Mengenal Macam - Macam Kredit Konsumsi Dan Kredit Usaha

Anna 15 Jan 2015 16778

Kita tahu bahwa kredit merujuk pada pinjaman yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya. Tetapi, tahukah Anda bahwa kredit itu bermacam-macam jenisnya?

Pada umumnya, "kredit" banyak dikenal sebagai pinjaman dari bank atau lembaga keuangan serupa untuk dikembalikan lagi beserta bunganya dalam jangka waktu yang ditentukan. Tetapi, tahukah Anda bahwa kredit itu ada bermacam-macam jenisnya? Berdasarkan kegunaannya, ada jenis kredit konsumsi dan kredit usaha. Masing-masing memiliki karakteristik berbeda-beda dalam hal kondisi yang dipersyaratkan untuk penyalurannya.

Macam Macam Kredit Konsumsi dan Kredit Usaha - ilustrasi

Kredit Konsumsi

Kredit konsumsi merupakan pinjaman yang disalurkan pada individual. Oleh karena itu, kelayakan masing-masing nasabah untuk mendapatkan pinjaman akan dipertimbangkan masak-masak oleh pihak bank, termasuk dengan melakukan "BI checking" terhadap data Informasi Debitur Individual (IDI) historis di Biro Informasi Kredit Bank Indonesia. Kredit Konsumsi ini umumnya dikenali dalam bentuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan non-KPR.

 

1. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

KPR boleh dibilang produk kredit yang paling populer disamping kredit motor dan kartu kredit. KPR memungkinkan masyarakat untuk memiliki tempat tinggal walaupun belum memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah ataupun apartemen secara tunai. Penghitungan cicilan bulanan KPR bisa menggunakan model kalkulasi bunga kredit flat, efektif, maupun anuitas. Sedangkan jangka waktu cicilan KPR biasanya berkisar antara 10-20 tahun dengan cicilan bulanan secara otomatis dari rekening (autodebet) maupun secara manual.

Jangka waktu yang panjang dan fungsi rumah yang bisa merangkap sebagai investasi properti membuat KPR sangat digemari. Apalagi, KPR di sejumlah perumahan tertentu mendapatkan subsidi pemerintah, sehingga membuat minat masyarakat terhadap KPR cukup tinggi.

 

2. Kredit Non-KPR

Kredit non-KPR merupakan pinjaman yang disalurkan pada individual untuk pembelian barang-barang konsumsi selain rumah. Termasuk dalam kategori ini adalah kredit motor, kredit pembelian gadget, dan lain sebagainya. Berbeda dengan jangka waktu KPR yang sangat panjang, jangka waktu kredit non-KPR umumnya pendek, berkisar mulai dari beberapa bulan saja hingga sekitar 2 tahunan.

Akan tetapi, persyaratan kredit konsumsi non-KPR relatif lebih mudah dibanding kredit KPR maupun kredit usaha. Pengajuan dan persetujuan kredit bisa hanya memakan waktu dalam beberapa hari saja. Bunga kredit bisa fixed maupun floating, dengan rancangan besar uang muka dan cicilan bulanan sudah ditentukan di muka.

Kartu Kredit - ilustrasi
Selain Kredit KPR dan non-KPR, Kredit Konsumsi juga tersedia dalam bentuk Kartu Kredit dan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Pinjaman KTA maupun Kartu Kredit diberikan oleh pihak bank berupa dana dengan batas maksimum (ceiling) dan bunga tertentu, dan nasabah bebas untuk menggunakan hingga maksimum atau sebagian saja, juga untuk menggunakannya bagi kepentingan apapun baik konsumtif maupun produktif. Persetujuan untuk Kartu Kredit dan KTA biasanya lebih cepat ketimbang persetujuan bagi kredit usaha.

 

Kredit Usaha

Jika kredit konsumsi merupakan pinjaman bagi individual yang biasanya ditujukan untuk pembelian barang atau jasa bersifat konsumtif, maka kredit usaha membidik perusahaan atau bisnis tertentu, dimana pengusaha atau enterpreneur-nya membutuhkan dana segar untuk mengembangkan bisnis (ekspansi) ataupun operasional perusahaan.

Berdasarkan penggunaan dana pinjaman, kredit usaha ini bisa berbentuk Kredit Modal Kerja atau Kredit Investasi. Kredit Modal Kerja ditujukan guna meningkatkan produksi dalam operasional bisnis, sedangkan Kredit Investasi lebih diarahkan untuk pengadaan barang modal jangka panjang dalam ekspansi tersebut.

Kredit Usaha lebih beragam daripada kredit konsumsi dalam hal besar pinjaman dan lama cicilan. Besaran pinjaman bisa sekecil 5 juta Rupiah, dengan besar maksimal tergantung kemampuan masing-masing bank. Biasanya, nasabah mengajukan permohonan kredit sesuai dengan skala usahanya, dan kemudian bank akan menentukan apakah akan masuk golongan mikro, ritel, atau korporasi.

Kredit Usaha

Kredit mikro umumnya diambil oleh mereka yang membutuhkan modal kecil seperti petani dan pedagang pasar. Kredit ritel setingkat di atas kredit mikro, dan umumnya diambil oleh pengusaha UMKM. Sedangkan kredit korporasi diperuntukkan bagi perusahaan berskala besar. Bunga untuk masing-masing kelompok berbeda tergantung kebijakan bank, demikian pula mengenai persyaratan agunan yang dibutuhkan sebagai penjamin pinjaman.

