Apa Itu Saham Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Anna 6 Dec 2018 1845

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Pada umumnya, ada tiga cara mendapatkan saham agar bisa memperoleh keuntungan darinya.

Dalam dua tahun belakangan, Anda boleh jadi sering mendengar istilah Nabung Saham yang sedang marak dipromosikan oleh pemerintah. Atau bahkan Anda sudah pernah diajak langsung untuk mengikutinya dengan iming-iming keuntungan berlipatganda. Namun, apakah Anda sudah tahu apa itu saham dan bagaimana cara mendapatkannya agar bisa memperoleh keuntungan itu?

Simak artikel ini untuk mengetahui ulasan selengkapnya. Tenang saja, tak ada istilah yang aneh dan rumit, karena pada dasarnya investasi saham itu sangat mudah untuk dipahami.

 

Pengertian Saham

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Karena merupakan bukti kepemilikan, maka saham ini dapat dipindahtangankan melalui transaksi jual-beli, sehingga pemiliknya bisa memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dengan harga beli (Capital Gain).

Selain itu, pemilik saham juga dapat mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan, berdasarkan berapa banyak proporsi jumlah saham yang dimilikinya dibandingkan dengan total jumlah saham yang beredar. Keuntungan perusahaan ini disebut "dividen" dan biasanya dibagikan secara berkala tiap tahunnya oleh perusahaan penerbit saham.

Apa Itu Saham

Perusahaan yang menerbitkan saham merupakan perusahaan berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT). Namun, tidak semua Perseroan Terbatas memiliki saham yang dapat diperdagangkan bebas di bursa efek. Perseroan Terbatas yang membutuhkan suntikan dana segar harus melewati proses Initial Public Offering (IPO) agar dapat melantai di bursa.

 

Cara Mendapatkan Saham

Calon investor bisa mendapatkan saham melalui berbagai cara. Diantara beraneka alternatif itu, ada tiga cara mendapatkan saham yang paling populer, yaitu:

 

Sejumlah perusahaan berupaya meningkatkan loyalitas karyawannya dengan membagikan saham sebagai bonus atau tunjangan. Selama saham masih dimiliki, maka sang karyawan berhak mendapatkan dividen. Namun, biasanya karyawan yang memperoleh saham dengan cara ini tidak bisa bebas menjual kembali saham yang dimilikinya, karena boleh jadi ada aturan bahwa saham tersebut hanya dapat dijual kembali ke perusahaan.

Cara Mendapatkan Saham(Simak Juga: Jadwal Dividen Saham Indonesia)

 

Dalam masa menjelang IPO, perusahaan yang akan melantai di bursa bekerjasama dengan perusahaan sekuritas (pialang/broker saham) untuk menyebarkan prospektus. Prospektus ini berisi rangkuman laporan keuangan perusahaan terbaru, rincian bidang usahanya, berapa lembar saham yang dikantongi pemilik saham utama dan berapa yang dilepas ke bursa, serta berbagai info penting lainnya.

Apabila Anda telah membaca prospektus dan menilai bahwa perusahaan ini punya potensi yang bagus untuk terus berkembang di masa depan, maka Anda dapat memesannya pada broker. Caranya, bukalah rekening efek di broker terkait, lalu setelah pendaftaran selesai, sampaikan keinginan Anda untuk memesan saham yang akan IPO ini dan kirimkan dana dalam jumlah yang sesuai.

 

Mirip dengan nomor dua, agar dapat memperjualbelikan saham di bursa efek, maka Anda harus lebih dahulu membuka rekening efek di perusahaan sekuritas (pialang/broker saham). Bedanya, masa book-building itu sangat terbatas (rata-rata antara 1-4 minggu), sedangkan jual-beli saham di bursa bisa dilakukan kapan saja pada jam kerja bursa.

Pembelian di masa book-building juga hanya bisa dilakukan dengan pemesanan via broker. Namun, jika ingin mendapatkan saham yang sudah di bursa, maka Anda dapat melakukan transaksi sendiri pada platform trading yang digunakan secara online, tidak harus dieksekusi dengan perantaraan broker.

