Apakah Bisnis Forex Halal atau Haram?

Anna 24 Apr 2019 3761
Dibaca Normal 5 Menit

Bisnis forex halal atau haram ditentukan oleh beberapa aspek dalam aktivitas trading forex itu sendiri. Ini ulasan selengkapnya.

Topik mengenai kehalalan trading forex selalu ramai diperdebatkan. Ada yang menganggap ada unsur spekulasi (maisir) mirip judi dan bunga di dalamnya, sehingga jual-beli mata uang tidak diperbolehkan. Padahal, trading forex dapat dilakukan secara syar'i dan terhindar dari unsur-unsur yang diharamkan. Bahkan, bisnis forex cukup populer di kawasan Timur Tengah yang dikenal kental dengan nuansa keislamannya. Untuk mengetahui lebih jelas, mari simak ulasan mengenai apakah bisnis forex halal atau haram berikut ini. 

Apakah Bisnis Forex Halal atau Haram

 

MUI Menghalalkan Jual Beli Mata Uang

Trading forex atau jual beli mata uang, pada dasarnya merupakan tukar menukar dari suatu mata uang ke mata uang lainnya. Terkait transaksi ini, fatwa Dewan Syari’ah Nasional MUI Nomor 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf) telah memperbolehkannya (mubah). Dasarnya, transaksi jual-beli mata uang dibutuhkan untuk memenuhi berbagai keperluan.

Namun, ketentuan bisnis forex halal atau haram juga akan ditentukan oleh beberapa faktor lainnya. Berikut ini keterangan MUI selengkapnya:

FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG

Pertama: Ketentuan Umum.

Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).
  2. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).
  3. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
  4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

Kedua: Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing.

  1. Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan pen-jualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.
  2. Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang diguna-kan adalah harga yang diperjanjikan (muwa'adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).
  3. Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).
  4. Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

Kesimpulannya, bisnis forex halal jika dilakukan berdasarkan harga yang sudah jelas diketahui sejak awal berdasarkan harga yang berlaku saat ini (transaksi spot) dan dibayar tunai. Baik pihak trader maupun broker sama-sama sudah mengetahui nilai saat transaksi jual maupun beli dilakukan, jadi tak ada unsur spekulasi di dalamnya. Bisnis forex haram hanya jika dilakukan dalam model transaksi forward, swap, atau option.

 

Broker Forex Menyediakan Akun Islami Bebas Bunga

Bisnis forex halal tanpa spekulasi itu akan menghadapi kendala lagi ketika dihadapkan pada sistem perdagangan mata uang dunia yang secara otomatis berbasis bunga. Namun, untuk menanggulangi masalah ini, broker forex menawarkan opsi khusus akun Islami yang bebas bunga.

Dalam sistem trading forex internasional, ada biaya rollover atau swap. Istilah swap di sini bermakna berbeda dengan model transaksi swap di atas, tetapi sama-sama terlarang. Swap yang satu ini ditentukan berdasarkan selisih suku bunga antara dua mata uang yang diperjualbelikan oleh trader hingga lewat tengah malam waktu server broker. Apabila selisihnya positif, maka trader akan mendapatkan bunga dalam persentase tertentu dari uang yang dipegangnya. Sedangkan jika selisihnya negatif, maka trader harus membayar bunga. Unsur biaya rollover atau swap ini bisa mengakibatkan bisnis forex haram bagi umat Islam.

Guna menanggulangi dilema ini, banyak broker forex menawarkan opsi akun Islami atau akun bebas swap (Swap-free Account). Pengguna akun bebas swap itu biasanya tidak dikenai bunga sama sekali, meski mempertahankan posisi terbuka (open position) selama berhari-hari. Sebagai gantinya, broker bisa mengenakan fee sekali bayar yang bukan berbentuk bunga, atau meningkatkan komisi trading saja. Ada pula broker yang benar-benar menggratiskan biaya swap bagi trader yang dapat membuktikan bahwa ia beragama Islam dan mengajukan permohonan khusus.

Broker forex mana saja yang menawarkan akun Islami seperti ini? Simak dalam artikel berikutnya mengenai "Daftar Broker Forex Penyedia Akun Islami". Prosedur pendaftaran tak berbeda dengan cara membuka akun trading biasa, tetapi trader dapat memilih opsi "bebas swap" pada area akun masing-masing atau mengajukan permohonan melalui surel kepada CS broker.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1    

Soponyono Dadi
5 JUN 2020

Njiirrrr baru tw klo ada broker islami wkwkwk, mungkin namanya berubah jadi FBS Syariah, Monex Syariah, Octa Syariah dsb gitu ya min ?

Forum

Muftihair (13 Aug 2015)

Mohon Solusinya jika floating - 261 n saldo 264, margin -10 apakah perlu di injek n berapa besar minimalnya injeknya. Kondisi trading saat ini hedging.

