3 Cara Menghindari Kesalahan Entry Trading

Wiji Purnama 31 May 2017 6060

Anda sudah mengenali peluang tapi takut bertindak karena salah entry trading? 3 tips ini akan mengungkap kiat-kiat untuk memastikan akurasi entry trading.

Kesalahan entry trading merupakan salah satu biang kerugian yang banyak ditakuti para trader. Selain menghadirkan loss sebagai dampak negatif, kekeliruan memilih posisi entry trading forex bisa menyebabkan efek psikologis yang merugikan, dan jika tidak hati-hati, bisa berujung pada overtrading.

Menghindari kesalahan entry trading

Bayangkan saja, Anda sudah susah payah mengidentifikasi trend dan berusaha menangkap peluang sebaik mungkin. Ketika sudah entry trading, trend justru berbalik dan mengikis dana Anda.

Di lain waktu, Anda sudah berhati-hati supaya tidak begitu saja mengartikan penerusan trend. Dengan merencanakan open trade di arah yang sebaliknya dari trend saat ini, Anda berharap bisa mengenali pembalikan harga dan mendapat keuntungan trading forex di awal trend. Namun sekali lagi, Anda terkecoh setelah entry trading, karena sinyal pembalikan yang sebelumnya muncul ternyata hanya sekedar koreksi. Harga justru selanjutnya kembali dalam trend semula, dan dana Anda kembali tenggelam dalam kerugian.

Dalam bahasa trader awam, salah entry trading adalah keadaan di mana "open buy harga malah turun, sudah dituruti sell tapi harga justru naik". Agar tak terjebak dalam situasi serupa, Anda dianjurkan untuk memastikan akurasi entry trading forex sebelum bertindak. Nah, 3 kiat berikut akan mengungkapkan cara-cara yang bisa dilakukan:

 

1. Lakukan Analisa Entry Trading Di Sesi Penutupan

Pasar forex memang aktif 24 jam penuh selama hari kerja. Namun demikian, bukan berarti tidak ada rekomendasi khusus tentang waktu terbaik untuk analisa entry trading. Walaupun Anda tidak diharuskan untuk mengikuti jadwal tertentu, agar akurasi entry trading tetap terjaga, sebaiknya lakukanlah analisa setelah penutupan pasar New York. Mengapa harus seperti itu?

Analisa di sesi penutupan New York

Di waktu ini, pasar baru saja mengakhiri sesi New York dan beralih ke Sydney. Volume perdagangan di sesi ini sangatlah rendah, sehingga Anda tak akan menemui banyak noise di chart. Hal itu jelas akan mempermudah Anda mengamati support resistance, sinyal, ataupun trend harian. Sebagai catatan, sebaiknya gunakan time frame harian (D1) untuk memaksimalkan fungsi analisa entry trading ini.

 

2. Sebelum Entry Trading, Selaraskan "TLS"

Berkaitan langsung dengan konfirmasi entry trading, tips ini menyebutkan "TLS" (Trend, Level, Sinyal) sebagai komponen-komponen yang harus mendukung satu sama lain sebagai syarat open trade. Contohnya, ketika Anda mengandalkan sinyal price action untuk entry trading forex, maka perhatikan juga bagaimana trend dan level support resistance-nya.

Menyesuaikan Trend, Level, dan Sinyal sebelum entry trading

Grafik di atas menunjukkan formasi bullish pin bar (sinyal buy) yang memantul dari suatu level kunci. Karena level tersebut adalah support teruji yang sedang beralih fungsi sebagai resistance, maka sinyal buy pin bar dianggap sudah terkonfirmasi. Bersamaan dengan kondisi tersebut, trend harga tampak sedang menguat (up). Nah, kondisi seperti inilah yang menunjukkan keselerasan antara Trend, Level, dan Sinyal.

Sedangkan untuk entry trading sell, sebaiknya perhatikan pula bagaimana kesesuaian antara Trend, Level, dan Sinyal. Apabila sinyal sudah mengirimkan alarm sell tapi trend dan level tidak mendukungnya, maka sebaiknya jangan entry trading dulu karena akurasi open trade seperti itu sangat diragukan.

 

3. Manfaatkan Pending Order

Fitur pending order memberikan kemudahan tak terkira bagi mereka yang benar-benar ingin menghindari kesalahan entry trading forex. Pada dasarnya, pending order memungkinkan Anda menentukan suatu level entry yang baru akan tereksekusi di masa mendatang. Dengan demikian, open trade baru akan benar-benar terlaksana ketika harga menyentuh level yang sudah Anda targetkan.

Ada 2 jenis pending order yang paling umum digunakan untuk membantu trader menghindari kesalahan entry trading, yaitu limit dan stop.

 

Penerapan Limit Order

Limit order cocok digunakan untuk para pengguna strategi reversal, karena pada dasarnya memfasilitasi trader untuk entry trading buy di bawah harga saat ini, atau merencanakan level sell di atas harga sekarang.