 

Nah, alternatif cara mendapatkan saham mana yang Anda tempuh? Jika Anda bukan termasuk karyawan di perusahaannya melantai di bursa efek, maka alternatif pertama sudah jelas tak dapat diambil. Jadi, Anda hanya bisa investasi saham dengan membeli saat book-building atau setelah saham diperdagangkan bebas di bursa.

Terlepas dari apakah Anda akan membeli saham yang baru IPO atau yang sudah resmi melantai di bursa, satu hal yang tak boleh dilupakan adalah bahwa Anda harus melakukan analisa terlebih dahulu atas kinerja perusahaan. Jangan sampai Anda "membeli kucing dalam karung" alias tak mengenal kondisi bisnis perusahaan yang sahamnya Anda beli.

Keuntungan dari investasi saham dapat diperoleh jika harga saham perusahaan meningkat (Capital Gain) atau jika perusahaan membagikan dividen dalam jumlah besar. Dan kedua kondisi itu hanya akan tercapai apabila kinerja perusahaan terus menerus meningkat di masa depan. Sebaliknya, apabila perusahaan ternyata stagnan atau malah kolaps karena menanggung utang terlalu besar, maka bukan tidak mungkin kalau investasi Anda akan ikut hangus pula. Agar terhindari dari kondisi yang demikian, maka penting bagi Anda mengetahui saham-saham mana sajakah yang memiliki potensi kerugian paling besar.

Kirim Komentar/Reply Baru
Cara Menentukan Support Resistance

Bagaimana cara menentukan support resistance yang paling akurat?

Hanang Bunaya 23 Apr 2019

Reply:

M Singgih (23 Apr 2019 22:59)

@ Hanang Bunaya:

Dimulai dari time frame yang paling tinggi, kemudian turun ke time frame yang lebih rendah. Resistance dan support pada time frame tinggi lebih valid dibandingkan dengan yang di time frame rendah.

Resistance dan support pada time frame tinggi adalah resistance dan support mayor (signifikan), dan pada time frame yang lebih rendah adalah yang minor (kurang signifikan).

Untuk keterangan dan contoh-contoh yang lebih lengkap, silahkan baca:
Beberapa Tips Dalam Menentukan Support Dan Resistance

Kautsar (24 Apr 2019 09:07)

Support Resistance vs Supply Demand, bedanya apa master?

M Singgih (25 Apr 2019 14:21)

@ Kautsar:

Demand atau permintaan bisa dianggap sebagai level support, sementara supply atau penawaran bisa dianggap sebagai level resistance.

Permintaan juga dapat diartikan bullish atau buy. Pada saat harga mencapai level support aksi beli akan meningkat dan harga akan naik. Sebaliknya pada level resistance pelaku pasar menganggap harga sudah terlalu mahal dan memperkirakan permintaan akan berkurang. Saat harga mencapai level resistance, tekanan jual atau penawaran akan meningkat dan harga akan turun. Penawaran juga bisa diartikan sebagai bearish atau sell.
Baca juga: Permintaan Dan Penawaran Dalam Pasar Forex

Fariz (29 Apr 2019 10:27)

Support dan Resistance biasanya kuat bertahan berapa lama?

M Singgih (01 May 2019 17:53)

@ Fariz:

Tidak bisa dipastikan. Semakin sulit ditembus maka semakin kuat level support dan resistance tersebut. Sebaliknya, semakin sering ditembus (break), maka semakin tidak valid dan bisa diabaikan.
Support dan resistance yang diambil dari time frame tinggi akan lebih valid dibandingkan yang diambil dari time frame rendah.
Baca juga: Beberapa Tips Dalam Menentukan Support Dan Resistance

Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Jujun Kurniawan 461
10 Kisah Trader Paling Legendaris Di Dunia
Febrian Surya 927
Tokoh