg melibatkan pembelian terus menerus secara berkala tnpa memperhatikan flulktuasi harga. Dan dikatkaan bahwa dngn metode ini, kita bsa dapatin rata2 harga yg lebih baik seiring dngn waktu.

Meski udah dijelaskan nihh, aku msih kurang paham dngn Dollar Cost Averaging ini bakalan bsa memberikan keuntungan dngn modal kecil. Bisa dijelaskan mngkn dngn contoh prakteknya kyk gmana, krna menurut aku, salah satu yg menarik penjelasannya di artikel ini adalah metode ini yg notabene aku baru baca dan baru tau metode ini. Mohon penjelasnnya ya, terima kasih bnyk

  Hendra   |   24 Jul 2023

Ane bantu jelasin yaa bro! Gini nih, Dollar Cost Averaging atau DCA itu strategi kekinian buat lo yg mau berinvestasi, terutama buat mereka yg modalnya gak besar. Jadi, intinya lo bakal beli aset secara teratur dengan jumlah yg tetap, tanpa peduli deh hrg di pasar lagi naik atau turun.

Contohnya nih, lo punya modal cuman $100 dan pengen masuk ke pasar Forex buat trading EUR/USD. Pake strategi DCA, lo ambil $10 tiap minggu buat beli EUR/USD, gak peduli deh hrgnya lagi naik atau turun.

Minggu pertama lo beli pas hrg 1.10, jadi lo dapet sekitar 9.09 Euro. Minggu kedua, hrg turun jadi 1.05, tapi tetep lo beli $10, jadi lo dapet sekitar 9.52 Euro. Minggu ketiga, hrg naik lagi jadi 1.15, tapi lo tetep beli $10, dapet sekitar 8.70 Euro. Minggu keempat, hrg turun lagi jadi 1.00, lo beli lagi $10, dan dapet sekitar 10.00 Euro.

Setelah 4 minggu, lo udah invest total $40 dan punya 37.31 Euro.

Sekarang, coba bandingin deh sama kalo lo beli sekaligus $40 di minggu pertama pas hrg 1.10, dapetnya cuman 36.36 Euro.

Dengan DCA, lo bisa beli lebih banyak Euro secara keseluruhan dan dapet rata-rata hrg yg lebih bagus. Jadi, walaupun ada hrg yg turun di tengah-tengah, lo tetep santai aja karena lo beli dengan jumlah tetap tiap kali, jadi gak terlalu dipengaruhi sama fluktuasi hrg jangka pendek.

  Justin   |   25 Jul 2023

Halo saya ingin memberikan penjelasan simple aja yaa! Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi investasi yang memungkinkan investor dengan modal kecil untuk berinvestasi secara teratur dalam aset tertentu. Dengan DCA, investor membeli aset dengan jumlah tetap pada interval waktu tertentu, tanpa memperhatikan fluktuasi harga pasar. Contohnya, seorang investor berinvestasi $100 setiap bulan dalam saham ABC, tanpa memperdulikan apakah harga saham naik atau turun. Dengan DCA, investor dapat membeli lebih banyak aset saat harga rendah dan lebih sedikit saat harga tinggi. Seiring waktu, DCA dapat memberikan harga rata-rata yang lebih baik dan mengurangi risiko pembelian di puncak pasar. Ini membuat DCA menjadi strategi investasi yang menarik untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang dengan risiko yang lebih terkelola. Contohnya bsa diliat di komentar seblumnya ya!

5 Tips dari HSB untuk Memilih Produk Trading
Evan     14 Apr 2023
Mempelajari dan memahami produk trading sebelum memilignyaakan membantu Anda meraih kesuksesan. Berikut tips broker HSB dalam memilih produk trading yang cocok.
9 Cara Mengenali Pola Three White Soldiers Ala Broker HSB
Hadi Alexander     12 Apr 2023
Salah satu pola candlestick yang cukup akurat memprediksi pembalikan tren adalah Pola Three White Soldiers. Berikut 9 cara mengenali pola tersebut dari broker HSB.
5 Cara Mengambil Keuntungan Trading Ala HSB
Evan     10 Apr 2023
Ketidakmampuan trader dalam mengambil keuntungan trading menjadi salah satu faktor utama kegagalan. Untuk itu, broker HSB menyarankan 5 cara terbaik dalam mengambil keuntungan. Apa saja itu?
Kiat Sukses Trading Pair Cross Ala Broker HSB
Hana Raisa     21 Mar 2023
Meski berisiko, trading pair cross menawarkan keuntungan yang menggiurkan. Broker HSB menjelaskan 6 kiat sukses trading pair cross yang bisa diterapkan dengan mudah. Apa saja?
Kupas Tuntas Perbandingan Aplikasi DCFX vs HSB
Evan     14 Mar 2023
DCFX dan HSB merupakan contoh broker lokal terbaik dalam berinovasi, karena dianggap memiliki aplikasi trading forex terbaik. Berikut perbandingan lengkap aplikasi DCFX vs HSB.
Mengenal Proses Manajemen Portofolio Ala Broker HSB
Evan     22 Feb 2023
Untuk dapat memahami manajemen portofolio dalam investasi, broker HSB telah menjabarkan mengenai apa saja yang harus Anda ketahui. Apa saja itu?
Aplikasi Trading Maxco vs HSB, Manakah yang Lebih Baik?
Evan     17 Feb 2023
Untuk dapat mengikuti kebutuhan pasar secara cepat, broker Maxco dan HSB telah berinovasi menyediakan aplikasi trading terbaik. Berikut perbandingan aplikasi trading antara Maxco vs HSB.
Penjualan Alat Berat Komatsu PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami penurunan 8.4% secara year-on-year (yoy). , 3 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG turun di awal perdagangan hari ini sebesar 0.24% ke 7,263, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