Memastikan akurasi entry trading dengan limit order

Dalam hal ini, target level yang dipasang dalam order buy ataupun sell limit bisa disesuaikan dengan level kunci yang menjadi katalis pembalikan harga. Tentunya, diperlukan analisa terlebih dulu untuk mendapatkan level kunci seperti itu.

Support resistance, level-level pivot, atau batas psikologis adalah contoh level yang biasanya diamati sebagai katalis. Katakanlah EUR/USD saat ini sedang merosot dan mendekati support kunci 1.1210. Karena prediksi pasar mengisyaratkan pair tersebut akan beralih bullish, Anda bisa mengantisipasi peluang buy dengan menempatkan buy limit di 1.1210.

 

Penerapan Stop Order

Stop order paling bermanfaat untuk trader yang gemar "berselancar dengan trend". Order buy stop nyatanya memungkinkan trader untuk entry trading, hanya ketika harga sudah menyentuh level yang lebih tinggi dari harga saat ini. Sementara itu, sell stop hanya akan mengaktifkan open trade sell ketika harga sudah menyentuh level yang lebih rendah dari harga sekarang.

Memastikan akurasi entry trading dengan stop order

Dalam hal ini, target level dari stop order adalah yang diperkirakan sebagai konfirmator penerusan trend. Sebagai contoh, ketika EUR/USD menguat dan berpotensi menembus (breakout) resistance 1.1250, maka Anda bisa menjadikan 1.1250 sebagai target level dalam buy stop order. Dengan demikian, Anda tak perlu khawatir seumpama harga gagal menguat sampai ke 11250 dan justru selanjutnya menurun, karena tak ada satupun order yang tereksekusi dan menimbulkan floating minus pada akun Anda.

 

Jangan Lupakan Aturan Emas Ini

Sebaik-baiknya Anda mengatur strategi entry trading forex, dan setinggi-tingginya probabilitas suatu sinyal, kemungkinan meleset akan selalu ada. Untuk mengantisipasi kerugian yang bisa ditimbulkan, tetaplah gunakan manajemen risiko. Anda bisa mengatur rasio risk/reward atau mengatur besar ukuran per trade agar tidak mengalami loss besar yang jumlahnya di luar batas toleransi risiko Anda.

Kirim Komentar/Reply Baru


Effective Margin Pada Posisi Hedging
permisi master, ini saya mau tanya? saya kan terkena fullock 2 pairs, 2 buy dan 2 sell.. dan effective margin mengalami minus dan harus yg namanya penambahan dana, apabila untuk melepas posisi sell saja dan menunggu buy nya lepas.. apakah akan bertambah effective margin nya? dan dr mana berkurang uang jika terkena posisi inap? terimakasih master.. kirim ke email saya jg ya master

Bram Motorianno 20 Aug 2018

Reply:

M Singgih (23 Aug 2018 01:30)

@ Bram Motorianno:

- … apabila untuk melepas posisi sell saja dan menunggu buy nya lepas.. apakah akan bertambah effective margin nya?

Tidak, total kerugian Anda sudah dihitung dari selisih lockingan tsb. Walaupun Anda buka salah satunya (sell atau buy), besarnya kerugian akan tetap sama.
Misal: Anda ada posisi buy di harga 150 dan sell di harga 100. Kerugian = 50 pip atau -50 pip. Katakan harga sekarang ada di 25 dan bergerak bearish. Anda tutup posisi sell sehingga profit (100-25) = +75 pip, tetapi yang posisi buy masih rugi (25-150) = -125. Sehingga totalnya = +75-125 = tetap -50 pip.

Misal harga di 200 dan bergerak bullish. Yang posisi buy profit (200-150) = +50 pip, dan Anda tutup posisi sell sehingga rugi (100-200) = -100 pip. Totalnya = +50-100 = tetap -50 pip.
Jadi harga naik atau turun, total kerugian akan tetap sama, posisi manapun yang ditutup duluan.

Free Margin = Equity - Margin total
Dalam hal ini equity sudah berkurang sebesar kerugian lockingan tsb, sementara margin total tetap. Jadi kalau free margin tidak mencukupi untuk membuka posisi, maka Anda harus menambah dana untuk memenuhi margin minimal untuk membuka posisi lagi.

Margin Call (MC) level = (Equity / Margin total) x 100%
Kalau broker Anda menerapkan MC level = 100%, maka ketika equity = margin total, maka Anda akan terkena MC, atau diminta untuk menambah dana agar bisa meneruskan trading.

- … dr mana berkurang uang jika terkena posisi inap?

Besarnya bunga untuk posisi inap, atau swap, tergantung dari posisi yang Anda buka, bisa plus bisa minus. Tiap broker besarnya swap berbeda. Untuk melihat swap rate: klik kanan pada pair di market watch, masuk ke Specification.
Contohnya untuk XAU/USD:

                         

- … kirim ke email saya jg ya master
Tergantung dari moderator..

Cara Membaca Candlestick Smash Bar
Nandini 113
Forex  
Cara Trading Dengan Hedging 100 Persen
Nandini 150
Artikel  
Mitos Dan Fakta Strategi Hedging
Nandini 112
Artikel