Selengkapnya

Pola Candlestick
Bearish Engulfing
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bullish dan 'dimakan' oleh candlestick kedua yang berbentuk bearish. Pola ini menandakan momentum uptrend yang melemah dan menguatnya sentimen bearish di pasar.
supaya berani op di akun real

permisi master,.. saya mau tanya.. master bgmn caranya memupuk keberanian untuk op karena selama ini alhamdulillah saya selalu stabil dalam mengambil profit di demo,jarang sekali loss :)).. sehingga saat terjun ke real saya hanya bisa menebak arah gerakan grafik tapi takut ambil op .. ;(..makasih

Bill 17 May 2012

Reply:

Basir (17 May 2012 14:18)

tentu beda antara demo dengan real. ini terkait dengan psikologis juga. didemo mau minus berapa pun juga santai. karena jika open lot berapa pun juga kemudia  loss  bisa bukan akun demo lagi. Direal kadang yang terjadi adalah ragu ragu atau kadang emosi ingin cepat untung. direal tak perlu deposit besar besar dulu. anda bisa memulainya dengan modal 5-10 dollar diakun cent. cari waktu atau saat saat yang menurut anda cocok. dan mengikuti aturan sistem yang anda gunakan.

selamat mencoba

thanks

Eko Puspito (29 Jan 2015 15:31)

Menurut masta tingkat leverage yg normal untuk trading kecil2an secara real di level pemula itu berapa? Karena banyak yg bilang kalau pilih leverage yang terlalu tinggi bisa beresiko, tapi kalo depositnya kita kecil kan butuh leverage yg tinggi juga supaya bisa trading dengan ukuran yang besar.

apa solusinya cukup hanya dengan membatasi leverage dan menempatkan trading dengan ukuran yang kecil2 saja? tolong pencerahannya masta...

Basir (30 Jan 2015 08:22)

Untuk Eko Puspito,

Anda bisa menggunakan leverage 1:400 / 1 :500 namun demikian bisa dilihat batas maksimal yang ditawarkan oleh broker.  Untuk pemula sebaiknya memakai lot lot kecil saja dulu dengan nilai Lot 0.01, lalu perhatikan berapa margin yang di kunci oleh broker yang terdapat dibawah, sejajar dengan Balance yang ada di MT4 yang anda gunakan.

Thanks.

Jaya (09 Jan 2019 20:18)

master. apa yang dimaksud margin yang dikunci oleh broker ? dan apa kaitan nya dengan balance di MT4?.


master. mohon penjelasan untuk level margin yang ada dibagian terminal MT4, apa pengertian nya?


 

M Singgih (11 Jan 2019 05:13)

@ Jaya:

- .. apa yang dimaksud margin yang dikunci oleh broker ? dan apa kaitan nya dengan balance di MT4?

Margin adalah dana yang diperlukan untuk membuka sebuah posisi, dan akan ditahan oleh broker sampai posisi tersebut clear atau ditutup.

Besarnya margin tergantung dari besaran leverage yang Anda pilih.
Semakin besar leverage maka akan semakin kecil margin yang ditahan. Jika Anda memilih leverage 1:100, maka margin adalah 1% dari nilai kontrak atau contract size. Jika leverage 1:200 maka marginnya sebesar 0.5% dari nilai kontrak. Nilai kontrak dalam trading forex adalah USD 100,000 (atau 100,000 unit).
Untuk keterangan silahkan baca: Margin Dalam Trading Forex (2)

Dengan ketentuan adanya margin, maka balance pada akun Anda akan berkurang ketika Anda membuka posisi, karena dikurangi untuk keperluan margin tsb.
Semakin banyak posisi yang Anda buka, atau semakin besar volume trading (ukuran lot), maka akan semakin banyak juga dana yang akan berkurang dari balance untuk keperluan margin tsb.


- mohon penjelasan untuk level margin yang ada dibagian terminal MT4, apa pengertian nya?

Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%

Margin Level menunjukkan batas-batas besarnya equity yang ditentukan, ketika Anda sedang mengalami kerugian (floating loss).

Equity = Balance + Floating Profit / Loss
Floating profit : posisi terbuka yang sedang profit
Floating loss : posisi terbuka yang sedang loss

Margin Level berhubungan dengan Margin Call (MC) level dan Stop Out (SO) level yang ditetapkan oleh broker. Setiap broker punya MC level dan SO level yang berbeda.

Ketika Anda kena MC, berarti lampu kuning. Dalam hal ini Anda dianjurkan untuk menambah dana supaya equity Anda mencukupi untuk menahan kerugian yang sedang terjadi (floating loss).
Tetapi ketika Anda kena SO, berarti sudah lampu merah. Dalam hal ini trading Anda akan dihentikan secara otomatris oleh broker, karena equity Anda dianggap sudah tidak bisa menahan kerugian.

Misal: Broker A menentukan MC level = 100%, dan SO level = 30%.
MC = 100%, artinya jika Margin Level = 100%, maka Anda akan terkena MC. Dalam hal ini Anda akan terkena MC ketika Equity = Margin total.
SO = 30%, artinya jika Margin Level = 30%, maka Anda akan terkena SO, dan trading Anda secara otomatis akan dihentikan. Dalam hal ini Anda akan terkena SO ketika Equity = 30% dari Margin total.

Contoh:
Balance dalam akun Anda = USD 5,000, dengan beberapa posisi trading yang masih terbuka dan totalnya rugi (diluar margin), dengan margin total = USD 500.
Jika total kerugian Anda telah mencapai USD 4,500 maka Anda akan terkena Margin Call, karena Margin Level Anda = ((USD 5,000-USD 4,500) / USD 500 ) x 100% = 100%.
Jika Anda diamkan (tidak menambah dana), dan total kerugian Anda telah mencapai USD 4,850 maka Anda akan terkena Stop Out, karena Margin Level Anda = ((USD 5,000-USD 4,850) / USD 500 ) x 100% = 30%.

Maksud adanya Margin Call dan Stop Out karena broker tidak mau merugi, karena kalau posisi Anda terus minus dan jaminan (margin) Anda habis tetapi tidak dihentikan maka Anda akan berhutang pada broker, dan kalau tidak terbayar maka broker akan merugi.

Semoga bisa membantu.

Tomy Zulfikar 148
Forex 
Linlindua 230
Forex