Dalam penelaahan kelayakan suatu perusahaan untuk mendapatkan kredit usaha, bank akan memeriksa kondisi perusahaan dan operasional, termasuk prospeknya. Kembali, hal ini tergantung pada kebijakan bank. Pertimbangan masing-masing bank dalam memberikan kredit nantinya akan bergantung pada penilaian yang akan sulit diprediksi oleh orang luar.

Tetapi jika sebuah usaha pernah menerima kredit dari suatu bank dan ternyata bisa lancar membayar cicilan, maka kemungkinannya untuk mendapatkan kredit lagi di kemudian hari cukup tinggi. Sebaliknya, perusahaan yang tengah bermasalah dengan sendirinya akan kesulitan menemukan bank yang bersedia memberikan pinjaman.

Apabila terjadi kesulitan dalam pembayaran cicilan kredit usaha seperti kredit bermasalah atau kredit macet, maka bisa dilakukan negosiasi untuk penjadwalan ulang pembayaran utang (rescheduling) ataupun restrukturisasi utang. Alternatif terakhir yang bisa ditempuh adalah likuidasi aset perusahaan guna membayar kewajiban-kewajibannya, termasuk kredit usaha ini.

Yang perlu diperhatikan disini adalah, setiap nasabah yang meminjam dana dari bank hendaknya tidak menggunakan dana pinjaman untuk sesuatu yang di luar kepentingan awalnya. Menggunakan dana dari kredit usaha untuk membeli barang konsumtif atau memenuhi kebutuhan pribadi dadakan berpotensi membuat Anda kesulitan membayar cicilan di kemudian hari.

Sudah banyak orang yang mengalami hal ini, khususnya para petani dan pedagang, dimana dana pinjaman untuk usaha malah dipakai untuk keperluan lain yang kadang tidak terlalu urgen. Memegang uang dalam jumlah besar memang menimbulkan godaan kuat, tetapi jika berhasil menahan diri untuk menggunakan dana sesuai dengan tujuan semestinya, maka di masa depan buahnya akan lebih manis.

 

Tertarik untuk mendapatkan kredit dari bank? Baik itu kredit konsumsi atau usaha, sebaiknya perhatikan apa saja syarat kelayakan memperoleh kredit bank agar prosesnya mudah dan lancar.

Kirim Komentar/Reply Baru
profit di akun real tak semudah di akun demo, kenapa?
master kalau main di demo acount ko terasa mudah sekali profitnya ,tapi kalau main di real acount ko susah ya

Junaedi 20 Apr 2016

Reply:

Basir (21 Apr 2016 09:16)

Untuk Junaedi

Harus diakui bahwa antara akun demo dan real sangat berbeda. Hal ini terkait dengan kondisi platform dan psikologis.

Platform demo bisa berjalan mulus tanpa masalah karena order yang dibuka para trader bersifat fiktif. Sementara di platform sungguhan, arus order benar-benar berjalan dan memuat transaksi sungguhan. Adanya ketidakseimbangan atau lonjakan (biasanya disebabkan news high impact) akan menyebabkan beberapa masalah, seperti slippage dan requote. Hal-hal inilah yang biasanya tidak bisa diantisipasi di akun demo, sehingga banyak trader kebingungan saat pertama kali mengalami masalah ini di akun real.

Kedua, ada perbedaan psikologis antara menjalankan akun demo dan akun real. Di akun demo, loss berapapun terasa santai, floating minus berhari- hari terasa tidak ada beban. Loss atau MC tinggal buka akun baru. Itu semua karena di akun demo, kita tidak menggunakan uang sendiri.

Sementara di akun real, kita jadi beribu-ribu kali lebih waspada, karena jika loss maka uang sendiri yang akan hilang. Pikiran yang tadinya lebih santai bisa mendadak dipenuhi rasa takut, grogi, atau bahkan serakah. Padahal, ketidakstabilan emosi seperti itulah yang menjadi biang kegagalan trading.

Saran kami, sebaiknya biasakanlah untuk trading seperti di akun real, meskipun Anda baru mengelola akun demo. Jika tidak dibuat terbiasa, maka kebiasaan buruk di akun demo akan terbawa di akun real.

(Update Juli 2017)

Ada baiknya Anda juga membaca artikel mengenai tips sukses di akun demo ini sebagai bahan inspirasi.

Thanks

Husni Firmansyah (19 Jul 2017 21:19)

bgmn caranya spy bisa main di akun real dulu untuk bljr, tapi risk-nya tetap rendah?

Basir (20 Jul 2017 13:08)

Untuk Husni Fimansyah..

Anda bisa membuka akun cent, di mana anda bisa menggunakan mata uang sen yang nilainya seperseratus lebih kecil dari nilai standard. Jadi ketika Anda membuka 1 lot, maka nilainya hanya 100,000 US cent atau setara dengan 1,000 USD. Kalau Anda membuka lot micro 0.01, maka nilai transaksinya tidak bernilai 1,000 USD, tapi 1,000 US cent atau setara dengan 10 USD saja.

Dengan keringanan itu, Anda bisa trading dengan risiko yang sangat rendah. Meskipun statusnya sudah akun real, namun besar risikonya cuma beda sedikit dengan yang ada di akun demo.

Saat ini ada banyak broker yang menawarkan akun cent.  Untuk mendapatkan info broker mana saja yang menawarkan akun cent, anda bisa membaca ulasannya di artikel ini.

Thanks.

Sistem 96
Artikel  
Jujun Kurniawan 169
Bisnis  
Kiki R 845
Forex