PT Carsurin Tbk. (CRSN) dan National Battery Research Institute (NBRI) mengumumkan penandatanganan Strategic Alliance Agreement (SAA) untuk pendirian dan operasional fasilitas pengujian baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop perdagangan emiten kelapa sawit PT Pulau Subur Tbk. (PTSP) pada perdagangan hari ini, usai harga sahamnya melonjak hingga ratusan persen, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Menurut analis ING, GBP/USD berpotensi menguji level terendah 14 Februari di kisaran harga 1.2530, 21 jam lalu, #Forex Teknikal

Harga emas turun dari Level tertinggi lebih dari dua pekan di tengah kenaikan dolar AS, 23 jam lalu, #Emas Teknikal

EUR/GBP menguat mendekati level 0.8540 menjelang pidato ECB Lagarde, 23 jam lalu, #Forex Teknikal

USD/CAD mencoba memantul dari level 1.3500 karena penguatan dolar As dan penurunan harga minyak, 23 jam lalu, #Forex Teknikal

Setelah ditutup di bawah harga pembukaan minggu lalu, Indeks Dolar membentuk Pin Bar bullish, 1 hari, #Forex Teknikal

Momentum bullish Dolar masih bertahan dalam jangka pendek karena turunnya ekspektasi pasar terhadap prospek pemotongan suku bunga The Fed, 1 hari, #Forex Fundamental

Resistance AUD/USD berada di sekitar 0.6590. Penolakan dari level tersebut akan memicu pergerakan bearish, 1 hari, #Forex Teknikal

USD/JPY membentuk support di harga 149.70, dan berpotensi menguat lagi karena Yen masih relatif melemah, 1 hari, #Forex Teknikal

Sejumlah rilis data penting AS yang akan mempengaruhi EUR/USD akan dirilis pada hari Selasa-Kamis pekan ini, 1 hari, #Forex Fundamental

Laporan Consumer Confidence dijadwalkan terbit pada hari Selasa, GDP AS pada hari Rabu, dan Inflasi PCE pada hari Kamis, 1 hari, #Forex Fundamental

Para pelaku pasar meyakini jika koreksi bearish EUR/USD tidak akan melampaui level 1.08000, 1 hari, #Forex Teknikal

Reli Bitcoin tertahan dalam kisaran sideways setelah menembus level kunci $50,000, 1 hari, #Kripto Teknikal

BTC/USD masih berusaha menembus resistance $52,000 untuk mengkonfirmasi kenaikan lebih lanjut, 1 hari, #Kripto Teknikal

Kapitalisasi pasar Bitcoin kembali melesat di atas $1 triliun, namun dominasinya terhadap Altcoin turun ke 48.6%, 1 hari, #Kripto Fundamental

Ethereum sukses menembus $3000, level yang terakhir kali tercapai pada April 2022 lalu, 1 hari, #Kripto Teknikal

Solana menjadi salah satu Altcoin yang berbias positif setelah berhasil mempertahankan posisi di atas $100, 1 hari, #Kripto Teknikal

Saham emiten produsen beras, PT Wahana Inti Makmur Tbk. (NASI) dan PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) terpantau tengah melejit seiring dengan kenaikan harga beras, 1 hari, #Saham Indonesia

Top losers LQ45 terdiri dari: PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) -3.23%, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) -2.27%, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) -1.86%, 1 hari, #Saham Indonesia

IHSG turun di awal perdagangan hari ini, sebesar 0,47% ke 7,261, 1 hari, #Saham Indonesia

Industri semen tanah air mencatat kinerja positif di awal tahun 2024. Volume penjualan semen nasional sepanjang Januari 2024 mencapai 5.06 juta ton, 1 hari, #Saham Indonesia


Kirim Komentar Baru